You are on page 1of 6

Kalo ngga salah pertanyaan ini sudah pernah dijawab di milist lain

dech.
Saya cuma mau membantu memberikan tambahan jawaban saja. CMIIW.

Pertama2 harus dipahami basic proses yang terjadi di alat tersebut dan apa fungsinya ? Dalam
proses pemisahan terminologi umum yang dipakai adalah separator, baik itu 3 phase (water+oil+gas
=contoh) atau 2 phase (liquid + gas) atau lainnya. Umumnya cairan akan terpisah ke bawah
sedangkan gas akan naik keatas. Namun jika separator tersebut berfungsi sebagai flash drum
(umpan bertekanan tinggi masuk ke dalam separator bertekanan rendah) perlu diperhatikan bahwa
tidak semua cairan yang ada pada umpan akan mengalir kebawah karena :
Liquid pada umpan ketika masuk ke dalam separator dan mengalami penurunan tekanan akan
menguap sejumlah tertentu (flash), sesuai kesetimbangan uap-cairnya. Liquid ini lalu terbawa aliran
uap. Gas yang terlarut pada umpan liquid (terhitung sebagai laju massa fraksi liquid pada umpan)
akan terlepas pada saat umpan mengalami penurunan tekanan di dalam flash drum. Berapa gas yang
menguap anda harus melihat data kelarutan dari gas terhadap liquid tersebut. Perhitungan tersebut
harus disertakan karena dalam kasus liquid adalah produk, itu akan menentukan berapa produk
losses. Sedangkan jika gas adalah produk, perhitungan akan memperlihatkan berapa impurities
komponen liquid yang terbawa oleh aliran gas . Flash drum pada dasarnya adalah distilasi satu tahap
yang bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan uap-cair. Yang terjadi adalah penurunan tekanan
dari aliran masuk ke flash ke dalam flash drum itu sendiri. Proses ekspansi juga terjadi disitu. Dimana
pada tekanan yang lebih rendah, ada
beberapa komponen yang lebih volatil terhadap komponen lainnya. Komponen2 ini akan berubah fasa
menjadi gas, sedangkan lainnya tetap berupa fasa cair. Anda memerlukan nilai K (K-value) untuk
melakukan perhitungan ini. Dapat diperoleh dari grafik K-value (utk komponen2 tertentu) atau secara
ideal dapat diasumsikan K=Psat / P. Psat dr persamaan Antoine. Dari perhitungan tsb anda akan
dapat fraksi2 komponen fasa gas/uap maupun cairnya serta laju alirnya.
Teori perhitungan dan basic teori mengenai hal dapat dilihat pada berbagai reference 395-398
Chemical Engineering, Coulson Richardson & GPSA section 7. Sementara perhitungan mengenai
flash distillation, dapat dilihat di buku2 termodinamika seperti Smith dan Van Ness "Introduction to
Chemical Engineering Thermodynamics" serta Christie Geankoplis "Transport Processes and Unit
Operations". Hati-hati jika pada Flash drum digunakan sebagai kolom distilasi multi komponen maka
harus memakai fugacity atau hukum Henry (bila diasumsikan sebagai gas ideal,untuk properties
komponen dapat dilihat di Critical Tables).

Sementara KO Drum biasanya digunakan utk meremove water dari wellfluids atau incoming liquid ke
KO Drum tersebut. Biasanya KOD Drum adalah tipe separator three-phase, dan gas outlet and oil
outlet bergabung pada satu outlet piping atau dapat juga 2-phase separator dimana incoming gas
feed masuk dan diharapkan liquid+water yang terbawa terpisah ke closed drain/receiver sistem lain
sementara gas keluar dari KO Drum langsung dimanfaatkan utk utility gas dan fuel gas sistem, atau
dapat juga bagan sistem lainnya, mohon enginer lain menambahkan.
Metoda pemisahan terbagi 3 secara umum yaitu : a. Momentum b. Gravity separation c. Centrifugal
force
Sebenarnya ada implikasi kepada total system cost dari pemakaian jenis horizontal atau vertical
separator karena akan menghemat plot area beban structural khusus pada aplikasi platform. Daftar
berikut adalah perbandingan keunggulan aplikasi dari kedua jenis separator :

a. Vertical separators
(1) Have large liquid capacities.
(2) Are less susceptible to malfunction due to dirt, mud, wax.
(3) Are much easier to clean out than horizontal vessels
(4) Liquid level is easier to control in a vertical vessel.
(5) are more efficient in liquid removal
(6) Are very versatile in operation. A properly sized vertical separator can be easily modified to almost
any possible operational problem.

b. Horizontal separators

(1) Have a much higher allowable gas velocity for the same cross sectional area.
(2) Are less costly per unit volume of gas capacity.
(3) Are easier to ship mounted on skid assemblies than vertical vessels

(4) Have more area available for settling when oil and water are being separated
(5) Aare easier to pipe up than vertical separators
(6) Allow more surface area for the coalescence of very unstable foam
(7) Have good flexibility
(8) Series stages can often be stacked to minimize plot area
(9) Have greater liquid/vapor interface area
(10) Economic ratio of length to diameter (L/D) is usually 3.5 to 4.0 but may be 5 or more if liquid
viscosity is controlling.

SELECTION GUIDELINES FOR TYPE OF VESSEL


(HORIZONTAL OR VERTICAL)
SYSTEM CHARACTERISTICS TYPE OF VESSEL
Large vapor load, less liquid load (by volume) Vertical
Large liquid load, less vapor load (by volume) Horizontal
Large vapor load, large liquid load (by volume) Horizontal with split flow
Liquid-Liquid separation Horizontal
Liquid-Solid separation Vertical
Split flow vessel has got one entry in the centre and two vapor outlet on each end, head exits can be
used where plot space is limited.

Untuk perancangan alatnya dapat dilihat di lihat di Wallas "Chemical Process Equipments".
Di sana ada perhitungan bermacam-macam alat2 untuk gas-liquid / gas-liquid-liquid separator
termasuk flash drum.

Factors yang mempengaruhi separation efficiency adalah sbb. :


a. Particle diameter
b. Base diameter
c. Gas velocities
d. Gas and liquid densities
e. Pressure
f. Temperature
g. Surface and interfacial tension
h. Viscosity
i. Foam
j. Emulsion
k. Flow rate surges

Jangan lupa juga ada berbagai safety point yang tidak boleh dilupakan di aplikasi separator ini,
mungkin ada yang berminat bercerita disini dari sisi safety-nya dari basic terlebih dahulu ?

CMIIW sekali lagi.

Semoga membantu.

Wassalam,
Alvin Alfiyansyah

--------------------------another point-----------------------------

Sekedar memancing, terutama yang sering terlibat di operation untuk ikutan diskusinya. :

Avoiding Operational Aspect Requirements and Failure Modes in Separator - Basic :


A. Di tahap Commissioning, pengisian berlebihan dengan air terjadi pada saat hydrotesting
contohnya, padahal vessel atau supportnya tidak didesign utk hal ini, akan menyebabkan
overstressing the shell atau bottom head atau/dan overloading the support juga pondasinya.
B. Di tahap Start-up, sama dengan kasus air diatas, hydrocarbon especially heavy hydrocarbon, akan
menyebabkan kerusakan jika the vessel overfilled saat start-up dan design tidak mencakup untuk full
vessel hydrocarbon. Umumnya equipment didesign untuk full water load, tapi tidak untuk overhead
vapor lines/column dan transfer line.
C. Di tahap Start-up, pengusiran udara yang tidak baik dari vessel, karena purging yang tidak cukup
akan menyebabkan internal fire/explosion.
D. Di tahap Start-up, pengusiran air ketika air bertemu dengan hot environments sering menimbulkan
steam explosions yang menyebakan kerusakan pada vessel internals.
E. Di saat Start-up, overpressure sering terjadi pada saat spades and spectacle blinds tidak
disingkirkan/dibuka dahulu dan menyebabkan vessel terisolasi dari pressure relief valve-nya. Juga
saat purging dengan inadvertently closed vent menyebabkan pressure build up ke operating pressure
dari purge fluid, yang menyebabkan higher pressure dari design pressure si vessel tersebut. Memulai
start sebuah reboiler sebelum commissioning sistem overhead cooling-nya berjalan akan
menyebabkan overpressure yang cepat pada column reboiler tersebut.
F. Di saat Start-up, vacuum berkembang karena inadequate venting ketika proses draining dari full
vessel atau ketika proses condensing steam dan tidak ada gas make up yang disediakan.
G. Saat Shutdown, inadequate purging terjadi dan udara masuk ke dalam vessel yang menyebabkan
proses inerting tidak sempurna, akan menghasilkan phyroporic iron mulai terbakar yang
menyebabkan selanjutnya hydrocarbon fire/explosion.
H. Dalam Normal Operasi, ingress of air harus dicegah/dihindari karena jika udara masuk ke sistem
pada kondisi sub-atmospheric pressure dapat menyebabkan internal fire/explosion. Dan sejumlah
kecil udara tercampur akan ber-efek pada product/solvent quality.
I.In Normal Operation, pada proses draining air dari sistem pembuangan sebuah pressurized vessels,

downstream sistem harus dicek terlebih dahulu apakah mampu menahan overdraining bila tidak siap2
saja extra cost maintenance, dan draining ke kondisi atmosphere dari pressurized vessel sama sekali
tidak direkomendasikan.