You are on page 1of 10

c 

c
c
p

p 
p

M         
                     
                                  

                           
                   
                
 M                       
 
                     

M                                   
                                   
  
   
   
      
       
         
    

                

                         
              M                   
                                
    
                               
                
    ! 
    "     " 
  

    
       #            
   $ 

%   
          
        
                      
       &        
                                 

           '                   
  (                            
                )         '   
                              
  

                                (  


             *                
      
     
            
       
    
                     M       
                          
                         
         &          
  +     
 &                      

M                           


$  $          
                   

„   
    
                        
  

„    
                              
       
                    
         
                %                    
       , -  

.            *      $        *    


                       $   
   
 
 
        $   $   
*                      
         

  
 $ 
  
 /          
  
   
   
 
 
 
%                         0 
 $                 $   

         $                    


         *       
          
   
                 
    
   / 
                '  
                             
     
                    
&  *   $      

   $  1 D   



       
  



  "*2 / 13M 
D  
 
  
 "*  14

,               $                 


*      / "   -                
  1

  $      1D  


     
   


 
     
 
"*&  13#

D    



 
 
"*
 / 156
D      

 
 

 
   

 
 
 
 
  
"*- 177

D    


       
     "* / 1896

,     1 :                    9#  


  
            !             
     9        ;-,   
* 

*                      $  $        



             1

8*   $   


           '  
               
           
   <      /             
          !     ! 

3                       /


     $    1
D!    "      
  
     
   
 
"# $   
              
%

  
!  

 
"* / 13
6

6*        

*     1 -   ,    1:*     
    
                  
         
         
   ;

5 *                           -  


                              
 $      

-   , 1 :                           


      '       
                 M   
                  ;-,&  

9*        


    $       
  1 59      D&'    #

      

   (    
        '  
  
   
<           
     
            M               
  
      
     
  

4 *                      !       


  !           ' 
            
         
                 
       =            
            '             
             
               
               <          
                  
   ! *      
           
 
                 ,      
                      
            (  
               
        .      0
               
           

7 *           (       


    
      

                   
        
                 

>*           ?  *        


 
                    ' 
   
                         
  
                            
    $ 

@*     $     '     $  

         
         
   
    $       !
                 
   

8# 0                         


                         

            
             

                      
   ,     1 :              
  
           
               
      ;
88 *             $         *      
$             1 8@36      D       
' 
  %
 
  

     
   
 

      
 
  


'    


  
M     
              $            
                   &      
          
         
             
  &                          
                             
     

83 *                 


       
                 '      
                        
       
              
    $                 0        
             
        
            %                 
      0              
        
               
*                (             
      ! 

86 *    
              .      *        
                       
              !  
                 !
       
                           

      
      '            
         
                  
                    $     

85 <           


                  
               .       '   
               
             
       

*               


                 
                     '    
       
  0              
               
      M                            
   M       
      $           
                    *     
         





Sudah bukan rahasia lagi bahwa shalat adalah ibadah yang paling utama. Diantaranya adalah
bahwa shalat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab di Hari Akhir kelak berkaitan
dengan hak Allah atas hamba-Nya. Beberapa keutamaan yang lain telah banyak kita ketahui.

Dengan memohon pertolongan Allah, kita akan berusaha membahas perkara shalat secara lebih
terperinci. Rujukan utama yang akan kita gunakan adalah kitab c  
    
 c karya Syaikh µAbdul µAzhim Ibnu Badawi. Agar kita dapat menyerap ilmu secara
bertahap dan memahaminya dengan benar, maka insya Allah pembahasan akan kita bagi menjadi
sepuluh seri:

1.p ?uqaddimah (meliputi: kedudukan shalat, hukum meninggalkan shalat, siapa yang wajib
melaksanakan shalat?)
2.p Waktu-waktu shalat (meliputi: Kapankah waktu shalat tiba? Kapankah seseorang dapat
dianggap telah mendapatkan waktu shalat? Kapankah seseorang dianggap telah
mendapati waktu shalat?)
3.p Waktu-waktu shalat yang terlarang dan tempat yang tidak boleh dijadikan tempat shalat.
4.p Adzan dan iqamah (meliputi: amalan saat kita mendengar adzan dan iqamah
berkumandang), serta syarat sah shalat.
5.p Rukun-rukun shalat.
6.p Hal-hal yang wajib dalam shalat.
7.p Sunnah-sunnah dalam shalat.
8.p Hal-hal yang makruh dilakukan dalam shalat.
9.p Hal-hal yang mubah (boleh) dilakukan dalam shalat.
10.pHal-hal yang membatalkan shalat.

Semoga antunna sekalian tidak jemu untuk terus mengikuti lanjutan setiap seri pembahasan.
Bersabarlah dan jangan mudah patah semangat.

c     


(Yaa Allah, berikanlah manfaat atas ilmu yang Engkau ajarkan kepada kami serta ajarkanlah
kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan mohon tambahkanlah ilmu kepada kami)


c

Saudariku muslimah, kedudukan shalat yang begitu mulia dalam agama Islam tergambar melalui
hadits berikut ini :

˸Ϧϋ˴ Ϊ˶ ˸Βϋ˴ Ϳ ˶ ΍Ϧ ˶ ˸Α ή˴ Ϥ˴ ϋ
˵ ϲ
˴ο˶ έ˴ Ϳ ˵ ΍ Ύ˴ϤϬ˵ ˸Ϩϋ
˴ :ϝ˴ Ύ˴ϗ ϝ˵ ˸Ϯγ ˵ έ˴ Ϳ ˶ ΍ ϰ͉Ϡλ˴ Ϳ˵ ΍ Ϫ˶ ˸ϴϠ˴ϋ
˴ ϭ˴ Ϣ˴ Ϡ͉γ
˴ : (˴ϲϨ˶ Α˵ ϡ˶ ϼ
˴γ
˴Ϲ˶ ˸΍ ϰ˴Ϡϋ
˴ ˸βϤ˴ Χ Γ˳ Ω˴ Ύ˴Ϭη
˴ ˳ ˸ϥ΃˴ ϻ
˴ Ϫ˴ ϟ˴· ϻ
͉ ·˶ Ϳ
˵ ΍ ϭ˴
ϥ
͉ ΃˴ ΍˱ΪϤ͉ Τ
˴ ϣ˵ ϝ˵ ˸Ϯγ
˵ έ˴ ˬ˶Ϳ΍ ϭ˴ Γ˶ Ύ˴ϣΎ˴ϗ·˶ ˬ˴Γϼ
˴μ͉ ϟ΍ ϭ˴ ˯˶ Ύ˴Θ˸ϳ·˶ ˬ˴ΓΎ˴ϛΰ͉ ϟ΍ ϭ˴ Ξ
͋Σ˴ ˬ˶Ζ˸ϴΒ˴ ˸ϟ΍ ϭ˴ ϡ˶ ˸Ϯλ
˴ ϥ˴ Ύ˴πϣ˴ έ˴ )
Dari µAbdullah Ibnu Umar î     dia berkata: Rasulullah      
 m bersabda (yang maknanya):

   î î  î        
î      c   !   î    î 
   î  "   îî  # $%

  




Kaum muslimin telah bersepakat bahwa barangsiapa yang tidak menunaikan shalat lima waktu
maka dia telah melakukan suatu perbuatan yang dapat mengantarkannya kepada kekafiran.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum orang yang meninggalkan
shalat, namun dia tetap meyakini bahwa shalat itu wajib dikerjakan. Perbedaan pendapat tersebut
disebabkan oleh hadits-hadits Rasulullah         yang menyebutkan
bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, tanpa ada pembedaan yang tegas antara
orang yang benar-benar mengingkari kewajiban shalat (  ) dengan orang yang sekedar
meremehkan kewajiban shalat (  ). Adapun pendapat yang lebih kuat dalam
masalah ini adalah bahwa orang yang meninggalkan pelaksanaan shalat (meskipun dia yakin
bahwa sebenarnya shalat itu wajib dikerjakan) maka dia telah kafir. Dalil pendapat ini adalah
sebagai berikut:

Dalil dari Al-Qur¶an

˸ϥΈ˶ϓ˴ ΍˸ϮΑ˵ Ύ˴Η ΍˸Ϯϣ˵ Ύ˴ϗ΃˴ϭ˴ Γ˴ ϼ


˴μ
͉ ϟ΍ ΍˸ϮΗ˵ ΁˴ϭ Γ˴ Ύ˴ϛΰ͉ ϟ΍ ˸ϢϜ˵ ϧ˵ ΍˴Ϯ˸ΧΈ˶ϓ˴ ϲ˶ϓ Ϧ
˶ ˸ϳΪ͋ ϟ΍ Ϟ
˵μ
͋ ϔ˴ ϧ˵ ϭ˴ Ε
˶ Ύ˴ϳϵ˸΍ ϡ˳ ˸ϮϘ˴ ϟ˶ ϥ
˴ ˸ϮϤ˵ Ϡ˴˸όϳ˴

Artinya:& î îî      î  


   î î $'   
 $% (Qs. At-Taubah: 11)

Dalil dari Hadits (As-Sunnah)

ϥ
͉ ·˶ Ϧ
˴ ϴ˶ Α˴ Ϟ
˶Ο˵ ή͉ ϟ΍ ϭ˴ Ϧ
˴ ˸ϴΑ˴ ϙ
˶ ˸ήθ
͋ ϟ΍ ϭ˴ ή˶ ˸ϔϜ˵ ˸ϟ΍ ϙ
˵ ή˴Η Γ˴ ϼ
˴μ
͉ ϟ΍

Artinya(    î  )î  î  î  î  


   $% (diriwayatkan oleh ?uslim dalam   dari sahabat Jabir Ibn
µAbdillah dari Nabi        )

! "#$#
%

Shalat wajib dikerjakan oleh setiap muslim dan muslimat yang telah baligh dan berakal.

˸Ϧϋ˴ ϲ ͋ Ϡ˶ϋ
˴ ϲ˴ο˶ έ˴ Ϳ˵ ΍ Ϫ˵ ˸Ϩϋ ˴ Ϧ˶ϋ˴ ϲ
͋ Β˶ Ϩ͉ϟ΍ ϰ͉Ϡλ
˴ ˵Ϳ΍ Ϫ˶ ˸ϴϠ˴ϋ
˴ ϭ˴ Ϣ˴ Ϡ͉γ
˴ ϝ
˴ Ύ˴ϗ : ϊ˴ ϓ˶ έ˵ Ϣ˵ Ϡ˴Ϙ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴Ϡ˴ϋ Δ˳ Λ˴ ϼ
˴ Λ˴ : Ϧ
˶ϋ˴ Ϣ˶ ΋˶ Ύ͉Ϩϟ΍ ϰ͉ΘΣ
˴ ˬ˴φϘ˶ ˸ϴΘ˴ ˸δϳ˴ ϭ˴ Ϧ
˶ϋ
˴ ϲ˶Βμ
͉ ϟ΍ ϰ͉ΘΣ
˴
ˬ˴ϢϠ˶Θ˴ ˸Τϳ˴ ϭ˴ Ϧ
˶ϋ
˴ ϥ˶ ˸ϮϨ˵ ˸ΠϤ˴ ˸ϟ΍ ϰ͉ΘΣ
˴ Ϟ
˴ Ϙ˶ ˸όϳ˴

Artinya: 'îc î    î*         î 
  +  ) )(î)î î 
î  ,   î)î  î î  $%
(Hadits shahih;   ! -./- , c'/012314-35 )

Untuk membiasakan anak melaksanakan shalat, maka wajib bagi orang tua untuk memerintahkan
anaknya yang masih kecil untuk shalat meskipun anak kecil tidak wajib melaksanakan shalat.

˸Ϧϋ˴ ϭή˸Ϥϋ ˴ Ϧ ˶ ˸Α ΐ˶ ˸ϴό˴ η


˵ ˸Ϧϋ˴ Ϫ˶ ˸ϴΑ˶ ΃˴ ˸Ϧϋ˴ ϩ˶ Ϊ͋ Ο
˴ ϝ
˴ Ύ˴ϗ : ϝ
˴ Ύ˴ϗ ϝ ˵ ˸Ϯγ ˵ έ˴ Ϳ ˶ ΍ Ϫ˶ ˸ϴϠ˴ϋ
˴ ϭ˴ Ϣ˴ Ϡ͉γ
˴ : ( ΍˸ϭή˵ ϣ˵ ˸Ϣϛ˵ Ω˴ ϻ
˴ ˸ϭ΃˴ Γ˶ ϼ
˴μ
͉ ϟΎ˶Α ϭ˴ ˸Ϣϫ˵ ˯˵ Ύ˴Ϩ˸Α΃˴ ˴ϊ˸Βγ
˴ ˬ˴Ϧ˸ϴϨ˶ γ
˶ ϭ˴
ή˶ ˸ο΍˸Ϣϫ˵ ˸ϮΑ˵ Ύ˴Ϭ˸ϴϠ˴ϋ
˴ ϭ˴ ˸Ϣϫ˵ ˯˵ Ύ˴Ϩ˸Α΃˴ ή˴ ˸θϋ˴ ˬ˴Ϧ˸ϴϨ˶ γ
˶ ϭ˴ ΍˸Ϯϗ˵ ή͋ ϓ˴ ˸ϢϬ˵ Ϩ˴ ˸ϴΑ˴ ϲ˶ϓ ϊ˶ Ο
˶ Ύ˴πϤ˴ ˸ϟ΍ )
Artinya: 'îcî" î î   î #    
       î   +î       
     î î      î  î  
î         î      î
î $% (Hadits shahih;   ! .363 , c'01/6014/7 lafazh hadits
ini adalah riwayat Abu Daud, Ahmad (2/237/84), Hakim (1/197))

Tanda baligh bagi laki-laki dan perempuan adalah:

1.p Telah mencapai usia 15 tahun. Berdasarkan hadits tentang seorang anak laki-laki (yaitu
Ibnu µUmar radhiyallahu µanhu) yang belum dizinkan ikut berperang oleh Rasulullah
       karena saat itu belum berusia 15 tahun.
2.p Telah mengalami ³mimpi basah´.
3.p Tumbuh rambut pada kemaluan.
4.p Khusus bagi wanita, yaitu keluarnya darah haid dari farji.

Seorang muslim wajib mengerjakan shalat sesuai dengan tuntunan Rasulullah      
  $ Hak tersebut dilaksanakan semaksimal kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu,
tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak melakukan shalat ketika tidak ada udzur syar¶i
(misalnya: wanita yang sedang haid atau nifas). Jika seseorang mampu shalat berdiri, maka dia
melakukannya sambil berdiri dengan menyempurnakan syarat sah dan rukunnya. Jika dia sakit,
maka dia mengerjakannya sambil duduk. Jika tidak bisa sambil duduk, maka dilakukan sambil
berbaring. Perincian mengenai hal ini insya Allah akan kita bahas pada seri-seri yang akan
datang.

&

" adalah salat fardhu (salat wajib) yang dilaksanakan lima kali sehari. Hukum
salat ini adalah Fardhu 'Ain, yakni wajib dilaksanakan oleh setiap ?uslim yang telah menginjak
usia dewasa (pubertas), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Salat Lima Waktu merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Allah menurunkan perintah salat
ketika peristiwa Isra' ?i'raj.

Kelima salat lima waktu tersebut adalah:

8p „ 
   3  A B *    % "
    
    $ B          
3p ] 
   5  A B C           
 
        
6p c 
   5  A B                
     0    ( -  $
       
               B      
      
5p ?

   6  A B            
 
      (  A
9p Ê 
   5  A B (  A          %"  
 
      % "     ( *A 
*  
(  A        *    

Khusus pada hari Jumat, ?uslim laki-laki wajib melaksanakan salat Jumat di masjid secara
berjamaah (bersama-sama) sebagai pengganti Salat Zhuhur. Salat Jumat tidak wajib dilakukan
oleh perempuan, atau bagi mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).
Berdasarkan hadist, dari Abdullah bin Umar ra, Nabi ?uhammad bersabda:    8  î
  î  î ,î  î  )î 
     c î$' c î  î îî 
î $'   ! î   îî $'   
 9 î   î $     îîî 
 î î. (Shahih ?uslim)

B     $          

Waktu salat dari hari ke hari, dan antara tempat satu dan lainnya bervariasi. Waktu salat sangat
berkaitan dengan peristiwa peredaran semu matahari relatif terhadap bumi. Pada dasarnya, untuk
menentukan waktu salat, diperlukan letak geografis, waktu (tanggal), dan ketinggian.

Syuruq adalah terbitnya matahari. Waktu syuruq menandakan berakhirnya waktu Shubuh. Waktu
terbit matahari dapat dilihat pada almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan
algoritma tertentu.

] p

Waktu istiwa' ( ) terjadi ketika matahari berada di titik tertinggi. Istiwa' juga dikenal
dengan sebutan "tengah hari" (bahasa Inggris: /))). Pada saat istiwa', mengerjakan
ibadah salat (baik wajib maupun sunnah) adalah haram. Waktu zhuhur tiba sesaat setelah istiwa',
yakni ketika matahari telah condong ke arah barat. Waktu "tengah hari" dapat dilihat pada
almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu.

Secara astronomis, waktu Zhuhur dimulai ketika tepi "piringan" matahari telah keluar dari garis
zenith, yakni garis yang menghubungkan antara pengamat dengan pusat letak matahari ketika
berada di titik tertinggi (istiwa'). Secara teoretis, antara istiwa' dengan masuknya zhuhur
membutuhkan waktu 2,5 menit, dan untuk faktor keamanan, biasanya pada jadwal salat, waktu
zhuhur adalah 5 menit setelah istiwa'.[î :]

c  p

?enurut mazhab Syafi'i, ?aliki, dan Hambali, waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang
benda $ panjang benda itu sendiri. Sementara madzab Imam Hanafi mendefinisikan
waktu Ashar jika panjang bayang-bayang benda $ panjang benda itu sendiri.
Waktu Ashar dapat dihitung dengan algoritma tertentu yang menggunakan trigonometri tiga
dimensi. nm,Waktu salat Waktu salat relatif terhadap peredaran semu matahari

Waktu salat dari hari ke hari, dan antara tempat satu dan lainnya bervariasi. Waktu salat sangat
berkaitan dengan peristiwa peredaran semu matahari relatif terhadap bumi. Pada dasarnya, untuk
menentukan waktu salat, diperlukan letak geografis, waktu (tanggal), dan ketinggian. [sunting]
Syuruq

Syuruq adalah terbitnya matahari. Waktu syuruq menandakan berakhirnya waktu Shubuh. Waktu
terbit matahari dapat dilihat pada almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan
algoritma tertentu. [sunting] Zhuhur

Waktu istiwa' (zawaal) terjadi ketika matahari berada di titik tertinggi. Istiwa' juga dikenal
dengan sebutan "tengah hari" (bahasa Inggris: midday/noon). Pada saat istiwa', mengerjakan
ibadah salat (baik wajib maupun sunnah) adalah haram. Waktu zhuhur tiba sesaat setelah istiwa',
yakni ketika matahari telah condong ke arah barat. Waktu "tengah hari" dapat dilihat pada
almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu.

Secara astronomis, waktu Zhuhur dimulai ketika tepi "piringan" matahari telah keluar dari garis
zenith, yakni garis yang menghubungkan antara pengamat dengan pusat letak matahari ketika
berada di titik tertinggi (istiwa'). Secara teoretis, antara istiwa' dengan masuknya zhuhur
membutuhkan waktu 2,5 menit, dan untuk faktor keamanan, biasanya pada jadwal salat, waktu
zhuhur adalah 5 menit setelah istiwa'.[rujukan?]

?  p

Waktu ?aghrib diawali ketika terbenamnya matahari. Terbenam matahari di sini berarti seluruh
"piringan" matahari telah "masuk" di bawah horizon (cakrawala).

 pp p

Waktu Isya didefinisikan dengan ketika hilangnya cahaya merah ( 


) di langit, hingga
terbitnya fajar shaddiq. Sedangkan waktu Shubuh diawali ketika terbitnya fajar shaddiq, hingga
sesaat sebelum terbitnya matahari (syuruq).

Perlu diketahui, bahwa sesaat setelah matahari terbenam, langit kita tidak langsung gelap, karena
bumi kita memiliki atmosfer sehingga meskipun matahari berada di bawah horizon (ufuk barat),
masih ada cahaya matahari yang direfraksikan di langit.

Dari sisi astronomis, cahaya di langit yang terdapat sebelum terbitnya matahari dan setelah
terbenamnya matahari dinamakan   , yang secara harfiah artinya "cahaya diantara dua",
yakni antara siang dan malam. Dalam bahasa Arab, "twilight" disebut 
. Secara astronomis,
terdapat tiga definisi twilight:

2p   
„
       4D    
2p   
 
       83D    
2p   
c 
       8>D    

Astronom menganggap "Twilight Astronomis Petang" menandakan dimulainya malam hari;


namun definisi ini adalah untuk keperluan praktis saja.

Secara astronomis, waktu Shubuh merupakan kebalikan dari waktu Isya'. ?enjelang pagi hari,
fajar ditandai dengan adanya cahaya yang menjulang tinggi (vertikal) di ufuk timur; Ini
dinamakan "fajar kadzib". Cahaya tersebut kemudian menyebar di cakrawala (secara horizontal),
dan ini dinamakan "fajar shaddiq".

Bagi penentuan jadwal waktu salat (yakni munculnya "fajar shaddiq" dan hilangnya syafaq di
petang hari), terdapat variasi penentuan sudut "twilight" oleh berbagai organisasi. Banyak
diantara umat Islam menggunakan Twilight Astronomis (yakni ketika matahari berada 18° di
bawah horizon) sebagai waktu î 
. Sebagian yang lain menetapkan kriteria î

atau 
terjadi ketika matahari berada 17°, 19°, 20°, dan bahkan 21°. Sebagian yang
lain bahkan menggunakan kriteria penambahan 90 menit, 75 menit, atau 60 menit.

Sebuah penelitian dan observasi di berbagai tempat di dunia menunjukkan bahwa penentuan
sudut twilight tertentu ternyata tidak valid (tidak bisa berlaku) untuk seluruh tempat di bumi ini
terhadap peristiwa î 
dan hilangnya 
[1]. Peristiwa tersebut merupakan fungsi
dari letak lintang dan musim yang bervariasi di tempat satu dan lainnya.

 p

Ketika menjalankan ibadah puasa, waktu Shubuh menandakan dimulainya ibadah puasa. Untuk
faktor "keamanan", ditetapkan waktu Imsak, yang umumnya 5-10 menit menjelang waktu
Shubuh.