Вы находитесь на странице: 1из 21

PROGRAM KEGIATAN

Rawat inap........................................

RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH


JL. PAHLAWAN NO 260 - SEPANJANG

PROGRAM KEGIATAN
Rawat inap

I. RINGKASAN EKSEKUTIF (Executiv Summary)

Dalam upaya pencapaian target strategi yang telah ditetapkan Pavilyun Sakinah (In
patient) memiliki beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2016
diantaranya yaitu pengembangan kompetensi SDM; peningkatan kwalitas pelayanan;
pemanfaatan , perawatan sarana dan prasarana ; pencapaian target strategis ; serta
pembenahan ruangan bersalin (nifas) yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan
pasien.
Program-program tersebut akan dijabarkan dalam kegiatan, baik yang bersifat strategis
maupun yang bersifat rutinitas.
I.

VISI
Terwujudnya Rumah sakit............................... yang unggul, profesional dan islami
berstandar internasional tahun 2017

II.

III.

MISI
1.

Menjadi Rumah Sakit yang unggul dalam kawasan regional Jawa Timur

2.

Memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan paripurna

3.

Memberikan pelayanan yang islami

4.

Melaksanakan dakwa islamiyah amal makruf nahi munkar

TUJUAN PAV SAKINAH


Mewujudkan pelayanan asuhan kebidanan yang komprehensif kepada ibu antenatal,
intranatal dan post natal secara unggul dan professional dengan menerapkan asuhan
sayang ibu dan anak.

IV.

PENDAHULUAN
Rumah Sakit Siti Khodijah merupakan salah satu amal usaha Muhammmadiyah
Cabang Sepanjang di bidang sarana pelayanan kesehatan.
Rumah Sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan individu, tempat kelahiran, dan
tempat dimulainya kehidupan. Paviliyun Sakinah adalah salah satu dari Ruang Rawat Inap
di Rumah sakit............................... yang memberikan pelayanan bagi ibu hamil, bersalin
dan nifas serta kasus-kasus kandungan yang bersifat elektif dan emergency .
Salah satu program pemerintah saat ini adalah penurunan angka kematian ibu dan
bayi sebesar 25 %. Dalam mendukung program tersebut dibutuhkan SDM yang berkualitas
dan kelengkapan sarana dan prasarana.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kinerja Pav Sakinah dan perwujudan dari
SAP yang telah disusun, maka dalam satu tahun kedepan perlu dibuat rencana kerja
berdasarkan pada program yang telah ada.
Guna kelancaran pelaksanaan program tersebut perlu kerjasama tim yang baik dan
dukungan dari fihak terkait.

V. LATAR BELAKANG
Paviliyun Sakinah adalah salah satu dari Ruang Rawat Inap di RS.............. yang
memberikan pelayanan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas serta kasus kasus kandungan
yang bersifat elektif dan emergency. Paviliun Sakinah terbagi dalam dua ruang yaitu kamar
bersalin dan ruang nifas . Untuk meningkatkan pelayanan di Paviliyun Sakinah dibutuhkan
SDM dan sarana pendukung lainnya demi kelancaran pelayanan.Berdasarkan perhitungan
BOR untuk tahun 2015 terdapat kenaikan kunjungan di paviliyun Sakinah dibanding
tahun 2014. Untuk itu diperlukan adanya strategi dan program kegiatan yang dibuat untuk
satu tahun kedepan untuk mempertahankan kunjungan. Program kegiatan antara lain
adalah peningkatan SDM, yang mana untuk tahun 2016 sesuai target 10% tenaga paviliyun
Sakinah memenuhi criteria pendidikan S1 kebidanan.Sedangkan untuk penunjang lainnya
antara lain pemenuhan sarana dan prasarana untuk tahun 2015 sudah terpenuhi 50 % yang
diikuti dengan pemeliharaan secara rutin dan teratur. Untuk selanjutnya sarana dan
prasarana yang belum terpenuhi dianggarkan kembali sesuai dengan kebutuhan dan
standar yang berlaku.
VI. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Tercapainya peningkatan kunjungan ibu hamil, bersalin, nifas di Paviliyun Sakinah

b. Tujuan khusus
1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan SDM dalam pelayanan
kebidanan.
2. Terpenuhinya sarana dan fasilitas sesuai standart.
3. Terwujudnya mutu pelayanan kebidanan yang professional.
VII.

KEGIATAN POKOK
Kegiatan pokok Pav. Sakinah antara lain :
1. Analisa kebutuhan tenaga baik kwantitatif maupun kwalitatif.
2. Analisa kebutuhan peralatan medis dan non medis serta merencanakan sesuai dengan
kebutuhan dan spesifikasi.
3. Peningkatan mutu pelayanan dengan melaksanakan kegiatan supervisi dan rapat.
4. Mengembangkan program-program kegiatan sesuai program unggulan paviliyun
Sakinah.

VIII. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Melakukan rapat ruangan.
2. Mencari data dasar kebutuhan pendidikan dan pelatihan berdasarkan jumlah dan jenis
tindakan pelayanan kebidanan.
3. Berkoordinasi dengan bagian PSDI Rumah Sakit untuk menginventarisasi jenis
pendidikan dan pelatihan yang telah dan belum tercapai di Paviliyun Sakinah.
4. Menyusun daftar staf yang akan mengikuti pendidikan atau pelatihan.
5. Melakukan perencanaan sarana dan fasilitas serta menentukan spesifikasi alat yang
dipakai Pav. Sakinah sesuai dengan standar peralatan .
6. Membuat jadwal dan melaksanakan kegiatan antara lain :
PKMRS baik individu maupun kelompok
Pelaksanaan Home Visit
Pelaksanaan Hotline Comunication.
7. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan pada setiap pertemuan
ruangan.
IX. SASARAN
1. Tercapainya 10 % SDM di ................... dengan kwalifikasi S1 Kebidanan
2. Tercapainya 60 % SDM di ...................... telah tersertifikasi Resusitasi.
3. Tercapainya 60 % SDM di ........................... telah tersertifikasi Kegawat Daruratan
Maternal dan Neonatal.
4. Berkurangnya angka complain pasien sebesar 25 %
5. Tercapainya 75 % perencanaan sarana dan fasilitas sesuai standart
6. Meningkatnya BOR ................. menjadi 53 %
X. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No

KEGIATAN

1
2

Rapat ruangan
Analisa kebutuhan tenaga ruangan

3
4

Pengumpulan data pendidikan dan


pelatihan
Koordinasi dengan bagian PSDI

5
6

Perencanaan tenaga sesuai dengan


pelatihan yang diikuti
Pembuatan jadwal
PKMRS
Home Visit
Hotline Comunication
Pelaksanaan kegiatan
PKMRS
Home Visit
Hotline Comunication
Evaluasi kegiatan

1
x
x

2
x

3
x

4
x

5
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

BULAN
6 7
x x

8
x

9
x

10
x

11
x

12
x

X
X
X
X

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

XI. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. Evaluasi dilaksanakan tiap 1 bulan dalam pertemuan ruangan.
2. Laporan disusun berdasarkan pertanggung jawaban yang dibuat masing masing sie
3. Laporan yang dibuat dalam bentuk laporan bulanan .
4. Laporan diserahkan kepada Kabid Keperawatan tiap bulan.

XII.PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Melakukan analisa kebutuhan tenaga setiap bulan
2. Semua kegiatan dicatat dalam buku regester kegiatan
3. Melakukan perhitungan inventaris medis dan non medis
4. Hasil kegiatan setiap bulan dilaporkan kepada Kabid Keperawatan .
5. Evaluasi dilakukan berdasarkan program kegiatan yang telah dicapai dan dilakukan
evaluasi dan analisa tiap semester dan dilaporkan ke Kabid Keperawatan.
Demikian penyusunan Program Kegiatan ................ kami buat agar dapat menjadi bahan
dalam penyusunan program kegiatan Rumah Sakit.Dan dalam penyusunan program ini kami
mohon saran dan masukan demi perbaikan program ini.
Sidoarjo, Oktober 2015

Mengetahui
Kabid Keperawatan

Karu......................

.........................

.....................................

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PKMRS


Rawat inap.................................
TAHUN 2016
I.

PENDAHULUAN
Peningkatan status kesehatan keluarga merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam
memberikan bahan informasi edukasi tentang kesehatan kepada keluarga terutama kaum
ibu.Dengan harapan mereka mampu meningkatkan produktifitasnya sebagai upaya
meningkatkan kesehatan keluarganya dalam bentuk preventif.
Melihat dari tujuan utama PKMRS yaitu memberikan informasi edukasi tentang
kesehatan kepada keluarga maka seiring dengan berkembangnya tingkat pelayanan
kesehatan dari orientasi rumah sakit ke masyarakat, dari orientasi penyakit ke sehat dan
dari pengobatan ke pencegahan/ peningkatan akan sangat berguna bagi keluarga sebagai
tambahan ilmu dan informasi untuk diaplikasikan setalah pulang dari RS.
PKMRS merupakan kegiatan dinamis, memerlukan dasar pengetahuan dan yang
tajam karena bahan itu akan disampaikan kepada keluarga pasien. PKMRS akan sangat
bearti peranannya dalam memberikan kontribusi informasi kepada keluarga dengan
harapan akan memberikan wacana kesehatan bagi keluarganya.

II.

LATARBELAKANG

Paviliun Sakinah adalah ruangan yang memberikan pelayanan pada ibu bersalin
dan nifas . Dimana pada setiap ibu bersalin dan nifas perlu mendapatkan bekal
pendidikan kesehatan dalam menghadapi proses persalinan maupun pada masa nifas
sehingga diharapkan tidak terjadi kecemasan dalam menghadapinya. . Salah satu upaya
yang bisa dilaksanakan adalah dengan cara memberikan penyuluhan pada ibu hamil dan
ibu nifas.
III.

TUJUAN
Tujuan Umum
Memberikan bahan informasi edukasi tentang kesehatan kepada anggota keluarga
setelah pulang rawat inap.
Tujuan Khusus
1.Memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan

IV.

BENTUK KEGIATAN
Penyuluhan dengan menggunakan alat bantu leaflet dan lembar balik diikuti tanya
jawab.Materi PKMRS antara lain:
1. Nutrisi ibu hamil
2. Nutrisi ibu menyusui
3. Senam nifas dini
4. Personal Hygiene
5. Mobilisasi dini
6. ASI Eksklusif
7. IMD
8. Tanda bahaya ibu nifas

V.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. PKMRS individu dilaksanakan pada semua pasien rawat inap baik saat masih
rawat inap maupun sudah diijinkan pulang.
2. PKMRS kelompok dilakukan sesuai jadwal dengan materi sesuai dengan trend
kasus terkini dan dilaksanakan bekerjasama dengan unit lain (Rawat Jalan dan
Pav. Anisa) .

VI.

SASARAN
Ibu hamil, ibu nifas

VII.

PELAKSANAAN

No

Jenis kegiatan

Bulan

1 Penyuluhan Individu :
Nutrisi
Personal Hygiene
Senam nifas dini
Aturan minum obat
Rawat luka
Kontrol
2 Penyuluhan Kelompok

VIII.

IX.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
x x x x x x x x x x x x

SUMBER DANA DAN RINCIAN BIAYA


Dana dari pemasaran untuk :
1. PKMRS individu : tanpa biaya
2. PKMRS kelompok : 4 x pertemuan X Rp 125.000
= Rp. 500.000
PENUTUP

Demikian pengajuan program yang telah kami buat semoga dengan berjalannya program
ini dapat memberikan pelayanan yang baik sehingga akan membantu meningkatkan kunjungan
Rumah Sakit terutama di bagian kandungan dan bersalin.
Sidoarjo, Oktober 2015
Mengetahui
Kabid Perawatan

Karu Pav. Sakinah

Rini Widayati, S.Kep Ns

Vivin AuliawatAmd,Keb

KERANGKA ACUAN
PELAKSANAAN ASI EKSKLUSIF & RAWAT GABUNG
TAHUN 2016

I.

Pendahuluan
Program ASI eksklusif sebagai salah satu upaya menurunkan angka
morbiditas dan mortalitas bayi dipandang sangat efektif dan efisien untuk
dilaksanakan. Semua prinsip dalam AFASS dapat dipenuhi oleh program ini, sehingga
sangat dimungkinkan untuk dilaksanakan tidak hanya di Indonesia tetapi diseluruh
dunia.
Pada dasarnya menyusui hingga umur anak 2 tahun sudah sangat dikenal oleh
masyarakat Indonesia sejak dahulu, tetapi saat ini penerapannya sudah sangat
berkurang baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Hal ini diantaranya disebabkan
oleh makin gencarnya iklan penggunaan susu formula yang tidak diimbangi oleh
pengetahuan yang benar tentang ASI ekslusif sehingga menimbulkan stigma
dimasyarakat bahwa susu formula lebih baik dari ASI dan semakin mahal susu formula
maka kualitasnya semakin baik.
Untuk menunjang keberhasilan program ASI eksklusif ini perlu kerjasama
yang sinergi di semua pihak yang terkait, selain itu persiapan mulai sebelum hamil
hingga melahirkan juga sangat dibutuhkan. Adanya pengetahuan yang cukup,
dukungan keluarga, tenaga kesehatan hingga fasilitas yang mendukung adalah sangat
penting bagi kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Khususnya di Instalasi Peristi

dukungan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif dimulai sejak bayi baru dilahirkan
yang langsung diletakkan didatas dada ibu untuk mendapatkan kontak kulit, dan
menyusu selama minimal 1 jam dengan ibunya yang dikenal sebagai Inisiasi Menyusui
Dini (IMD) hingga pelaksanaan rawat gabung yang memungkinkan ibu untuk
menyusui bayinnya sesering mungkin. Oleh karena itu guna menunjang keberhasilan
Program Pemberian ASI eksklusif dibuatlah program pendukungnya yaitu Program
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Program Rawat Gabung (RG).

II.

Latar Belakang
Sesuai program pemerintah, peningkatan kualitas manusia Indonesia
seutuhnya dapat dicapai antara lain dengan peningkatan penggunaan ASI eksklusif
maka ruangan Peristi yang terdiri dari ruang bersalin, nifas dan bayi memiliki posisi
yang sangat vital dalam keberhasilan program tersebut. Sebab masa-masa awal dalam
proses menyusui dilalui ibu di dalam lingkup instalasi Peristi.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan terdapat perubahan model
perawatan yang dianjurkan dalam merawat ibu nifas dan bayinya. Bila dahulu
keduanya dipisahkan dan ibu dibatasi untuk melakukan kontak maka saat ini justru
kasus-kasus yang memang memungkinkan, ibu dan bayinya dirawat dalam satu
ruangan selama 24 jam. Setiap perubahan pasti membutuhkan proses adaptasi yang
bertahap dengan waktu yang tidak singkat, begitu juga dalam pelaksanaan Program
Rawat Gabung di Instalasi Peristi. Semua aspek yang terkait semaksimal mungkin
dipersiapkan secara matang agar kendala yang muncul selama penerapannya dapat di
minimalisir.

III.

Tujuan
A. Umum
1. Mendukung keberhasilan pelaksanaan ASI eksklusif
2. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas bayi
B. Khusus
1. Meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam merawat dan menyusui bayinya
2. Memberikan kesempatan pada ibu untuk menyusui bayinya setiap waktu sesuai
kemauan bayi
3. Mempercepat peningkatan produksi ASI
4. Meningkatkan terjalinnya hubungan psikologi yang erat antara ibu dan bayi

IV.

KEGIATAN POKOK
Pelaksanaan kegiatan rawat gabung bagi bayi baru lahir tanpa ada masalah atau

komplikasi.
Rincian Kegiatan
:
1. Pelaksanaan IMD ( Inisisi Menyusu Dini).
2. Pemberian ASI Eksklusif.
3. Penyuluhan
V.
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Pembentukan Tim
2. Mempersiapkan sarana dan prasarana.
3. Sosialisasi pelaksanaan rawat gabung total.
4. Koordinasi dengan IPS tentang penataan ruangan dan pengaturan suhu
ruangan.
5. Pelaksanaan rawat gabung total diruang Peristi Ibu.
6. Pencatatan dan pelaporan.
7. Evaluasi pelaksanaan rawat gabung total di ruang Peristi Ibu.
VI.

SASARAN
Sasaran rawat gabung adalah semua ibu bersalin dan bayinya yang memenuhi
syarat untuk dilakukan rawat gabung total .

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No

Jenis Kegiatan

Bulan

Pembentukan tim

Persiapan sarana

dan prasarana
Sosialisasi
pelaksanaan

rawat gabung
Koordinasi dengan
IPS
Pelaksanaan rawat

x
x

Gabung
Pencatatan dan
pelapo-

x x x x x x x x x x

Ran
Evaluasi
pelaksanaan

VII.

Evaluasi Pelaksanaan
Evaluasi rawat gabung akan dilakukan evaluasi secara berkala meliputi:
evaluasi tribulan, evaluasi semester dan evaluasi tahunan. Bahan evaluasi meliputi:
jumlah rawat gabung total yang dilakukan, persentase bayi baru lahir dan ibu
postpartum

yang

memenuhi

persyaratan

untuk

pelaksanaan

rawat

gabung,

tren/perubahan jumlah dibanding sebelumya, hasil dari upaya tindak lanjut


sebelumnya, hambatan yang terjadi selama pelaksanaan, dan alternatif penyelesaian
yang direncanakan.
VIII. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi
Pencatatan pelaksanaan Program Rawat Gabung (RG) dilakukan setiap hari
oleh petugas VK emergency terdiri atas: nama, nomor regester, alamat, diagnosa saat
inpartu, jenis persalinan, berat badan lahir dan panjang badan bayi, apgar score, jenis
sisa ketuban, keadaan bayi. Selanjutnya akan dihitung pada tiap awal bulan yang akan
datang dan diserahkan pada sekretaris Tim Peristi sebagai bahan pelaporan pada Ketua
Tim Layanan Peristi.

Berdasarkan laporan tiap bulan kemudian Ketua Tim akan membuat evaluasi
dan membahasnya pada rapat bulanan Peristi untuk mendapatkan informasi lebih
`lengkap tentang kemajuan, hambatan dan alternatif pemecahan dari sudut pandang
pelaksana.
IX.

PENUTUP
Demikian program kerja yang telah kami sampaikan semoga program ini
dapat terlaksana sehingga membantu

Sidoarjo, Oktober 2015


Mengetahui
Kabid Perawatan

Karu Pav. Sakinah

Rini Widayati, S.Kep Ns

Vivin AuliawatAmd,Keb

KERANGKA ACUAN PROGRAM


PELAKSANAAN IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
DI PAVILIUN SAKINAH TAHUN 2013

I. LATAR BELAKANG
Pada United Nations Millenium Summit bulan september 2000 disepakati untuk
menurunkan angka kematian anak dibawah usia 5 tahun sebanyak duapertiga dari keadaan
sebelumnya. Diperkirakan 4 juta bayi baru lahir meninggal setiap tahunnya. Beberapa
negara memperkirakan dapat menurunkan 2/3 kematian balita pada tahun 2010. Resiko
tertinggi kematian bayi baru lahir disuatu negaraterutama didaerah pedesaan dan keluarga
miskin. Sebagian besar dari 4 juta kematian bayi baru lahirdisebabkan oleh penyebab yang

dapat dicegah yaitu infeksi ( meningitis, sepsis dan pneumoni ), menunjukkan inisiasi satu
jam pertama pasca lhir menurunkan 22% resiko kematian bayi usia 0-28 hari. Sebaliknya
penundaan inisiasi meningkatkan resiko kematian.

II. LATARBELAKANG
Inisiasi menyusu dini dalam 30 menit pertama kelahiran merupakan salah satu dari
sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui yang berdasarkan inisiatif Rumah Sakit
Sayang Bayi tahun 1992.WHO menjelaskan dalam dokumennya mengenai hal ini yaitu
Ibu diruang bersalin yang melahirkan secara normal harus diberitahu bahwa dalam 30
menit setelah kelahiran akan diberikan bayinya untuk dilakukan kontak kulit-ke-kulit
paling sedikit selama 30 menit, dan ditawarkan bantuan oleh petugas kesehatan untuk
mulai menyusu.

III. TUJUAN
1.
2.
3.
4.

Ibu yang bersalin segera dapat melaksanakan kontak langsung dengan bayinya.
Bayi baru lahir segera mendapatkan ASI.
Mendukung program ASI Eksklusif.
Membntu proses involusi bagi ibu bersalin.

IV. BENTUK KEGIATAN


1. Setiap ibu yang melahirkan secara normal harus diberitahu bahwa segera setelah
kelahiran akan diberikan bayinya untuk dilakukan kontak kulit-ke-kulit paling
sedikit selama 30 menit, dan akan dibantu oleh petugas untuk mulai menyusu.
2. Untuk ibu yang melahirkan secara operasi caesar dikonfirmasikan dapat merespons
dalam 30 menit, dan akan diberikan bayi untuk dipegang dengan kontak kulit-kekulit.
V. SASARAN
1. Ibu bersalin baik melahirkan secara spontan maupun operasi caesar tanpa ada
masalah untuk bayi dan ibu sendiri
VI. PELAKSANAAN

IMD ( Inisiasi Menyusu Dini ) dilaksanakan di Kamar Bersalin dan di Kamar


Operasi bagi ibu dan bayi yang tidak bermasalah

VII. BIAYA
Untuk menunjang pelaksanaan IMD di Pav. Sakinah, perlu adanya penambahan
kelengkapan fasilitas di Kamar Bersalin yaitu :

VIII.PENUTUP
Demikian program kerja yang telah kami sampaikan semoga program ini
dapat terlaksana sehingga membantu

Sidoarjo, Oktober 2012


Mengetahui
Kabid Perawatan

Karu Pav. Sakinah

Rini Widayati, S.Kep Ns

Vivin AuliawatAmd,Keb

KERANGKA ACUAN
KEGIATAN HOTLINE SERVICE
TAHUN 2013

I.

LATAR BELAKANG
Rumah sakit............................... memiliki tujuan umum meningkatkan pelayanan di
bidang keperawatan. Mutu pelayanan itu tidak hanya tindakan medis dan tindakan
keperawatan selama dirawat di rumah sakit melainkan secara paripurna sampai pasien
meninggalkan rumah sakit dalam bentuk pelayanan hotline service dan home visit.
Selain untuk memantau keadaan pasien pasca di rawat di RS kegiatan ini juga salah
satu bentuk pemasaran dari RS Siti Khodijah. Sebagai tindak lanjut dari program
sebelumnya yang mendapat tanggapan positif dari keluarga yang di hotline maka kami
melanjutkan program ini untuk satu tahun kedepan

II.

III.

TUJUAN
1. Meningkatkan mutu pelayanan RS Siti Khodijah.
2. Memberikan perhatian kepada perkembangan pasien
3. Memberikan informasi yang dibutuhkan pasien.
4. Promosi layanan RS Siti Khodijah khususnya Pav Ismail.

BENTUK KEGIATAN
1. Menghubungi pasien atau keluarga sehari sebelum jadwal control
2. Menindaklanjuti dengan melakukan home visit sesuai kebutuhan pasien
3. Mengucapkan selamat ulang tahun bagi pasien yang pernah dirawat dan
sedang ulang tahun

IV.

V.

VI.

SASARAN/TARGET
Minimal 50% dari pasien yang KRS
WAKTU KEGIATAN
1. Hotline service dilakukan setiap hari tergantung tanggal control pasien,lama telpon
5-10 menit
SUMBER DANA
Pulsa RS Siti Khodijah

VII. PENUTUP
Demikian program kerja yang telah kami sampaikan semoga program ini
dapat terlaksana sehingga membantu meningkatkan kunjungan di Paviliyun Sakinah.

Sidoarjo, Oktober 2012


Mengetahui
Kabid Perawatan

Karu Pav. Sakinah

Rini Widayati, S.Kep Ns

Vivin AuliawatAmd,Keb

KERANGKA ACUAN
HOME VISIT
PAVILIYUN SAKINAH TAHUN 2013
I.

PENDAHULUAN
Penurunan angka kematian ibu (AKI ) di Indonesia masih lambat, terlihat dari

penurunannya yang baru mencapai 25%, hal ini belum dapat menjawab komitmen global kita
dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) sebesar 50 % dari tahun1986 menjadi
225/100.000 kelahiran hidup ( KH ) pada tahun 2000.
Masih tingginya AKI di Indonesia ( 334/100.000 kelahiran hidup,SDKI, 1997 )
menunjukkan rawannya derajat kesehatan ibu.Tingginya AKI tersebut berkisar antara 5-30 kali
negara ASEAN.Rawannya derajat kesehatan ibu juga sangat mempengaruhi kondisi kesehatan
janin yang dikandungnya. Kejadian lahir mati dan kematian bayi pada minggu pertama
kehidupannya dipengaruhi oleh kondisi kehamilan,komplikasi pada ibu dan bayi baru lahir
serta pertolongan persalinan di samping kondisi yang berkaitan dengan perawatan bayi baru
lahir.

II.

LATAR BELAKANG
Masalah kesehatan ibu dan perinatal ini perlu segera diatasi,karena derajat kesehatan ibu

dan perinatal sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa akan datang.
Program home visit merupakan program yang telah dilaksanakan oleh RS Siti Khodijah
Sepanjang. Ini merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan
di rumah sakit yang tidak hanya bersifat pasif didalam gedung akan tetapi mulai bersifat aktif
mendekati pasien guna mengurangi kendala jarak antara pasien dan rumah sakit. Selain itu
hasil yang didapatkan saat home visit dapat menjadi data penting bagi evaluasi kualitas
pelayanan rumah sakit.
Pada pelaksanaannya sudah barang tentu rumah sakit tidak bisa berjalan sendiri, akan
tetapi butuh dukungan dari bagian lain yaitu bagian pemasaran RS. Hal ini sangat penting guna
menjaga keefektifan dan keefisiensian pelayanan kesehatan
Home Visite merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dengan home visite petugas dapat melakukan follow up masalah yang berkaitan dengan
pelayanan Kesehatan Ibu dan Perinatal.
III.

TUJUAN

Tujuan Umum :
Mengurangi morbiditas dan mortalitas pada masa nifas dan neonatal
Tujuan Khusus :
1. Agar dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap hal yang abnormal setelah ibu dan bayi
pulang dari RS
2. Agar dapat meminimalkan kejadian abnormal yang terjadi setelah ibu dan bayi pulang dari
RS
3. Agar dapat memantau lebih terhadap ibu dan bayi yang mempunyai resiko terhadap
mortalitas dan morbiditas
4. Meningkatkan angka cakupan KN 2

IV.

KEGIATAN POKOK

Pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah bagi ibu dan bayi setelah pulang dari
Rumah Sakit.
Rincian Kegiatan
Kunjungan rumah bagi ibu dan bayi kegiatannya meliputi :
1. Pengkajian terhadap keluhan pada ibu dan bayi
2. Pemantauan kondisi ibu dan bayi
3. Pemberian KIE
4. Pencatatan permasalahan yang muncul terkait pelayanan RS
V.

Cara melaksanakan kegiatan


1. Menentukan pasien yang akan dilakukan home visit setelah konfirmasi
dengan dokter yang merawat
2. Menentukan petugas home visit
3. Mencari berkas rekam medis pasien selama perawatan
4. Membuat catatan tentang keadaan saat pulang dari Rumah Sakit.
5. Mempersiapkan transportasi
6. Menyiapkan perlengkapan home visite
7. Melakukan kunjungan rumah
8. Mencatat hasil kunjungan rumah dalam catatan home visit
9. Melaporkan kepada dokter terkait.
10. Memasukkan lembaran catatan home visit dalam berkas rekam medis
pasien.

VI.

SASARAN

Terlaksananya program home visit pada ibu beresiko tinggi sebesar 25 % dari jumlah
kunjungan rumah sesuai criteria atau sesuai keputusan dokter yang merawat

VII.
NO
1.

WAKTU PELAKSANAAN
KEGIATAN
Kunjungan rumah
Ibu

1
x

3
x

5
x

BULAN
6
7
x

9
X

10 11
X

12

VIII.

PELAKSANA KEGIATAN.

Petugas Kamar Bersalin, neonatus dan bagian pemasaran sesuai jadwal.


IX.

EVALUASI PELAKSANAAN

Program home visit ini akan dilakukan evaluasi secara berkala meliputi: evaluasi
semester dan evaluasi tahunan. Bahan evaluasi meliputi: jumlah pasien yang di kunjungi,
persentase kasus yang memenuhi kriteria harus dikunjungi, tren/perubahan jumlah dibanding
sebelumya, hasil dari upaya tindak lanjut sebelumnya, hambatan yang terjadi selama
pelaksanaan, dan alternatif penyelesaian yang direncanakan.

X.

PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI

Pencatatan pelaksanaan Program Home visit dilakukan setiap dilakukan kunjungan


rumah oleh petugas yang melaksanakannya terdiri atas: nama, nomor regester, alamat,
diagnosa, alasan harus dikunjungi, data yang didapat, tindakan perawatan yang dilakukan,
hasil tindakan. Selanjutnya akan dihitung pada tiap akhir semester dan diserahkan pada kabid
keperawatan. Rencana tindak lanjut yang telah ditetapkan kemudian dikoordinasikan dengan
semua pihak yang terkait dan disosialisaikan pada petugas pelaksana home visit.

XI. PENUTUP
Demikian program kerja yang telah kami sampaikan semoga program ini
dapat terlaksana sehingga membantu meningkatkan kunjungan di Paviliyun Sakinah.

Sidoarjo, Oktober 2012


Mengetahui
Kabid Perawatan

Karu Pav. Sakinah

Rini Widayati, S.Kep Ns

Vivin AuliawatAmd,Keb