You are on page 1of 5

Artificial Lift

Januari 5, 2013 by IATMI SM STT MIGAS Balikpapan Tinggalkan komentar

Artikel oleh Ana Uswatun Hasanah


Pada setiap oil production well yang siap untuk diproduksikan, diharapkan fluida
akan mengalir ke permukaan dengan menggunakan tenaga / tekanan reservoir
yang tersedia secara alami. Biasanya proses ini akan berlangsung sampai pada
satu titik dimana tenaga yang tersedia akan berkurang, sehingga kemampuan
untuk mengangkat fluida kepermukaan akan berkurang atau berhenti sama
sekali. Supaya fluida yang masih ada didalam sumur dapat mengalir lagi
kepermukaan, maka diperlukan tenaga pengganti yang lazim disebut artificial
lift.
A. Pengertian Artificial Lift
Artificial lift merupakan sebuah mekanisme untuk mengangkat hidrokarbon,
umumnya minyak bumi, dari dalam sumur keatas permukaan. Ini biasanya
dikarenakan tekanan reservoirnya tidak cukup mampu tinggi untuk mendorong
minyak sampai ke atas permukaan maupun tidak ekonomis jika mengalir secara
alami. Artificial lift terdiri dari dua kelompok komponen : fasilitas dipermukaan
( surface facilities ) dan dalam sumur ( down hole facilities ).
#. Surface production facility
Peralatan produksi permukaan merupakan peralatan yang berfungsi sebagai
media pengangkut, pemisah dan penimbun. Terdiri dari : Well Header, Gathering
System, Manifold System, Separator, Treating Facilities, Oil Storage, Pump.
#.Down hole production facility
Peralatan bawah tanah terdiri dari, rangkaian pipa produksi penyekat (packers)
dan peralatan pengontrol aliran. Termasuk : casing, tubing, liner, packer, down
hole choke, sliding side door, down hole safety valve, pompa dan lain
sebagainya.
B. Jenis-jenis Artificial Lift :
Umumnya artificial lift terdiri dari lima macam yang digolongkan menurut jenis
peralatannya :
1.
Electric Submersible Pump
2.
Gas Lifting
3.
Sucker Rod Pumping
B.1. Electric Submersible Pump

Jenis ini menggunakan pompa sentrifugal bertingkat yang digerakan oleh motor
listrik dan dipasang jauh didalam sumur. Mulai intensif digunakan didunia
perminyakan karena mampu mengangkat minyak dengan rate yang besar.
Prinsip mengangkat fluida dengan energi motor yang ditransfer ke subsurface
pump yang semuanya diletakkan di dalam sumur.

Ciri ciri ESP :


Diameter kecil, sesuai dengan lubang sumur yang terbatas.
Panjang, untuk mengimbangi diameter yang kecil untuk menghasilkan
daya angkat yang mencukupi.
Jumlah stage sangat mudah diatur. Pompa dan motor bisa ditandem untuk
menghasilkan daya angkat hidrolika untuk mengatasi kedalaman sumur dan
tekanan pipa alir produksi.
umumnya terdiri dari :
1. Motor listrik
2. Protector
3. Multistage centrifugal pump
4. Separator gas
5. Lain lain seperti : electric cable, surface switchboard, Junction box
Mekanisme kerja :
Pemindahan rongga-rongga yang terbentuk antara rotor dan strator saat
berputar dengan arah ke atas sehingga fluida mengalir kepermukaan

Gambar 2.1 Electric Submarsible Pump


B.2. Gas Lifting
Salah satu bentuk sistem pengangkatan buatan (artificial lift) yang lazim
digunakan untuk memproduksikan fluida dari sumur-sumur minyak bumi. Sistem
ini

bekerja

dengan

kedalam annulus(ruang

cara

menginjeksikan

gas

antara tubing dan casing),

dan

bertekanan
kemudian

tinggi
kedalam

tubing produksi sehingga terjadi proses aerasi (aeration) yang mengakibatkan


berkurangnya

berat

kolom

fluida

dalam

tubing.

Sehingga

tekanan reservoir mampu mangalirkan fluida dari lubang sumur menuju fasilitas
produksi dipermukaan. Dibandingkan dengan sistem pengangkatan buatan
lainnya

seperti

ESP (electric

submersible

pump),

PCP (progressive

cavity

pump), SRP (sucker rod pump), dan Hydraulic Pump; dapat dikatakan bahwa gas
lift memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. Sistem gas lift juga lebih dapat
mengakomodasi faktor kesalahan desain, dimana suatu sistem gas lift yang
didesain secara kurang baik pada umumnya masih dapat mengangkat fluida
dari dalam sumur. Performa sebuah sumur gas lift sangat dipengaruhi oleh dua
parameter penting yaitu kedalaman titik injeksi (injection depth) dan laju aliran
gas yang diinjeksikan (injection rate).Kedua parameter tersebut pada umumnya
merupakan hasil perhitungan dari desainer dengan mempertimbangkan faktorfaktor lain seperti performa reservoir, ketersediaan gas injeksi, tekanan kerja
gas injeksi, kemiringan sumur, dan lain sebagainya.
#. Kelebihan Gas Lift
(+) Biaya peralatan awal buntuk instalasi gas-lift biasanya lebih rendah,
terutama sekali untuk pengangkatan sumur dalam
(+) Pasir yang ikut terproduksi tidak merusak kebanyakan instalasi gas-lift
(+) Gas-lift tidak tergantung/dipengaruhi oleh desain sumur
(+) Umur peralatan lebih lama
(+) Biaya operasi biasanya lebih kecil, terutama sekali untuk deep-lift
(+) Ideal untuk sumur-sumur dengan GOR tinggi atau yang memproduksikan
buih gas
#. Keterbatasan Metode Gas-Lift
(-) Gas harus tersedia
(-) Sentralisasi kompresor sulit untuk sumur-sumur dengan jarak terlalu jauh
(-) Gas injeksi yang tersedia sangat korosif, kecuali diolah sebelum digunakan

Gambar 2.2 Gas-lift


B.3. Sucker Rod Pumping
Menggunakan

pompa

elektrikal-mekanikal

yang

dipasang

dipermukaan.

Menggunakan prinsip katup searah ( chech velve ), pompa ini akan mengangkat
fluida

formasi

kepermukaan.

Karena

pergerakannya

naik

turun

seperti

mengangguk, pompa ini terkenal juga dengan julukan pompa angguk. Umum
digunakan

didunia

perminyakan

karena

relative

murah

dan

mudah

pengoperasiannya. Prinsip mengangkat fluida dengan energi dari prime mover


permukaan yang ditransfer ke subsurface pump yang diletakkan di dalam
sumur.
KOMPONEN SUCKER ROD PUMP :
a. MESIN, merupakan penggerak mula dengan jenis mesin gas, diesel, dan
listrik.
b. PERALATAN PERMUKAAN, meneruskan energi dari mesin ke alat bawah
permukaan, yaitu merubah gerak putar menjadi gerak naik-turun pada rod, dan
kecepatan

RPM

mesin

harus

menggunakan gear reducer.


Peralatan permukaan antara lain :
1. Horse head
2. Walking beam

disesuaikan

dengan

kecepatan

pompa

3. Gear Reducer
4. Prime Mover
5. Polished rod
c. PERALATAN BAWAH PERMUKAAN, pada gerak plunger ke bawah standing
valve tertutup, travelling valve terbuka, fluida masuk dari barrel ke plunger.
Pada gerak ke atas standing valve terbuka karena efek isap, dan travelling valve
tertutup akibat beban fluida diatasnya.
Ada 2 macam pompa, yaitu :
a. Tubing Pump, working barrel melekat pada tubing dan harus dipasang dengan
tubing.
b. Rod Pump, working barrel dan plunger dapat diangkat dari rod-nya saja tanpa
mengangkat tubing
Keuntungan penggunaan sucker rod pump adalah :
1. Efisien dan mudah dalam pengoperasian di lapangan
2. Masih bisa digunakan untuk mengangkat fluida pada sumur yang
mengandung pasir
3. Dapat digunakan untuk sumur yang memiliki tekanan rendah
4. Fleksibel karena kecepatan pompa dan stroke length dapat disesuaikan
5. Dapat digunakan pada berbagai ukuran tubing
6. Dapat menggunakan gas atau listrik sebagai sumber tenaga penggerak