You are on page 1of 16

ANGGARAN DASAR

KELUARGA MAHASISWA UNTUK KEADILAN DAN KERAKYATAN

(KMKK)
BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT
KEDUDUKAN, VISI DAN MISI
Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama Keluarga Mahasiswa Untuk Keadilan dan Kerakyatan,
disingkat KMKK
Pasal 2
Waktu dan Tempat Kedudukan
KMKK didirikan di Semarang pada tanggal 9 Juli 2001 untuk waktu yang tidak
ditentukan dan berkedudukan di tempat Pengurus Daerah.
Pasal 3
Visi dan Misi
Visi KMKK adalah membentuk generasi mahasiswa dan generasi muda yang
berjiwa sosialis, dan berakhlaqul karimah.
Misi KMKK adalah:
a. Mendidik mahasiswa menjadi generasi bangsa yang mempunyai idealisme
dan intelektualitas tinggi.
b. Membentuk Generasi mahasiswa sebagai agent of social control, dan agent
of development.
c. Mengontrol jalannya pemerintahan, baik pusat maupun daerah demi
terciptanya pemerintah yang bersih dan berwibawa.
d. Memperjuangkan nilai-nilai keadilan bagi rakyat.
BAB II
AZAS
Pasal 4
KMKK berazaskan Pancasila

BAB III
TUJUAN, USAHA DAN SIFAT
Pasal 5
Tujuan
Terciptanya suatu masyrakat umumnya dan mahasiswa khusunya, yang
mempunyai peran dalam mengontrol pembangunan yang di jalankan oleh
pemerintah dan bekerjasama dengan pemerintah demi terwujudnya sutu bangsa
yang maju, bermartabat.dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat
adil dan makmur yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Pasal 6
Usaha
a. Membina pribadi mahasiswa dan masarakat untuk mencapai akhlaq yang
berKetuhanan Yang MahaEsa,
b. Mengembangkan potensi kreatif, sosial dan budaya,
c. Mempelopori Kontrol terhadap pemerintah demi terwujudnya pemerintahan
yang bersih dan bermartabat (good Govermant),
d. Berperan aktif dalam Pembelaan terhadap kaum tertindas, dan berperan
dalam bidang kemanusiaan dan kerakyatan, untuk mewujudkan masarakat
yang adil dan makmur.
e. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan identitas dan azas organisasi serta
berguna untuk mencapai tujuan.
Pasal 7
Sifat
KMKK Bersifat independen

BAB IV
STATUS, FUNGSI DAN PERAN
Pasal 8
2

Status
KMKK adalah organisasi Kemahasiswaan dan Kemasyarakatan
Pasal 9
Fungsi
KMKK berfungsi sebagai organisasi yang berperan aktif dalam mengawal dan
mengontrol berjalanya pemerintahan, serta berperan dalam pendampingan
masyarakat untuk mendapatkan hak-haknya sebagaimana mestinya.
Pasal 10
Peran
KMKK berperan sebagai organisasi perjuangan

BAB V
KEANGGOTAAN
Pasal 11
Yang dapat menjadi Anggota KMKK adalah seluruh mahasiswa dan warga Negara
Indonesia yang berKetuhanan Yang Maha Esa.
BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 12
Kekuasaan
Kekuasaan dipegang oleh Muktamar dan Musyswarah Divisi.
Pasal 13
Kepemimpinan
Kepemimpinan organisasi dipegang oleh Pengurus Besar KMKK.
Pasal 14
Badan-badan Khusus
Untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dalam bidang khusus dibentuk divisidivisi Ilmiah, Divisi Pendidikan, Divisi Kekaryaan, Divisi Pengelola Latihan dan
Pendampingan Masarakat, serta badan-badan khusus lainnya.

BAB VII
PERBENDAHARAAN
Pasal 15
Harta benda KMKK diperoleh dari:
Uang pangkal, iuran dan dana anggota
Usaha-usaha yang sah, halal dan tidak mengikat
BAB VIII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN
Pasal 16
Perubahan Anggaran Dasar dan pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan
oleh Muktamar.

BAB IX,
ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN
Pasal 17
Aturan Tambahan
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Penjelasan Anggaran
Dasar dimuat dalam Peraturan-Peraturan/Ketentuan-Ketentuan tersendiri yang
tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Penjabaran Anggaran Dasar
KMKK.

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)


KELUARGA MAHASISWA UNTUK KEADILAN DAN KERAKYATAN
(KMKK)
BAB I
KEANGGOTAAN
BAGIAN I
ANGGOTA
Pasal 1
Anggota Muda
Ialah mahasiswa yang telah mengikuti Kaderisasi Mahasiswa.
Pasal 2
Anggota Biasa
Ialah anggota muda yang telah memenuhi syarat dan/atau anggota muda yang
telah mengikuti Kaderisasi Mahasiswa.
Pasal 3
Anggota Kehormatan
Ialah masyarakat atau orang yang berjasa kepada KMKK yang telah ditetapkan oleh
5

Pengurus Besar KMKK.

BAGIAN II
SYARAT-SYARAT KEANGGOTAAN
Pasal 4
a. Setiap mahasiswa yang ingin menjadi anggota, harus mengajukan permohonan
serta menyatakan secara tertulis kesediaan mengikuti dan menjalankan Anggaran
Dasar/Rumah Tangga serta Pedoman-Pedoman Pokok lainnya kepada Pengurus
setempat.
b. Apabila telah memenuhi syarat pada ayat (a) dan yang bersangkutan telah
mengikuti Kaderisasi Mahasiswa, setelah itu dinyatakan sebagai anggota muda
KMKK.
c. Mahasiswa yang telah memenuhi syarat (a) dan/atau anggota muda KMKK dapat
mengikuti Kaderisasi Mahasiswa berikutnya dan setelah lulus dinyatakan sebagai
anggota biasa KMKK.

BAGIAN III
MASA KEANGGOTAAN
Pasal 5
Anggota yang habis masa keanggotaannya karena:
1. Telah habis masa keanggotaannya
2. Meninggal dunia
3. Atas permintaan sendiri
4. Diberhentikan atau dipecat
Anggota yang habis masa keanggotaanya saat menjadi pengurus diperpanjang
masa keanggotaanya sampai habis masa kepengurusan

BAGIAN IV
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 6
Hak Anggota
a. Anggota muda hanya mempunyai hak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul
atau pernyataan secara lisan atau tertulis kepada pengurus, mengikuti Kaderisasi
Mahasiswa dan kegiatan lainnya yang bersifat umum.
b. Anggota biasa disamping mempunyai hak sebagaimana pada ayat (a), dan
mengikuti latihan-latihan organisasi, juga mempunyai hak untuk memilih dan
dipilih.
6

c. Anggota kehormatan dapat mengajukan saran/usul dan pertanyaaan kepada


pengurus secara lisan atau tertulis
Pasal 7
Kewajiban Anggota
a. Membayar uang pangkal dan iuran anggota;
b. Menjaga nama baik organisasi;
c. Berpartisipasi dalam setiap kegiatan KMKK.

BAGIAN V
RANGKAP ANGGOTA DAN RANGKAP JABATAN
Pasal 8
a. Dalam keadaan tertentu anggota KMKK dapat merangkap menjadi anggota
organisasi lain atas persetujuan Pengurus KMKK;
b. Pengurus KMKK di perbolehkan merangkap jabatan pada organisasi lain sesuai
ketentuan yang berlaku
c. Ketentuan tentang jabatan seperti dimaksud pada ayat ( b ) diatas, diatur dalam
ketentuan sendiri
d. Anggota KMKK mempunyai kedudukan pada organisasi lain di luar, harus
menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah
Tangga dan ketentuan-ketetuan lainnya
BAGIAN VI
SKORSING DAN PEMECATAN
Pasal 9
Skorsing/Pemecatan
a. Anggota dapat diskors/dipecat karena:
1. Bertindakbertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh
KMKK
2. Bertindak merugikan atau mencemarkan nama baik KMKK.
b. Anggota yang diskors atau dipecat dapat melakukan pembelaan dalam forum yang
ditunjuk untuk itu
c. Mengenai skorsing/pemecatan dan tata cara pembelaan, diatur dalam
ketentuan/peraturan sendiri

BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
7

A. STRUKTUR KEKUASAAN
BAGIAN I
MUKTAMAR
Pasal 10
Status
a. Muktamar merupakan musyawarah seluruh anggota KMKK;
b. Muktamar memegang kekuasaan tertinggi organisasi;
c. Muktamar diadakan 3 (tiga) tahun sekali;
d. Dalam keadaan luar biasa, Muktamar dapat diadakan menyimpang dari ketentuan
pasal 11 ayat (c);
e. Dalam keadaan luar biasa, Muktamar dapat diselenggarakan atas inisiatif pengurus
dengan persetujuan sekurang-kurangnya melebihi separuh dari jumlah anggota.
Pasal 11
Kekuasaan/Wewenang
a. Menetapkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Pedoman-Pedoman
Pokok, Garis-Garis Besar Haluan Organisasi dan Program Kerja, yang meliputi
Program Pendek, Menengah dan Panjang.
b. Memilih Pengurus Besar dengan jalan memilih Ketua Umum yang sekaligus
merangkap sebagai Formateur dan dua mide Formateur.
c. Menetapkan calon-calon anggota Muktamar.
d. Menetapkan calon-calon tempat penyelenggaraan muktamar berikutnya.
Pasal 12
Tata Tertib
a. Peserta Muktamar terdiri dari Pengurus besar, Utusan/Peninjau, Devisi Gerkan
Mahasiswa, dan peserta undangan.
b. Pengurus Besar adalah penanggung jawab penyelenggaraan Muktamar, Persiapan
dan undangan Pengurus daerah merupakan peserta peninjau,
c. Peserta utusan mempunyai hak suara dan hak bicara, sedangkan peninjau
mempunyai hak bicara.
d. Banyaknya peserta utusan dalam muktamar dari jumlah anggota biasa,
e. Jumlah peserta peninjau ditetapkan oleh Pengurus Besar.
f. Pimpinan sidang muktamar dipilih dari peserta (utusan/peninjau) oleh peserta
utusan dan berbentuk presidium,
g. Muktamar baru dapat dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah
peserta utusan.
h. Apabila ayat (g) tidak terpenuhi maka Muktamar diundur selama 2 x 24 jam dan
setelah itu dinyatakan sah.
8

i. Setelah Pengurus Besar menyampaikan LPJ di hadapan peserta Muktamar maka


PB dinyatakan demisioner.
BAGIAN II
MUSYAWARAH DIVISI
Pasal 13
Status
a. Musyawarah Divisi merupakan musyawarah anggota di tingkat Divisi.
b. Musyawarah Divisi diselenggarakan satu kali setahun.
Pasal 14
Kekuasaan/Wewenang
a. Menetapkan Program Kerja Divisi.
b. Memilih pengurus Divisi dengan jalan memilih ketua Umum yang merangkap
sebagai Formateur dan dua Mide Formateur
c. Menetapkan calon-calon anggota Pengurus Pekerja musyawarah Divisi.
Pasal 15
Tata Tertib Musyawarah Divisi:
a. Peserta Musyswarah Divisi terdiri dari Pengurus Divisi, Utusan/ Peninjau.
b. Pengurus Divisi adalah penanggungjawab penyelenggara Musyawarah Divisi.
c. Pimpinan sidang Musyawarah Divisi dipilih dari peserta utusan/peninjau oleh
peserta utusan dan berbentuk presidium.
d. Musyswarah Divisi baru dapat dinyatakan syah apabila dihadiri lebih dari separuh
jumlah anngota
e. Setelah pengurus Divisi menyampaikan LPJ di hadapan peserta Musyswarah Divisi,
maka pengurus Divisi dinyatakan demisioner
B. STRUKTUR PIMPINAN
BAGIAN IV
PENGURUS BESAR
Pasal 16
Status
a. Pengurus Besar (PB) adalah Badan/Insatansi kepemimpinan tertinggi organisasi.
b. Masa jabatan PB adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak pelantikan/serah terima
jabatan dari Pengurus Pusat demisioner.
Pasal 17
9

Personalia Pengurus Besar


a. Formasi PengurusPusat sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris
Umum dan Bendahara Umum.
b. Yang dapat menjadi Pengurus Besar adalah anggota biasa yang pernah menjadi
Pengurus Divisi, berprestasi dan telah mengikuti kaderisasi Mahasiswa dan/atau
Latihan-latihan lainnya.
c. Apabila Ketua Umum tidak dapat menjalankan tugas/non aktif, maka dapat dipilih
Pejabat Ketua Umum oleh Sidang Pleno Pengurus Besar.
Pasal 18
Tugas dan Wewenang
a. Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah Muktamar, personalia Pengurus
Besar harus sudah dibentuk, dan Pengurus Besar demisioner segera mengadakan
serah terima jabatan dengan Pengurus Besar yang baru.
b. Pengurus Besar baru dapat menyelenggarakan tugasnya setelah serah terima
jabatan dengan Pengurus Besar demisioner.
c. Melaksanakan hasil-hasil ketetapan Muktamar.
d. Menyampaikan ketetapan dan perubahan penting yang berhubungan dengan
KMKK.
e. Melaksanakan Sidang Pleno setiap semester kegiatan, atau setidak-tidaknya 4
(empat) kali selama periode berlangsung.
f. Menyelenggarakan Muktamar pada akhir periode.
g. Menyiapkan draft materi Muktamar.
h. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada anggota melalui Muktamar.
i. Mengangkat dan mensyahkan Pengurus Besar.
j. Mensyahkan Pengurus divisi-divisi.
k. Menaikkan dan menurunkan status divisi berdasarkan evaluasi perkembangan
setiap Divisi.
l. Dapat menskorsing, memecat dan merehabilitasi secara langsung terhadap
anggota/pengurus.
BAGIAN V
DIVISI
Pasal 19
Status
a. Divisi merupakan suatu kesatuan organisasi yang dibentuk.
b. Masa jabatan Pengurus Divisi adalah tiga tahun,
pelantikan/serah terima jabatan Pengurus Divisi demisioner.

10

terhitung

semenjak

Pasal 20
Personalia Pengurus Divisi
a. Formasi Pengurus Divisi sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris
Umum dan Bendahara Umum.
b. Yang dapat menjadi Pengurus Divisi adalah anggota biasa yang telah mencapai
usia keanggotaan satu tahun dan telah mengikuti Kaderisasi Mahasiswa dan
diutamakan yang pernah aktif di lembaga kekaryaan.
c. Apabila Ketua Umum Divisi tidak dapat menjalankan tugas/non aktif, maka dapat
diangkat Pejabat Ketua Umum Divisi oleh Sidang Pleno Divisi dan untuk selanjutnya
ditetapkan/disyahkan
menjadi
Pejabat
Ketua
Umum
oleh
PB.
Pasal 21
Tugas dan Wewenang
a. Pengurus Divisi Baru dapat menjalankan tugasnya setelah pelantikan/serah terima
jabatan dengan Pengurus Divisi demisioner.
b. Selambat-lambatnya setelah 15 (lima belas) hari setelah Musyawarah Divisi,
personalia Pengurus Divisi harus sudah terbentuk, dan Pengurus Divisi demisioner
segera mengadakan serah terima jabatan dengan Pengurus Divisi yang baru.
c. Melaksanakan hasil-hasil ketetapan Muktamar/Musyawarah Divisi, kebijaksanaan
nasional organisasi serta ketentuan-ketentuan lainnya.
d. Membantu Pengembangan Divisi-divisi.
e. Melaksanakan Pleno sekurang-kurangnya sekali 4 (empat) bulan atau sekurangkurangnya 2 (dua) kali selama satu periode.
f. Menyampaikan laporan kerja kepengurusan 4 (empat) bulan sekali kepada PB.
g. Menyelenggarakan Muktamar/Musyawarah Divisi.
h. Menyampaikan
laporan
pertanggungjawaban
Muktamar/Musyawarah Divisi.

kepada

anggota

melalui

Pasal 22
Pendirian Divisi
a. Anggota yang ingin mendirikan Divisi Persiapan harus mendapat pengesahan
Pengurus Besar.
b. Untuk mendirikan Divisi Persiapan harus mengajukan permohonan kepada
Pengurus Besar untuk mendapatkan pengesahan, setelah mempunyai anggota
sekurang-kurangnya 20 orang.
C. MAJELIS KONSULTANSI
BAGIAN X
MAJELIS PEKERJA MUKTAMAR (MPM)
Pasal 23
Status, Keanggotaan dan Masa Jabatan
11

a. Anggota MPM adalah anggota KMKK yang memiliki kapasitas intelektual dan
pengalaman organisasi, untuk satu periode kepengurusan, serta tidak dapat dipilih
untuk yang kedua kalinya.
b. Anggota sidang MPM terdiri dari anggota pleno PB KMKK dan 10 (Sepuluh) orang
anggota MPM.
c. Anggota MPM terdiri dari PB sebelumnya,
d. Masa jabatan MPM disesuaikan dengan masa jabatan PB.
PASAL 24
Tugas MPM
a. Mengawasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan muktamar yang dijalankan pengurus
Besar.
b. Memberikan usul-usul kepada Pengurus Besar untuk melancarkan pelaksanaan
ketetapan-ketetapan Muktamar baik diminta atau tidak diminta.
c. Menyampaikan hasil pengawasan pelaksanaan ketetapan-ketetapan Muktamar.
d. Menyampaikan draft materi muktamar.

PASAL 25
Tata Tertib Pemilihan
a. Anggota MPM sebesar 10 (sepuluh) orang ditetapkan oleh Sidang Pleno PB KMKK
berdasarkan calon yang diusulkan oleh Divisi-divisi dan dipilih oleh muktamar.
b. Jumlah calon yang diajukan dalam ayat (a) adalah 2 x 10 orang.
c. pemilihan calon-calon anggota MPM dilaksanakan setelah pemilihan Ketua
Umum/Formateur dan mede formateur PB.
d. Bila kemudian ternyata ada calon-calon MPM dipilih sebagai PB, maka
keanggotaannya gugur dan diganti oleh urutan berikutnya yang dipilih oleh kongres.
BAGIAN XI
MAJELIS PEKERJA MUSYAWARAH DIVISI (MPMD)
PASAL 26
Tugas MPMD
a. Mengawasi pelaksanaan ketetapan-ketetapan Musyawarah yang dijalankan oleh
Pengurus Divisi.
b. Memberikan Usul-usul/saran kepada pengurus Divisi untuk melancarkan pelaksanaan
ketetapan Musyawarah baik diminta atau tidak diminta.
c. Menyampaikan hasil-hasil pengawasan pelaksanaan ketetapan Musyawarah divisi.
d. Menyiapkan draft materi Musyawarah divisi.

12

D. KEUANGAN
Pasal 27
a. Besarnya uang pangkal ditetapkan oleh Pengurus Besar.
b. 25 persen dari jumlah penerimaan iuran anggota komisariat diserahkan kepada
Pengurus Besar
BAB IV
LAGU DAN LAMBANG
Pasal 28
Lagu, lambang dan atribut-atribut organisasi lainnya diatur dan ditetapkan oleh
Muktamar.
BAB V
PERUBAHAN AD/ART
Pasal 29
a. Perubahan AD/ART hanya dilakukan oleh Muktamar.
b. Rencana perubahan AD/ART disampaikan kepada divisi-divisi selambat-lambatnya
sebulan sebelum Muktamar.
BAB VI
PEMBUBARAN
Pasal 30
Pembubaran KMKK hanya dapat dilaksanakan oleh Muktamar.
Pasal 31
Keputusan pembubaran KMKK sekurang-kurangnya harus disetujui oleh 2/3 peserta
Muktamar.
Pasal32
Harta benda KMKK sesudah dibubarkan harus diserahkan kepada Yayasan Amal Islam.
BAB VII
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 34
Setiap anggota KMKK dianggap telah mengetahui isi AD/ART ini setelah ditetapkan.
Pasal 35
Semua Badan/Instansi dan Lembaga-lembaga yang menggunakan nama/atribut KMKK
diatur dan ditetapkan oleh Muktamar.
Pasal 36
13

Setiap anggota KMKK harus mentaati AD/ART ini dan barang siapa melanggarnya akan
dikenakan sanksi-sanksi organisasi sebagaimana yang diatur dalam ketentuan sendiri.

SUSUNAN KEPENGURUSAN ORGANISASI


Keluarga Mahasiswa Untuk Keadilan Dan Kerakyatan
KMKK SEMARANG
PERIODE 2007-2010
Penanggungjawab

: Bpk. Muh. Hasby (Wakil Ketua DPRD Jateng)

Ketua Umum

: Jaenal Mukodir

Sekretaris Umum

: Ita Kristiyanti

Bendahara

: Fathuddin

Dividi-divisi
Dividi Kajian Ilmiah

: Yulianto Hafidz
Wahyu Agus Salim

Divisi Pendidikan

: Ristam
14

Mukharom
Divisi Kekaryaan

: Anik Nur Aeni


Atik Rifatin

Divisi HAM

: Faiz al-Banjari
Ngudi Waluyo

Divisi Kebijakan Publik

: Fahruddin Karmani
Muh. Barori

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

AD/ART
KELUARGA MAHASISWA UNTUK KEADILAN DAN KERAKYATAN

(KMKK)

15

SEMARANG

Sekretariat: Jl. Purwoyoso IV, No. 5 Ngaliyan Kota Semarang

16