You are on page 1of 7

PENGUKURAN TANDA VITAL

Oleh:
Akhmadi, SKp

Pengukuran tanda vital merefleksikan indicator fungsi tubuh untuk


mempertahankan mekanisme homeostatis dalam rentang yang normal. Adanya
perubahan dari pola yang normal pada seseorang mengindikasikan adanya
perabahan dalam status kesehatann. Tanda vital terdiri dari: nadi, pernafasan,
suhu dan tekanan darah. Waktu Pengukuran Tanda Vital
a.

Saat baru masuk RS

b.

Jadwal rutin RS biasanya 6-8 jam / hari

c.

Sebelum dan sesudah tindakan operasi

d.

Sebelum dan sesudah dilakukan prosedur diagnostik invasive

e.

sebelum dan sesudah pemberian obat tertentu yang mempengaruhi


kondisi umum, Respirasi dan fungsi pengaturan temperature

A. Nadi
Tujuan: untuk mengetahui
-

jumlah denyut rata-rata permenit / frekuensi.


Untuk menunjukkan apakah denyutnya termasuk normal, cepat atau
lambat

karakter denyut
Untuk menunjukkan kekuatan dan ritme dari denyut nadi. Apakah
denyutnya teratur atau tidak, kuat atau lemah

Fisiologi:
Denyut nadi merupakan sensasi yang dipersepsikan seperti gelombang darah
yang dipompa ke dalam arteri karena kontraksi ventrikel kiri.
Rentang normal denyut nadi pada berbagai kelkompok usia saat istirahat adalah
-

dewasa 60 - 80 denyut / menit

bayi 100 -150 denut / menit anak:


o

1-5 tahun 80-150 denyut/menit

5-12 tahun 60 - 120 denyut / menit

Tempat pengukuran
-

arteri temporalis

arteri caroticus

arteri brachialis

arteri radian's

arteri poplitea

arteri dorsalis pedis

arteri posterior tibialis

Indikasi pengukuran
-

pada pemeriksaan tanda-tanda vital

pada kasus seperti: shock, hipertensi, henti jantung

B. Pernafasan
Tujuan
-

klien dapat mempertahankan frekuensi dan kedalaman nafas normal

mempertahankan keseimbangan O2 dan CO2 pada klien

mengetahui gangguan pernafasan pada klien

Fisiologi
Pernafasan adalah aktifitas yang tidak disadari dan diatur oleh medulla
oblongata dan dibentuk oleh otot-otot pernafasan. Pernafasan melibatkan
beberapa fisiologis tubuh, yaitu:
a.

ventilasi pulmonar adalah pergerakan udara ke dalam dan keluar


paru-paru baik sewaktu inspirasi dan ekspirasi

b.

respirasi eksternal adalah perpindahan oksigen dan karbondioksida


antara alveoli dalam paru-paru dan sirkulasi darah

c.

respirasi internal adalah perpindahan oksigen dan karbondioksida antara


sirkulasi darah dan jaringan sel

Tempat
a.

Inspeksi
a.

posisi: duduk dan berbaring

b.

arah:
i. dari depan

ii. dari belakang dengan melihat kelainan tulang belakang


iii. dari atas (pasien berbaring) untuk melihat asimetri; toraks,
bentuk toraks dan gerakan pernafasan
b.

Palpasi
Mengatakan tanda kelainan paru
Gerakan dinding toraks waktu inspirasi dan respirasi
o

letakkan kedua telapak tangan pada penderita (garis tengah atas


sternum)

letakkan kedua tangan pemeriksa pada kedua sisi tulang belakang


(kedua ibu jari di atas tulang belakang)

Maka lihatlah apakah simetris atau tidak

Bentuk toraks
a.

toraks panjang dan gepeng

b.

toraks dada burung

c.

toraks seperti tong

d.

dada cekung ke dalam

e.

asimetri
a.

satu sisi cembung karena penimbunan air, nanah, udara atau


rumor

b.

satu sisi cekung maka terjadi kolaps.

Indikasi
Gerakan Pernafasan
a.

Takipnea adalah gerakan pernafasan yang melebihi normal, seperti pada


demam, penyakit paru atau jantung

b.

Bradipnea pernafasan yang kurang dari normal, seperti pada orang yang
keracunan koma diabetikum, gangguan otak

c.

Cheyne stokes yaitu gerakan pernafasan yang berulang-ulang, sangat


dalam, berangsur-angsur dangkal berhenti sama sekali lalu dalam lagi,
seperti terjadi pada keracunan obat bius, penyakit jantung, paru-paru,
ginjal dan perdarahan otak

d.

Biot yaitu pernafasan dalam dan dangkal disertai apneu dan gerakannya
tidak teratur seperti pada meningitis

e.

Kusmaul yaitu kejadian dimana inspirasi dan ekspirasi sama panjang dan
dalam

sehingga

pernafasan

menjadi

lambat

dan

dalam

seperti pada keracunan, alcohol, obat bius, koma diabtikum


f.

Asimetri yaitu gerakan pernafasan yang tidak sama seperti pada


pneumina , TBC paru, tumor para

g.

Dangkal yaitu pernafasan yang dangkal, seperti emfisema, tumor


parucairan di pleura

h.

Apneustik yaitu kejadian inspirasi kesulitan diikuti ekspirasi yang sangat


pendek dan tidak efisien

C. Suhu
Tujuan
a.

mengetahui keadaa suhu tubuh klien yang berkaitan dengan metabolism


tubuh, hormon, gerakan otot waktu bekerja, olahraga dan kehilangan
panas

b.

mengetahui keadaan patofisiologi tubuh, misahiya suhu tinggi mengalami


hipertermia dan suhu rendah mengalami hipotermia

c.

untuk melengkapi data khen dalam pemeriksaan tanda vital

Fisiologi
Derajat dari suhu menunjukkan perbedaan antara panas yang dihasilkan
dan panas yang hilang. Pusat pengaturan suhu tubuh diatur oleh hipotalamus.
Pusat inim menerima pesan dari lokasi reseptor panas ke tubuh lain untuk
menghasilkan atau mempertahankan kehilangan panas tubuh.
Pusat pengaturan suhu tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a. irama sirkadian
b. usia
c. jenis kelamin
d. temperatur lingkungan
e. latihan
f. kadar hormone
Tempat pengukuran
a. Oral tidak dilakukan pada pasien yang tidak dapat menutup mulutnya,
gelisah, pembedahan oral. Suhu normalnya antara 36,5 C - 37 C.

Dilakukan setelah pasien kurang lebih 30 menit makan, minum, merokok,


olah raga.
b. Rektal: tidak dilakukan pada pasien dengan pembedahan rectal, diare dan
penyakit rectum. Suhu rectal antara 0,4 C dan 0,5 C lebih tinggi dari
mulut.
Digunakan pada bayi dan anak kecil dan bukan untuk bayi yang baru lahir.
Paling baik untuk mengukur suhu karena tidak banyak terpengaruh oleh
lingkungan.
c. Axilla: suhu normal axilla 0,5 C lebih rendah d aripada suhu mulut. Aman
untuk bayi yang baru lahir. Sangat terpangruh faktor dari luar.
d. Membran Timpani: metode mi lebih cepat, anian dan mempunyai resiko
yang lebih kecil dibandingkan dengan cara yang lain. Suhu timpani normal
0,8 C lebih tinggi daripada suhu normal mulut. Dil akukan dengan
menggunakan termometer elektronik yang khusus.
Suhu normal
Suhu normal antara 36,5 C - 37,5 C
Peningkatan suhu
a. pireksia yaitu peningkatan suhu di atas normal
b. febrile yaitu seseorang yang mengalami peningkatan suhu tubuh dari
normal
c. afebrile yaitu seseorang yang mempunyai suhu tubuh normal
d. hiperpireksia yaitu peningkatan suhu tubuh di atas normal biasanya lebih
dari 41 C
Penurunan suhu
a. hipotermia yaitu seseorang yang mempunyai suhu badan lebih rendah dari
normal
b. kematian suhu tubuhnnya di bawah 34 C
D. Tekanan Darah
Tekanan darah arteriol adalah kekuatan tekanan darah ke dinding
pembuluh darah yang menampungnya. Tekanan ini berubah-ubah pada setiap
siklus jantung. Pada saat ventrikel kiri memaksa darah masuk aorta tekanan naik
sampai puncak, yang disebut tekanan sistolik. Selama diastole tekanan menurun.

Nilai terendah yang dicapai disebut tekanan diastolik. Tekanan darah sebagian
tergantung pada kekuatan dan volume darah yang dipompa jantung dan sebagian
lagi pada kontraksi otot dalam dinding arteriole. Kontraksi ini dipertahankan oleh
syaraf vasokontriktor dan ini dikendalikan oleh pusat vasomotorik dalam medula
oblongata.
Mengukur tekanan darah arteriol menggunakan alat yang disebut
sfignomanometer. Lengan atas dibalut dengan selembar kantong karet yang
dapat digembungkam yang terbungkus dalam sebuah manset dan digandengkan
dengan sebuah pompa dan manometer. Dengan melakukan pemompaan maka
tekanan dalam kantong karet cepat naik sampai 200 mmHg yang cukup untuk
menjepit sama sekali arteri brachialis sehingga tak ada darah yang dapat lewat
dan denyut nadi pegelangan menghilang. Kemudian tekanan diturunkan sampai
suatu titik dimana denyut dapat dirasakan atau lebih tepat bila menggunakan
stetoskop denyut arteri brachialis pada lekukan siku dengan jelas dapat di dengar.
Pada titik ini tekanan yang tampak pada kolom air raksa dalam manometer
dianggap tekanan sistolik. Kemudian tekanan di atas arteri brachialis
perlahan-lahan dikurangi sampai bunyi jantung atau pukulan denyut arteri dengan
jelas dapat didengar atau dirasakan. Dan titik dimana bunyi mulai menghilang
umumnya dianggap tekanan distolik
Nilai normal tekanan darah pada tingkatan umur:
Tungkatan Umur
Masa bayi
Masa anak-anak
Masa remaja
Masa dewasa muda
Masatua

Diastolik
50
60
60
60-70
80-90

Sistolik
70-90
80-100
90-110
110-125
130-150

Nilai normal pada orang dewasa dalam keadaan istirahat rata-rata 120 / 80
mmHg. Apabila seseorang dengan tingkatan usia tertentu mempunyai nilai
tekanan yang tidak sesuai dengan nilai normal maka orang tersebut dikatakan:
a. di bawah normal: hipotensi sehingga terjadi ketidakseimbangan sirkulasi
dalam darah
b. di atas nilai normal yang disebut hipertensi
Tetapi apabila seseorang memiliki tekanan darah di atas atau di bawah normal
kemudian setelah diadakan pemeriksaan secara medis tidak menunjukkan

gangguan dalam tubuh maka nilai tekanan darah tersebut normal bagi dirinya.
Tempat pengukuran:
a. arteri brakhialis
b. arteri femoralis
c. temporal
d. carotid
e. apical
f.

radial

g. popliteal
h. posterior tibia
i.

dirsalis pedis.