You are on page 1of 3

MAKALAH

KONSERVASI LINGKUNGAN
OLEH:
KELOMPOK II
FAUZI OKTAVIANTO

(1010942012)

RATI APRIANI

(1110941010)

CHINTIA MAYA SARI

(1110942011)

LENGGO UTARI

(1110942025)

MAMIK SURYANI

(1110942044)

RAHMAINI ADHA

(1210942032)

DOSEN:
TAUFIQ IHSAN, MT

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Kondisi Eksisting
Peninjauan lapangan mengenai konservasi lingkungan dilakukan di daerah
Kelurahan Lambung Bukit terletak di kecamatan Pauh kota Padang. Jarak tempuh
tempat ini kepusat kota lebih kurang 2 km, dan luas wilayah Kelurahan Lambung
Bukit lebih kurang 230.000 hektar. Berkaitan dengan jumlah penduduk, menurut
hasil survey mahasiswa di salah satu universitas di padang saat ini jumlah KK
(Kepala Keluarga) daerah ini kurang lebih 6.108 KK. Mata Pencaharian
masyarakat Kelurahan Lambung Bukit ini sebagian besar adalah petani lebih
kurang 111 orang, buruh (mengangkat batu dan pasir di sungai) lebih kurang 110,
pedagang 37 orang, pegawai negri sipil 331 orang dan berladang 120 orang.
Sebelumnya daerah ini pernah dilanda banjir bandang dan longsor yang
menyebabkan rusak dan terendamnya rumah-rumah, rusaknya jembatan yang
melintasi sungai, rusaknya tanaman-tanaman yang ada dipinggir sungai dan akses
jalan yang terganggu. Hal ini disebabkan oleh adanya penebangan hutan secara
liar di bagian atas Bukit Limau manis, ketiadaan vegetasi penyerap air dan
penutup permukaan tanah menyebabkan kemampuan lahan dalam menyerap dan
menyimpan air hujan yang turun didaerah hulu.
Sekarang keadaan daerah Lambung Bukit sudah menjadi lebih baik dari
sebelumnya dengan adanya campur tangan pemerintah dan masyarakat setempat
yang melakukan upaya konservasi lingkungan. Hasil peninjauan lapangan yang
sudah dilakukan, kondisi lingkungan disekitar daerah ini belum sepenuhnya bersih
dari banjir yang pernah melanda. Terlihat dari tanah longsor yang masih belum
terkelola secara menyeluruh, tanaman disekitar sungai masih belum ditumbuhkan
secara sempurna dan keadaan jembatan yang masih terbengkalai walaupun sudah
ada akses jembatan baru yang dibuat.
Sungai yang mengalir disepanjang daerah lambung bukit ini terlihat cukup bersih
karena jarang ditemukan sampah didalamnya, masyarakat terlihat memanfaatkan
air sungai untuk mencuci pakaian, mencuci kendaraan bermotor, dan pengambilan

pasir dan batu. Air sungai juga dimanfaatkan masyarakat untuk pengairan irigasi,
sawah/ladang.
Upaya konservasi yang sudah dilakukan Stakeholder adalah:
-

Dinas Kehutanan dan Camat Pauh berkerja sama dalam penanggulangan


keadaan di hulu sungai yaitu dengan melakukan penyisiran dan

penanaman hutan kembali.


Dinas Pekerjaan Umum berperan dalam pembuatan jalan dan jembatan

baru setelah banjir.


BPDD/BNPB berperan dalam memasang rambu/ tanda dipinggir jalan.
Masyarakat setempat berperan dalam pembuatan batu kali yang disusun
dipinggir sungai untuk mencegah terjadinya erosi.

Upaya konservasi lainnya yang bisa dilakukan di daerah Lambung Bukit adalah: