You are on page 1of 70

MAKALAH EKONOMI

PERMINTAAN, PENAWARAN, ELASTISITAS,


DAN PASAR

Di Susun Oleh:
Nama

: Putra Bagaspati R.

Kelas

: X-2

Nomor Urut

: 27

NISN

: 0012279188

SMA NEGERI 3 MAKASSAR


TAHUN AJARAN 2015/2016

1 | Page

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas
bantuan dari pihak-pihak yang telah memberikan referensi.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca terutama untuk saya sendir, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar, 5 Oktober 2015


Penyusun

2 | Page

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii


DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iii
BAB I.

PENDAHULUAN
Latar Belakang ...................................................................................... 1
Rumusan Masalah ................................................................................. 1
Tujuan .................................................................................................... 1

BAB II.

PERMINTAAN dan PENAWARAN


Pengertian Permintaan Dan Penawaran ................................................ 2
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan Dan Penawaran .......... 3
Hukum Permintaan Dan Penawaran ...................................................... 10
Kurva Permintaan Dan Penawaran ........................................................ 13
Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan Dan Penawaran Serta
Pergeseran Kurva Permintaan Dan Penawaran ..................................... 17
Fungsi Permintaan Dan Penawaran ....................................................... 22
Permintaan Dan Penawaran Individu Serta Permintaan Dan
Penawaran Pasar...................................................................................... 25

BAB III.

ELASTISITAS PERMINTAAN dan PENAWARAN


Pengertian Elastisitas Permintaan dan penawaran ................................ 32

BAB IV.

PASAR
Pengertian pasar ..................................................................................... 46
Bentuk-bentuk pasar ............................................................................... 47

BAB V.

PENUTUP
Kesimpulan ............................................................................................ 65
Saran ...................................................................................................... 65

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 66

BAB I. PENDAHULUAN

3 | Page

1.1. Latar Belakang


Pada kegiatan transaksi antara produsen dan konsumen identik dengan kegiatan
Penawaran barang yang akan dijual kepada konsumen, begitu pula dalam hal ini pembelian
yang juga identik dengan kegiatan permintaan barang ataupun jasa yang dibutuhkan.
Permintaan sendiri merupakan keinginan untuk mendapatkan sejumlah barang atau jasa
dalam rangka memenuhi kebutuhan sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang
dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentuk. Dalam kegiatan tranksaksi
antara produsen dan konsumen hampir semuanya terjadi di pasar. Kegiatan permintaan dan
penawaran tidak terjadi begitu saja melainkan adanya pedoman-pedoman tertentu dalam
menentukan besar atau kecilnya permintaan atau penawaran dan begitu pula pada pasar. Hal
tersebut akan dibahas dalam makalah ini.
1.2. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Pengertian Penawaran, Permintaan, Elastisitas, Dan Pasar?
2. Jelaskan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan, Penawaran Dan Elastisitas?
3. Sebutkan Hukum Permintaan Dan Penawaran?
4. Gambar Dan Jelaskan Kurva Permintaan Dan Penawaran?
5. Sebutkan Dan Jelaskan Fungsi Permintaan Dan Penawaran?
6. Sebutkan Dan Jelaskan Bentuk-Bentuk Pasar?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Penawaran, Permintaan, Elastisitas, Dan Pasar
2. Mengetahui Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan, Penawaran Dan
3.
4.
5.
6.

Elastisitas
Dapat Menyebutkan Hukum Permintaan Dan Penawaran
Dapat Menggambarkan Kurva Permintaan Dan Penawaran
Mengetahui Fungsi Permintaan Dan Penawaran
Mengetahui Bentuk-Bentuk Pasar

BAB II. PERMINTAAN dan PENAWARAN


2.1. Pengertian Permintaan Dan Penawaran
1. Pengerian Permintaan
4 | Page

Keinginan untuk mendapatkan sejumlah barang/jasa dalam rangka memenuhi


kebutuhan disebut sebagai permintaan. Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa
definisi. Pertama, permintaan efektif (berdaya beli), yaitu permintaan konsumen terhadap
suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli (kemampuan membayar). Kedua,
permintaan absolut, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang
tidak disertai dengan daya beli (hanya didasarkan pada kebutuhan saja). Ketiga,
permintaan potensial, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang
disertai daya beli tetapi belum melaksanakan pembelian. Dari ketiga jenis permintaan
tersebut, yang dapat dianalisis dalam ilmu ekonomi adalah permintaan yang berdaya beli
atau permintaan efektif. Sebab, permintaan terhadap jumlah barang/jasa akan memiliki
arti jika didukung oleh daya beli dari konsumen. Dapat diartikan bahwa permintaan
adalah berbagai jumlah barang tertentu yang diminta konsumen pada berbagai tingkat
harga tertentu, dalam jangka waktu tertentu.
2. Pengertian Penawaran
Dalam kegiatan ekonomi, produsen memproduksi barang/jasa namun tidak digunakan
untuk keperluan sendiri melainkan untuk dijual kepada konsumen dengan tujuan
memperoleh laba atau atau keuntungan. Inilah yang dinamakan dengan penawaran.
Penawaran menunjukkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan produsen kepada
konsumen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu. Suatu penawaran yang
dilakukan oleh seorang produsen/pengusaha disebut penawaran individual, sedangkan
keseluruhan penawaran yang dilakukan oleh beberapa produsen atau pengusaha di pasar
dinamakan penawaran pasar (kolektif).

2.2.

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan Dan Penawaran


1. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan
Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan seseorang terhadap pembelian suatu
barang, di antaranya adalah sebagai berikut.
5 | Page

1) Faktor Harga Barang yang Diminta


Apabila diketahui pendapatan tetap/stabil, jumlah penduduk relatif konstan (zero
growth), selera tidak berubah, ramalan masa akan datang tidak ada perubahan, harga
barang substitusi relatif tetap, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh dianggap tidak
ada atau tidak berubah maka permintaan hanya ditentukan oleh harga. Artinya, besar
kecilnya perubahan permintaan dideterminasi/ditentukan oleh besar kecilnya perubahan
harga. Dalam hal ini berlaku perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan.
Artinya apabila harga mengalami kenaikan maka permintaan akan turun, sebaliknya bila
harga barang tersebut turun maka permintaan akan naik.
Mengapa harga dan permintaan memiliki sifat hubungan terbalik? Pertama, sifat
hubungan seperti itu disebabkan oleh kenaikan harga menyebabkan para pembeli
mencari barang lain yang dapat digunakan sebagai pengganti terhadap barang yang
mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, apabila harga turun maka orang akan
mengurangi pembelian terhadap barang pengganti dan melakukan pembelian terhadap
barang yang mengalami penurunan harga. Kedua, kenaikan harga menyebabkan
pendapatan riil pembeli berkurang. Pendapatan merosot tersebut mengakibatkan pembeli
mengurangi pembeliannya terhadap barang terutama barang yang mengalami kenaikan
harga.
2) Faktor Bukan Harga Barang yang Diminta
Dalam kenyataannya hukum permintaan tidak hanya memerhatikan sifat hubungan
antara harga suatu barang dengan jumlah barang yang diminta, akan tetapi banyaknya
permintaan juga ditentukan oleh faktor lain. Diantaranya adalah sebagai berikut.
a) Harga Barang Lain
Di dunia ini terdapat barang yang fungsinya dapat menggantikan fungsi barang lain
dan ada pula barang yang saling melengkapi/harus dipakai secara bersama-sama
sehingga barang tersebut dapat berfungsi.

6 | Page

Terdapat tiga golongan yang menyatakan hubungan antara suatu barang dengan
berbagai jenis barang lain, yaitu:
i) Barang Pengganti
Barang pengganti (substitute commmodity) adalah barang yang dapat menggantikan
fungsi barang lain. Harga barang pengganti dapat memengaruhi permintaan barang
yang digantikannya. Contoh: diketahui harga teh mengalami kenaikan maka
permintaan terhadap kopi akan meningkat. Sebaliknya, apabila harga teh mengalami
penurunan maka permintaan terhadap kopi akan menurun.
ii) Barang Pelengkap
Barang pelengkap (complementary commmodity) adalah barang yang digunakan
bersama-sama dengan barang lainnya, sehingga barang tersebut merupakan barang
pelengkap bagi barang lain. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang
pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang dilengkapinya.
Apabila permintaan terhadap teh/kopi bertambah, maka permintaan terhadap gula
cenderung akan bertambah. Contohnya gula merupakan barang pelengkap bagi teh
atau kopi karena agar manis, kopi atau teh yang kita minum harus dibubuhi gula.
iii) Barang Netral
Disebut barang netral jika kedua barang tidak mempunyai fungsi yang berkaitan sama
sekali. Jika terdapat dua macam hubungan maka perubahan permintaan salah satu
barang tidak memengaruhi permintaan barang lainnya. Contohnya adalah permintaan
gula terhadap komputer tidak ada hubungan sama sekali. Maksudnya, perubahan
permintaan dan harga gula tidak akan memengaruhi permintaan komputer dan begitu
sebaliknya.
b) Pendapatan Para Pembeli
Adanya perubahan pendapatan dapat menimbulkan perubahan terhadap permintaan.
Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah,

7 | Page

berbagai barang dapat digolongkan menjadi empat golongan yaitu adalah sebagai
berikut.
i) Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang
mempunyai pendapatan rendah. Apabila pendapatan masyarakat tinggi maka
permintaan terhadap barang-barang inferior akan berkurang. Contohnya adalah pada
pendapatan sangat rendah orang-orang mengkonsumsi ubi kayu sebagai alternatif
pengganti beras. Apabila pendapatan masyarakat meningkat maka konsumen akan
mengurangi konsumsinya terhadap ubi kayu dan akan membeli barang makanan
seperti beras.
ii) Barang Esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting (pokok) dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Yang termasuk barang esensial adalah barang-barang
kebutuhan pokok seperti makanan (beras) dan pakaian yang utama. Pembelanjaan
untuk barang ini tidak berubah walaupun pendapatan masyarakat meningkat.
iii)Barang Normal
Barang yang mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat kenaikan
pendapatan. Contohnya adalah pakaian, sepatu dan perabot rumah tangga. Faktorfaktor yang menyebabkan barang-barang tersebut permintaannya mengalami kenaikan
apabila pendapatan masyarakat bertambah, yaitu pertama pertambahan pendapatan
menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, kedua pertambahan
pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang
mutunya kurang baik kepada barang-barang yang lebih baik.
iv) Barang Mewah

8 | Page

Barang mewah adalah barang yang diminta seseorang yang memilikipendapatan yang
relatif tinggi. Yang merupakan barang mewah adalah mobil, intan, dan emas. Barang
mewah akan dibeli masyarakat setelah mereka dapat memenuhi kebutuhan pokok.
c) Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk yang diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja
menyebabkan pertambahan permintaan. Artinya, lebih banyak orang yang menerima
pendapatan dan pendapatan tersebut menambah daya beli masyarakat terhadap barang
dan jasa, sehingga permintaan akan bertambah.
d) Distribusi Pendapatan
Sejumlah pendapatan masyarakat tertentu besarnya akan menimbulkan corak
permintaan masyarakat yang berbeda. Apabila pemerintah menerapkan kebijakan fiskal
dengan menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunakan hasil
pajak itu untuk menaikkan pendapatan para pekerja yang bergaji rendah maka corak
permintaan terhadap suatu barang mengalami perubahan. Misalnya, permintaan terhadap
mobil mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah sangat sederhana (RSS)
akan bertambah.
e) Selera Masyarakat
Pada tahun 1970-an di Indonesia motor-motor Jepang sangat populer dan banyak
digunakan. Namun, pada tahun 1998-an dengan adanya pasar bebas AFTA menjadikan
suasana berubah dengan munculnya motor-motor buatan Cina yang meramaikan pasar
motor di Indonesia.

Akibatnya, permintaan motor buatan Jepang menurun karena banyak masyarakat


seleranya berubah beralih untuk membeli motor-motor buatan Cina yang memiliki harga
yang lebih murah dengan kualitas yang lumayan baik.
f) Peramalan tentang masa depan
9 | Page

Ramalan para konsumen bahwa harga barang akan menjadi bertambah tinggi pada
masa depan akan mendorong mereka membeli/menimbun barang pada masa kini, untuk
menghemat pengeluaran di masa depan. Sebaliknya apabila ramalan tentang masa depan
adalah akan terjadi krisis moneter (resesi) seperti apa yang terjadi pada tahun 1998 di
Indonesia, akan mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan dan akan
mengurangi permintaannya.
2. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penawaran
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi produsen dalam menawarkan produknya
pada suatu pasar di antaranya sebagai berikut.
1) Faktor Harga terhadap Penawaran
Dalam menganalisis mengenai permintaan telah dinyatakan bahwa tidak mungkin
untuk membicarakan secara sekaligus bagaimana permintaan dipengaruhi oleh
perubahan daripada berbagai faktor yang menentukannya. Kita harus menganalisis
satu demi satu setiap faktor yang memengaruhinya. Dalam menganalisis mengenai
penawaran, cara itu juga diperlukan. Dengan memisalkan faktor-faktor lain tidak
berubah (ceteris paribus). Apabila harga barang substitusi tetap, ongkos dan biaya
produksi relatif tidak berubah, tujuan perusahaan tetap pada orientasinya, teknologi
yang digunakan tidak berkembang dan lainnya dianggap tidak berubah, maka
penawaran hanya ditentukan oleh harga. Artinya besar kecilnya perubahan penawaran
dideterminasi/ditentukan oleh besar kecilnya perubahan harga. Dalam hal ini berlaku
perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran yang disebut hukum penawaran.

2) Pengaruh Faktor Bukan Harga terhadap Penawaran


a) Harga Barang-barang Lain

10 | P a g e

Perlu kamu ketahui bahwa barang yang ada saling menggantikan/bersaing guna
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Barang-barang tersebut dapat menimbulkan
pengaruh yang penting terhadap penawaran suatu barang. Sebagai contoh banyak
masyarakat Indonesia menyukai produk-produk buatan Jepang (televisi merek
Jepang), apabila suatu ketika harga televisi merk Jepang mengalami kenaikan maka
masyarakat akan beralih ke produk-produk buatan Cina yang harganya relatif murah
maka permintaan terhadap produk-produk tersebut akan makin tinggi. Kenaikan
permintaan tersebut ditanggapi oleh produsen di Cina dengan menaikkan produksi
dan menaikkan penawaran televisi merek Cina dengan mengekspor produknya ke
Indonesia.
b) Biaya Untuk Memperoleh Faktor Produksi
Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memperoleh faktorfaktor
produksi memengaruhi besarnya biaya produksi. Perusahaan memerlukan kenaikan
produktivitas dan efisiensi. Dalam kehidupan fakta berbicara bahwa banyak
perusahaan gulung tikar/tutup yang diakibatkan kenaikan harga faktor-faktor produksi
yang dapat mengurangi keuntungan mereka, dan jika keuntungan tersebut tidak
menarik bagi mereka, maka perusahaan akan dipindahkan ke sektor usaha lain bahkan
perusahaan sampai ditutup. Tindakan inilah yang dapat mengurangi penawaran.
c) Tujuan Perusahaan
Biasanya perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungannya dengan berusaha
menggunakan kapasitas produksinya secara maksimal. Tujuan tersebutlah yang dapat
memengaruhi penawaran suatu barang meningkat.

d) Teknologi dan informasi


Lihatlah negara maju seperti Amerika, Jepang, dan Inggris! Apa yang terjadi dalam
keadaan ekonomi negara tersebut? Tentu saja keadaan ekonomi mereka sangat kuat.
11 | P a g e

Para ahli ekonomi mengatakan bahwa terdapat faktor-faktor perkembangan ekonomi


yang pesat terjadi di negara maju disebabkan oleh kemajuan teknologi yang semakin
modern. Artinya, teknologi yang maju dapat meningkatkan efisiensi produksi
sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan biaya yang lain. Dalam dunia usaha
teknologi modern dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas,
meningkatkan mutu barang, dan menemukan inovasiinovasi baru. Dengan demikian,
kemajuan teknologi cenderung akan menimbulkan kenaikan penawaran.

2.3. Hukum Permintaan Dan Penawaran


1. Hukum Permintaan

12 | P a g e

Setelah mempelajari berbagai faktor yang memengaruhi permintaan. Di antara faktorfaktor tersebut, harga memberi pengaruh yang paling signifikan. Hubungan yang erat
antara harga dan permintaan ini merupakan hubungan fungsional atau saling
ketergantungan (interdependen). Coba Anda perhatikan apabila ada penjual yang
melakukan banting harga. Apa yang Anda lihat? Banyak atau sedikitkah pembelinya?
Anda bisa lihat reaksi pembeli yang lewat di sekitarnya. Kecenderungan konsumen untuk
melihat-lihat dan membeli barang yang ditawarkan dengan harga yang rendah akan lebih
besar.
Untuk mendapatkan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup diperlukan
pengorbanan. Dalam kegiatan ekonomi, salah satu wujud pengorbanan adalah uang yang
dipakai untuk membeli. Dalam hal ini jumlah barang/jasa yang akan Anda beli berkaitan
dengan tinggi rendahnya harga barang/jasa yang bersangkutan.
Kebanyakan orang akan lebih suka membeli barang yang murah atau yang harganya
turun dari harga semula. Potongan harga memang cara yang sangat efektif untuk menarik
pembeli terutama bagi orang-orang yang hasrat konsumsinya tinggi. Hal ini menunjukkan
bahwa penurunan harga akan menambah minat konsumen untuk lebih banyak membeli.
Apabila harga suatu barang turun, orang cenderung membeli dalam jumlah yang lebih
banyak. Apabila harga suatu barang naik, apa yang akan terjadi pada minat beli
masyarakat?
Secara eksplisit, hukum permintaan berbunyi: semakin rendah harga suatu barang,
semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin diminta. Sebaliknya, semakin tinggi
harganya, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta (ceteris paribus). Ceteris
paribus adalah suatu asumsi atau anggapan bahwa semua faktor lain yang turut
memengaruhi permintaan dianggap konstan atau tidak berubah.
Hal lain yang diasumsikan tetap adalah:
a. Penghasilan seseorang tetap. Jika penghasilan bertambah, maka kenaikan harga tidak
banyak memengaruhi permintaan. Mungkin saja, walaupun harga barang naik,
permintaan suatu barang tetap, karena penghasilan masyarakat bertambah.

13 | P a g e

b. Selera konsumen atau kesenangan orang akan barang itu tetap. Jika orang tidak lagi
menyukai suatu barang, maka walaupun harga barang tersebut turun, permintaannya
tetap turun.
c. Tidak adanya barang substitusi baru. Jika ada barang substitusi baru, maka kenaikan
harga sedikit saja akan menyebabkan permintaan turun karena orang-orang akan
beralih pada barang substitusi baru.
d. Jumlah penduduk tetap, artinya, tidak ada pertambahan kebutuhan penduduk terhadap
suatu barang. Jika jumlah penduduk bertambah, maka permintaan barang tetap
meningkat meskipun harganya naik. Barang-barang yang dimaksud adalah untuk
kebutuhan pokok.
e. Orang tidak menganggap kenaikan harga itu merupakan suatu tanda bahwa harga
barang itu akan terus naik. Jika demikian, orang tetap akan membeli barang yang
harganya naik karena takut tidak mampu membeli di masa yang akan datang.
2. Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyatakan bahwa perbandingan lurus antara harga terhadap
jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka jumlah yang ditawarkan
akan meningkat. Sebaliknya apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan turun.
Bagaimanakah hubungan jumlah yang ditawarkan terhadap harga? Apabila jumlah
yang ditawarkan banyak, maka harga barang relatif turun. Sebaliknya, bila jumlah barang
yang ditawarkan barang tersebut relatif sedikit, maka harganya relatif naik.
Secara eksplisit, hukum penawaran menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat harga
suatu barang, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh pengusaha (ceteris
paribus).
Benarkah demikian? Secara teori dapat dijelaskan sebagai berikut. Manakala pada
suatu pasar terdapat penawaran suatu produk yang relatif banyak, maka:

14 | P a g e

1) Barang yang tersedia di pasar dapat memenuhi semua permintaan, sehingga untuk
mempercepat penjualan produsen akan menurunkan harga jual produk tersebut.
2) Penjual

berusaha

meningkatkan

dan

memperbesar

keuntungannya

dengan

memperbanyak jumlah penjualan produknya.


sebaliknya, manakala suatu pasar penawaran suatu produk relatif sedikit, maka yang
terjadi adalah harga akan naik, maka:
1) Barang yang tersedia pada produsen/penjual relatif sedikit sehingga manakala jumlah
permintaan stabil, maka produsen akan menaikkan harga jual produknya.
2) Produsen atau penjual hanya akan meningkatkan keuntungannya dari menaikkan
harga.
Teori yang menerangkan hubungan antara jumlah yang ditawarkan terhadap harga
disebut teori penawaran. Dengan demikian, teori penawaran mengatakan bahwa
perbandingan terbalik antara penawaran terhadap harga, yaitu apabila penawaran naik,
maka harga relatif akan turun, sebaliknya bila penawaran turun, maka harga relatif akan
naik.

2.4.

Kurva Permintaan Dan Penawaran

1. Kurva Permintaan

15 | P a g e

Kita telah mempelajari hukum permintaan yang menyatakan jumlah diminta akan
turun apabila harganya turun. Gejala ini dapat digambarkan secara jelas dalam kurva
penawaran. Kurva permintaan merupakan kurva yang menghubungkan antara harga dan
jumlah barang yang diminta.
Untuk membuat kurva permintaan, perhatikan data pada tabel 1 berikut ini.

Keadaan

1
2
3
4
5

Harga tas Sekolah

Jumlah

(Rp)

Permintaan

50.000
40.000
30.000
20.000
10.000

200
400
600
800
1000

Tabel 2.1 Permintaan tas sekolah pada berbagai tingkat harga

Daftar permintaan pada tabel 2.1, dapat digambarkan dalam kurva di bawah ini.
Kurva tersebut menunjukkan lereng atau kemiringan yang negatif, di mana semakin
tinggi harga, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta.

16 | P a g e

Gambar 2.1 Kurva permintaan terhadap tas sekolah


Keterangan:
Pada gambar 2.1 di atas, pada kurva permintaan DD terdapat 5 titik yaitu 1, 2 ,
3, 4, dan 5. Masing-masing titik menggambarkan keadaan yang berbeda. Keadaan 1
terjadi apabila harga satu tas Rp50.000,00 jumlah tas yang dibeli adalah 200. Apabila
harga turun ke Rp40.000,00 jumlah tas yang dibeli 400 buah. Demikian seterusnya,
akibatnya kurva permintaan bergerak menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva
demikian disebabkan hubungan harga dan jumlah yang diminta mempunyai hubungan
terbalik.
Dalam menganalisis permintaan perlu disadari perbedaan antara dua istilah
berikut: Permintaan dan jumlah barang yang diminta. Yang dimaksudkan dengan
permintaan

adalah

keseluruhan

dari

kurva

permintaan.

Jadi

permintaan

menggambarkan keadaan keseluruhan daripada hubungan antara harga dan jumlah


permintaan. Dalam hal permintaan digambarkan dengan kurva DD. Sedangkan
jumlah barang yang diminta adalah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu.

17 | P a g e

Sebagai contoh, titik 4 menggambarkan bahwa pada harga Rp20.000,00 jumlah


barang (tas sekolah) yang diminta adalah 800 buah.
2. Kurva Penawaran
Gambaran berupa angka-angka yang menunjukkan jumlah penawaran pada berbagai
tingkat harga disebut daftar penawaran. Suatu contoh adalah sebagai berikut. Tabel 2
menunjukkan penawaran tas sekolah yang wujud dalam suatu pasar. Kurva penawaran
adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara suatu harga barang tertentu
dengan jumlah barang yang ditawarkan. Perhatikan tabel berikut ini!

Keadaan

1
2
3
4
5

Harga tas Sekolah

Jumlah barang yang

(Rp)

Ditawarkan (unit)

50.000
40.000
30.000
20.000
10.000

1000
800
600
400
200

Tabel 2.2 daftar penawaran tas sekolah

Dari tabel, selanjutnya digambarkan kurva penawaran seperti dibawah ini. Anda
dapat melihat bahwa kurva penawaran memiliki lereng atau kemiringan positif. Artinya,
semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah yang ingin ditawarkan.

18 | P a g e

Gambar 2.2. Kurva Penawaran tas sekolah


Keterangan :
Dalam kurva penawaran tas sekolah terdapat titik-titik 1, 2, 3, 4, dan 5 yang
menggambarkan keadaan 1, 2, 3, 4, dan 5. Kurva penawaran juga dibedakan menjadi
dua pengertian, yaitu: penawaran dan jumlah yang ditawarkan. Dalam analisis
ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang
yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga
tertentu. Dalam hal ini penawaran digambarkan dengan kurva SS. Sedangkan "jumlah
barang yang diminta" adalah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Sebagai
contoh, titik 3 menggambarkan bahwa pada harga Rp30.000,00 jumlah barang (tas
sekolah) yang ditawarkan adalah 600 buah. Gambar kurva di atas bergerak dari kiri
bawah ke kanan atas. Terdapat hubungan positif di antara harga dan jumlah barang
yang ditawarkan, sehingga arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan
kurva permintaan.

19 | P a g e

2.5.

Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan Dan Penawaran Serta Pergeseran Kurva


Permintaan Dan Penawaran
1. Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Coba perhatikan gambar berikut.

Gambar 2.3 gerakan sepanjang kurva permintaan


Kurva 2.3 menggunakan contoh harga minyak goreng per liter. Harga minyak
goreng turun dari Rp6.000,00 menjadi Rp4.000,00, sehingga jumlah minyak goreng
yang diminta bertambah dari dua liter menjadi empat liter. Jadi, pada kurva 2.3 terjadi
perubahan permintaan dari a ke b. Kurva di samping menunjukkan penurunan harga
minyak goreng yang menyebabkan kenaikan jumlah minyak goreng yang diminta
konsumen (2 ke 4). Dengan anggapan faktor-faktor lain yang memengaruhi seperti
perubahan harga barang lain, tingkat pendapatan, intensitas kebutuhan, selera
konsumen, perkiraan harga masa depan, dan jumlah penduduk adalah konstan (ceteris
paribus).

20 | P a g e

Namun, apabila salah satu atau semua faktor tersebut berubah, kurva
permintaan akan berubah. Kurva permintaan akan bergeser sejajar ke kanan atas atau
ke kiri. Perhatikan kurva 2.4! Pada kurva di samping terlihat bahwa kurva bergeser ke
kanan (D0 ke D1). Hal ini berarti jumlah barang yang terjual lebih banyak, meskipun
harga barang tetap. Dengan harga Rp4.000,00 per liter, minyak goreng yang terjual
sebanyak enam liter. Apabila kurva bergeser ke kiri (D 0 ke D2), maka hanya dua liter
minyak goreng yang terjual pada harga Rp4.000,00.

Gambar 2.4 Pergeseran kurva permintaan

21 | P a g e

2. Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan Pergeseran Kurva Penawaran


Peningkatan jumlah barang yang ditawarkan sebagai respon atas kenaikan harga
apabila dinyatakan pada kurva penawaran akan menunjukkan pergerakan di sepanjang
kurva penawaran. Hal ini berbeda dengan kenaikan penawaran pada setiap harga atau
kenaikan penawaran pada harga yang sama. Ini berarti kenaikan penawaran tidak
disebabkan oleh kenaikan harga barang bersangkutan tetapi oleh faktor lain yang
memengaruhi penawaran. Agar Anda dapat membedakannya, coba perhatikan kurva
di 2.5 dan 2.6.

Gambar 2.5 Gerakan sepanjang kurva penawaran

22 | P a g e

Gambar 2.6 Pegeseran kurva penawaran

Contoh penawaran barang yang sesuai dengan kurva 2.6 adalah produk kaus
plesetan. Awalnya, hanya ada beberapa produsen, utamanya dari Yogyakarta yang
memproduksi kaus plesetan tersebut, akibatnya harga kaus plesetan menjadi mahal.
Kemudian harga kaus tersebut turun seiring merebaknya produsen kaus sejenis. Kurva
2.6 menunjukkan pada tingkat harga Rp90.000,00 kaus yang ditawarkan enam buah.
Turunnya harga menjadi Rp40.000,00 mengakibatkan turunnya penawaran menjadi
empat buah.
Perpindahan dari titik c ke d menunjukkan bahwa penurunan harga kaus
menyebabkan jumlah kaus yang ditawarkan oleh produsen akan berkurang. Ketika
terjadi gerakan penawaran sepanjang kurva, selalu dianggap ceteris paribus, yaitu
faktor-faktor lain yang ikut memengaruhi dianggap konstan atau tetap. Apabila salah
satu atau semua faktor yang dianggap memengaruhi berubah, kurva penawaran akan
bergeser sejajar ke kanan atau kiri. Anda dapat melihatnya pada gambar 2.6.

23 | P a g e

Kurva penawaran akan bergeser ke kanan, jika jumlah yang ditawarkan lebih
banyak pada saat harga tetap. Hal ini bisa terjadi jika harga barang lain turun, biaya
produksi turun dan teknologi bertambah maju. Gambar 2.6 menjelaskan bahwa enam
kaus ditawarkan dengan harga Rp90.000,00. Setelah kurva bergeser ke kanan,
pengusaha menawarkan sebanyak tujuh kaus dengan harga yang sama. Apabila kurva
bergeser ke kiri, hanya lima kaus yang ditawarkan pada harga Rp90.000,00.

24 | P a g e

2.6 Fungsi Permintaan Dan Penawaran


1. Fungsi Permintaan
Seperti kita ketahui bersama bahwa kurva permintaan bergerak dari kiri atas ke
kanan bawah atau sebaliknya. Hal tersebut terjadi karena adanya hubungan terbalik
atau negatif antara permintaan dan harga.
Bila P , Q atau Bila P , Q
Secara matematis, persamaan untuk fungsi permintaan berdasarkan hukum
permintaan dapat ditulis sebagai berikut.

Fungsi permintaan: Qd = a bP atau Pd =

a 1
Q
b b

Keterngan:
Qd = jumlah (Quantity)
a = konstanta
b = koefisien pengarah (slope)
P = tingkat harga

Perhatikanlah contoh berikut agar kamu dapat menentukan seberapa besar


perubahaan permintaan apabila terjadi perubahan harga. Suatu fungsi permintaan jika
diketahui a = 4, b = 2, dan P = Rp10,00. Berapakah jumlah barang yang diminta?
Fungsi permintaan = Qd = a - bP
= 4 - 2P
= 4 - 2.10
= 16

25 | P a g e

Jadi apabila harga Rp10,00 jumlah barang yang diminta adalah 16. Jika
digambarkan dalam grafik dengan fungsi permintaan Qd = 4 - 2P adalah sebagai
berikut.
Jika, P = 0 maka Q = 4
Jika, Q = 0 maka P = 2

Gambar 2.7 Kurva Fungsi Permintaan

2. Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran apat ditulis sebagai berikut.
Fungsi penawaran: Qs = -a + bP atau Ps =

Keterngan:
Qs = jumlah (Quantity)
a = konstanta
b = koefisien pengarah (slope)
P = tingkat harga

26 | P a g e

Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Baik harga dan jumlah
penawaran adalah positif. Artinya, apabila harga naik, jumlah penawaran juga naik
dan apabila harga turun, jumlah barang yang ditawarkan juga menurun. Perhatikan
contoh berikut ini! Diketahui penawaran suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Qs
= - 6 + 3P. berapakah jumlah barang yang ditawarkan bila harga barang yang
ditawarkan adalah Rp3,00 ?
Jawab:
Jika, P = 0 maka Q = -6
Jika, Q = 0 maka P = 2
Fungsi penawaran Q = - 6 + 3P, dengan P = 3
= - 6 + 3. 3
=3

Gambar 2.8 Kurva Fungsi Penawaran

27 | P a g e

2.7.

Permintaan Dan Penawaran Individu Serta Permintaan Dan Penawaran Pasar


1. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar
Permintaan atas suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan
yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu dan permintaan yang dilakukan
oleh semua orang di dalam pasar. Oleh karena itu, di dalam analisis perlu dibedakan
antara kurva permintaan pasar atau kolektif dan kurva permintaan individu.
Untuk mendapatkan permintaan pasar, kurva-kurva permintaan perseorangan
atau individu dalam pasar harus dijumlahkan.
Perhatikan tabel permintaan minyak goreng dari keluarga Pak Alam dan Pak
Raya.

harga (Rp)

Jumlah yang diminta (liter)


Permintaan pak alam

permintaan pak raya

permintaan pasar

6.000

10 +

15 =

25

5.000

15 +

20 =

35

4.000

20 +

25 =

45

3.000

30 +

30 =

60

2.000

40 +

40 =

80

1.000

50 +

60 =

110

Tabel 2.3 daftar permintaan individu dan permintaan pasar


Tabel 2.3 menunjukkan bahwa untuk mendapatkan permintaan pasar
dilakukan dengan menjumlahkan permintaan-permintaan individu (Pak Alam dan Pak
28 | P a g e

Raya). Selanjutnya, berdasarkan data dalam tabel, dibuatlah kurva permintaan pasar
minyak goreng antara Pak Alam dan Pak Raya seperti berikut ini.

Gambar 2.9 kurva permintaan pak alam

29 | P a g e

Gambar 2.10 Kurva Permintaan Pak Raya

30 | P a g e

Gambar 2.11 Kurva Permintaan pasar

Kurva DA merupakan kurva permintaan Pak Alam, sedangkan D R merupakan


kurva permintaan Pak Raya. Apabila dijumlahkan secara horizontal akan didapat
kurva permintaan pasar Dp seperti gambar di atas. Dengan demikian, dalam kasus
permintaan minyak goreng di atas, apabila harga Rp6.000,00 per liter, jumlah yang
diminta seluruh konsumen di pasar sebanyak 25 liter. Jumlah yang diminta oleh
semua konsumen di pasar ini juga mengikuti hukum permintaan, yaitu semakin
rendah harga, semakin banyak jumlah barang yang diminta (ceteris paribus).

31 | P a g e

2. Penawaran Individu dan Penawaran Pasar


Kita tentu masih ingat bahwa penawaran terhadap barang dan jasa dapat
dibedakan menjadi 2, yaitu penawaran yang dilakukan oleh seorang penjual dan
penawaran yang dilakukan oleh semua penjual di pasar. Oleh sebab itu dalam analisis
perlu dibedakan antara kurva penawaran perseorangan dan kurva penawaran pasar.
Kurva penawaran pasar diperoleh dengan menjumlahkan kurva penawaran berbagai
individu.
Lihatlah tabel 2.4 dengan saksama! Di sana ditunjukkan suatu gambaran
hipotesis untuk memperoleh permintaan pasar. Misalnya, dalam suatu pasar terdapat 2
orang penjual semangka, yaitu Nur dan Edi. Penawaran dari masing-masing penjual
dalam pasar tersebut pasar adalah sebagai berikut.

Harga (Rp)
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000

Penawaran Nur

Penawaran Edi

Penawaran Pasar

(Buah)

(Buah)

(Buah)

50
40
30
20
10

40
35
20
15
5

90
75
50
35
20

Tabel 2.4 Daftar penawaran individu dan penawaran pasar

32 | P a g e

Gambar 2.12 kurva Penawaran Nur

Gambar 2.13 Kurva Penawaran Edi

33 | P a g e

Gambar 2.14 Kurva Penawaran Pasar


Keterangan:
Penawaran Nur dan Edi terhadap semangka pada harga di antara Rp5000,00
dan Rp1000,00. Penawaran pasar diperoleh dengan menjumlahkan banyaknya
semangka yang ditawarkan oleh Nur dan Edi pada setiap tingkat harga. Berdasarkan
data tabel dapat dibuat kurva penawaran terhadap semangka oleh Nur, Edi dan pasar.
Kurva Sn adalah kurva penawaran Nur sedangkan Se adalah kurva penawaran Edi dan
Sm adalah kurva penawaran yang diperoleh dengan penjumlahan kurva penawaran
Nur dan Edi. Contoh penawaran pasar, yaitu saat harga Rp3.000,00 jumlah semangka
yang ditawarkan adalah 30 + 20 = 50 kg.

34 | P a g e

BAB III. ELASTISITAS PERMINTAAN dan PENAWARAN


3.1 Pengertian Elastisitas Permintaan dan penawaran
1. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan menghitung perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang
dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang memengaruhinya.
Elastisitas permintaan yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri disebut
elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand). Adapun elastisitas permintaan
yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang (cross elasticity) dan
jika dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan (income elasticity).
A. Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand)
Elastisitas harga permintaan sering disebut elastisitas harga (price elasticity of
demand). Elastisitas permintaan mengukur persentase perubahan jumlah barang yang
diminta terhadap persentase perubahan harga barang itu sendiri. Dengan kata lain
elastisitas harga merupakan proporsi perubahan jumlah barang yang diminta dibagi
proporsi perubahan harga barang itu sendiri.

Ed =

Persentase perubahan jumlah barang yang diminta


persentase perubahan harga

Untuk memudahkan perbandingan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut.

Ed =

Keterangan:

Q/ Q
P/ P

Q P
:
Q
P

Q P
.
P Q

Ed = Elastisitas permintaan.
Q = Kuantitas sebelum perubahan harga.
P = Harga awal.
35 | P a g e

Q = Perubahan jumlah yang diminta.


P = Perubahan harga.

Misalnya, harga turun dari Rp10.000,00 menjadi Rp8.000,00 dan jumlah yang
diminta berubah dari 5 unit menjadi 8 unit, maka besarnya koefisien (angka)
elastisitas harga sebagai berikut.

Angka ini disebut koefisien elastisitas. Koefisien elastisitas yang diperoleh


adalah negatif sebagai akibat dari korelasi negatif antara perubahan harga dengan
perubahan jumlah barang yang diminta. Akan tetapi, tanda negatif ini umumnya dapat
diabaikan, dan kita cukup menyebutkan besarnya koefisien elastisitasnya saja (tanpa
menyatakan minus).

Dari hasil perhitungan tersebut didapat angka


diabaikan maka menjadi

7
8

7
8 dan karena tanda minus

. Angka ini lebih besar daripada 1 atau E p > 1, artinya

permintaan terhadap barang tersebut elastis.


Perhitungan elastisitas permintaan mempunyai beberapa kemungkinan.
a. Permintaan Elastis
Permintaan elastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah yang
diminta lebih besar dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, jumlah yang
minta sangat responsif terhadap perubahan harga.

36 | P a g e

Contoh:
Harga kaus di suatu toko turun dari Rp20.000,00 menjadi Rp19.000,00 dan
jumlah yang diminta meningkat dari 200 buah menjadi 300 buah. Maka koefisien
elastisitasnya:

Gambar 3.1 Kurva Permintaan elastis


b. permintaan inelastis
Permintaan inelastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah barang
yang diminta lebih kecil dari persentase perubahan harga. Contohnya harga beras

37 | P a g e

turun dari Rp4.000,00 menjadi Rp3.750,00 dan jumlah yang diminta naik dari 5.000
kg menjadi 5.100 kg. Maka koefisien elastisitasnya adalah:

Gambar 3.2 Kurva Permintaan Yang Inelastis


Jika Anda perhatikan, bentuk kurva permintaan inelastis ini cenderung curam.
Semakin curam bentuk kurva permintaan suatu barang menunjukkan semakin
inelastis permintaan barang itu (respons perubahan harga terhadap perubahan jumlah
barang yang diminta semakin kecil). Barang yang permintaannya inelastis adalah
barang kebutuhan pokok, misalnya beras. Perubahan harga beras tidak berpengaruh

38 | P a g e

besar terhadap perubahan permintaan terhadap beras, karena barang ini dikonsumsi
setiap hari dalam jumlah dan batas tertentu.

c. Permintaan Elastis Satuan (Unitary)


Keadaan ini terjadi bila kurva permintaan membentuk sudut 45 dengan
sumbu horizontal maupun dengan sumbu vertikal (sering disebut juga sebagai
elastisitas tunggal). Contohnya harga televisi turun dari Rp3.000.000,00 menjadi
Rp2.400.000,00 dan permintaan naik dari 6.000 menjadi 7.200. Maka perhitungan
koefisien elastisitasnya adalah:

Gambar 3.3 Kurva permintaan dengan elastisitas satuan


39 | P a g e

d. Permintaan Elastis Tak Terhingga


Keadaan yang ekstrem adalah di mana koefisien elastisitas harga tak
terhingga. Bentuk kurva permintaannya horizontal, artinya apabila harga naik sedikit
saja dari P0, maka jumlah yang diminta menjadi nol, sedangkan kalau harga turun
sedikit saja dari P0, maka jumlah yang diminta berubah secara tak terhingga. Contoh
permintaan elastis tidak terhingga adalah permintaan terhadap minyak bumi. Jika
harga minyak bumi diturunkan maka permintaannya akan bertambah menjadi tak
terhingga.

40 | P a g e

Gambar 3.4 Kurva Permintaan yang elastis tak terhingga

e. Permintaan Inelastis Sempurna


Keadaan ekstrem lainnya adalah kurva permintaan yang inelastis sempurna,
yaitu kurva permintaan yang berbentuk lurus vertikal. Dalam hal ini permintaan sama
sekali tidak peka terhadap perubahan harga. Perubahan harga sebesar berapa pun
tidakakan menyebabkan perubahan kuantitas yang diminta.
Di sini besarnya elastisitas adalah nol; jumlah yang sama (Q0) akan diminta
berapa pun harganya.

41 | P a g e

Gambar 3.5 Kurva Permintaan yang inelastis sempurna


Contoh permintaan yang inelastis sempurna adalah permintaan terhadap
garam.
B. Elastisitas Silang (Cross Elasticity)
Elastisitas silang (Ec) mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang
sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen.

Ec =

Persentase perubahan jumlah barang X yang diminta


persentase perubahan hargaY

Nilai Ec mencerminkan hubungan antara barang X dan barang Y. Jika nilai Ec


> 0, barang X merupakan substitusi barang Y. Kenaikan harga barang Y menyebabkan
harga barang X relatif lebih murah, sehingga permintaan terhadap barang X
meningkat (substitusi). Misalnya, harga bensin jenis premium mengalami kenaikan,
maka permintaan terhadap bensin jenis pertamax mengalami peningkatan. Hal ini
dikarenakan harga premium dirasakan relatif lebih mahal.

42 | P a g e

Nilai Ec < 0 menunjukkan hubungan barang X dan barang Y adalah


komplementer. Barang X hanya bisa digunakan bersama-sama barang Y. Penambahan
atau pengurangan terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurangan terhadap
Y. Kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap Y menurun, yang
menyebabkan permintaan terhadap X ikut menurun. Misalkan, jika harga BBM naik,
dapat diprediksi permintaan terhadap mobil akan berkurang.
C. Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity)
Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur berapa persen perubahan permintaan
terhadap suatu barang (Q) jika pendapatan berubah (I) sebesar satu persen.

Ei =

Persentase perubahan jumlah barang yang diminta


persentase perubahan pendapatan

Umumnya nilai Ei positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan


meningkatkan permintaan. Semakin besar nilai Ei, elastisitas pendapatan nya semakin
besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Barang
dengan nilai 0 < Ei < 1, barang tersebut merupa kan kebutuhan pokok (essential
goods). Barang dengan nilai Ei > 1 merupakan barang mewah (luxurius goods).
Adapun barang dengan nilai Ei < 0 merupakan barang inferior (inferior
goods). Permintaan terhadap barang tersebut akan menurun pada saat pendapatan
nyata meningkat.
2. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran mengukur respons (kepekaan) jumlah barang yang
ditawarkan akibat perubahan harga.
Elastisitas penawaran dapat dirumuskan:
43 | P a g e

Es =

Persentase perubahan jumlah barang yang ditawakan


persentase perubahan harga

Sebagaimana elastisitas permintaan, elastisitas penawaran pun memiliki


beberapa kemungkinan, yaitu:
a. Penawaran Elastis
Penawaran elastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah yang
ditawarkan lebih besar daripada persentase perubahan harga. Contohnya harga kue di
suatu toko meningkat dari Rp300,00 per potong menjadi Rp350,00 per potong.
Penawaran pun meningkat dari 10.000 potong menjadi 15.000 potong.

Maka elastisitas penawarannya adalah:

44 | P a g e

Gambar 3.6 Kurva Penawaran yang elastis


b. Penawaran Inelastis
Penawaran inelastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah yang
ditawarkan lebih kecil daripada persentase perubahan harga. Contohnya harga kaus
kaki mula-mula Rp7.000,00 kemudian naik menjadi Rp7.500,00 sedangkan
penawarannya naik dari 10.000 menjadi 10.500, maka elastisitas penawarannya
adalah:

45 | P a g e

Gambar 3.7 Kurva Penawaran Yang Inelastis


c. Penawaran Elastis Satuan
Keadaan ini terjadi bila kurva penawaran membentuk sudut 45 dengan sumbu
horizontal maupun dengan sumbu vertikal.
Pada keadaan ini persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan benarbenar sama dengan persentase perubahan harganya. Besarnya koefisien elastisitas
dengan demikian sebesar 1.
Harga sebuah radio tape mula-mula Rp300.000,00 kemudian naik menjadi
Rp350.000,00. Kondisi ini diikuti oleh kenaikan permintaan dari 6.000 unit menjadi
7.000 unit. Maka elastisitas penawarannya adalah:

46 | P a g e

Gambar 3.8 Kurva Penawaran dengan elastisitas satuan


d. Elastis Tak Terhingga (Es = ~)
Penawaran yang elastis tak terhingga berarti penawaran berubah dengan
jumlah yang tak terhingga karena perubahan harga yang sangat kecil saja. Ini memang
kasus yang ekstrem dan tidak ada dalam kenyataan. Bentuk kurva penawarannya
merupakan garis lurus horizontal.

Contoh:

47 | P a g e

Gambar 3.9 Kurva Penawaran yang elastis tak terhingga


e. Inelastis Sempurna (Es = 0)
Kurva penawaran yang inelastis sempurna berbentuk vertikal. Kurva ini
menunjukkan jumlah yang sama (Q0) akan ditawarkan berapa pun harganya. Misalnya
penawaran atas ikan segar; tidak dapat dilakukan penambahan penawaran ikan segar
berapa pun harganya pada hari itu, karena tidak ada simpanan/stok ikan segar.
Contoh:

48 | P a g e

Gambar 3.10 Kurva Penawaran yang inelastis sempurna

49 | P a g e

BAB IV. PASAR


4.1 Pengertian Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan
infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang
dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang
sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah
pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan
sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang
mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk
memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar
bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas
manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk
pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan
dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum
menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obatobatan terlarang.
Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang
memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi.
Pertukaran barang atau jasa untuk uang disebut dengan transaksi. Pasar terdiri dari semua
pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan
studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan
pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual.
Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya
dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi
dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh
interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang.
Secara historis, pasar berasal di pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi atau dari - komunitas kecil, kota dan kota.

50 | P a g e

4.2 Bentuk-Bentuk Pasar


A. Pasar Barang
Kamu telah mengetahui tentang masalah-masalah yang harus dijawab oleh suatu
rumah tangga produksi (perusahaan) dalam melakukan kegiatan ekonominya, yaitu
masalah barang apa yang harus diproduksi (what) dan bagaimana cara memproduksinya
(how). Sedangkan masalah bagaimana mendistribusikan barang tersebut ke rumah tangga
konsumsi (for whom) akan dibahas dalam interaksi di pasar barang.
1. Pengertian Pasar Barang
Pada pasar barang atau pasar output (produk barang dan jasa), bertindak sebagai
penjual adalah perusahaan dan sebagai pembeli adalah rumah tangga. Dalam pasar
barang, perusahaan harus mampu mengidentifikasikan posisi produk yang ditawarkan di
pasar. Dengan mengetahui struktur pasar yang dihadapi, perusahaan dapat menentukan
kebijakan harga dan jumlah produksi yang harus ditawarkan.
Pada setiap pasar barang terdapat berbagai bentuk persaingan, baik persaingan yang
sangat ketat, persaingan longgar, persaingan yang sangat lemah maupun pasar tanpa
persaingan. Persaingan ini dapat berupa persaingan antarpembeli maupun persaingan
antarpenjual. Persaingan antarpembeli dapat berupa kesediaan membeli dengan harga
murah dan jumlah barang yang banyak. Sedangkan persaingan antar penjual bisa
dilakukan dengan berbagai cara seperti promosi penjualan, perbaikan mutu, produk,
pengembangan produk baru, atau pemasangan iklan.
Persaingan antarpenjual ada beberapa bentuk dan menghasilkan berbagai jenis pasar.
Jenis-jenis pasar dalam pasar barang meliputi pasar persaingan sempurna dan pasar
persaingan tidak sempurna. Dalam persaingan tidak sempurna ada tiga bentuk pasar yaitu
pasar monopoli, pasar persaingan monopolistik, dan pasar oligopoli.

51 | P a g e

2. Pasar Persaingan Sempurna


Dalam pasar persaingan sempurna, Anda akan mendapati begitu banyak penjual dan
pembeli. Jumlah penjualan seorang produsen sangat kecil apabila dibandingkan dengan
jumlah penjualan pasar yang seluruhnya. Karena masing-masing penjual hanya
menawarkan sebagian kecil dari suplai total, mereka tidak dapat menguasai pasar atau
menentukan harga pasar. Mereka hanya dapat menyesuaikan hargaproduksinya dengan
harga pasar yang berlaku. Sebaliknya, jumlah pembelian seorang konsumen sangat kecil
apabila

dibandingkan

dengan

jumlah

pembelian

pasar

seluruhnya.

Sebagai

konsekuensinya, harga ditentukan oleh keseluruhan permintaan dan penawaran dalam


pasar, bukan oleh satu atau beberapa penjual dan pembeli. Persaingan sempurna
merupakan struktur pasar paling ideal karena dianggap mampu menjamin terwujudnya
efisiensi pasar.
a. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Suatu pasar dikatakan memiliki struktur pasar persaingan sempurna jika memiliki ciriciri sebagai berikut.
1) Jumlah Pembeli dan Penjual Banyak
Di pasar persaingan sempurna terdapat banyak pembeli dan penjual. Banyaknya
penjual yang ada di pasar mencerminkan kecilnya bagian setiap penjual dalam
menghasilkan barang dibandingkan keseluruhan yang dihasilkan di pasar. Oleh karena
itu, seorang penjual hanya merupakan bagian kecil dari seluruh penjual yang ada di
pasar. Kondisi ini menyebabkan apa pun yang dilakukan produsen untuk menaikkan
atau menurunkan harga di pasar dan menaikkan atau menurunkan jumlah produksi
tidak akan mampu memengaruhi harga di pasar. Di sinilah disebut bahwa penjual
ataupun pembeli di pasar persaingan sempurna adalah price taker, artinya apa pun
tindakan penjual yang ada di pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga di
pasar. Harga di pasar ditentukan oleh interaksi antara seluruh penjual dan seluruh
pembeli di pasar.

52 | P a g e

2) Barang yang Diperjualbelikan Bersifat Homogen (Identik)


Semua penjual dalam pasar persaingan sempurna menghasilkan barang yang hampir
sama (homogen). Barang yang diperjualbelikan di pasar persaingan sempurna harus
sama dalam semua segi sehingga harus dapat menggantikan satu sama lain (substitusi
sempurna). Konsumen dapat membeli dari penjual mana saja tanpa khawatir produk
antarpenjual ada perbedaan.
3) Produsen Bebas Membuka atau Menutup Usaha
Jika seorang penjual mampu memperoleh keuntungan lebih, maka akan banyak
penjual baru yang masuk ke pasar, dan membuka usaha untuk menghasilkan barang
yang sama dengan penjual sebelumnya yang meraih keuntungan. Hal ini berakibat
pada jumlah barang yang ditawarkan di pasar meningkat. Kondisi ini sedikit demi
sedikit akan menurunkan tingkat keuntungan penjual. Saat penjual tidak mampu lagi
memproduksi barang secara efisien dan menjual produknya pada harga yang terjadi di
pasar, penjual akan mengalami kerugian. Saat itu, penjual dapat segera menutup
usahanya dan keluar dari pasar.
4) Pelaku Pasar Mempunyai Informasi Sempurna Mengenai Pasar
Informasi pasar yang diketahui pelaku pasar mencakup harga pasar, kuantitas,
maupun kualitas barang. Pembeli dianggap mengetahui tingkat harga yang berlaku
beserta perubahanperubahannya. Kondisi ini menyebabkan penjual tidak dapat
menjual barangnya dengan harga lebih tinggi daripada harga yang berlaku. Informasi
bagi penjual bisa berupa informasi mengenai perubahan harga bahan baku, perubahan
upah minimum yang memengaruhi biaya produksi dan harga jual produknya.
Coba Anda renungkan, apakah dalam kenyataan bentuk pasar yang benarbenar bersifat persaingan sempurna ini ada? Rasanya cukup sulit untuk ditemui
bukan? Yang ada hanyalah kecenderungan ke bentuk pasar persaingan sempurna.
Misalnya saja pasar barangbarang kebutuhan pokok seperti pasar beras, sayur-mayur,
dan buah-buahan. Dalam pasar beras atau sayuran yang mendekati persaingan
sempurna, jumlah produsen (petani) dan pedagang sangat banyak.
53 | P a g e

b. Kelebihan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna


Keadaan di pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak digunakan sebagai
pemisalan dalam analisis ekonomi. Hal ini karena beberapa kelebihan dari pasar
persaingan sempurna. Namun demikian, pasar persaingan sempurna juga mempunyai
beberapa kelemahan.
1) Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna
a) Persaingan Sempurna Memaksimumkan Efisiensi
Dalam pasar persaingan sempurna, masuknya pengusaha baru menyebabkan jumlah
barang yang ditawarkan akan bertambah pada harga yang sama. Perusahaanperusahaan yang ingin bertahan harus mencapai ongkos produksi minimum. Dalam
jangka panjang, perusahaan akan mendapatkan laba normal. Laba normal ini terjadi
jika harga sama dengan biaya produksi yang terendah. Dengan demikian, efisiensi
produksi selalu dicapai oleh perusahaan dalam persaingan sempurna.
b) Persaingan Sempurna Memberi Kebebasan dalam Bertindak
Persaingan

sempurna

menghindari

terbentuknya

konsentrasi

perusahaan

di

segolongan kecil masyarakat. Tidak satu pihak pun yang mempunyai kekuasaan
dalam menentukan harga dan jumlah produksi. Pilihan masyarakat tidak dibatasi oleh
pemerintah atau asosiasi produsen. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktorfaktor produksi digunakan. Dengan adanya kebebasan dalam berproduksi, maka
masyarakat memiliki pilihan membeli lebih banyak.
2) Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
a) Persaingan Sempurna Tidak Mendorong Inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh
perusahaan lain. Akibatnya, perusahaan tidak memiliki keuntungan jangka panjang
dari pengembangan teknologi. Jika satu perusahaan dapat meningkatkan efisiensi
54 | P a g e

dengan menurunkan ongkos, perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat berbuat
demikian. Selain itu, keuntungan perusahaan sangat kecil maka perusahaan tidak bisa
mengembangkan teknologinya. Enggannya produsen berinovasi menyebabkan
konsumen tidak dapat memenuhi sebagian kebutuhannya yang semakin berkembang.
b) Membatasi Pilihan Konsumen dalam Satu Jenis Produk Tertentu
Karena barang yang dihasilkan oleh produsen dalam pasar persaingan sempurna
identik satu sama lain, maka konsumen mempunyai pilihan produk yang terbatas.
Pilihan yang terbatas mengakibatkan banyak kebutuhan konsumen yang terbatas dan
kepuasan konsumen berkurang.
c) Persaingan Sempurna Dapat Menimbulkan Ongkos Sosial
Perusahaan dalam pasar persaingan sempurna selalu berusaha mencapai ongkos
produksi yang minimal. Kadang kala, cara-cara yang digunakan merugikan
kepentingan masyarakat. Misalnya, produksi yang efisien tersebut menimbulkan
pencemaran lingkungan. Sehingga mau tidak mau harus dikeluarkan ongkos sosial
dalam upaya menanggulangi pencemaran lingkungan.
3. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Dalam pasar persaingan tidak sempurna ada satu bentuk pasar yang ekstrem, yaitu
pasar monopoli. Bentuk yang lain adalah pasar oligopoli dan pasar persaingan monopolistik.
a. Pasar Monopoli
Dari banyak karakteristik pasar persaingan tidak sempurna yang ada, salah satunya
adalah pasar dengan satu penjual dari suatu produk (barang dan jasa) yang tidak
mempunyai produk pengganti.

55 | P a g e

1) Pengertian Pasar Monopoli


Struktur pasar monopoli memiliki kondisi yang bertentangan dengan
persaingan sempurna. Dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau satu
penjual. Misalnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah satu-satunya perusahaan
pengelola listrik di Indonesia. Listrik adalah barang yang sangat vital dan tidak
mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
Monopoli terjadi karena di pasar terdapat faktor-faktor yang menghambat
(barrier to entry) yang mencegah penjual-penjua lain untuk memasuki pasar tersebut.
Ada dua jenis faktor penghambat, yaitu penghambat teknis dan penghambat legal.
Faktor penghambat teknis dapat terjadi pada penjual yang mampu
menghasilkan produk dengan cara-cara yang inovatif, misalnya menemukan cara
berproduksi yang baru, menemukan teknologi atau menemukan faktor produksi yang
baru.
Sedangkan faktor penghambat legal muncul bila penjual tunggal menghasilkan
dan menjual produk dengan pemberian hak monopoli oleh pemerintah untuk
menghasilkan dan menjual produk tersebut. Pemberian hak monopoli oleh pemerintah
kepada penjual akan menutup kemungkinan penjual lain untuk menghasilkan dan
menjual produk tersebut. Contohnya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang
diberi kekuasaan tunggal oleh pemerintah untuk mendistribusikan listrik di seluruh
tanah air. Faktor penghambat legal yang lain adalah apabila penjual tunggal
menghasilkan produk dengan pemberian hak paten oleh pemerintah untuk menjual
produk tersebut. Hak paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada
seseorang atau produsen yang berhasil menemukan sesuatu yang sangat bermanfaat,
seperti cara berproduksi baru, teknologi baru, atau faktor produksi baru. Pemberian
hak paten akan menutup kemungkinan penjual lain untuk menghasilkan produk
tersebut.

56 | P a g e

2) Karakteristik Pasar Monopoli


Karakteristik pasar monopoli sangat berbeda dengan pasar persaingan sempurna.
a) Hanya Terdapat Satu Perusahaan
Dalam pasar monopoli hanya ada satu perusahaan, dengan demikian barang dan jasa
yang dihasilkan tidak dapat dibeli di tempat lain. Pembeli tidak mempunyai pilihan
kecuali membeli dari perusahaan monopoli. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya
ditentukan oleh perusahaan. Selain itu, jika hanya ada satu perusahaan atau penjual
maka kualitas barang kurang bagus karena tidak ada barang lain sebagai saingannya.
b) Tidak Adanya Barang Pengganti yang Mirip
Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain
dalam pasar. Aliran listrik adalah contoh barang yang tidak mempunyai barang
substitusi yang mirip. Mungkin Anda berpikir bahwa lampu minyak dapat
menggantikan fungsi penerangan listrik. Lampu minyak tidak dapat menggantikan
listrik karena tidak dapat menghidupkan alat-alat listrik lain.
c) Adanya Hambatan untuk Memasuki Industri (Barriers to Entry)
Adanya hambatan untuk memasuki industri merupakan ciri sekaligus penyebab
terbentuknya pasar monopoli. Tanpa sifat ini, pasar monopoli tidak akan terbentuk.
Jika tidak ada hambatan memasuki industri, keuntungan perusahaan monopoli akan
menarik perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.
d) Perusahaan Merupakan Penentu Harga (Price Maker)
Sebagai satu-satunya perusahaan dalam pasar, perusahaan monopoli dapat
menentukan harga pasar. Permintaan yang dihadapi perusahaan sama dengan
permintaan pasar secara utuh, sehingga hukum permintaan juga berlaku baginya.
Perusahaan hanya bisa memperbanyak kuantitas barang yang dijual jika dia bisa
menurunkan harga.
57 | P a g e

e) Promosi dan Iklan Kurang Diperlukan


Karena tidak ada saingan lain di pasar, perusahaan tidak perlu menarik pembeli
dengan cara beriklan. Namun, iklan dapat dibuat untuk menjaga hubungan baik
dengan pembeli.
3) Kelebihan dan Kelemahan Pasar Monopoli
a) Kelebihan Pasar Monopoli
(1) Perusahaan monopoli memperoleh keuntungan lebih sehingga memiliki dana
untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Hasilnya dapat berupa peningkatan
kualitas produk, teknik produksi, atau penciptaan produk baru.
(2) Adanya efisiensi usaha karena skala produksi yang besar. Efisiensi ini dapat
dilakukan melalui spesialisasi pekerjaan, pembelian bahan mentah dalam jumlah
besar, penggunaan teknologi massal, dan sebagainya.
b) Kelemahan Pasar Monopoli
(1) Monopoli menyebabkan distribusi pendapatan menjadi lebih tidak merata.
Monopoli mendapatkan keuntungan di atas normal dan ini hanya dinikmati oleh
pengusaha monopoli atau pemegang sahamnya.
(2) Hak eksklusif yang diberikan pada perusahaan tunggal belum tentu menjamin
bahwa harga ditetapkan pada tingkat rendah. Walaupun perusahaan dapat mencapai
skala ekonomis, bisa jadi perusahaan menetapkan harga tinggi karena sadar bahwa ia
menguasai pasar.
(3) Masyarakat tidak memiliki banyak pilihan dalam mengonsumsi barang dan jasa,
hanya terbatas pada hasil produksi perusahaan monopoli.

58 | P a g e

b. Pasar Oligopoli
Di beberapa sektor bidang usaha industri manufaktur, perkebunan, pertambangan,
serta perdagangan besar Anda akan menjumpai beberapa perusahaan besar yang
dominan. Perusahaan-perusahaan ini disebut perusahaan oligopoli.
1) Pengertian Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri atas beberapa atau sejumlah kecil
penjual saja, sementara itu banyak sekali konsumen atau pembeli. Karena jumlah
produsen sedikit, maka kegiatan usaha suatu perusahaan akan berpengaruh pada
kegiatan perusahaan yang lain. Pada pasar oligopoli perusahaan dapat bersaing
secara langsung namun dapat pula melakukan penggabungan atau merger. Apabila
dalam pasar tersebut terdiri atas dua orang produsen disebut pasar duopoli. Contoh
pasar duopoli adalah pasar sistem komputer (software) yang sampai sekarang
hanya dikuasai oleh dua sistem yaitu Linux dan Windows saja.
Skala ekonomi serta adanya kegiatan merger atau penggabungan perusahaan
merupakan dua penyebab utama terbentuknya pasar oligopoli. Kegiatan
penggabungan usaha (merger) bertujuan menggabungkan perusahaan yang semula
bersaing agar dapat menguasai pasar. Skala ekonomi membuat perusahaan mampu
memproduksi output secara efisien. Skala ekonomi dapat tercapai jika ada
kemajuan teknologi. Perusahaan biasanya memulai dengan teknologi sederhana,
kemudian terjadi kemajuan teknologi berupa pembelian mesinmesin berkapasitas
besar. Perusahaan bisa memproduksi lebih banyak dengan biaya rendah.
2) Karakteristik Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli banyak dijumpai di negara yang maju karena teknologi sudah
sangat modern. Teknologi modern mencapai efisiensi jika jumlah produksi besar
sekali. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan berkurangnya jumlah perusahaan.

59 | P a g e

Karakteristik pasar oligopoli antara lain:


a) Hanya terdapat beberapa perusahaan. Jumlah perusahaan sedikit, antara 2 sampai
20 perusahaan dalam suatu negara. Masing-masing perusahaan mempunyai pengaruh
atas harga dengan cara mengubah jumlah yang ditawarkan. Karena jumlah perusahaan
sedikit, maka terdapat saling ketergantungan antarperusahaan yang ada di pasar.
Misalnya jika ada satu perusahaan menurunkan harga, maka perusahaan lain akan
bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang ikut menurunkan harga, ada pula
yang mengeluarkan produk tandingan.
b) Menghasilkan barang homogen dan berbeda corak. Barang-barang yang
diperjualbelikan ada yang bersifat homogen (sama) dan ada yang berbeda corak
(terdiferensiasi). Jika barang bersifat homogen, persaingan lebih banyak bersifat harga
sedangkan jika barang berbeda corak, persaingan lebih banyak bersifat persaingan
bukan harga.
c) Terdapat hambatan masuk ke dalam pasar hingga hanya ada sejumlah kecil
perusahaan dalam pasar tersebut.
d) Perusahaan oligopoli perlu melakukan iklan. Iklan secara terus-menerus sangat
diperlukan oleh perusahaan yang menghasilkan barang berbeda corak. Kegiatan
promosi secara aktif ini bertujuan menarik pembeli baru dan mempertahankan
pembeli lama. Sarana beriklan dapat dengan media elektronik seperti radio, televisi,
internet, media massa, dan ruang publik.
3) Kelebihan dan Kelemahan Pasar Oligopoli
a) Kelebihan Pasar Oligopoli
Karena perusahaan-perusahaan oligopoli mencoba menghindari persaingan harga,
maka mereka lebih memusatkan diri pada persaingan bukan harga. Hal ini mendorong
mereka mengadakan pengembangan teknik produksi serta perbaikan kualitas produk.
Penemuan baru tidak bisa cepat ditiru atau diimbangi perusahaan pesaing, sehingga
ada dorongan kuat untuk memacu kemajuan teknologi.
60 | P a g e

b) Kelemahan Pasar Oligopoli


Dalam pasar oligopoli, harga barang cenderung lebih tinggi daripada persaingan
sempurna. Hal ini terjadi apabila ada kesepakatan beberapa perusahaan oligopoli
untuk mengendalikan harga dan produksi. Kebutuhan akan iklan juga menaikkan
biaya produksi hingga lebih tinggi di atas biaya rata-rata minimum.
c. Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya merupakan pertengahan di antara
dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli.
1) Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik
Dapatkah Anda membayangkan konsep pasar persaingan monopolistik? Coba
perhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk kendaraan bermotor,
beberapa perusahaan mengeluarkan jenis sepeda motor sama yang dibedakan oleh
ciri-ciri tertentu seperti warna dan model.
Persaingan monopolistik menunjuk pada bentuk pasar di mana terdapat
banyak penjual atau produsen. Barang yang diperjualbelikan tidak homogen tetapi
sengaja diperbedakan (diferensiasi) melalui berbagai macam promosi penjualan.
Sebenarnyabarang-barang tersebut dapat saling menggantikan, tetapi konsumen
mempunyai preferensi produk dari suatu perusahaan.
2) Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik, yaitu:
a) Terdapat Banyak Penjual
Terdapat banyak penjual dalam pasar, namun tidak sebanyak seperti pasar
persaingan sempurna (jumlahnya dapat puluhan). Produksi perusahaan relatif
sedikit dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam pasar. Tidak ada satu
pun dari penjual tersebut yang dominan dibanding yang lain.
61 | P a g e

b) Barangnya Bersifat Berbeda Corak


Ciri ini merupakan sifat yang penting di dalam pasar persaingan monopolistik.
Perbedaan corak ini menyebabkan barang dalam persaingan monopolistik bukan
pengganti sempurna tetapi sebagai pengganti dekat. Perbedaan corak (diferensiasi)
produk ini meliputi ciri-ciri fisik, pembungkusan (kemasan), jasa pascapenjualan,
dan cara pembayaran.
c) Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuasaan Memengaruhi Harga
Berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan dalam
pasar persaingan monopolistik masih bisa memengaruhi harga. Kekuasaan ini
bersumber dari sifat barang yang berbeda corak. Perbedaan corak ini membuat
konsumen bersifat memilih. Misalnya, konsumen lebih menyukai sabun merek X
daripada merek Y. Apabila perusahaan menaikkan harga, ia masih bisa menarik
pembeli walaupun jumlahnya tidak sebanyak semula.
d) Tidak Ada Hambatan untuk Memasuki Industri
Untuk memasuki pasar, perusahaan pendatang harus memproduksi barang yang
lebih menarik daripada yang sudah ada. Penggunaan iklan akan efektif untuk
meyakinkan konsumen. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat dalam pasar
oligopoli atau monopoli, tetapi juga tidak semudah seperti pasar persaingan
sempurna.
e) Penggunaan Promosi Penjualan Sangat Efektif
Untuk memengaruhi cita rasa pembeli, para pengusaha melakukan persaingan
bukan harga. Caranya antara lain dengan memperbaiki mutu dan desain barang,
melakukan kegiatan iklan yang terus-menerus, memberi bonus penjualan, dan
sebagainya.

62 | P a g e

3) Kelebihan dan Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik


a) Kelebihan Pasar Persaingan Monopolistik
Setiap perusahaan persaingan monopolistik akan berusaha memproduksi
barang yang mempunyai sifat khusus. Sehingga konsumen menerima imbalan
berupa tersedianya bermacam-macam mutu, model, dan warna dari barang-barang
yang dihasilkan persaingan monopolistik. Konsumen bisa memilih barang-barang
yang dikehendaki sesuai dengan selera dan uang yang dimiliki, sehingga
memberikan kepuasan yang tinggi. Apabila barang-barang tadi dihasilkan oleh
pasar persaingan sempurna, maka tidak ada pilihan lagi bagi konsumen, karena
jenis barang-barang sama persis atau homogen.
Dari segi distribusi pendapatan, pasar persaingan monopolistik lebih merata
karena tidak ada perusahaan yang dominan dan tidak terdapat keuntungan lebih
dalam jangka panjang.
b) Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik
(1) Perusahaan dalam persaingan monopolistik umumnya berukuran kecil
sehingga masih bekerja kurang efisien dalam memanfaatkan sumber daya
ekonomi dibanding dengan pasar monopoli.
(2) Konsumen masih harus membayar harga barang yang lebih tinggi dari biaya
marginal (MC) untuk menghasilkan barang tersebut. Sebaliknya, tenaga kerja
dibayar hanya setinggi MC, yang lebih rendah dari nilai barang yang diproduksi
(harga). Hal ini karena P > MC. Jadi, ini mirip pasar monopoli tetapi dalam
derajat atau tingkat yang kecil.

63 | P a g e

B. Pasar Input
Pasar input sering juga disebut dengan pasar faktor produksi.
1. Seluk-Beluk Pasar Input
Buka dan bacalah buku Anda kembali pada pembahasan tentang circular flow
diagram. Dalam kegiatan ekonomi terdapat dua rumah tangga, yaitu rumah tangga konsumsi
dan rumah tangga produksi (dunia usaha). Keduanya menjalankan tugasnya masing-masing
dan saling memengaruhi. Keduanya juga membutuhkan barang dan jasa, baik yang tersedia
oleh alam maupun hasil dari proses produksi. Rumah tangga konsumsi membutuhkan barang
atau jasa yang dihasilkan oleh dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sisi lain,
dunia usaha membutuhkan barang atau jasa yang tersedia dari rumah tangga konsumsi untuk
proses produksi lebih lanjut.
Bagi rumah tangga produksi, barang dan jasa dari rumah tangga konsumsi merupakan
input untuk proses produksi lebih lanjut. Barang dan jasa inilah yang lazim disebut faktor
produksi. Tanpa faktor produksi atau input, kegiatan produksi tidak dapat berjalan dan tidak
menghasilkan barang dan jasa bagi rumah tangga konsumsi. Misalnya saja tanah sebagai
tempat berlangsungnya kegiatan produksi, bahan baku atau bahan mentah, sumber daya
manusia untuk operasional perusahaan, sumber daya manusia yang berupa kewirausahaan
untuk mengelola perusahaan, dan input modal yang berupa mesin atau uang untuk kelancaran
usaha.
Jenis input yang dibutuhkan oleh perusahaan tergantung jenis output yang akan
dihasilkan. Atau dengan kata lain, jenis input yang akan ditawarkan oleh rumah tangga
tergantung jenis barang dan jasa yang akan diproduksi oleh perusahaan. Jadi, permintaan
input timbul karena ada permintaan barang dan jasa. Menurut Alfred Marshall, hal ini
dinyatakan bahwa permintaan input merupakan devided demand atau permintaan turunan dari
permintaan barang dan jasa.
Permintaan input berasal dari dunia usaha sedangkan penawaran berasal dari rumah
tangga. Pertemuan antara penawaran dan permintaan pasar faktor produksi (input) disebut
pasar faktor produksi atau pasar input.

64 | P a g e

2. Jenis-Jenis Pasar Input


Pasar input meliputi pasar input tanah, pasar input tenaga kerja, pasar input modal, dan
pasar input kewirausahaan.
1. Pasar Input Tanah
Tanah merupakan input produksi termasuk segala sesuatu yang terkandung di
dalamnya, kesuburan, iklim, dan lokasi geografisnya. Pasar faktor input tanah juga sering
disebut sebagai pasar input sumber daya alam.
Tanah merupakan sumber daya alam yang peranannya sangat penting dalam proses
produksi. Pertama kali yang diperlukan untuk mengelola pertanian, pabrik, kantor,
warung, kios, bengkel, toko atau rumah sakit adalah lahan pada sebidang tanah. Maka dari
itu, penggunaan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung dalam setiap proses
produksi mutlak diperlukan.
Dunia usaha, dalam hal ini adalah produsen dapat memperoleh tanah dari
perseorangan, badan usaha atau dari negara. Jika tanah dimiliki oleh perseorangan maka
produsen akan membayar sejumlah uang sebagai imbalan kepemilikan tanah tersebut.
Imbalan atau balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi tanah disebut sewa
tanah.
2. Pasar Input Tenaga Kerja
Pengertian pasar input sumber daya manusia (tenaga kerja) adalah jumlah
permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja yang diperlukan untuk kegiatan
produksi. Dengan demikian, pasar tenaga kerja tergantung dari luas dan sempitnya
kegiatan produksi. Atau dengan kata lain, pemakaian input tenaga kerja akan ditentukan
oleh tuntutan dunia usaha atau lapangan produksi.
Faktor sumber daya manusia memiliki karakteristik yang berbeda dengan faktor
produksi lainnya. Hal ini karena sifat khusus dari faktor produksi terikat pada sifat
manusia. Sumber daya manusia berupa tenaga fisik, keterampilan, dan daya pikir. Seiring
dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, diperlukan pula tenaga kerja
65 | P a g e

yang berkualitas, yang mempunyai keahlian dan keterampilan yang tinggi. Dalam rangka
meningkatkan mutu tenaga kerja dilakukan banyak usaha antara lain peningkatan prestasi
kerja, keselamatan kerja, kursus tambahan, pelatihan karyawan, dan studi banding.
a. Upah Tenaga Kerja
Upah merupakan balas jasa yang diterima tenaga kerja karena jasanya dalam proses
produksi barang dan jasa. Tinggi atau rendahnya upah tergantung pada hukum permintaan
dan penawaran pada pasar tenaga kerja. Secara teori, upah diberikan kepada tenaga kerja
supaya mereka dan keluarganya dapat hidup secara layak. Pada sisi perusahaan, upah
diberikan sebagai ongkos atau biaya produksi. Karena itu, bagi perusahaan upah yang
diberikan tergantung dari kapasitas produksinya.
3. Pasar Input Modal
a. Pengertian Modal
Saat Anda mendengar istilah modal, apa yang terlintas dalam benak Anda? Modal
sendiri sebenarnya ada dua pengertian. Modal dalam pengertian sehari-hari adalah setiap
barang yang memberikan suatu pendapatan bagi pemiliknya. Dalam ilmu ekonomi, modal
adalah tiap-tiap hasil (produk) yang digunakan untuk menghasilkan produk selanjutnya.
Dari pengertian tersebut, sudah seharusnya Anda tidak lagi berpikir bahwa modal selalu
identik dengan uang, tetapi segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan
barang.
b. Bunga Modal
Modal memang tidak selalu identik dengan uang, tetapi untuk memperoleh barangbarang modal, pengusaha memerlukan dana. Pengalokasian dana untuk investasi harus
dilakukan secara cermat dan tepat. Misalnya saja, seorang pengusaha harus bisa memilih
menginvestasikan dananya pada usaha sepatu atau usaha garmen. Apakah industri
pengolahan makanan harus menambah produk baru atau menambah kapasitas produknya
yang sudah ada? Apakah perusahaan percetakan perlu menambah mesin cetak baru atau

66 | P a g e

memperbaiki mesin cetak lamanya? Semua masalah ini menyangkut pengalokasian dana
investasi untuk memperoleh hasil maksimal di masa yang akan datang.
Hasil dari investasi modal tersebut dapat diukur. Hasil yang diperoleh dari modal
disebut tingkat pengembalian modal (rate of return of capital). Tingkat pengembalian
modal atau bunga modal menunjukkan pengembalian rupiah bersih tiap tahun untuk setiap
rupiah modal yang diinvestasikan. Dalam kegiatan ekonomi besarnya bunga modal
dinyatakan dalam persentase per tahun atau tingkat suku bunga. Jadi, bunga modal adalah
penggantian kerugian (balas jasa) yang diterima pemilik modal karena telah
menginvestasikan uangnya dalam produksi.
Setiap jenis investasi mempunyai pengembalian modal yang berbeda. Oleh karena itu,
pengusaha harus memahami kapan dan bagaimana melakukan investasi yang tepat.
Pengusaha harus mendahulukan investasi yang pengembalian modalnya tinggi.
4. Pasar Input Kewirausahaan
Setelah lahan, tenaga kerja, dan modal tersedia, masih diperlukan jiwa wirausaha
untuk mengelola perusahaan. Mencari orang yang memiliki jiwa wirausaha tidaklah
mudah. Selain harus mampu mengelola lahan, tenaga kerja, dan modal secara efisien, ia
juga harus bisa memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.
a. Laba Wirausaha
Di dalam pengelolaan perusahaan, kemampuan wirausaha sangat menentukan,
sehingga keberhasilan atau maju mundurnya kegiatan usaha sangat bergantung pada
kecakapan wirausaha. Wirausaha yang berhasil meningkatkan kemajuan usaha tercermin
dengan semakin meningkatnya keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, laba perusahaan
merupakan bentuk imbalan yang harus diterima oleh seorang wirausaha.
Dalam kegiatan usaha, laba atau keuntungan ditentukan dengan cara mengurangi hasil
penjualan yang diperoleh dengan berbagai biaya yang dikeluarkan. Dalam selisih antara
penjualan dengan biaya, tentu akan terdapat tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama,
adalah penjualan lebih besar dari biaya, yang disebut untung. Kedua, penjualan lebih kecil
67 | P a g e

dari biaya disebut rugi dan ketiga, penjualan sama dengan biaya disebut pulang pokok
(impas).
b. Unsur-Unsur Laba Wirausaha
Ada beberapa unsur dalam laba wirausaha, antara lain:
1) Upah Wirausaha
Upah diterima wirausaha karena kemampuannya dalam mengatur, memimpin,
mengawasi, dan menjalankan perusahaan.
2) Bunga Modal
Bunga modal diterima wirausaha jika ia menanamkan modalnya dalam perusahaan.
3) Sewa Tanah
Jika seorang wirausaha juga merupakan pemilik tanah tempat usahanya, maka ia akan
menerima sewa tanah.
4) Premi Risiko
Premi risiko diterima wirausaha karena kemungkinan risiko usaha yang akan dihadapi
saat perusahaan rugi.

68 | P a g e

BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Hukum permintaan semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah
barang yang bersedia di minta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit
jumlah barang yang bersedia di minta sedangkan hukum penawaran semakin tinggi harga,
semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan, sebaliknya semakin rendah tingkat
harga, semakin sedikit jumlah barang yang tersedia ditawakan
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa
(konsumsi) berubah ketika harganya berubah sedangkan elastisitas harga penawaran
mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah
serta setiap perubahan harga akan mengubah kuantitas yang diminta.
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan
infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan
imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti
uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Di pasar kita dapat melihat
elastisitas permintaan serta penawaran.
5.2 Saran
Interaksi antara permintaan dan penawaran akan menciptakan keseimbangan harga
pasar, Apabila harha keseimbangan jumlah barang yang di minta konsumen, sama persis
dengan jumlah yang di tawarkan produsen. Semoga dengan mempelajari ini kita dapat
membuat harga keseimbangan yang pas, sesuai dengan kuantitas yang di minta.

69 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Nurcahyaningtyas. 2009. Ekonomi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan


Nasional
Bambang Widjajanta dan Aristanti Widyaningsih. 2009. Mengasah kemampuan Ekonomi.
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Yuli Eko. 2009. Ekonomi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Anonym. 2015. Pasar. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar

70 | P a g e