You are on page 1of 46

MANAJEMEN

Dalam
setiap
badan
usaha
atau
organisasi,
baik
yang
bersifat
ekonomi
maupun
sosial
perlu
ada
pengelolaan

yang
baik
agar
semua
kegiatan
dapat
berjalan
dengan
baik
dan
tujuan
yang
ditetapkan
dapat
tercapai.
Untuk
dapat
mengelola
dengan
baik
perlu
perlu
memahami
apa
yang
disebut
dengan
manajemen
Dalam
Encyclopedia
of
the
Social
Economic,
dikatakan
bahwa
manajemen
adalah
suatu
proses
dengan
proses
mana
pelaksanaan
tujuan
diselenggarakan
dan
diawasi.

Sedang
menurut
Haiman,
manajemen
adalah
fungsi
untuk
mencapai
sesuatu
melalui
kegiatan
orang
lain
dan
mengawasi
usaha-usaha
individu
untuk
mencapati
tujuan
bersama.

Menurut
Gorge
R.
Terry
manajemen
adalah
pencapaian
tujuan
yang
ditetapkan
terlebih
dahulu
dengan
menggunakan
orang
lain

Mary
Foker
Follet
memberikan
definisi
yang
singkat,
manajemen
adalah
seni
untuk
melaksanakan
pekerjaan
melalui
orang-orang.

James
A,F.
Stoner
mengemukakan
bahwa
manajemen
adalah
proses
perencanaan,
pengorganisasian,
pengarahan
dan
pengendalian
upaya
anggota
organisasi
dan
proses
penggunaan
semua
sumber
daya
untuk
tercapainya
tujuan
perusahaan.

Prof.
Oey
Liang
Lie
Iimu
dan
seni
merencanakan,
mengorganisasikan,
mengarahkan,
mengkoordinasikan
serta
mengawasi
tenaga
manusia
dengan
bantuan
alat-alat
untuk
mencapai
tujuan
yang
telah
ditetapkan.
Berdasarkan
pengertian
dari
beberapa
tokoh
di
atas
dapat
disimpulkan
bahwa
manajemen
adalah
ilmu dan
seni
merencanakan,
mengorganisasikan,
mengarahkan,
mengkoordinasikan
serta
mengawasi
tenaga
manusia
dengan
bantuan
alat-alat
untuk
mencapai
tujuan
yang
telah
ditetapkan.

Dikatakan
ilmu
karena
dapat
dipelajari
dan
berfungsi
menjelaskan
fenomena-fenomena
(gejala)
yang
terjadi
sedang
dikatakan
seni
karena
dalam
pelaksanaan
memerlukan
kepekaan
atau
intuisi
agar
dapat
menjalankan
fungsi
menajemen
itu
dengan
baik.

Alat
yang
dipakai
untuk
menjelaskan
gejala
atau
fenomena
yang
terjadi
adalah
metode
ilmiah
yang
memiliki
urutan
kerja
sebagai
berikut:

1.
mengetahui
adanya
persoalan
2.
mendefinisikan
persoalan
3.
mengumpulkan
fakta,
data
dan
informasi
4.
menyusun
alternatif
penyelesaian
5.
mengambil
keputusan
dengan
memilih
salah
satu
alternatif
yang
ada
6.
melaksanakan
keputusan
dan
tindak
lanjutnya
Dari
pengertian
tersebut
ada
tiga
hal
penting
yaitu:

a.
ada
tujuan
yang
ingin
dicapai;
b.
tujuan
tersebut
dicapai
dengan
mempergunakan
kegiatan
orang
lain;
c.
kegiatan
yang
dilakukan
harus
dibimbing
dan
diawasi.
Mengingat
tujuan
yang
akan
dicapai
oleh
masing-masing
organisasi
ekonomi
(perusahaan)
berbeda-beda
untuk
itu
diperlukan
pembagian
kerja
yang
memungkinkan
pencapaian
tujuan
organisasi
lebih
terarh.
Pembagian
ini
akan
terlihat
pada
tngkatan
manajemen.
Secara
umum
tingkatan
manajemen
akan
dibagi
dalam
tiga
bagian
yaitu:

1.
Top
Management
Terdiri
dari
eksekutif
puncak
yaitu
dewan
direktur
atau
direktur
utama
yang
menggunakan
waktunya
untuk
membuat
rencana
jangka
panjang
perusahaan.
Dengan
demikian
kedudukan
top
management
ini
sangat
menentukan
berkembang
tidaknya
organisasi
atau
perusahyaan.
2.
Middle
Management
Adalah
mereka
yang
bertanggungjawab
terhadap
pelaksanaan
rencana
yang
telah
ditetapkan
oleh
top
management,
dalam
artian
mereka
ini
yang
menterjemahkan
dalam
bentuk
pelaksanaan
kegiatan
dari
rencana
yang
ditetapkan
oleh
top
management.
3.
First
Line
Management
Adalah
mereka
yang
menjadi
pelaksana
konkrit
dari
apa
yang
dibuat
oleh
middle
management
maupun
top
management.
Pada
tingkatan
manapun,
manajer
harus
memiliki
kemampuan
yang
mendukung
pencapaian
tujuan.
Dalam
hal
ini
diharapkan
manajer
memiliki
kemampuan
managerial
yang
terdiri
dari:

1.
Technikcal
Skill
Adalah
keahlian
untuk
menggunakan
prosedur,
teknik
dan
pengetahuan
mengenai
bidang
khusus
yang
dipegang.

2.
Interpersonal
Skill
Adalah
kemampuan
untuk
bekerjasama,
memahami
dan
memotivasi
orang
lain
sebagai
individu
atau
dalam
kelompok
3.
Conceptual
Skill
Adalah
kemampuan
untuk
mengkoordinasikan
dan
mengintegrasikan
semua
kepentingan
dan
aktivitas
organisasi

Selain
ketiga
kemampuan
tersebut
masih
juga
diperlukan
kemampuan
lain
yaitu:

a.
Keahlian
Diagnosis
Adalah
keahlian
untuk
menganalisis
suatu
masalah
yang
ada
dalam
organisasi
dan
mengembangkan
solusinya.

b.
Keahlian
Komunikasi
Adalah
kemampuan
untuk
menyalurkan
ide
dan
informasi
kepada
orang
lain
dan
menerima
ide
serta
informasi
dari
orang
lain
dengan
baik.

c.
Keahlian
Manajemen
Waktu
Adalah
keahlian
untuk
mengatur
waktu
dengan
tujuan
agar
dapat
bekerja
secara
efisien
dan
cepat.
d.
Keahlian
Pengambilan
Keputusan
Adalah
keahlian
untuk
mengambil
keputusan
dengan
tepat
untuk
menyelesaikan
suatu
masalah.
Tidak
selamanya
keputusan
manager
tepat,
tetapi
juga
tidak
boleh
terlalu
sering
mengambil
keputusan
yang
salah.

Agar
pengelolaan
usaha
dapat
berjalan
dengan
baik
diperlukan
pedoman
yang
berupa
prinsip-pirnsip
manajemen
dalam
pelaksanaan
tugas.
Menurut
Henry
Fayol
ada
14
prinsip
manajemen
yang
perlu
diperhatikan
namun
sifatnya
fleksibel.
Artinya,
tidak
harus
diterapkan
sekaligus
namun
perlu
disesuaikan
dengan
situasi
yang
ada.

Prinsip-prinsip
manajemen
tersebut
sebagai
berikut:

1.
Division
of
Work
(P
PPPPe
eeeem
mmmmb
bbbba
aaaag
ggggi
iiiia
aaaan
nnnnk
kkkke
eeeer
rrrrj
jjjja
aaaa)
Dalam
badan
usaha
ada
sejumlah
kegiatan
untuk
mencapai
tujuan
tertentu.
Untuk
itu
perlu
ada
pembagian
kerja
yang
jelas.
Pembedaan
tugas
inilah
yang
membedakan
seseorang
dalam
badan
usaha
apakah
dia
pimpinan,
staf
pelaksana
atau
yang
lainnya.
Baik
buruknya
pembagian
kerja
menentukan
daya
guna
dan
hasil
guna

2.
Authority
and
Responsibility
(W
WWWWe
eeeew
wwwwe
eeeen
nnnng
gggga
aaaan
nnnng
ggggd
dddda
aaaan
nnnnT
TTTTa
aaaan
nnnng
ggggg
ggggu
uuuun
nnnng
ggggj
jjjja
aaaaw
wwwwa
aaaab
bbbb)
Setiap
pejabat
dalam
badan
usaha
harus
mempunyai
kekuasaan
dan
tanggung
jawab.
Kekuasaan
berhubungan
dengan
hal
untuk
mengambil
keputusan
sehubungan
dengan
tugas
yang
dipegang
sedang
tanggungjawab
berhubungan
dengan
perkerjaan
yang
harus
dilakukannya.
3.
Discipline
(D
DDDDi
iiiis
ssssi
iiiip
ppppl
lllli
iiiin
nnnn)
Disipilin
adalah
sesuatu
yang
menjadi
dasar
kekuatan
dalam
badan
usaha.
Disiplin
ada
bila
setiap
orang
yang
terlibat
dalam
usaha
tersebut
menaati
aturan
yang
dibuat
bersama.
Dalam
hal
ini
contoh
dari
pimpinan
dalam
mentaati
peraturan
penting.

4.
Unity
of
Command
(K
KKKKe
eeees
ssssa
aaaat
ttttu
uuuua
aaaan
nnnnP
PPPPe
eeeer
rrrri
iiiin
nnnnt
tttta
aaaah
hhhh)
Henry
Fayol
merumuskan:
one
epmployess
to
have
orders
from
one
superior
only .
Artinya
seorang
pegawai
hanya
menerima
perintah
dari
satu
orang
atasan
saja.
Hal
ini
dimaksudkan
agar
tidak
terjadi
keraguan
dalam
pelaksanaan
tugas
5.
Unity
of
Direction
(K
KKKKe
eeees
ssssa
aaaat
ttttu
uuuua
aaaan
nnnnA
AAAAr
rrrra
aaaah
hhhh)
Henry
Fayol
merumuskan:
one
head
and
one
plan
or
a
group
of
activities
having
the
same
objective .
Maksudnya
duharapkan
seorang
pemimpin
mempunyai
rencana
atau
sejumlah
kegiatan
yang
tujuannya
sama.
Maka
tujuan
masing-masing
unit
dengan
tujuan
perusahaan
tidak
boleh
bertentangan.

6.
Subordinate
of
Individual interest
to
General Interest
(K
KKKKe
eeeep
ppppe
eeeen
nnnnt
tttti
iiiin
nnnng
gggga
aaaan
nnnni
iiiin
nnnnd
ddddi
iiiiv
vvvvi
iiiid
ddddu
uuuuh
hhhha
aaaar
rrrru
uuuus
ssssd
ddddi
iiiib
bbbba
aaaaw
wwwwa
aaaah
hhhhk
kkkke
eeeep
ppppe
eeeen
nnnnt
tttti
iiiin
nnnng
gggga
aaaan
nnnnu
uuuum
mmmmu
uuuum
mmmm)
Dalam
hal
ini
kepentingan
umum,
terlebih
kepentingan
perusahaan
harus
dikedepankan
dari
pada
kepentingan
pribadi.

7.
Remuneration
of
Personnel
(P
PPPPe
eeeem
mmmmb
bbbba
aaaay
yyyya
aaaar
rrrra
aaaan
nnnnU
UUUUp
ppppa
aaaah
hhhhy
yyyya
aaaan
nnnng
ggggA
AAAAd
ddddi
iiiil
llll)
Pemberian
upah
kepada
karyawan
perlu
memperhatikan
prinsip
keadilan.
Ada
dasar
obyektif
dalam
menetapkan
upah
masing-msing
karyawan

8.
Centralization
(P
PPPPe
eeeem
mmmmu
uuuus
ssssa
aaaat
tttta
aaaan)
Terdapat
berbagai
kewenangan
yang
harus
dipusatkan
tetapi
ada
pula
yang
dapat
didelegasikan
kepada
bawahan

9.
Line
of
Authority
(R
RRRRa
aaaan
nnnnt
tttta
aaaai
iiiiS
SSSSk
kkkka
aaaal
lllla
aaaa)
Garis
wewenang
dalam
suatu
organisasi
harus
jelas
10.
Order
(T
TTTTa
aaaat
tttta
aaaaT
TTTTe
eeeer
rrrrt
tttti
iiiib
bbbb)
Dirumuskan
oleh
Henry
Fayol:
a
place
for
everything/everyone
and
everytihing/everyone
in
its
place .
Maksudnya
barang
atau
orang
harus
ada
pada
tempat
yang
seharusnya.

11.
Equity
(K
KKKKe
eeeea
aaaad
ddddi
iiiil
lllla
aaaan
nnnn)
Kesetiaan
bawahan
akan
terjadi
bila
atasan
memberikan
apa
yang
menjadi
haknya
kepada
bawahan.
12.
Stability
of
Tenure
of
Personnel
(S
SSSSt
tttta
aaaab
bbbbi
iiiil
lllli
iiiit
tttta
aaaas
ssssP
PPPPe
eeeeg
gggga
aaaaw
wwwwa
aaaai
iiii)
Badan
usaha
perlu
menjaga
agar
jangan
terlalu
sering
terjadi
pergantian
pegawai
baik
karena
perpindahan
maupun
pemecatan.
Hal
ini
akan
menyebabkan
biaya
tambahan
untuk
merekrut,
melatih,
dan
mengawasi.
Pengangkatan,
pengembangan
dan
pemeliharaan
pegawai
ditujukan
untuk
stabilitas
pegawai.

13.
Initiative
(I
IIIIn
nnnni
iiiis
ssssi
iiiia
aaaat
tttti
iiiif
ffff)
Prinsip
ini
dimaksudkan
bahwa
kepada
setiap
orang
diberi
kesempatan
untuk
mengungkapkan
atau
menjalankan
inisiatif,
baik
mengenai
cara,
prosedur
kerja
maupun
rencana
baru
dalam
melaksanakan
pekerjaannya.

14.
Esprit
de
Corps
(J
JJJJi
iiiiw
wwwwa
aaaaK
KKKKe
eeees
ssssa
aaaat
ttttu
uuuua
aaaan
nnnn)
Kesetiaan
dalam
kelompok
merupakan
salah
satu
aspek
penting
untuk
timbulnya
kerja
sama
pada
sejumlah
orang
untuk
mencapai
tujuan
bersama.
FUNGSI
MANAJEMEN

1.
Planning
(Perencanaan)
Merencanakan
berarti
mengambil
keputusan
untuk
masa
depan.
Perencanaan
juga
berarti
melihat
jauh
ke
depan
dan
menemukan
apa
yang
akan
dikerjakan
pada
pasa
datang,
merancang
kegiatan
apa
yang
perlu
dilakukan
dan
mempersiapkan
semua
yang
diperlukan
untuk
mencapai
tujuan
yang
telah
ditetapkan.
Intinya
perencanaan
menjawan
pertanyaan
5W
+
1H
yaitu

a.
Tindakan
apa
yang
akan
dilakukan
(What
Aktivitas)
b.
Mengapa
hal
tersebut
dilaksanakan
(Why
Tujuan/Alasan)
c.
Dimanakah
hal
tersebut
akan
dilaksanakan
(Where
Tempat)
d.
Kapan
hal
tersebut
akan
dilaksanakan
(When
Waktu)
e.
Siapa
yang
akan
melaksanakan
(Who
Orang)
f.
Bagaimana
hal
tersebut
akan
dilaksanakan
(How
Metode)
Jawaban
pertanyaan
ini
perlu
dipikirkan
dengan
matang
sebelum
bertindak.
Maka
rencana
perlu
dirumuskan
dengan
jelas
dan
konkrit
tetapi
fleksibel
(dapat
disesuaikan
dengan
keadaan)
serta
didasarkan
atas
pertimbangan
yang
rasional
dan
pengetahuan
yang
cukup
tentang
keadaan
yang
ada
serta
peluang
yang
tersedia.
Recana
kerja
tidak
lengkap
bila
tidak
disertai
dengan
anggaran
biaya.

Perencanaan
merupakan
hal
pertama
dan
terpenting
dari
antara
fungsi
manajemen
yang
ada
karena
merupakan
dasar
bagi
fungsi
yang
lainnya.
Maka
kegunaan
perencanaan
adalah:

a.
Sebagai
pedoman
dan
pegangan
bagi
seluruh
anggota
organisasi
b.
Penghematan
biaya
memaksimalkan
apa
yang
ada
c.
Sarana
untuk
mengadakan
pengawasan
Suatu
rencana
yang
baik
harus
memenuhi
beberapa
syarat
berikut:

a.
Dirumuskan
secara
sederhana
tetapi
jelas,
pasti
dan
tidak
meragukan
b.
Tujuan
atau
sasaran
yang
hendak
dicapai
harus
dirumuskan
dengan
jelas
c.
Bersifat
fleksibel
bila
terjadi
perubahan
cepat
dapat
disesuaikan
dengan
situasi
d.
Realistik
atas
dasar
pertimbangan
situasi
yang
sungguh-sungguh
nyata
b.
Pengorganisasian
(Organizing)
Pengorganisasian
berarti
usaha
untuk
mengatur
orang-orang
ke
dalam
tugasnya
masing-masing,
disertai
dengan
penyediaan
fasilitas
atau
peralatan,
tanggung
jawab
dan
wewenang,
sedemikian
sehingga
tujuan
yang
ditetapkan
dapat
dicapai.
Mengorganisasi
juga
berarti
mengatur
pola
kerja
sama
antarmanusia,
dengan
menegaskan
tugas
dan
batas-batas
wewenang
dan
tanggung
jawab
masing-masing.
Persoalannya
bagaimana
pemimpin
dapat
memilih
orang
yang
tepat
untuk
tugas
tertentu
(The
right
man
on
the
right
place)
dan
menegaskan

uraian
pekerjaan
(job
description)
serta
menyerahkan
wewenang
tertentu
kepada
bawahan
(pendelegasian
tugas
dan
wewenang
)

c.
Pengarahan
(Directing)
dan
Pengkoordinasian
(Coordinating)
Kedua
fungsi
ini
sering
disebut
dengan
Actuating
yaitu
menggerakkan
atau
memimpin
pelaksanaan.
Pengarahan
adalah
memberikan
perintah
dan
motivasi
kepada
para
pelaksana
agar
dapat
bekerja
secara
efektif
dan
efisien.

Prinsip
pengarahan:

1.
Mengarah
pada
tujuan
.
membimbing
bawahan
dalam
usaha
mencapai
tujuan.
2.
Keharmonisan
.
dengan
pengarahan
diharapkan
dapat
menciptakan
keselarasan
kerja
antara
karyawan
dengan
tujuan
yang
ditetapkan.
3.
Prinsip
kesatuan
komando
.
sebaiknya
hanya
ada
satu
jalur
perintah
dan
tanggung
jawab
dari
pimpinan
kepada
bawahan
dan
sebaliknya.
Syarat
perintah
yang
baik:

a.
Harus
dapat
dilaksanakan
b.
Hendaknya
disertai
dengan
alasan
dan
pertimbangan
c.
Jelas,
singkat,
lengkap
dan
konsisten
d.
Jangan
bersifat
memaksa,
sebaiknya
berupa
saran,
dan
orang
yang
bersangkutan
diajak
berunding.
Pengkoordinasian
adalah
usaha
menyatupadukan
dan
menyelaraskan
pekerjaan
bawahan
sehingga
tercipta
kerjasama
yang
terarah
dalam
usaha
mencapai
tujuan
yang
telah
ditetapkan.
Tujuannya
mengkoordinasi
kegiatan
yang
ada
agar
masing-masing
kegiatan
yang
bermacam-macam
terkoordinasi
pada
tujuan.
Koordinasi
dapat
dilakukan
dengan
jalan
diskusi,
rapat
secara
teratur
atau
penjelasan-penjelasan
sehingga
terjalin
komunikasi
antara
pimpinan
dan
bawahan.
Dengan
koordinasi
yang
baik
maka
masing-masing
individu
dapat
menyadari
dan
memahami
tugas-tugasnya
dan
kesimpang
siuran
dapat
dicegah.

d.
Pengawasan
(Controlling)
Pengawasan
pada
dasarnya
adalah
membandingkan
antara
pelaksanaan
dengan
rencana
yang
telah
dibuat
serta
mengatur
dan
memperbaiki
bia
terjadi
penyimpangan.
Pengawasan
sering
pula
disebut
pengendalian.
Pengawasan
perlu
dilakukan
pada
setiap
pelaksanaan
dengan
maksud
unuk
mengetahui:

.
Apakah
hasilnya
sesuai
dengan
rencana?
.
Apakah
cara
kerja
sudah
baik
dan
efisien?
.
Apakah
orang-orang
sudah
tepat
pada
tugasnya?
.
Apakah
biaya
tidak
melebihi
anggaran?
.
Dll
Prinsip
pengawasan
yang
baik:
1.
Mendukung
sifat
dan
tujuan
kegiatan
Pengawasan
yang
dilakukan
harus
sesuai
dengan
bagaimana
kegiatan
tersebut
dilakukan
dan
tujuan
dari
kegiatan
tersebut.

2.
Koreksi
Melihat
setiap
penyimpangan
atau
kesulitan
yang
terjadi
agar
dapat
dilakukan
perbaikan

3.
Ekonomis
Biaya
yang
dikeluarkan
hendaknya
lebih
rendah
dari
pada
kerugian
yang
mungkin
timbul
bila
tidak
ada
pengawasan.
Maka
perlu
disusun
sistem
pengawasan
yang
sederhana.

4.
Dapat
dimengerti
Sistem
pengawasan
yang
dianut
harus
dimengerti
dengan
jelas
oleh
pihak-pihak
yang
terlibat.

Langkah-langkah
pengawasan:

1.
Menentukan
standar
atau
alat
ukur
Penting
untuk
ditetapkan
terlebih
dahulu
agar
bawahan
mengetahui
standar
yang
dipakai
untuk
menilainya.
Macamnya:

Standar
kualitatif
Standar
kuantitatif
2.
Membandingkan
kegiatan
yang
dilakukan
dengan
standar
yang
telah
ditentukan
Tujuannya
untuk
mengatahui
sejauh
mana
penyimpangan
yang
telah
terjadi.
Pelaksanaannya
dapat
dilakukan
dengan:

.
Melihat
secara
langsung
hasil
kerja
bawahan
.
Berdasarkan
laporan
tertulis
yang
disusun
3.
Melakukan
koreksi
atau
perbaikan
Langkah
ini
dilakukan
untuk
memperbaiki
dan
menyempurnakan
hasil
kerja
yang
belum
sesuai
dengan
rencana
semula.
Sebelum
melakukan
tindakan
koreksi,
pimpinan
haruslan
menganalisis
apa
yang
menyebabkan
terjadinya
penyimpangan.
Contoh
kasus

Pak
Darno
adalah
seorang
penduduk
desa
di
Jawa
Tengah.
Keluarganya,
sama
seperti
keluarga
desa
lainnya,
lebih
suka
menggilingkan
padinya
di
penggilingan
terdekat,
daripada
menumbuk
sendiri.
Hal
ini
memang
dimungkinkan
karena
akhir-akhir
ini
semakin
banyak
orang
(kaya)
di
desa-desa
memiliki
mesin
penggilingan
padi.
Mesin
itu
buatan
Jepang
dengankekuatan
5
pk
dan
berkapasitas
sekitar
2
ton
per
hari.
Harga
mesin
sekitar
Rp
15
juta,
sudah
termasuk
ongkos
pemasangan.
Ongkos
giling
adalah
2,5
kg
beras
per
kuintas
padi.
Harga
ini
cukup
murah
dibanding
ongkos
tumbuk
yang
rata-rata
7,5
kg
per
kuintal
padi.
Atas
dsar
ini,
Pak
Darno
membuat
perhitungan
sebagai
berikut:
Sehari
mesinnya
bisa
menggiling
2
ton
gabah.
Kalai
1
kw
gabah
upahnya
2,5
kg
beras,
berarti
upah
yang
diterimanya
2,5
kg
x
20.
Oleh
karena
itu
total
pendapatan
per
hari
=
2,5
x
20
x
Rp
4.000
=
Rp
200.000,00.
Dengan
demikian
modalnya
akan
dapat
kembali
kuranf
dari
1
tahun.
Maka
ia
buru-buru
menjual
tanah
warisan
dan
segera
membeli
mesin
penggilingan
padi.
Setelah
beroperasi
bebera
lama,
pak
Darno
mulai
menyadari
pendapatan
per
hari
ternyata
tidak
pernah
mencapa
Rp
200.000
per
hari.
Bahkan
pada
musim
paceklik
sehingga
dalam
1
minggu
hanya
beberapa
hari
saja
mesin
itu
digunakan
sehingga
bila
dihitung-hitung
penggunaan
mesin
itu
belum
mencapai
30% dari
kapasitasnya.
Lebih
celaka
lagi
ketika
mesin
itu
mogok
pak
Darmo
tidak
tahu
bagaimana
harus
memperbaikinya.
Selama
ini
hasil
dari
penggilingan
padi
itu
digunakan
untuk
hidup
sehari-hari
sehingga
tidak
terpikirkan
pula
menyisihkan
untuk
biaya
perawatan
mesin.
Akhirnya
pak
Darmo
sampai
pada
kesimpulan
bahwa
mesinnya
tidak
menguntungkan.
Maka
mesin
buru-
buru
dijual
walaupun
dengan
harga
rendah.
Pokoknya
laku
dan
tidak
lagi
dibebani
dengan
bagaimana
mengoperasikan
mesin
tersebut.

Pertanyaan:

1.
Mengapa
usaha
Pak
Darno
gagal?
Jelaskan
sebab-sebabnya!
2.
Seharusnya
ada
6
hal
yang
harus
dipikirkan
Pak
Darno
sebelum
membeli
mesin
penggilingan
padi.
Kurang
lebih
apa
saja
itu?
3.
Tunjukkan
3
hal
penting
yang
seharusnya
dipertimbangkan
sebelum
membeli
mesin
penggilingan!