You are on page 1of 2

ArtinM

ArtinM merupakan lektin yang dapat terikat dengan beberapa monosakarida


dengan afiniyas tertinggi pada manosa. Artin-M yang sebelumnya dikenal dengan
artocarpin merupakan protein homotetramer dengan berat molekul 65 kDa. Artin-M
tidak terikat secara kovalen dengan karbohidrat dan terdiri dari empat isolektin
dengan titik isoelektrik berada pada rentang 5-6,5 (Misquith et al., 1994). Artin-M
merupajan protein rantai tunggal yang masing-masing subunitnya terdiri dari 149
asam amino. Molekulnya berbentuk tetramer dengan 222 simetri. Masing-masing
subunit memiliki 3 lipatan simetri prisma- yang terbentuk dari tiga empat-untai-sheet. Struktur Kristal Artin-M memiliki kompleks dengan manotriosa dan
manopentosa (Jeyaprakash et al., 2002).
Artin-M yang dahulu dikenal sebagai artokarpin dapat terikat dnrgan beberapa
monosakarida degan afinitas tertinggi yaiut pada manosa. Artin-M terbukti memiliki
peran dalam stimulasi sistem imun terhadap Trypanosoma cruzi dan Leishmania
spp. Artin-M diketahui dapat menstimulasi respon imun, mengaktivasi makrofag,
neutrophil, dan sel mast. Pada studi sebelumnya artin-M pada tikus terbukti dapat
menstimulasi produksi IL-12p40 oleh makrofag dan sel dendritic (Cardoso, et al.,
2011).

Karakterisasi ArtinM
Uji hemaglutinasi Artin-M hasil isolasi
Uji hemaglutinasi digunakan untuk menguji aktivitas hemaglutinasi serbuk artin-M
hasil isolasi dan menjamin bahwa aktivitas hemaglutinasi yang dihasilkan berasal
dari interaksi antara artin-M dengan eritrosit dan bukan pengaruh dari adanya lektin
atau protein lain dalam serbuk hasil isolasi artin-M. darah ayam disentrifuga 3000
rpm selama 3 menit dan endapat eritrosit dicuci demham PBS sebanyak 3 kali.
Eritrosit kemudian dibuat suspense dalam PBS sebesar 2% dan dimasukkan ke
dalam sumur uji. Eritrosit pada konsentrasi 2% dalam PBS tersebut ditambahkan
serbuk artin-M hasil isolasi dalam PBS, serbuk artin-M hasil isolasi dalam larutan dmanosa 0,4 M, serbuk artin-M hasil isolasi dalam larutan d-galaktosa 0,4 M yang
diencerkan secara berseri dan diinkubasi selama dua jam di suhu kamar.
Analisis SDS-PAGE
Analisis Sodium Deodecyl Sulfate-Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE)
dilakukan untuk mengkonfirmasi kemurnian dan ukuran molekul protein. Gel yang
digunakan adalah gel dengan komposisi SDS 10%, akrilamid 30%, APS 10%, TEMED,
dan Tris-HCl 1,5 M pH 8,8 untuk gel separating denaturing. Kemudian untuk gel
stacking denaturing, digunakan komposisi gel yang sama namun dapar Tris-HCl
yang digunakan adalah dapar Tris-HCl 0,5 M pH 6,8. Sejumlah artinM dan crude
extract dilarutkan dalam PBS pH 7,4 dan dikarakterisasi menggunakan SDS-PAGE
dengan gel poliakrilamid 15%. Sampel artinM bersama loading buffer protein yang
telah dipanaskan dimasukkan ke daam sumur gel poliakrilamid dan dilakukan
elektroforesis pada teganga 100 V selama 90 menit. Gel elektroforesis kemudian

dilakukan pewarnaan (staining) dengan cara merendam gel dalam larutan staining
selama 30 menit dan dilanjutkan dengan merendam gel dalam larutan destaining.
Ukuran pita protein hasil elektroforesis dilakukan kemudian dibandingkan dengan
ukuran artinM pada literatur.
Penentuana kadar protein Total
Prinsip penentuan konsentrasi protein dengan reagen Bradford adalah terbentuknya
ikatan antara zat warn Comassive Brilliant Blue G-250 dengan protein sehingga zta
warna menjadi tidak terprotonasi dan stabil. Zat warna yang terprotonasi ini
berwarna biru dan memiliki serapan maksimum pada panjang gelombang 595 nm.
Nilai absorbansi yang terbaca sebanding dengan jumlah protein yang berada dalam
sampel. Dalam uji ini kurva kalibrasi untuk penentuan kadar artinM dibuat
menggunakan BSA (Bovine serum albumin) sebagai protein standar. BSA pada
beberapa pengenceran direaksikan dengan reagen Bradford, divortex selama 30
detik dan diinkubasi selama 5 menit. Absorbansi diukur dengan spektrofotometer
visible dengan panjang gelombang 595 nm. Persamaan yang diperoleh dari kurva
kalibrasi akan digunakan untuk menentukan kadar protein total dalam serbuk
artinM hasil isolasi.