You are on page 1of 42

HASIL ANALISIS

KONTEKS
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SMA MUHAMMADIYAH 1 SEKAMPUNG UDIK


TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Jalan Baru Desa Mengandungsari
Kec. Sekampung Udik Kab. Lampung Timur
Email : smamuhammadiyahs@gmail.com

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang senantiasa melimpahkan
rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga laporan hasil analisis konteks SMA
Muhammadiyah 1 Sekampung Udik dapat kami susun.
Laporan hasil analisis konteks disusun setelah Tim Pengembang Kurikulum (TPK)
SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik menghimpun hasil analisis yang dilakukan oleh
Kelompok kerja yang terdiri dari para guru dan karyawan. Laporan dari kelompok kerja
dibahas oleh TPK SMA Muhammadiyah Sekampung Udik, kemudian dirangkum dan
disusun menjadi laporan oleh TPK. Tujuan dari anlisis konteks adalah untuk mengkaji kodisi
riil sekolah dan dibandingkan dengan kondisi ideal seperti yang tercantum dalam SNP
(Standar Nasional Pendidikan). Analisis konteks disusun bertujuan untuk mengetahui secara
detail kondisi sekolah dan dapat dijadikan sebagai acuan sekolah untuk menyusun dokumen I
Kurikulum, juga sebagai bahan pertimbangan dari pihak-pihak yang terkait untuk mengambil
kebijakan tentang SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik Dengan tersusunnya laporan
hasil analisis konteks ini, maka kami mengucapkan terima-kasih kepada ;
1. Pengawas Pembina SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik
2. Tim Pengembang Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik
3. Komite SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik
4. Dewan Pendidik dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik
Semoga laporan hasil analisis konteks yang telah tersusun ini dapat bermanfaat bagi
kemajuan SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik khususnya dan Dunia Pendidikan pada
umumnya. Amiin.

Sekampung Udik, 19 Juli 2014

LEMBAR PENGESAHAN

Dengan pertimbangan Komite SMA Muhammadiyah Sekampung Udik, Laporan Hasil


Analisis Konteks SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik telah disetujui dan disahkan pada
tanggal 19 Juni 2012, kemudian digunakan sebagai salah satu acuan penyusunan untuk
Dokumen Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik Tahun Pelajaran 2012/ 2013.
Sekampung Udik, 19 Juli 2014
Ketua Komite Sekolah,

H. MISDAR S.Pd.

Kepala SMA Muh. 1 Sekampung Udik,

M. THOHIR, S.Sos.I., M.MPd., M.Si.


NBM. 575 839

DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . .. . . . . . . . . . . . . . ...... . . . . .. i

2. Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . ii
3. Bab I Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....... . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
B. Dasar Kebijakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....... . . . . . . . . . . . . . . . 6
C. Tujuan dan Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....... . . . . . . . . . . . . 7
4. Bab II Hasil Analisis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . .. . . . . . . . . 8
A. Analisis Standar Nasional Pendidikan
B. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan
C. Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan
5. Bab III Penutup

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kondisi ideal sekolah menurut Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005, yang meliputi delapan ( 8 ) standar,
yaitu ; 1. Standar Isi, 2. Standar Kompetensi Lulusan, 3 Standar Proses, 4. Standar
Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5. Standar Pengelolaan, 6. Standar Sarana, 7. Standar
Pembiayaan dan 8. Standar Penilaian.
Dari delapan standar Nasional Pendidikan sekolah berusaha dengan sekuat tenaga
untuk dapat memenuhinya. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi
yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian,
kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta
didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan
dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkait
dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, berolahraga, tempat beribadah,
perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan
berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
perecanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/ kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur
komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahu.
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan
dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata

pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang
dan jenis pendidikan tertentu.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan
dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah,
perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan
berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
perencanaan pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan.
Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya
operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar penilaian pendidikan
adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan
instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.Tetapi kondisi riil sekolah sangat erat
hubungannya dengan keuangan yang hanya tergantung dari dana sumbangan orang tua
siswa, sementara siswa SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik tidak banyak dan
kemampuan ekonomi orang tuanya kebanyakan menengah ke bawah, maka sangat sulit
untuk mencapai kondisi ideal, terutama untuk standar Sarana. Upaya yang dilakukan
sekolah agar dapat mencapai kondisi ideal adalah selalu berusaha meningkatkan kualitas
pelayanan kepada peserta didik, sehingga melalu pelayanan yang baik diharapkan menjadi
media promosi yang efektif dan menyebabkan SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik
menjadi sekolah pilihan masyarakat di Gunungkidul dan sekitarnya. Dengan jumlah siswa
yang banyak dan ekonomi rendah ke menengah berkecukupan, maka upaya mencapai
delapan standar Nasional pendidikan dapat tercapai.

B. Dasar Kebijakan
Dasar kebijakan penyusunan laporan hasil analisis konteks adalah ;
1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Wewenang antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/ Kota;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 tentang
PembiayaanPendidikan;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar
Kompetisi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah/ Madrasah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar
Penilaian;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar
Standar Proses;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Kualifikasi dan
Kompetensi Konselor;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya;
17. Panduan Penyusunan KTSP yang dikembangkan oleh BSNP Tahun 2006.

C. Tujuan dan manfaat


Tujuan pembuatan laporan hasil analisis konteks adalah ;
1. Mengetahui sejauh mana pencapaian sekolah dalam melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan Standar nasional Pendidikan
2. Menguraikan kondisi riil sekolah dalam upaya mencapai delapan standar nasional
pendidikan
3. Menyampaikan informasi kepada yang terkait untuk mengambil kebijakan kepada SMA
Muhammadiyah 1 Sekampung Udik

Manfaat dari laporan hasil anlisis konteks adalah sebagai salah satu bahan pertimbangan
Tim Pengembang Kurikulum (TPK) SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik untuk
menyusun dokumen 1 Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik

BAB II
ANALISIS STANDAR KONTEKS

A. Analisis Standar Nasional Pendidikan


1. Analisis Standar Isi
Komponen

Deskripsi

1. Kerangka 1. Kelompok
Dasar
mata
Kurikulum
pelajaran
a. Agama dan
akhlak
mulia
b.Kewargane
garaan
dan budi
pekerti

Kondisi Ideal

Membentuk
peserta didik
menjadi
manusia yang
beriman dan
bertakwa
kepada Tuhan
Yang Maha
Esa serta
berakhlak
mulia

Kondisi Riil

Rencana tindak Lanjut

Melakukan kebiasaaan

Melaksanakan secara
rutin
Lebih mengefektifkan
pembimbingan
tadarus
Al-Quran
tiap hari Sabtu selama
60 menit
Mengefektifkan
3S(Senyum
Salam,Sapa)

doa untuk memulai


belajar (pagi) dan
sesudah proses
pembelajaran, Sholat
jamaah, Kultum
siswa, mengadakan
perayaan HBI, Doa
bersama, Sholat lail,
pemberantasan buta
baca Al-Quran

c. Ilmu
pengetahua
n dan
teknologi

Peningkatan
kesadaran dan
wawasan
peserta didik
akan status,
hak dan
kewajibannya
dalam
kehidupan
bermasyarakat
dan bernegara
serta
peningkatan
kualitas diri
sebagai
manusia.
Memperoleh
kompetensi
lanjut ilmu
pengetahuan
dan teknologi

Kembangkan

Pelaksanaan perlu secara

solidaritas dengan

konsisten

mengikuti kegiatan
kemasyarakatan
diantaranya :
melakukan kegiatan
sosial, bakti sosial,
upacara peringatan
hari besar kenegaraan.

Menerapkan diskusi

Mengefektifkan

kelompok dalam

pemanfaatn

pembelajaran

perpustakaan, internet

Penyediaan buku-buku sebagai sumber belajar

d.Estetika

serta
membudayaka
n berpikir
ilmiah secara
kritis, kreatis
dan mandiri.

sebagai sumber belajar siswa serta menambah

Meningkatkan
sensitivitas,
kemampuan
mengekspresi
kan dan
kemampuan
mengapresiasi
keindahan dan
harmoni.

Memanfaatkan limbah

Memperbanyak

menjadi suatu barang

kelompok-kelompok

yang bernilai seni

belajar. Memperdayakan

diperpustakaan dan

buku-buku pegangan

pemanfaatan internet

siswa

belum efektif.

Eskul Mading.
Marching Band
sebagai apresiasi

Membentuk marching

harmoni, unjuk

band yang lebih solid

kemampuan pada
momen-momen PSB
dan hari-hari besar
negara.
Seni tradisional tari

Mengaktifkan serta

daerah belum dapat

membentuk grup

berjalan dengan efektif karawitan siswa/guru


Pemilihan bakat tidak
e. Jasmani,
olahraga
dan
kesehatan

Meningkatkan
potensi fisik
serta
membudayaka
n sikap
sportif,
disiplin kerja
sama dan
hidup sehat.

berdasar atas talent


skouting, sehingga

Pemilihan bakat/minat

belum jelas bakat yang berdasar atas angket dan


sebenarnya dari siswa

talent scouting

Masih banyak siswa


yang tidak memiliki
bakat/minat tertentu

2. Prinsip
a. Berpusat pada
pengemban
potensi,
gan
perkembangan,
kurikulum
kebutuhan dan
kepentingan
peserta didik
dan
lingkungannya

Pemberian
kesempatan kepada

Diarahkan pada kegiatan-

siswa/siswi pada minat kegiatan ketrampilan


tertentu.
yang diinginkannya

b. Beragam dan
terpadu

c. Tanggap
terhadap
perkembangan
ilmu
pengetahuan,
teknologi, dan
seni.
d. Relevan
dengan
kebutuhan
hidup

Pembinaan logika

Analisa minat peserta

berpikir (proses teori)

didik.

Praktek (kegiatan

Psikotes

keorganisasian)
Terbuka akan
perkembangan
teknologi dan seni

Sesuai dengan kondisi

Kegiatan apresiasi

fasilitas yang ada

Pemanfaatan alat
teknologi.
e. Menyeluruh
Ya
dan
berkesinambun
gan

f. Belajar
sepanjang
hayat

g. Seimbang
antara
kepentingan
nasional dan
kepentingan
daerah
KTSP
dikembangkan
oleh sekolah dan
komite sekolah
berpedoman pada
standar isi dan
standar

Ya

Peningkatan daya dukung

Pemahaman tujuan
pendidikan.

Mengacu pada tujuan


pendidikan pada
umumnya

Dalam pengembangan
KTSP belum
memperhatikan
prinsip-prinsip
pengembangan
kurikulum terutama
prinsip
perkembangan,
kebutuhan, dan
kepentingan peserta
didik dan

Dilakukan reviuw
dokumen KTSP sehingga
memenuhi setiap prinsip
pengembangan
kurikulum khususnya
prinsip perkembangan,
kebutuhan, dan

kompetensi

lingkungannya.

lulusan serta

kepentingan peserta didik


dan lingkungannya

panduan
penyusunan
KTSP yang
disusun oleh
BSNP dan
Majelis
Dikdasmen PC
Muhammadiyah
Sekampung Udik
3. Prinsip
a. Pelaksanaan
a. Peserta didik belum
Pelaksanaan
kurikulum
maksimal
Kurikulum
didasarkan
mendapatkan
pada potensi,
pelayanan
perkembangan
pendidikan yang
dan
kondisi
bermutu, serta
peserta didik
memperoleh
untuk
kesempatan untuk
menguasai
mengekspresikan
kompetensi
dirinya secara bebas,
yang berguna
dinamis dan
bagi dirinya.
menyenangkan.
b. Kurikulum
b. Penegakkan kelima
dilaksanakan
pilar belajar dalam
dengan
pelaksanaan
menegakkan
kurikulum belum
kelima pilar
maksimal
belajar

a. Peserta didik harus


mendapatkan
pelayanan pendidikan
yang bermutu, serta
memperoleh
kesempatan untuk
mengekspresikan
dirinya secara bebas,
dinamis dan
menyenangkan

b. Perlu peningkatan
pelaksanaan lima pilar
belajar yaitu
(a) belajar untuk
beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang
Maha Esa,
(b) belajar untuk
memahami dan
menghayati,
(c) belajar untuk
mampu melaksanakan
dan berbuat secara
efektif,
(d) belajar untuk
hidup bersama dan
berguna bagi orang
lain, dan
(e) belajar untuk
membangun dan

menemukan jati diri,


melalui proses
pembelajaran yang
aktif, inovatif kreatif,
efektif, gembira dan
menyenangkan.
c. Pelaksanaan
kurikulum
memungkinka c. Pelaksanaan
kurikulum masih
n peserta didik
klasikal dan belum
mendapat
memungkinkan
pelayanan
peserta didik
yang
mendapat pelayanan
maksimal
yang maksimal
sesuai dengan
sesuai dengan
kondisi peserta
kondisi peserta didik
didik

d. Kurikulum
d. Kurikulum
dilaksanakan dalam
dilaksanakan
suasana hubungan
dalam suasana
peserta didik dan
hubungan
pendidik dalam
peserta didik
suasana yang formal
dan pendidik
dalam suasana
yang kondusif

e. Kurikulum
dilaksanakan
dengan
menggunakan
pendekatan
dengan
memperhatika
n

e. Pelaksanakan
kurikulum belum
maksimal
menggunakan
pendekatan dengan
memperhatikan
perkembangan yang
berkiblat pada era
globalisasi dengan

c. Pelayanan terhadap
peserta didik sesuai
dengan potensi, tahap
perkembangan, dan
kondisi peserta didik
dengan tetap
memperhatikan
keterpaduan
pengembangan pribadi
peserta didik yang
berdimensi
kemandirian,penguata
n akhlak, dan jiwa
sosial,
d. Perlu ditingkatkan
hubungan antara
peserta didik danm
pendidik yang saling
menerima dan
menghargai, akrab,
terbuka, dan hangat,
dengan prinsip tut
wuri handayani, ing
madia mangun karsa,
ing ngarsa sung tulada
(di belakang
memberikan daya dan
kekuatan, di tengah
membangun semangat
dan prakarsa, di depan
memberikan contoh
dan teladan).
e. Pendekatan perlu
ditingkatkan dalam hal
pendekatan terhadap
peserta didik adalah
pendekatan yang
multistrategi dan
multimedia, sumber
belajar dan teknologi
yang memadai, dan

perkembangan
yang berkiblat
pada
era
globalisasi
dengan
mendekatan
yang berbasis
pada
perkembangan
teknologi dan
berbasis pada
alam sekitar

pendekatan yang
berbasis pada
perkembangan
teknologi dan
berbasis pada alam
sekitar

f. Kurikulum
f. Kurikulum
dilaksanakan dengan
dilaksanakan
mendayagunakan
dengan
kondisi yang sesuai
mendayaguna
dengan kultur
kan
kondisi
budaya di
yang
sesuai
lingkungan sekolah
dengan kultur
budaya
di
lingkungan
sekolah
g. Kurikulum
yang
mencakup
seluruh
komponen
kompetensi
mata pelajaran
2. Struktur
Kurikulum

1. Kurikulum
kelas X

g. Kurikulum yang
mencakup seluruh
komponen
kompetensi mata
pelajaran

a. Terdiri atas 17 a. Terdiri atas 17


mata pelajaran,
mata pelajaran
muatan lokal,
Agama, muatan
dan
lokal bahasa
pengembangan
lampung, dan
diri
pengembangan diri
b. Alokasi waktu b. Alokasi waktu satu
satu jam
jam pelajaran
pelajaran
adalah 45 menit
adalah 45
c. Minggu efektif
menit
dalam satu tahun
c. Minggu efektif
pelajaran (dua
dalam satu
semester) adalah
tahun pelajaran
37 - 39 minggu
(dua semester)
adalah 37 39
minggu

memanfaatkan
lingkungan sekitar
sebagai sumber
belajar.

f.

g. -

2. Kurikulum
kelas XI dan
XII

1.

3. Beban
Belajar

a. Program kelas a. Program kelas XI


XI dan XII
dan XII adalah
adalah
Program IPA,
Program IPA,
Program IPS,
Program IPS,
terdiri atas 14 mata
Program
pelajaran, muatan
Bahasa, dan
lokal dan
Program
pengembangan diri
Keagamaan
terdiri atas 14
mata pelajaran,
muatan lokal
dan
pengembangan
diri
b. Alokasi waktu b. Alokasi waktu satu
satu jam
jam pelajaran
pelajaran
adalah 45 menit
adalah 45
menit
c. Minggu efektif c. Minggu efektif
dalam satu
dalam satu tahun
tahun pelajaran
pelajaran (dua
(dua semester)
semester) adalah 37
adalah 37 38
minggu
minggu

Jumlah Jam Jumlah jam


pelajaran
pembelajaran
Setiap
minggu
tatap muka per

Jumlah jam

Hari Sabtu lebih

pembelajaran tatap

dimanfaatkan untuk

muka per minggu

kegiatan Pengembangan

minggu adalah 43

adalah 48 jam

Diri Ekstrakurikuler

s.d. 48 jam

pembelajaran

Seni,Olahraga Prestasi

pembelajaran
2.

Waktu
untuk
penugasan
terstruktur
dan
kegiatan
mandiri
tidak
terstruktur
bagi peserta
didik

Waktu untuk
penugasan
terstruktur dan
kegiatan mandiri
tidak terstruktur
bagi peserta didik
pada maksimum
60% dari jumlah
waktu kegiatan

dan Imtaq
Waktu penugasan
terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak
terstruktur belum
maksimal digunakan
oleh guru

Diadakan Workshop
untuk penguatan
pelaksanaan program
pembelajaran.

tatap muka dari


mata pelajaran
yang
bersangkutan.
3.

4. Kalender
Pendidikan

Alokasi
Waktu

Kegiatan :
Minggu efektif
belajar, Jeda
tengah semester,
Jeda

Dibuat berdasarkan Dipertahankan


atas
Kalender
Pendidikan
dari
Disdikpora Provinsi
Lampung dan Majlis
Pendidikan
Muhammadiyah
Wilayah

antarsemester,
Libur akhir tahun
pelajaran, Hari
libur keagamaan,
Hari libur
umum/nasional,
Hari libur khusus,
Kegiatan khusus
sekolah/madrasah
4.

Penetapan
Kalender
Pendidikan

a. Permulaan
a. Permulaan tahun
tahun pelajaran
pelajaran adalah
adalah bulan
tanggal 14 Juli dan
Juli dan
berakhir pada bulan
berakhir pada
20 juni tahun
bulan juni
berikutnya
tahun
b. Hari libur sekolah
berikutnya
mengikuti
b. Hari libur
ketentuan dari
sekolah
pemerintah
ditetapkan
pusat/pemerintah
berdasarkan
daerah , Majelis
keputusan
Dikdasmen dan
Menteri
sekolah
Pendidikan
menetapkan hari
Nasional,
tidak efektif untuk
dan/atau
KBM/ insidental
Menteri
Sekolah
Agama, Kepala c. Kalender
Daerah tingkat
pendidikan disusun
kab/kota,
oleh sekolah

dan/atau
organisasi
penyelenggara
dapat
menetapkan
hari libur
khusus
c. Pemerintah
Pusat/Provinsi/
kabupaten/kota
dapat
menetapkan
hari libur
serentak untuk
satuan-satuan
pendidikan

berdasarkan alokasi
waktu pada SI
dengan
memperhatikan
ketentuan
pemerintah/pemerin
tah daerah, dan
Majelis Dikdasmen

d. Kalender
pendidikan
disusun oleh
sekolah
berdasarkan
alokasi waktu
pada SI dengan
memperhatikan
ketentuan
pemerintah/pe
merintah
daerah

2. Analisis Standar Kompetensi Lulusan

No

SKL SATUAN PENDIDIKAN

Berperilaku sesuai dengan ajaran agama


yang dianut sesuai dengan

SKL

SKL

KELOMPOK

KELOMPOK

MAPEL

MAPEL

Agama dan
Akhlak
Mulia

Pend. Agama
PKn

Agama dan
Akhlak
Mulia

PKn
Pend. Agama

5 kelompok
mapel

Semua Mapel

perkembangan remaja
2

Mengembangkan diri secara optimal


dengan memanfaatkan kelebihan diri
serta memperbaiki kekurangannya

Menunjukkan sikap percaya diri dan


bertanggung jawab atas perilaku,

KET.

perbuatan, dan pekerjaannya

Berpartisipasi dalam penegakan aturan-

Iptek

aturan social
5

Menghargai keberagaman agama,


bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global

Membangun dan menerapkan informasi

Agama dan
Akhlak
Mulia
Kewraganega
raan dan
Kepribadian
Iptek
Iptek

dan pengetahuan secara logis, kritis,

Sosiologi
Sejarah
Ekonomi
Geografi
Agama
PKn
Sosiologi

Semua mapel
Iptek

kreatif, dan inovatif


7

Menunjukkan kemampuan berpikir

Iptek

Semua mapel
Iptek

5 kelompok
mapel

Semua mapel

5 kelompok
mapel

Semua mapel

Iptek

Semua mapel
iptek

Iptek

Semua mapel
iptek

Agama dan
Akhlak
Mulia
Iptek
Kewarganega
raan dan
Kepribadian
Kewarganega
raan dan
Kepribadian

Pend. Agama
Semua mapel
iptek
PKn

logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam


pengambilan keputusan
8

Menunjukkan kemampuan
mengembangkan budaya belajar untuk
pemberdayaan diri

Menunjukkan sikap kompetitif dan


sportif untuk mendapatkan hasil yang
terbaik

10

Menunjukkan kemampuan menganalisis


dan memecahkan masalah kompleks

11

Menunjukkan kemampuan menganalisis


gejala alam dan social

12

Memanfaatkan lingkungan secara


produktif dan bertanggung jawab

13

Berpartisipasi dalam kehidupan


bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara demokratis dalam

PKn

wadah Negara Kesatuan Republik


Indonesia
14

Mengekspresikan diri melalui kegiatan

Estetika

Seni budaya

seni dan budaya


15

Mengapresiasi karya seni dan budaya

Estetika

Seni budaya

16

Menghasilkan karya kreatif, baik


individual maupun kelompok

Estetika
Iptek

Seni budaya
Ketrampilan

Menjaga kesehatan dan keamanan diri,

Penjasorkes

Penjasorkes

Iptek

Bahasa
Indonesia
Bahasa Asing
Mulok B. Jawa
PKn
Sosiologi

17

kebugaran jasmani, serta kebersihan


lingkungan
18

Berkomunikasi lisan dan tulisan secara


efektif dan santun

19

Memahami hak dan kewajiban diri dan


orang lain dalam pergaulan di
masyarakat

20

21

Kewarganega
raan dan
Kepribadian
Iptek

Agama dan
Akhlak
dan berempati terhadap orang lain
Mulia
Iptek
Kewarganega
raan dan
Kepribadian
Menunjukkan keterampilan membaca
Iptek
dan menulis naskah secara sistematis dan Estetika
Menghargai adanya perbedaan pendapat

estetis

22

Menunjukkan keterampilan menyimak,

Iptek

membaca, menulis, dan berbicara dalam


bahasa Indonesia dan Inggris
23

Menguasai pengetahuan yang


diperlukan untuk mengikuti pendidikan
tinggi

Iptek

Pend. Agama
Sosiologi
PKn

Bahasa
Indonesia
Bahasa Asing
Mulok B.
Lampung
Seni budaya
Bahasa
Indonesia
Bahasa Asing
Mulok B.
Lampung
Semua mapel
iptek

3. Analisis Standar Proses


NO

KOMPONEN

PERENCANAAN
A. Silabus

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL

TINDAK
LANJUT

Pada Silabus harus memuat:

Dalam

Diprogramkan

1. Identitas mata pelajaran


,SK KD, Kegiatan
Pembelajaran, Indikator
ketercapaian, Penilaian,
Alokasi Waktu,
Sumber/Bahan/Alat.
2. Penyusunan silabus
berdasarakan hasil
pemetaan Standar Isi.

pengembangan

bimbingan dan

silabus guru sudah

pendampingan

melakukan analisis

teknik membuat

SK-KD, tetapi

silabus mulai dari

belum menyeluruh.

analisis SI

Dalam penyusunan

sehingga seluruh

silabus guru sudah

guru dapat

menyusun silabus

menyusun silabus

secara mandiri

secara mandiri

tetapi belum

sesuai

menyeluruh

karakteristik
satuan pendidikan

B. RPP

II

1. RPP memuat: Identitas


MP, SK, KD Indiator
Pencapaian, tujuan,
Alokasi Waktu , Metode
Pembelajaran, Kegiatan
Pembelajaran, Penilaian
belajar, dan sumber
belajar.
2. Pada tahapan kegiatan
pembelajaran terdiri dari
tahapan: pendahuluan,
kegiatan inti, dan
penutup.
3. Mengacu pada prinsipprinsip penyusunan RPP.

Masih ada beberapa Diadakan


guru menyusun

pendampingan dan

RPP tidak

bimbingan

melampirkan

pembuatan RPP,

instrumen penilaian

sehingga RPP yang

dan atau soal yang

dibuat guru sesuai

tercantum belum

standar

RPP tidak relevan


tujuan pada RPP.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Persyaratan
Pelaksanaan
Rombongan
Belajar

Jumlah maksimal peserta

Jumlah maksimal

Perlu

didik setiap rombongan

peserta didik

meningkatkan

NO

KOMPONEN

TINDAK

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL

belajar adalah 35 peserta didik.

setiap rombongan

jejaring untuk

belajar adalah 10-22

memenuhi standar,

peserta didik.

kelas X setiap

LANJUT

rombel 35 peserta
didik
Beban kerja
minimal
guru

Buku teks
pelajaran

beban kerja guru sekurang-

90 % beban kerja

Mendorong guru

kurang nya 24 (dua puluh

guru mencapai 24

untuk

empat) jam tatap muka

jam tatap muka

mememenuhi 24

dalam 1 (satu) minggu

dengan memenuhi

jam dari sekolah

di sekolah lain

lain

rasio buku teks pelajaran

Rasio buku tek

Mengajukan

untuk peserta didik adalah 1 :

pelajaran untuk

kebutuhan buku

1 per mata pelajaran;

peserta didik belum

pegangan siswa

mencapai

dalam RAPBS

perbandingan 1 : 10
Pengelolaan
kelas

- guru menciptakan
ketertiban, kedisiplinan,
kenyamanan,
keselamatan, dan
keputusan pada peraturan
dalam menyelenggarakan
proses pembelajaran

- Sebagian besar
dapat guru
menciptakan
ketertiban,
kedisiplinan,
kenyamanan,
keselamatan,
dan keputusan
pada peraturan
dalam
menyelenggara
kan proses
pembelajaran

- pada tiap awal semester,


guru menyampaikan
silabus mata pelajaran

- Sebagian besar
guru
menyampaikan
silabus mata

- Guru yang
belum dapat
menciptakan
ketertiban,
kedisiplinan,
kenyamanan,
keselamatan,
dan keputusan
pada peraturan
dalam
menyelenggara
kan proses
pembelajaran
perlu
pembinaan dan
pelatihan
pengelolaan
dan manajemen
kelas melalui
forum MGMP
- Perlu
pengecekan
oleh waka
kurikulum/

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL
pelajaran pada
tiap awal
semester

B. Pelaksanaan
Pembelajaran

TINDAK
LANJUT
pengajatran
pada guru agar
guru
menyampaikan
silabus mata
pelajaran pada
tiap awal
semester

Kegiatan Pembelajaran

Masih ada guru

Dalam kegiatan

melaksanakan

pembelajaran guru

pembelajaran

wajib membawa

belum sesuai

RPP sebagai

dengan RPP, dalam

kontrol dalam

kegiatan inti

pelaksanaan

pembelajaran

pembelajaran dan

masih

perlu

menggunakan form

mengoptimalkan

lama.

MGMP untuk

Pendahuluan
- Penyampaian tujuan
- Motivasi
Kegiatan inti
- eksplorasi
- elaborasi
- konfirmasi
Penutup
- Rangkuman
- Penialaian/refleksi
- Umpan balik
- Tugas

peningkatan
kualitas proses
pembelajaran.
Perlu ada
workshop untuk
penyusunan RPP
sesuai dengan
format yang sudah
sesuai dengan
format baku yang
ditetapkan

NO

KOMPONEN

III

PENILAIAN
HASIL
PEMBELAJARA
N

IV

PENGAWASAN
PROSES
PEMBELAJARA
N

KONDISI IDEAL

Penilaian dilakukan oleh


guru terhadap hasil
pembelajaran untuk
mengukur tingkat
pencapaian kompetensi
peserta didik, serta
digunakan sebagai hahan
penyusunan laporan
kemajuan hasil belajar,
dan memperbaiki proses
pembelajaran.

1. Pemantauan
a. Pemantauan proses
pembelajaran
dilakukan pada tahap
perencanaan,
pelaksanaan, dan
penilaian hasil
pembelajaran.
b. Pemantauan dilakukan
dengan cara diskusi
kelompok terfokus,
pengamatan,
pencatatan, perekaman,
wawancara, dan
dokumentasi.
c.

Kegiatan
pemantauan
dilaksanakan oleh
kepala dan pengawas
satuan pendidikan

KONDISI RIIL

TINDAK
LANJUT

Hasil penilaian

Setiap guru

pembelajaran tidak

diwajibkan untuk

dilakukan analisis

melakukan analisis

sebagai bahan

hasil ulangan

acuan dalam

harian dan analisis

program perbaikan

butir soal serta

proses

implementasi

pembelajaran bagi

dalam tugas

guru.

penilaian oleh guru

Pemantauan

Peningkatan

dilaksanakan oleh

kerjasama antara

Kepala Sekolah dan sekolah dengan


Kurikulumn

Pengawas Satuan

dengan

dalam

pengumpulan dan

melaksanakan

penandatangan

pemantauan proses

perangkat

pembelajaran pada

pembelajaran pada

saat awal semester

awal semester
Pemantauan

Peningkatan

dilaksanakan

frekuensi

dengan cara

pemantauan

diskusi,
wawancara, dan
dokumentasi.
Pemantauan
dilaksanakan oleh
kepala sekolah dan
pengawas satuan
pendidikan

oleh pengawas
pendidikan.

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL
2. Supervisi
a. Supervisi proses
pembelajaran
dilakukan pada tahap
perencanaan,
pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran.
b. Supervisi
pembelajaran
diselenggarakan
dengan cara pemberian
contoh, diskusi,
pelatihan, dan
konsultasi.
c. Kegiatan supervisi
dilakukan oleh kepala
dan pengawas satuan
pendidikan.

KONDISI RIIL

TINDAK
LANJUT

Supervisi proses

Pengawas perlu

dilakukan oleh

melaksanakan

Kepala Sekolah dan supervisi secara


Tim Supervisi

berkala dan dapat

minimal satu kali

memberi contoh

setiap semester

pembelajaran yang

Supervisi

efektif bagi guru

pembelajaran

Perlu pemberian

dilakukan dengan

contoh oleh guru

diskusi, dan

sejenis atau kepala

konsultasi

sekolah

Kegiatan supervisi

Perlu peningkatan

dilakukan oleh

frekuensi supervisi

kepala sekolah /

dari pengawas

guru senior dan

satuan pendidikan

pengawas satuan
pendidikan
3. Evaluasi
a. Evaluasi proses
pembelajaran
dilakukan untuk menentukan kualitas
pembelajaran secara
keseluruhan,
mencakup tahap
perencanaan,
pelaksanaan proses
pembelajaran, dan
penilaian hasil
pembelajaran.

Evaluasi proses

Kinerja Guru yang

pembelajaran

belum sesuai

dilaksanakan setiap

standar dapat

semester satu kali

dilakukan supervisi

dalam bentuk rapat

klinis agar guru

koordinasi Kepala

dapat mengatasi

Sekolah dengan

permasalahan

menggunakan

pembelajaran

pedoman standar
proses

b. Evaluasi proses
pembelajaran dengan
cara:

Belum semua guru


melakukan
Evaluasi proses

Mewajibkan semua
guru untuk

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL
1) membandingkan
proses
pembelajaran yang
dilaksanakan guru
dengan standar
proses,
2) mengidentifikasi
kinerja guru dalam
proses pembelajaran sesuai
dengan kompetensi
guru.
4. Pelaporan
Hasil kegiatan
pemantauan, supervisi,
dan evaluasi proses
pembelajaran dilaporkan
kepada pemangku kepentingan.

KONDISI RIIL

TINDAK
LANJUT

pembelajaran

melaksanakn

dilakukan dengan

evaluasi proses

cara

sesuai standar.

membandingkan
proses yang
dilakukan guru
dengan standar

Pelaporan

Perlaporan Hasil

dilaksanakan oleh

Supervisi

Pengajaran kepada

pembelajaran perlu

Kepala Sekolah

disampaikan
kepada pengawas
untuk pembinaan
guru dan satuan
pendidikan

5. Tindak lanjut
a. Penguatan dan
penghargaan
diberikan kepada guru
yang telah memenuhi
standar.
b. Teguran yang bersifat
mendidik diberikan
kepada guru yang
belum memenuhi
standar.
c. Guru diberi
kesempatan untuk
mengikuti
pelatihan/penataran
lebih lanjut.

Satuan Pendidikan

Perlu reward dan

belum memberikan

punisment bagi

penghargaan

guru yang telah

kepada guru yang

memenuhi standar

telah memenuhi

dan yang belum

standar dan belum

memenuhi standar

melakukan
pembinaan optimal
bagi guru yang
belum memenuhi
standar

4. Analisis Standar Pengelolaan


Kesesuaian
No

Kriteria setiap Komponen

Analisis Penyesuaian/

Kriteria

Pemenuhan

Ya
I

KEPALA SEKOLAH
1 Kualifikasi minimal

2 Usia Maksimal

3 Pengalaman mengajar minimal

4 Pangkat minimal

5 Status Guru (Guru SMA)

6 Kepemilikan sertifikat

pendidik
7 Kepemilikan sertifikat kepala

sekolah

II

8 Kompetensi kepribadian

9 Kompetensi manajerial

10 Kompetensi kewirausahaan

11 Kompetensi supervisi

12 Kompetensi sosial

WAKIL KEPALA SEKOLAH


1 Jumlah minimal

2 Kriteria pengangkatan

wakasek
3 Kemampuan dan keterampilan
yang dimiliki:
Wakasek Bidang Kurikulum
a. kemampuan memimpin

b. kepemilikan keterampilan teknis

c. kemitraan dan kerjasama

Wakasek Bidang Kesiswaan


a. kemampuan memimpin

Alokasi

dengan

Tidak

Program
1

Kesesuaian
No

Kriteria setiap Komponen

Alokasi

dengan

Analisis Penyesuaian/

Kriteria

Pemenuhan

Ya
b. kepemilikan keterampilan teknis

c. kemitraan dan kerjasama

Tidak

Program
1

Wakasek Bidang Sarana


Prasarana

5.

a. kemampuan memimpin

b. kepemilikan keterampilan teknis

c. kemitraan dan kerjasama

Analisis Standar Penilaian

NO KOMPONEN

KONDISI
IDEAL

KONDISI RIIL

KESENJANG

RENCANA

AN

TINDAK LANJUT

Prinsip

Semua RPP

RPP yang

Sekitar 30 %

Kepala Sekolah

penilaian

mencantumkan

mencantumkan

RPP belum

melakukan supervisi

(sahih,

kegiatan dan

kegiatan dan

mencantum-kan dengan cara

objektif, adil,

program

program

kegiatan dan

berdiskusi dan

terpadu,

penilaian

penilaian sekitar

program

memberi contoh

70 %

penilaian

kepada guru-guru

terbuka,
menyeluruh

yang belum

dan

mencantumkan

berkesinamb

kegiatan dan

ungan,

program penilaian

sistematis,

dalam RPP

beracuan

Guru harus

kriteria, dan

melengkapi RPP

akuntabel)

Teknik dan

Instrumen

Sebagian guru

Sebagian besar

Sekolah menyiapkan

Instrumen

penilaian hasil

telah

guru belum

format penelaahan

Penilaian

belajar yang

melaksanaan

melaksanaan

butir soal dan

digunakan

penelaahan

penelaahan

meminta semua guru

pendidik

instrumen

instrumen

melakukan telaah

memenuhi

penilaian hasil

penilaian hasil

butir soal sebelum

persyaratan

belajar

belajar

diujikan kepada

substansi,

peserta didik

konstruksi, dan
bahasa.
3

Mekanisme
dan Prosedur
Penilaian

a. Rancangan
penilaian dari
silabus yang
penjabaranny
a merupakan
bagian RPP

a. Rancangan
penilaian dari
silabus yang
penjabaranny
a merupakan
bagian RPP

b. UH,UTS,
UAS, UKK
dilakukan
oleh pendidik
di bawah
koordinasi
Satuan
Pendidikan

b. UH,UTS,
UAS, UKK
dilakukan
oleh pendidik
di bawah
koordinasi
Satuan
Pendidikan

c. Penilaian UN
dan Usek
adalah salah
satu syarat
kelulusan

c. Penilaian UN
dan Usek
adalah salah
satu syarat
kelulusan

d. Penil hasil
belajar
kelompok
estetika dan
kelompok
perjasorkes
ditentukan
melalui rapat
dewan
pendidik
berdasarkan
hasil
penilaian
pendidik

d. Penil hasil
belajar
kelompok
estetika dan
kelompok
perjasorkes
ditentukan
pendidik

e. Penil hasil
belajar
kelompok

a. -

a. -

b. -

b. -

c. -

c. -

d. Penilai hasil
belajar
kelompok
estetika dan
kelompok
perjasorkes
belum sesuai
pedoman

d. Perlu sosialisasi
dan pemahaman
kepada guru ttg
Penil hasil belajar
kelompok estetika
dan kelompok
perjasorkes

e. Perlu sosialisasi
e. Penil hasil
dan pemahaman
belajar
kepada guru tt
kelompok
Penil hasil belajar
agama dan
kelompok agama
akhlag
dan akhlag mulya
mulya dan
dan kelompok
kelompok
kewarganegaraan
kewarganega
dan kepribadian
raan dan
f. kepribadian
belum sesuai g. pedoman
h. Kegiatan
pengembangan
f. diri perlu
g. dibuktikan dengan
h. Kegiatan
surat keterangan
pengembang i. KS menghimbau
an diri belum
guru untuk
dibuktikan
memberikan hasil
dengan surat
UH kepada siswa
keterangan
sebelum UH

e. Penil hasil
belajar
kelompok
agama dan
akhlag mulya
dan kelompok
kewarganegar i. 40 % guru
belum
aan dan
memberikan
kepribadian

berikutnya, yang
belum tuntas
mengikuti pembel

agama dan
ditentukan
akhlag mulya
pendidik
dan kelompok f. Kegiatan
kewarganegar
Ujian Sekolah
aan dan
(menyusun
kepribadian
kisi-kisi,
ditentukan
mengembang
melalui rapat
kan
dewan
instrumen,
pendidik
melaksanakan
berdasarkan
ujian,
hasil
mengolah dan
penilaian
menentukan
pendidik
kelulusan,
dengan
melaporkan
memperhatika
hasil ujian)
n hasil ujian
g. Penil muatan
sekolah
lokal
f. Kegiatan
mengikuti
Ujian Sekolah
penil
(menyusun
kelompok
kisi-kisi,
mata
mengembang
pelajaran
kan
yang relevan.
instrumen,
melaksanakan h. Kegiatan
pengembanga
ujian,
n diri
mengolah dan
dibuktikan
menentukan
dengan nilai
kelulusan,
pada LHBS
melaporkan
hasil ujian)
i. 60 % guru
memberikan
g. Penil muatan
hasil UH
lokal
kepada siswa
mengikuti
sebelum UH
penil
berikutnya,
kelompok
yang belum
mata
tuntas
pelajaran
mengikuti
yang relevan.
pembel
h. Kegiatan
remidi
pengembanga
n diri
dibuktikan
dengan surat
keterangan
pembina dan
KS

hasil UH
kepada siswa
sebelum UH
berikutnya,
yang belum
tuntas
mengikuti
pembel
remidi

remidi

i. Hasil UH
harus
dikembaliaka
n kepada
siswa
sebelum UH
berikutnya,
yang belum
tuntas
mengikuti
pembel
remidi

Penilaian oleh
Pendidik

a. menginforma
sikan silabus
pada awal
semester
kepada siswa

a. menginform a. asikan
b. silabus pada
c. Mengolah
awal
hasil penil
semester
untuk
kepada siswa
b. Melaksanaka
mengetahui
n tes,
b. Melaksanaka
kesulitan
pengamatan,
n tes,
belajar
penugasan,
pengamatan,
siswa
atau bentuk
penugasan,
d. Mengembal
lain
atau bentuk
ikan hasil
lain
c. Mengolah
pekerjaan
hasil penil
c. Mengolah
siswa belum
untuk
hasil penil
disertai
mengetahui
untuk
komentar
kemajuan
mengetahui
yang
dan kesulitan
kemajuan
mendidik
belajar siswa d. Mengembali
e. d. Mengembalik
kan hasil
f. an hasil
pekerjaan
pekerjaan
siswa
siswa
e. Memanfaatk
disertai
an hasil penil
komentar
untuk
yang
perbaikan
mendidik
pembel
e. Memanfaatka
n hasil penil
untuk
perbaikan
pembel
f. Melaporkan
hasil belajar

f. Melaporkan
hasil belajar
siswa setiap
akhir
semester

a. b. c. Dilaksanakan
pendampingan
Guru dlm
Mengolah hasil
penil untuk
mengetahui
kesulitan belajar
siswa
d. Guru diingatkan
untuk memberi
komentar yang
mendidik saat
mengembalikan
hasil pekerjaan
siswa
e. f. -

siswa setiap
akhir
semester
5

Penilaian oleh
Satuan
Pendidikan

a. Menentukan
KKM melalui
rapat dewan
pendidik

a. Menentukan
KKM melalui
rapat dewan
pendidik

a.

a.

b. Mengkoordin
asikan pelaks
UTS, UAS,
UKK

b. Mengkoordin
asikan pelaks
UTS, UAS,
UKK

b.

b.

c. Menentukan
kriteria
kenaikan
kelas melalui
rapat dewan
pendidik

c. Menentukan
kriteria
kenaikan
kelas melalui
rapat dewan
pendidik

c.

c.

d. Menentuka
penil 4
kelompok
mata
pelajaran
melalui rapat
dewan
pendidik

d. Menentuka
penil 4
kelompok
mata
pelajaran oleh
pendidik

d. Menentuka
penil 4
kelompok
mata
pelajaran
belum
melalui
rapat dewan
pendidik

d. -

e. Menyelengga
rakan US dan
menentukan
kelulusan
sesuai POS
f. Melaporkan
hasil penil
mata
pelajaran
kepada orang
tua/wali
dalam bentul
LHBS
g. Melaporkan
pencapaian
hasil belajar
kepada
Disdik kab

e.
e. Menyelengga
rakan US dan
menentukan
kelulusan
sesuai POS
f. Melaporkan
hasil penil
mata
pelajaran
kepada orang
tua/wali
dalam bentuk
LHBS
g. Melaporkan
hasil
kenaikkan
dan kelulusan
kepada
Disdik kab

f.

e. Menentuka penil
4 kelompok mata
pelajaran harus
melalui rapat
dewan pendidik
f.

g.
g. Belum
melaporkan
hasil
pencapaian
belajar tiap
semester
kepada

h. Menerbitkan
SKHUN

h. Menerbitkan
SKHUN

i. Menerbitkan
Ijazah bagi
siswa yang
lulus

i. Menerbitkan
Ijazah bagi
siswa yang
lulus

Disdik kab
h. i. -

h. Sekolah
melaporkan hasil
pencapaian
belajar akhir
semester dua
kepada Disdik
kab
i. j. -

a. Penilai hasil a. Penilai hasil


belajar oleh
belajar oleh
pemerintah
pemerintah
dalam bentuk
dalam bentuk
UN
UN

Penilaian oleh
Pemerintah

b. Hasil UN
menentukan
kelulusan

b. Hasil UN
menentukan
kelulusan

C. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan


NO
1

KOMPO

KESENJANG

TINDAK

AN

LANJUT

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL

Peserta

Kemampuan rata-rata

Kemampuan rata-

Kemampuan

Pengelolaan

Didik

intake siswa minimal

rata intake siswa

rata-rata intake

Proses

7,50

minimal dibawah

siswa masih

pembelajaran

6,00

dibawah 6,00

ditingkatkan

NEN

sehingga
menghasilkan
output yang
maksimal dengan
nilai murni di atas
6,00
2

Pendidik

100% pendidik

98 % pendidik

2% persentase

Mempermudah

dan

berijazah S1

memiliki ijazah

pendidik belum

dan memberi

S1

memiliki ijasah

bantuan kepada

S1

guru untuk

Tenaga
Kependidik
an

melanjutkan

NO

KOMPO
NEN

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL

KESENJANG

TINDAK

AN

LANJUT
pendidikan ke S1

Sarana
Prasarana

a) RKB :luas ruang


8x9m, mebel per
siswa (mdh
diatur),ada LCD
tetap

b)Lab TI:ber AC,


Komputer 20 unit ,
Printer, Laptop,
LCD, Hot spot
dengan bandwich
yang dapat diakses
oleh minimal 20
siswa secara
bersamaan

a)RKB.:luas
8x9m, mebelair

lengkap,bersih
berkeramik

ada LCD

ke depan minimal
33% ruang kelas

siswa,belum ada

dipasang LCD

LCD

-Menambah daya

b)TI:AC belum

b) TI : Daya

listrik menjadi

dapat berfungsi

listrik,kurang

3200

krna daya tidak

1200

watt,mengajukan

kuat, Komputer

watt,LCD

bantuan komputer

yang berfungsi

terpasang

sehingga

10 unit, LCD

tetap,bandwi

terpenuhi 20

masih mobiling

ch minimal

unit,memasang

dan laptop

1,5MB

LCD yang

belum

wich kecil

syarat,administrasi

-Untuk jangka 4 th

kuran 2

terpenuhi,band

c)LabIPA.:memenuhi

a)Kelas belum

c)Lab.IPA :

permanen
c)Lantai tidak
keramik,kura
ng

belum

bersih,admin

memenuhi

istrasi belum

syarat,belum

tertib

berkeramik,adm
inistrasi kurang
lengkap
d)Perpustakaan:ada
kepala perpust,
tenaga perpust, ada
Sistem Aplikasi
Manajemen

d)Perputakaan:bel d)Perpust:

Memanfaatkan

um ada kepala

Kepalperpus

Softwar Sistem

perpust,

t., Softwar

Aplikasi perpust

Manajemen

Sistem

dari Mahasiswa

perpust manual,

Aplikasi,

praktek,

Ruang belum

Penempatan

Menyiapkan

NO

KOMPO
NEN

KONDISI IDEAL

KONDISI RIIL

KESENJANG

TINDAK

AN

LANJUT

Perpust, ruang

tertata

buku.

tempat untuk

tertata rapi, jumlah

rapi,pengadaan

buku-buku,

buku siswa 100%

buku bertahap,

pengadaan buku

terpenuhi,perpusta

buku-buku baru

scr bertahap,

kaan digital

masih sangat

perpust digital

minim

diprogramkan
jangka panjang.

65% siswa

- Efektifitas dana

Pembiayaa

Terpenuhi biaya

Siswa mampu

pengembangan

membayar

keunggulan lokal:

penuh kurang

kurang mampu

a) Sarana prasarana

dari 45%

dengan

kurang mampu

65% siswa

b) Peserta Didik

Penggunaan dana

mengajukan

c) Pendidik

dg skala prioritas

pengusulan

d) Tenaga

beasiswa
- Kebijakan skala

Kependidikan

prioritas
pendanaan tetap
menjadi
alternatip
pengelolaan dana
5

Program
Sekolah

Sekolah memiliki

Sekolah memiliki

RKAS

RKAS

Lebih
disempurnakan
sesuai dengan
kebijakan Dinas
dan Majlis serta
menyesuaikan
dengan kondisi
internal sekolah

D. Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan

NO

KOMPO
NEN
Komite/
Dewan
Sekolah

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG

TANTANGAN

Komite
Periode
sekolah
kepenguru
berperan sebagai :
memiliki
Komite
1. Pemberi
potensi
yang ada
pertimbangan
sebagai
hampir
2. Pendukung
nara
selesai
finansial dan
sumber
Isu
dan
pemikiran
dalam
Peraturan
3. Pengontrol
peningkata
daerah
transparansi dan
n mutu
tentang
akuntabilitas
sekolah
kebijakan
4. Mediator antara Komite
pendidika
pemerintah dan
sekolah
n gratis
masyarakat
memiliki
Komite
Fungsi Komite
potensi
Sekolah
membantu
kurang
Sekolah :
sekolah
berperan
1. Komitmen mutu
dalam
aktif
pendidikan
pemenuha
dalam
2. Melakukan kerja
n sarpras
memberik
sama
yang
an
3. Menampung
dibutuhkan
masukan,
aspirasi
dengan
pertimban
4. Memberikan
menggalan
gan
dan
masukan dan
g dana dari
rekomend
rekomendasi
masyarakat
asi
5. Mendorong
.
partisipasi
Sekolah
6. Menggalang
memprogr
dana
amkan
7. Melakukan
koordinasi
evaluasi
reguler
untuk
setiap
kegiatan
dan
membiasa
kan
berkoordin
asi untuk
kegiatan
insidental
Sekolah
Komite Sekolah

TINDAK
LANJUT

Belum tampak Masih


ada pengurus
mempert
baru yang
ahankan
lebih
penguru
potensial
s komite
yang
Sekolah butuh
potensial
dana dan
,mengga
komite
nti yang
sekolah dapat
kurang
menggalang
potensial
dana
masyarakat
Mengun
namun
dang
kebijakan
unsur
daerah
komite
mengharapka
sekolah
n yang
yang
berbeda
berpoten
si
Komite
sebagai
sekolah belum
nara
bisa selalu
sumber
hadir dalam
dalam
setiap
peningk
koordinasi
atan
dan kegiatan
mutu
sekolah
sekolah,
Sekolah
Wakil
mempunyai
kepala
kewenangan
Sekolah
untuk menarik
Bidang
dana dan
Kurikulu
Komite
m
Sekolah dapat
Mengun
menggalang
dang
dana, namun
pemerint
kebijakan
ah
tentang
Daerah
pendidikan
untuk
gratis
duduk
meghambatny
bersama
a
dalam
menyuks
eskan

NO

KOMPO
NEN

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG

TANTANGAN

LANJUT

mempuyai
kewenanga
n untuk
menarik
dana dari
masyarakat
sebagai
pendukung
an
program
sekolah

Dewan

Dewan Pendidikan

Pendidik berperan sebagai


mitra kerja sekolah
an

TINDAK

program
sekolah
yang
membut
uhkan
dana
dari
masyara
kat

Sekolah

Keberadaan

Tidak semua

Mensosialis

menerapkan

Dewan

anggota

asikan

Manajemen

Pendidikan

sekolah

peran dan

Peningkatan

kurang

mengerti

fungsi

Mutu

disosialisasik

tentang

Dewan

Berbasis

an di

keberadaan

Pendidikan

Sekolah

sekolah-

Dewan

pada

sekolah

Pendidikan

anggota

Sekolah

sekolah.

mempunyai

Dewan

Dewan

Mengundan

link yang

Pendidikan

Pendidikan

g Dewan

bisa

belum

tidak pernah

Pendidikan

mendukung

berperan

dilibatkan

sebagai

terlaksanany

dalam

dalam kegiatan

salah satu

a program

kegiatan

sekolah

nara sumber

sekolah

dalam
penyusunan
program
sekolah,

Dinas

Dinas Pendidikan

Sekolah

Dinas

Sekolah tidak

Mengundan

Pendidik

berperan sebagai :

selalu

Pendidikan

mempunyai

g PEMDA

1.Pemberi

mengundang

kurang

wewenang

dan Dinas

NO

KOMPO
NEN
an

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG

TANTANGAN

TINDAK
LANJUT

pertimbangan

Dinas

memaksimal

untuk dapat

Pendidikan

2.Pendukung

Pendidikan

kan peran

memaksimalka

untuk bisa

pemikiran dan

sebagai nara

dan

n peran dan

bersama-

kegiatan

sumber di

fungsinya

fungsi Dinas

sama

3.Penyelenggara

setiap

Pendidikan

menyukses

pelatihan dan

kegiatan

kompetisi

Dinas

kan siswa

Pendidikan

Sekolah tidak

dan guru

4.Pengontrol

Sekolah

kurang

mempunyai

yang

transparansi dan

selalu

memberikan

akses untuk

menjadi

akuntabilitas

melibatkan

kontribusi

bisa

duta daerah

5Mediator antara

Dinas

pendanaan

memperoleh

yang

sekolah dengan

Pendidikan

untuk

dukungan dana

membutuhk

PEMDA

di setiap

pembinaan

pembinaan

an

kegiatan

siswa dan

partisipasi

guru

dana dan

Dinas Pendidikan
berfungsi sebagai:

Sekolah

berprestasi

pembinaan,

1.Komintmen mutu

selalu

yang menjadi

Waka

pendidikan

melaporkan

duta

Kurikulum.

2.Memberikan

semua

Kabupaten

masukan dan

kegiatan

rekomendasi
3.Melakukan
pelatihan dan
kompetisi
4.Melakukan
evaluasi

Pergurua

Perguruan Tinggi

Sekolah

Perguruan

Perguruan

n Tinggi

berperan sebagai:

mengundang

Tinggi belum Tinggi belum

g pihak

1.Fasilitator program

dosen dari

berperan

Perguruan

bisa maksimal

Mengundan

NO

KOMPO
NEN

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG

TANTANGAN

TINDAK
LANJUT

peningkatan mutu

Perguruan

secara

dalam

Tinggi

2.Pendamping

Tinggi

maksimal

mengiplementa

sebagai

bilingual

sebagai

dalam

sikan fungsinya

nara sumber

3.Pendukung

pendamping

pendampinga pada pokok

dalam

program

guru mata

pengabdian

penyusunan

pelajaran

bilingualnya

pada

program

masyarakat

sekolah

Perguruan Tinggi
berfungsi sebagai:

Sekolah

Perguruan

1.Komitmen mutu

mengontrak

Tinggi

Sekolah kurang

Mengundan

pendidikan

satu dosen

kurang

berhasil dalam

g Perguruan

2.Melakukan

Perguruan

mendapatkan

membangun

Tinggi

pengabdian pada

Tinggi

kontra

komitmen

untuk

masyarakan

sebagai

prestasi dari

anggota

bersama-

3.Melakukan

fasilitator

kerjasama

sekolah

sama

kerjasama

program

berkomitme

4.Memberikan

n dalam

masukan dan

Sekolah

rangka

rekomendasi

mengundang

peningkatan

sejumlah

kualitaas

dosen

diri sebagai

sebagai nara

pendidik

sumber
5

Lembaga LPMP berperan


Penjami sebagai:

Sekolah

LPMP

Sekolah selalu

Mengundan

selalu

kurang aktif

bekerjasama

g LPMP,

nan

1.Pelaksana model-

memprogra

dalam

dengan

dan

Mutu

model pembelajaran

mkan

menjalankan

Perguruan

Perguruan

Pendidik

2.Fasilitator

pendamping

peran dan

Tinggi dalam

Tinggi

an

pembelajaran

an untuk

fungsinya di

program

sebagai

(LPMP)

3.Nara sumber

guru

sekolah

pendampingan

nara sumber

guru

pembelajara

informasi pendidikan matapelajara

NO

KOMPO
NEN

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG
n

LPMP berfungsi

TANTANGAN
LPMP

TINDAK
LANJUT

matapelajaran

kurang selalu

n, Waka
Kurikulum

sebagai:

Sekolah

meng up date LPMP sebagai

1.Komitmen Mutu

selalu

informasi

lembaga yang

Mengundan

Pendidikan

memprogra

terkait

mestinya dekat

g LPMP,

2.Merancang model

mkan in

dengan

dengan

Perguruan

pembelajaran

house

kurikulum

sekolah, tetapi

Tinggi,

3.Mengadakan

training

justru tidak

Dinas

pelatihan

terkait

semua anggota

Pendidikan,

4.Melakukan

dengan

sekolah tahu

dan Pemda

kerjasama

pembelajara

dengan pasti

untuk

5.Melakukan

n dan

fungsi dan

komitmen

evaluasi

pemanfaatan

peran LPMP

bersama

tehnologi

menyukses

informasi

kan

setiap tahun

program

nya

sekolah
yang
membutuhk
an
pendukunga
n dana dan
kebijakan

Musyaw

MKKS berperan

Sekolah

arah

sebagai:

berperan

Kerja

1.Pemberi

aktif dalam

Kepala

Pertimbangan

kegiatan dan

Sekolah,

2.Pendukung

kepengurusa

NO

KOMPO
NEN
(MKKS)

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG

pemikiran

TANTANGAN

TINDAK
LANJUT

n MKKS

3.Mediator antara
sekolah dan Dinas

Sekolah

Pendidikan dan

menjadi

Pemda

alamat
sekretariat

MKKS berfungsi

MKKS

sebagai:
1.Komitmen mutu
pendidikan
2.Melakukan
kerjasama
3.Memberikan
masukan dan
rekomendasi
7

Musyaw

MGMP Kabupaten

Sekolah

Belum semua Tidak ada

Mengundan

arah

berperan sebagai:

mempunyai

MGMP

kebijakan yang

g MKKS,

Guru

1.Pelaksana kegiatan

MGMP

Kabupaten

mengikat dan

Dinas

Mata

pengembangan guru

sekolah dan

berperan

mengharuskan

Pendidikan,

Pelajaran matapelajaran
2.Pendukung
,

memberikan

maksimal/

guru

LPMP, dan

dukungan

aktif

matapelajaran

Pemda

(MGMP) pemikiran
Kabupat 3. Mediator antara

dana untuk

tergabung

untuk ikut

en

guru matapelajaran

kegiatan

Adanya

dalam MGMP

menyukses

MGMP

kecenderung

Kabupaten

kan

dengan MKKS,

an hari

program

Dinas Pendidikan,

Sekolah

MGMP

MGMP

MGMP

dan LPMP

memberikan

sebagai hari

Kabupaten

Kabupaten

satu hari

libur guru

kurang

yang

mempunyai

membutuhk

program yang

an

MGMP Kabupaten
berfungsi sebagai:

MGMP

NO

KOMPO
NEN

RENCANA

KONDISI RIIL
KONDISI IDEAL

KESENJANGAN
PELUANG

TANTANGAN

TINDAK
LANJUT

1.Komitmen mutu

jelas dan

dukungan

pendidikan

kurang adanya

dana dan

2.Melakukan

sosialisasi

kebijakan,

pertemuan rutin pada

program

Waka

hari MGMP

MGMP ke

Humas

3.Melakukan

sekolah.

kerjasama

Mengundan

4.Melakukan lesson

Sekolah masih

g MGMP

study

membatasi

sekolah

5.Melakukan

jumlah guru

untuk

evaluasi

yang bisa aktif

menyusun

dalam MGMP

program

Kabupaten

dan
pengemban

Kurangnya

gan

Komitmen

pembelajara

MGMP adalah

n serta

libur kelas yang komitmen


dimanfaatkan

bersama

untuk

untuk hari

pengembangan

MGMP

pembelajaran

adalah
bukan libur
kelas yang
dimanfaatk
an untuk
pengemban
gan
diri,Waka
Kurikulum

BAB III
PENUTUP

Demikianlah revisi KTSP SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik Tahun


Pelajaran 2014/2015 telah kami laksanakan, dengan harapan segala upaya yang telah kami
rancang ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di SMA Muhammadiyah 1
Sekampung Udik dan di Indonesia pada umumnya.
Pendidikan sebagai aset bangsa sudah selayaknya mendapat perhatian dan
diutamakan oleh semua pihak sebab investasi di bidang ilmu pengetahuan akan membawa
kemajuan bangsa di masa yang akan datang.
Semoga dengan diselenggarakannya otonomi pendidikan dan otonomi sekolah dapat
membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk pencerahan anak bangsa.
Kepada semua pihak yang telah membantu selesainya Kurikulum SMA
Muhammadiyah 1 Sekampung Udik ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
dan kami berdoa semoga Allah SWT. membalas amal baik Bapak/Ibu/Sdr. dengan pahala
yang berlipat ganda.
Akhirnya kepada Allah jualah kita semua bertawakal, semoga apapun yang kita
lakukan senantiasa mendapatkan ridlo-Nya. Amin.