You are on page 1of 1

PENANGANAN

DISEQUILIBRIUM SYNDROME
Nomor
HS.02.B11.5.00
Tanggal terbit
10 Oktober 2010

RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Revisi
III

Halaman
1
Ditetapkan
Direktur Utama

Dr. Bayu Wahyudi, MPHM, Sp.OG.


NIP 196203011990031004
Dialysis Disequilibrium Syndrome ( DDS ) adalah kumpulan
gejala sistemik dan neurologik yang berhubungan dengan dialisis.
Tanda dan Gejala :
1.
Nyeri kepala, muntah-muntah, kram.
2.
DDS berat : tampak lemah, hipertensi, disorientasi,
pandangan kabur, kejang, penurunan kesadaran sampai koma.
Mengembalikan pasien ke dalam kondisi equilibrium
Penatalaksanaan :
Bila DDS ringan :
1.
Turunkan blood flow atau kurangi waktu hemodialisis.
2.
Beri cairan hipertonis, misal : dextrose 40 %.
Bila DDS berat :
1.
Hemodialisis harus segera dihentikan.
2.
Beri cairan hipertonis, manitol.
3.
Beri oksigen 2-3 L/jam.
4.
Lapor dokter jaga untuk pemberian obat-obatan.
5.
Bila kejang, beri antikonvulsan : Diazepam 5-10 Mg, IV.
6.
Bila terjadi penurunan kesadaran, pertahankan jalan nafas.
7.
Kirim ke IGD untuk observasi dan penanganan
selanjutnya.

UNIT TERKAIT
DOKUMEN TERKAIT

1.

Buku Panduan Pelatihan Teknis Dialisis, Tahun


2005

2.
3.

Hand Book of Dialysis, John.T.Daugirdas


Konsensus Menajemen Anemia pada Pasien Gagal
Ginjal Kronik, PERNEFRI 2001