You are on page 1of 6

Keracunan

Hal 12 & 13
Obat-obat yang berbahaya bagi wanita hamil dan menyusui
Obat yang berbahaya bagi wanita hamil dalam trisemester 1 karena
mempengaruhi pertumbuhan janin
-obat antineoplastic : dapat menyebabkan kelainan dan keguguran yaitu
aminopterin, klorambusil, melfalan metotreksat, radioyodin,
siklofosfamid, DON, azauridin, dan fluorourasil
- obat antihistaminika dan anti muntah yang dapat menyebabkan kelainan : yaitu
klorsiklizin, siklizin, dan meklizin
-obat-obat baru atau yang belum diketahui semua daya kerja dan efek
sampingnya : yaitu karbamazepin kolestiramin, furosemid,
pargilin, fenibutazon, propranolol, dan metronidazole
-obat antibiotika : dapat menyebabkan kelainan, yaitu amfoterisin B dan mitomisin.

Obat yang harus dihindari wanita hamil dan menyusui


-

Obat hormone kelamin: dapat menyebabkan maskulinisasi dan osifikasi


tulang yang tidak normal, yaitu hormon androgen, estrogen, progesterone,
dan steroid anabolic
Obat jerawat : dapat menyebabkan mikrosefalus, hidrosefalus, kelainan
jantung, dan kelainan lain, yaitu retinoid dan Accutane.
Obat antitiroid : dapat menyebabkan goiter dan keterbelakangan mental,
yaitu K-yodida, propiltiourasil, dan mentimazol
Obat golongan kortikosteroid : dapat menyebabkan cleft palate
Obat antidiabetika : dapat menyebabkan kelianan, yaitu insulin yang
berlebihan, asetoheksamid, klorpropamid penformin dan tolbutamid
Obat antikonvulsan : seperti fenitoin (yang dapat menyebabkan sindroma
fenitoin dengan akibat, antaralain keterbelakangan mental, cacat jantung,
cleft palate, cacat muka dan kelainan jari), dan asam valproate (yang dapat
menyebabkan malformasi multiple termasuk cacat pembuluh neural )
Obat yang empengaruhi system saraf pusat : seperti heroin dan morfin
(menyebabkan tremor, konvulsi dan kematian), meprobamat (menyebabkan
keterbelakangan pertumbuhan), fenotiazin (menyebabkan hiperbilirubinemia)
dan fenobarbital (menyebabkan perdarahan)
Obat kemoterapi : seperti streptomisin (menyebabkan tuli, sulfonamide
(menyebabkan kernicterus) kloramfenikol (dapat berakibat kematian),
novobiosin (menyebabkan hiperbilirubinemia), eritomisin (menyebbkan
keruakan hati ), nitrofurantoin (dapat menyebabkan hemolysis), tetrasiklin

(menyebabkan gigi jadi kuning dan hambatan pertumbuhan tulang),


klorokuin (meyebabkan kerusakan retina), dan kina (menyebabkan
trombositopenia)
Obat antikoagulan : dapat menyebabkan kematian bayi atau perdarahan
yaitu dikumarol, etil biskumasetat, dan warfarin.
Obat jantung : seperti reserpine (menyebabkan kongesti hidung dan depresi),
tiazida (menyebabkan trombositopenia), heksametonium (menyebabkan ileus
pada bayi), dan ammonium klorida (menyebabkan asidosis)
Obat analgetika : seperti golongan salisilat (menyebabkan perdarahan pada
bayi) dan asetaminofen (menyebabkan kerusakan hati)
Vitamin E : dapat menyebabkan hiperbilirubinemia
Nikotin dan alcohol : yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan mental.

Hal 48
Tindakan penanggulangan :
1. Jika terjadi dermatitis, hentikan kontak lebih lanjut dengan bahan kimia yang
bersifat iritan atau yang dapat menimbulkan reaksi sensitisasi. Bahan-bahan
yang dapat menimbulkan reaksi sensitisasi, antara lain golongan antiseptika
yang mengandung merkuri, sulfonamide, antibiotika, anestetika local, fenol,
resorcinol, nitrofurantoin, bermacam-macam zat warna , plester dan lain-lain.
Banyak sediaan salep yang mungkin mengandung senyawa merkuri sebagai
bahan pengawet.
2. Kulit yng terkena dermatitis dikompres dengan kain basah yang diganti setiap
2-3 jam. Larutan kompres yang dapat digunakan, antara lain larutan
aluminium asetat 1%, magnesium sulfat 25%, natrium bikarbonat 5% atau
10%, kalium permanganate 1:10.000,larutan pati,dan garam normal.
3. Jika terjadi penebalan kulit, erupsi atau kulit retak-retak, dapat digunakan
salep antara lain yang mengandung seng oksida, pasta seng oksida, atau
salep dengan sifat hidrofilik lainnya.

C. Peran Masyarakat Awam


Keracunan dapat terjadi kapan dan dimana saja,sedangkan instalasi dan
petugas kesehatan tidak selalu berada atau dekat dengan tempat keracunan.
Dengn demikian, dihrapkan masyarakat awam dapat menbantu atau berperan aktif
dalam menanggulangi keracunan ringan atau memberikan pertolongan
pertama,sebelum penderita dibawa kerumah sakit atau sebelum petugas kesehatan
dating.

Keracunan Melaui Mulit


Banyak barang didalam lingkungan rumah tangga, meskipun tidak diberi
tanda racun potensial dapat menjadi racun, dan berbahaya bagi kita. Sebagai
contoh, obat yang berguna mengatasi penyakit, jika berlebihan atau digunakan
tidak semestinya justru akan membahayakan kesehatan kita. Jika terjadi keracunan
melalui mulut, tindakan yang perlu dan dapat dilakukan ialah:
1. Usahakan untuk muntah. Tindakan ini sangat perlu,bahkan mungkin
merupakan tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa penderita. Usaha
untuk muntah dapat dilakukan dengan salah satu cara sebagai berikut:
a. Berikan susu atau air. Untuk anak-anak usia 1-5 tahun sebanyak 1-2
cangkir, untuk usia lebih dari 5tahun dapat sampai 1 liter.
b. Meransang muntah dengan cara menekan pangkal tenggorokan dengan
jari atau tangkai sendok

c. Berikan larutan garam dapur, 2 sendok makan dalam segelas air hangat.
2. Usaha untuk muntah atau meransang muntah, tidak dilakukan pada
penderita keracunan yang mengalami :
a. Koma atau tidak sadar
b. Keracunan minyak tanah, bensin, dan produk minyak bumi lainnya.
c. Keracunan bahan yang bersifat korosif, dengan gejala muntah, mulut dan
tenggorokan terasa terbakar, dan rasa sakit yang berat. Bahan-bahan
tersebut, terutama dari golongan asam dan alakali. Dari golongan asam
antara lain asam sulfat, asam asetat glasial, asam nitrat, dan asam
fluoride. Sedangkan dari golongan alkali antara lain natrium hidroksida,
natrium karbonat, dan amoniak. Selain itu yang bersifat korosif, antara
lain natrium hipoklorit, yodium, dan perak nitrat.
d. Jika penderita dapat menela, setelah keracunan melalui mulut, untuk
golongan:
Asam
Berikan susu, air atau suspense magnesium hidroksida 7-8,5% sebanyak 1
sendok the sampai 1 cangkir.
Alkali
1. Berikan susu,air, sari buah atau anggur. Untuk anak-anak usia 1-5 th
sebanyak 1-2 cangkir, sedangkan untuk usia diatas 5 th keatas dapat
sampai 1 liter.
2. Untuk mencegah penderita mengigil, penderita dihangatkan dengan
selimut.
3. Jangan diberi alcohol atau minuman lain yang mengandung alcohol.
Keracunan Melalui Hidung
Untuk penderita yang keracunan melalui hidung atau inhalasi yang perlu
dilakukan :
1. Penderita segera dipindahkan dari ruangan yang tercemar keruangan
dengan udara yang segar.
2. Buka semua pintu dan jendela.
3. Pakaian yang terlalu ketat, harus dilonggarkan.
4. Berikan pernapasan buatan, jika pernapasan tidak teratur atau berhenti.
5. Jika penderita mengigil, diselimuti.
6. Usahakan agar pasien tenang
7. Jika penderita mengalami konvulsi, tempatkan ditempat tidur dalam
ruangan yang gelap dan jauhkan dari suara bising.
8. Jangan diberi alcohol atau minuman yang mengandung alcohol.

Hal 50-51
Kontaminasi Kulit
Jika terjadi kontak kulit dengan bahan kimia yang toksik, tindakan yang perlu
dan dapat dilakukan :
1. Bagian kulit yang terkena racung, disiram atau disemprot dengan air.
2. Pada waktu membuka pakaian, bagian kulit yang terkena racung disiram atau
dialiri air.
3. Cuci kulit yang terkena racun dengan air. Kecepatan tindakan mencuci kulit,
sangat menentukan dalam mengurangi luka atau kerusakan kulit.
Terbakar Oleh Bahan Kimia
Jika kulit terbakar oleh bahan kimia, tindakan yang perlu dan dapat
dilakukan :
1. Kulit yang terbakar dibilas dengan aliran air, kecuali jika terkena fosfor.
2. Segera ditutupi dengan kain yang bersih.
3. Pada pertolongan pertama, hindari penggunaan salep, lemak, bubuk, dan
obat-obatan.
4. Atasi syok yang terjadi dengan membaringkan dan membuat penderita tetap
hangat dan tenang.
Kontaminasi Mata
Jika terjadi kontak mata dengan bahan kimia atau bahan toksik, tindakan
yang perlu dan dapat dilakukan:
1. Buka kelopak mata, dan aliri dengan air perlahan-lahan.
2. Terus dibilas dengan air, sampai dokter dating atau dibawa kerumah sakit.
3. Jangan menggunakan obat, bahan kimia atau cairan yang mengandung
bahan kimia.
Sengatan dan Gigitan Binatang Berbisa
Pada penderita yang terkena sengatan atau gigitan binatang berbisa,
terutama ular, tindakan yang perlu dan dapat dilakukan:
1. Penderita segera dibaringkan.
2. Jangan diberi alcohol atau minuman yang mengandung alcohol
3. Pasang torniket diatas gigitan, antara kaki atau tangan dengan jantung.
Puksa dibawah torniket jangan sampai hilang, dan torniket dibuka selama 30
detik setiap 15 menit. Alternatif lain dengan dibalut yang kuat.

4. Dinginkan bagian diatas luka gigitan dengan es batu.


5. Penderita segera dibawa kerumah sakit.