You are on page 1of 2

Nama : Izzatul Qaniah

NIM : 141710101051
Kelas : THP-C

Artikel Permen Brittle


Permen adalah sejenis gula-gula (confectionary) yaitu makanan berkalori
tinggi yang pada umumnya berbahan dasar gula, air, dan sirup fruktosa. Permen
berdasarkan bahan dasarnya dibagi menjadi dua yaitu hard candy dan soft candy.
hard candy adalah permen dengan bahan hampir semuanya gula dengan tambahan
sedikit flavoring dan pewarna sedangkan soft candy adalah permen dengan bahan
dasar gula dengan bahan tambahan 5%. Berdasarkan pada tekstur, permen dibagi
menjadi dua yaitu kristalin karena mengalami proses kristalisasi dan amorf (non
kristalin) yaitu tidak mengalami proses kristalisasi.
Salah satu jenis permen yang paling sederhana adalah brittle candy. Permen
ini adalah termasuk jenis soft candy karena ada tambahan bahan 5% berupa
kacang-kacangan dan merupakan jenis amorf (non kristalin) karena tidak
mengalami proses kristalisasi, namun mengalami proses karamelisasi.
Brittle adalah jenis convection yang terdiri dari pecahan permen gula keras
dengan tambahan kacang-kacangan didalamnya seperti pecan, almond, atau
kacang. Brittle memiliki banyak variasi nama di seluruh dunia, seperti pasteli di
Yunani, croquant di Prancis, gozinaki di Georgia, chikki di India dan kotkoti di
Bangladesh. Di bagian Timur Tengah, brittle dibuat dengan pistachio sementara
banyak negara Asia menggunakan biji wijen dan kacang. Peanut Brittle adalah
resep brittle paling populer di Amerika Serikat. Pertama muncul istilah ini yaitu
pada tahun 1892, meskipun permen itu sendiri telah ada untuk waktu lebih lama
(Chu,2009).
Secara tradisional, campuran gula dan air dipanaskan ke tahap hard crack
sesuai dengan suhu sekitar 300F (149-154C), meskipun beberapa resep juga
menambah bahan seperti sirup jagung dan garam pada langkah pertama. Kacang
dicampurkan ketika gula telah terkaramelisasi. Pada titik ini rempah-rempah, ragi
agen, dan sering mentega kacang atau mentega ditambahkan. Adonan permen
yang panas dituangkan ke permukaan datar untuk proses pendinginan, tradisional
granit atau marmer slab. Ketika brittle mendingin, itu dapat dipecah berkepingkeping.
Dalam pembuatan permen brittle, titik kritisnya terdapat pada pemanasan
sampai suhu sekitar 300F (149-154C) untuk mencapai tahap hard crack yaitu

Nama : Izzatul Qaniah


NIM : 141710101051
Kelas : THP-C

tekstur yang diharapkan adalah retak ketika dipatahkan. Bila kurang dari suhu
tersebut, maka tekstur khas brittle tidak akan didapatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Chu, A. Candy. 2009. Field Guide Candy. Singapore: Quirk Books.