You are on page 1of 29

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kangkung bergizi tinggi dan lengkap dengan kandungan yang ada pada
kangkung seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, posfor, zat
besi, natrium, kalium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, karoten,
hentriakontan, dan sitosterol. Senyawa kimia yang dikandung adalah saponin,
flavonoid, dan poliferol. Kangkung merupakan tanaman yang bermanfaat.
Kangkung mempunyai senyawa yang dapat digunakan untuk pengobatan bagi
penderita susah tidur. Serat pada kangkung sangat baik untuk mencegah
konstipasi sehingga dapat menghalangi terjadinya kanker perut. Karetenoid
dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A serta klorofil tinggi. Kedua
senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang berguna untuk mencegah
penuaan dan menghalangi mutasi genetik penyebab kanker.
Kangkung air atau Ipomea aquatiqa tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di
daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang. Kangkung
termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air
dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau
tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke
permukaan air. Kangkung air atau Ipomea aquatiqa ditemukan di kolam,
rawa, sawa, dan tegalan. Tumbuhnya menjalar dengan banyak percabangan.
Sistem perakarannya tunggang dengan cabang-cabang akar yang menyebar ke
berbagai penjuru. Tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan bentuk
helaiannya seperti hati. Bunganya menyerupai terompet. Bentuk buahnya
bulat telur dan di dalamnya berisi 3 butir biji.
Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan
pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Menurut Dr. Setiawan, kangkung
mempunyai rasa manis, tawar, sejuk. Sifat tanaman ini masuk ke dalam
meridian usus dan lambung. Efek farmakologis tanaman ini sebagai
antitoksik, anti radang, diuretik, hemostatik, sedatif atau obat tidur. Kangkung
juga bersifat menyejukkan dan menenangkan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membudidayakan kangkung air ?
1

2. Faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan kangkung air?


3. Apa keuntungan yang didapat dalam budidaya kangkung air ?
C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Agronomi Tanaman Sayuran, selain itu juga untuk
mengetahui cara dan teknik budidaya kubis yang banyak kita konsumsi dan
diperdagangkan di Indonesia dan mengetahui kendala-kendala dalam budidaya
kubis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kangkung merupakan tanaman yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun.
Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya
akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60
hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih,
terutama pada jenis kangkung air. Batang kangkung bulat dan berlubang, berbukubuku, banyak mengandung air (herbacious) dari buku-bukunya mudah sekali
keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak dan setelah tumbuh lama
batangnya akan menjalar (Santoso 2007).
Kankung air atau Ipomoea aquatica memiliki kandungan vitamin A pada
sangat tinggi, mencapai 6.300 IU. Bersifat antioksidan sehingga dapat menangkal
radikal bebas penyebab kanker dan penuaan dini. Selain itu, kangkung juga tinggi
kadar seratnya dan mengandung fosfor, zat besi, hentriakontan, dan sitosterol.
Berkat kandungan yang dimiliki, kangkung berpotensi juga sebagai antiracun,
antiradang, penenang (sedatif) dan diuretik (Sujitno 2011).
Kangkung adalah salah satu jenis tanaman sayuran daun yang mampu hidup
di darat atau di air. Tanaman kangkung tidak memerlukan persyaratan tempat
tumbuh yang sulit. Salah satu syarat yang penting adalah air yang cukup. Apabila
kekurangan air

pertumbuhannya

akan

mengalami

hambatan. Kangkung

diperbanyak dengan stek batang yang panjangnya 20-25 cm atau dengan biji.
Untuk penanaman kangkung di darat digunakan benih dari biji, namun dapat pula
digunakan stek. Untuk mempercepat perkecambahan diperlukan perendaman
benih di dalam air selama satu malam sebelum benih itu disebarkan
(Sutaryo 1995).
Waktu tanam kangkung yang baik adalah pada musim hujan untuk
kangkung darat dan musim kemarau untuk kangkung air. Sementara waktu tanam
kangkung yang dibudidayakan untuk di ambil bijinya (pembibitan) adalah pada
musim kemarau. Untuk kangkung darat, umumnya dikembangbiakkan dengan
biji. Persiapan lahan untuk penanaman kangkung darat dilakukan dengan cara
pencangkulan tanah, kemudian diberi pupuk kandang atau kompos. Sementara
panjang bedengan tergantung keadaan lahan dan keinginan kita (Sunanjono 2003).
1. Kangkung Air (Ipomoea aquatica)

Kangkung air (Ipomoea aquatica) merupakan tanaman air yang banyak


ditemukan di beberapa wilayah Asia Tenggara, India dan Cina bagian
Tenggara. Tanaman ini tumbuh dengan cara merambat dan dapat mengapung di
atas air (Austin 2007). Klasifikasi kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.)
adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Tubiflorae
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea aquatica Forsk.
Famili Covovulaceae merupakan herba atau semak berkayu, kebanyakan
merayap atau membelit, daun tunggal, duduk tersebar tanpa daun penumpu.
Famili ini memiliki sekitar 50 genus dan lebih dari 1200 spesies, 400 spesies
diantaranya termasuk genus Ipomoea (Suratman et al. 2000). Anggota genus
Ipomoea banyak dikenal, antara lain Ipomoea aquatica (kangkung air) dan
Ipomoea reptans (kangkung darat). Kedua jenis kangkung ini berhabitat
sebagai herba. Ipomoea aquatica memiliki daun panjang, ujung agak tumpul,
berwarna hijau tua, bunga putih kekuningan atau kemerah-merahan, sedangkan
Ipomoea reptans memiliki daun panjang, ujung agak runcing, warna hijau
keputih-putihan dan bunga putih. Kangkung merupakan tanaman menetap yang
dapat tumbuh lebih dari satu tahun, di dataran rendah sampai dataran tinggi
2000 m di atas permukaan laut. Kangkung air termasuk tanaman yang mampu
melakukan adaptasi dengan baik pada kondisi tanah atau lingkungan dengan
kisaran toleransi yang luas. Tanaman kangkung dapat tumbuh pada kondisi
dengan sumber nitrogen sangat terbatas (Djukri 2005). Nilai gizi atau
komposisi kimia masing-masing organisme berbeda-beda. Hal ini ditentukan
oleh jenis dan habibat organisme tersebut. Kangkung dapat menghasilkan
energi sebesar 475 kalori/gram (Farida et al. 2004). Komposisi kimia kangkung

menurut Farida et al. (2004) dapat dilihat pada Tabel 1.1 dan beberapa mineral
yang terkandung dalam kangkung dapat dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.1 Komposisi kimia kangkung
Parameter Kandungan (% bb)
Kandungan (% bb)
Kadar air
89,01
Protein kasar
2,06
Lemak kasar
0,15
Karbohidrat
5,84
Serat kasar
1,80
Abu
1,14
Sumber: Gusyana, 2010
Kangkung air merupakan tanaman yang mengandung serat tinggi. Serat
makanan (diatery fiber) merupakan komponen dalam tanaman yang tidak
dicerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserap saluran
pencernaan. Serat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan di antaranya
adalah karbohidrat kompleks. Serat makanan dibagi menjadi dua kelompok,
yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Tanaman
mengandung kedua-duanya dengan serat tidak larut pada porsi yang lebih
banyak. Serat larut merupakan serat yang larut di dalam air, antara lain pektin,
getah tanaman dan beberapa hemiselulosa, sedangkan serat tidak larut adalah
lignin dan selulosa. Serat dalam tubuh dapat bermanfaat sebagai bahan
pencegah kanker, menurunkan kolesterol, mencegah sembelit, mengontrol
kadar gula darah dan mengontrol berat badan.
Tabel 1.2 Kandungan mineral kangkung
Mineral
Kalsium (Ca)
Besi (Fe)
Magnesium (Mg)
Phospor (P)
Potassium (K)
Sodium (Na)
Seng (Zn)
Mangan (Mn)
Selenium (Se)
(Sumber: Gusyana 2010)
2. Fisiologi Tumbuhan Kangkung Air
a. Pertumbuhan
5

Kandungan
72 mg
0,9 mg
18 mg
28 mg
228 mg
23 mg
0,24 mg
0,416 mg
0,9 mcg

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible


(tidak dapat balik) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel
atau dapat pula disebabkan oleh keduanya.Menurut Tim Biologi (2004)
pertumbuhan merupakan suatu keadaan pertambahan ukuran dimana
ukuran tersebut tidak akan kembali lagi ke kondisi semula, pertumbuhan
terjadi karena adanya kegiatan pembelahan sel pada jaringan meristematik
secara mitosis yang dapat kita lihat dengan pertambahan jumlah daun,
bertambahnya tinggi tanaman maupun akar tanaman yang semakin
memanjang. Terjadinya pertumbuhan dapat diukur dan dinilai secara
kuantitatif, sedangkan perkembangan berbeda dengan pertumbuhan
dimana perkembangan dapat dilihat dengan perubahan bentuk, karena
perkembangan ini merupakan bertambah kompleksnya suatu organ dan
fungsinya juga.
Kangkung air biasanya memiliki batang berwarna hijau dan
ukurannya lebih besar daripada kangkung darat. Berikut ini merupakan
beberapa syarat tumbuh kangkung air :
1. Kangkung air bisa tumbuh di berbagai cuaca, baik musim panas
maupun musim hujan. Namun demikian, pasokan air pada tanaman
kangkung harus tetap tercukupi. Kabar baiknya adalah bagi Anda yang
hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah sama-sama dapat
menanam kangkung air ini.
2. Kangkung membutuhkan banyak sinar matahari. Jika lahan terlindungi
dari sinar maka kangkung akan tumbuh kurus walaupun tinggi.
3. Kangkung memerlukan lahan yang subur dan kaya akan zat organic,
untuk itu penyiapan lahan dengan pembajakan dan pemupukan sangat
diperlukan.
4. Kangkung membutuhkan tanah yang datar yang dapat menahan air
lebih lama karena kangkung membutuhkan pasokan air yang selalu
cukup.
5. Kangkung akan tumbuh maksimal jika bebas dari rumput liar dan
tanaman pengganggu seperi ulat.

Menurut Susilo (2006), persyaratan tanah yang paling ideal untuk


tanaman kangkung sangat tergantung kepada jenis varietasnya, yakni:
kangkung air membutuhkan tanah yang banyak mengandung air dan
lumpur, misalnya rawa-rawa, persawahan atau di kolam-kolam. Pada tanah
yang kurang air tanaman kangkung air pertumbuhannya akan kerdil,
lambat dan rasanya menjadi liat (keras). Sedangkan kangkung darat
menghendaki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan
organik dan tidak mudah menggenang. Pada tanah yang becek, akar-akar
dan batang tanaman kangkung darat mudah membusuk dan mati. Tumbuh
optimum pada tanah yang memiliki pH 5,6-6,5.
b. Faktor Lingkungan
Pertumbuhan tanaman akan selalu dipengaruhi oleh beberapa
faktor mulai faktor luar maupun faktor dalam.Faktor pendukung dari
pertumbuhan tanaman dapat menjadi faktor penghambat bila tidak sesuai
dengan tanamannya, beberapa faktor pendukung dan penghambat
pertumbuhan tanaman yaitu :
1. Faktor eksternal, faktor ini terdiri dari:
a. Cahaya, pada awal pertumbuhan tanaman cahaya tidak begitu
banyak dibutuhkan saat proses perkecambahan karena dia akan
menghambat proses perkecambahan tetapi saat tanaman telah
tumbuh dan siap untuk berfotosintesis maka cahaya akan sangat
dibutuhkan saat itu.
b. Suhu, pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sangat baik
apabila telah mencapai suhu optimum, dimana suhu tersebut telah
mencapai 100C - 380C, apabila suhu tempat tanaman tersebut
tumbuh kurang dari 100C dan lebih dari 400C maka yang akan
terjadi tanaman tidak akan tumbuh.
c. Air, kebutuhan utama makhluk hidup adalah air dari spesies
apapun makhluk itu tidak akan pernah terlepas dari yang namanya
air karena air adalah sumber kehidupan. Tersedianya jumlah air
yang cukup bagi tanaman akan memudahkannya dalam melakukan

metabolisme seperti fotosintesis, tetapi apabila air kurang maka


akan menghambat proses metabolisme pada tanaman tersebut.
d. Oksigen,

pada

tanaman

yang

kekurangan

oksigen

akan

mengganggu proses respirasi dimana proses respirasi tersebut akan


menghasilkan energi dan pabila energi kurang maka yang akan
terjadi pertumbuhan akan terganggu.
e. Nutrisi, bagi pertumbuhan tanaman sangat diperlukan sebuah
nutrisi ataupun unsur hara yang akan membantu dalam mensintesis
sel, nutrisi tanaman haruslah tercukupi untuk membantu dalam
pertumbuhannya karena apbila nutrisi kurag tanaman akan
menunjukka gejala-gejala yang akan menghambat pertumbuhan
dan perkembangannya.
f. Kelembaban, pemanjangan sel pada tanaman akan terjadi apabila
kelembaban optimum sehingga tanaman akan dapat mencapai
pertumbuhan yang maksimum.
g. Edaphik, keadaan tanah/media yang sesui dimana semua
komponen tanah telah baik dan terpenuhi akan membantu
pertumbuhan dan perkembangannya.
h. Biologis, keadaan biologis disekitar tanaman seperti adanya
serangan gulma dan lain-lain akan menghambat pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.
2. Faktor internal terdiri atas:
a. Ketahanan tanaman terhadap lingkungannya.
b. Laju fotosintesis akan mempercepat terjadinya pertumbuhan pada
tanaman.
c. Hormon yang tedapat dalam tanaman akan membantu dalam
mempercepat pertumbuhan tetapi apabila hormone tanaman
tersebut tidak seimbang maka akan menjadi penghambat pada
pertumbuhan tanaman tersebut.
d. Inhibitor pada tanaman akan memperlambat pertumbuhan tanaman
karena dia sifatnya berlawanan dengan enzim katalis.

e. Gen pada tanaman akan berpengaruh pada pertumbuhan dan


perkembangannya.
f. Kandungan klorofil tanaman
g. Tipe dan letak meristem, dan lain-lain.
Kelembaban memiliki pengaruh penting pada pertumbuhan
akar tanaman, dimana kelembaban tersebut akan memudahkan
tanaman untuk mendapatkan dan menyerap air sehingga dengan
terpenuhinya air maka akar akan dengan mudah tumbuh dan juga
melakukan pembelahan sel serta menjadikan sel akar lebih panjang
sehingga dengan bertambah panjangnya akar maka tanaman akan
lebih mudah lagi untuk mendapatkan asupan air dan unsur hara
sehingga pertumbuhan tanaman akan optimal dan akar tersebut juga
akan membantu tanaman untuk lebih kokoh. Biji tanaman yang
dikecambahkan akan tumbuh sangat cepat, tetapi keadaan tanaman
tidak begitu kokoh dan daunnya akan pucat karena tidak mendapatkan
cahaya matahari yang cukup hal ini disebut dengan etiolasi, etiolasi
disini akan membantu pada pertumbuhan pucuk tanaman tetapi tidak
dengan daun, dimana daun yang terkena etiolasi akan pucat karena
klorofil kekurangan cahaya matahari. Terjadinya etiolasi ini adalah
tidak terurainya auksin dan memperpanjangnya sel batang yang tak
terkendali tetapi batang tersebut sangat lemah.
c. Unsur Hara
Tanaman memerlukan makanan yang sering disebut hara tanaman.
Berbeda dengan manusia yang menggunakan bahan organik, tanaman
menggunakan

bahan

pertumbuhannya.

anorganik

Unsur

yang

untuk
diserap

mendapatkan
untuk

energi

dan

pertumbuhan

dan

metabolisme tanaman dinamakan hara tanaman. Mekanisme perubahan


unsur hara menjadi senyawa organik atau energi disebut metabolsime.
Tanaman dapat memenuhi siklus hidupnyadengan menggunakan hara.
Fungsi hara tanaman tidak dapat digantikan oleh unsur lain dan apabila
tidak terdapat suatu hara tanaman, maka kegiatan metabolisme akan

10

terganggu atau berhenti sama sekali. Umumnya tanaman yang kekurangan


atau ketiadaan suatu unsur hara akan menampakkan gejala pada suatu
organ tertentu yang spesifik yang biasa disebut gejala kekahatan.Tanaman
kangkung memerlukan asupan unsur-unsur zat hara, baik unsur makro dan
unsur mikro dalam jumlah yang seimbang. Tanaman kangkung
membutuhkan asupan unsur-unsur zat hara dalam kadar yang berbedabeda.Unsur-unsur yang dibutuhkan yaitu unsur makro meliputi Nitrogen
(N) 16%,Fosfor (F) 12%, Kalium (K) 4%, Magnesium (Mg) 1,5%.
Sedangkan unsur mikromeliputi Seng (Zn) 2%, Besi (Fe) 1%, Boron 1%.
Pemberian asupan unsur zathara baik unsur makro maupun unsur mikro
secara seimbang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kangkung
secara baik dan optimal.
Menurut Chairani (2008) secara garis besar, tanaman atau
tumbuhan memerlukan 2 jenis unsur hara untuk menunjang pertumbuhan
dan perkembangan yang optimal. Dua jenis unsur hara tersebut adalah
Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Berikut adalah kedua jenis
unsur hara tersebut dengan gejala-gejala yang biasa timbul, baik apabila
kekurangan atau kelebihan unsur tersebut :
Unsur Hara Makro
Unsur Hara Makro adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan
tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar. Daftarnya adalah sebagai
berikut :
1. Nitrogen (N)
Unsur Nitrogen dengan lambang unsur N, sangat berperan
dalam pembentukan sel tanaman, jaringan, dan organ tanaman.
Nitrogen memiliki fungsi utama sebagai bahan sintetis klorofil, protein,
dan asam amino. Oleh karena itu, unsur Nitrogen dibutuhkan dalam
jumlah yang cukup besar, terutama pada saat pertumbuhan memasuki
fase vegetatif. Bersama dengan unsur Fosfor (P), Nitrogen ini
digunakan dalam mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk Nitrogen, yaitu Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3).

10

11

Berdasarkan sejumlah penelitian para ahli, membuktikan Ammonium


sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi Nitrogen. Jika
berlebihan, sosok tanaman menjadi besar tetapi rentan terhadap
serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan
memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga
pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal
untuk berbunga juga akan minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu
berbunga. Seandainya yang dominan adalah Nitrogen bentuk Nitrat,
maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan
penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk Nitrogen dari
pupuk bisa dilihat dari kemasan.
Ciri-ciri tanaman yang kekurangan Nitrogen dapat dikenali dari
daun bagian bawah. Daun pada bagian tersebut menguning karena
kekurangan klorofil. Pada proses lebih lanjut, daun akan mengering dan
rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda akan tampak
pucat. Pertumbuhan tanaman melambat, kerdil dan lemah. Akibatnya
produksi bunga dan biji pun akan rendah. Kelebihan jumlah Nitrogen
pun perlu diwaspadai. Ciri-ciri tanaman apabila unsur N-nya berlebih
adalah warna daun yang terlalu hijau, tanaman rimbun dengan daun.
Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen
karena mengandung banyak air. Hal itu menyebabkan tanaman rentan
terhadap serangan jamur dan penyakit, serta mudah roboh. Produksi
bunga pun akan menurun.
2. Fosfor atau Phosphor (P)
Unsur Fosfor (P) merupakan komponen penyusun dari beberapa
enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses transfer
energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik dari
tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga,
dan buah. Pengaruh terhadap akar adalah dengan membaiknya struktur
perakaran sehingga daya serap tanaman terhadap nutrisi pun menjadi
lebih baik.Bersama dengan unsur Kalium, Fosfor dipakai untuk

11

12

merangsang proses pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan


tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan
berbunga.
Kekurangan Phosphor (P) ciri-ciri dimulai dari daun tua menjadi
keunguan dan cenderung kelabu. Tepi daun menjadi cokelat, tulang
daun muda berwarna hijau gelap. Hangus, pertumbuhan daun kecil,
kerdil, dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman
kerdil. Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur
mikro seperti besi (Fe), tembaga (Cu), dan seng (Zn) terganggu. Namun
gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.
3. Kalium (K)
Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi
tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi
karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi
air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun
seperti terbakardan akhirnya gugur.Unsur kalium berhubungan erat
dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium
dan kalsium juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini
menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika
komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh
tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium
berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab sifat
antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat
antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian, pada
beberapa kasus, kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan
kalsium.
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau
ada bercak hangus. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti
terbakardan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan gugur. Tepi daun
hangus, daun menggulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan
penyakit. Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu.

12

13

Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami


defisiensi.
4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi
energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan
keberadaannya di daun, terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi
kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses
fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan
klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.
Kekurangan Magnesium yang akan terjadi muncul bercakbercak kuning di permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg
diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemah dan akhirnya mudah
terserang penyakit terutama embun tepung (powdery mildew).
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.
5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia
komponen yang menguatkan dan mengatur daya tembus serta merawat
dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan
bila terjadi defiensi Ca, pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu,
dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses
pembelahan dan perpanjangan sel dan mengatur distribusi hasil
fotosintesis. Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah,
terjadi perubahan bentuk daun, mengeriting, kecil, dan akhirnya rontok.
Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar karena berefek
langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan
produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak, hanya mempengaruhi pH
tanah.
6. Belerang atau Sulfur (S)
Kelebihan Sulfur pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman
dalam pembentukan asam amino sistin, sistein dan metionin.

13

14

Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A


dan glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam
bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun
protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai
peptida. Belerang (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil
metabolisme senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi
sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam
proses fisiologi tanaman.
Kekurangan sulfur jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman
sama dengan jumlah fosfor (P). Kekahatan S menghambat sintesis
protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis
seperti tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S lebih menekan
pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar. Gejala kahat S lebih
nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai
mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan
Penurunan kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan
gejala khas pada tanaman yang mengalami kahat S . Kahat S
menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi dengan
akumulasi N dan nitrat organik terlarut.
Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam
jumlah sedikit. Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil, tetapi amat
penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan.
Unsur mikro itu adalah sebagai berikut :
1. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan,
pembelahan dan diferensiasi dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait
dengan perannya dalam sintetis RNA, bahan dasar pembentukan sel.
Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di
dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci.
Kekurangan Boron daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal ,

14

15

tebal , dan mengkerut. Kelebihan Boron ujung daun kuning dan


mengalami nekrosis.
2. Tembaga (Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa
beberapa enzim. Berperan membantu kelancaran proses fotosintesis.
Pembentuk klorofil dan berperan dalam fungsi reproduksi. Kekurangan
Tembaga (Cu) daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup
dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat. Kelebihan Tembaga
(Cu) tanaman tumbuh kerdil, percabangan terbatas, pembentukan akar
terhambat, akar menebal dan berwarna gelap.
3. Seng atau Zinc (Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg, sangat berperan dalam
aktivator

enzim,

pembentukan

klorofil

dan

membantu

proses

fotosintesis. Kekurangan Seng (Zn) pertumbuhan lambat, jarak antar


buku pendek, daun kerdil, mengkerut, atau menggulung di satu sisi lalu
disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning, terbuka, dan
akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas sehingga buah yang
seharusnya lurus membengkok. Kelebihan Seng (Zn) kelebihan seng
tidak menunjukkan dampak nyata.
4. Besi atau Ferro (Fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein, sebagai
katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa
elektron pada proses fotosintetis dan respirasi, sekaligus menjadi
aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila
terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentangan atau
antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu, maka
Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene
Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik
yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat
antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai
dengan merek Fe-EDTA.

15

16

Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun


menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang
klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium
dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang
mati. Kelebihan besi, pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi
menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik
hitam pada daun.
5. Molibdenum (Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat
menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
Kekurangan Molibdenum ditunjukkan dengan munculnya klorosis di
daun tua, kemudian menjalar ke daun muda. Kelebihan tidak
menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.
6. Mangan (Mn)
Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman
dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam
sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator
beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan
fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat
reduktase sehingga tumbuhan yang mengalami kekurangan mangan
memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam
fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam
pemecahannya menjadi hidrogen dan oksigen.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah diperlukan
oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin
C, berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada
daun yang tua, berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator
macam-macam enzim, berperan sebagai komponen penting untuk
lancarnya proses asimilasi. Mn diperlukan dalam kultur kotiledon
selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang dihasilkan.
Defisiensi unsur Mn antara lain pada tanaman berdaun lebar, interveinal

16

17

chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak


menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak
warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian
tengah

dan

pangkal

daun

muda,

split

seed

pada

tanaman

lupin.Identifikasi gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali


defisiensi satu unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara
lainnya. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian
daun diantara tulang-tulang daun, sedangkan tulang daun itu sendiri
tetap berwarna hijau.
d. Pemupukan pada Tanaman
Salah satu usaha pemeliharaan tanah ialah dengan cara pemupukan.
Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah, karena berisi salah satu atau
lebih unsur hara yang digunakan untuk menggantikan unsur yang telah
habis karena terserap tanaman.atau pun hilang karena faktor-faktor
tertentu. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun nonorganik.Tindakan pemupukan diartikan sebagai tindakan menambah unsur
hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun) dengan
tujuan untuk menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh
tanaman untuk peningkatan prosuksi dan mutu hasil tanaman.Dalam
pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar
tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau
terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat
diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun.
Menurut Benyamin (2004) penggolongan pupuk tidak hanya
didasarkan pada sumber bahan yang digunakan seperti pupuk organik dan
pupuk anorganik, tetapi juga dapat digolongkan berdasarkan cara aplikasi,
bentuk, dan kandungan unsur haranya. Berdasarkan cara aplikasinya,
pupuk dibedakan menjadi pupuk daun dan pupuk akar. Berdasarkan
bentuknya, ada pupuk cair dan padat, sedangkan berdasarkan kandungan
unsur haranya terdapat pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

17

18

Pemupukan pada tanaman kangkung air dapat ditambahkan pupuk


urea kira-kira dua minggu setelah penanaman kangkung air. Selain
pemupukan, perlu melakukan pemberantasan berbagai hama dan hewan
pengganggu. Selain pemupukan, pemeliharaan tanaman kangkung juga
dilakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang sudah mati dan
penyiangan bila terdapat rumput liar (tanaman pengganggu).Penyiangan
dilakukan setiap 2 minggu.
BAB III
HASIL OBSERVASI LAPANG
1. Intisari Budidaya Kangkung oleh Petani Sampel
Varietas Kangkung yang dibudidayakan di Desa Kemasan Kecamatan
Sawit Kabupaten Boyolali adalah kangkung air. Kangkung air berbeda dengan
kangkung darat. Perbedaan ini secara visual dapat dilihat mulai dari batang,
daun dan bunga. Kangkung air memiliki batang yang berwarna hijau besar,
berdaun lebar berujung bulat dan memiliki bunga berwarna ungu. Kangkung
darat memiliki batang berwarna putih kehijau-hijauan, berdaun lebih kecil dari
kangkung air dan bunga berwarna putih bersih. Budidaya kangkung air dengan
cara stek pucuk batang karena kangkung air memiliki keistimewaan tidak
berbiji. Kangkung air dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi
asalkan kandungan airnya tercukupi. Kangkung air membutuhkan banyak sinar
matahari dan lahan yang subur dan kaya akan zat organik terutama di daerah
genangan air yang tersimpan lama, bebas dari rumput, gulma dan hama
penganggu.
Budidaya kangkung air memiliki proses yang sederhana yaitu
pengolahan lahan yang akan digunakan untuk tanam, pembibitan dan
penanaman, pemeliharaan serta panen. Fase pengolahan tanah disini
merupakan fase permulaan dalam budidaya. Pengolahan tanah yang baik akan
sangat berpengaruh dengan hasil kedepannya. Pengolahan tanah oleh petani
dilakukan dengan pemberian pupuk kandang pada tanah. Pupuk kandang
merupakan pupuk dasar yang digunakan dalam budidaya kangkung ini.

18

19

Pengolahan kangkung air ini tanpa menggunakan bantuan hewan untuk


membajak. Tanah yang digunakan pada dasarnya adalah tanah pertanian. Tanah
yang digunakan untuk penanaman kangkung terdapat banyak air, air tersebut
berasal dari sungai.
Kangkung air diperbanyak dengan cara stek pucuk batang. Kangkung air
memang hakikatnya tidak dapat diperbanyak dengan biji. Sehingga tidak
memerlukan penyemaian. Kangkung yang akan ditanam berasal dari pucuk
batang yang dipetik kemudian ditanam. Penanaman kangkung air apabila
dilakukan di musim ketiga maka kangkung akan tumbuh besar, apabila ditanam
saat musim penghujan maka pertumbuhan kangkung akan terhambat. Hal ini
dikarenakan kangkung air hidup di air, apabila air yang tersedia di lahan terlalu
banyak dan mengenangi maka kangkung akan sulit untuk tumbuh.
Kangkung air sangat berbeda dengan tanaman lainnya karena kangkung
air dapat langsung ditanam tanpa memerlukan jarak tanam. Penanaman
kangkung juga tidak memerlukan lubang tanam. Hal ini disebabkan karena
kangkung tidak memerlukan penyemaian. Bibit langsung berasal dari stek
pucuk batang. Stek pucuk batang yang dipetik dapat langsung ditanam.
Penanaman kangkung air tidak memerlukan waktu yang lama.
Kangkung air tidak memerlukan pemeliharaan yang khusus. Hal ini
dikarenakan hampir semua kebutuhan kangkung sudah tersedia di lahan
pertanian mulai dari air dan unsur hara. Kangkung memerlukan air yang cukup
tapi tidak terlalu mengenang, membutuhkan sinar matahari yang banyak untuk
membantu proses fotosintesis. Pemeliharaan kangkung yang dilakukan di Desa
Kemasan adalah penyiangan. Penyiangan merupakan mencabut tanamantanaman yang dapat mengganggu tanaman kangkung tersebut tumbuh atau
sering disebut gulma. Pemeliharaan tanaman juga termasuk dalam menangani
tanaman kangkung yang terkena hama atau penyakit. Tanaman kangkung yang
terkena hama dan penyakit

selanjutnya diberikan obat tanaman sesuai

kebutuhan tanaman tersebut. Kangkung yang terkena hama ulat dapat langsung
ditanggani dengan memberikan insektisida. Pemberian insektisida tidak begitu

19

20

ditekankan karena hama ulat dianggap para petani tidak begitu merugikan.
Hama ulat juga tidak menyebabkan gagal panen.
Kangkung dengan umur 20 hari sudah siap untuk dipanen. Masa panen
kangkung dapat terlihat dari warna daun yang telah menghijau agak pekat,
memiliki tinggi yang cukup untuk dipanen dan kangkung sudah terlihat besar.
Masa panen kangkung dapat melambat sampai 30 hari. Hal ini dikarenakan
pertumbuhan kangkung terhambat dengan faktor lingkungan. Kangkung yang
telah berada dalam masa panen, kangkung dapat langsung dipanen dengan cara
dipetik bagian batang yang telah tua. Kangkung yang telah dipanen selanjutnya
langsung di ikat menggunakan tali. Kangkung yang sudah dipanen dapat
langsung dipasarkan ke Pasar Kartasura. Pasar tersebut sudah menjadi tempat
langganan Ibu Slamet untuk memasarkan kangkungnya. Kangkung yang
dipanen memiliki kualitas yang bagus, karena kangkung langsung dipilih dari
tempat dan masih sangat segar. Kangkung yang di pasarkan biasanya langsung
laku diserbu oleh pedagang dan pembeli.
Kangkung yang telah dipetik apabila tidak segera laku atau tidak segera
dipasarkan maka akan mengalami pembusukan karena tidak disimpan di
tempat yang bersih. Kangkung yang tidak laku dimanfaatkan Ibu Slamet dan
Warga Desa Kemasan untuk dijadikan makanan. Makanan yang biasanya
dibuat adalah kripik kangkung. Sayuran yang awalnya hanya manfaatkan
dengan dimasak sebagai sayuran ternyata bisa disulap oleh masyarakat dengan
baik, sehingga menambah nilai ekonomis dan untuk menutup kerugian yang
disebabkan.

20

21

BAB IV
PEMBAHASAN
1. Analisis Usahatani
A. Penerimaan Usahatani
Penerimaan merupakan hasil yang diperoleh oleh petani berdasarkan
jumlah output dikali harga untuk tiap unit. Penerimaan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu usaha tani. Semakin besar penerimaan dan semakin kecil
biaya, maka akan memiliki pendapatan yang besar.
Tabel 1.3 Penerimaan Usahatani Kangkung Air Desa Kemasan Kelurahan
Sawit Kabupaten Boyolali
Uraian

Kangkung Air

Produksi
Harga

1.440
2.500

Penerimaan

3.600.000

Sumber: Hasil Olahan Data Primer


Penerimaan usahatani merupakan nilai produksi total usahatani dalam
jangka waktu satu masa panen, yang diperoleh dari hasil perkalian antara
jumlah produksi dengan harga tiap unit. Penerimaan yang besar tidak selalu
memberikan pendapatan yang besar pula. Hal tersebut dipengaruhi oleh
biaya yang dikeluarkan.
B. Biaya Usahatani

21

22

Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang


dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan
bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barangbarang produksi. Biaya produksi yang dikeluarkan terdapat dua jenis yaitu
biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya implisit merupakan biaya yang
secara ekonomis harus diperhitungkan sebagai biaya produksi meskipun
tidak dibayar dalam bentuk uang. Biaya eksplisit yaitu pengeluaran yang
berupa pembayaran faktor produksi dan biaya tersembunyi yaitu tafsiran
pengeluaran terhadap faktor produksi (Rahmi 2011).
Tabel 1.4 Biaya Eksplisit dan Biaya Implisit Usahatani Kangkung Air Desa
Kemasan Kelurahan Sawit Kabupaten Boyolali
Uraian

Kangkung Air

a. Eksplisit
Tenaga kerja
Biaya transportasi
Jumlah
b. Implisit
Sewa tanah 4 hektar

30.000
50.000
80.000

400.000
400.000
480.000

Jumlah
Total Biaya
Sumber: Hasil Olahan Data Primer
a. Pendapatan Usahatani

Pendapatan usahatani dibagi menjadi dua pengertian yaitu


pendapatan kotor dan pendapatan bersih. Pendapatan kotor adalah
seluruh pendapatan yang diperoleh petani dalam usahatani selama satu
tahun yang dapat diperhitungkan dari hasil penjualan atau pertukaran
hasil produksi yang dinilai dalam rupiah berdasarkan harga per satuan
berat pada saat pemungutan hasil. Pendapatan bersih adalah seluruh
pendapatan yang diperoleh petani dalam satu tahun dikurangi dengan
biaya produksi selama proses prouduksi. Biaya produksi meliputi biaya
rill tenaga kerja dan biaya rill sarana produksi (Gustiyana 2003).

22

23

Tabel 1.5 Pendapatan Usahatani Kangkung Air Desa Kemasan Kelurahan


Sawit Kabupaten Boyolali
Uraian

Kangkung Air

Penerimaan
Jumlah Biaya

3.600.000
480.000

Pendapatan

3.120.000

Sumber: Hasil Olahan Data Primer


Pendapatan usahatani yang didapatkan mengalami keuntungan karena
biaya yang dikeluarkan sedikit. Pengeluaran biaya sedikit karena kangkung
air tidak memerlukan perawatan khusus misalnya pemupukan, serta tidak
memerlukan tenaga kerja yang banyak.
C. Perhitungan R/C Ratio dan B/C Ratio
Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) dilakukan dengan tujuan untuk melihat
keuntungan relatif dalam sebuah usaha yang diperoleh dalam sebuah usaha
selama satu tahun terhadap biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha
tersebut. B/C ratio yaitu keuntungan dibagi dengan total biaya. Nilai yang
muncul pada B/C ratio menunjukkan besarnya keuntungan (dalam unit)
yang akan diperoleh jika mengeluarkan biaya sebesar 1 unit tersebut
(Anna 2012).
B/C Ratio merupakan perbandingan antara nilai sekarang dari
penerimaan atau pendapatan yang diperoleh dari investasi dengan nilai
sekarang dari pengeluaran (biaya selama investasi berlangsung dalam kurun
waktu tertentu. B/C Ratio merupakan alat untuk mengukur analisa tingkat
keuntungan teknologi baru didalam proses produksi usahatani. Kriteria
kelayakan apabila nilai BC Ratio > 1 dan dirumuskan dengan B/C Ratio =
( Nilai Sekarang Pendapatan : Nilai Sekarang Pengeluaran) (Dwi 2005).
Tabel 1.6 Perhitungan R/C Ratio dan B/C Usahatani Kangkung Air Desa
Kemasan Kelurahan Sawit Kabupaten Boyolali
Komponen
Kangkung Air
Penerimaan

23

24

3.600.000
Biaya
a. Biaya Eksplisit
80.000
b. Biaya Implisit
400.000
Total Biaya
480.000
Sumber : Hasil Olahan Data Primer

besarnya penerimaan usahatani

R/C Ratio atas biaya tunai =

besarnya biaya tunai usahatani

3.600.000
80.000

= 45
2. Budidaya Tanaman Kangkung Air
A. Pembenihan
Pembibitan tanaman kangkung darat dapat dilakukan secara generatif
yaitu dari biji maupun secara vegetatif yaitu dengan stek pucuk batang.
Dalam melakukan pembibitan, perlu diketahui bahwa teknik pembibitan
kangkung air adalah dengan stek batang, berbeda dengan kangkung darat
yang pembibitannya dengan biji. Bibit kangkung dapat diperoleh di tokotoko yang menjual bibit tanaman yang lengkap. Dalam membeli bibit,
pilihlah jenis bibit kangkung air yang berkualitas dengan tinggi sekitar 2030 cm. Penanaman bibit dapat dilakukan pada sore hari agar malam harinya
bibit kangkung dapat mulai tumbuh. Dalam menanam kangkung air, ada

24

25

beberapa hal cara menanam yang perlu diperhatikan yaitu stek muda
kangkung air ditanam dalam setiap petak tanah dengan jarak 1,5 x 1,5 cm
dan pastikan bahwa tanah berada dalam kondisi prima (basah dan bernutrisi)
pastikan pula bahwa tanah tersebut telah diberi pupuk beberapa minggu
sebelumnya.
B. Teknik Budidaya
Cara budidaya kangkung air membutuhkan ketelatenan dari
penanamannya. Jika ingin menanam kangkung maka harus memastikan
teknik budidaya tahapan-tahapan penanaman mulai dari penyiapan lahan,
pembibitan, penanaman, penyiraman dan pemupukan serta pemanenan
dengan baik. Menyiapkan lahan untuk menanam kangkung tidaklah sulit
ada tiga hal yang perlu dicermati yaitu membajak lahan agar subur dan
siap ditanami, mencampurkan pupuk kandang kedalam lahan dan
menggenangi air hingga 5 cm, serta membuat petak tanah (bedengan)
dengan ukuran yang dikehendaki, dalam pembibitan, perlu diketahui
bahwa kangkung air dibudidayakan dengan teknik stek batang. Kangkung
dapat ditanam pada sore hari dengan jarak tanam 1,5 x 1,5 cm dengan
kondisi tanah yang prima. Pemeliharaan tanaman kangkung yaitu berupa
penyiraman dan pemupukan. Karena kangkung air hidupnya di air, maka
tidak perlu dilakukan penyiraman hanya saja pengairan harus selalu dijaga.
Untuk pemupukan, dapat ditambahkan pupuk urea kira-kira dua minggu
setelah penanaman. Selain penyiraman dan pemupukan perlu diperhatikan
juga hama dan gulma yang ada disekitar tanaman kangkung tersebut.
Pemanenan dapat dilakukan sekitar 20-25 hari setelah tanaman kangkung
ditanam.
C. Pemberantasan Hama dan Penyakit
1. Hama yang menyerang pada tanaman kangkung :
a. Siput (bekicot), merupakan hama yang menggerogoti batang dan daun
tanaman kangkung sehingga membuat tanaman menjadi busuk. Pada
umumnya bekicot akan menggerogoti calon batang dan daun
kangkung yang dapat menimbulkan hama bakteri yang bisa membut

25

26

tanaman menjadi layu dan kemudian perlahan-lahan menjadi busuk.


Cara pemberantasannya yaitu

membersihkan semua bekicot yang

berada pada lahan tanaman kangkung dan usahakan selalu menjaga


kebersihan lahan kangkung sebab bekicot menyerang lahan tanaman
kangkung yang kurang terjaga kebersihannya.
b. Ulat Grayak, hama ini akan menyerang tanaman kangkung dengan
cara menggerogoti daun sehingga bolong-bolong ditengah maupun
dipinggir daun. Cara penanggulangannya dengan cara menyemprotkan
insektisida diazinon 60 EC dengan dosis sebesar 2 cc/l air. Saat
membasmi hama dianjurkan mengeringkan lahan dahulu sekitar 4-5
hari, dan kemudian baru diberi air.
c. Kutu Daun, jika tanaman kangkung terserang hama kutu daun,
tanaman kangkung akan menjadi kerdil/pendek dan mempunyai daun
yang melengkung. Hama ini sangat senang menghisap cairan tanaman.
Biasanya kutu daun bersembunyi di balik lengkungan daun sambil
menghisap tanaman. Pengendalian hama ini dapat diatasi dengan
menjaga jarak tanam dan teknik bercocok tanam yang benar, seperti
menjaga sanitasi lingkungan lahan, menerapkan sistem pergiliran
tanaman dan penyiraman bedengan.
2. Penyakit pada tanaman kangkung :
a. Karat Putih, daun kangkung akan berubah menjadi putih jika terserang
penyakit ini. Penyakit ini sangat peka terhadap Dithane M-45 atau
Benlate. Cara mengatasinya dengan memotong daun tua yang
terjangkit penyakit lalu dilanjutkan dengan menyemprotkan Dithane
M-45 sebanyak 0,2 %.
b. Bercak Daun, penyakit ini disebabkan oleh serangan jamur fusarium
sp dengan gejala daun terdapat bercak coklat dan kemerahan. Jika
yang menyerang Cercospora bataticola maka daun akan terdapat
bercak coklat. Cara pengendalian penyakit tanaman kangkung ini bisa
dengan mencabut tanaman kangkung yang terjangkit. Setelah itu
semprotkan Dithane M-45 sebanyak 0,2%.

26

27

D. Pemberantasan Gulma dan Penyimpanan


Kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda
kalah bersaing dengan rumput. Hal yang perlu diwaspadai terutama saat
penebaran benih awal, dimana pertumbuhan dari benih menjadi relatif lebih
lama, sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal
seperti ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan cara dicabut
(Jaka 2010). Tahapan selanjutnya diikuti dengan perawatan tanaman
kangkung dilakukan melalui pembersihan gulma atau rumput-rumput liar
yang tumbuh disekitar tanaman kangkung yang menjadi pesaing terhadap
kebutuhan air, sinar matahari, dan unsur hara. Biasanya penyiangan
dilakukan satu atau dua minggu setelah penanaman. Disamping itu, gulma
seringkali menjadi sarang hama yang dapat mengancam tanaman kangkung.
Kangkung yang telah selesai dipanen kemudian dimasukkan kedalam wadah
dan disimpan dalam ruangan dengan suhu dingin dan berventilasi atau
cukup sirkulasi udaranya, dalam penyimpanan (sebelum dipasarkan), agar
tidak cepat layu, kangkung yang telah diikat celupkan dalam air tawar
bersih dan tiriskan dengan menggunakan anjang-anjang.
E. Pemanenan
Pemanenan kangkung air (Ipomoea aquatica) ini dapat dilakukan 25
hari setelah kangkung air ditanam. Jika batang telah menjadi besar dan daun
berukuran panjang, maka kangkung air siap di panen. Cara memanen
kangkung air berbeda dengan cara memanen kangkung darat. Apabila
kangkung darat dipanen dengan cara di cabut, maka kangkung air sendiri di
panen dengan cara dipotong. Pada saat pemetikan, sebaiknya disisakan 2-3
cm dari jarak batang dan akarnya, agar tanaman kangkung air bisa tumbuh
dan bisa dipanen kembali (Hartati 2013) , dalam budidaya kangkung air di
lahan 1 ha hasil panen biasanya mencapai 10-12 ton. Kangkung yang telah
dipetik dibersihkan terlebih dahulu. Cara pencucian dilakukan dengan air
yang mengalir atau air bersih agar terhindar dari kontaminan. Setelah bersih
kangkung diletakkan di tempat yang lembab dan jangan tersengat sinar
matahari langsung. Kangkung diikat menjdi ikatan-ikatan dengan berat

27

28

tertentu, sehingga mudah dan praktis untuk diangkut dan disimpan. Ikatan
kangkung siap diangkat menuju pasar dengan menggunakan alat angkut
yang tersedia.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kangkung merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, tetapi pada
kangkung air ini diperlukan tempat hidup kangkung dengan intensitas air yang
tinggi, karena pada kondidi tersebut kangkung air dapat tumbuh dengan baik.
Cara memanen kangkung air berbeda dengan cara memanen kangkung darat.
Kangkung air sendiri di panen dengan cara dipotong, pada saat pemetikan,
sebaiknya disisakan 2-3 cm dari jarak batang dan akarnya, agar tanaman
kangkung air bisa tumbuh dan bisa dipanen kembali. Luas laha 1 ha dapat
menghasilkan kangkung air 10-12 ton.
Kakung air merupakan tanaman yang dapat dipanen secara cepat yaitu 25
hari dari penanaman sudah dapat dipanen, selain cepat perawatan tanaman
kangkung air ini juga terbilang mudah tidak perlu melakukan perlakuan
khusus.

28

29

B. Saran
Pembudidaya tanaman kangkung air perlunya ketersediaan air yang cukup
untuk tempat hidup tanaman tersebut, karena air sangat berperan penting dalam
membantu pertumbuahan tanaman.

29