You are on page 1of 9

BGM (BAWAH GARIS MERAH)

PENGERTIAN

Anak bawah garis merah (BGM) adalah balita


yang ditimbang berat badannya berada pada
garis merah atau dibawah garis merah pada
KMS (DepKes RI, 2005).
Berat badan di bawah garis merah adalah
pertumbuhan balita mengalami gangguan
pertumbuhan dan perlu perhatian khusus
sehingga harus dirujuk ke puskesmas / rumah
sakit (Prasetyawati, 2012: 122).

FAKTOR PENYEBAB
a) Status ekonomi
Makin rendah pendapatan keluarga maka semakin besar
peluang keluarga tersebut mempunyai balita bersatus
BGM. Keluarga dengan pendapatan yang tinggi akan
dapat membeli makanan yang beragam, yang lebih baik
dan dalam jumlah yang lebih banyak daripada dengan
keluarga dengan tingkat pendapatan rendah.
b) Pola asuh
Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik
dibutuhkan pengasuh yang baik yang dapat memenuhi
kebutuhan dasar, mempertahankan dan meningkatkan
derajat kesehatan, memberikan makan yang sesuai
umur.

LANJUTAN
c) Penyakit infeksi
Infeksi tidak hanya mengganggu absorpsi, metabolisme dan
eksresi dari berbagai zat gizi, tetapi juga akan mempengaruhi
intake makanan dengan menurunnya nafsu makan. Penyakit
infeksi akan mempengaruhi status gizi karena rendahnya intake
makanan dan rendahnya absorpsi intestinal, serta peningkatan
katabolisme sehingga mempengaruhi pertumbuhan.
d) Konsumsi energi
Pada anak balita dengan jumlah energi yang kurang akan
menyebabkan hilangnya gairah dan menurunnya aktivitas anak
tersebut. Anak balita yang berada pada masa pertumbuhan dan
memperoleh energi yang optimal akan memperlihatkan
aktivitas fisik yang luar biasa yang akan menyebabkan naiknya
berat badan yang lebih baik dari anak yang mengkonsumsi
energi dalam jumlah yang cukup.

LANJUTAN.
f) Jarak antara usia kakak dan adik yang
terlalu dekat ikut mempengruhi
Dengan demikian, perhatian ibu untuk anak
terbesar sudah tersita dengan keberadaan
adiknya, sehingga kakak cenderung tidak
terurus dan tidak diperhatikan makanannya.
g) Lingkungan yang kurang bersih, sehingga
anak mudah sakit-sakitan. Karena sakitsakitan tersebut, anak menjadi kurang gizi
sehingga mengalami BGM.

GEJALA KLINIS BGM


a) Pertumbuhan linier mengurang atau terhenti.
b) Kenaikan berat badan berkurang, terhenti,
dan ada kalanya beratnya bahkan menurun.
c) Ukuran lingkaran lengan atas menurun,
d) Maturasi tulang terlambat.
e) Rasio berat terhadap tinggi normal atau
menurun.
f) Tebal lipat kulit normal atau mengurang.
g) Aktivitas dan perhatian mereka berkurang
jika dibandingkan dengan anak sehat
(Pudjiadi, 2005: 107-109).

PENCEGAHAN BGM
a) Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak
berumur 6 bulan.
b) Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang,
antara kandungan protein, lemak, vitamin, dan
mineralnya.
c) Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan
mengikuti program posyandu.
d) Jika anak dirawat dirumah sakit karena gizinya buruk,
bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan
yang harus diberikan setelah pulang dari rumah sakit.
e) Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi,
maka segera berikan kalori yang tinggi, dalam bentuk
karbohidrat, lemak, dan gula.

PENATALAKSANAAN
BGM
(1) Ibu membawa anak untuk ditimbang di Posyandu secara teratur setiap
bulan untuk mengetahui pertumbuhan berat badannya.
(2) Ibu hanya memberikan ASI saja tampa memberikan makanan tambahan
kepada bayi 0-6 bulan.
(3) Ibu tetap memberikan ASI kepada anak sampai usia 2 tahun.
(4) Ibu memberikan MP ASI (Makanan Pendamping ASI) sesuai usia dan kondisi
kesehatan anak sesuai anjuran petugas kesehatan.
(5) Ibu memberikan makanan beraneka ragam bagi anggota keluarga lainnya.
(6) Ibu segera memberitahukan pada petugas kesehatan/kader bila balita
mengalami sakit atau gangguan pertumbuhan.
(7) Ibu menerapkan nasehat yang dianjurkan petugas kesehatan.

TERIMA KASIH