You are on page 1of 2

1.

Pengertian
Koma miksedema terjadi pada hipotiroidisme kronik yang berat dan
membahayakan jiwa. (Graber,dkk.2006)
Miksedema merupakan bentuk hipotiroid terberat, yang pasiennya
menjadi letargi dan bisa berlanjut ke keadaan stupor yang dikenal sebagai
koma miksedema. Tanda defisiensi hormon tiroid umum (semab pada
mata, muka dan ekstremitas) akan terlihat pada pasien ini. Koma
miksedema biasanya bukan kedaruratan, tetapi pasien bisa hipotermik
dan harus diselimuti selama perjalanan ke rumah sakit. Pasien ini
cenderung menderita penyakit jantung kongestif karena jantung besar dan
lemah, dan harus ditranspor dengan kepala tandu ditinggikan. (Boswick,
John A. 1988)
Koma miksedema adalah kondisi mengancam jiwa ketika pasien dengan
disfungsi tiroid yang mendasari menunjukkan gambaran hipotiroidisme
yang berlebihan. Faktor pencetus dapat mencakup (tetapi tidak terbatas)
infeksi, trauma, pembedahan, gagal jantung, stroke, atau depresan SSP.
Hipotiroidisme mengurangi laju metabolik sehingga mempengaruhi
seluruh sistem tubuh secara serius. (Stillwell, 2011)
2. Etiologi
Koma tercetus pada pasien hipotiroid kronis karena terpajan dingin,
infeksi, hipoglikemia, agen deperesan pernafasan, reaksi alergi, atau stres
metabolik lainnya. (Graber,dkk.2006)
3. Tanda dan Gejala
Gambaran dominan yang dapat muncul menurut Stillwell (2011) antara
lain :
- Hipotermia
- Bradikardia
- Bradipnea
- Hipertensi
- Kulit : kasar dan kering, kemungkinan warna karotena, edema
periorbital dan edema pada wajah
- Neurologis : tumpul, koma, atau kejang, refleks lambat
- Gastrointestinal : penurunan bising usus
- Endokrin : tiroid mungkin tidak dapat dipalpasi, membesar, atau
berbentuk nodular
- Hipoventilasi
- Penurunan fungsi mental
- Keletihan yang berat
- Intoleransi aktivitas
- Hiporefleksia
- Gagal jantung dan gagal nafas
4. Pemeriksaan Diagnostik
Diagnosis yang ditegakkan berdasarkan indeks kecurigaan yang tinggi.
Pemeriksaan tiroid yang mengindikasikan hipotiroidisme primer adalah :
- Peningkatan kadar hormon perangsang tiroid (TSH) (Tes Standar Emas)
dan indeks tiroksin bebas yang rendah (jika hasil pemeriksaan TSH
tidak definitif).
- Hiponstremia dan hipoglikemia mungkin terjadi
- EKG menunjukkan voltase rendah, interval QT memanjang, dan
gelombang T datar atau invers.
- Kadar kortisol juga mungkin rendah.
5. Penatalaksanaan

Penggantian tiroid, untuk meningkatkan kadar hormon tiroid


Oksigen tambahan dan intubasi/ventilasi mekanis, untuk memperbaiki
ventilasi/oksigenasi.
Metode pemanasan, untuk memperbaiki ventilasi/oksigenasi.
Kristaloid dan agen vasopresor, untuk memperbaiki stabililitas
hemodinamik.
500 mikrogram tiroksin (T4) IV yang diikuti dengan tiroksin oral 0,1 mg
setiap hari. T4 IV dapat digantikan dengan 40 mikrogram T3 IV jika
tersedia.
Hiponatremia dan hipoglikemia sering terjadi dan harus diobati dengan
benar.
Hipotermia atau kehilangan panas harus dihindari. (Graber,dkk.2006)

Graber, Mark A, dkk. 2006. Buku Saku Dokter Keluarga. Jakarta : EGC.
Boswick, John A. 1988. Perawatan Gawat Darurat. Jakarta: EGC
DIAGNOSTIC EVALUATION
Dogs should be evaluated using signalment, history, clinical sign, and suppoting
clues from initial biochemical profiles and by ruling out other metabolic causes of
weakness and bradycardia. However, blood should be drawn in the acute stages
for confirmation of hypothyroidism by high endogenous thyroid stimulating
hormone (TSH) and low serum total thyroxine (T4) or low serum free T4.
Endogenous TSH is high in a small number of dogs with nonthyroidal illness,
however, combined with clinical signs, response to treatment, and rule out of
other differentials for the clinical signs described, a definitive diagnosis can
usually be made.