You are on page 1of 2

Kritika Deskriptif

1. Kritika deskriptif menggambarkan fenomena dan peristiwa tertentu dari


kehidupan seorang perancang, menginformasikan nilai sejarah dari
sebuah proses desain, keputusan konstruksi seorang perancang atau
proses detail sebuah karya desain.
2. Dengan demikian, kritika deskriptif menggambarkan bangunan, proses
perancangannya atau bersifat biografikal dan kontekstual.
Kritika Normatif :
1. Kritika Doktrinal
2. Kritika Sistematik
3. Kritika Tipe
4. Kritika Terukur
Kritika Normatif
1. Esensi atau inti kritika normatif terletak pada sebuah keyakinan bahwa
pada suatu tempat di luar objek yang dikritik (misal bangunan atau
kawasan), terdapat sebuah model, pola, standar dan prinsip.
2. Apabila disesuaikan dengan model atau standar yang normatif,
maka kualitas dan kesuksesan desain akan lebih dapat tercapai.
Contoh 1 : Seorang mahasiswa berniat untuk mengkritik ruang perpustakaan
yang menurutnya tidak ergonomik. Norma yang digunakan unetuk
mengkritika bisa berupa standar desain.
Contoh 2 : Pengetahuan, prinsip vs realita.
Contoh 3 : Norma berupa doktrin yang sulit dibantah. Gereja abad 19.
Contoh 4 : Bersifat umum dan tidak berkaitan dengan sesuatu yang konkrit.
Kritikan bersifat ABSTRAK.

TUGAS RUMAH

BERDASARKAN LITERATUR YANG SAUDARA CARI, SUSUNLAH SEBUAH KRITIKA


SINGKAT MENERAPKAN KRITIKA NORMATIF SISTEMATIK.
A3 PDF TIDAK DIPRINT !!!!!

POSTER MEMUAT HAL HAL BERIKUT :


ASPEK
DOKTRIN 1
DOKTRIN 2
DOKTRIN 3, DST
LATAR BELAKANG MASALAH

KRITIKA

KEINDAHAN

DOKTRIN
TERSEBUT
TELAH
MENDUKUNG
KEBEBASANA
MERANCANG
SEBUAH
KARYA
ARSITEKTUR.
LIHATLAH
KARYA...................... ARSITEK A
SEOLAH.....................
BENTUK
MENGIKUTI
FUNGSI
DASARNYA
ADALAH..........................
BAGAIMAN
DENGAN
FUNCTION
FOOLOWS
FORM
?
BUKANKAH.................