You are on page 1of 5

BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA


2015

1. Pola Ketenagaan

NO

NAMA RUANG

KEBUTUHAN

ADA

KURANG
/LEBIH

CUTI

KET

SUPERVISOR KEP

IDEAL

ARRAFAH

IDEAL

MINA

10

LEBIH

MEKAH MADINAH

13

14

LEBIH

MARWAH

17

17

IDEAL

PERINATALOGI

IDEAL

OK

-2

DIII KEP

HCU

IDEAL

UGD

13

-4

DIII KEP

10

POLIKLINIK

LEBIH

JUMLAH

95

93

-2

Dari tabel pola ketenagaan bidang pelayanan keperawatan tahun 2015, total kebutuhan
karyawan keperawatan sebanyak 95 orang, sedangkan yang ada baru 93 orang, cuti 2 orang
dan jumlah yang dibutuhkan sebanyak 2 orang dengan kriteria Tidak Terlalu Urgency.
2. Kelebihan dan kekurangan masing-masing ruangan yang ada di RSHB
a. Ruang UGD
a) Jumlah tenaga 1 Kepala Ruang, 4 PJ Shift, 4 PP Shift, 3 PP Koordinasi HCU
b) SPO Pelayanan UGD Menggunakan SPO yang lama
c) Data Kepegawaian Lengkap !!!
d) Kebutuhan sesuai dengan Akreditasi
a) Selimut 10 buah
b) Sepatu Boat 3 buah
e)
f)
g)
h)

Analisa Jabatan OK
Pelatihan triase yang belum
Pedoman Pelayanan UGD Tinggal diprint kolaborasi Septian
Display :
a) Struktur Organisasi RS dan Struktur Organisasi Ruangan
b) Jadwal Perawat dan Jadwal Dokter jaga (Belum ada)
c) Visi misi RSHB

i) Permasalahan diruangan
a) Kepatuhan cuci tangan dari 8 total perawat yang ada diUGD, 3 diantaranya
tidak melakukan 5 moment cuci tangan.
b) Tingkatkan lagi edukasi pemasangan gelang identifikasi

c) Kelengkapan Rekam Medis Masih sering bolong-bolong


- General Consent tapi sekarang sudah berjalan
- Penulisan SBAR blm berjalan optimal
- Formulir kerohanian blm berjalan !!! Kendala penyampaian edukasi
dari CSO nya, apakah sudah di jelaskan ke keluarga atau blm??
d) Untuk Karu :
- Tingkatkan lagi sosialisasi mengenai Hand Hygien, 5 moment cuci tangan,
edukasi gelang identitas pasien, penulisan SBAR dan seluruh dokument yang
berhubungan dengan Akreditasi.
- Lengkapi SPO yang belum ada diruangan.
- Pengelolaan Sampah Medis dan Non Medis Belum optimal, masih sering
tercampur antara infeksius dan non infeksius
b. Ruang Rawat Inap
1) Jumlah tenaga
a) Kepala Ruang berjumlah 6 orang
b) Penanggung Jawab Shift berjumlah 25orang
c) Perawat / bidan Pelaksana Shift berjumlah 36 orang
2) SPO Pelayanan Menggunakan SPO yang lama
3) Data Kepegawaian Lengkap !!!
4) Kebutuhan sesuai dengan Akreditasi
c) Selimut 70 buah
d) Bantal 54 buah
e) Linen 54 x 3 = 162 buah
f) Troli tindakan dimasing-masing ruangan
g) Skerem 16 buah (arafah 7, mina 5, marwa 2, hcu 2)
5)
6)
7)
8)

Analisa Jabatan OK
Pedoman Pelayanan Rawat Inap Tinggal diprint
Pedoman Pengorganisasian Rawat Inap Tinggal diprint
Display :
a) Struktur Organisasi RS dan Struktur Organisasi Ruangan
b) Jadwal Perawat dan Jadwal Dokter jaga (Belum Ada)
c) Visi misi RSHB

9) Permasalahan diruangan
a) Kepatuhan cuci tangan dari 8 total perawat yang ada diarafah, 3 diantaranya
tidak melakukan 5 moment cuci tangan.
b) Pengisian Rekam Medis :
- Formulir nyeri Belum digunakan
- Formulir resiko jatuh Belum digunakan
- Pengelolaan Sampah Medis dan Non Medis :
Arrafah Sudah optimal
Mina Sudah optimal
VIP Sudah optimal
Perinatalogi Sudah optimal
Marwa Belum optimal, masih sering tercampur antara infeksius dan
non infeksius
c) Ideal ruangan :
- Arrafah sebaiknya terpisah dari ruang perawatan pasien dan ditambahkan
toilet khusus petugas.
- Mina sebaiknya ruangan dibuat permanent atau tembok kaca ditinggikan
sampai plafon guna mencegah air hujan masuk kedalam.

VIP sebaiknya ruangan dibuat permanent, tertutup dan ada pintunya.

d) Bekerja masih belum mengikuti SPO yang ada.


e) Untuk Karu :
- Tingkatkan lagi sosialisasi mengenai Hand Hygien, 5 moment cuci tangan,
biasakan menggunakan SPO Proses mencocokkan gelang identifikasi,
ingatkan dokter untuk penulisan SBAR dan seluruh dokument yang
berhubungan dengan Akreditasi.
- Lengkapi SPO yang belum ada diruangan.
c. Ruang Rawat Jalan (Poliklinik)
1) Jumlah tenaga
a) Kepala Ruang berjumlah 1 orang
b) Perawat / bidan Pelaksana Shift berjumlah 6 orang
2)
3)
4)
5)

Daftar inventaris alat Terlampir


SPO Pelayanan
Data Kepegawaian Lengkap !!!
Kebutuhan sesuai dengan Akreditasi
a) Selimut
buah
b) Bantal
buah

6) Analisa Jabatan Belum ada !!! Rekomendasi : Buat segera, paling lambat akhir
bulan ini selesai.
7) Pedoman Pelayanan Rawat Jalan Tinggal diprint
8) Pedoman Pengorganisasian Rawat Jalan Belum ada
9) Display :
a) Struktur Organisasi RS dan Struktur Organisasi Ruangan
b) Jadwal Perawat dan Jadwal Dokter jaga (Belum Ada)
c) Visi misi RSHB
10) Permasalahan diruangan
a) Kepatuhan cuci tangan dari 6 total perawat yang ada diPoliklinik, 3
diantaranya tidak melakukan 5 moment cuci tangan.
b) Rekam Medis :
- Keterlambatan datangnya RM
- Proses asemblingnya RM terlihat belum berjalan sempurna masih terdapat
2 RM untuk 1 pasien yang sama.
- Pengelolaan Sampah Medis dan Non Medis Sudah Terkendali
c) Ideal ruangan cukup ideal
d) Untuk Karu :
e) Tingkatkan lagi sosialisasi mengenai Hand Hygien, 5 moment cuci tangan dan
seluruh dokument yang berhubungan dengan Akreditasi.
f) Lengkapi SPO yang belum ada diruangan.
g) Rekomendasi untuk ANJAB : Buat segera, paling lambat akhir bulan ini
3. Akreditasi Rumah Sakit
No
Standar Akreditasi
1 SKP (Sasaran Keselamatan Pasien)
a. SKP 1 : Ketepatan Identifikasi
Pasien
Masih belum optimal dan
berjalannya penerapan SPO
pemasangan gelang identifikasi

Target
Perawat,
Pasien dan
Keluarga

Rekomendasi
1. Tingkatkan implementasi
penerapan edukasi gelang
pasien dengandipantau oleh
KARU (UGD & Marwa)
2. Meminta pasien/keluarga
untuk mengulangi edukasi

pasien, terbukti dari rendahnya


pengetahuan pasien dan
keluarga akan edukasi yang
disampaikan oleh petugas.
b. SKP 2 : Peningkatan Komunikasi
Yang Efektif
Masih belum meratanya proses
penerapan SBAR di ranap.
Tingkatkan kesadaran Dokter
untuk menerapkan SBAR

c. SKP 3 : Peningkatan Keamanan


Obat Yang Perlu Diwaspadai
Masih sering terjadi kesalahan
dalam pemberian obat

yang telah diberikan


3. Mengisi form edukasi pasien
dengan dibubuhi nama dan
tanda tangan.
DPJP, Dokter 1. Terapkan SPO komunikasi
Umum &
efektif dengan cara SBAR
semua
2. SBAR dilakukan antara
petugas
dokter dokter atau dokter
kesehatan
perawat
3. Jangan lupa READ BACK
setelah menerima perintah
dari DPJP.
4. Verifikasi SBAR dengan
menggunakan stempel dan
minta tandatangan
dipertemuan berikutnya
5. Khusus di UGD : SBAR
ditulis didalam lembar
asesmen dokter UGD lalu
DPJP, Dokter
dicap verifikasi.
Umum,
Farmasi &
1. Stiker High Alert & Lasa
semua
ditempel pada obatnya
petugas
2. Box emergency yang ada di
ranap harus tersegel
pemantauan langsung oleh
petugas farmasi.
3. Pemantauan Box Emergency
harus dilakukan minimal 1
minggu sekali.
4. Buat daftar singkatan obat
dan penyakit
5. Tingkatkan lagi pemahaman
petugas farmasi mengenai
obat terutama petugas baru.

DPJP &
Petugas OK
\

d. SKP 4 : Kepastian Tepat Lokasi,


Tepat Prosedur, Tepat Pasien
Operasi
Belum optimalnya penerapan
SSC.
Belum adanya formulir
penggunaan alkes habis pakai

1. Terapkan formulir SSC


disetiap tindakan operasi
2. Penandaan lokasi operasi
dilakukan sebelum pasien
masuk ke kamar operasi
3. Libatkan pasien dalam fase
sign in.

Proses penandaan lokasi


operasi belum berjalan

e. SKP 5 : Pengurangan Resiko


Infeksi Terkait Pelayanan
Kesehatan
Kepatuhan cuci tangan masih
belum berjalan sesuai dengan 5
moment
Kesadaran masing-masing
petugas yang perlu
ditingkatkan lagi.
Masih minimnya pengetahuan
petugas kamar operasi dalam
melakukan cuci tangan bedah
f. SKP 6 : Pengurangan Resiko
Pasien Jatuh
Belum berjalannya skrining
pasien resiko jatuh

HPK (Hak Pasien dan Keluarga)


a. HPK 1 :

Semua
petugas
RSHB

4. Bila diperlukan pencukuran


rambut dilakukan dikamar
bedah beberapa saat sebelum
operasi dan menggunakan
pencukur listrik
1. Tingkatkan sosialisasi cuci
tangan
2. Memilih salah satu dari
masing-masing unit untuk
dijadikan Duta Cuci Tangan
3. Sarana prasarana musti
ditingkatkan lagi Tisue,
pembelian handrub, botol
handrub
4. Koordinasikan kembali
kebutuhan PPI dengan IPCN

1. Tingkatkan kembali
kesadaran petugas mengenai
pengisian form pasien resiko
jatuh
2. Tingkatkan kembali
sosialisasi mengenai pasien
resiko jatuh