You are on page 1of 9

I. 1.

2.

D
E

3.
4.

C
A

5.
6.

E
D

7.
8.

E
A

suasana kemesraan semua anggota keluarga,


perlunya rasa kasih, keramah-tamahan,
dibutuhkannya suasana yang ketentraman,
kedamaian dalam hidup dan adanya suatu
penaungan yaitu suatu tempat untuk berlindung,
merasa diperhatikan, tidak merasa kesepian, tetapi
merasa kerasan.
5. maka anak itu akan bertumbuh dengan baik rohaniannya
sehingga nantinyapun anak dapat menghormati keberadaan
orang tuanya.
Perbaikan :
1. Hukuman dan hubungan yang umum, yaitu nampak di jaman
Perjanjian Lama dan dalam pelaksanaan Hukum Taurat
yang diberlakukan oleh umat Israel yaitu sebagai hukum
yang kejam dan tidak toleran. Hukum yang dijalankan adalah,
hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi, maksudnya perbuatan
yang dilakukan samadengan hukumnya (Keluaran 21:2325).
2. Hukuman dan hubungan anak kepada orang tua maksudnya
kalau seorang anak bersalah kepada orang tuanya,
hukumnya berat sekali, misal : kalau seorang anak memukul
orang tuanya sendiri hukumannya adalah bukan dipukul
kembali, tetapi berlipat-lipat kali ganda, jauh lebih berat,
kemungkinan besar hukum yang diterimakan anak tersebut
adalah dengan dibunuh sesuai dengan hukum dan adai
istiadat orang Israel (Keluaran 21:15).
3. Apa hukumannya? Tidak ada hukuman yang khusus.
Hukuman yang dikenakan biasa.
4. Hukuman dan hubungan anak kepada orang tua maksudnya
kalau seorang anak bersalah kepada orang tuanya,
hukumnya berat sekali, berlipat-lipat kali ganda, jauh lebih
berat,
5. tidak egoistis,welas asih, penuh pengampunan, berani dan
rela berkorban, tidak menuntut balas, tidak memihak, tanpa
pamrih,tulus ikhlas, panjang sabar.
Pengayaan :
1. Anak-anak Berhutang Pada Orang Tuanya, maksudnya
adalah dari anak itu lahir sampai tingkat kedewasaan penuh
orang tua yang memelihara, yang memperhatikan anakanak yang dilakukan dengan segenap hatinya, bahkan kalau
perlu mempertaruhkan nyawanya. Orang tua tidak pernah
mengenal lelah, tidak ada perhitungan untung dan rugi,
sebabsama seperti cinta yang murni, kesemuannya itu
dilakukan orang tua penuh dengan totalitas hidupnya yaitu
ikhlas, penuh pengorbanan, sabar, tidak menuntut balasan,
dan tanpa pamrih.
2. Kitab Ulangan 6: 4-9 mencatat kesaksiannya sebagai berikut.
Mencatat perintah Allah kepada setiap orang tua Israel untuk
mendidik anak-anaknya mengenal YHWH, yaitu ALLAH
yang menuntun perjalanan Bangsa Israel keluar dari tanah
perbudakan Mesir Menuju ke tanah perjanjian Allah di
Kanaan, sebelum mengajarkan Hukum Taurat kepada anakanak Israel, orang tua harus terlebih dahulu mengasihi ALLAH dengan segenap hati, dengan segenap jiwa,dan
dengan segenap kekuatan, setelah itu, barulah orang tua
Israel mengajarkannya berulang-ulang kepada anakanaknya ( ayat 6 ), cara yang dilakukan adalah dengan:
membicarakan Hukum Taurat ketika duduk, pada waktu
sedang dalam perjalanan, ketika berbaring, dan bangun,
serta menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pintu
gerbang Israel

9. A
10. C

II. 1.

Dasar Alkitab mengenai tugas pendidikan orang tua


kepada anak nampak dalam kitab Amsal 22 : 6, Orang
tua yang menabur baik-baik waktu anaknya kecil akan
menuai dengan baik waktu anaknya besar kelak
2. Kedudukan Orang Tua di dalam Keluarga adalah Ikatan
hayati khusus, ayahlah yang membangkitkan atau
mengadakan anak sedangkan ibu adalah yang
melahirkan.Tuhan mengkuduskan dan menggunakan
ikatan hayati untuk memberi mandat khusus kepada
orang tua untuk memelihara dan mendidik anak-anak
mereka.
3. Sifat Wibawa Orang Tua
a. Wibawa orang tua adalah pinjaman artinya wibawa
yang diberikan oleh Tuhan, orang tua adalah
manusia biasa yang dapat berbuat salah, dapat
tersesat. Berdosa dan masih mempunyai
kelemahan manusiawi.
b. Wibawa orang tua harus dipertanggungjawabkab
kepada Tuhan atas cara mereka melaksanakan
kewibawaan dan atau cara mereka bertindak
kepada anak-anak.
c. Wibawa orang tua harus dimengerti sebagai
wibawa yang mempunyai sifat yang khusus yaitu
sebagai ayah dan sebagai ibu bagi anak-anak.
4. Panggilan dan Tugas Orang Tua Terhadap Anakanaknya
a. Mengurus keperluan jasmani anak,
Dalam tugas ini orang tua harus bertanggung jawab
dalam mencukupi keperluan jasmani anakanaknya, seperti kecukupan dalam memberi
makan, berkecukupan dalam memberikan pakaian
atau sandang serta terpenuhinya kebutuhan akan
tempat tinggal
b. Menciptakan suatu home bagi anak-anak
Artinya : keberadaan orang tua adalah menciptakan
suasana nyaman yang dapat mengembangkan
kepribadian anak dengan subur, maka dibutuhkan

3. Tujuan pendidikan yang dibebankan oleh orang tua adalah


mengajarkan dan melatih orang-orang muda, sehingga
mereka dapat memenuhi tugas mereka terhadap Tuhan,
sesama manusia dan sekeliling mereka sebagai anak-anak
Kerajaan ALLAH (II Timotius 3: 17 )
4. Norma pendidikanBarangsiapa mendidikan anak-anak
hanya mengemukakan kebenaran Injil saja tanpa tuntutantuntutan Hukum Taurat, maka orang tua itupun mengkhianati
kewibawaan Firman Allah dan sebaliknya barang siapa di
dalam pendidikan anak-anak hanya mengajarkan Hukum
Taurat tanpa Injil Kristus, iapun mengkhianati Firman Tuhan.
5. Caranya Mendidik Anak
hendaknya dilakukan dalam iman dan doa
dilakukan dengan sikap yang rendah hati
memintakan keberanian dilakukan dengan kepercayaan
diri
mengharuskan adanya ketegasan dan keyakinan diri
mengharuskan anak-anak untuk hidup berdisiplin.
Percepatan :
1. Dasar Alkitab : Hukuman dan hubungan anak kepada orang
tua maksudnya kalau seorang anak bersalah kepada orang
tuanya, hukumnya berat sekali, misal : kalau seorang anak
memukul orang tuanya sendiri hukumannya adalah bukan
dipukul kembali, tetapi berlipat-lipat kali ganda, jauh lebih
berat, kemungkinan besar hukum yang diterimakan anak
tersebut adalah dengan dibunuh sesuai dengan hukum dan
adai istiadat orang Israel (Keluaran 21:15).
2. Efesus 6:1-3 mentaati orang tua, karena itulah yang
sebenarnya, supaya jadi baik padamu, dan engkau hidup
lama di dalam dunia ini.
3. Tuhan meletakkan Keluaran 21:15 dan Efesus 1-3 adalah
karena orang tua mewakili Tuhan untuk mencintai anakanaknya.
4. Cinta orang tua sangat tinggi mutunya adalah mirip cinta
Allah yaitu cintanya tanpa syarat, tanpa perhitungan dan
cinta yang mau berkorban.
5. Sisa-sisa yang masih nampak jelas kasih orang tua
adalahkasih yang tidak egois, tidak luntur dimakan jaman
dan kasih yang tidak pernah berkesudahan.

5.

Efesus 6:1-3, kalau anak sampai berbuat kurang ajar


kepada orang tuanya, itu artinya melawan Allah,
sebaliknya kalau seorang anak menghormati
keberadaan orang tuanya, Allah sendiripun yang berjanji
membalas dia, yaitu memberkatinya. (Efesus 6 : 3)

Perbaikan :
1. Isi Markus 7:11-12, penghormatan untuk orang tua butuh
kerelaan adanya pengorbanan, mungkin uang,
pengorbanan tenaga, pikiran, waktu dan apa saja.
2. Isi Matius 15: 4-6, apa yang diperlukan orang tua dari kita
dan apa yang anak mampu, kita berikan kepada mereka
3. Keadaan masyarakat di mana keluarga hidup artinya apa
yang terjadi dalam masyarakat secara timbal balik akan
berpengaruh dalam kehidupan keluarga maksudnya
aspirasi yang ada dalam masyarakat mungkin saja diambil
alih menjadi aspirasi individu sedangkan yang menjadi
tuntutan masyarakat akhirnya menjadi tuntutan individu.
Perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan
mempengaruhi kehidupan atau hubungan orang tua-anak.
4. Kesempatan yang diberikan orang tua mempengaruhi
artinya baik secara sengaja maupun tidak sengaja
kesempatan yang diberikan bisa saja akibat pengaruh
perubahan nilai yang terjadi dalam masyarakat seperti
tersebut diatas
5. Persepsi timbal balik antara orang tua dan anak pola
hubungan antara keduanya ditentukan oleh bagaimana
pengamatan masing-masing mengenai orang lain dan
dirinya sendiri serta bagi orang lain
Pengayaan :
1. Dua hal yang mempengaruhi timbulnya gangguan
menghormati orang tua adalah kenakalan anak dan orang
tua yang jahat
2. Anak yang menjadi kesukaan orang tua :
- Orang yang rindu memperkenalkan Allah sungguhsungguh, pasti ia akan memperkenalkan orang tuanya
sungguh, sebab itu orang yang memperkenalkan (jadi
berkat, jadi kesukaan) bagi orang tuanya.
- Biarlah kita menjadi berkat bagi orang tua kita, lebihlebih pada masa tua mereka, pada masa mereka
membutuhkan kita, membutuhkan hiburan,
membutuhkan dukungan, membutuhkan biaya,
membutuhkan lain-lain, biarlah kita berusaha
mencukupkan semua yang diperlukan dari kita sekuat
kemampuan kita masing-masing.
3. Sebab-sebab mengutuki orang tua :
a. Mengabaikan perintah-perintah Firman Tuhan yaitu
tentang takut dan hormat akan orang tua, akibatnya ia
menghina atau merendahkannya.
b. Kurang cinta pada orang tua. Mengapa tidak cinta?
Sebab dosa bertambah-tambah (Matius 24: 2) mungkin
karena mementingkan diri-sendiri, tamak, sombong, gila
hormat, sehingga cintanya berkurang, habis, bahkan
jadi benci.
4. Orang yang mengutuki orang tuanya, mendapat hukuman
yang amat hebat.
Keluaran 21:7 : ia itu tak akan jangan dibunuh juga
hukumannya.

I.

1. B
3. C
5. C
7. B
9. D
2. A
4. A
6. A
8. A
10. D
II. 1. Dampak seorang anak yang tidak mau menghormati
orang tuanya adalah ia melawan Allah yaitu melawan
hukum-hukum Allah
2. Matius 15: 4-6, kasih orang tua tidak bisa dibayar dengan
uang karena biayanya tidak bisa dibayar dengan materi
apapun/yang lain.
3. Anak yang kurang ajar kepada orang tua dianggap
jahat dan sama sekali tidak rohani adalah gereja
kelihatan halus, baik, sopan santun dalam berbicara,
saleh dalam berperilaku tapi di rumah kelihatan kurang
ajar dengan orang tuanya. Jangan mempercayai orang ini, dia adalah orang yang suka pura-pura, orang
yang mata hatinyanya buta, buta rohani
4. Keluaran 20:12, orang tua mewakili Tuhan untuk
mencintai anak-anaknya dan orang tua menjaga serta
memelihara anak-anaknya dengan penuh cinta seperti
Allah memelihara kita.

Imamat 20:9

di bawah kutuk hukuman Allah;


kerohaniannya akan kering, undur,
rusak sehingga akhirnya mati pelitanya.
Amsal 20:20 : Pelitanya akan padam pada waktu gelap
5. Berkat anak yang menghormati orang tua
1. Dibalas Allah
Kalau seorang anak hormat kepada orang tuanya,
bukan hanya orang tua yang ingin membalas dan
memberkati si anak, tetapi Allah sendiri yang menjadikan
dirinya sebagai jaminan untuk membalas dan
memberkati si anak yang tahu menghormati orang
tuanya. Mungkin orang tua tidak mampu membalas
sendiri perbuatan anak-anaknya, tetapi Allah selalu
mampu, pasti sanggup, sungguh-sungguh akan berkatNya dan pasti berkat itu akan sampai pada anak-anak
yang diperkenan ini. Sekalipun orang tua kita tidak
mempunyai apa-apa, tidak ada sesuatu yang dapat
diharap, tetapi kita tetap menghormati orang tua kita
penuh cinta dan sungguh-sungguh, sebab :
a. Itu adalah kehendak Allah atas setiap anak-anakNya. Kita harus taat akan Firman Tuhan.
b. Tuhan sendiri yang akan memberkati kita, bukan
orang tua!
2. Negeri Perjanjian
(Keluaran 20: 12), artinya : inilah negeri yang dijanjikan
Tuhan dan limpah dengan janji-janji yang baik itulah
hidup yang penuh dengan keberkatan.Diperpanjang
hidupmu yaitu suatu hidup yang berkelimpahan, bukan
hidup yang Kekurangan, pahit, dan penuh derita.
(Lukas 11 : 28; Filipi 4 : 9; Efesus 3 : 20; Yahya 10 : 10).

sepenuhnya dibentuk oleh bakat-bakat yang dibawanya sejak


lahir, tetapi ditentukan juga melalui pengaruh luar (keluarga,
agama, masyarakat) dan sikap pribadi kepada Tuhan. Yang
penting diperhatikan dalam pembentukan kepribadian Kristen
adalah campur tangan Tuhan.
5. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh keluarga Kristen dalam
membina kepribadian.
Sikap keterbukaan satu terhadap orang lain. Masing-masing
bisa menyatakan pendapatnya dan perasaannya tanpa takut
ditolak atau direndahkan.Sikap disiplin terhadap peraturan
yang telah ditetapkan dalam keluarga, disiplin terhadap tugastugas yang telah diberikan terhadap masing-masing anggota
keluarga. Dalam hal ini perlu diperhatikan, kiranya orang tua
jangan gegabah dalam membuat peraturan, misalnya :
menetapkan peraturan pada saat marah dan sebagainya.
Sikap peka terhadap kebutuhan orang lain di dalam keluarga,
maupun yang ada di sekitarnya.

I.

1.
2.

II. 1.

Percepatan :
1. PENGERTIAN KELUARGA KRISTEN Bentuk komunitas
yang terkecil terdiri dari ayah, ibu, dan anak atau yang ada
di dalam isi satu keluarga, di mana ada pengakuan bahwa
Tuhan Yesus sebagai juru selamatnya yang hidup dan yang
menghidupi.
2. TUJUAN KELUARGA KRISTEN
Menyatakan jiwa persatuan sehingga setiap anggota
keluarga terasa terlindungi dan merasa dikasihi.
Memupuk pribadi yang sehat dan terbuka serta
tanggung jawab.
Menciptakan suasana yang nyaman dan tenang,
sehingga setiap anggota keluarga merasa kerasan.
Untuk mewujudkan kehendak Allah di dalam kehidupan
kita yaitu memancarkan kasih Allah di tengah-tengah
masyarakat sekitar.
Sebagai tempat pelaksana kasih, pelayanan, dan
pendidikan secara nyata bagi anggota-anggotanya.
3. FUNGSI DAN PERANAN KELUARGA KRISTEN memberi
tempat masing-masing pribadi anggota dalam persekutuan
Tuhan adalah masing-masing anggota keluarga mempunyai
tempat dan fungsi sendiri-sendiri (tidak ada yang rendah
ataupun tinggi, tiap-tiap pribadi anggota keluarga sama-sama
untuk dikasihi, dihargai, mendapat perhatian, diberi kebebasan
untuk mengembangkan pribadinya secara penuh). Dengan
keberadaan itu, sejak kecil mulai ditanamkan nilai-nilai iman
yang mengarahkan kepada pribadi untuk menyadari dan
menghayati bahwa Kristuslah yang menjadi kepala keluarga.
4. Pembinaan kepribadian Kristen adalah kepribadian bukanlah

2.

3.

4.

B
E

3.
4.

E
A

5.
6.

C
A

7.
8.

B
A

9. E
10. A

MEMBANGUN KELUARGA KRISTEN YANG HANGAT


Pertama : undanglah hikmat untuk mendirikan rumah
Anda, Siapakah hikmat tersebut? Firman T u h a n
berkata, Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus
Yesus yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita ....
(Korintus 1: 30),
Mintalah
Kristus
utuk
membangunkehidupan keluarga dan jadikan Dia
sebagai arsitek yang membangun rumah Anda.
Kedua : Sungguh-sungguh berusaha untuk
menambahkan kepada imanmu kebajikan dankepada
kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan
penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan,
dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada
kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada
kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. II Petrus 1:5-7
Iman : kepada Kristus dan kepada janji-janji-Nya. Firman
dari iman merupakan tiang pertama, yang harus
ditegakkan dalam hubungan kita dengan Kristus. Dalam
keluarga, iman diwujudkan dengan rasa saling percaya.
Jika kecurigaan sudah menyusup dalam hubungan
suami istri, atau orang tua dan anak, maka sebagai
pertanda sirnanya dalam kehangatan keduanya, karena
ada unsur ketidaksetiaan yang menghancurkan rasa
tidak percaya.
Kebajikan : kebajikan terus ditambahkan. Balaslah
kebajikan dengan kehangatan dalam keluarga :
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan;
lakukanlah apa yang baik bagi semua orang, janganlah
kamu kalah terhadap kejahatan; tetapi katakanlah
kejahatan dengan kebaikan. (Roma 12 : 17, 21)
Pengetahuan : lebih mendalam mengenai pasangan
dengan komunikasi yang jujur, luangkan waktu bersama
keluarga sesibuk apa pun pekerjaan atau pelayanan

5.

anda. Sebuah negeri pasti hancur jika jaringan


komunikasinya dihancurkan. Demikian juga dengan
keluarga, keluarga tanpa adanya komunikasi yang baik,
memadai, dan saling menumbuh kembangkan
kedekatan dalam satu bahtera keluarga, maka buah
yang akan dituainya ialah terombang-ambingnya biduk
keluarga dan kandas dalam perannya dalam
masyarakat.
Penguasaan diri : artinya jangan mudah terpancing
emosi, amarah, ngomel, bersungut-sungut, atau saling
menyalahkan. Orang yang tidak dapat mengendalikan
diri adalah seperti kota yang roboh temboknya (Amsal
25: 28 ). Jika rumah tangga kita roboh temboknya,
gampang sekali pencuri/iblis memasukinya dan menjarah
yang ada di dalamnya.

b.
c.
d.
e.
f.

bertambahnya kemampuan berkomunikasi pikir dengan


orang lain.
mampu mengadakan identifikasi dengan kondisi dalam
lingkungan hidup yang lebih luas.
bertumbuhnya minat untuk memahami diri sendiri dan
orang lain.
bertumbuhnya kemampuan untuk membuat keputusan
sendiri.
bertumbuhnya pengertian tentang konsepsi moral dan
nilai-nilai.

Pengayaan :
1. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh keluarga Kristen dalam
membina kepribadian.
Sikap keterbukaan satu terhadap yang lain. Masingmasing bisa menyatakan pendapatnya dan
perasaannya tanpa takut ditolak atau direndahkan.
Sikap disiplin terhadap peraturan yang telah ditetapkan
dalam keluarga, disiplin terhadap tugas-tugas yang telah
diberikan terhadap masing-masing anggota keluarga.
Sikap peka terhadap kebutuhan orang lain di dalam
keluarga, maupun yang ada disekitarnya
Sikap ramah terhadap sesama anggota keluarga,
tetangga dan tamu.
2. Sikap yang eksklusif egoistis, sikap eksekutif-egoistis yang
keluarga Kristen maksudkan adalah sikap yang menyendiri
sedangkan sikap egoistis mengandung pengertian sikap yang
tidak mau mengenal dan bersekutu dengan warga
masyarakat dan keluarga Kristen yang hidup di sekeliling
kita.
3. Sikap yang menggampampangkan, yaitu sebagi sikap yang
menganggap bahwa tuntutan hidup keluarga di dalam gereja
dan masyarakat dianggap mudah untuk disepelekan dengan
tidak disertai partisipasi penuh berupa pemikiran, doa, tenaga
dan sumbangan material.
4. Sikap yang kritis yaitu sebagai sikap yang tidak menerima
begitu saja keadaan yang ada atau keadaan yang berlaku
melainkan selalu menyoroti keadaan itu dari terang Firman
Allah
5. Ada bahaya yang datang dari dalam demikian juga ada
bahaya yang datang dari luar. Hal itu dapat diterangkan
demikian:
Perasaan jemu atau cemburu dan kejengkelankejengkelan yang disebabkan oleh banyak hal,
misalnya perbedaan-perbedaan watak yang diketahui
kemudian atau perubahan-perubhan usia, yang dapat
mempengaruhi bentuk tubuh seseorang. Watak
kepribadian yang menimbulkan perbantahan.
Ketegangan ketegangan individu yang tidak disertai
kesediaan saling mengampuni dan pengakuan
kelemahan-kelemahan masing-masing, akan
mendatangkan bencana bagi kelangsungan keluarga.
Memang ketegangan-ketegangan itu dapat merupakan
pupuk cinta seseorang berumah tangga, tetapi tidak
selamanya dapat terjadi secara terus-terusan.
Kesulitan ekonomi, misalnya gaji yang tiak mencukupi,
perumahan, kesempatan kerja.
Sikap mementingkan diri, yang dapat mematikan cinta kasih
sejati, tanpa mengarahkan kebahaiaan terhadap orang lain.

Perbaikan :
1. Hubungannya:
Arti sekolah bagi orang Kristen adalah sebagai tempat
untuk pembentukan dan pembinaan karakter serta
mental murid sehingga kita memiliki sifat-sifat yang benar
dan berkenan kepada Allah. Di sekolah, para murid
belajar menguasai diri untuk rajin dan tekun belajar.
Dengan rajin dan tekun belajar, kita akan menjadi murid pandai dan memiliki masa depan yang cerah.
Perjumpaan antara guru dan murid diwarnai dengan
hubungan akrab, mesra, sehingga tercipta kerukunan,
kerajinan, dan semangat serta kegairahan belajar.
Peran dan amanat guru dipanggil untuk membina dan
memajukan rohani dan pengetahuan para murid
(Yohanes21:15-19) mengasihi dan mendoakan para
murid di hadapan Tuhan.
Peran murid yaitu mempunyai rasa menghormati dan
mengasihi guru-gurunya dengan rasa hormat dan
kasih.
2. Fungsi sekolah bagi orang Kristen : Mengajak para murid
untuk melihat, mendengar, mengalami, dan menerima sesuatu
dari kemuliaan Tuhan melalui Tuhan Yesus Kristus, membina
para murid menjadi insan-insan pembangunan yang mampu
untuk menyempurnakan dan ikut serta kesejahteraan rakyat
baik dibanding spiritual maupun materiil (Matius 22 : 15-22);
belajar tentang kehidupan yang berkenan kepada Tuhan (II
Timutius 2 : 5; Yesaya).
3. Orang tua mempunyai tugas primer: Orang tua haruslah
menjadi tempat anak-anak untuk belajar menjawab firman
Tuhan di dalam doa.Orang tua menjadi teladan kepada anakanak untuk merayakan hari Minggu.Orang tua jugalah tempat
anak-anak menerima didikan kebudayaan, artinya orang
tua haruslah berkebudayaan, baik yang lama maupun yang
modern, menurut ukuran dan kehendak Tuhan yang
Kudus.Orang tua supaya mendidik anak-anak mereka
menjadi anggota masyarakat, menjadi warga negara yang
baik.
4. Mengasihi : yaitu mengasuh anak-anak dan tidak pernah
berhenti, untuk memenuhi semua tuntutan dan permintaan
anak, menghormati anak sebagai pribadi yang utuh yang
memiliki harkat dan martabat kemanusiaannya.
5. Ciri-ciri itu antara lain :
a. bertambahnya kemampuan membuat abstraksi,
memahami hal-hal yang bersifat abstrak.

dalam hidup-Nya. Mereka melihat dan ikut merasakan,


bagaimana Yesus mendahulukan kaum miskin dan menderita.
3. Maksud para murid diikutsertakan dalam semangat dan
gerakan Kerajaan Allah yang meruntuhkan segala tembok
pemisah. Yesus mengutus mereka untuk berbuat baik, untuk
ikut Yesus mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah.
Mengikuti Yesus berarti dipanggil untuk turut
menjungkirbalikkan nilai-nilai, yakni dari sudut pandang dunia
yang menentang Kerajaan Allah ke sudut pandang Yesus
dengan keprihatinan Kerajaan Allah. Yesus mengikutsertakan
para murid dalam hidup dan tugas pengutusan-Nya.
4. Maksud Yesus menuntut seluruh eksistensi murid-murid yang
dipilih-Nya tanpa syarat. Yesus menghendaki agar para murid
ikut secara total. Hubungan Guru-murid antara Yesus dengan
para murid-Nya tidak terbatas pada jangka waktu tertentu
atau pada bidang tertentu yang terbatas. Yesus adalah Guru
dan para murid tetap sebagai murid selamanya. Hubungan
antara para murid Yesus adalah hubungan persaudaraan.
5. Resiko, yakni mengikuti Dia sampai disalib suatu hal yang
sangat sulit ditangkap oleh para murid, namun mereka juga
dipersatukan dengan kemuliaan kebangkitan-Nya.

Sedangkan bahayabahaya yang dating dari luar


biasanya muncul dari sifat iri, ingin cepat sama
kekayaannya dengan tetangga sekitar, sifat haus akan
harta benda demi gengsi, perselingkuhan dan poligami,
dan perceraian

Percepatan :
1. Tujuan dan pengarahan hidup yang baru yaitu untuk
melaksanakan tugas dan karya Yesus (Markus 1 : 7) adalah
Panggilan Tuhan Yesus disatupadukan dengan pengutusan,
Yesus tidak memanggil orang untuk mendirikan sekelompok
orang yang beriman, yang menarik diri dari dunia ini dan
dibangun secara pribadi/ batin, tetapi sebaliknya mereka
dibangun untuk diurus kepada sesamanya :
a. dipanggil untuk mengambil peranan dalam penuaian
eskhatologis (Matius 9 : 37)
b. untuk mengambil ahli karya penyembuhan
c. untuk pemberian Yesus sebagai utusan dalam kawan
sekerja-Nya sebagai unsur mutlak dalam hal mengikuti
Yesus.
2. Arti: Menyangkal diri (Matius 16 : 24) menyatakan tidak
pada diri kita untuk hal-hal yang bertentangan dengan
kebenaran firman Tuhan dan menyatakan ya terhadap
segala hal yang sesuai dengan firman Tuhan, berhenti
bersikap mementingkan diri-sendiri dan tidak mengandalkan
kehendak sendiri.
3. Arti : Mengutamakan Yesus dalam hidup : mempunyai
komitmen terhadap Tuhan Yesus untuk lebih diutamakan
daripada terhadap lainnya.
4. Arti : Memikul salib : rela menderita karena iman kepada
Yesus di dalam pemberitaan Injil dan rela dianiaya karena
kebenaran firman Allah (Matius 5:10-12).
5. Arti : Mengikuti Dia : mengikuti teladan, ajaran, dan kehendak
Kristus dan harus rela melepaskan diri dari gaya hidup yang
berbeda dengan kehendak Yesus. Menjadi murid berarti
mau memberi dirinya, baik pikiran maupun perbuatannya
agar dipimpin gurunya dan mengikuti gaya hidup gurunya.

I.

1.
2.

D
D

3.
4.

A
E

5.
6.

B
D

7.
8.

D
E

Perbaikan :
1. Tidak bersifat subyektif (Matius 20:25, 26; Filipi 1 : 15-18)
Subyektifitas : keberpihakan kepada penilaian seseorang
menurut kepentingan dan pandangan pribadi atau diri sendiri.
Hal ini mempunyai efek yang buruk sekali terhadap
pekerjaannya. Itu menunjukkan ketidakmampuannya untuk
mendengarkan orang lain.
2. Mendisiplinkan tubuh (I Korintus 9: 23-27; Roma 8 : 11)
Pengertiannya adalah : menguasai diri dalam segala hal,
menguasainya seluruh sebagai seorang pemberita Injil dan
juga demi kepentingan Injil dengan cara mendisiplinkan diri
dan sanggup menguasai tubuhnya dari tuntutan-tuntutan
tubuhnya mengenai pakaian, istirahat,dan rekreasi.
3. Rela Menderita (I Petrus 4 : 11; Wahyu 2 : 10)
Kesediaan untuk mau menanggung dan kerelaan yang
mempunyai keinginan yang besar untuk dapat berguna dalam
pelayanan-Nya.Penderitaan itu bukan karena keterpaksaan
tetapi merupakan sesuatu yang mereka pilih dengan
sukarela.
4. Tidak diperbudak uang (Matius 6:24; Wahyu 2:14; I Timotius
6 : 3 - 10)
Mamon sangat bertentangan dengan Allah.Oleh karena itu,
hamba-hamba Allah harus selalu waspada agar tidak takluk
di bawah pengaruh mamon.
5. Setia kepada Kebenaran (Yohanes 8:44; Matius 12 :19; II
Timotius 2 : 24) Kebenaran Allah bersifat mutlak dan
kebenaran itu menurut kesetiaan yang teguh dari semua
orang dan dalam segala kebenaran.

9. B
10. A

II.
1. Ciri-ciri kemuridan Yesus secara umum dapat digambarkan
sebagai berikut: Yesus mengambil inisiatif untuk memanggil
murid-murid. Biasanya bukan guru yang memanggil murid,
melainkan murid-murid yang mohon diperbolehkan masuk
ke dalam persekutuan guru, sedangkan para murid Yesus
dipilih atas prakarsa Guru mereka. Mereka menanggapi
dengan kesiap-sediaan dan ketaatan, meskipun tidaklah tanpa
mengalami krisis-krisis dalam perjalanan kemuridan.
Bagaimana para murid dipanggil oleh Yesus ini dapat
dibandingkan dengan panggilan para nabi oleh Yahwe (bdk.
panggilan Musa, Kel 3:11, panggilan Yer 1:5,10).
2. Menjadi murid Yesus berarti mengikuti, berada bersama
Yesus, berjalan di belakang Yesus. Dengan cara itu mereka
belajar mengolah rasa, ikut berbelas kasih, bermurah hati,
dan berbela rasa. Mereka melihat dan ikut merasakan,
bagaimana Yesus datang untuk memanggil orang berdosa,
makan semeja dengan mereka, agar mereka ikut ambil bagian

Pengayaan :
1. Pertama kepada 4 nelayan: Petrus, Andreas, Yakobus dan
Yohanes.Yesus mengharapkan mereka untuk mendampingiNya menjadi bagian dari tim yang akan mengubah dunia
dan diharapkan untuk membawa orang-orang lain menjadi
murid-murid,sama seperti mereka. Kedua, Matius si
Pemungut cukai ( Matius 9 : 9 13 )Seorang yang
berpendidikan tinggi sebagai akuntan publik yang sangat
terlatih dan mampu berbicara dalam komunikasi bahasa

2.

3.

4.

5.

Yunani sebagai bahasa pergaulan hidup sehari-hari bagi


golongan orang Yahudi yaitu sebagai bahasa persatuan pada
waktu itu, bahasa Ibrani yaitu sebagai bahsa nenek moyang
di dalam penyampaian berkat-berkat Alah kepada umat pilihan
Allah, serta bahasa Latin yaitu bahasa yang di gunakan
dalam dunia hukum untuk menindak rakyat jajahan kaisar
Romawi melanggar setiap politik yang dijalankan Kaisar
Romawi. Ketiga, banyak orang yang berasal dari banyak
bangsa dan suku bangsa yang menjawab pekerjaan
penyelamatan Allah.
Mengapa Tuhan Yesus memilih mereka? Maka yang dapat
diharapkan oleh Tuhan untuk menjadi murid-Nya :
Keempat orang ini memiliki kepribadian yang mengganggu:
Yohanes dan Yakobus mempunyai temperamen emosional
(pemarah) sehingga dijuluki anak-anak guntur .Petrus
dikenal sebagai orang yang terburu-buru dan mudah sekali
beraksi. Dengan segala kekurangan ini, Tuhan Yesus
memenggil Marilah mengikuti Aku .
Panggilan Yesus kepada para murid untuk mengikut Dia
mengandung pengertian yaitu didasarkan kepada kebiasaan
para nabiah Israel, yang biasa mempunyai murid-murid yang
mengikuti mereka (Yunani: akolouthein dalam Markus 1: 17
diterjemahkan Ikutlah Aku ).
Panggilan Tuhan Yesus dapat dipahami sebagai panggilan
untuk murid-murid-NYa tetapi panggilan Tuhan Yesus
sekarang diberi arti dan makna yang baru. Yaitu :Tuhan
Yesus memanggil untuk berprakarsa mencari, bukan muridmurid-NYA yang mencari. Mereka menjadi murid bukan
karena keinginanmereka sendiri, tetapi karena Tuhan Yesus
yang memanggilnya.Bahwa disekitar Tuhan Yesus terdapat
murid wanita, sedangkan para rabi atau nabiah Israel
sebelumnya tidak mau menerima keberadaan murid dari
kalangan wanita.Pergaulan Tuhan Yesus ditampakkan
kepada orang berdosa, pelacur, pemungut cukai yang sangat
mengherankan.
Tujuan mengikut Tuhan Yesus adalah
Keterlibatan dalam Kerajaan Allah yang telah dekat, yang
berarti menjadi salah satu anggota dari sebuah elite yang
asketis.
Adanya kerelaan untuk menyangkal hidup yang biasa, untuk
mengambil resiko dan untuk menderita sengsara ( Markus 8
: 34 ).

dengan Allah Israel, maka para imam-imam di pembuangan


menggunakan hasil kebudayaan Babelonia yaitu dengan
menggunakan penggunaan bahasa Pluralis Maestatis
artinya ialah bahasa yang digunakan pada waktu itu untuk
mengagungkan nama Allah Israel, YHWH. Itu berarti
ungkapan Kejadian 1:26a ialah ungkapan bahasa Pluralis
Maestatis, yang dipahami dan dimengerti, digunakan pada
waktu itu untuk mengagungkan nama Khalig Israel.
4. Maksud Mazmur 8: 4 - 6 ialah: kehidupan imaniah Israel
diungkapkan oleh sang pemazmur yaitu Israel adalah sebagai
patner eksistensial religius, yang mempunyai hubungan akrab
bahwa Allah yang disembah di dalam kepercayaan Israel
disebut dengan sebutan YHWH yaitu Allah yang hidup, yang
menuntun Israel dari perjalanan Mesir sampai dengan Tanah
Perjanjian Kanaan.
5. Manusia gagal memenuhi kehendak Allah karena dosa yang
dilakukan manusia yaitu pemberontakan manusi atas
eksistensi sang Khaliq.

I.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

II. 1.

2.

3.

Percepatan :
1. Isi Kejadian 1: 26a, citra manusia sebagai gambar dan rupa
Allah adalah Berfirmanlah Allah : Baiklah kita menjadikan
manusia menurut gambar dan rupa kita (Kejadian 1 : 26a)
2. Jika Aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintangbintang yang Kautempatkan : apakah manusia, sehingga
Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga
Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah
membuatnya hampir sama seperti Allah dan telah
memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (Mazmur
8: 4-6)
3. Maksud Kejadian 1: 26a hendak mengatakan demikian: Kitab
Kejadian ditulis oleh imam-imam Yerusalem di dalam
pembuangannya di Babel. Para imam-imam Israel itu sudah
dihancurkan oleh Nebokadnezar, namun begitu segala
kegiatan beribadatan di tanah Babel tetap dilangsungkan
untuk mengungkapkan dan menghayati hubungannya

4.

5.
6.

7.

8.

B
D
A
E
A
C
A
B
A
E

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

E
D
D
A
E
B
D
D
E
A

21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.

A
A
C
A
E
D
A
D
A
C

31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

E
D
B
C
B
E
A
C
D
A

41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.

B
C
D
E
C
E
E
B
A
E

Kesaksian Alkitab mengenai tugas pendidikan orang tua


kepada anak nampak dalam kitab Amsal 22: 6, orang
tua yang menabur baik-baik waktu anaknya kecil akan
menuai dengan baik waktu anaknya besar kelak
Kesaksian Matius 25: 8 mengenai tugas pendidikan orang tua kepada anak yaitu orang yang meraba-rama
kegelapan dan tidak mengerti akan perkara-perkara
rohani.
Kesaksian Amsal 29:17 mengenai tugas pendidikan orang tua kepada anak adalah didiklah anakmu, maka ia
akan memberikan ketentraman kepadamu, dan
mendatangkan sukacita kepadamu.
Kesaksian Amsal 19:13 adalah Tuhan menghendaki
anak tetap menghormati mereka orang tua yang
melakukan perbuatan salah justru anak jangan sampai
turut perbuatan orang tua yang salah
Kesaksian Amsal17:25 adalah anak yang bebal
menyakiti hati ayahnya dan menyedihkan hati ibunya.
Keluaran 20:12, orang tua mewakili Tuhan untuk
mencintai anak-anaknya dan orang tua menjaga serta
memelihara anak-anaknya dengan penuh cinta seperti
Allah memelihara kita.
Efesus 6:1-3 mentaati orang tua, karena itulah yang
sebenarnya, supaya jadi baik padamu, dan engkau
hidup lama di dalam dunia ini.
II Korintus 12: 14, kewajiban anak adalah menyediakan
untuk ibu-bapaknya, melainkan ibu-bapaknya untuk
anak-anaknya

9.

Lukas 11: 11-12 adalah sikap anak terhadap orang tua


tidak mudah berbuat jahat.
10. Isi Markus 7:11-12, penghormatan untuk orang tua butuh
kerelaan adanya pengorbanan, mungkin uang,
pengorbanan tenaga, pikiran, waktu dan apa saja.

I.

1.
2.

II. 1.
2.
3.
4.

5.

C
A

3.
4.

E
D

5.
6.

A
A

7.
8.

E
D

Percepatan :
1. Isi Amsal 17:17,seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
2. Sahabat manusia perlukan untuk tempat mencurahkan
perasaan dan suasana hati dari hidup seseorang
3. Tindakan sahabat sejati melihat sahabatnya menempuh jalan
yang salah, ia akan berupaya memperingatkan sahabat
sebelum terlambat bahkan jika tahu bahwa sahabatnya
mungkin tidak menyukai apa yang ia katakan
4. Isi Amsal 27; 6, pukulan dari seorang yang mengasihi lebih
dapat dipercaya daripada ciuman yang limpah dari seorang
yang membenci
5. Yang kita inginkan dari seorang sahabat adalah mengasihi
kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri

9. C
10. C

Tiga kata yaitu: terima kasih, maaf,dan minta maaf


Terimakasih diperuntukkan untuk ucaoan kepada orang yang sudah berjas kepada kita
Bentuk konkritnya: terimaksih, Pak atas petunjuk yang
sudah diberikan kepada saya !
Permintaan maaf digunakan untuk ucapan kesengajaan
dan ketidaksengajaakkita yang membuat kerugian pada
pihak lain.
Bentuk konkritnya : maaf dok, atas kelancangan saya
yang mengganggu kenyaman istirahat dokter.

I.

1.
2.

II. 1.

Perbaikan :
1. Dilarang membongkar hal-hal busuk orang lainkarena kita
akan mencemarkan dan semakin melukai hati perasaan
mereka yang tersakiti.
2. Pertengkaran mulut jarang membuahkan hasil karena
masing-masing menganggap dirinya sebagai yang paling
benar tanpa adanya pembuktian yang konkrit.
3. Menyela pembicaraan orang lain tidak etis karena orang
mempunyai kemerdekaan dalam perpendapat serta
mengungkapkan segala gagasan, ide yang disampaikan.
4. Kita tidak boleh menonjol-nonjolkan diri karena kita belum
sempurna benar, kita masih banyak kekurangan yang kita
miliki, masih mempunyai kelemahan dan cacad ciderawi
manusia.
5. Cara menghargai pendirian orang lain yaitu dengan cara
menghormati apa yang mereka ungkapkan dan ceritakan
serta yang mereka sampaikan.

2.
3.
4.

5.

A
A

3.
4.

C
A

5.
6.

C
E

7.
8.

C
A

9. C
10. E

Jika kehidupan manusia tanpa diwarnai persahabatan


maka kehidupannya terasa hampa tiada bermakna dan
berarti di dalam hidup dan kehidupannya di dunia ini.
Tujuan etiket sopan santun adalah kemauan dalam diri
manusia yang menghargai dari pihak lain diluar diri
manusia itu sendiri.
Setujua karena sahabat adalah melebihi dari seorang
saudaran kandung sendiri sebagi tempat curahan isi
hati dan perasann diri manusia
Artinya seorang sahabat itu betul-betul dan sangat
pantas diandalkan dalam menjalin sebuah pesahabatan
yang benar, tulus dan adanya kenyamanan yang
dirasakan dalam hati.
Sifat yang harus dimiliki dalam menjalin persahabatan
adalah jujur, tulus, rendah hati dan kasih

Perbaikan :
1. Bakat yang harus dikembangkan adalah sikap solider yaitu
mau menghargai sahabat apapun adanya dan apapun
keberadaan mereka
2. Tidak, karena materi tidak kekal dan tidak kita bawa ketika
nanti manusia menghadapi pegadilan Tuhan
3. Sikap supaya berhasil dalam menjalin persahabatan adalah
kerelaan dalam mau mengalah dan mau berkorban.
4. Cara memenangkannya adalah dengan memohonkan
campur tangan roh Kudus untuk mau berkarya didalam hati
mereka.
5. Cara menjadikan diri bagaikan magnet adalah dengan
menjalin, menjaga keakraban didalam menjalin adanya suatu
persahabatan.atau tidak mengkhianati sebuah pesahabatan.

Pengayaan :
1. Yesus dihadapkan orang Samaria perempuan yang
kedapatan berbuat zinah. Mereka orang yang dijauhi banyak
orang, tetapi Tuhan Yesus mendekati mereka dan memberi
keselamatan 7: 36-50).
2. Perempuan samaria itu adalah perempuan berdosa (Lukas
7:36-50)
3. Yesus tidak memandang hina perempuan itu. Justru Yesus
memandang berpikir positif dengan melihat sisi positifnya dan
menganggap bahwa perempuan tersebut memiliki kebaikan
melebihi orang Farisi.
4. Berempati berarti menempatkan perasaan dan pikiran kita
seperti apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. Setelah
itu mengkomunikasikannya kembali kepada orang tersebut,
sambil memberi sudut pandang lain yang mungkin
terlewatkan.
5. Yohanes 13:34-35, Aku memberikan perintah baru kepada
kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti
Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling
mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa
kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Pengayaan :
1. Dampaknya adalah makna persahabatan itu akan menjadi
luntur, kendor bahkan runtuh dengan sendirinya.
2. agar persahabatan tetap terpelihara dengan baik yaitu
keduanya hendaknya menunjukkan adanya slaing pengertian
3. halnegatif yang harus dibuang adalah sifat keangkuhan dan
egoism, demi kepentingannya sendiri.
4. Cara menyelesaikan adlah dengan adanya sikap keterbukaan
tidak ada yang merasa disembunyikan
5. Karena dengan berbisik-bisik artinya kita sudah menebar
kebohongan dan fitnahan dari seorang sahabat itu sendiri.

Percepatan :
1. Pacaran adalah suatu hubungan cinta kasih yang terjalin
antara dua orang yang berbeda jenis kelamin untuk saling
mengenal pribadi masing-masing lebih dalam.
2. Untuk bertumbuh secara sosial, emosional, dan rohani, artinya
hubungan ini memberi kesempatan untuk memenuhi
kebutuhan secara sosial, emosional, dan rohani. Kita akan
menemukan kelebihan-kelebihan dan kekurangankekurangan kita. Tuhan menghendaki agar dalam
berpacaran, kita tidak hanya semakin dekat kepada pacar
tetapi juga semakin dekat dengan Tuhan. Pacaran dapat
membuat kita semakin dekat atau sebaliknya, malah membuat
kita semakin jauh dari Tuhan.
3. Untuk belajar berkomunikasi dengan lawan jenis, artinya
Komunikasi dengan lawan jenis perlu dipelajari, karena
mengungkapkan perasaan kita kepada orang lain adalah
hal yang sulit. Pacaran merupakan kesempatan untuk
membuka diri kepada orang lain. Alangkah sayangnya, jika
dalam pacaran pasangan hanya melakukan komunikasi
dengan tubuh.
4. Untuk mencintai dan dicintai, artinya salah satu kebutuhan
dasar manusia adalah mencintai dan dicintai. Pacaran
merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan itu.
5. Untuk menikmati saat yang indah, artinya pacaran merupakan
sarana untuk menciptakan saat yang indah bersama
kekasih. Karena itu pacaran tidak dilakukan dengan formal
tetapi santai.

I.

1.
2.

II. 1.

2.

3.
4.
5.

B
E

3.
4.

D
A

5.
6.

A
E

7.
8.

A
B

2. Mencari kehendak Allah: Untuk hal ini kita perlu bergumul


dan terus berdoa memohon hikmat dan pertolongan Allah
agar Ia menunjukkan jalan yang benar kepada kita. Untuk
mencari kehendak Allah, kita perlu mencari tempat yang tepat
dalam mencari pasangan. Mintalah nasihat kepada orangorang yang dapat membantu kita. Juga mengenal lebih dalam
keluarganya.
3. Tahapan kontak fisik dalam berpacaran. Berpacaran ada
batasnya, khususnya dalam kontak fisik. Kontak fisik terjadi
dalam beberapa tahap:berpegangan tangan, berpelukan,
berciuman, saling meraba, petting, senggama.
4. Peringatan Matius 5:28: Setiap orang yang memandang
perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan
dia di dalam hatinya. Selain itu hubungan pranikah
berdampak negatif baik fisik, mental, dan rohani kita.
5. Dampak seks dalam berpacaran: Perasaan berdosa dan
tidak layak berada di hadapan Tuhan, Merasa diri kotor dan
jijik, Kurang menghargai atau dihargai pasangannya.
Pengayaan :
1. I Tesalonika 5: 7 nasehat Alkitab:Allah memanggil kita bukan
untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
2. Efesus 5: 20 nasehat Alkitab,Ucaplah syukur senantiasa
atas segala sesuatu dalam Nama Tuhan Yesus Kristus kepada
Allah dan Bapa.
3. Roma 1:24, nasehat Alkitab, Karena itu Allah menyerahkan
mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran,
sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
4. I Korintus6: 19-20 nasehat Alkitab: tubuhmu adalah bait Roh
Kudus yang diam didalam kamu, Roh Kudus yang kamu
peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri Muliakanlah Allah dengan tubuhmu.
5. Peran Roh Kudus adalah menerangi hati manusia didalam
menjalani semua kehidupan di dunia.

9. C
10. D

Untuk mencari pasangan yang tepat artibiasanya pacar


adalah orang yang diharapkan akan menikah dengan
kita. Pacaran dapat dijadikan sarana untuk mengenal
pasangan hidup yang kita inginkan.
Berpacaran yang baik dan sehat adalah pacaran yang
seharusnya menjadi sarana untuk mengenal watak dan
latar belakang pacar kita, mengembangkan
kepercayaan diri menuju pernikahan,
Berpacaran yang tidak sehat adalah disalahgunakan
sebagai sarana untuk mendapatkan pengalaman seks.
Pertimbangan dalam memilih pacar:Seiman, Karakter
atau kepribadian, Mencari kehendak Allah, dan Orang
tua
Seiman menjadi pertimbangan karenaAllah menghendaki
kita memiliki pasangan yang seiman agar kita menjadi
pasangan yang seimbang. II Korintus 6:14, Janganlah
kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang
dengan orang-orang yang tidak percaya.

I.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

E
A
A
C
E
A
C
E
D
A

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

D
D
E
A
D
E
D
C
A
C

21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.

C
A
B
D
E
E
A
A
C
A

31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

E
D
D
A
C
D
D
A
D
A

41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.

C
B
C
E
E
E
B
D
D
A

1. Sikap setelah memiliki pacar :Setelah mempunyai pacar tentu


saja kita tetap bergaul dengan orang lain. Jadi tidak menutup
diri dan hanya bergaul dengan pacar saja. Hal ini akan
merugikan diri sendiri dan bisa berdampak seks pranikah.
Bersikap egois dengan melarang pacar kita bergaul dengan
orang lain juga tidak benar karena ada kemungkinan putus
pacar.
2. Beberapa nasehat mengenai berpacaran adalah:
Tujukkanlah sikap saling hormat menghormati.
Janganlah membiasakan diri untuk saling raba-meraba.

Perbaikan :
1. Karakter atau kepribadian: Seperti apakah orang yang kita
inginkan sebagai pasangan hidup kita? Kaum muda seringkali
melihat seseorang dari penampilan luarnya, padahal
penampilan lahiriah dapat memudar dan dipoles. Allah ingin
kita melihat bukan hanya penampilan lahiriah tapi juga
rohaniah. Kekuatan kepribadian dan kecantikan dari dalam
harus kita gali, seperti rendah hati, mau melayani, taat pada
firman Tuhan, mengasihi, dapat menguasai diri, jujur, setia,
bertanggung jawab, memiliki hubungan baik dengan orang
tua, dan sebagainya.

Hindarilah perkenalan dan percakapan melalui telepon.


Para gadis yang membiarkan dirinya terpikir dengan
jalan ini tidak dihargai dan bahkan akan menjadi bahan
cemooh di kalangan muda-mudi.
Pilihlah tempat-tempat yang layak untuk berduaan,
aturlah waktunya yang serasi untuk itu, pilihlah alam
terbuka untuk berdua, dibawah pengawasan Allah
pencipta semesta alam.
Hindarilah kebiasaan untuk bercium-ciuman pada waktu
perpisahan
Ingatlah bahwa suatu ciuman hanya dapat diberikan
kepada dia yang sudah pasti atau resmi menjadi calon
suami atau isteri.
Seorang pemuda yang mengantarkan pulang
pemudinya, hendaknya jangan terlalu lama di tinggal
nongkrong atau mondar-mandir di rumah si gadis.
Antarkanlah pulang seorang gadis kerumah orang
tuanya, tepat pada waktu yang telah disetujui dan
ditentukan.
Perhatikanlah dan hormatilah hak kekuasaan orang
tua dan berlakulah dengan sopan santun terhadap
orang tua
Ingatlah selalu akan nasehat-nasehat orang tua dan
berpikirlah selalu dengan pikiran yang sehat. Akhirnya
ingatlah selalu akan tuhan dan Juru Selamatmu dalam
segala tindak-tandukmu. Ia akan menjaga keluarmasukmu.
3. Makna Sukses Berpacaran
Dari istilah sukses berpacaran terdiri dari dua kata,
yakni sukses berpacaran. Apakah arti sukses, kemudian
apa pula arti pacar, dapat dijelaskan sebagai berikut :
Sukses adalah suatu pekerjaan yang dilaksanakan,
dapat berhasil dengan memuaskan, sesuai dengan apa
yang diidam-idamkan.
Hidup sukses ialah di dalam kehidupan dapat tercapai
apa yang dicita-citakan. Misalnya : ingin kaya terkabul,
ingin pengkatnya terkabul, ingin rumah gedung
terkabul, ingin mempunyai mobil terkabul, ingin suami
atau isteri terkabul, ingin usia panjang terkabul dan
seterusnya. Tapi dengan pembatasan, yakni cita-cita
yang wajar dan layak bagi kemanusiaan, bukan yang
sangat tinggi yang tidak mungkin terjangkau. Apakah
ada orang yang tidak sukses dalam berpacaran ? Apa
sebabnya ?
Bila ada pertanyaan yang demikian, dapatlah dijawab
langsung. Banyak orang berpacaran tidak sukses,
sebab adanya salah satu diantara mereka
mengundurkan diri dari ikatan batinnya, kemudian
mencari pasangan yang lain, atau atas desakan orang
tua atau pengaruh-pengaruh negatif yang lain, ikatan
batin mereka retak dan remuk berantakan.
4. Berpacaran Tidak Sukses
Si lelaki (pemuda) merasa kecewa memilih dan memikatnya,
setelah diketahu bahwa pacarnya mempunyai pacar atau
kenalan lain.
Si lelaki (pemuda) merasa kecewa memilih dan memikatnya,
setelah diketahui bahwa pacarnya menderita penyakit
syaraf gangguan ingatan, penyakit menular.

Si lelaki (pemuda) merasa kecewa memilih dan


memikatnya, setelah diketahui bahwa pacarnya adalah
seorang yang telah bejad moralnya, asusila, lagi bodoh.
Si lelaki (pemuda) merasa kecewa memilih dan
memikatnya, setelah diketahui bahwa pacarnya
diketahui tidak jujur, rendah budi pekertinya, sangat
kasar, agresif.
Si lelaki (pemuda) merasa kecewa memilih dan
memikatnya, setelah diketahui bahwa pacarnya
memutuskan hubungan secara sepihak, karena tekanan
dari orang tuanya.
Itulah antara lain ketidak suksesan dalam berpacaran.
Namun ini belum lagi memutuskan meninggalkan
pacarnya itu. Dari perincian-perincian tersebut diatas
faktor-faktor yang masih bisa diperbaiki atau dicapai
kesuksesan adalah faktor-faktor lain sepanjang pihak
yang berpacaran mungkin mampu memperbaiki dan
atau mengatasinya.
5. Berpacaran sukses
Si lelaki (pemud) atau pemudi merasa yakin dan
gembira, setelah diketahui bahwa pacarnya setia dan
tidak terpengaruh oleh pria atau wanita lain.
Si lelaki (pemuda) atau pemudi merasa tepat dalam
pilihannya bahwa pacarnya badannya utuh, tidak cacat,
tidak menderita gangguan saraf, tidak menderita penyakit
menular dan sebaginya.
Si lelaki (pemuda) atau pemudi merasa bersyukur
bahwa pacarnya seorang yang bermoral baik, berbudi
luhur, taat pada agama, berbakti kepada orang tua,
berguna untuk msyarakat dan terampil.
Si lelaki (pemuda) atau pemudi merasa bangga bahwa
pacarnya bersikap terus terang, segera meminta maaf
kalau telah berbuat salah atau keliru ataupun melakukan
hal-hal yang tidak berkenan dan suka memafkan,
perendah hati.
Si lelaki (pemuda) atau pemudi setia pada janji, tidak
mau mengingkari janji. Sekali cinta selamanya akan
cinta, sekalipun ada halangan gunung merintangi
perjalannya.
6. Yesus dihadapkan orang Samaria perempuan yang
kedapatan berbuat zinah. Mereka orang yang dijauhi banyak
orang, tetapi Tuhan Yesus mendekati mereka dan memberi
keselamatan 7: 36-50).
7. Perempuan samaria itu adalah perempuan berdosa (Lukas
7:36-50)
8. Yesus tidak memandang hina perempuan itu. Justru Yesus
memandang berpikir positif dengan melihat sisi positifnya dan
menganggap bahwa perempuan tersebut memiliki kebaikan
melebihi orang Farisi.
9. Berempati berarti menempatkan perasaan dan pikiran kita
seperti apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. Setelah
itu mengkomunikasikannya kembali kepada orang tersebut,
sambil memberi sudut pandang lain yang mungkin
terlewatkan.
10. Yohanes 13:34-35, Aku memberikan perintah baru kepada
kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti
Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling
mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa
kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling
mengasihi.