You are on page 1of 4

Study Kasus Jenis Kecurangan / Penggelapan Kerah Putih

D
I
S
U
S
U
N
O
L
E
H

Nama Anggota Kelompok

: 1. Angelina Magdalena
2. Ardian Dwi Saputra
3. Gina Yulista
4. Fitria Antari Bahri

Mata Kuliah

: Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Hari / Tanggal / Waktu

: Rabu / 20 April 2016 / 19.00 s/d selesai

Univ. Bhayangkara Jakarta Raya


Jalan Perjuangan Raya
Marga Mulya, Bekasi Selatan
Bekasi 17142

Pokok Bahasan

: Study Kasus Jenis Kecurangan / Penggelapan Kerah Putih

Instruksi

: Dikerjakan berkelompok 4 orang

Pertanyaan

1. Berikan tanggapan saudara terhadap kasus/bentuk kejadian Kerah Putih


Jelaskan !
2. Jelaskan menurut saudara dari kasus Kerah Putih tersebut yang melakukan
penggelapan/kejadian pihak karyawan/pihak manajemen !
3. Sebutkan & Jelaskan kronologis penipuan/kecurangan-kecurangan Kerah Putih
4. Apa saran & rekomendasi saudara tehadap kasus Kerah Putih
5. Apa yang saudara ketahui tentang Akuntansi Forensik ?

Jawab

1. Tanggapan kami terhadap kasus Kerah Putih adalah kecurangan dalam sebuah system
akuntansi dengan cara mengalihkan asset perusahaan untuk keuntungan pribadi. Tindakan
kecurangan yang dilakukan Kerah Putihdapat menghancurkan sebuah perusahaan,
contoh dari kejahatan Kerah Putih (White Colour Crime) yaitu berbohong, curang dan
mencuri yang identik dengan berbagai macam penipuan yang dilakukan para professional
bisnis dan pemerintah. Kejahatan Kerah Putih ini biasanya merupakan lanjutan dari
kecurangan yang dilakukan oleh seseorang karyawan dan manajemennya. Kejahatan
kerah putih (white-collar crime) didefinisikan sebagai tindakan
kejahatan yang dilakukan dengan cara-cara non fisik melalui
penyembunyian ataupun penipuan untuk mendapatkan uang ataupun
harga benda, untuk menghindari pembayaran atau hilangnya uang
atau harta benda atau untuk mendapatkan keuntungan bisnis atau
pribadi.

2. Menurut kami yang melakukan tindak kejahatan Kerah Putih pelaku utamanya adalah
pihak manajemen yang bekerja sama dengan karyawan dibawahnya. Dikarenakan pihak
manajemen lah yang melakukan pengambilah keputsan atas semua tindakan yang
dilaksanakan oleh karyawannya seperti saat pembuatan laporan keuangan / budgeting

untuk perusahaan yang sengaja melebihkan beban-beban perusahaan. Kecurangan


karyawan dan manajemen adalah rumput liar beracun yang tumbuh subur dalam sebuah
iklim yang permisif dimana benih-benih kecurangan dibantu bahkan diundang untuk
tumbuh dan berkembang. Lingkungan didalam suatu organisasi dikembangkan dan dijaga
oleh manajemen dan dewan komisaris. Untuk mencegah terjadinya kecurangan,
lingkungan tersebut harus tegas. Perlu dibuat suatu kebijakan yang menolak kecurangan
dalam bentuk apapun.
3. Kronologis penipuan / kecurangan-kecurangan Kerah Putih
a) Kejahatan Kerah Putih terjadi pada saat asset di salah gunakan untuk
mengekspresikan tindakan dengan cara yang salah atau serangkaian tindakan yang
tidak kasar pada sifatnya.
b) Pencurian yang dilakukan oleh karyawan dengan cara mengalihkan asset perusahaan
untuk keuntungan pribadi yang dilakukan oleh karyawan bersama orang luar yang
bukan karyawan dengan cara mengalihkan asset perusahaan untuk keuntungan
pribadi.
c) Kecurangan pelaporan keuangan yang dilakukan baik dengan disengaja atau karena
kecerobohan sehingga terjadi kekacauan keuangan, kecurangan pelaporan keuangan
diproses dengan system akutansi, value asset yang dibuat salah seperti
persediaan/aplikasi yang salah dari prinsip akuntansi.
d) Bahwa kejahatan itu seringkali terlihat tanpa korban kejahatan seperti penggelapan,
penipuan pajak, kecurangan pernyataan keuangan, penipuan asuransi pengangguran
dan sejenisnya membutuhkan analisis procedural (sebuah pengujian fisik dan analisis
catatan transaksi, dokumentasi, persediaan dll) dan membutuhkan waktu yang lama
pula dalam pengungkapan kasus kejahatan Kerah Putih
e) Dalam sebuah kasus public dari kejahatan perusahaan, sebuah perusahaan broker
Utama dituduh atas penipuan surat kawat mengenai simpanan bank yang diprosesnya
selama penyelidikan kebanyakan bank yang telah menjadi korban dari penipuan itu
terkejut bahwa ternyata mereka telah dirampok.
4. Saran-saran & rekomendasi terhadap kasus Kerah Putih
Memberikan wawasan yang lebih luas mengenai tindak pidana kejahatan Kerah
Putih
Harus dilakukan investigasi yang tepat untuk merekam jejak transaksi financial untuk
menghasilkan temuan yang berkualitas

Pemerintah harus lebih tegas lagi dalam memberikan pengaturan sanksi-sanksi pidana
agar perilaku kejahatan Kerah Putih berfikir 2 kali untuk melakukan kejahatan
tersebut.
Contoh : Barang siapa yang melakukan penggelapan terhadap dana pemerintah
(korupsi) dikenakan hukuman mati.
Para wakil rakyat & Bos bos perusahaan harus lebih memikirkan kepentingan
bawahan-bawahannya jangan hanya memikirnkan keuntungan untuk pribadi saja.
5.

Akuntansi forensic adalah salah satu dari beberapa istilah yang digunakan untuk
menjelaskan aktivitas orang yang berhubungan dengan pebcegahan dan mendeteksi
penipuan. Istilah penguji penipuan auditor dan profesioanal pencegah kerugian adalah
penggambaran dari jenis aktivitas ini. Akuntansi forensic adalah praktik khusus bidang
akuntansi yang menggambarkab keterlibatan yang dihasilkan dari perselisihan actual atau
yang diantisipas atau litigasi. Akuntansi forensic merupakan perpaduan antara
accounting, auditing dan kemampuan investigasi, akuntansi forensic lebih efektif dalam
mendeteksi kecurangan. Akuntan forensik bertugas memberikan pendapat hukum dalam
pengadilan (litigation). Disamping tugas akuntan forensik untuk memberikan pendapat
hukum dalam pengadilan (litigation) ada juga peran akuntan forensik dalam bidang
hukum diluar pengadilan (non itigation) misalnya dalam membantu merumuskan
alternatif penyelesaian perkara dalam sengketa, perumusan perhitungan ganti rugi dan
upaya menghitung dampak pemutusan / pelanggaran kontrak.
Akuntansi forensik dibagi ke dalam dua bagian: jasa penyelidikan (investigative
services) dan jasa litigasi (litigation services). Jenis layanan pertama mengarahkan
pemeriksa penipuan atau auditor penipuan, yang mana mereka menguasai pengetahuan
tentang akuntansi mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan penipuan, dan
misinterpretasi. Jenis layanan kedua merepresentasikan kesaksian dari seorang pemeriksa
penipuan dan jasa-jasa akuntansi forensik yang ditawarkan untuk memecahkan isu-isu
valuasi, seperti yang dialami dalam kasus perceraian. Sehingga, tim audit harus menjalani
pelatihan dan diberitahu tentang pentingnya prosedur akuntansi forensik di dalam praktek
audit dan kebutuhan akan adanya spesialis forensik untuk membantu memecahkan
masalah.