You are on page 1of 8

PENGANGGARAN MODAL

Prinsip Penilaian Aset Secara Umum


Penganggaran modal adalah proses perencanaan pengeluaran modal untuk memperoleh asset yang
aliran kasnya diperkirakan di atas satu tahun (Brigham and Houston; 2003 ; Rosyd 2009).
Penganggaran modal mencakup keseluruhan proses penganalisisan proyek-proyek dan penetapan
proyek mana yang akan dimasukkan ke dalam penganggaran modal. Ada dua jenis proyek dalam
penganggaran modal, yaitu: proyek independen dan proyek saling ekslusif (Hansen dan Mowen,
2005) :
1. Proyek independen adalah proyek yang jika diterima atau ditolak, tidak akan mempengaruhi
arus kas proyek lainnya
2. Proyek saling ekslusif adalah proyek-proyek yang apabila diterima, akan menghalangi
penerimaan proyek lainnya. Misalkan, keputusan untuk mengotomatisasi proses produksi
menggantikan sistem manual yang selama ini dipakai.
Keputusan ini akan menghilangkan sistem produksi manual yang selama ini dipakai karena
hanya salah satu sistem yang akan dipakai. Proses penganalisaan dan penetapan proyek dalam
penganggaran modal akan melibatkan tiga faktor utama yang saling terkait yaitu manfaat, waktu, dan
resiko. Faktor manfaat terkait dengan aliran kas masuk bagi perusahaan di masa depan. Faktor waktu
terkait dengan jeda waktu antara investasi di awal periode dengan realisasi kas masuk. Sedangkan
faktor resiko terkait dengan tingkat resiko yang dihadapi sehubungan dengan realisasi dari kas masuk
di masa depan (Belkaoui, 1993; Rosyd 2009).
Berbagai macam faktor yang harus diperkirakan dengan tepat dalam membuat penganggaran modal
merupakan fungsi terpenting yang harus dijalankan oleh manajer keuangan dan para stafnya
Brigham and Houston; 2003, Ryan and Ryan; 2002, Hansen dan Mowen, 2005). Hal ini karena hasil
dari keputusan penganggaran modal yang telah ditetapkan oleh manajer keuangan akan berdampak
kepada perusahaan selama beberapa tahun dan menghilangkan fleksibilitas yang dimiliki oleh
perusahaan. Jika perusahaan berinvestasi berlebihan maka akan menimbulkan tingginya biaya
depresiasi dan biaya-biaya lain. Di sisi yang lain, jika investasi perusahaan terlalu kecil dari yang
dibutuhkan, dua permasalahan akan muncul. Pertama, peralatan dan software komputer yang
dimilikinya tidak cukup modern sehingga menyebabkan perusahaan tidak mampu berproduksi secara
kompetitif. Kedua, jika kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan tidak mencukupi, perusahaan akan
kehilangan pangsa pasarnya dan harus merelakannya direbut oleh pesaing. Untuk merebut kembali
pelanggan dari tangan pesaing dibutuhkan biaya penjualan yang besar, pemotongan harga jual, dan
perbaikan produk dimana kesemua itu sangat besar biayanya (Brigham and Houston; 2003).
Setiap keputusan yang diambil untuk suatu investasi, ada risiko yang harus dihadapi oleh manajemen
perusahaan. Risiko tersebut tidak mudah untuk diperkirakan akan terjadi atau akan mungkin dihadapi
di masa yang akan datang. Semakin besar ketidakpastian di dalam suatu proyek maka akan semakin
besar pula risiko yang akan dihadapi. Risiko yang mungkin dihadapi manajemen di dalam
pelaksanaan suatu proyek investasi adalah tingkat suku bunga, nilai tukar, inflasi, situasi keamanan
dan politik dimana proyek tersebut dilaksanakan.
Risiko terbagi atas 3 (tiga) yaitu :
1. Risiko yang berdiri sendiri (stand-alone risk) yaitu risiko proyek karena tidak membagi risiko
yang ada ke dalam beberapa aset atau saham, risiko ini diukur melalui expected return dari
proyek tersebut
2. Risiko perusahaan (corporate/within firm risk) yaitu risiko yang terbagi atas beberapa asset
dalam satu portofolio, diukur melalui dampak proyek pada ketidakpastian mengenai laba
perusahaan di masa mendatang

3. Risiko pasar (market/beta risk) yaitu tingkat risiko proyek yang terdiversifkasi dengan baik,
proyek hanyalah salah satu dari aktiva-aktiva yang ada, diukur melalui pengaruh proyek pada
koefisien beta perusahaan (Houston, 2006).
Di dalam melakuan analisa capital budgeting diperlukan estimasi arus kas. Dimulai dari investasi
awal hingga proyek itu berjalan. Pada tahap awal kas perusahaan masih negatif karena perusahaan
hanya mengeluarkan dana untuk pelaksanaan proyek tersebut, setelah proyek tersebut selesai dan
arus kas akan menjadi positif akibatnya adanya penghasilan yang dihasilkan dari investasi tersebut.
Masalah Dalam Menghitung Aliran Kas
Perusahaan mengharapkan akan menghasilkan arus kas yang lebih besar daripada sebelum
melakukan suatu investasi. Di dalam capital budgeting ini disebut sebagai arus kas tambahan
(incremental cash flow). Incremental cash flow ini yang digunakan untuk menghitung atau
menganalisa kelayakan suatu proyek dengan metode net present value.
Empat (4) hal yang harus diperhatikan di dalam menentukan arus kas tambahan yaitu (Ross, 2008):
1. Sunk Cost Pengeluaran yang telah terjadi di masa lalu, yang tidak terpengaruh oleh
keputusan menerima atau menolak suatu proyek.
2. Opportunity Cost Biaya yang timbul karena perusahaan kehilangan kesempatan menerima
suatu pendapatan karena aset perusahaan digunakan pada proyek yang lain.
3. Side Effect Dapat diklasifikan sebagai erosion atau synergy. Erosion terjadi ketika produk
baru menurukan cash flow sedangkan synergy terjadi sebaliknya
4. Allocated Cost Dilihat sebagai pengeluaran kas jika terjadi kenaikan cost pada proyek.
Arus kas dalam suatu proyek terdiri atas beberapa komponen yaitu:
1. Initial investment (Investasi awal) : Semua pengeluaran yang digunakan untuk
membiayai proyek tersebut.
2. Free Cash Flow Arus kas bersih yang dapat dihasilkan selama proyek tersebut
berlangsung. Yang diperhitungkan disini adalah selisih arus kas masuk dan keluar
(pendapatan dan biaya) setelah dikurangi pajak dan tidak memperhitungkan bunga dan
depresiasi.
3. Terminal Value Arus kas yang dihasilkan jika pada akhir periode, investasi tersebut
dijual. Nilai ini adalah nilai bersih dari penjualan tersebut
Net Present Value (NPV)
Metode NPV didasarkan pada metode discounted cash flow (DCF). Metode ini adalah nilai sekarang
dari setiap arus kas termasuk arus kas masuk dan arus kas keluar, yang didiskontokan pada biaya
modal (discount rate) proyek, dengan formulasi sebagai berikut (Houston, 2006):
NPV-CF
Kriteria suatu proyek investasi dapat diterima jika NPV lebih dari 0 (NPV > 0) dan suatu proyek
akan ditolak jika NPV lebih kecil dari 0 (NPV < 0) (Ross, 2008).
Ada 3 (tiga) sifat mendasar dari Net Present Value adalah:
1. Menggunakan arus kas, arus kas ini dapat digunakan untuk keperluan lain seperti
pembayaran dividen, capital budgeting proyek yang lain atau untuk membayar bunga
pinjaman,
2. Menggunakan semua arus kas dari proyek, pendekatan yang lain mengabaikan arus kas
diantara waktu tertentu,
3. Mendiskontokan arus kas dengan pantas, pendekatan yang lain mengabaikan nilai waktu
uang (time value of money) dari uang. (Ross, 2008). Keuntungan dengan menggunakan
metode NPV adalah memperhitungkan nilai waktu uang (time value of money),
mempertimbangkan semua arus kas yang diharapkan pada potensi investasi tanpa

memperhatikan waktu dari arus kas tersebut dan model ini memungkinkan perbandingan
yang dibuat antara proyek dengan pola arus kas yang berbeda dengan menggunakan tingkat
diskonto yang sama yang ditetapkan sebelumnya (Klammer, 2000). Kelemahan dari metode
ini adalah model memberikan sebuah kesalahan kecermatan, perhitungan present value
didasarkan pada estimasi dari ketidakpastian arus kas masa akan datang, keakuratan
perhitungan keuangan mungkin berakibat pada kualitas dan faktor waktu tanpa menerima
pertimbangan yang cukup dan asumsi pemilihan discount rate adalah sulit untuk sebagian
individu (Klammer, 2000). Metode NPV menggunakan teknik Discounted Cash Flow (DCF)
untuk memperhitungkan nilai waktu uang dari semua arus kas proyek Persamaan NPV dapat
dinyatakan sebagai berikut :
Internal Rate Of Return (IRR)
IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya
digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of
return atau Minimum atractive rate of return. Minimum acceptable rate of return adalah laju
pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.
Cara perhitungan IRR
IRR merupakan suku bunga yang akan menyamakan jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang
diharapkan diterima (present value of future proeed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran
untuk investasi.
Besarnya nilai sekarang dihitung dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:
Perhitungan IRR praktis
Untuk mempermudah perhitungan IRR, yaitu dengan mencoba suku bunga yang diperkirakan akan
memberikan nilai NPV positif misalnya 10 % yang akan memberikan NPV sebesar 382 dan
dilanjutkan dengan perhitungan NPV yang negatif, Misalnya pada 20 % akan memberikan NPV
sebesar -429. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
atau disederhanakan
NPV dan IRR sudah terkenal sebagai dua metode untuk menilai usul investasi. Yang sedikit belum
terkenal keduanya sama-sama termasuk kelompok discounted cash flow penganut nilai waktu dan
proceeds selama total usia proyek. Berdasarkan kesamaan demikian, NPV IRR akan memberikan
keputusan yang sama dalam menilai usul investasi. Andaikan berbasis NPV usul investasi layak
diterima maka demikian pula IRR. Dalam paragrap pertama dikemukakan NPV, IRR akan
memberikan keputusan yang sama. Tetapi sebenarnya telah terbukti terkandung sebuah pengecualian.
Pengecualian yang dimaksudkan tidak lain jika berkaitan dengan menilai salah satu dari dua atau
lebih usul investasi bersifat mutually exclusive. Untuk kondisi seperti begitu NPV, IRR dapat
bertolak belakang memberikan jawaban secara khusus sering terjadi pada susunan peringkat usul
investasi. Hal tersebut, dikarenakan perbedaan asumsi yang melekat terkait tingkat reinvestasi dana
bebas. IRR berasumsi dana bebas diinvestasikan kembali dengan tingkat rate of returnnya selama
periode sisa usia. Sebaliknya NPV berpegang konsisten besarnya tingkat reinvestasi adalah tetap
sebesar tingkat diskonto yang ditetapkan sebelumnya. NPV pada umumnya dipandang unggul
ketimbang IRR. Mengapa demikian? NPV konsisten, NPV mempertimbangkan perbedaan skala
investasi dari pernyataan secara absolut dalam rupiah tidak seperti IRR yang memiliki pernyataan
berbentuk persentase sehingga skala investasi terabaikan
Definisi Payback Period

Periode pengembalian = payback period


Periode Payback menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu investasi akan bisa
kembali. Periode payback menunjukan perbandingan antara initial investment dengan aliran kas
tahunan, dengan rumus umu sebagai berikut :
Payback period = Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek
tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.
Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan penerimaan
yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana
investasi.
Kebaikan dan Kelemahan Payback Method
Kebaikan Payback Method
1. Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi
dengan resiko yang besar dan sulit.
2. Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan
resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya
cepat.
3. Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.
Kelemahan Payback Method
1. Tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.
2. Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi.
3. Tidak memperhatikan arus kas setelah periode pengembalian tercapai.
Profitability Indeks
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di
masa datang dengan nilai sekarang investasi.
Rumusnya PI =
Persyaratannya:
Jika PI < 1 maka usulan investasi tersebut tidak layak
Jika PI > 1 maka usulan investasi tersebut layak.
Kelebihannya:
Menggunakan arus kas sebagai dasar perhitungan
Memperhatikan nilai waktu dari uang
Konsisten dengan tujuan perusahaan, yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham.
Kelemahannya:
Dapat memberikan panduan dan pilihan yang salah pada proyek proyek yang mutually exsclusive
yang memiliki unsur ekonomis dan skala investasi yangberbeda.
Mutually Exclusive Project
Mutually exclusive Project adalah proyek proyek yang mempunyai fungsi yang sama. Diterimanya
salah-satu proyek atau kelompok proyek yang mutually exclusive akan menghilangkan kesempatan
kelompok mutually exclusive yang lain.
Jumlah dana yang dimiliki oleh perusahaan untuk melakukan capital expenditure akan sangat
mempengaruhi keputusan keputusan yang akan diambil sehubungan dengan proyek proyek mana
yang diterima tau ditolak. Jika perusahaan mempunyai dana yang tidak terbatas jumlahnya maka
pengambilan keputusan dalam melakukan capital budgeting tidaklah sulit tetapi dalam kenyataannya
hampir tidak ada perusahaan yang seperti ini maka dari itu di perlukan capital rationing. Capital
rationing yaitu perusahaan harus mengatur penggunaan dana yang tersedia sedemikian rupa,

mengalokasikannya dalam proyek yang akan memberikan return yang paling maksimal dalam jangka
yang panjang.
Ada dua pendekatan terhadap keputusan capital budgeting. Pendekatan itu dipengaruhi oleh keadaan
keuangan perusahaan (terbatas ataukah tidak terbatas). Disamping itu, kedua pendekatan tersebut
juga dipengaruhi oleh jenis dari proyek yang sedang dipertimbangkan.
Kedua pendekatan tersebut
a. Accept reject approach
Meliputi pengevaluasian proposal capital expenditure untuk menentukan apakah proposal proposal
tersebut dapat diterima atau tidak. Pendekatan ini cukup sederhana Karena hanya membandingkan
kriteria yang dimiliki oleh masing masing proposal dengan kriteria mnimum yang sudah ditetapkan
sebelumnya. Pendekatan ini akan sangat sesuai untuk perusahaan perusahaan yang mempunyai dana
yang tak terbatas.
b. Ranking approach
Pendekatan yang kedua adalah dengan cara merangking proyek proyek berdasarkan kriteria kriteria
yang sudah ditentukan sebelumnya, misalkan dirangking berdasarkan rate of return atau lainnya....
Nilai Tahunan Ekivalen (EAW)
Disebut juga Arus Kas Tahunan Seragam Ekivalen (UAC) atau Nilai Tahunan Seragam Ekivalen Jika
berkaitan dengan arus kas negatif atau pembayaran Biaya Tahunan Ekivalen (Equivalent Annual
Cost- EAC) Perhatikan bahwa prhitungan ini, EAW/UAC, adalah ekivalen dengan Nilai Sekarang
(PW) melalui persamaan berikut:
EAW (X) = PW (X) (A/P,i,N) (6.1)
Konvensi tanda yang digunakan untuk EAW sama dengan PW:
Arus kas positif atau masuk diberi tanda positif
Konvensi tanda untuk EAC adalah kebalikannya:
Arus kas negatif diberi tanda positif
Mengapa menggunakan nilai Tahunan Ekivalen?
Untuk memudahkan
Karena kebutuhan
Pengukuran Nilai Tahunan Ekivalen
Apakah EAW > 0?
Standar untuk proyek yang diinginkan adalah
EAW >0EAW = 0 (pengabaian ekonomi)
EAW < 0 (usahakan untuk menghindari proyek)
Real Option ( Option to Expand, Option to Abandon, dan Timing Option )
Adanya pilihan manajerial mendorong peningkatan nilai proyek investasi. Nilai proyek dapat
dianggap sebagai nilai sekarang bersih, dihitung secara tradisional, ditambah nilai setiap pilihan.
Metodologi real options merupakan pendekatan sistematis dan solusi terintegrasi yang
menggabungkan teori financial, analisis ekonomi, ilmu manajemen, teori keputusan, statistic,
pemodelan ekonomi dan teori opsi dalam melakukan penilaian terhadap asset non financial, dalam
lingkungan bisnis yang dinamis dan memiliki ketidakpastian, dimana keputusan keputusan bisnis
bersifat fleksibel dalam konteks pengambilan keputusan investasi strategis dan dalam menilai
kesempatan investasi dan pembiayaan modal. Pendekatan real options ditinjau sebagai
penyempurnaan dari metode perhitungan NPVdengan DCF, bagi mereka yang nyaman menggunakan
metode DCF, real options menawarkan aspek substansial dengan menambahkan dimensi penting dari
fleksibilitas suatu analisa investasi, real options memberikan pandangan yang lebih terhadap intuisi

strategi dan analisa fleksibilitas. Lebih jauh lagi metode ini bergantung pada data keadaan financial
pasar, dan framework yang digunakan saat berhubungan dengan keadaan nyata di dunia bisnis.
Jenis jenis Real options :
1. Timing Options
Options ini terjadi apabila terdapt kesempatan utuk melakukan ekspansi. Karena terdapat
ketidakpstian dalam cashflow di masa depan, maka para manajer dapat melakukan penundaan
investasi hingga ketidakpastian tersebut dapat diselesaiakan dengan cara yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Dalam kasus ini para investor diberikan suatu hak namun bukan kewajiban untuk melakukan
investasi dimasa yang akan datang. Jika investasi dilakukan dengan segera, nilai options tersebut
berarti di- exercise dibawah nilai sebenarnya dan para manajer akan menghadapi seluruh
ketidakpstian dari proyek yang sedang dijalankan.
2. Growth options
Growth options timbul akibat dari melakukan investasi yang menyediakan payoff dalam uncertain
markets yang belum terjadi. Options ini juga dapat timbul dari berbagi kebijakan, sebagian besar
akibat dari hasil exercise timing options.
3. flexibility options
Fleksibilitas dapat berasal dari ketidakpastian mengenai multiple markets, produk, dan bahkan
human resources. Dalam suatu kondisi yang berisiko, sangat dimungkinkan untuk mengalokasikan
sumber daya dari satu produk ke produk lainnya atau dari suatu market ke market lainnya. Dengan
demikian flexibility options akan memiliki nilai tinggi dalam keadaan ini.
4. Exit options/abandonment options
Exit options merupakan keadaan dimana pihak pemegang options memiliki hak untuk melakukan
pembatalan proyek atau penutupan suatu usaha akibat dari ketidakpastian dimasa yang akan datang.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerugian lebih lanjut apabila terdapat penurunan nilai asset
sepanjang proyek atau usaha tersebut dijalankan.
5. Larning options
Larning options timbul akibat dari pelaksanaan investasi yang tidak terlalu besar untuk melakukan
uji coba terhadap nilai investasi yang lebih besar lagi. Nilai options ini akan menjadi tinggi untuk
suatu produk baru dan tahapan awal inovasi daripada suatu produk yang sudah dala tahapan mature
karena masih sedikit informasi mengenai new market tersebut. Solusi dari permasalah ini adalah
membentuk suatu options melalui tahapan-tahapan incremental dari produk baru tersebut. Sebagai
contoh, pada tahapan awal riset pemasaran mungkin mengindikasikan adanya kekurangan dalam
penerimaan produk tersebut di masyarakat. Dengan demikian terdapat dua macam kebijakan yaitu
menurunkan biaya advertising untuk menghindari kerugian lebih jauh lagi atau mungkin saja pasar
yang ada terlalu besar dari asumsi awal yang diharakan. Dua kebijakan tersebut merupakan
penggabungan dari option to abandon (jika ternyata pasar tidak menerima produk baru tersebut) serta
growth options (jika ternyata pasar tersebut lebih besar dan dapat menghasilkan keuntungan).
6. Hybrid options
Hybrid options merupakan options yang memiliki banyak jenis. Alasan terdapat adanya
Hybrid options karena setiap proyek memiliki ciri khas dalam hal options yang digunakan.
Apabila tiap-tiap proyek menggunakan options yang berbeda maka nilai dari proyek tersebut
menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan jika beberapa proyek hanya memiliki satu
jenis options.
7. Compound options
Compound options terjadi apabila hasil exercise dari suatu options menghabiskan dana untuk
melakukan perkembangan proyek (learning options) dapat menghasilkanjenis growth options
pada tahapan selanjutnya.
8. Rainbow options

Rainbow options terjadi apabila suatu investasi menghadapi berbagai macam sumber dari
ketidakpastian secara bersamaan. Ketidakpastian ini dapat menghasilkan konflik satu sama lainnya,
membuat options yang dapat menghasilkan mutually exclusive.
Parameter Real options
Copeland, Thomas E. (2002 : 5) menerangkan bahwa nilai dari sebuah real options bergantung pad a
lima hal yaitu :
a. Nilai underlying risky asset . Dalam real options yang dimaksud dengan nilai
underlying risky asset adalah nilai sebuah proyek atau investasi.
b. Harga exercise/strike. Adalah jumlah uang yang diinvestasikan untuk meng-exercise
suatu options apabila seseorang membeli sebuah options atau sebaliknya yaitu jumlah
uang yang diterima ketika seseorang menjual sebuah options.
c. Waktu jatuh tempo. Nilai options akan meningkat apabila tanggal jatuh tempo sebuah
options semakin panjang.
d. Standar deviasi underlying risky asset. Nilai suatu options akan bertambah seiring
dengan bertambahnya risiko dari asset tersebut karena payoff suatu options
ditentukan oleh seberapa besar nilai asset tersebut melebihi exercise price-nya.
e. Tingkat bunga risk free. Nilai options semakin tinggi apabila tingkat bunga risk free
semakin tinggi.
Nilai proyek = NPV + Nilai Pilihan
Semakin banyak pilihan dan semakin tinggi ketidakpastian yang meliputi penggunaan proyek,
semakin besar nilai proyek. Semakin besar ketidakpastian, semakin besar kemungkinan pilihan akan
dilaksanakannya dan selanjutnya semakin besar nilai pilihan. Jenis pilihan manajerial tersedia
meliputi .
1. Pilihan Untuk berekspansi
Dalam proyek seperti pendirian pabrik, manajemen seringkali memiliki pilihan untuk membuat
investasi lanjutan. Misal, Gummy Glue Company sedang mempertimbangkan pembuatan lem baru
yang revolusioner. Perusahaan itu dapat membangun pabrik yang mampu memproduksi 25.000 galon
lem/bulan. Namun tingkat produksi tersebut dipandang dari sisi produksi maupun pemasaran bersifat
tidak ekonomis. Akibatnya, nilai sekarang bersih proyek diperkirakan -$ 3juta. Menurut metode
tradisional arus kas diskonto, proyek ini seharusnya ditolak.
Namun lem baru ini diperkirakan dapat memenangkan persaingan. Jika penjualan meningkat secara
dramatis, perusahaan dapat memperluas pabrik baru, misalnya dalam dua tahun. Dengan perluasan
ini, produksi akan meningkat tiga kali lipat, dan pabrik akan beroperasi pada skala efisiensi yang
tinggi .Akan tetapi, kesempatan untuk memenuhi tingkat permintaan yang lebih tinggi tidak dapat
diperoleh jika investasi tahap pertama tidak dilakukan. Jika Gummy Glue Company tidak melakukan
investasi awal, Perusahaan itu tidak akan mengalami apa yang disebut ahli-ahli strategi bisnis sebagai
keuntungan pelopor.
2. Pilihan Untuk Berhenti
Pilihan kedua adalah membatalkan proyek yang telah dipilih, Pembatalan ini dapat dilakukan dengan
cara menjual aktiva proyek atau menggunakannya di bagian lain perusahaan. Dalam cara di atas,
nilai pembatalan dapat diperkirakan. Namun demikian, proyek-proyek tertentu tidak memiliki nilai
pasar atau alternatif penggunaan dan oleh karena itu nilai pelepasannya = 0.
Alasan yang digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek sebaiknya dibatalkan sama dengan
alasan dilakukan penganggaran modal. Dana harus dipindahkan atau dibatalkan dari proyek yang
dianggap sudah tidak memberikan nilai ekonomis yang mencukupi. Secara umum, proyek investasi
seharusnya dilepaskan pada saat : (1) Nilai pembatalan melebihi nilai sekarang arus kas berikutnya di
masa depan.

3. Pilihan Untuk Menunda


Pada beberapa proyek investasi, terdapat pilihan untuk menunda, yaitu pelaksanaan proyek tidak
perlu dilakukan saat itu juga. Dengan menunggu, perusahaan dapat memperoleh infromasi baru
tentang pasar, harga, biaya dan hal-hal lain. Namun penundaan menyebabkan perusahaan kehilangan
arus kas yang seharusnya dapat diperoleh lebih cepat serta keuntungan sebagai pelopor. Pada saat
melakukan keputusan yang berkaitan dengan produk baru, manajemen memiliki pilihan untuk
meluncurkan produk saat ini atau di kemudian hari. Jika produk diluncurkan sekarang, perusahaan
akan memperoleh arus kas lebih cepat daripada jika dilakukan penundaan. Namun jika perusahaan
menunda, perusahaan dapat melakukan peluncuran yang lebih menguntungkan; Seperti halnya
pilihan manajerial lainnya, semakin besar perubahan arus kas yang mungkin, semakin besar nilai
pilihan untuk menunda.