You are on page 1of 18

KATA PENGANTAR

Segala puji kepada

Tuhan Yang Maha Kuasa,atas

rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat

menyelesaikan tugas makalah ETIKA KEPERAWATAN yang berjudul PENERAPAN PRINSIP ETIKA
KEPERAWATAN B/D PERAWATAN LUKA dalam personal higine.
Adapun dari penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu cara guna memperdalam materi
ETIKA yang merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di Poltekkes kemenkes RI Padang.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak terlepas

bimbingan,dorongan,serta

bantuan yang tak terhingga nilainya dari berbagai pihak.Untuk itu penulis sampaikan terima kasih
setulusnya kepada:
1. Ibu RENIDAYATI M.Kep,Sp.Jiwa selaku dosen pembimbing mata kuliah etika.
2. Semua pihak yang telah membantu dalam memberikan semangat untuk menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.Harapan penulis semoga makalah
yang cukup sederhana ini mampu memberikan informasi kepada pembaca tentang cara penerapan prinsip
etika dalam pemberian obat.Penulis sadar dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekeurangan yang
dimiliki.Untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat dibutuhkan. Akhir kata semoga
maklah ini bermanfaat bagi pembaca.

Padang,Mei 2012

Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG MASALAH
Praktek keperawatan sebagai suatu pelayanan profesional diberikan berdasarkan ilmu pengetahuan,
menggunakan metodologi keperawatan dan dilandasi kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan
mengatur hubungan antara perawat dan pasien, perawat terhadap petugas, perawat terhadap sesama
anggota tim kesehatan, perawat terhadap profesi dan perawat terhadap pemerintah, bangsa dan tanah air.
Pada hakikatnya keperawatan sebagai profesi senantiasa mangabdi kepada kemanusiaan, mendahulukan
kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi, bentuk pelayanannya bersifat humanistik,
menggunakan pendekatan secara holistik, dilaksanakan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan serta
menggunakan kode etik sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan.
Dengan memahami konsep etik, setiap perawat akan memperoleh arahan dalam melaksanakan asuhan
keperawatan yang merupakan tanggung jawab moralnya dan tidak akan membuat keputusan secara
sembarangan.
Norma-norma dalam etika kesehatan dibentuk oleh kelompok profesi tenaga kesehatan itu sendiri, yang
bila dihimpun (dikodifikasikan) sering disebut sebagai kode etik. Kode etik keperawatan merupakan
suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi anggotanya dalam
melaksanakan praktek keperawatan, baik yang berhubungan dengan pasien, masyarakat, teman sejawat
dan diri sendiri. Dengan kata lain pengertian kode etik perawat yaitu

suatu pernyataan / keyakinan

publik yang mengungkapkan kepedulian moral, nilai dan tujuan keperawatan, yang bertujuan untuk
memberikan alasan terhadap keputusan-keputusan etika. Kode etik diorganisasikan dalam nilai moral
yang merupakan

pusat bagi praktik keperawatan yang etika, semuanya bermuara dalam hubungan

profesional perawat dengan klien dan menunjukan apa yang diperdulikan perawat dalam hubungan
tersebut.

Nilai-nilai moral tersebut adalah: Prinsip Penghargaan (respek) terhadap orang, dari prinsip penghargaan
timbul prinsipotonomiyang berkenaan dengan hak orang.untuk memilih bagi diri mereka sendiri, apa
yang menurut pemikiran mereka adalah yang terbaik bagi dirinya, selanjutnya kemurahan hati
(Benefiecence) merupakan prinsip untuk melakukan yang baik dan tidak merugikan/bahaya orang lain.

Prinsip Veracity merupakan suatu kewajiban untuk mengatakan yang sebenarnya atau untuk tidak
membohongi orang lain. Prinsip confidentiality (kerahasiaan), berarti perawat menghargai semua
informasi tentang klien merupakan hak istimewa pasien dan tidak untuk disebarkan secara tidak
tepat.Fidelity / kesetiaan, berarti perawat berkewajiban untuk setia dengan kesepakatan dan tanggung
jawab yang telah dibuat, meliputi menepati janji, menyimpan rahasia serta "Carring". Prinsip Justice
(keadilan), merupakan suatu prinsip moral untuk berlaku adil untuk semua individu. Semua nilai-nilai
moral tersebut selalu dan harus dijalankan pada setiap pelaksanaan praktek keperawatan dan selama
berinteraksi dengan pasien dan tenaga kesehatan lain.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang ada rumusan masalah yang didapat adalah bagaimana cara
penerapan prinsip etika keperawatan yang dipakai dalam tindakan keperawatan pada perawatan
luka dalam personal higiene.Serta penerapan sesuai dengan sifat profesionalisme dan tidak
melanggar kode etik.

C. TUJUAN
i.

ii.

Tujuan umum
untuk memenuhi tugas mata ajar etika dan hukum keperawatan dan untuk lebih jauh memahami
tentang etika dalam keperawatan.
Tujuan khusus
a. Dapat menerapkan prinsip dan nilai etika dalam keperawatan.
b. Dapat menerapkan prinsip perawatan luka
c. Dapat menerapkan prinsip serta nilai dalam tindakan khususnya dalam pengkajian tentang
luka.

BAB II

TINJAUAN TEORI
A.Pengertian Etika
Etika merupakan kata yang berasal dari Yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David (1978)
berarti kebiasaan atau model prilaku, atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk sesuatu
tindakan, dapat diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pertimbangan pembuatan keputusan,
benar atau tidaknya suatu perbuatan. Dalam Oxford Advanced Learners Dictionary of Curret English, AS
Hornby mengartikan etika sebagai sistem dari prinsip-prinsip moral atau aturan-aturan prilaku.Menurut
definisi AARN (1996), etika berfokus pada yang seharusnya baik salah atau benar, atau hal baik atau
buruk.Sedangkan menurut Rowson, (1992).etik adalah Segala sesuatu yang berhubungan/alasan tentang
isu moral.
Moral adalah suatu kegiatan/prilaku yang mengarahkan manusia untuk memilih tindakan baik dan buruk,
dapat dikatakan etik merupakan kesadaran yang sistematis terhadap prilaku yang dapat dipertanggung
jawabkan (Degraf, 1988).Etika merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan dengan keputusan
moral menyangkut manusia (Spike lee, 1994).Menurut Websters The discipline dealing with what is
good and bad and with moral duty and obligation, ethics offers conceptual tools to evaluate and guide
moral decision making
Beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa etika merupakan pengetahuan moral dan susila,
falsafah hidup, kekuatan moral, sistem nilai, kesepakatan, serta himpunan hal-hal yang diwajibkan,
larangan untuk suatu kelompok/masyarakat dan bukan merupakan hukum atau undang-undang. Dan hal
ini menegaskan bahwa moral merupakan bagian dari etik, dan etika merupakan ilmu tentang moral
sedangkan moral satu kesatuan nilai yang dipakai manusia sebagai dasar prilakunnya.Maka etika
keperawatan (nursing ethics) merupakan bentuk ekspresi bagaimana perawat seharusnya mengatur diri
sendiri, dan etika keperawatan diatur dalam kode etik keperawatan.

B.Konsep Moral dalam praktek keperawatan


Praktek keperawatan menurut Henderson dalam bukunya tentang teori keperawatan, yaitu
segala sesuatu yang dilakukan perawat dalam mengatasi masalah keperawatan dengan
menggunakan metode ilmiah, bila membicarakan praktek keperawatan tidak lepas dari fenomena
keperawatan dan hubungan pasien dan perawat.
Fenomena keperawatan merupakan penyimpangan/tidak terpenuhinya kebutuhan dasar
manusia (bio, psiko, social dan spiritual), mulai dari tingkat individu untuk sampai pada tingkat
masyarakat yang juga tercermin pada tingkat system organ fungsional sampai subseluler
(Henderson, 1978, lih, Ann Mariner, 2003). Asuhan keperawatan merupakan bentuk dari praktek
keperawatan, dimana asuhan keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan praktek
keperawatan yang diberikan pada pasein dengan menggunakan proses keperawatan berpedoman
pada standar keperawatan, dilandasi etika dan etiket keperawatan (Kozier, 1991). Asuhan
keperawatan ditujukan untuk memandirikan pasien, (Orem, 1956,lih, Ann Mariner, 2003).
Keperawatan merupakan Bentuk asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan
masyarakat berdasarkan ilmu dan seni dan menpunyai hubungan perawat dan pasien sebagai
hubungan professional (Kozier, 1991). Hubungan professional yang dimaksud adalah hubungan
terapeutik antara perawat pasien yang dilandasi oleh rasa percaya, empati, cinta, otonomi, dan
didahulu adanya kontrak yang jelas dengan tujuan membantu pasien dalam proses penyembuhan
dari sakit (Kozier,1991).

C.Prinsip-prinsip moral dalam praktek keperawatan


Menghargai otonomi (facilitate autonomy)

Suatu bentuk hak individu dalam mengatur kegiatan/prilaku dan tujuan hidup individu.
Kebebasan dalam memilih atau menerima suatu tanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.
Prinsip otonomi menegaskan bahwa seseorang mempunyai kemerdekaan untuk menentukan
keputusan dirinya menurut rencana pilihannya sendiri. Bagian dari apa yang didiperlukan dalam
ide terhadap respect terhadap seseorang, menurut prinsip ini adalah menerima pilihan individu
tanpa memperhatikan apakah pilihan seperti itu adalah kepentingannya. (Curtin, 2002).
Permasalahan dari penerapan prinsip ini adalah adanya variasi kemampuan otonomi pasien yang
dipengaruhi oleh banyak hal, seperti tingkat kesadaran, usia, penyakit, lingkungan Rumah SAkit,
ekonomi, tersedianya informsi dan lain-lain (Priharjo, 1995). Contoh: Kebebasan pasien untuk
memilih pengobatan dan siapa yang berhak mengobatinya sesuai dengan yang diinginkan .
Kebebasan (freedom)
Prilaku tanpa tekanan dari luar, memutuskan sesuatu tanpa tekanan atau paksaan pihak
lain (Facione et all, 1991). Bahwa siapapun bebas menentukan pilihan yang menurut
pandangannya sesuatu yang terbaik.
Contoh : Klien mempunyai hak untuk menerima atau menolak asuhan keperawatan yang
diberikan.
Kebenaran (Veracity) truth
Melakukan kegiatan/tindakan sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang tidak
bertentangan (tepat, lengkap). Prinsip kejujuran menurut Veatch dan Fry (1987) didefinisikan
sebagai menyatakan hal yang sebenarnya dan tidak bohong. Suatu kewajiban untuk mengatakan
yang sebenarnya atau untuk tidak membohongi orang lain. Kebenaran merupakan hal yang
fundamental dalam membangun hubungan saling percaya dengan pasien. Perawat sering tidak
memberitahukan kejadian sebenarnya pada pasien yang memang sakit parah. Namun dari hasil

penelitian pada pasien dalam keadaan terminal menjelaskan bahwa pasien ingin diberitahu
tentang kondisinya secara jujur (Veatch, 1978).
Contoh : Tindakan pemasangan infus harus dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku dimana
klien dirawat.
Keadilan (Justice)
Hak setiap orang untuk diperlakukan sama (facione et all, 1991). Merupakan suatu
prinsip moral untuk berlaku adil bagi semua individu. Artinya individu mendapat tindakan yang
sama mempunyai kontribusi yang relative sama untuk kebaikan kehidupan seseorang. Prinsip
dari keadilan menurut beauchamp dan childress adalah mereka uang sederajat harus
diperlakukan sederajat, sedangkan yang tidak sederajat diperlakukan secara tidak sederajat,
sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketika seseorang mempunyai kebutuhan kesehatan yang besar, maka menurut prinsip ini
harus mendapatkan sumber-sumber yang besar pula, sebagai contoh: Tindakan keperawatan yang
dilakukan seorang perawat baik dibangsal maupun di ruang VIP harus sama dan sesuai SAK
Tidak Membahayakan (Nonmaleficence)
Tindakan/ prilaku yang tidak menyebabkan kecelakaan atau membahayakan orang lain.
(Aiken, 2003). Contoh : Bila ada klien dirawat dengan penurunan kesadaran, maka harus
dipasang side driil.
Kemurahan Hati (Benefiecence)
Menyeimbangkan hal-hal yang menguntungkan dan merugikan/membahayakan dari
tindakan yang dilakukan. Melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain. Merupakan prinsip
untuk melakukan yang baik dan tidak merugikan orang lain/pasien. Prinsip ini sering kali sulit
diterapkan dalam praktek keperawatan. Berbagai tindakan yang dilakukan sering memberikan

dampak yang merugikan pasien, serta tidak adanya kepastian yang jelas apakah perawat
bertanggung jawab atas semua cara yang menguntungkan pasien.Contoh: Setiap perawat harus
dapat merawat dan memperlakukan klien dengan baik dan benar.
Kesetiaan (fidelity)
Memenuhi kewajiban dan tugas dengan penuh kepercayaan dan tanggung jawab,
memenuhi janji-janji. Veatch dan Fry mendifinisikan sebagai tanggung jawab untuk tetap setia
pada suatu kesepakatan. Tanggung jawab dalam konteks hubungan perawat-pasien meliputi
tanggung

jawab

menjaga

janji,

mempertahankan

konfidensi

dan

memberikan

perhatian/kepedulian. Peduli kepada pasien merupakan salah satu dari prinsip ketataatan. Peduli
pada pasien merupakan komponen paling penting dari praktek keperawatan, terutama pada
pasien dalam kondisi terminal (Fry, 1991). Rasa kepedulian perawat diwujudkan dalam memberi
asuhan keperawatan dengan pendekatan individual, bersikap baik, memberikan kenyamanan dan
menunjukan kemampuan profesional
Contoh: Bila perawat sudah berjanji untuk memberikan suatu tindakan, maka tidak boleh
mengingkari janji tersebut.
Kerahasiaan (Confidentiality)
Melindungi informasi yang bersifat pribadi, prinsip bahwwa perawat menghargai semua
informsi tentang pasien dan perawat menyadari bahwa pasien mempunyai hak istimewa dan
semua yang berhubungan dengan informasi pasien tidak untuk disebarluaskan secara tidak tepat
(Aiken, 2003). Contoh : Perawat tidak boleh menceritakan rahasia klien pada orang lain, kecuali
seijin klien atau seijin keluarga demi kepentingan hukum.
Hak (Right)

Berprilaku sesuai dengan perjanjian hukum, peraturan-peraturan dan moralitas, berhubungan


dengan hukum legal.(Websters, 1998). Contoh : Klien berhak untuk mengetahui informasi
tentang penyakit dan segala sesuatu yang perlu diketahuinya.
D.Kode Etik Keperawatan
Kode etik profesi merupakan pernyataan yang komprehensif dari bentuk tugas dan pelayanan dari profesi
yang memberi tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan praktek dibidang profesinya, baik yang
berhubungan dengan pasien, keluarga, masyarakat dan teman sejawat, profesi dan diri sendiri.Sedangkan
Kode etik keperawatan merupakan daftar prilaku atau bentuk pedoman/panduan etik prilaku profesi
keperawatan secara professional (Aiken, 2003).dengan tujuan utama adanya kode etik keperawatan adalah
memberikan perlindungan bagi pelaku dan penerima praktek keperawatan.
Kode etik profesi disusun dan disyahkan oleh organisasi profesinya sendiri yang akan membina anggota
profesinya baik secara nasional maupun internasional. (Rejeki, 2005).Konsep etik yang merupakan
panduan profesi merupakan tanggung jawab dari anggota untuk melaksanakannya.Profesi keperawatan
sebagai salah satu profesi yang professional dan mempunyai nilai-nilai/prinsip moral dalam melakukan
prakteknya maka kode etik sangatlah diperlukan. Perawat sebagai anggota profesi keperawatan
hendaknya dapat menjalankan kode etik keperawatan yang telah dibuat dengan sebaik-baiknya dengan
tetap memegang teguh dan selalu dilandasi oleh nilai-nilai moral profesionalnya.(Misparsih, 2005).
Etika keperawatan memberikan keputusan tentang tindakan yang diharapkan benar-benar tepat atau
bermoral. Etika keperawatan sebagai pedoman menumbuhkan tanggung jawab atau kewajiban bagi
anggotanya tentang hak-hak yang diharapkan oleh orang lain. Anggota profesi mempunyai pengetahuan
atau ketrampilan khusus yang dipergunakan untuk membuat keputusan yang mempengaruhi orang lain.
(Samporno, 2005).

Etika profesi keperawatan merupakan practice discipline dan sebagai implimentasinya diwujudkan dalam
asuhan praktek keperawatan. Perawat harus membiasakan diri untuk sepenuhnya menerapkan kode etik
yang ada sebagai gambaran tanggung jawabnya dalam praktik keperawatan.(Priharjo, 1995).
1.Tujuan dan Fungsi Kode etik keperawatan
Secara umum menurut Kozier (1992).dikatakan bahwa tujuan kode etik profesi keperawatan adalah
meningkatkan praktek keperawatan dengan moral dan kualitas dan menggambarkan tanggung jawab,
akontabilitas serta mempersiapkan petunjuk bagi anggotannya. Etika profesi keperawatan merupakan alat
untuk mengukur prilaku moral dalam keperawatan.Dalam menyusun alat pengukur ini keputusan diambil
berdasarkan kode etik sebagai standar yang mengukur dan mengevaluasi perilaku moral perawat
(Suhaemi, 2002). Adanya penggunaan kode etik keperawatan, organisasi profesi keperawatan dapat
meletakkan kerangka berfikir perawat untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab kepada
masyarakat anggota tim kesehatan lain dan kepada profesi.
Tujuan pokok rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik keperawatan, merupakan standar etika
perawat, yaitu:
a.

Menjelaskan dan menerapkan tanggung jawab kepada pasien, lembaga dan masyarakat

b.

Membantu tenaga/perawat dalam menentukan apa yang harus diperbuat dalam menghadapi
dilema etik dalam praktek keperawatan.

c.

Memberikan kesempatan profesi keperawatan menjaga reputasi atau nama dan fungsi profesi
keperawatan.

d.

Mencerminkan/membayangkan pengharapan moral dari komunitas.

e.

Merupakan dasar untuk menjaga prilaku dan integrasi.

Sesuai tujuan tersebut diatas, perawat diberi kesempatan untuk dapat mengembangkan etika profesi
secara terus menerus agar dapat menampung keinginan dan masalah baru dan mampu menurunkan etika

profesi keperawatan kepada perawat-perawat muda.Disamping maksud tersebut, penting dalam


meletakkan landasan filsafat keperawatan agar setiap perawat dapat memahami dan menyenangi
profesinya.
Menurut American Ethics Commission Bureau on Teaching, tujuan etika profesi keperawatan adalah,
mampu:
a.

Mengenal dan mengidentifikasi unsure moral dalam praktik keperawatan

b.

Membentuk strategi/cara dan menganalisa masalah moral yang terjadi dalam praktik
keperawatan

c.

Menghubungkan prinsip moral/pelajaran yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan pada
diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beberapa tujuan dan fungsi kode etik keperawatan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa fungsi kode
etik keperawatan, adalah:
1)

Memberikan panduan pembuatan keputusan tentang masalah etik keperawatan.

2)

Dapat menghubungkan dengan nilai yang dapat diterapkan dan dipertimbangkan

3)

Merupakan cara mengevaluasi diri profesi perawat

4)

Menjadi landasan untuk menginisiasi umpan balik sejawat

5)

Menginformasikan kepada calon perawat tentang nilai dan standar profesi keperawatan

6)

Menginformasikan kepada profesi lain dan masyarakat tentang nilai moral.

Sedangkan kode etik keperawatan di Indonesia yng dikeluarkan oleh organisasi profesi (PPNI) telah
diatur lima pokok etik, yaitu: hubungan perawat dan pasien, perawat dan praktek, perawat dan
masyarakat, perawat dan teman sejawat, perawat dan profesi. Kelima pokok etik keperawatan yang ada
merupakan bentuk kode etik yang telah mejadi panduan dari semua perawat Indonesia untuk menjalankan
profesinya.

BAB III

TINJAUAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny.F

Umur

: 25 th

Jenis kelain

: Perempuan

Pendidikan terakhir

: Sekolah Mengah Pertama

Pekerjaan

: Wiraswasta

Alamat

: Padang

PROLOG
Ny.F dirawat di Rumah Sakit Harapan sudah beberapa hari yang lalu karna mengalami kecelakaan
lalulintas.Akibat kecelakaan tersebut mengalami cedera pada daerah kaki.Cedera dikaki Ny.F berbentuk
luka sayatan.Untuk itu selama dirawat Ny.F mendapatkan perawatan luka pada setiap harinya.Ny.F
dirawat di ruangan VIP dan sedang ditunggui oleh suaminya.

PENERAPAN NILAI ETIKA DALAM KOMUNIKASI :


Prolog:Afifah Effendi
Perawat:Desmiliati
Pasien:Fahliza Ihwana
Keluara pasien:Arif Rahmat

Perawat :

Selamat pagi Buk...

Klien :

Pagi sus..

Perawat :

Perkenalkan saya perawat Des dari Poltekkes Kemenkes Padang.Hari ini saya dinas dari
jam 7 sampai jam 2 Ibuk.Ibu benar ini dengan Ibu Fahliza Ihwana yang tinggal di jalan
Jati Ibu?

Klien :

Benar sus..

Perawat :

Ibu senangnya dipanggil dengan panggilan apa Ibu?

Klien :

Ibu icha aja sus..

(perawat berdasarkan nilai alturism yakni peduli pada pasien dan juga sesuai dengan nilai choice
yangmenggambarkan nilai truth atau kebenaran pasien akan diberi asuhan keperawatan)
Perawat :

Oo,baiklah Ibu icha bagaimana keadaan luka Ibu sekarang?


Apa sudah ada kemajuan rasanya Buk?

Klien :

Lumayan lah sus,ada kemajuan.Mudah-mudahan bisa cepat sembuhnya sus..

Perawat :

Amin...

(Disini diterapkan nilai health and well being yang menghargai nilai sehat seseorang dan nilai
choice yang membantu klien mengekspresikan kebutuhan kesehatannya.Serta nilai alturism yang
peduli dengan kesejahteraan klien)
Perawat :

Ibu icha hari ini ditemani siapa Ibu icha?

Klien :

Iya hari ini saya ditemani suami saya arif sus...

Perawat:

Oo,ini suami Ibu.Apa kabar Pak arif?

Tn.A :

Alhamdulillah baik sus..

Perawat :

Baiklah Ibu,hari ini saya akan bantu Ibu untuk mengganti perban luka Ibu agar luka Ibu
tetap bersih dan tidak menimbulkan infeksi Buk.Waktunya sekitar 15 menit Bu dan nanti
akan sedikit sakit Bu.Bagaimana Buk,apakah Ibu bersedia?

Klien :

Iya saya bersedia sus..

(Perawat berdasarkan nilai autonomi dan freedom yang memberikan kesempatan pada klien
untuk memilih tindakan yang akan dilakukan terhadapnya dan juga nilai fairness yakni
menerapakan prinsip keadilan dan keterbukaan klien menerima pelayanan kesehatan secara
objektif dan professional serta nilai veracity yang mengatakan tentang hal yang sebenarnya yang
akan dilakukan)
Perawat :

Bagaimana Bapak,Bapak bersedi kalau istrinya saya bantu untuk mengganti perban
lukanya?

Tn.A :

Iya silahkan sus...

(Perawat menerapkan nilai etika berupa human dignity yakni menghargai martabat manusia yang
mana disini menghargai Tn.A sebagai suami dari klien)
Perawat :

Baiklah kalau begitu saya ambil alat-alatnya dulu ya.Permisi ya Pak,Buk...

Klien dan Tn.A :Iya sus...


(Perawat membagun hubungan saling percaya dengan klien)

Perawat mengambil alat perawatan luka dan mendekatkannya ke klien.Perawat cuci tangan dan
menyiapkan alat-alat yang akan dipakai.
Perawat :

Baiklah Ibu,sekarang kita mulai ya Bu..


Saya akan pasang pengalas agar nanti alas kasur Ibu tidak kotor.Ibu bisa angkat sedikit
kakinya Ibu atau perlu saya bantu?

Klien :

Biar saya sendiri saja sus..

(Perawat menerapkan prinsip beneficience yang mana melakukan hal yang baik dan tidak
merugikan klien serta menerapkan nilai feracity dengan mengatakan yang sebenarnya pada klien)
Perawat :

Maaf sebelumnya Pak,Bapak kuat disini melihat saya membersihkan luka istri Bapak?
Kalau Bapak tidak bisa,Bapak bisa tunggu diluar sampai saya selesai membersihkan luka
istri Bapak..

Tn.A :

Tidak apa-apa sus,saya disini saja..

(Disini perawat menerapka prinsip etik berupa beneficiency dengan melakukan tindakan yang
terbaik bagi klien dan accountability yang bertindak sedemikian rupa dan bertanggung jawab
untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam memberikan pelayanan kesehatan )
Perawat :

Baiklah kalau begitu.Ibu maaf ya,saya akan buka dulu perban luka Ibu.Tahan sedikit ya
bu..
Wah,sepertinya luka Ibu suda mulai membaik ya Bu.Ini sudah ada jaringan yang mulai
tumbuh Bu,yang merah ini manandakan kalau luka Ibu sudah mulai sembuh Bu.Bagus
Bu,pasti Ibu mendengarkan dan melaksanakan dengan baik anjuran dari suster yang
menjaga Ibu selama ini ya Bu.

Klien :

Iya sus,saya memang selalu mendengarkan larangan-larangan yang dikatakan suster yang
lain sus karna saya ingin cepat sembuh sus..

Perawat :

Iya Ibu,sepertinya harapan Ibu sebentar lagi akan terkabul ya Bu.Apalagi kalau Ibu tetap
menjaga luka Ibu ini pasti sebentar lagi luka Ibu akan segara sembuh Bu..

(Perawat menerapkan nilai human dignity yang memperlakukan klien dengan baik dan
memperlakukan sesuai dengan keinginan mereka untuk diperlakukan serta nilai alturism yang
menggambarkan kepedulian perawat akan respon dari pasien)
Klien :

Iya sus..

Perawat :

Ibu,saya akan tutup luka ibu untuk sementara agar debu dan otoran tidak menempel
diluka Ibu.Ibu jangan digerakkan kakinya agar perbannya tidak jatuh ya Bu,sementara
saya cuci tangan dulu..

(Perawat berdasarkan nilai nonmaleficience atau memberikan tindakan yang


membahayakan orang lain dan accontability yang bertindak sesuai dengan standar profesi)

tidak

Klien :

Iya baik sus..

Perawat membuang dressing kotor dan cuci tangan kembali


Tn.A :

Sus,kenapa harus cuci tangan lagi sus?

Perawat :

Iya maaf sebelumnya ya Pak saya belum memberi tau kalau dalam perawatan luka ini
memang harus sering cuci tangan agar luka yang dirawat tetap bersih dan tidak
menimbulkan infeksi pak.Takutnya nanti kalau tidak cuci tangan luka yang dirawat
terkontaminasi kuman jadi semakain lama sembuhnya pak..

Tn.A :

Oo,begitu ya sus..

(Perawat berdasarkan nilai truth dan veracity yakni menyatakan kebenaran tentang tindakan
yang dilakukan)
Perawat :

Permisi ya Bu,sekarang saya akan bersihkan luka Ibu..


Tahan sedidkit ya Bu..

Perawat melakukan tindakan perawatan luka dengan gente.Dan setelah selesai perawatan,perawat
membuang dressing kotor,bereskan alat dan cuci tangan.
(Disini perawat menerapkan prinsip human dignity yang memperlakukan seseorang sebagaimana
mereka ingin diperlakuakan serta nilai health and well being,accountability dan beneficiency)
Setelah tindakan
Perawat :

Ibu,saya sudah selesai merawat luka Ibu.Bagaimana rasanya sekarang Bu?

Klien :

Ya sekarang sudah lebih nyaman rasanya sus..

(Disini perawat menerapakan nilai asthetics yang menggambarkan kepuasan dari pasien setelah
dilakukan tindakan)
Perawat :

Nanti kalau luka Ibu gatal jagan digaruk ya bu,takutnya nanti luka Ibu berdarah dan nanti
jadi semakin lama sembuhnya.Dan juga kaki Ibu jangan terlalu sering digerakkan ya
Bu,digerakkan sediki-sedikit boleh Bu tapi jangan sampai perban luka Ibu jadi lepas ya
Bu.Hati-hati ya Bu,jangan samapai terbuka perban luka Ibu.

Klien :

Iya baiklah sus..

Perawat :

Baiklah kalau begitu Bu.Nanti 1 jam lagi saya akan kesini untuk mengecek keadaan Ibu
dan mengukur tekanan darah serta nadi Ibu Icha ya Bu.Atau nanti kalau ada apa-apa
Bapak bisa panggil saya ya pak,saya ada di ruang perawat.

(perawat berdasarkan nilai justice atau menjaga prinsip prinsip etik dan legal,serta nilai fidelity
dengan setia pada komitmen dalam asuhan keperwatan pada pasien)
Tn.A :

Iy sus..

Perawat :

Terima kasih atas kerja samanya ya Buk,kalau begitu saya permisi dulu ya Pak,buk..
Selamat pagi..

Klien dan Tn.A :Selamat pagi sus....

BAB IV
PEMBAHASAN

Dari hasil interksi dengan pasien tadi,ada beberapa nilai essensial perawat yang dapat
dierapakan.Diantaranya ada nilai aesthetics yang didapat saat perawat datang dengan penampilan yang
positif dan memberikan lingkungan yang nyaman pada klien.
Alturism yang digambarkan pada saat perawat menanyakan kadaan klien yang menandaan sikap pesuli
pada klien.Equality yang memperlakukan klien dengan sama tanpa membeda-bedakan dengan yang
lainnya.
Freedom yang tergambar pada saat perawat menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan
terhadapnya.Human dignity,yang dilakukan dengan menyapa dan memperlakukan klien dengan baik
sebagai tanda bahwa perawat menghargai martabat manusia.Keadilan dan kebenaran yang tergambar
dengan memperlakukan klien dengan adil dan memberitahu kegunaan yang dilakukan.
Selain
nilai-nilai
essensial
diatas
juga
ada
terapan
prinsip
moral
antara
lain
otonomi,beneficiency,keadilan,veracity,dan fidelity.Otonomi yang memberikan kebebasan pada klien
untuk memilih untuk mau dilakukan tindakan atau tidak.Ini sama halnya dengan penerapan prinsip nilai
kebebasan pada klien.
Beneficiency yang diterapakan dengan memperlakukan klien dengan baik dan tidak merugikan
klien.Veracity sama halnya dengan mengatakan kebenaran tentang tindakan yang dilakukan dan
bagaimana reaksinya.Dan fidelity yang merupakan sikap perawat yang peduli terhadap pasien.

TUGAS MATA KULIAH ETIKA KEPERAWATAN


PRINSIP ETIKA KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN LUKA

Disusun Oleh :
Kelompok 1 Tingkat 1.C

Anggota Kelompok :
Afifah effendi

(113110276)

Arif Rahmat

(113110278)

Desmiliati

(113110280)

Fahliza Ihwana

(113110283)

Dosen Pembimbing :
RENI DAYATI M.Kep,Sp.Jiwa

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG


PRODI KEPERAWATAN PADANG
TAHUN 2012