You are on page 1of 2

Say No To “Geng-Geng-an”

Eksklusivitas pergaulan atau yang biasa dikenal dengan istilah “geng-


geng-an” memang selalu dapat ditemui dalam lingkungan pergaulan anak-anak
usia sekolah. Tak heran apabila di sekolah-sekolah kita sering menemukan adanya
sekumpulan anak-anak lelaki atau perempuan yang bergabung dalam sebuah
geng. Bahkan mungkin beberapa di antara kita pernah tergabung dalam sebuah
geng sewaktu sekolah dulu, karena dirasa keren dan hebat apabila bergabung
dengan geng. Namun, apabila kita melihat fenomena tersebut di kalangan
kampus, apakah masih terasa keren dan hebat? Kami rasa tidak. 
Mengapa tidak? Karena menjadi salah satu bagian dari sekelompok anak
muda yang mengeksklusifkan diri dan tak mau bergaul dengan orang di luar
kelompoknya hanya akan menjadikan kita individu yang tidak berkembang.
Apabila kita hanya mengenal orang-orang yang itu-itu saja, maka informasi yang
kita dapatkan pun terbatas. Lain halnya apabila kita memiliki banyak kenalan,
maka akan semakin banyak pula informasi yang bisa kita dapat. Ini saatnya bagi
kita untuk menjadi dewasa. Memilih dan memiliki teman-teman dekat memang
tidak diharamkan, tetapi jangan sampai itu membuat diri kita terkungkung.
Sebagai mahasiswa, seharusnya kita memperluas pergaulan kita untuk
membuka wawasan dan networking, yang suatu saat nanti pasti akan berguna bagi
kehidupan kita. Wawasan dan ilmu pengetahuan tidak hanya mampu kita peroleh
dari kelas atau mata kuliah saja, tetapi juga melalui pergaulan yang kita jalin
dengan orang-orang di sekitar kita. Bahkan justru melalui pertukaran pendapat
yang kita dapat dalam pergaulan itulah kita bisa mengeksplorasi potensi diri kita.
Memperluas networking dapat kita lakukan dengan cara yang sederhana,
seperti ketika pembagian tugas kelompok di dalam kelas kuliah, kita dapat
bergabung dengan teman-teman yang berbeda di tiap mata kuliah. Jadi, tidak
harus sekelompok dengan orang-orang yang sama. Cara lain yang juga sederhana
adalah ketika makan siang di kantin, cobalah bergabung untuk duduk dengan
siapa saja, tidak harus dengan teman-teman sepermainanmu saja.
Cara lain untuk memperluas networking sekaligus mengembangkan
potensi diri adalah dengan mengikuti kegiatan organisasi di luar kuliah, seperti
bergabung dalam Badan Semi Otonom atau Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di
kampus UGM. Ada banyak pilihan BSO dan UKM, kita tinggal memilih mana
yang menjadi minat dan bakat kita. Universitas kita yang notabene merupakan
salah satu kampus terbaik di Indonesia ini telah memberi kita kesempatan untuk
mengembangkan diri dan kemampuan, kini terserah pada akan memanfaatkannya
atau tidak. Bukan hanya ilmu pengetahuan dan potensi yang akan kita peroleh
dari sini, tetapi juga kenalan-kenalan baru yang juga berarti wawasan yang lebih
luas.
Kecenderungan manusia untuk mencari teman-teman yang sepemikiran
dan ‘klik’ dengan kita dalam segala suasana merupakan hal yang alami.
Kecenderungan manusia untuk hidup secara berkelompok dan tidak sanggup
berpisah dari kelompoknya apabila ia telah merasa nyaman disana juga
merupakan sesuatu yang wajar. Namun hal tersebut bukan menjadi alasan bagi
kita untuk kemudian secara berkelompok meng-eksklusifkan diri dari lingkungan
sekitar dan orang-orang lain yang ada di luar kelompok tersebut.
So, just get out from your comfort zone! Carilah sesuatu yang baru yang
dapat mengembangkan potensi dan kualitas diri kalian. Cheers! 

(MASHITA, KOM ’08)