You are on page 1of 7

IDENTIFIKASI BAHAN BERBAHAYA DALAM

KRIM PEMUTIH MERK X

PENDAHULUAN
krim pemutih
Merk X

Proses identifikasi
( hidroquinon )

Metode
Thin-Layer
Chromatography
(TLC)

Alat & Bahan

Prosedur Kerja
A. Larutan Uji :
B. Sebanyak 25 mg Hidrokuinon ditimbang, ditambah 0,25 ml HCl 4 M dan 5 ml Etanol (95%).
Kemudian. Dituang ke dalam labu ukur 25 ml, ditambah Etanol sampai tanda, kemudian saring
(A).

B. Larutan Baku

25 mg d. Hidrokuinon BBP ditimbang seksama, dimasukkan kedalam labu ukur 25 ml,


ditambah 0,25 ml HCl 4 M. Kemudian ditambah Etanol sampai tanda (B).

Identifikasi KLT :

Fase diam = Silica Gel GF 254 nm g.

Fase gerak = Toluen : Asetat Glasial (8:20) & Metanol : Khloroform (1:1)

Penjenuhan = Dengan kertas saring

Volume penotolan = Larutan A dan Larutan B @ 10l

jarak rambat = 10 cm

Penampak bercak = Cahaya Ultra Violet

Lanjutan
Cara kerja :
A.Diatas silica gel GF 254 nm ditotolkan larutan A dan B dengan volume penotolan masing-masing
sebanyak 10l dengan menggunakan pipa kapiler dengan jarak 0,5 cm dari bagian bawah.
B. Jenuhkan larutan fase gerak dengan kertas saring.
C. Kemudian silica gel GF 254 nm dimasukkan ke dalam chamber yang berisi fase gerak yaitu Toluen
dan Asam Asetat Glasial dengan perbandingan 8:20 dan Metanol : Khloroform (1:1).
D. Lalu dibiarkan fase gerak (pelarut) naik ke atas.
E. Setelah itu silica gel GF 254 nm diangkat dan dikeringkan.
F. Untuk mengetahui lokasi dari noda dapat dilihat dengan menggunakan cahaya ultra violet 254 nm.
G. Kemudian diukur harga Rf-nya.
(Metode Analisis = 54/KO/92 dan Metode Analisis Sediaan Rias, 1988).

Hasil
A. Hasil Penelitian Data Kromatografi Lapis Tipis pada Analisa Hidrokuinon
Pada penelitian yang dilakukan secara Kromatografi Lapis Tipis setelah sampel dan baku
pembanding ditotolkan ke lempeng silica gel GF 254nm, dimasukkan ke dalam chamber. Setelah
dieluasi lempeng dikeringkan pada udara bebas. Kemudian diamati penampak bercaknya pada sinar
ultra violet 254 nm dan didapatkan data sebagai berikut :
a. Hasil kromatogram pada fase gerak Toluen : Asam Asetat Glasial (8:20)

Jarak baku : 6,3 cm

Jarak sampel : 0 cm

Jarak eluen : 8,5 cm

b. Hasil kromatogram pada fase gerak metanol : khloroform (1:1)


Jarak baku : 6,8 cm
Jarak sampel : 0 cm
Jarak eluen : 8,5 cm

Kesimpulan

Uji keberadaan bahan berbahaya krim pemutih merk X menggunakan metode Kromatografi
Lapis Tipis diduga tidak mengandung hidrokuinon karena Rf selisih kedua fase gerak yang
berbeda lebih dari 0,1.