You are on page 1of 8

NAMA

: VERYNE AYU PERMATA


NIM
: 22010114210097
NO. URUT : 6235
EVALUASI FERTILISASI DAN ENDOKRINOLOGI
11.
A. BAGAIMANA PEMERIKSAAN SEORANG PEREMPUAN MENGALAMI
OVULASI ATAU TIDAK ?
1. Metode pengukuran temperatur basal badan

Suhu tubuh basal


adalah
suhu
terendah
yang
dicapai
oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu
basal dilakukan pada pagi hari segera setelah banguntidur dan sebelum
melakukan aktivitas lainnya.
Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa
subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal.
Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur
dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.
Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu
akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan
kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.
Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian
akan turun kembali
sekitar
2
derajat
dan akhirnya kembali
pada
suhu tubuh normal sebelum menstruasi.
Hal
ini
terjadi
karena
produksi progesteron menurun.
Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh,
kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan
suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang
memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan
terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan.
Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus
memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.

Manfaat
Metode suhu basal tubuh dapat bermanfaat sebagai konsepsi maupun kontrasepsi.

Manfaat konsepsi
Metode suhu basal tubuh berguna bagi pasangan yang menginginkan kehamilan.
Manfaat kontrasepsi
Metode suhu basal tubuh berguna bagi pasangan yang menginginkan menghindari
atau mencegah kehamilan.
Efektifitas
Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan
konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturutturut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Tingkat
keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30kehamilan per
100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per
100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila
dikombinasikan
dengan
metode kontrasepsi lain
seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender ataupantang berkala (calender
method or periodic abstinence).

1.
2.
3.
4.
5.
6.

1.
2.
3.
4.
5.

Faktor yang
mmpengaruhi
keandalan metode
suhu
basal
tubuh
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain:
Penyakit.
Gangguan tidur.
Merokok dan atau minum alkohol.
Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
Stres.
Penggunaan selimut elektrik.
Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri
tentang masa subur/ovulasi.
Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa
subur/ovulasi.
Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan
untuk hamil.
Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa
subur/ovulasiseperti perubahan lendir serviks.
Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.

Keterbatasan
Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1.
Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2.
Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3.
Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok,
alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.

4.
5.
6.

1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.
9.

Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.


Tidak mendeteksi awal masa subur.
Membutuhkan masa pantang yang lama.
Petunjuk bagi pengguna metode suhu basal tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:
Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari
tempat tidur).
Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus
haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang normal dan rendah dalam
pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
Tarik garis pada 0,05 derajat celcius 0,1 derajat celcius di atas suhu
tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau
garis suhu.
Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut
suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga
kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
Masa
pantang untuk senggama pada metode
suhu
basal
tubuh labih panjang dari metodeovulasi billings.
Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.

Catatan:
1.
Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover
line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk
menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis
pelindung sebelum memulai senggama.
2.
Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan
pengukuran suhu tubuhdan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan
kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.
Contoh. Pencatatan pengukuran suhu basal tubuh

2. Pemeriksaan lendir serviks

Masa ovulasi juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut
rahim (serviks). Caranya, lendir dari mulut rahim diperiksa setiap hari. Hormon
Estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak
encer dan bila diraba dengan jari telunjuk atau ibu jari, lalu rekatkan lendir tersebut

seperti membentuk benang dengan jarak 2 3 cm, jika lendir tersebut terputus
tandanya tidak subur, dan apabila lendir tersebut tidak terputus maka ada dalam masa
subur, tingkat keberhasilan dengan cara ini hanya sekitar 60% 70%.
Lendir rahim berwarna bening, mungkin elastis, mudah pecah, lembut, licin
seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal sebagai efek Spin yng
menunjukkan lendir subur. Untuk lebih yakin lendir yang keluar dari mulut rahim
dapat diperiksa oleh ahli pada objek gelas dibawah mikroskop, apabila lendir yng
terjadi pada masa subur akan terlihat seperti daun pakis.
Ada yang perlu diingat selama pemeriksaan lendir serviks, yaitu :
Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada perempuan satu dengan lainnya,
termasuk dengan siklus itu sendiri.
Setiap perubahan sensasi, jumlah lendir juga harus diperhatikan
Jika sulit untuk mendeteksi lendir dari luar, bisa diketahui setelah berolahraga atau
setelah buang air besar
Kegel ( gerakan mengerutkan otot pinggul bagian bawah seperti sedang menahan
kencing ) terkadang dapat membantu pengeluaran lendir.

3. Ovulation predictor kit


Alat tes ini akan mengukur kadar luteinising hormone (LH) di dalam urin. LH
diproduksi oleh kelenjar bawah otak dan selalu ada dalam tubuh walaupun kadarnya
rendah. Alat tes menggunakan urin ini mendeteksi kenaikan kadar LH yang terjadi di
tengah siklus, sekitar 24-48 jam sebelum ovulasi.
Beberapa tipe alat tes menggunakan urin juga bisa mengukur adanya hormon lain
(estron-3-glukuronida atau E3G) yang diproduksi saat kadar estrogen menurun,

menyebabkan perubahan tekstur cairan serviks menjadi tipis dan licin pada saat
menjelang ovulasi.
Ini adalah tes kualitatif, artinya hasil akan hanya memperlihatkan apakah kadar
LH atau E3G meningkat. Alat ini tidak akan memberitahukan apakah seorang wanita
sudah berovulasi atau apakah seorang wanita akan hamil.
Alat tes ovulasi ini akan memperkirakan masa subur dengan tingkat akurasi
sebesar 90 persen, jika mengikuti cara penggunaan dengan benar.
Alat ini juga akan berhasil jika mulai melakukan tes pada saat yang tepat dalam
siklus, ketika kenaikan hormon diperkirakan muncul.
Biasanya dalam satu kemasan ada beberapa alat tes yang ditujukan untuk
digunakan setiap hari selama seminggu.
Cara melakukan tes ini adalah dengan menaruh beberapa tetes urin pada alat,
mencelupkan alat ke dalam tampungan urin, atau dengan memegang ujung alat dan
mengarahkannya ke aliran urin saat berkemih. Kemudian menunggu lima menit
untuk mendapatkan hasil.
Hasil tes akan berbeda untuk tiap produsen, biasanya hasil tes akan diperlihatkan
sebagai garis berwarna. Ada juga tipe alat tes yang harus diletakkan ke dalam
monitor khusus (dijual bersamaan dengan strip tes).

B. BAGAIMANA
JERAWAT ?

MEKANISME

KB

HORMONAL

MENYEBABKAN

KB hormonal yang terbukti dapat meningkatkan efek samping jerawat adalah


Progestin sebab progesteron memiliki efek Androgen. Androgen adalah hormon yang
bertanggung jawab pada maskulinitas termasuk jerawat. Hal tersebut terjadi karena
hormon Androgen mampu memicu produksi sebum yang menutupi pori-pori.
Untuk mengatasinya bisa dipilih KB hormonal kombinasi yang mengandung
Estrogen. Akan tetapi ada beberapa keadaan yang menyebabkan akseptor KB tidak
bisa menggunakan KB hormonal kombinasi sebab memiliki kontraindikasi terhadap
estrogen, sehingga hanya dapat menggunakan KB hormonal yang berisi progesterone
saja.