You are on page 1of 17

BERWIRAUSAHA DENGAN MENINGKATKAN POTENSI YANG ADA

TERTUTAMA SUMBERDAYA ALAM DAN SUMBERDAYA MANUSIA

TUGAS INDIVIDU

Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah


Kewirausahaan Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian Universitas Jember

Disusun Oleh :
Muhamad Ainur Rofiq

(141510501008)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Kewirausahaan

(Entrepreneurship)

adalah

proses

mengidentifikasi,

mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa


berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada
kondisi risiko atau ketidakpastian. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan
disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan
(entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada
umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang
sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Cara yang dilakukan wirausahawan dalam menciptakan usaha baru yakni
perlunya meningkatkan potensi baik potensi dari manusia itu sendiri sekaligus
potensi dari alam. Sumber daya alam merupakan unsur lingkungan yang terdiri
atas sumber daya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya
buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam
harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara-cara yang tidak
merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang
dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar
manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang. Dalam
memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip
ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam
memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada
terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan
manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan,
supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup.
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam
pembangunan. Secara makro, faktor-faktor masukan pembangunan, seperti
sumber daya alam, material dan finansial tidak akan memberi manfaat secara

optimal untuk perbaikan kesejahteraan rakyat bila tidak didukung oleh


memadainya ketersediaan faktor SDM, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Pengembangan SDM pada intinya diarahkan dalam rangka meningkatkan
kualitasnya, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas.
Kualitas SDM merupakan faktor penentu produktivitas, baik secara makro
maupun mikro. Sumber Daya Manusia (SDM) secara makro adalah warga negara
suatu bangsa khususnya yang telah memasuki usia angkatan kerja yg memiliki
potensi untuk berperilaku produktif (dengan atau tanpa pendidikan formal) yg
mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya yang berpengaruh
pada tingkat kesejahteraan masyarakat di lingkungan bangsa atau negaranya.
Oleh karena itu SDM diperlukan oleh setiap institusi kemasyarakatan dan
organisasi. Berbagai institusi kemasyarakatan, seperti institusi keluarga, institusi
ekonomi, dan institusi keagamaan. SDM merupakan unsur penting dalam
pembinaan dan pengembangannya. Demikian pula dalam organisasi, SDM
berperan sangat penting dalam pengembangannya, terutama bila diinginkan
pencapaian tujuan yang optimal. Bila tujuan akhir setiap kegiatan pembangunan,
baik dalam konteks makro maupun mikro, adalah peningkatan taraf hidup, maka
optimalisasi pencapaian tujuan itu adalah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia
secara optimal. Berdasarkan konsep di atas, dukungan SDM yang berkualitas
sangat menentukan keoptimalan keberhasilan pencapaian tujuan itu.

PEMBAHASAN
Kewirausahaan

(Entrepreneurship)

atau

Wirausaha

adalah

proses

mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi


tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam
menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha
baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
A.

Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang,

pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah beranidan berwatak


agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha
adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Menurut Zimmerer dan
Scarborough dalam Darpujianto (2014) wirausahawan adalah orang yang berani
menanggung resiko atas bisnis yang dia tekuni. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk
baru, menentukan cara produksi

baru, menyusun operasi untuk mengadakan

produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Dalam


lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor
961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilakudan
kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarahpada
upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja,teknologi dan
produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalamrangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih
besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri
dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan
menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam
melaksanakan usaha/kegiatan. Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada

di dalamnya adalah seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja,
material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang
lebih besar dari pada sebelumnya dan juga dilekatkan pada orang yang membawa
perubahan, inovasi, dan aturan baru. Kewirausahaan dalam arti proses yang
dinamis adalah kewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan
menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang
tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan
menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian
personal.
B.

Faktor - Faktor Kewirausahaan


Terdapat empat faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang untuk

menjadi pengusaha. Dua faktor itu adalah : Individu dan masyarakat.


Faktor Individual
Banyak ahli yang berpendapat bahwa studi mereka akan membuahkan hasil
apabila sifat wirausahawan dapat diungkap lebih jauh, meskipun faktanya, sifat
tersebut tidak bisa dijadikan indikator dalam mengukur perilaku wirausahawan.
Berikut sifat sifat yang dimaksud :
1. Rasa antusias dalam berbisnis, Para pengusaha harus lebih bersemangat
dalam menjalankan usahanya karena akan ada banyak rintangan yang
harus dilalui. Mereka yang kehilangan semangat dalam bekerja tidak akan
sukses.
2. Tidak putus asa meskipun gagal, Karena akan ada banyak rintangan yang
harus dilalui, seorang pengusaha tidak boleh menyerah begitu saja.
Banyak cerita sukses dari para pengusaha dimana mereka terus bangkit
meskipun kegagalan yang diraih sudah tak dapat dihitung lagi.
3. Percaya Diri, Para pengusaha percaya dengan kemampuan dan konsep
bisnis mereka. Mereka percaya bahwa mereka mempunyai kemampuan
untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai. Rasa percaya diri ini, bukan
hanya omong kosong belaka. Banyak dari mereka yang memiliki
pengetahuan tentang pasar dan industri. Tak jarang dari mereka yang

melakukan berbagai investigasi untuk mencari informasi. Bukanlah hal


yang aneh apabila seorang pengusaha belajar dari usaha orang lain.
Mereka pun mengembangkan usahanya sembari bekerja dari orang lain.
Dengan

demikian,

mereka

akan

mendapatkan

pengetahuan

dan

pengalaman untuk belajar dari kesalahan orang lain pula.


4. Tekad yang kuat, Hampir setiap pengusaha mempunyai motivasi dan tekad
yang kuat untuk mencapai sukses. Para pengusaha percaya bahwa
kesuksesan dan kegagalan mereka disebabkan oleh diri sendiri. Kualitas
diri ini juga disebut sebagai internal locus of control. Seseorang yang
percaya bahwa takdir, ekonomi, dan faktor faktor eksternal lainnya
merupakan kunci kesuksesan tidak cocok menjadi pengusaha.
5. Pengolahan Risiko, para pengusaha umumnya adalah orang orang yang
mudah mengambil risiko, itupun dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini
tidak selamanya benar. Pertama, seperti yang dikatakan diatas, mereka
bekerja terlebih dahulu secara penuh, atau paruh waktu. Lalu kemudian
memulai bisnisnya secara perlahan, hingga akhirnya sampai pada puncak
kesuksesan.
6. Melihat perubahan sebagai peluang, perubahan merupakan sesuatu yang
mengerikan dan harus dihindari. Para pengusaha melihatnya sebagai
sesuatu yang normal dan perlu. Mereka mencari perubahan, dan menjawab
perubaan itu, kemudian mencari peluang, dan akhirnya menciptakan
inovasi.
7. Toleransi akan Ambiguitas, Hidup seorang pengusaha sangatlah tidak
terstruktur. Tidak ada yang menetapkan jadwal dan proses langkah demi
langkah. Tidak ada yang menentukan berapa persentase kesuksesan.
Banyak faktor faktor yang tidak bisa diukur seperti ekonomi, cuaca, dan
perubahan keiingan konsumen yang seringkali membawa dampak yang
drastis dalam usaha.
8. Perlunya Inisiatif dan Pencapaian, Hampir setiap orang percaya bahwa
pengusaha yang sukses mengambil inisiatif penuh dalam situasi dimana
yang lain tidak akan maju. Keinginan para pengusaha untuk bertindak

sesuai dengan ide mereka terkadang sering mengaburkan pandangan


mereka yang bukan pengusaha. Banyak orang yang mempunyai ide
brilian, namun ide ide ini tidak pernah direalisasikan. Para pengusaha
bertindak berdasarkan idealis mereka untuk mencapai sebuah hasil, sebuah
pencapaian. Pencapaian itu kemudian diubah menjadi dorongan dan
inisiatif.
9. Detil, dan perfeksionisme, Sebagian besar para pengusaha perfeksionis.
Segala sesuatunya dilakukan dengan sempurna, baik produk maupun
servis. Namun, hal ini kerap kali menjadi sumber frustasi pekerja yang
bukan perfeksionis. Oleh karenanya, para pekerja kerap melihat para
pengusaha sebagai orang yang sulit.
10. Persepsi akan Menghabiskan Waktu, Para pengusaha sadar bahwa waktu
bergulir secara cepat dan, mereka pun menjadi orang yang tidak sabaran.
Karena hal inilah, segala sesuatunya tidak pernah selesai dengan cepat dan
mulailah masuk ke dalam krisis. Orang orang yang tidak terbiasa akan
merasa risih dengan hal ini.
11. Kreativitas, Salah satu alasan para pengusaha sukses adalah karena mereka
mempunyai imajinasi dan rencana rencana lain. Mereka memiliki
kemampuan untuk melihat peluang lebih dari apa yang orang awam lihat.
12. Kemampuan untuk melihat secara garis besar, Para pengusaha seringkali
melihat sesuatu secara holistik, mereka dapat melihat garis besar ketika
yang lain hanya melihat bagian dari garis tersebut. Berdasarkan sebuah
studi, seorang pengusaha menjalankan usahanya dengan mencari informasi
yang lebih banyak tentang lingkungan kerjanya dibanding mereka yang
tidak sukses. Dengan proses ini, pengusaha melihat lingkungan kerja
secara keseluruhan, dan membuat rancangan kerja untuk memperbesar
aktivitas usahanya.
13. Faktor Faktor yang Memotivasi, Meskipun banyak orang yang percaya
bahwa para pengusaha termotivasi oleh uang, banyak faktor yang
sebenarnya lebih penting, seperti perlunya mencapai sebuah hasil yang
maksimal (pencapaian) seperti yang telah ditunjukkan diatas. Sebuah

keinginan untuk mandiri lebih penting dibandingkan motivasi akan uang


itu sendiri. Para pengusaha pada awalnya memulai usahanya karena tidak
ingin memiliki bos / atasan.
14. Kepercayaan Diri, Konsep kepercayaan diri mempengaruhi keinginan
seseorang. Kepercayaan diri didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang
dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kepercayaan diri yang kuat dan
akurat

sangat

diperlukan

untuk

mengembangkan

seluruh

aspek

kemanusiaan, termasuk inisiatif dan ketekunan. Oleh karenanya, seseorang


yang percaya bahwa dia akan sukses sebagai pengusaha akan meraih
impiannya.
Faktor Masyarakat
Dalam semua lingkungan sosial, ada orang yang tidak ingin menjadi
pengusaha, tetapi karena situasi dan kondisi, mereka terpaksa menjadi pengusaha.
Para pekerja di Amerika dapat dikategorikan dalam grup ini. Hal ini disebabkan
karena perubahan pangsa pasar. Para imigran di berbagai negara mencoba jalan ini
apabila kemampuan berbahasa dan ketrampilan mereka tidak sesuai. Ini disebut
sebagai adaptasi. Sebuah studi faktor faktor etnokultural menyatakan bahwa
tidak semua pengusaha muncul lewat kelompok masyarakat yang menghargai
kewirausahaan. Mereka memilih untuk berwirausaha karena ada tekanan, dan juga
merupakan asimilasi sosial. Wirausahaan dengan mempertimbangkan berbagai
faktor yang ikut berperan dalam pengambilan keputusan usahawan. Faktor
tersebut antara lain pengaruh keturunan, inkubasi organisasi serta faktor
lingkungan. Usahawan dengan berbagai latar belakangnya dapat berpengaruh
terhadap motivasi, persepsi, pengetahuan dan keterampilannya. (Cooper &
Dunkelberg dalam Darpujianto, 2014).
C.

Pengembangan Sumberdaya Alam


Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam

alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Bahan tersebut dapat
berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di


dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman
sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan
Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang
berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang
pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak
pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat
penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam
tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa
faktor, antara lain:
a. Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang
memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang
dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
b. Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng
tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
c. Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis
tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber
mineral. (Durant, 2010).
Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10%
dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12%
dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu
karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal
atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit,
cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari
segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja.
Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan
tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu
bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur
dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang
mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

Macam-macam sumber Daya Alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi,


dan jenisnya:
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1.

Sumber daya alam non hayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam
fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya :
bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.

2.

Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang
berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.

Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam,


antara lain sebagai berikut :
1.

Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan
dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela,
dan sebagainya.

2.

Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan
energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar
matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.

3.

Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang
atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1.

Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan,


tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat
melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).

2.

Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak


tanah, gas bumi, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.

3.

Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi
pasang surut, dan energi laut.
Secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam

berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya,
aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam enam
aktivitas yaitu :

1.

Aktivitas Pertanian, Di Indonesia, aktivitas pertanian merupakan aktivitas


utama yang dilakukan oleh sebagian besar penduduknya. Keadaan tanah
yang subur dan di dukung iklimnya membuat penduduk Indonesia banyak
mencari nafkah pada aktivitas pertanian.

2.

Aktivitas Perkebunan, Perkebunan bertujuan untuk menghasilkan komoditas


pertanian dalam jumlah besar. Dengan alasan efektifitas, aktivitas
perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang
sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan biasanya
diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen. Komoditas
perkebunan yang berkembang di Indonesia di antaranya adalah teh, kopi,
cokelat, karet, kelapa, dan kelapa sawit. Saat ini Indonesia menjadi
penghasil sejumlah komoditas perkebunan, seperti tebu, teh, tembakau,
kopi, kelapa sawit, cengkih, kelapa, pala, karet, vanili, lada, dan cokelat.

3.

Aktivitas Peternakan, Perhatikan aktivitas peternakan di daerahmu. Hewan


ternak apa saja yang dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan
yang dikembangkan di Indonesia di antaranya sapi, kerbau, kuda, babi.
Selain itu, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk
secara mandiri, misalnya ayam, kambing, domba, dan lain-lain.

4.

Aktivitas Perikanan, Indonesia memiliki Sumber daya perairan yang sangat


berlimpah. Curah hujan yang cukup tinggi membuat banyak wilayah yang
memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah
dimanfaatkan oleh penduduk untuk aktivitas perikanan. Tentu saja sumber
daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang
ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau dua per tiga dari luas wilayah
Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan.

5.

Aktivitas

Pertambangan,

Perusahaan

pertambangan

dikelola

oleh

pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia


yang juga ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan perjanjian
tertentu dan sistem bagi hasil dengan pemerintah Indonesia. Minyak bumi
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besar seperti PLN,
maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain

dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. produksi minyak bumi dan gas
alam Indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.
6.

Aktivitas Kehutanan, Sumber daya alam hutan merupakan sumber daya


alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia. Hutan dimanfaatkan
penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil
kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dan mineral berharga.
Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil
secara besar-besaran sumber daya yang ada di dalamnya.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati


Menurut Durand (2010), Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh
pemeliharaan dan pelestarian. Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam namun
serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus
terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu. Oleh
karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan
eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan.
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara
yang rasional antara lain sebagai berikut :
1.

Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati


dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.

2.

Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).

3.

Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta


(recycling).

4.

Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai


dengan alam.

D.

Pengembangan Sumberdaya Manusia


Secara sederhana sumber daya manusia dapat diartikan sebagai seluruh

penduduk yang berada di suatu wilayah atau tempat dengan ciri-ciri demografis
dan sosial ekonomis. Sumber daya manusia adalah semua potensi yang
berhubungan dengan data kependudukan yang dimiliki oleh suatu daerah atau

negara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.


Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu bangsa atau negara.
Sumber daya manusia harus memadai, baik dilihat dari segi kuantitas maupun
kualitas. Segi kuantitas bersangkut paut dengan jumlah, kepadatan, dan mobilitas
penduduk. Sedangkan kualitas terutama terutama dilihat dari beberapa aspek,
seperti tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan kualitas tenaga kerja yang
tersedia.
Kualitas sumber daya manusia merupakan merupakan komponen penting
dalam setiap gerak pembangunan. Hanya dari sumber daya manusia yang
berkualitas tinggilah yang dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah
penduduk yang besar, apabila tidak diikuti dengan kualitas yang memadai,
hanyalah akan menjadi beban pembangunan. Kualitas penduduk adalah keadaan
penduduk baik secara perorangan maupun kelompok berdasarkan tingkat
kemajuan yang telah dicapai. Agar menjadi sumber daya manusia yang tangguh
penduduk harus mempunyai kualitas yang memadai sehinga dapat menjadi modal
pembangunan yang efektif. Tanpa adanya peningkatan koalitas, jumlah penduduk
yang besar akan menimbulkan berbagai masalah dan menjadi beban
pembangunan. Terdapat Tiga faktor utama untuk menentukan kualitas bahwa
manusia tersebut dapat dikatakan sebagai sumberdaya manusia yang berkulitas
yaitu:
1.

Pendidikan
Kualitas penduduk dalam bidang pendidikan sangat penting untuk diketahui,

sebab

dapat

menggambarkan

kemampuan

penduduk

dalam

menguasai

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di bidang pendidikan salah satu


masalah yang dihadapi Indonesia adalah tingkat putus sekolah yang tingi.
Walaupun putus sekolah itu sudah terjadi jauh sebelum krisis moneter, namun
semakin menjadi-jadi setelah Indonesia mengalami krisis moneter.
Untuk mengukur tingkat pendidikan penduduk, dapat dilakukan dengan cara
memperhatikan data penduduk yang masih buta huruf, tamat SD, tamat SMP,
tamat SMA, dan tamat Universitas. Semakin tinggi presentase penduduk yang
yang masih berarti kualitas penduduk di nagara yang bersangkutan dilihat dari

aspek pendidikan sangat rendah. Dan secara umum bahwa tingkat pendidikan
penduduk Indonesia masih relatif rendah bahkan ada yang masih buta huruf.
2.

Kesehatan
Selain pendidikan, kesehatan penduduk merupakan faktor penting yang

perlu untuk ditingkatkatkan, sebab jika penduduk terus-terusan sakit, akan


berpengaruh terhadap tingkat produktivitas. Artinya, semakin banyak penduduk
yang sakit, maka akan semakin rendah kualitas penduduk berdasarkan tingkat
kesehatan.
3.

Ekonomi
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor dalam perubahan

perekonomian. Dalam artian bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang


berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi. Keterpurukan
ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan
pembangunan akibat dari rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam
menghadapi persaingan ekonomi. Kenyataan ini belum menjadi kesadaran bagi
bangsa Indonesia untuk kembali memperbaiki kesalahan pad masa lalu.
Rendahnya alokasi APDN untuk sektor pendidikan pada serius dari
pemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Padahal sudah saatnya perbaikan baik tingkat pusat maupun daerah secara serius
membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sekarang bukan
saatnya lagi Indonesia membangun perekonomian dengan kekuatan asing. Tapi
sudah seharusnya bangsa Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi
sumber daya yang dimiliki dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagai
kekuatan dalam membangun perekonomian nasional. Dalam era kompetititf ini
kesuksesan pemasaran terletak pada keunggulan kompetitif. Keunggulan
kompetitif yang sesungguhnya adalah adanya diferensiasi. Keunggulan kompetitif
ada bila dapat dirasakan oleh pasar atau dengan kata lain diferensiasi harus
dicerminkan dalam atribut produk atau jasa yang merupakan kriteria pembelian
utama, diferensiasi tersebut menjadi lebih bermakna ketika keunggulan tersebut
tidak dimiliki pesaing. Sumber keunggulan kompetitif yang paling sulit untuk

ditiru dan lebih bertahan lama adalah sumber daya manusia melalui praktekpraktek sumber daya manusia dalam perusahaan (Ferrinadewi dan Djati, 2004).

KESIMPULAN
Kewirausahaan

(Entrepreneurship)

atau

Wirausaha

adalah

proses

mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi


tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam
menjalankan sesuatu. Di dalam kegiatan berwirausaha setidaknya terdapat
beberapa faktor yang dapat menyebabkan keberhasilan dalam berwirausaha.
Sebagai salah satu contoh hal yang berpengaruh besar dalam memanajemen
wirausaha yaitu mampu meningkatkan sumberdaya alam dan sumberdaya
manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Darpujianto. 2014. Pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi
berwirausaha pada mahasiswa STIE dan STMIK ASIA MALANG.
JIBEKA, 8 (1): 21-30
Durand, S. S. 2010. Studi Potensi Sumberdaya Alam di Kawasan Pesisir
Kabupaten Minahasa Selatan. Perikanan dan Kelautan, 6 (1): 1-7
Ferrinadewi, E. Dan Djati, S. P. 2004. Upaya Mencapai Loyalitas Konsumen
dalam Perspektif Sumber Daya Manusia. Manajemen dan Kewirausahaan,
6 (1): 15-26
https://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan, diakses pada tanggal 2 Maret 2016
http://daysgreen-days.blogspot.co.id/2011/12/faktor-faktor-kewirausahaan.html,
diakses pada tanggal 2 Maret 2016
http://adiseptiyawan.blogspot.co.id/2015/10/makalah-sumber-daya-alam.html,
diakses pada tanggal 2 Maret 2016
https://www.academia.edu/5160628/MAKALAH_SUMBER_DAYA_MANUSIA
diakses pada tanggal 2 Maret 2016