You are on page 1of 24
  • 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Agama Islam, agama yang kita anut dan dianut oleh ratusan juta kaum muslim di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia dan di akhirat kelak. Ia mempunyai satu sendi utama yang esensial berfungsi memberi petunjuk ke jalan yang sebaik -baiknya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk menuju jalan yang sebaik-baiknya” (QS, Al Isra : 9). Al-Quran memberikan petunjuk dalam persoalan -persoalan akidah, syariah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar -dasar prinsip mengenai persoalan-persoalan tersebut; dan Allah SWT menugaskan Rasul saw., untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar -dasar itu:

Kami telah turunkan kepadamu Al -Dzikr (Al-Quran) untuk kamu terangkan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berpikir.”(QS An Nahl : 44). Disamping keterangan yang diberikan oleh Rasulullah SAW., Allah memerintahkan pula kepada umat manusia seluruhnya agar memperhatikan dan mempelajari Al-Quran:

Tidaklah mereka memperhatikan isi Al -Quran, bahkan ataukah hati mereka tertutup” (QS Muhammad :24). Mempelajari Al-Quran adalah kewajiban. Ada beberapa prinsip dasar untuk memahaminya, khusus dari segi hubungan Al -Quran dengan ilmu pengetahuan. Atau, dengan kata lain, mengenai “memahami Al -Quran dalam Hubungannya dengan Ilmu Pengetahuan.”( Persoalan ini sangat penting, terutama pada masa-masa sekarang ini, dimana perkembangan ilmu pengetahuan demikian pesat dan meliputi seluruh aspek kehi dupan. Kekaburan mengenai hal ini dapat menimbulkan akses -akses yang mempengaruhi perkembangan pemikiran kita dewasa ini dan generasi – generasi yang akan datang. Dalam bukunya, Science and the Modern World, A.N. Whitehead menulis: “Bila kita menyadari beta pa pentingnya agama bagi manusia dan betapa pentingnya ilmu pengetahuan, maka tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa sejarah kita yang akan datang bergantung pada putusan generasi sekarang mengenai hubungan antara keduanya.” Demikian pula halnya bagi umat Islam, pengertian kita terhadap hubungan antara Al- Quran dan ilmu pengetahuan akan memberi pengaruh yang tidak kecil terhadap perkembangan agama dan sejarah perkembangan manusia pada generasi - generasi yang akan datang.

  • 1.2. Identifikasi Masalah

Penting bagi kita untuk mengetahui sejarah turunnya Al Qur`an, agar menambah keteguhan iman kita kepada kitab Allah SWT dan tetap pada ajaran islam. Apabila kita tidak mengetahui sejarah, maka kecenderungan akan mengulangi sejarah seperti masa lalu ketika terjadinya pemalsuan al-Qur’an pada masa-masa awal Islam. Pemalsuan terhadap al-Quran bukan tidak mungkin terjadi lagi, mengingat bebasnya dan maraknya ajaran-ajaran tercela yang bermunculan.

Wacana tentang sejarah al-Quran, seperti bagaimana al -Qur’an diturunkan, bagaimana para ulama menjaga al-Quran dari masa ke masa perlu diketahui oleh ummat islam. Bagaimana sejarah turunnya al -Qur’an tersebut? dan apa yang dapat kita ambil pelajaran dari sejarah turunnya al -Qur’an? Istilah turunnya al-Qur’an berasal dari kata “nazala, yanzilu nazlan” yang artinya turun. Sedangkan nuzul al - Qur’an adalah turunnya al- Quran kepada nabi Muhammad SAW.

1.3 Rumusan Masalah

  • 1. Apa pengertian dari Al-Qur’an?

  • 2. Apa nama – nama Al-Qur’an?

  • 3. Apa saja fungsi dan tujuan Al-Qur’an?

  • 4. Bagaimana sejarah turunnya Al-Qur’an?

1.4 Tujuan dan Maksud Penulisan

  • 1. Untuk mengetahui pengertian dari Al-Qur’an secara luas

  • 2. Untuk mengetahui berbagai nama – nama dari Al – Qur’an

  • 3. Untuk mengetahui sejarah turunnya Al-Qur’an

  • 4. Untuk mengetahui fungsi dan tujuan Al-Qur’an

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Definisi Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW. Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Quran. Turunnya al-Quran dari Allah SWT kepada Rasullullah SAW diperingati setiap tanggal 17 ramadhan.

2.2. Ayat yang Pertama Diturunkan

Surat Al Qur`an yang pertama kali Turun adalah surat Al Alaq ayat 1 -5. Surat Al ‘Alaq terdiri atas 19 ayat, te rmasuk golongan surat-surat Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat -ayat Al Quran yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad SAW. berkhalawat di gua Hira’. Surat ini dinamai Al ‘Alaq (segumpal darah), diambil dari per kataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra atau Al Qalam. Berikut suratnya:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Nuzulul Qur’an Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al

Artinya:

  • 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

  • 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

  • 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

  • 4. Yang mengajar (manusia) dengan p erantaran kalam

  • 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Pokok-pokok isinya adalah perintah membaca Al Quran; manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan; manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang- orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

3.1. Pengertian Al-Qur’an

BAB III PEMBAHASAN

Pengertian Al-Qur’an secara Bahasa (Etimologi) merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (أرق) yang bermakna Ta’laa (لت) (keduanya berarti: membaca), atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Dan pengertian secara Syari’at (Terminologi) adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.

ليلز ننتت نت آنرنق ق ا ك عت ا نتل ززنت نقحن نت ا نزإ

ن

ل

ت

ت

ينل

ن

ز

ز

Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (al-Insaan:23)

نت ونل قزعنتت منك عتل ا ييب رتعت ا ننآنرنق ق هقا نتل زتننأ ا نزإ

ل

ت

ز

ن

ز

ق

ق ز

ت

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2)

Allah ta’ala telah menjaga Al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firman-Nya.

نت ونظ فزا حت ل هقل ت ا نزإ و رتك لا ا نتل ززنت نقحن نت ا نزإ

ت

ت

ذ

ق

ن ذ

ن

ز

ز

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar - benar memeliharanya.” (Al-Hijr:9).

Ada pula pengertian Al – Qur’an menurut etimologi yang lain, yaitu sebagai berikut.

  • a. Al-Lihyani Al- Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW.

  • b. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat , dan kisah-kisah, juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya.

  • c. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya.

  • d. Al-Farra Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat kemiripan antara yang satu dengan yang lainnya.

  • e. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada. Dan pengertian Al-Quran Secara Terminologi (istilah) yang lain yaitu sebagai berikut.

  • a. Al- Jurajani : Al- Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan.

  • b. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala.

  • c. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir, diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al- Fatihah sampai surah An-Nas.

  • d. Pakar Ushul Fiqh, dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya, lafaznya dengan mengandung mukjizat , membacannya mepunyai nilai ibadah, diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf.

3.2. Nama – nama Al – Qur’an

Al-Quran merupakan Kalam Allah yang mengandungi ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada semua manusia. Al-Quran merupakan mukjizat yang paling agung yang telah mendapat jaminan daripada Allah SWT akan kekal terpelihara.

Terdapat lebih dari 10 nama Al-Quran dirakamkan oleh Allah dalam kitabNya. Nama- nama itu menepati ciri-ciri dan kriteria Al-Quran itu sendiri.

1. Al-Kitab (Kitab)

Perkataan Kitab di dalam bahasa Arab dengan baris tanwin di akhirnya (kitabun) memberikan makna umum iaitu sebuah kitab yang tidak tertentu. Apabila ditambah dengan alif dan lam di depannya menjadi (Al Kitab) ia telah berubah menjadi suatu yang khusus (kata nama tertentu). Dalam hubungan ini, nama lain bagi Al-Quran itu disebut oleh Allah adalah Al-Kitab.

e. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada.

Artinya : “Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, (menjadi) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (al-Baqarah: 2)

2. Al-Hudaa (Petunjuk)

Allah SWT telah menyatakan bahawa Al-Quran itu adalah petunjuk. Dalam satu ayat Allah menyatakan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia (2:185) dan dalam satu ayat yang lain Allah nyatakan ia sebagai petunjuk bagi orang-orang betaqwa. (3:138 )

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) …” (al-Baqarah: 185)

  • 3. Al-Furqan (Pembeda)

Allah SWT memberi nama lain bagi Al-Quran dengan Al-Furqan yang artinya Al- Quran sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil. Mengenali Al-Quran maka kesannya sewajarnya dapat mengenal Al-Haq dan dapat membedakannya dengan kebatilan.

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan

Artinya : “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hambaNya (Muhammad) …” (al-Furqan: 1)

  • 4. Ar-Rahmah (Rahmat)

Allah menamakan Al-Quran dengan rahmat kerana dengan Al-Quran ini akan melahirkan iman dan hikmah. Bagi manusia yang beriman dan berpegang kepada Al-Quran ini mereka akan mencari kebaikan dan cenderung kepada kebaikan tersebut.

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan

Artinya : “Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar serta rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (al-Isra: 82)

  • 5. An-Nuur (Cahaya)

Panduan yang Allah gariskan dalam Al-Quran menjadi cahaya dalam kehidupan dengan mengeluarkan manusia daripada taghut kepada cahaya kebenaran, daripada kesesatan dan kejahilan kepada kebenaran ilmu, daripada perhambaan sesame manusia kepada mengabdikan diri semata-mata kepada Yang Maha Mencipta dan daripada kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.

Artinya : “Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan,

Artinya : “Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari kegelapaan kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.” (al-Maidah: 17)

  • 6. Ar-Ruuh (Roh)

Allah SWT telah menamakan wahyu yang diturunkan kepada rasulNya sebagai roh. Sifat roh adalah menghidupkan sesuatu. Seperti jasad manusia tanpa roh akan mati, busuk dan tidak berguna. Dalam hubungan ini, menurut ulama, Al-Quran mampu menghidupkan hati-hati yang mati sehingga dekat dengan Penciptanya.

Artinya : “Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan,

Artinya : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) Ruuh (Al- Quran) dengan perintah Kami, … “(ash-Shura: 52)

  • 7. Asy-Syifaa’ (Penawar)

Allah SWT telah mensifatkan bahawa Al-Quran yang diturunkan kepada umat manusia melalui perantara nabi Muhammad SAW sebagai penawar dan penyembuh. Bila disebut penawar tentu ada kaitannya dengan penyakit. Dalam tafsir Ibnu Kathir dinyatakan bahawa Al-Quran adalah penyembuh dari penyakit-pnyakit yang ada dalam hati manusia seperti syirik, sombong, bongkak, ragu dan sebagainya.

Artinya : “Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan,

Artinya : “Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al- Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.”(Yunus: 57)

8.

Al-Haq (Kebenaran)

Al-Quran dinamakan dengan Al-Haq karena dari awal hingga akhirnya, kandungan Al-Quran adalah semuanya benar. Kebenaran ini adalah datang daripada Allah yang mencipta manusia dan mangatur system hidup manusia dan Dia Maha Mengetahui segala-galanya. Oleh itu, ukuran dan pandangan dari Al-Quran adalah sesuatu yang sebenarnya mesti diikuti dan dijadikan priority yang paling utama dalam mempertimbangkan sesuatu.

Artinya

:

“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah
“Kebenaran
itu
dari
Tuhanmu,
maka
janganlah

sekali-kali

engkau

(Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.” (Al-Baqarah: 147)

  • 9. Al-Bayaan (Keterangan)

Al-Quran adalah kitab yang menyatakan keterangan dan penjelasan kepada manusia tentang apa yang baik dan buruk untuk mereka. Menjelaskan antara yang haq dan yang batil, yang benar dan yang palsu, jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Selain itu Al-Quran juga menerangkan kisah-kisah uma terdahulu yang pernah mengingkari perintah Allah lalu ditimpakan dengan berbagai azab yang tidak terduga.

8. Al-Haq (Kebenaran) Al-Quran dinamakan dengan Al-Haq karena dari awal hingga akhirnya, kandungan Al-Quran adalah semuanya

Artinya : “Inilah (Al-Quran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk kepada seta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Imran: 138 )

  • 10. Al-Mau’izhah (Pengajaran)

Al-Quran yang diturunkan oleh Allah adalah untuk kegunaan dan keperluan manusia, kerana manusia sentiasa memerlukan peringatan dan pelajaran yang akan membawa mereka kembali kepada tujuan penciptaan yang sebenarnya. Tanpa bahan-bahan pengajaran dan peringatan itu, manusia akan terlalai dan alpha dari tugasnya kerana manusia sering didorong oleh nafsu dan dihasut oleh syaitan dari mengingati dan mentaati suruhan Allah.

8. Al-Haq (Kebenaran) Al-Quran dinamakan dengan Al-Haq karena dari awal hingga akhirnya, kandungan Al-Quran adalah semuanya

Artinya : “Dan sungguh Kami telah mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mahu mengambil pelajaran? (daripada Al-Quran ini).” (al-Qamar: 22)

  • 11. Adz-Dzikr (Pemberi Peringatan)

Allah SWT menyifatkan Al-Quran sebagai adz-dzikra (peringatan) kerana sebetulnya Al-Quran itu sentiasa memberikan peringatan kepada manusia kerana sifat lupa yang tidak pernah lekang daripada manusia. Manusia mudah lupa dalam berbagai hal, baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan sesame manusia mahupun lupa terhadap tuntutan-tututan yang sepatutnya ditunaikan oleh manusia. Oleh itu golongan yang beriman dituntut agar sentiasa mendampingi Al-Quran. Selain sebagai ibadah, Al-Quran itu sentiasa memperingatkan kita kepada tanggungjawab kita.

Artinya : “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran).” (al-Hijr: 9)

Artinya : “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran).” (al-Hijr: 9)

12. Al-Busyraa (Berita Gembira)

Al-Quran sering menceritakan kabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan menjalani hidup menurut kehendak dan jalan yang telah diatur oleh Al-Quran. Khabar- khabar ini menyampaikan pengakhiran yang baik dan balasan yang menggembirakan bagi orang-orang yang patuh dengan intipati Al-Quran. Telalu banyak janji-janji gembiran yang pasti dari Allah untuk mereka yang beriman dengan ayat-ayat Nya.

Artinya : “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (an-Nahl: 89)

Adapun mengenai sifat-sifatnya sungguh tertera dalam sejumlah ayat-ayat Al-Qur'an, bahkan sedikit sekali (jarang) surat-surat dalam Al-Qur'an yang tidak menyebutkan sifat-sifat yang indah dan mulia terhadap kitab yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Mulia yang dijadikan mu'jizat (tiada tanding) yang abadi bagi seorang Nabi yang terakhir. Kami sebutkan diantaranya :

  • a. Firman Allah SWT:

Artinya : “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran).” (al-Hijr: 9)

Artinya : “Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang/Al-Qur'an.” (An-Nisâ': 174)

  • b. Firman Allah SWT:

Artinya : “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran).” (al-Hijr: 9)

Artinya : “Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.”(Al-Isrâ': 28).

  • c. Firman Allah SWT:

c. Firman Allah SWT: Artinya : “Katakanlah Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang

Artinya : “Katakanlah Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” (Fushshilat: 44).

  • d. Firman Allah SWT:

c. Firman Allah SWT: Artinya : “Katakanlah Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang

Artinya : “Hai manusia! Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yûnûs: 57)

  • 3.3. Tujuan Pokok Al-Qur’an

    • 1. Petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.

    • 2. Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.

    • 3. Petunjuk mengenal syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya. Atau dengan kata lain yang lebih singkat, “Al-Quran adalah petunjuk bagi selunih manusia ke jalan yang harus ditempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.”

    • 4. Sebagai mukjizat untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah, dan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah murni dari firman Allah, bukan dari perkataan Nabi Muhammad.

    • 5. Sebagai sumber segala hukum.

  • 3.4. Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan Al-Qur’an

  • a)

    Akidah Akidah adalah keyakinan atau kepercayaan.Akidah islam adalah keyakinan atau kepercayaan yang diyakini kebenarannya dengan sepenuh hati oleh setiap muslim.Dalam islam,akidah bukan hanya sebagai konsep dasar yang ideal untuk diyakini dalam hati seorang muslim.Akan tetapi,akidah tau kepercayaan yang diyakini dalam hati seorang muslim itu harus mewujudkan dalam amal perbuatan dan tingkah laku sebagai seorang yang beriman.

    • b) Ibadah dan Muamalah Kandungan penting dalam Al-Qur’an adalah ibadah dean muamallah.Menurut Al- ur’an tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah agar mereka beribadah kepada Allah.Seperti yang dijelaskan dalam (Q.S Az,zariyat 51:56) Manusia selain sebagai makhluk pribadi juga sebagai makhluk sosial.manusia memerlukan berbagai kegiatan dan hubungan alat komunikasi .Komunikasi dengan Allah atau hablum minallah, seperti shalat, membayar zakat dan lainnya.Hubungan manusia dengan manusia atau hablum minanas,seperti silahturahmi, jual beli, transaksi dagang, dan kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan seperti itu disebut kegiatan Muamallah,tata cara bermuamallah di jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 82.

    • c) Hukum Secara garis besar Al-Qur’an mengatur beberapa ketentuan tentang hukum seperti hukum perkawinan,hukum waris,hukum perjanjian,hukum pidana,hukum musyawarah,hukum perang,hukum antar bangsa.

    • d) Akhlak Dalam bahasa Indonesia akhlak dikenal dengan istilah moral. Akhlak,di samping memiliki kedudukan penting bagi kehidupan manusia,juga menjadi barometer kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugasnya.Nabi Muhammad saw berhasil menjalankan tugasnya menyampaikan risalah islamiyah,anhtara lain di sebabkan memiliki komitmen yang tinggi terhadap ajhlak.ketinggian akhlak Beliau itu dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an surat al-Qalam ayat 4.

    • e) Kisah-kisah umat terdahulu Kisah merupakan kandungan lain dalam Al-Qur’an.Al-Qur’an menaruh perhatian penting terhadap keberadaan kisah di dalamnya.Bahkan,di dalamnya terdapat satu surat yang di namaksn al-Qasas.Bukti lain adalah hampir semua surat dalam Al- Qur’an memuat tentang kisah. Kisah para nabi dan umat terdahulu yang diterangkan dalam Al-Qur’an antara lain di jelaskan dalam surat al-Furqan ayat 37-39.

    • f) Isyarat pengemban ilmu pengetahuan dan teknologi Al-Qur’an banyak mengimbau manusia untuk mengali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.Seperti dalam surat ar-rad ayat 19 dan al zumar ayat 9.Selain kedua surat tersebut masih banyak lagi dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dalam kedokteran,farmasi,pertanian,dan astronomi yang bermanfaat bagi kemjuan dan kesejahteraan umat manusia.

    3.5. Fungsi Al-Qur’an

    Al-Qur’an adalah dokumen untuk umat manusia. Bahkan kita ini sendiri menamakan dirinya petunjuk bagi manusia. Allah SWT berfirman Dalam QS: Al-Baqarah [2]: 185 & 2:

    ي

    ۲﴿ ن ييققتتم م ل قل ىدد مه قهيفق

    ن

    بن يير ن ل بم اتنقكل ي ا ك ن قلنذ

    ن

    Artinya : “kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan pada isinya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. (QS: Al-Baqarah [2]: 2).

    م

    فنقناقن ر فم ل او ن ىودن ه اننمق تتاننيينبو ن سق انتللقىودد ه منآنر ي قم ل اه يفق ل ز ينأ يذق ل انناضن

    ي

    م

    ل

    ن

    أ ينمق ةةتدقعنفر فن س ىسل نعو ي اضد

    ن

    ن

    أ

    قلو ن نةتدقعل ي ااول مق ك متقلو ن ر س

    ت

    م

    ي

    ن

    ي

    ن

    ن

    م

    ن

    ي

    ق

    م

    ن

    ي

    ي

    ي

    ت

    م ر شن

    ن م ي

    ر

    ه

    ير م نناك ينم ن و م ص نيل نفر ن شت لام م ك ينمق نده شن ينم ن

    ن

    ن م ي

    م

    ق

    ي

    ه

    ه

    م

    ي

    ق

    م

    م

    ك ه لادم ير مير ن خن أ مت ايت

    ب ل

    ق م

    ن

    ت

    ق

    ت

    م

    ي

    معل ام م ب

    ك مدير ميلو ن ر س

    م

    ق

    م

    ت

    ن

    ي

    ن

    ميل ام

    م

    ۱٨۵﴿ نن ور ك شي نتم ي ك ل نعل و م ك ادن نهام ن ىسل نعه ن ل لااور م يبك ن مت

    م

    ق

    ن

    ي

    ق

    Artinya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan

    penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS: Al-Baqarah [2]: 185).

    Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang didesain sedemikian rupa sehingga jelas bagi umat manusia dengan petunjuk itu manusia bisa membedakan mana yang hak dan bathil. Inilah sesungguhnya fungsi Al-Qur’an, yaitu sebagai pedoman hidup umat manusia. Karena itu bila Al-Qur’an dipelajari dengan benar dan sungguh-sungguh maka isi kandungannya akan membantu Kita menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman untuk menyelesaikan berbagai problem hidup.

    1.

    2.

    3.

    4.

    Adapun fungsi Al-Qur’an yang lainnya adalah:

    Pengganti kedudukan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT.

    Tuntunan serta hukum untuk menempuh kehidupan.

    Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu.

    Sebagai Obat penawar (syifa’) bagi segala macam penyakit, baik penyakit rohani maupun jasmani. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Yunus: 57, Al-Isra’: 82, dan Fushilat: 44.

    ن

    قل ءة افن فففشق و م يبر ن ينمق ةة ظ عق و م م يتءن اجن يدنق س افففنتلا افففه ن ييأ ن افففن

    ن

    ي

    م ك
    م
    ك

    ن

    ي

    ن

    ي

    م

    ك

    ي

    ۵۷﴿ ن

    ن

    ينقمق يؤم م قل

    ل

    م

    ي

    ي

    ةة م حي ر و ىدد مهو ن ودم ص

    ن

    ن ن

    ر

    لا

    ي ففففق افففم

    ق

    Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus [10]: 57).

    ت

    ن يمق قلاظ لاد م ففففيز ن لو ن ننينقمق يؤم م قلةة م ح و ءة افن ففففشق و مهام ن قنآنر ي ي اننمق

    ن

    ي

    ي

    ل

    ن

    ي

    ن ن

    ر

    ن

    قم ل

    لم ز ففففننمنو ن

    ي

    ق

    ٨۲﴿ ار د اس

    ن

    خن لإ

    Artinya : “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan (Al-Quran itu) tidaklah menambah kepada orang- orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra' [17]: 82).

    ه قمييب ق ر نعو ن ييمق جن يعأ ه

    و ل

    ن م

    ن

    ن

    م

    ي

    ن ن

    أ متاينآيتيل ن ص

    ي

    مفلو ي اول اقن ل اييمق جن يعأ اندآنر ي قم مهاننل نعجن و و

    ن

    ل

    ن

    ت

    ي

    ن

    ت

    م

    ن

    ي

    ق

    ن

    ل

    م د نعم ي ييل نعو ن مهو ن ر

    ه

    ق

    ة

    يقو ن م قناذن آييفقننونممق يؤميل ن ننيذق ل او ن ءة افن شق و ىودد مهاونمم ن آيننيذق ل قل

    ي

    ه

    ق

    ن

    ٤٤﴿

    م

    تديعقنبتناك م ن ينمق ننو ي نداننميك ن قئل ن وأ

    ن

    ىس

    Artinya : “Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa lain selain bahasa Arab tentulah Mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat- ayatnya?”. Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?. Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga Mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi Mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fushshilat [41]: 44).

    5.

    Sebagai pembenar kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Fathir: 31 dan Al-Maidah: 48.

    ي

    ت

    نت إ قهييندففني ن ففيينب اففم ن قل اقديدص

    ن

    ن

    ق

    ي

    ي

    ن

    أ

    م ق حن م
    م ق حن
    م

    ل ا و مه ب اتنقكل ا ن مق

    ن

    ق

    ن

    ۳۱﴿

    ك ن ييل إ اننييحن و يذق ل او ن

    ن

    ق

    ي

    ت

    ن

    ر يصق نبر ة يب خن ل قهقدابنقعب ق ه ن ل

    ة

    ق

    لا

    Artinya : “Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) adalah Al- Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya.” (QS. Fathir: 31).

    ي

    ن

    نم ي حي افن ه ييل نعاندمق ييه ن و ق اتنقكل اننمق ه ييندنيننيينبام ن قلاقديدص

    ب

    م ن

    م

    ب

    ن

    ق

    ق

    ن

    م

    م

    ن

    او ن ةد م م

    ي

    ت

    أ

    ك نعجن

    ل

    م

    ن

    ت

    ن

    م ك
    م
    ك

    ن

    م م قي حن ل اب نباتنقكل ي اك ن ييل اننل ي زنينأ

    ي

    ق

    ن

    ن

    إ

    ن و

    ه لل ن زنينأ ام ن م ننيي

    ق

    ي

    ق ي

    ب

    م

    ه

    ت

    ام ت نعم ي مهءن او ن يهأ يعب تتنتلو ن ل

    م

    ي

    م

    ل م

    ه لاءن اشن و و اجد اه ن ينمق و ةد نعر ي شق

    ل ل

    م

    ت

    ي

    ل

    ن

    ي

    ن

    ي

    م

    م ينمق اننل نعجن ل قلقي حن ل اننمق ك ءن اجن

    ك

    ق

    ك

    م

    م

    ن

    ننمينفاعد يمق جن م معج ر م ن ل

    ي

    ك

    ي

    ق

    ه لاىسل قتار ن ييخن ل ااوقم ب نتس ي افن م ك اتنآنام ن يفق م و يبنيقلينقكل و دةندحق

    ق

    ن

    إ

    ق

    ق

    ي

    ي

    ك ل

    ن

    ن

    ن

    ٤٨﴿ ن وفمقلنتخي نته يفق م ي متينك م ام ن ب م ك

    ن

    ق ي

    م مئب ي

    ق

    Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Ma’idah: 48).

    • 6. Sebagai pelajaran dan penerangan. Seperti dalam firman Allah SWT dalam QS. Yasin: 69.

    ي

    ٦۹﴿ ن يب م ن آنر ي مقو ن ر ك قذ لإ و مه ن إ ه ل ي غق ن ب يني ن ام ن و ر ع شي لا ه اننم ي ل نع ام ن و

    ة

    ق م

    ة

    ة

    ن

    ق

    ي

    م

    ن

    ق

    ن

    ن

    ي

    م

    ن

    ت

    Artinya : “Al Quran itu tidak lain adalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.” (QS. Yaa Siin: 69).

    • 7. Sebagai pembimbing yang lurus. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Kahfi: 1-2, Al-An’am: 126 & 153, Al-Isra’: 9, dan Al-Baqarah: 2.

    افم ي نق﴾ د ي ۱﴿ تق اح ن قلاففص ت
    افم
    ي نق﴾
    د ي
    ۱﴿
    تق اح ن قلاففص
    ت

    افج ن و عق

    ن

    ي

    ن

    ت

    ت

    ت

    ن

    ه فل ن لي فع ج ي م ففل و ب اففنتقكل ا قهقدففب نع ىل نع لن ز ينأ يذق ل ا قهل قل د م ح ل ا

    م

    م

    ن ي ن

    ي

    ت

    ن

    ن

    ن

    ي

    ي

    ن

    ن

    ن

    م

    ي

    ن

    ي

    اد د يدق شن

    اس د ن ر ن قذيني م قل

    ن

    أ ب

    ح ار د ج أ م ه ل ن أ

    ن

    ي

    ي

    ن

    م

    ي

    لا ن وففل م ي ن يذق ففل ا ن ينقمق يؤففم م ا ر شي ب و ه يند م ل ن مق

    ن

    ن

    ي ن

    ع

    ن

    ن

    ل

    ن

    ن م

    ي

    ن

    م

    ي

    ۲﴿ اندس

    ن

    Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya {1}; Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik {2}.” (QS. Al-Kahfi: 1-2).

    ۱۲٦﴿ ن ور ك تذي ن مت و قنقلقتاي ن لااننل ي ص نفد ي نقام د يققنتس

    ن

    م

    ي

    ت

    ي

    م

    ن

    ت

    م ك ب ر ط ار ن صق

    ن

    ي

    م

    اذن نهو ن

    Artinya : “Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.” (QS. Al- An’am: 126).

    م ك
    م
    ك

    ن

    اذن ه تنأ ن

    ن

    و

    قلنذه قليب س يننعم ي ب

    ق ن

    ق

    ق

    م ك نقر ت فننتفن ل مبس

    ن

    ي

    لااوعم ب تتنتلو ن مهوعم ب تتافن ام د يققنتس

    ق

    ق

    ي

    م

    م

    م يطق

    ت

    ن

    ار ن صق م
    ار ن صق
    م

    ۱۵۳﴿ نن وقمتتنتم ي ك ل نعل ه ب م ك اص

    ق ي

    ت

    ن

    ي

    و م

    ق

    Artinya : “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153).

    ن يذق ففل ا ن ينقمق يؤففم م ا ر ففشي نبميو ن م و ففيقأ ي ففقه ي ففقتل قل يدق ه ني نن آنر ي قم ل ا اذن نه نت إ

    ن

    ن

    ل

    م

    م ن

    ن

    ي

    ن

    ن

    ۹﴿ ار د يب ك ار د جي أ م ه ل نت أ تق احن قلاص

    ن

    ق

    ي

    ن

    م

    ت

    م

    لا نن ول م ن يعني

    ق

    ت

    ي

    ن

    ت

    ي

    Artinya : “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal sholih, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’: 9).

    ي

    ۲﴿ ن ي ققتتم م ل قل ىد د مه قهيفق

    ن

    ي

    ب ي ر ل ب اتنقكل ي ا ك ن قلنذ

    ن

    ي

    ن

    ن

    م

    Artinya : “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 2).

    • 8. Sebagai pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi yang meyakininya. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al Jatsiyah: 20, Ibrahim: 1, Al-hadid: 9, Al-thalaq: 10-11, Al-Maidah: 15-16, dan Al-Ankabut: 51.

    ۲٠﴿

    نن ونمققويم م و قنقل ةة م حي ر و ىدد مهو ن س انتللق ر قئاص

    ي

    ن

    ن ن

    م

    ن

    نب اذن

    نه

    Artinya : “Al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi

    ت

    ق

    kaum yang meyakininya.” (QS. Al Jatsiyah: 20).

    ي

    م ي

    ل اطق

    ار ن صق

    ىسل م يبر ن قنيذإ ب ونيلاىسل ن قتام ن ظ لاننمق س انتلاجن ر خي متقلك ن ييل مهاننل ي زنينأ ةباتنقكرلا

    ن

    إ

    ق

    ي

    ه

    ق

    ق

    ق ق ر
    ق ق ر

    إ

    ق

    ل

    ن

    ق

    ن

    إ

    ق

    ي

    ۱﴿ قديمق حن ل از يز نع

    ن

    ق

    ق

    Artinya : “Alif laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS.

    Ibrahim: 1).

    م ي

    م ففك م جن ر خي ميقل تت اففننيينب تت اينآن قهقديبنع ىل نع لم زيننمي يذق ل ا و مه

    ي

    ق

    ن

    ن

    ۹﴿ م يحق ر ن فة

    ة

    م

    ت

    وءم ر ل م ك ب ه ل لا نت

    ن

    ي

    ن

    ق

    ن

    إ و ر ونيلا ىل إ

    ق ن

    ق

    ن

    ق

    ت

    تق اففم ن ظ لا ن ففمق

    ل

    ن

    Artinya : “Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al Qur'an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.”(QS. Al-Hadid: 9).

    يذق فل ا ب افب ن ي لا ي فلقوأ افي ن ه ل لا اوقمتتاففن

    ت

    ق

    ل

    ن

    م

    ن

    ي

    ك

    ت

    م

    ت

    ت

    ن

    ن

    ن

    اد د يدق

    م

    شن

    ي

    ن

    اب د اذن

    ت

    م

    ل

    ت

    نع م ل ه لا د نعن

    ي

    م

    ه

    ن

    م

    ل

    ز ينأ د نق اونمم ن

    ن

    ي

    آن

    ت

    أ

    قهففل لا تق اففي ن آن م ففك م ل

    ن

    ي

    م ي

    ىففل إ تق ام ن ظ لا ن مق

    ل

    ن

    ق

    ي

    ن ففمق

    ي نع ول يتي ن لوس م ر ن ۱٠﴿

    ي

    م

    تق اح ن قلاص

    ي

    ار د قذ م

    ي

    ي إ ه لا لن

    ك ل

    ي

    ن

    ت

    ن

    لا اول مق نعو ن اونمم ن آن ن يذق ل ا ج ر خي ي قل تت انني ي م

    ق

    ن

    ن

    م

    ن م

    ت

    ب

    لي

    ع و قهل لاب ق ن مق يؤي م ن و ر ونيلا

    ن

    ي

    ن

    ن

    م ي

    ن

    ن أ

    اه ن يفق

    ي

    ن يدق قلاخن

    ن

    ق

    ي

    ن ن

    م

    ر م اه ن ينلا اه ن قتح نت

    ق

    ي

    ير ففج نت تت اففتنج ن ه خق د ففي م اح د قلاففص

    ي

    م

    ل

    ت

    ن

    ن

    ۱۱﴿ اقد ز ر ه ل ه ل لا ن س ح أ د نق اد د ب

    ق

    ي

    م

    ن

    م

    ي

    ي

    ق

    Artinya : “Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu {10}, (Dan mengutus) seorang

    Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman
    Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam
    hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal
    yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan
    mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga
    yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
    Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya {11}.” (QS. Al-Thalaq: 10-11).
    ن
    ي
    ن
    ي
    ن
    فم يعنيو ن ق اتنقكل اننمق ننوفم خي متم ي متينك م ام ت مق ار د يثقك ن م ل
    ب
    م
    ي
    ك منيينبمياننل م وففس ر م ي ك ءن اجن يدقن ق ب اتنقكل ل يهأ اين
    م
    م
    ن
    ت
    ﴿ ن يب م
    ق م ةباتنقكو ن ر ة ونم ه لاننمق م ك ءن اجن يدنقر يثقك ن يننعو
    ل
    م
    ة
    ق
    ي
    ت
    م ي
    ن
    ت
    ب
    ونيلاىسل ن قتام ن ظ لاننمق م جم ر خي ميو ن مق لس
    إ
    ل
    ه
    ه
    ق ق ر
    نناو ن ضي
    ه لاه يدق ه ني﴾
    ب
    ۱۵
    ق
    ي
    م
    ق
    ت
    لل مبس
    م
    م
    ر نعنبتتانقم ن ل
    ق
    م
    ق
    ق
    ي
    ن
    ﴾۱٦﴿ م يققنتس
    ي
    م م تطار ن صق
    ىسل إ م ه يدق ي ه نيو ن ه قنيذإ
    ت
    ق
    ي
    ق
    ق
    ق
    Artinya : “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami,
    menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula
    yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab
    yang menerangkan (15). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti
    keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-
    orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
    menunjuki mereka ke jalan yang lurus (16).” (QS. Al-Maidah: 15-16).

    ي

    ن

    مق يؤميمت و قنقلىور ن قذو ن ةد م حي ر ك

    ي

    ك

    ن

    ن

    ل قلنذيفقتنإ م ييل نعىسل يتمينباتنقكل ي اك ن ييل نعاننل ي زنينأ انتأ م فق ك نيم ي و أ

    ن ن

    ي

    ه

    ن

    ن

    ن

    ي

    ه

    ي

    ن

    ل

    ن

    ق

    ق

    ق

    ۵۱﴿نن ونم

    ن

    ن

    Artinya : “Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang- orang yang beriman.” (QS. Al-Ankabut: 51).

    • 9. Sebagai pengajaran. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Qalam: 52, dan Ali Imran: 138.

    ن

    ي

    ۵۲﴿ ن يمق ل اعن ل قلر ة ك قذلإ و مهام ن و

    ن

    ق ن

    ن

    ي

    Artinya : “Dan tiadalah ia (Al Qur-an), melainkan pengajaran untuk semesta alam.” (QS. AI-Qalam:52).

    ۱۳٨﴿

    ن يققتتم م قلةة ظ عق و و ىود مهو ن سق انتللقةناي ن ب

    ن

    ل

    ي

    ن ن

    م

    د

    ن

    ي

    ن

    اذن نه

    Artinya : “(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran: 138).

    • 10. Sebagai petunjuk dan kabar gembira. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Al-Nahl: 89.

    ي

    ز ت ننو ن ءق لؤم ه ىسل نعاد د يه شن ك اننيئج و م سق

    ل

    ن

    ن

    ن

    ق

    ٨۹﴿ ن يمق قلس

    ن

    ي

    ب

    ي

    ق

    ن

    ي

    ق

    ه

    ن

    فمينأ ينمق م ي نعاد د يه شن تةم ت ل ي يفقمثع ن ننم ن و ي

    ي

    ن

    ي

    ه ل

    ي م

    م ك
    م
    ك

    ي

    ي

    ب

    ي

    ن

    ن ن

    و

    ي ي نعانن

    م

    م ل قلىور ن شي ب و ةد م ح ر و ىود د مهو ن ءت ي شن ل ك قلانداي ن ب قتب ن اتنقكل اك ن ل

    م

    م

    ق

    ن

    ن

    ي

    ن ن

    ق

    ي

    ق

    ي

    Artinya : “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al- Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Nahl: 89).

    • 11. Sebagai pembanding atau pembeda (Furqan) antara yang haq dan bathil.

    Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah [2]: 185.

    ي

    ي

    ي

    م

    ه شن ينم ن فنقناقن ر فم ل او ن ىودن ه اننمق تتاننيينبو ن سق انتللقىودد ه منآنر ي قم ل اه يفق ل ز ينأ يذق ل انناضن

    م

    ي

    ن

    م

    ل

    ن

    لادم ير مير ن خن أ مت ايتأ ينمق ةةتدقعنفر فن س ىسل نعو ي اضد

    ق

    ت

    ن

    ن

    أ

    م

    ن

    ق

    ي

    ر

    م

    ت

    ن

    ي

    م

    ت

    م ر شن

    ن

    ن م ي

    ه

    ير م نناك ن ينم ن و م ص نيل نفر ن شت لام م ينمق ند

    ن

    ق

    ن م ي

    ه م
    ه
    م

    م

    ي

    ه

    ك

    م

    ي

    ت

    ك ق مدير ميلو ن ر س

    ق

    م

    ن

    ي

    م

    ميل ام

    م

    ك ه

    ن

    ب ل

    ق م

    ۱٨۵﴿ نن ور ك شي نتم ي ك ل نعل و م ك

    م

    ادن نهام ن ىسل نعه ن لااور م يبك ن متقلو ن نةتدقعل ي ااول مق ك متقلو ن ر س معل ام م ب

    ق

    ن

    ل

    ت

    م

    ي

    ق

    ن ي

    ي

    Artinya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”(QS. Al-Baqarah [2]: 185).

    • 12. Sebagai pengajaran/pembentang/penjelas (tibyan) segala sesuatu akan ilmu pengetahuan dan rahasia-rahasia alam dunia dan akhirat. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran: 138, dan QS. Yusuf: 111.

    نننيينبيذق ل اقن يدق ص نتينقكل و ىور نتفيمياثديدق حن نناك ن ام ن ابنل ي لايلقولةة ر يبقعم ي صق

    ي

    ي

    ن

    ن

    ن

    ب

    ق

    ن

    ه

    ي م

    ت

    ن

    ن

    ص قن يفقنناك ن يدقن

    ن ل

    فينتو ن ييند

    ه

    ق

    ۱۱۱﴿ نن ونممق يؤميمت و قنقلةد م حي ر و ىودد مهو ن ءت ي شن ل ك ل يصق

    ي

    ن

    ن ن

    ي

    ق

    Artinya : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang- orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf [12]: 111).

    ۱۳٨﴿

    ن يققتتم م قلةة ظ عق و و ىودد مهو ن

    ن

    ل

    ي

    ن ن

    م

    ي

    ن

    سق انتللقةنايننباذن نه

    Artinya : “(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran: 138).

    • 13. Sebagai tali Allah yang harus diikat kuat dan digenggam teguh dalam hati dan kehidupan, khususnya bersama-sama agar tidak bercerai-berai. Seperti dalam Firman Allah SWT dalam QS. Al-Zukhruf: 43, dan Ali Imran: 102-103.

    ٤۳﴿

    ن

    ىسل ك

    ن ع تنإ

    ن

    ن

    يققنتس

    ي

    م تطار ن صق

    م

    ك ل ي

    ي إ حق

    ن

    ق

    ق

    ي

    ن

    م

    ت

    م

    وأ يذق ل اب سق

    ك

    ق

    ي

    ت

    ي

    م نتس ي

    ان

    ف

    Artinya : “Maka berpeganglah teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.” (QS. Al-Zukhruf [43]: 43).

    ن

    ت

    ن

    ي

    ﴿ ن وم قلففففففففففففس

    ن

    م

    م

    متينك

    م

    يذإ م

    ت

    ي

    م ي متينأ و لإ تنمتوم م نتلو ن قتاقنمتقت ح ل

    م م

    ن

    م

    ه

    ن

    ن

    ت

    ه لااوقمتتااونمم ن آيننيذق ل ااه ن ي أ اي ن

    ه للقب ي ح اوم م صق نتيعاو ن ۱۰۲

    ن ق

    ب

    م

    ك ق ول قمنني ي فن ل نفءد اد ن يعأ م

    ن

    ب

    أ

    م

    ن

    ي

    انت

    ت

    ن

    ن

    ت

    ي

    ك ل ه لاةن م قناور م يذاو ن اوقم ر فننتلو ن اع د يمق ج ل

    ن

    ي

    ي ع ل

    ن

    ن

    ي

    ع

    ك

    ق

    ت

    ق

    ن

    ن

    ن ي

    ب

    ي

    م

    لاننمق تةر ن في ح افن شن ىسل م متينك م و انداو ن خي إ قتم ن قنب م متح ي ص فن م ب

    ق

    م

    ق

    ن

    ن ي

    ع

    ي

    ع

    ن

    ق ي

    م

    ه

    ت

    ت

    ۱۰۳﴿

    ن ود نته ي نتم ي ل ل قتاي ن آيم ي ل ل

    ن

    م

    ك ع ه

    ن

    ن

    ق ق

    ن

    م

    أ

    ق

    ن

    ك ه لانمي ي ي قلنذك ن اه ن ينمق م نذقنينأ نفر

    م

    ن م

    ب ك

    ي

    ك

    ق

    Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (102). Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu

    ق

    menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah

    berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (103).(QS. Ali Imran: 102-103).

    • 14. Sebagai tadzkirah (peringatan) bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan terhadap kepemimpinan Al-Qur’an. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Thaha: 1-4 & 123-124.

    ت ۳﴿

    ن ينم ن قلدةر ن قكيذنتل ت إ

    ىشن خي ي

    ۲﴿

    ي

    ق

    ن

    ىقن شي نتقلننآنر قم ل اك ن ل

    ي

    ي

    ن

    ي ي نعاننل ز ن ينأ ام ن

    ي

    ۱﴿هط

    ٤﴿ ل ع ل اتقاو ن ام ن س لاو ن ض ر ي لاقن ل خن ينم ت مق ليز ينن

    ن

    م

    ت

    ن

    ن

    ق

    Artinya : “Thaahaa{1}. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah {2}; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) {3}. Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi {4}.(QS. Thaha:

    1-4).

    ي

    فننيادن ه نعنبتتانقم ن فن ىودد ه ينيمق م تننيقتأ نيام ت نفو ي مدنعضت

    م

    م

    نيمهر م شم حي ننو ن اك د ينضن

    ي

    و

    ي

    إ

    ن

    ةد شن يعق م ل

    ن

    ه تنإ فن ير قذيننعضن

    م

    ق

    ك

    ي

    ق

    ق

    م ك
    م
    ك

    يعنبقلم ي ضم

    ك

    ن

    ر يعأ ينم ن و

    ن

    م

    ن

    يعنباعد يمق جن اه ن ينمق اط يهل ن اقن

    ن

    ب

    ي

    ق

    ۱۲۳﴿ ىقن شي نيلو ن ضق نيل

    ن

    ل

    ي

    ۱۲٤﴿ ىم يعأ قةم ن اينقق ل ام ن

    ن

    Artinya : “Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka {123}.” Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (124).(QS. Thaha: 123-124).

    • 15. Sebagai pengawas (Muhaiminun) dan penjaga atas kitab-kitab samawi lainnya, tidak hanya membenarkan masalah aqidah, akan tetapi masalah syariat alamiyah juga. Al- Qur’an juga menetapkan sebagian hukum-hukum dari kitab sebelumnya dan mengganti

    serta mengubah sebagian lainnya. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah: 48.

    ي

    ي

    و ب اففنتقكل ا ن ففمق

    ق

    ن

    قهي د ففي ن ففي ن اففم ن قل اقد د ص م ق ح اب ب اتنقكل ي ا ك ن ي ل إ اننل ز و

    ي ن

    ن

    ن

    ي

    ن

    ب

    ن

    ي

    ن

    ت

    م

    ي

    ي

    ن

    ن

    ل

    ق

    ن

    ي

    ن

    ي

    ن ينأ

    ن

    م نني ي ن

    ي

    م

    ي

    ه

    ب م

    م ينمق

    ي

    ك

    م

    م

    ك ي

    ح افن

    ق

    ن

    ي

    ل

    قهي نع

    اننل ج لل

    ي

    ن ن

    ع

    م

    م

    ك قل

    ن

    اففدنمق ي م

    ي

    ن م ن

    ه

    ي

    ق ففح ا ن ففمق

    ن

    ن

    ل

    ن

    ن قكل و دةد ن حق

    ي

    ن

    ك ن ءن اج ن ام ت نع م مهءن او ن يهأ ع تتنت ل و ه لا لن ز ينأ ام ن ب

    م

    م

    ن

    ي

    ن

    ت

    ي ق

    ب

    ل ج ل ه لا نءاشن

    م

    ل

    ن

    م

    ل

    ن

    ن

    ق

    و و اج د اه ن ينمق و ةد نعر ي شق

    ي

    ي

    ل

    ن

    ن

    ن

    او ن ةد م أ م

    ت

    ي

    ت

    ك ع

    ن ن

    اففع د يمق ج م ففك م ج ر م قهففل لا ىففل إ تق ار ن ففي خن ل ا اوقم ب نتففس ي افن م ك اففنتآن اففم ن ي ففقف م و ب قل

    ن

    ي

    م ق

    ع

    ي ن

    ن

    ق

    ي

    ي

    م

    ي

    ك ل ي

    ن

    م

    ك مئب ي

    نف

    نني م

    م

    ي ن

    ٤٨﴿ ن وفمقلنتخي نت قهيفق م ي متينك م ام ن ب

    ق

    ن

    ق م ي

    Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”. (QS. Al-Maidah: 48).

    16. Sebagai Mukjizat bagi Rasulullah SAW yang bertujuan untuk melemahkan musuh- musuh Allah dan Rasul-Nya yang meragukan kenabian dan kerasulan-Nya. Selain itu fungsi Al-Qur’an yang tidak kalah penting, adalah sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW, dan bukti bahwa semua ayatnya benar-benar dari Allah SWT. Sebagai bukti kedua fungsinya yang terakhir paling tidak ada dua aspek dalam Al-Qur’an itu sendiri :

    1) Isi/kandungannya yang sangat lengkap dan sempurna 2) Keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya 3) Kebenaran berita-berita ghaibnya 4) Isyarat-isyarat ilmiahnya.

    3.6. Sejarah Turunnya Al-Qur’an

    Nabi Muhammad SAW menerima wahyunya yang pertama ketika Nabi sedang bertahannuts/berkhalawat di Gua Hira. Gua tersebut terletak di pegunungan sekitar 3 mil kearah utara Kota Mekah. Wahyu yang pertama kali beliau terima adalah lima ayat pertama surat Al- Alaq.

    Menurut keterangan sebagian para ulama ahli tarikh, permulaan wahyu Al-Qur’an diturunkan ialah pada hari tanggal ke 17 bulan Ramadhan tahun 41 fiel, bersamaan pada tanggal 6 Agustus tahun 610 masehi. Nabi Muhammad saw saat itu berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari (tahun Qomariyah/Bulan) atau 39 tahun 3 bulan dan 8 hari (tahun syamsiah/matahari).

    Dan penghabisan wahyu Al-Qur’an diturunkan adalah pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun ke 10 dari hijrah, bersamaan pada tanggal 8 Maret tahun 632 Masehi dan beliau ketika itu telah berusia 63 tahun. Jadi masa Al – Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah dalam tempo 22 tahun dua bulan 22 hari

    Al – Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan perantaraan Ruh Al-Amien (Malaikat Jibril) dan caranya tidaklah sekali turun, tetapi berangsur – angsur, dari se-ayat, dua ayat dan tempo-tempo sampai sepuluh ayat. Bahkan tidak jarang hanya diturunkan tiga perkataan, itu semua menurut kepentingan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah SWT.

    Jika Nabi Muhammad SAW menerima ayat – ayat yang hingga sepuluh ayat lebih maka beliau menerimanya dari Malaikat Jibril lima ayat demi lima ayat yang demikian itu untuk mempermudah Nabi Muhammad untuk menghafalkannya.

    Sebenarnya, malaikat Jibril telah menyampaikan firman-firman Allah atau Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad dengan beberapa cara. Nabi Muhammad SAW dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam - macam cara dan keadaan, yaitu di antaranya :

    • a. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW. tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Rasulullah tiba -tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya. Mengenai hal ini, lihat surat (42) Asy Syuura ayat (51).

    • b. Suatu ketika, malaikat Jibril juga pernah menampakkan dirinya sebagai seorang laki- laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW. Itulah salah satu metode lain yang digunakan malaikat Jibril untuk menyampaikan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

    c.

    Yang selanjutnya, wahyu juga turun kepada Nabi Muhammad saw. seperti bunyi gemerincing lonceng. Menurut Rasulullah, cara inilah yang paling berat dirasakan, sampai-sampai beliau mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim yang sangat dingin. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa".

    d.

    Cara yang lain adalah malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Muhammad saw. dengan menampakkan wujudnya yang asli tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no. 2, tetapi benar -benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surat (53) An Najm ayat 13 dan 14. Artinya: “Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). Ketika ia berada di Sidratul muntaha. ”

    e.

    Sewaktu Nabi Muhammad SAW Mi’raj, oleh Allah SWT beliau diberi wahyu. Yakni wahyu yang langsung disampaikan kepada beliau tidak dengan perantaraan Malaikat Jibril, waktu beliau sedang di alam atas.

    f.

    Allah SWT memberi wahyu kepada Rasulullah dengan langsung – tidak dengan perantara Malaikat Jibriel, sebagaimana Allah SWT berbicara langsung kepada Nabi Musa as. Cara wahyu yang sedemikian itu telah diakui terjadinya atas Nabi Musa as dengan keterangan dari Al-Qur’an dan terjadinya atas pribadi Rasulullah dengan keterangan seperti tersebut dalam riwayat Isra’.

    3.7. Periode diturunkannya Al Qur’an

    A.

    Periode Pertama Periode ini disebut juga Periode Mekah. Turunnya Al Qur’an pada periode pertama ini terjadi ketika Nabi SAW. bermukim di Mekah (610 – 622 M) sebelum Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah. Ayat -ayat yang diturunkan pada masa itu, kemudian disebut dengan ayat -ayat Makiyah, yang berjumlah 4.726 ayat dan terdiri atas 89 surat atau 19/30 dari Al-Qur’an. Ciri-ciri ayat Makiyah yaitu:

    1) Surat dan ayat-ayatnya pendek-pendek 2) Diawali dengan yâ ayyuhan-nâs (wahai manusia) 3) Kebanyakan mengandung masalah tauhid, iman kepada Allah SWT masalah surga dan neraka, dan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan akhirat (ukhrawi) dan juga tentang pembinaan akhlak.

    4)

    Gaya bahasanya singkat padat (ijaz), karena sasaran yang pertama dan utama adalah orang-orang arab asli yang sudah faham benar dengan bahasa arab.

    B.

    Periode Kedua

    Periode ini adalah Periode Madinah. Sebuah periode yang terjadi pada masa setelah Nabi Muhammad SAW. hijrah ke Madinah (622 – 632 M). Ayat-ayat yang turun dalam periode ini kemudian dinamakan ayat –ayat Madaniyah, meliputi 1.510 ayat dan mencakup 25 surat atau 11/30 dari Al-Qur’an. Ciri-ciri ayat Madaniyah:

    1)

    Ayat-ayatnya panjang

    2)

    Diawali dengan yâ ayyuhalladzîna âmanû (wahai orang -orang yang beriman)

    3) Kebanyakan tentang norma/hukum-hukum agama (syariat), orang-orang yang berhijrah (muhajirin) dan kaum penolong (anshar), kaum munafik, serta ahli kitab

    4) Gaya bahasanya panjang lebar dan jelas (ithnab), karena sasarannya bukan hanya orang arab, melainkan juga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai banyak masuk islam.

    Keadaan Pribadi Nabi Muhammad Ketika Menerima Wahyu Al – Qur’an

    Sebagaimana telah diketahui dalam kitab sejarah, dan telah diakui oleh para ulama tarikh, baik kawan maupun lawan bahwa pribadi Nabi Muhammad adalah seorang Ummi, yaitu seorang yang tak pandai membaca dan menulis. Hal ini oleh Allah SWT telah dinyatakan dengan ayat firman-Nya,

    4) Gaya bahasanya panjang lebar dan jelas (ithnab), karena sasarannya bukan hanya orang arab, melainkan juga

    “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur'an) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).” (Al-Ankabut ayat 28)

    Maksudnya adalah keadaan Nabi SAW sebelum Al-Qur’an diturunkan, tidaklah beliau pernah membaca kitab – kitab kuno, tulisan – tulisan dalam buku – buku kuno, dan tidak pula pernah menulis atau mencatat kitab – kitab kuno dengan tangan kanannya. Karena bila beliau dapat membaca dan menulis dengan tangan kanannya, niscaya patutlah kalau orang – orang yang akan merusak atau membantah Al – Qur’an itu ragu – ragu kepadanya.

    Dengan keterangan ini jelaslah bagi kita bahwa pribadi Nabi SAW menerima wahyu Al-Qur’an dari Hadirat Allah SWT dengan perantaraan Malaikat Jibril, beliau senantiasa menggerakkan lidahnya, karena membaca wahyu yang sedang diturunkan itu dengan suara sayup – sayup dan terburu – buru agar lancar dalam menghafalkannya karena Rasulullah khawatir kalau Malaikat Jibril segera kembali dari beliau, dan beliau belum sampai hafal akan wahyu itu. Oleh sebab itu Allah menyampaikan peringatan kepada beliau dengan Firman-Nya,

    4) Gaya bahasanya panjang lebar dan jelas (ithnab), karena sasarannya bukan hanya orang arab, melainkan juga
    4) Gaya bahasanya panjang lebar dan jelas (ithnab), karena sasarannya bukan hanya orang arab, melainkan juga
    4) Gaya bahasanya panjang lebar dan jelas (ithnab), karena sasarannya bukan hanya orang arab, melainkan juga

    Artinya : “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.”(Al Qiyamah ayat 16-19)

    Maksudnya adalah Nabi SAW dilarang jangan sampai selalu menggerakkan lisannya untuk menghafalkan wahyu yang sedang diterimanya agar dengan segera dapat menghafal semuanya, padahal sesungguhnya Allah SWT yang menghimpunnya dan membacakannya dengan perantaraan Malaikat Jibril, dan Dia pula yang menetapkannya ke dalam dada beliau. Maka apabila Malaikat Jibril belum selesai membacakannya hendaknya beliau diam dan mendengarkannya dulu apa yang dibacanya. Karena dalam hakikatnya beliau dapat membaca dan menerangkan lisannya itu adalah dari kekuasaan Allah juga.

    Maksudnya adalah Nabi SAW dilarang jangan sampai selalu menggerakkan lisannya untuk menghafalkan wahyu yang sedang diterimanya

    Artinya : “Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."(Thaha ayat 114)

    Yang mempunyai maksud bahwa Nabi SAW. dilarang Allah, janganlah bersegera atau terburu – buru membaca wahyu Al-Qur’an pada saat diturunkan dengan perantaraan Malaikat Jibril, sebelum wahyu itu selesai disampaikan kepada beliau. Sewaktu Malaikat Jibril membacakan wahyu Al-Qur’an hendaknya beliau diam dan mendengarkannya dulu apa yang dibacanya. Kemudian setelah selesai wahyu diturunkan, barulah dibacakannya dan dihafalkannya.

    Selanjutnya oleh Allah SWT dinyatakan pula dengan Firman-Nya,

    Maksudnya adalah Nabi SAW dilarang jangan sampai selalu menggerakkan lisannya untuk menghafalkan wahyu yang sedang diterimanya

    Artinya : “Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa.”

    Maksudnya bahwa Allah yang akan membacakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi SAW. dengan perantaraan Malaikat Jibril sehingga beliau tidak lupa, karena telah ditetapkan ke dalam hati beliau.

    3.8. Kodifikasi Al-Qur’an

    Kodifikasi atau pengumpulan Al -Qur’an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW, bahkan sejak Al -Qur’an diturunkan. Setiap kali menerima wahyu, Nabi SAW membacakannya dihadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al -Qur’an kepada mereka. Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat -ayat yang diajarkannya, Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepah-pelepah kurma, lempengan-lempengan batu, dan kepingan - kepingan tulang. Setelah ayat-ayat yang diturunkan cukup satu surat, Nabi SAW memberi nama surat tersebut untuk membedakannya dari yang lain. Nabi SAW juga memberi petunjuk tentang penempatan surat di dalam Al -Qur’an. Penyusunan ayat-ayat dan penempatannya di dalam susunan Al -Qur’an juga dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Cara pengumpulan Al

    -Qur’an yang dilakukan di masa Nabi SAW tersebut berlangsung sampai Al-Qur’an sempurna diturunkan dalam masa kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari. Untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, setiap tahun Jibril datang kepada Nabi SAW untuk memeriksa bacaannya. Malaikat Jibril mengontrol bacaan Nabi SAW dengan cara menyuruhnya mengulangi bacaan ayat -ayat yang telah diwahyukan. Kemudian Nabi SAW sendiri juga melakukan hal yang sama dengan mengontrol bacaan sahabat -sahabatnya. Dengan demikian terpeliharalah Al - Qur’an dari kesalahan dan kekeliruan. Para Hafidz dan Juru Tulis Al-Qur’an Pada masa Rasulullah SAW sudah banyak sahabat yang menjadi hafidz (penghafal Al-Qur’an), baik hafal sebagian saja atau seluruhnya. Di antara yang menghafal seluruh isinya adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah, Sa’ad, Huzaifah, Abu Hurairah, Abdullah bin Mas’ud, A bdullah bin Umar bin Khatab, Abdullah bin Abbas, Amr bin As, Mu’awiyah bin Abu Sofyan, Abdullah bin Zubair, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar, Ummu Salamah, Ubay bin Ka’b, Mu’az bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Abu Darba, dan Anas bin Malik. Adapun sahabat-sahabat yang menjadi juru tulis wahyu antara lain adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Amir bin Fuhairah, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’b, Mu’awiyah bin Abu Sofyan, Zubair bin Awwam, Khalid bin Walid, dan Amr bin As. Tulisan ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis oleh mereka disimpan di rumah Rasulullah, mereka juga menulis untuk disimpan sendiri. Saat itu tulisan –tulisan tersebut belum terkumpul dalam satu mushaf seperti yang dijumpai sekarang. Pengumpulan Al-Qur’an menjadi satu mushaf baru dilakukan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, setelah Rasulullah SAW wafat.

    Pembagian surat dalam Al-Qur’an.

    • 1. Assabi’uthiwaal, yaitu tujuh surat yang panjang,ketujuh surat itu yaitu al-baqarah (286), Al-A’raf (206), Ali Imran (200), An-nisa (176), Al an’am (165), Al-maidah (120), dan Yunus ( 109)

    • 2. Al-Miuun, yaitu surat yang berisi seratus ayat lebih.Maksudnya surat-surat tersebut memiliki ayat sekitar seratus ayat atau lebih. Misalnya,surat Hud (123 ayat),Yusuf (111 ayat), dan At-Taubah (129 ayat).

    • 3. Al-Matsaani, yaitu surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat. Maksudnya surat- surat tersebut kurang dari seratus ayat.Misalnya,surat Al-anfal (75 ayat), Ar-rum (60 ayat), dan Al-hijr(99 ayat).

    • 4. Al- Mufashshal, yaitu surat-surat pendek seperti Al-ikhlas, Ad-duha, dan An-nasr. surat-surat seperti ini kebanyakan ditemukan dalam juz ke 30.

    • 4.1. Kesimpulan

    BAB IV

    PENUTUP

    Al Qur’an adalah Kalam Allah S.W.T. yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah. Dari keseluruhan mengenai Al-Quran, dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Quran adalah pedoman bagi hidup manusia dan Al-Qur’an diturunkan tidak untuk mencelakakan. Dan pada sejarah turunnya Al-Qur’an bahwa ilmu makkiyah dan madaniyah adalah ilmu yang mempermudah kita dalam mempelajari Al-Qur’an menafsirkan al-qur’an serta dapat dijadikan sebagai langkah-langkah dakwah. Suatu ayat dapat dikategorikan makiyah atau madaniyah jika mengaju pada tempat turunnya, masa turunnya, obyek pembicaraan, tema pembicaraan dan tema pembicaraan ayat tersebut. Makiyah dan madaniyah mempunyai ciri-ciri tersendiri yang terkandung dalam setiap pembahasannya.

    • 4.2. Penutup

    Demikian makalah ini kami buat. Kami berharap para pembaca yang budiman bersedia memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

    DAFTAR PUSTAKA

    Kholil, Moenawar. 1985. Al-Qur’an dari Masa ke Masa. Solo :Ramadhani Al Ibyariy, Ibrahim. 1986. Pengenalan Sejarah Al-Qur’an. Jakarta :RajaGrafindo Persada

    http://www.scribd.com/doc/55008261/nama-lain-al-qur-an