Вы находитесь на странице: 1из 8

Manusia Menurut Ajaran Buddha

Pendahuluan
Masing masing agama memiliki konsep manusia mereka
masing masing. Agama Islam dan Kristen menyatakan
bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dari tanah yang
dibentuk sesuai dengan gambaran Tuhan dan diberi nafas
kehidupan, Agama Hindu menyatakan bahwa manusia
merupakan ciptaan Dewa Brahma. Apakah konsep Agama
Buddha tentang manusia?

Definisi Manusia
Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, perlu kita
ketahui terlebih dahulu apa definisi manusia secara umum?
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens,spesies primata yang dilengkapi dengan otak
berkemampuan tinggi, dalam hal kerohanian, mereka
dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di
mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya
dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup.
Penggolongan manusia dapat dilakukan berdasarkan jenis
kelamin, usia, status sosial, dan sebagainya

Terlahir Sebagai Manusia Sangatlah Sulit


Menurut ajaran Buddha, kemungkinan seseorang terlahir
kembali sebagai manusia sama seperti seekor penyu buta
yang muncul di permukaan laut setiap 100 tahun sekali dan
harus memasukkan kepalanya ke dalam lingkaran kayu yang
terapung di tengah lautan. Untuk manusia terlahir kembali
sebagai manusia di kehidupan berikutnya, manusia tersebut
harus melakukan banyak kebajikan. Manusia manusia yang

terlahir cacat banyak menumpuk karma buruk pada


kehidupannya yang sebelumnya. Mencari kekayaan duniawi
memang perlu, namun kekayaan tersebut pada akhirnya
akan ditinggalkan sewaktu pemiliknya meninggal. Manusia
dianjurkan untuk menabung kekayaan sejati dengan
melakukan kebajikan seperti berdana, membantu makhluk
lain, dan seterusnya, untuk kehidupan yang akan datang.

Manusia Tidak Hanya Berada Di Bumi Ini


Saja
Menurut perkataan Sang Bhagava, sejauh matahari dan
bulan berotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran
sinar matahari dan bulan di angkasa, sejauh itulah luas
seribu tata surya. Didalam seribu tata surya terdapat seribu
matahari, seribu bulan, seribu gunung sineru, seribu
jambudipa, seribu Apara yojana, seribu Uttarakuru, seribu
Pubbavidehana, empat ribu maha samudera, empat ribu
maha raja, seribu Catummaharajika, seribu Tavatimsa, seribu
Yamma, seribu Tusita, seribu Nimmanarati,seribu
Parinimmita vassavati, dan seribu alam Brahma. Itulah yang
dinamakan seribu tata surya kecil, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada kemungkinan manusia lain yang
hidup di bumi lain.

Jumlah manusia yang ada di bumi ini


sangat sedikit apabila dibandingkan
dengan jumlah makhluk dalam alam
semesta
Jumlah manusia yang hidup di bumi ini tergolong cukup
banyak, namun jika dibandingkan dengan makhluk lain yang
hidup dalam alam semesta, jumlah tersebut menjadi terasa
sangat sedikit. Sang Buddha memberikan perumpamaan

jumlah manusia yang ada di bumi ini seperti debu yang ada
di ujung kuku , sedangkan jumlah makhluk lain yang ada
dalam alam semesta seperti debu yang ada di alam
semesta.

Manusia yang sekarang merupakan


resultan dari jumlah kehidupannya di
berbagai bumi dan banyak kehidupan di
bumi ini.
Menurut agama Buddha, sebelum bumi yang kita tinggali ini
ada, sudah terbentuk banyak dunia dunia yang tak terhitung
jumlahnya. Keadaan alam sekitar kita, termasuk manusia,
juga dipengaruhi oleh makhluk hidup penghuninya, dimana
alam akan hancur apabila penghuninya memiliki pola pikir
dan perbuatan yang jahat dan juga berlaku sebaliknya.

Pria dan wanita muncul di bumi ini secara


bersama, oleh sebab itu pria dan wanita
mitra
Pada zaman dulu di bumi ini, wanita dianggap lebih inferior
daripada pria. Sekte Brahmanisme dari India berpendapat
bahwa hanya laki-laki-lah yang boleh menjadi pemimpin.
Taliban menyatakan bahwa perempuan kodratnya hanya
mengatur rumah tangga dan mengurus suami, namun
seorang wanita yang bernama Malala dari Afghanistan tidak
setuju dengan pendapat tersebut dan berusaha
memperjuangkan keadilan meskipun resiko yang harus
ditanggungnya besar. Buddha berpandangan bahwa derajat
laki laki adalah sama dengan derajat perempuan dan tidak
mengenal sistem kasta, karena orang yang mulia adalah

orang yang mampu menjalankan Dhamma terlepas dia laki


laki atau perempuan.

Ajaran Buddha tentang Manusia


Setelah dijelaskan konsep Manusia secara umum diatas,
apakah konsep Buddha tentang Manusia? Manusia menurut
Buddha Dharma adalah seseorang yang telah melenyapkan
kekotoran Batin atau sekurang-kurangnya telah mencapai
Sottapanna. Sottapanna merupakan tingkatan kesucian
pertama dimana seseorang telah berhasil melenyapkan tiga
belenggu (samyojana) dari sepuluh belenggu batin. Manusia
merupakan perpaduan antara 5 gugus kehidupan
(Pancakkhanda) yang terdiri dari: Kelompok Jasmani (rupa),
Perasaan (vedanna), Pencerapan (sanna), Bentukan
Kehendak (sankhara), dan Kesadaran (vinnana). Manusia
sendiri merupakan individu yang memiliki potensi yang tak
terbatas, tetapi sayangnya, potensi tersebut sering tak
dipergunakan oleh manusia, selama manusia tak menyadari
potensi yang dimilikinya, akan sulit untuk memenuhi tujuan
utama umat Buddha, yaitu mencapai Nibbana (Kebahagiaan
Tertinggi).

Manusia sebagai Makhluk (Puggala)


Puggala berarti makhluk. Pada dasarnya, setiap makhluk
pasti memiliki nama (batin) dan rupa (jasmani). Setiap
makhluk dilahirkan oleh Janaka Kamma dan kehidupannya
diatur oleh Kamma Niyama atau Hukum Karma. Puggala
atau makhluk tersebut berdiam di dalam 31 alam kehidupan
yang tak lepas dari kelahiran dan kematian. Dari sekian
banyak pembagian Puggala, manusia termasuk dalam
Putthujjana, salah satu kelompok Puggala yang belum
mencapai tingkat kesucian. Putthujjana sendiri terbagi atas
4, yaitu :
a. Duggati-Puthujjana
Duggati-Puthujjana yaitu makhluk tanpa sebab yang
menyedihkan. Makhluk-makhluk ini berdiam di alam yang

menderita. Pikiran mereka diliputi oleh dosa, moha, dan


lobha. Para makhluk di alam ini tidak pernah merasakan
kesenangan, mereka selalu berada dalam kondisi yang tidak
menyenangkan. Yang menyebabkan suatu makhluk lahir di
alam Duggati atau disebut juga Apaya bhumi 4 (empat
alam menyedihkan) karena makhluk tersebut tidak pernah
berdana, tidak menjaga sila, dan tidak pernah mempunyai
rasa hormat kepada orang tua.
Contohnya makhluk neraka, makhluk setan kepanasan,
makhluk setan, makhluk asura, dan binatang.
b. Sugati-Ahetuka-Puthujjana
Sugati-Ahetuka-Puthujjana yaitu makhluk tanpa sebab yang
menyenangkan. terlahir sebagai manusia tetapi mereka
memiliki kecacatan, misalnya: buta, ataupun tuli. Mereka
juga dapat terlahir di alam dewa ( di atas manusia ) tetapi
tidak memiliki pendengaran ataupun penglihatan ( alam
dewa hanya ada tiga indera, yaitu pikiran, penglihatan dan
pendengaran. Yang menyebabkan makhluk terlahir di alam
Suggati karena waktu melakukan perbuatan baik masih
terkontaminasi oleh Ahetu, (Lobha, Dosa, Moha).
Contohnya manusia, dewa tingkat rendah, brahma
asannasatta.
c. Dvihetuka-Puthujjan
Dvihetuka-Puthujjana yaitu makhluk yang menyenangi dua
sebab.makhluk alam manusia atau dewa yang masih
memiliki alobha (murah hati) dan adosa (cinta kasih) tetapi
tidak memiliki kebijaksanaan. makhluk ini tidak mencapai
magga (jalan kesuciaan) dan mereka juga tidak bisa
mencapai jhana tetapi kalau mereka tekun mengembangkan
kesadaran di dalam kehidupan ini, dapat terlahir menjadi
tihetuka- puggala di kehidupan mendatang.
Contohnya manusia, dewa catummaharajika, dewa tusitaatas.
d.

Tihetuka-Puthujjana

Tihetuka-Puthujjana yaitu makhluk yang menyekutui tiga


sebab. makhluk alam manusia atau dewa yang memiliki

alobha, adosa dan amoha (Tihetu). Contoh : berdana dengan


kebijaksanaan dan mengerti. Apabila mereka tekun
melaksanakan meditasi, dan sering melakukan perbuatan
baik, jika meninggal akan terlahir dengan kesadaran yang
dipicu oleh suatu kebaikan tingkat Tihetu maka menjadi
makhluk Tihetu yang berpotensi memiliki kebijaksanaan. Jika
makhluk tersebut berbuat baik dan terkontaminasi dengan
Ahetu maka saat meninggal akan bertumimbal lahir di alam
Dvitihetuka Puggala.
Contohnya manusia, dewa catummaharajika, dewa
tavatimssa-atas

31 Bhumi (Alam Kehidupan)


Menurut pandangan agama Buddha, ada 31 alam kehidupan
dan Nibbana berada diluar 31 alam kehidupan itu.
Makhluk-makhluk yang berdiam di 31 alam kehidupan ini
masih mengalami kelahiran, penderitaan, dan kematian.
Begitu juga dengan 31 alam kehidupan tersebut, semuanya
tidaklah kekal, dimana Nibbana itu terbebas dari kelahiran
dan kematian, terbebas dari derita, kekal, ada dan tidak
berubah.
Seseorang yang belum menjadi arahat, setelah meninggal
dunia, akan dilahirkan dalam salah satu alam dari 31 alam
kehidupan sesuai dengan karmanya.

Kamma Bhumi 11
Kama-bhumi 11 adalah 11 alam kehidupan di mana
makhluk-makhluknya masing senang dengan nafsu indera
dan terikat dengan panca indera.
Alam-alam ini terbagi menjadi 2 kelompok:
A. Apaya-bhumi 4.

Apaya-bhumi 4 adalah 4 alam kehidupan yang menyedihkan.


Alam-alam ini terdiri dari :
1.
2.
3.
4.

Niraya-bhumi adalah alam neraka.


Tiracchana-bhumi adalah alam binatang.
Peta-bhumi adalah alam setan.
Asurakaya-bhumi adalah alam raksasa asura.

B. Kamasugati-bhumi 7.
Kamasugati-bhumi 7 adalah 7 alam kehidupan yang
didominasi oleh kesenangan indera.
Alam-alam ini terdiri dari :
1. Manussa-bhumi adalah alam manusia.
2. Catummaharajika-bhumi adalah alam empat dewa raja.
3. Tavatimsa-bhumi adalah alam tiga puluh tiga dewa.
4. Yama-bhumi adalah alam dewa yama.
5. Tusita-bhumi adalah alam kenikmatan.
6. Nimmanarati-bhumi adalah alam dewa yang menikmati
ciptaannya.
7. Paranimmitavasavatti-bhumi adalah alam dewa yang
membantu menyempurnakan ciptaan dari dewa-dewa
lainnya.

Rupa-bhumi 16
Rupa-bhumi 16 adalah 16 alam kehidupan tempat tinggal para rupa-brahma
( makhluk yang mempunyai rupa-jhana ). Makhluk yang memiliki rupa-jhana akan
terlahir di salah satu alam ini bila sesaat sebelum kematiannya masih memiliki
kekuatan jhana-nya. Alam rupa-brahma jhana 1 sampai jhana 3 terbagi berdasarkan
kadar kekuatan jhana-nya ( lemah, sedang, dan kuat ). Alam rupa-brahma ini
terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu :
A. Pathamajjhana Bhumi 3 : 3 alam kehidupan jhana pertama.
-Brahma parisajja-bhumi : alam para pengikut brahma.
-Brahma purohita-bhumi : alam para menterinya brahma.

-Maha brahma-bhumi : alam brahma yang besar.


B.

Dutiyajjhana Bhumi 3 : 3 alam kehidupan jhana kedua.


-Brahma parittabha-bhumi : alam para brahma yang kemilau cahayanya kecil.
-Brahma appamanabha-bhumi : alam para brahma yang kemilau cahayanya tak
terbatas.
-Brahma abhassara-bhumi : alam para brahma yang kemilau cahayanya
gemerlapan.

C.

Tatiyajjhana Bhumi 3 : 3 alam kehidupan jhana ketiga.

-Brahma parittasubha-bhumi : alam para brahma yang auranya kecil.


-Brahma appamanasubha-bhumi : alam para brahma yang auranya tak terbatas.
-Brahma subhakinha-bhumi : alam para brahma yang auranya penuh dan tetap.

D. Catutthajjhana Bhumi 7 : 7 alam kehidupan jhana keempat.


-Brahma vehapphala-bhumi : alam para brahma yang besar pahalanya.
-Brahma asannasatta-bhumi : alam para brahma yang tidak mempunyai
kesadaran ( hanya jasmani, tidak punya batin )

Selanjutnya, alam-alam dari jhana keempat ini di namai alam suddhavassa 5. 5


alam kediaman yang murni, alam kehidupan khusus untuk para anagami.
-Brahma
-Brahma
-Brahma
-Brahma
-Brahma

aviha-bhumi : alam para brahma yang tahan lama.


atappa-bhumi : alam para brahma yang tentram.
sudassa-bhumi : alam para brahma yang indah.
sudassi-bhumi : alam para brahma yang berpandangan terang.
akanittha-bhumi : alam para brahma yang luhur.

Arupa-bhumi 4