Вы находитесь на странице: 1из 7

KOMUNIKASI KESEHATAN

A. Analisis Kritis
Jika dianalisa secara mendalam bahwa yang terjadi pada kasus Prita Mulyasari adalah
kesalahan pada komunikasi, terjadi komunikasi yang tidak efektif pada RS Mnni dengan ke
dua dokter yang merawat Prita di RS Omni. Secara garis besar dari kasus yang terjadi pada
Prita kita menyadari pentingnya professional medis untuk meningkatkan pelayanan
ketrampilan dalam berkomunikasi dengan siapapun juga.
Setengah abad yang lalu Michael Balint menyatakan bahwa obat yang paling efektif
dalam praktek medis adalah dokter. Tapi tidak menutup kemungkinan justru sebaliknya.
Menyakitkan jika tidak terjadi komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien.
Komunikasi kesehatan adalah merupakan penyampaian pesan kesehatan didalam
kehidupan sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui di dunia kesehatan tidak lepas dari
komunikasi yang efektif. Kita sering mendengar media memberitahukan tentang mall
praktek yang sering terjadi di rumah sakit dan tidak sedikit kasus yang muncul disebabkan
oleh tidak adanya keahlian dalam berkomunikasi.

B. Komunikasi Kesehatan
1. Definisi
Beberapa definisi komunikasi kesehatan, sebagai berikut :
a. Studi yang mempelajari bagaimana cara menggunakan strategi komunikasi untuk
menyebarluaskan informasi kesehatan yang dapat mempengaruhi individu dan
komunitas agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat berkaitan dengan
pengelolaan kesehatan.

b. Studi yang menekankan peranan teori komunikasi yang dapat digunakan dalam
penelitian dan praktik yang berkaitan dengan promosi kesehatan dan pemeliharaan
kesehatan.
c. Proses untuk mengembangkan atau membagi pesan kesehatan kepada audiens tertentu
dengan maksud mempengaruhi pengetahuan sikap, keyakinan mereka tentang pilihan
perilaku hidup sehat.
2. Unsur Komunikasi Kesehatan
a. Proses komunikasi manusia (Human Communication) demi mengatasi masalah
kesehatan.
b. Komunikasi yang sama dengan komunikasi pada umumnya, yaitu: komunikator,
komunikan, pesan, media, efek, ada konteks komunikasi kesehatan.
c. Beroperasi pada level atau konteks komunikasi seperti komunikasi antar-personal,
kelompok, organisasi, publik, dan komunikasi massa.
d. Belajar memanfaatkan strategi komunikasi.
e. Belajar tentang peranan teori komunikasi dalam penelitian dan praktik yang berkaitan
dengan promosi kesehatan.
f. Penyebarluasan informasi tentang kesehatan.
g. Keterpengaruh dari individu dan komunikasi dalam pembuatan keputusan yang
berkaitan dengan kesehatan.
h. Pemanfaatan media dan teknologi komunikasi

dan teknologi informasi dalam

penyebarluasan informasi kesehatan.


i. Pengubahan kondisi yang kondisif yang memungkinkan tubuhnya kesehatan manusia
dan lingkungan.
j. Variasi interaksi dalam kerja kesehatan misalnya komunikasi dengan pasien di klinik.
k. Pendidikan kesehatan.
l. Pendekatan yang menekankan usaha mengubah perilaku audiens agar mereka tanggap
terhadap masalah kesehatan.
m. Seni dan teknik untuk menyebarluaskan informasi kesejatan.
n. Proses Kemitraan dan partisipan berdasarkan dialog dua arah.
3. Cakupan komunikasi kesehatan
a. Komunikasi persuasif atau komunikasi yang berdampak pada perubahan perilaku
kesehatan.
b. Faktor-faktor psikologis individual yang mempengaruhi persepsi terhadap kesehatan :

c.
d.
e.
f.

1) Stimulus (obyek persepsi) dan pemaknaan stimulus (respon).


2) Bagaimana mengorganisir stimulus berdasarkan aturan.
3) Interpretasi dan evaluasi.
4) Memori.
5) Recall.
Pendidikan kesehatan
Pemasaran social.
Peluasan informasi kesehatan.
Advokasi, pendampingan melalui komunitas, kelompok atau media massa.

Menurut Charles et al, ada tiga model komunikasi kesehatan (dokter dan pasien) yaitu :
1. Paternalistic model, merupakan model komunikasi dimana dokter mengendalikan
aliran informasi kepada pasien dan memutuskan pengobatan.
2. Informed model, merupakan model komunikasi dimana dokter menyampaikan
semua informasi yang diperlukan pasien, informasi tersebut berisi manfaat dan
resiko berbagai pengobatan berdasarkan bukti yang sah, setelah itu pasien sendiri
mempertimbangkan dan memutuskan apa yang terbaik baginya.
3. Shared model, merupakan model komunikasi dimana dokter dan pasien membuat
keputusan bersama, terutama mengenai pengobatan medis.

C. Media Komunikasi Kesehatan

1. Tujuan Media Komunikasi :


a. Menyebarluaskan informasi dibidang kesehatan.
b. Membentuk perilaku hidup sehat dari statis ke dinamis.
2. Media Komunikasi sebuah alat yang digunakan seseorang dalam menyampaikan pesan
kepada komunikan.
Media komunikasi meliputi: surat kabar, majalah, radio, iklan, film, televise, dll.
Menurut John Fiske, media komunikasi di bagi menjadi :
a. Presentational media; meliputi tampilan wajah, suara, komunikasi tubuh.
b. Representational media; meliputi tulisan, gambar, fotografi, music.
c. Mechanical media; meliputi radio, televise, surat kabar.
Karakteristik media komunikasi
a. Surat kabar / majalah
1) Terbit secara teratur
2) Berbentuk komoditi
3) Isi pesan formal dan informal
4) Berfungsi sesuai dengan iklim publik
5) Audiens adalah masyarakat rural, urban dan cosmopolitan
6) Relatif lebih bebas
b. Musik rekaman
1) Teknologi pengganda pesan yang serempak
2) Rekaman untuk disebarluaskan
3) Cocok untuk anak muda
c. Telematik
1) Teknologi berbasis computer
2) Potensial untuk interaktif
3) Fungsi pribadi dan publik
4) Regulasi untuk mengaturnya rendah

Contoh Kasus Analisis Kritis


Ada seorang bapak tua berobat sebelumnya mengatakan ia mengalami sakit-sakit dipersendian.
Setelah minum obatnya dua kali ia datang kembali dengan anaknya dan mengatakan muntahmuntah setelah minum obat dari dokter. Ditanya apakah sang bapak telah meminum obatnya
dengan benar seperti yang dianjurkan ia katakan Ya namun dokter yang jeli tidak akan percaya
begitu saja. Dokter meminta sisa obat bapak tua itu dan mengamatinya, menghitung jumlah
butiran obat yang tersisa dan kemudian ia dapati bahwa obat yang diberikan telah kelebihan
diminum sibapak. Harusnya dua kali minum berkurangnya adalah dua biji dan bukan 4 biji.
Setelah diulang pertanyaan kenapa obat itu berkurang 4 butir maka mau gak mau bapak ini
mengaku ia minum obat itu sekali minum 2 tablet bukan satu tablet sesuai yang dianjurkan.
Lalu kenapa bapak minum dua butir, kan di sini ditulis satu butir sekali minum?. Maka bapak
itu menjawab enteng kepada dokter Dokter, saya sudah biasa minum obat warung sekali
minum dua butir, gak pernah masalah kok. Dokter ngasih saya dosisnya terlalu rendah, cuma
100, biasanya saya minum obat itu yang 500.
Inilah yang orang awam sering salah duga, dianggap obat dibawah 500mg adalah obat dosis
rendah. Dosis obat rendah atau tidak tergantung dari masing-masing jenis obat. Jangan berpikir
dosis 500mg adalah dosis tinggi dan yang tertera 10 atau 100 mg adalah dosis rendah.
Tergantung jenis obat dan golongan obatnya. Ada obat dengan dosis 10 mg, sudah cukup dan jika
ditelan melebihi dosis itu akan berakibat fatal.

Mungkin semua ini disebabkan oleh diskomunikasi yang tidak efektif.

TUGAS INDIVIDU :

RESUME KOMUNIKASI KESEHATAN

OLEH

NURSILA
NPM : 1311071020
SEMESTER IV.B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
2015