You are on page 1of 3

HADIST I

Artinya : “ diceritakan dari Amiril Mu’minin Abi Khafsin Umaribnikhatab


rodhiyallah anha berkata : saya mendengar dari Rasulullah, yang berbicara
Rasulullah; ‘sesungguhnya diterimanya suatu amal itu harus dengan niat, dan yang
pasti itu dari setiap orang terhadap sesuatu perbuatan, maka ada seseorang yang hijrah
karena Allah dan Rasul – Nya, maka hijrahnya seseorang tersebut mendapat ridlo dari
Allah dan utusan - Nya (Rasul). Apabila ada seseorang yang hijrah karena harta,
(dunia) yang mendapatkan seseorang tadi sebuah harta dunia, atau perempuan dan
menikah orang tadi dengan perempuan, maka hijrahnya orang tersebut karena harta
seseorang terhadap barang tersebut’. (Diriwayatkan oleh : Bukhori dan Muslim)”.

PEMBAHASAN HADIST I

Menurut hadist ini segala amal ibadah badaniyah itu dapat sah harus memakai
niat seperti wudu, shalat, haji dan yang lainnya itu harus memakai niat yang sudah
diatur dalam ilmu fiqih. Manusia itu akan dibalas menurut apa yang diniatkan dan apa
yang dituju. Contoh : makan dan minum niatnya untuk ibadah maka makan dan
minumnya akan diberi pahala ibadah. Sebaliknya kalai makan dan minumnya itu
supaya kuat dalam melakuakan maksiat maka makan dan minumnya adan mendapat
dosa.

Pada waktu itu barang siapa yang hijrah dari Mekkah ke Medinah mengikuti
Rasulullah SWA itu pahalanya besar sekali, kalau benar – benar niatnya hanya
mencari ridlonya Allah SWT dan Rasulullah SAW tapi kalau hijrohnya hanya nuat
mencari keuntungan dunia di Madinah atau mengikuti seorang perempuan yang
disenangi, maka orang yang berhijroh tadi hanya mendapatkan apa yang dituju
(sesuai niatnya). Dan tidak akan mendapat ridlonya Allah SWT maupun Rasulullah
SAW.
Begitu juga orang yang berjuang, apabila berjuangnya “LI – I’LAI
KALIMATILLAH, maka dia akan mendapat pahala dari Allah SWT yang sangat
besar. Sebaliknya kalau niatnya hanya mencari kursi atau ingin mendapat pujian dari
orang lain, maka dia akan mendapatkan sesuai dengan niatnya dan tidak akan
mendapat pahalanya berjuang dari Allah SWT.

HADIST II

Artinya : diceritakan dari Abi Abdirrahman yaitu Abdullah Bin Umaribnul Khathab
ra. “berkata Abdullah” saya mendengar dari Nabi Muhammad SAW maka rasul
berkata “tiang dari agama islam itu ada lima hal. Membaca syahadad tauhid dan
syahadad rasul, menjalankan shalat (lima waktu), memberikan zakat, menunaikan
ibadah haji, dan puasa Ramadhan” (diriwayatkan oleh : Bukhari – Muslim).

PEMBAHASAN HADIST II

Hadist ini berisi bahwa rukunnya islam itu lima, diumpamakan islam itu
rumah, maka rumah yang pondasi atau tiangnya ada lima. Kita dapat berfikir sewaktu
rumah itu tiangnya hilang semua namanya bukan rumah lagi. Begitu juga kalau
sebagian dari tiangnya ada yang hilang namanya rumah itu rumah yang kurang
sempurna.

Jadi kalau ada orag yang tidak melakukan rukun islam yang kelima namanya
bukan orang islam akntetapi apabila melakukan rukun islam hanya sebagian,
misalnya hanya membaca dua kalimat syahadad orang tadi sudah bias dikatakan
islam tapi islamnya tidak sempurna.
Tahrij Hadist.

Kedua Hadist diatas adalah hadist shohih sebab Imam Bukhori dan Imam
Muslim termasuk orang yang taqwa kepada Allah ingatannya sangat kuat dan
sempurna. Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam mencari sebuah hadist dia tidak
akan menulis sebelum perawi itu langsung dari Rasulullah SAW dan semua perawi
yang satu kepada yang lain itu orang yang taqwa.

Contohnya Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam mencari perawi meskipun
sudah bersambung sampai keperawi namun perawi kesebelas berbuat maksiat maka
keduanya tidak akan melanjutkan sebab yang membawa hadist berbuat maksiat.
Apalagi berbuat maksiat Imam Bukhori dan Imam Muslim juga pernah akan menulis
sebuah hadist namun perawinya dalam memberi makan kucing itu dengan
menggodanya keduanya juga membatalkan untuk melanjutkan menulis hadist yang
dibawa perawi itu.