You are on page 1of 10

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

TEKNIK PEMBACAAN DAN DESKRIPSI BATUAN


BERDASARKAN GRAFIK GEOFISIKA LOGGING
(UNTUK PENGETAHUAN OPERATOR LOGGING)

Beberapa pembacaan logging dibawah ini adalah sesuai dengan jenis batuan
yang terdapat di suatu daerah eksplorasi batubara
MENENTUKAN BATAS DUMPING MATERIAL
Nilai pembacaan Gamma Ray dan Density mengalami perubahan berdasarkan
isi material dumpingan, artinya jika dumpingan itu berisi shale stone murni tanpa
pengotor maka grafiknya akan sama dengan kick shale. Namun kita harus jeli
terhadap dumpingan yang heterogen, dapat menghasilkan grafik yang acakacakan. Dibawah ini adalah grafik dumping material yang ditimbun diatas mud
swamp sehingga kita dapat mengenalinya secara jelas.
GAMMARAY

LSD/LD

SD/HRD

MENENTUKAN BATAS AIR TANAH DI DALAM LUBANG BOR


Dalam menentukan batas air tanah kita cukup melihat defleksi Density
sedangkan Gamma Ray hampir tidak mengalami perubahan pada grafiknya.
GAMMARAY

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LSD/LD

SD/HRD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

MENENTUKAN BATAS LUMPUR RAWA (MD)


Dikarenakan shale stone memiliki banyak unsur mineral yang memiliki radiasi
alam (natural radiation), maka untuk menentukan batas lumpur rawa (MD)
dengan shale (SH) mudah sekali kita temukan, hal ini dikarenakan kick/defleksi
Gamma Ray dan Density sama-sama mengalami perubahan secara tegas.
GAMMARAY

LD

SD

MENENTUKAN BATUAN SIDERITE (LAPISAN TIPIS YANG KERAS)


Dalam menentukan batuan siderite yang sering kita temukan pada pemboran
dengan ciri-ciri batuannya tipis namun cukup keras untuk dibor dapat ditunjukkan
oleh kemunculan grafik yang khas yaitu Gamma Ray dan Density sama-sama
condong ke kiri dan bernilai rendah, hal ini disebabkan karena batuan ini begitu
keras/kompak.

GAMMARAY

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LD

SD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

MENENTUKAN BATUAN SHALE (SH)


Batuan shale merupakan batuan yang kaya akan mineral mengandung radiasi
alam (natural radiation). Oleh sebabnya Gamma Ray akan terbaca tinggi
sedangkan pada Density akan terbaca rendah. Stabilnya grafik pada shale
menunjukkan bahwa batuan tersebut massif, begitupun sebaliknya jika batuan
tersebut memiliki laminasi (missal: pasir atau lanau) maka grafik akan banyak
menunjukkan perubahan.

GAMMARAY

LSD/LD

SD/HRD

MENENTUKAN BATUAN KARBON (XL)


Batuan karbon merupakan batuan shale yang memiliki kandungan
batubara/karbon dengan persentase yang kecil (karbon 20-40%). Sifat ini dapat
terbaca pada grafik Density, namun pada Gamma Ray tidak begitu berpengaruh.
GAMMARAY

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LSD/LD

SD/HRD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

MENENTUKAN BATUAN COALY SHALE (ZH)


Batuan coaly shale merupakan batuan shale yang memiliki kandungan
batubara/karbon dengan persentase sedang (karbon 40-60%). Sifat ini dapat
terbaca pada grafik Density dan Gamma Ray dengan ukuran kick/defleksi
sedang.

GAMMARAY

LSD/LD

SD/HRD

MENENTUKAN BATUAN SHALY COAL (SC)


Batuan shaly coal merupakan batuan coal yang memiliki kandungan shale kecil.
(karbon 40-60%). Sifat ini dapat terbaca pada grafik Density dan Gamma Ray
dengan ukuran kick/defleksi cukup tinggi.
GAMMARAY

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LSD/LD

SD/HRD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

MENENTUKAN BATUPASIR (SS)


Dalam menentukan batupasir kita dapat dengan mudah menginterpretasikannya,
dengan kondisi lubang bersih dan baik. Artinya jika pada lapisan ini dalam
kondisi lubang berongga (caving) maka kita akan kesulitan dalam memastikan
bahwa litologi ini batupasir atau bukan, karena adanya caving akan
mempengaruhi grafik Density dengan demikian jika kita tidak jeli maka akan
terinterpretasi sebagai lapisan batubara.

GAMMARAY

LSD/LD

SD/HRD

MENENTUKAN BATUBARA (CO)


Lapisan batubara akan terdeteksi khas, dimana grafik Gamma Ray dan Density
akan menunjukkan defleksi yang berlawanan nilainya.

GAMMA RAY

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LD

SD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

MENENTUKAN SHALE ALTERATED (SA)


Untuk litologi shale alterated grafiknya menunjukkan bentuk hampir mirip dengan
litologi batupasir, hanya bentuk grafik Gamma Ray agak acak dan ditandai
dengan bebebapa variasi pada grafik Density.

GAMMARAY

LD

SD

MENENTUKAN ULTRAMAFIC (UM)


Untuk pembacaan ultramafik kita dapat dengan mudah menentukannya. Kita
cukup melihat grafik Gamma Ray, dimana nilainya akan kecil sekali hampir
mendekati angka 0, karena batuan ultramafik hampir tidak memiliki unsur radiasi
alam (natural radiation).

GAMMARAY

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LD

SD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

BEBERAPA STATEMENT PENGAMBILAN DATA LOGGING DAN STUDI


KASUSNYA
Pengambilan data logging dapat dilakukan dengan cara :
Logging diluar pipa
Logging didalam pipa
LOGGING DILUAR PIPA
Beberapa kelemahan pengambilan data logging di luar pipa, yaitu :
Jika formasi batuan memiliki kekompakkan cukup rendah (seperti
batupasir, batubara lapuk, batubara dengan tingkat fracture yang tinggi),
maka Kemungkinan lubang runtuh akan besar, resikonya data tidak dapat
diambil/data tidak sempurna
Resiko terjepitnya probe logging cukup besar
Beberapa keuntungan pengambilan data logging di luar pipa, yaitu :
Radiasi yang dipaparkan didalam lubang (diterima/dilepas) akan optimal
tanpa ada penghambat
Kita dapat menggunakan caliper sehingga kondisi dinding lubang bor
akan dapat kita ketahui dan mudah dalam menginterpretasikan
pembacaan logging
Dibawah ini adalah salah satu contoh pembacaan logging lengkap dengan
caliper, dimana caliper disini berperan penting dalam menginterpretasikan
kondisi dinding lubang bor. Setiap kali terdapat rongga/caving di dinding lubang
bor maka akan mempengaruhi grafik Density. Hal ini disebabkan radiasi masuk
kedalam caving dan terhambur bebas, sehingga detektor lebih cepat mencatat
dengan jumlah yang besar. Maka kesimpulannya bahwa kick/defleksi pada
Density dapat ditentukan oleh adanya caving di dinding lubang bor.

GAMMARAY

caving

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

LD

SD

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

LOGGING DIDALAM PIPA


Beberapa kelemahan pengambilan data logging di dalam pipa, yaitu :
Radiasi yang dipaparkan didalam lubang (diterima/dilepas) akan
terhambat oleh logam pipa (casing), sehingga nilai pembacaan akan kecil
Kita tidak dapat menggunakan caliper untuk menentukan kondisi dinding
lubang bor
Kita harus lebih teliti/hati-hati dalam menginterpretasikan data logging
Beberapa keuntungan pengambilan data logging di dalam pipa, yaitu :
Pengambilan data logging akan lebih cepat dilakukan
Tidak ada resiko runtuhnya batuan didalam lubang
Tidak ada resiko terjepitnya probe di dalam lubang
Recovery data logging dapat mencapai 98% sesuai dengan kedalaman
bor/pipa yang tertancap
Berikut ini merupakan beberapa contoh pembacaan logging tanpa disertai
parameter caliper (logging di dalam pipa). Yang dilingkari dibawah ini adalah
batubara tipis yang diinterpretasikan oleh Gamma Ray dengan nilai tinggi hampir
sama dengan nilai Gamma Ray pada shale/silt. Logging di dalam pipa
menyebabkan radiasi batuan tidak dapat terdeteksi sempurna oleh detektor
Gamma akibat terhambat oleh logam pipa. Selain itu kisaran pulsa data (CPS)
akan lebih kecil dibandingkan dengan data hasil logging di luar pipa.

GAMMARAY

LD

SD

coal

Caliper merupakan salah satu parameter geofisika logging yang cukup penting
peranannya. Beberapa hal yang menyebabkan parameter caliper tidak dapat
dimunculkan dalam suatu pembacaan, yaitu :
Alat logging tanpa caliper
Caliper logging dalam kondisi rusak
Mengambil data logging di dalam pipa (inside rods)

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

Ada beberapa kelemahan dan kesulitan dalam menginterpretasikan pembacaan


logging dalam kondisi tanpa caliper, hal tersebut dikarenakan :
Penetrasi radiasi didalam batuan kurang begitu sempurna dan stabil
dikarenakan probe didalam lubang kurang menekan dinding lubang bor
Kita tidak dapat mengontrol ukuran diameter lubang bor
Kita tidak dapat menentukan rongga (caving) pada dinding lubang bor
GAMMARAY

LD

SD

batubara yang floornya tercaving

Dibawah ini adalah salah satu kasus interpretasi yang menjebak, dimana sekilas
kita dapat melihat bahwa grafik ini menunjukkan batubara. Dikarenakan data ini
diambil di dalam pipa dan tidak menggunakan parameter caliper. Nilai Gamma
Ray akan rendah hal ini dikarenakan detektor kurang dapat menangkap radiasi
alam (natural radiation) akibat terhambat oleh pipa bor. Munculnya defleksi
Density diinterpertasikan karena adanya caving pada litologi ini. Caving mungkin
dapat kita lihat jika parameter caliper ada.

batupasir

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima

PEMBACAAN LOGGING UNTUK EKSPLORASI BATUBARA

Apa yang kami sajikan di atas hanya sebagai pengetahuan bukan sebagai
referensi. Untuk referensi dapat menggunakan Text Book Coal Intepretation
Manual terlampir
Unit Logging RecsaLOG menggunakan istilah LD untuk LSD (Long Space
Density) dan SD untuk Bed Resolution Density (BRD).

DokumenPT.RecsaLOGGeoprima