You are on page 1of 16

TOWARD AN AUDITING PHILOSOPHY

KELOMPOK 1
DEWI DIAH F
156020301111009
FIDYA GUMILANG A
156020301111015
TITO IM RAHMAN HAKIM 156020301111024

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts

TOWARD AN AUDITING
PHILOSOPHY
Pemahaman awal mengenai audit:
Banyak yang berfikir bahwa auditing merupakan
hal praktis
yang lengkap, sebagai lawan dari teoritis. Selain
itu bagi
mereka, audit adalah serangkaian praktik dan
prosedur,
metode dan teknik
Keberadaan Teori Audit saat ini:
Sangat sedikit tersedia dalam literatur profesional
yang dapat digambarkan sebagai teori auditing.

Masalah audit yang belum


terpecahkan:
Masalah audit yaitu berhubungan deng
an
angka angka yang membingungkan ya
ng
melibatkan secara luas subjek
Keraguan mengenai tanggung jawab a
uditor dalam memberikan konsultasi ta
npa
mengurangi keindependenannya.
Ketidak efisiensian manajemen dan me
mper-timbangkan kesalahan yang akan

Tujuan Teori
Terdapat 2 tujuan teori audit:
1. Tentang kepuasan diharapkan
memberikan solusi
atau setidaknya memberikan klue dari solusi
suatu per-masalahan.
2. Jika audit adalah profesi belajar sebagai
sebuah
profesi, auditor harus memiliki keingintahuan
intelektua
yang cukup untuk memutar kembali
perbatasan pengetahuan sampai batas tertentu. Harus ada
keinginan untuk

Filsafat dan Audit:


Berikut beberapa pertanyaan yang
valid dapat
diajukan oleh orang-orang skeptis
mengenai
filsafat dan audit.
Pertama, apakah audit
bersifat
sedemikian
rupa
sehingga
dapat
memiliki atau harus memiliki
filsafat?
Kedua, apa yang kita maksud dengan
filsafat
audit?
Ketiga, apakah auditor memenuhi
syarat untuk

Phenix menunjukkan bahwa terdapat ti


ga
kelas atau tingkatan pada filsuf
1. Pertama ada ahli filosofi yang memberikan su
mbang-sih besar pada filosofi
2. Kedua adalah filsuf profesional yang menguasai
filosofi dan menulis serta mengajarkan bidang in
i
3. Ketiga, ada banyak individual dengan kecerdasa
n dan
penuh pertanyaan yang sibuk dengan masalahn
ya, cita-citanya (tujuan), hubungannya dengan o
rang lain, dan mereka yang mncari melalui reflek
si dan belajar untuk menemukan solusi atas per

Pendekatan filosofis.
Ide dasar pendekatan filosofis, yaitu:
1.Filosofi kembali pada prinsip-prinsip
(asas-asas) pertama, pada rasio (akal
sehat ) yang mendahu-lui tindakan dan
pikiran yang cenderung
dilakukan sebagaimana mestinya.
2. Filosofi
berhubungan
dengan
pengorganisasian pengetahuan secara
sistematis dalam cara
tertentu
yang membuatnya sekaligus lebih
berguna dan tidak terlalu berlawanan
dengan
nilai individu.
3.Filosofi menyediakan sebuah dasar
dimana
hubungan sosial mungkin

Pendekatan filosofis telah


dikarakteristikkan
menjadi empat bagian:
1. Komprehensif
Komprehensi berarti pemahaman secara
menyeluruh daripada secara individual
2. Perspektif
Perspektif sebagai salah satu komponen
pendekatan
filosofis, membutuhkan pandangan yang
diperlukan untuk memahami hal-hal yang
benar dan penuh makna.

3.Wawasan
Pencarian wawasan filosofis adalah
cara lain
untuk mengatakan bahwa filsuf
berusaha
untuk menemukan asumsi dasar
yang
mendasari pandangan kita tentang
kehidupan dan dunia.
4.Visi
Visi, sebagai istilah digunakan
untuk
mendeskripsikan
pendekatan
filosofis,

Audit sebagai disiplin


1. Audit bukan bagian dari akuntansi

2. Akuntansi dan auditing bersifat saling


Melengkapi
Walaupun
mereka
berkepentingan
dengan
masalah yang sama, namun fungsi, alat
dan
pendekatan
yang
dipakai
secara
substansial
berbeda.
Jadi,
kita
tidak
dapat
menemukan
gagasan fundamental atas auditing
dengan jalan
melakukan pengujian atas teori dan
praktik

3. Audit berkaitan dengan verifikasi


a.Pengujian data keuangan untuk tujuan penilaian
kejujuran
yang menggambarkan kejadian dan kondisi.
Verifikasi
membutuhkan aplikasi teknik dan metode
pembuktian.
b.Audit meminjam ide dan prosedur dari bidang
lain untuk
mengembangkan metode dan memenuhi
tanggung jawab
profesinya
4.Audit berkaitan dengan sampling
a. Harus berusaha mempelajari teori statistik.

Kesimpulan audit
sebagai
disiplin
Audit merupakan bidang khusus dari
pengetahuan yang berhubungan dengan ideide abstrak, mempunyai pondasi pada
sebagian besar tipe
dasar pembelajaran, memiliki struktur
rasional
dari postulat-postulat, konsep, teknik
dan
persepsi, dapat dimengerti dengan
baik,

Audit juga merupakan ilmu


terapan
Ilmu terapan menggambarkan prinsip dan
dasar teorinya
dari berbagai bidang, beberapa adalah murni
dan beberapa lainnya juga merupakan terapan,
selalu ada kemungkinan
akan melupakan hubungan dengan dan
ketergantungan
pada bidang yang lebih mendasar

Audit cenderung
mengadopsi
pendekatan pragmatis
Harus selalu secara berkelanjutan
menguji praktik dan prosedurnya, tidak
hanya praktik aktual tetapi juga teori
yang mendasari audit.

TERIMA KASIH