You are on page 1of 11

PERUSAHAAN SEPATU FIFAS

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah seminar kebijakan bisnis

Dosen Pembimbing:
Noraeni, S. Sos

Penyusun:
M Atok Illah
Nim: 2007.69.10.0001.
Ilmiatul Jannah
Nim: 2007.69.10.0010.

PRODI ADMINISTRASI NIAGA


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN
2010
Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat ALLAH SWT, yang telah
melimpahkan karunia dan hidayahnya sehingga penyelesaian makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah seminar kebijakan bisnis
dengan pokok pembahasan “Perusahaan Sepatu Fifas” pada pembahasan kali ini akan lebih
membahas bahwa analisi perusahaan dengan analisis SWOT dapat menentukan sterategi apa
yang digunakan dalam melangkah kedepan.
Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari sepenuhnya atas keterbatasan
penyusunan makalah jauh dari kesempurnaan baik dalam teknis, pengertian maupun isi yang
terkandung dalam uraian makalah ini.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu atas kesuksesan penyusunan makalah ini. Dan semoga makalah ini yang telah
kami susun mendapatkan manfaat pada kita semua khususnya kami selaku penyusun makalah
ini.

Pasuruan 23 November 2010

Penyusun
Daftar Isi

Cover................................................................................................................................
Kata Pengantar.................................................................................................................
Daftar Isi...........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang......................................................................................................

B. Rumusan masalah................................................................................................

C. Tujuan penulisan..................................................................................................

BAB II KAJIAN TEORI


A. Analisis SWOT…………………………………………………………………

B. Analisis keuangan perusahaan………………………………………………….

BAB III ANALISIS SWOT


1. Kekuatan (stregngth)……………………………………………………………

2. Kelemahan……………………………………………………………………...

3. Peluang………………………………………………………………………….

4. Ancaman………………………………………………………………………...
5. Sterategi yang diterapkan Perusahaan sepatu fifas……………………………..

BAB IV KESIMPULAN
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Perusahaan didirikan dengan beragai tujuan pokok: memperoleh laba,
memperoleh harga saham, meningkatkan volume penjualan, dan mempertahankan
keberlangsungan hidupnya. Seringkali dianggap bahwa tujuan yang disebut pertama
merupakan tujuan yang terpenting bagi pemilik, setidaknya bagi perusahaa yang belum
menjadi perusahaan publik. Jenis tujuan yang kedua biasannya yang sudah menjadi
perusahaan publi. Tujuan meningkatkan volume penjualan (market share) juga sering
diutamakan bahwa besar kecilnya pangsa pasar yang dikuasaiberpengaruh langsung pada
laba yang dapat dicapai.
Seperti halnya perusahaan sepatu fifas malang merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang produksi sepatu. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1977
oleh bapak M. Kasihan yang juga merupakan pemilik sekaligus pimpinan perusahaan.
Sejalan dengan perkembangan waktu, maka perusahaan ini dapat berkembang
denan baik dan permintaan terhadap produk sepatu yang diproduksi oleh perusahaan
semakin meningkat. Untuk kebutuhan modal perusahaan sekaligus guna meningkatkan
kemampuan perusahaan dalam berbagai bidang perusahaan mendapatkan fasilitas kredit
dari Bank Negara Indonesia 46 Malang.
Pada awalnya didalam memproduksi sepatu perusahaan masih menggunakan cara
dan proses yang sederhana dan kuantitas produksi yang dihasilkan juga terbatas. Seiring
dengan perkembangan waktu, perusahaan tersebut mampu mengembangkan usahanya
menjadi semakin besar dan hal ini juga didukung oleh modal, sarana dan prasarana
lainnya yang menunjang. Dalam hal ini pada awalnya perusahaan memproduksi sepatu
masih belum mempunyai merk paten, untuk produk-produk yang dihasilakan akan
memberikan kesan bagi perusahaan dan sekaligus memberikan kesan bagi konsumen.
2. Rumusan Masalah
a. Analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) perusahaan serta pada
posisi mana perusahaan sepatu fifas malang berada.
b. Sterategi yang perlu diterapkan perusahaan sepatu fifas untuk meningkatkan kualitas,
kuantitas serta produktifitasnya.
3. Batasan Masalah
a. Untuk menetahui dan menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
(SWOT) perusahaan sepatu fifas malang berada pada posisi di pasar
b. Memberikan solusi bagimana sterategi yang diterapkan perusahaan sepatu fifas untuk
meningkatkan produktifitasnya.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Analisis SWOT
Weihrich memperkenalkan pertama kali matriks SWOT sebagai bagian
yang tidak terpisahkan dengan proses prumusan sterategi (sterategy formulation). Matriks
tersebut dilihat sebagai alat bantu yang menghubungkan berbagai variable kritikal
penentu keberhasilan perusahaan, yaitu Ancaman, dan peluang yang berasal dari
lingkungan bisnis eksternal serta kelemahan dan kekuatan yang dibangun oleh
manajemen sebagai alat bantu yang diharapkan dapat memfasilitasi para perancang
sterategi dalam memilih steragtegi yang pas.
Namun demikian jika yang dibutuhkan hanya yang berkaitan dengan
penyusunan matriks SWOT termasuk implikasi sterategi yang dihasilkan, langkah yang
dihasilkan menjadi lebih sederhana. Intinya analisis SWOT adalah proses melakukan
penelitian terhadap perussahaan dengan lingkungan bisnisnya yang dilakuakan oleh
manajemen sendiri. Hasilnya adalah inventori kritis dan selektif terhadap empat variabel
tersebut dan pilihan sterategis yang hendak diambil oleh manajemen.
B. Analisis keuangan perusahaan
Umtuk dapat menilai suatu perusahaan juga dapat menggunakan analisis rasio keuangan
(finansial rastio). dari segi manajemen keuangan, perusahaan dapat dikatakan mempunyai
kinerja yang baik atau tidak dapat di ukur dengan:
1. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (utang) yang akan jatuh tempo
(ratio liquiditas)
2. Kemampuan perusahaan untuk menyusun struktur pendanaan yaitu perbandingan antara
utang dan modal (ratio leverage)
3. Kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan (ratio profitabilitas)
4. Kemampuan perusahaan untuk berkembang (ratio pertumbuhan)
5. Kemampuan perusahaan untuk mengelola aset secara maximal (ratio aktifitas)
BAB III
ANALISIS SWOT

I. Kekuatan (stregngth)
Perusahaan sepatu fifas mempunyai kekuatan yang mendukung berjalanya perusahaan antara
lain:
A. Kekuatan finansial
Secara finansial kinerja perusahaan dapat digunakan dengan menggunakan
analisis ratio (ratio finansial) yaitu dengan mengetahui tingkat ratio profitabilitas, ratio
liquiditas, ratio aktifititas dan ratio leverage.
Secara umum kondisi perusahaan sepatu fifas relatif baik dilihat dari ratio
leverage dan ratio likuiditas perusahaan. Sumber penggunaan dana pada akhir 1998
(6,6%) aset perusahaan dibiayai oleh hutang (debt ratio) dan (10,4%) modalnya di
peroleh dari hutang (DER), dan sisanya adalah modal sendiri. Hal ini menjadi kekuatan
perusahaan karna perusahaan tidak terlalu terbebani oleh kewajiban melunasi hutang.
Setelah itu tingkat likuiditas perusahaan secara horizontal relatif
meningkatdari tahun ketahun sekitar 2 atau 3%. Pada tahun 1996 likuiditas perusahaan
sepatu fifas, 7,35% kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek
(Current Ratio), 5,87% kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancar (Quick
Ratio) dan 1,565% aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas atau dicairkan (Cash
Ratio). Meningkat di tahun 1997 dengan 9,738% kemampuan perusahaan untuk melunasi
hutang jangka pendek (Current Ratio), 8,257% kemampuan perusahaan untuk melunasi
hutang lancar (Quick Ratio) dan 2,77% aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas
atau dicairkan (Cash Ratio). Dan pada tahun 1998 kembali mengalami kenaikan dengan
13,53% kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek (Current Ratio),
12,05% kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancar (Quick Ratio) dan 4,54%
aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas atau dicairkan (Cash Ratio).

B. Kekuatan non Finansial


1. Pemasaran dan produksi
• Segmen pasar yang dituju adalah seluruh masyarakat dari berbagai kalangan
ekonomi baik dari kalangan atas, menengah maupun bawah.
• Daerah pemasaran yang telah dicapai selaian daerah jawa timur dan sekitarnya
juga menjangkau daerah kalimantan selatan dan kalimantan tengah dan juga
daerah-daerah lainnya.
• saluran distribusi yang ada pada perusahaan sepatu fifas selain perusahaan
mempunyai saluran distribusi tetap juga mempunyai saluran distribusi musiman.
• Harga produk yang terdapat pada perusahaan sepatu fifas termasuk dikatagorikan
terjangkau berkisar antara Rp50.000 – Rp80.000.
• Data penjualan relatif setabil antara tahun 1996-1997 terjadi peningkatan dan
tahun 1998 terjadi sedikit penurunan.
• Lokasi perusahaan yang cukup sterategis yaitu di Jl. Supriadi 14 MALANG.
Apalagi tanah yang digunakan adalah milik pribadi jadi fasilitas ini cukup
menunjang dalam penentuan likasi.
• Bahan baku yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi dapat diperoleh dari
agen/suplier disekitar perusahaan dan dari suplier lama yang telah menjadi
langganan.
• Mesin yang di pergunakan relatif 70% cukup baik.
• Sarana transportasi yang cukup lancar baik didalam pemenuhan bahan baku,
kegiatan pemasaran dan sebagainnya.
• Letak perusahaan dengan pasar tidak terlalu jauh, hal ini akan mempermudah
perusahaan melempar produknya secara langsung kepada agen dan konsumen.
• Fasilitas lainnya seperti listrik dan air yang tersedia cukup memadai dan mampu
memenuhi kebutuhan perusahaan dalam kegiatan produksi dan aktivitas lainnya.
2. Sumber daya manusia / tenaga kerja
• Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat dipenuhi disekitar
perusahaan karna terdapat pemukiman yang cukup besar.
• Hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar cukup baiik dan penuh dengan
kekeluargaan.
• Job tenaga kerja dan karyawan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
• Di dalam pengembangan tenaga kerja tidak hanya diberikan bimbingan didalam
perusahaan tapi juga diluar perusahaan misalnya dengan memberikan pelatihan,
training, seminar, kursus dan juga pengarahan dari Depnaker.
• Perusahaan memberikan jaminan sosial kepada karyawan dan pekerjanya seperti
cuti bagi karyawan yang sakit dan melahirkan maupun pemeriksaan kesehatan.
• Perusahaan juga memberikan tunjangan hari raya 1 bulan gaji dan
tujangan insentif dan juga mendaftarkan karyawan sebagai anggota SPSI
berdasarkan surat keputusan pemerintah No. 3/1990.
• Perusahaan menyediakan sarana dan fasilitas keselamatan kerja.

II. Kelemahan
A. Kelemahan finansial
Pada Perusahaan sepatu fifas kalau diperhatikan ada beberapa kekurangan
yang jika tidak diperhatikan akan berdampak negatif pada perusahaan. Yaitu ratio
profitabilitas atau tingkat laba yang dihasilkan perusahaan relatif rendah dan tidak stabil.
Laba yang dihasilkan dari semua asset atau aktiva yang dimiliki (ROA) pada tahun 1996
(0,323%), tahun 1997 (0,336%), dan tahun 1998 (0,296%). Sedangkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki (ROE)
pada tahun 1996 (0,533%) tahun 1997 (0,566%) tahun 1998 (0,466%). Walaupun rata-
rata keuntungan penjualan bersih (NPM) pada tahun 1998 relatif meningkat dari tahun
sebelumnya.
Begitu juga ratio aktifitas perusahaan sepatu fifas dari tahun 1996 sampai
1998 belum bisa memutar asetnya atau kurang maximal dari penjualan asset turn over
(ATO), tahun 1996 (3,60),tahun 1997 naik (4,008) dan tahun 1998 turun (2,983), begitu
juga perputaran persediaan dari tahun ketahun tidak stabil, inventory turn over (ITO),
tahun 1996 (68,320) tahun 1997 mengalami kenaikan (75,300) dan tahun 1998
mengalami penurunan (58,987).

B. Kelemahan non Finansial


1. Pemasaran dan produksi
• Masih kurangnya sterategi pemasaran dalam menggencarkan promosi apalagi
kegiatan promosinya bersifat pasif.
2. Sumber daya manusia
• Struktur organisasi pada perusahaan sepatu fifas bersifat sederhana
• Tingkat pendidikan karyawan dan pekerja masih belum memadai (rendah)
• Jumlah jam kerja terutama pada hari jum’at kurang efisien yaitu antara jam 07.30
– 11.00.
• Dalam prekrutan tenaga kerja cenderung menarik dari kalangan keluarga.
• Hanya beberap karyawan yang berpendidikan tinggi.

III. Peluang
Adapun peluang yang bisa diambil oleh perusahaan sepatu fifas antara lain:
• Dengan perkembangan teknologi yang melahirkan mesin yang lebih canggih dan mampu
melakukan kegiatan produksi dengan waktu yang lebih cepat dan kuantitas yang lebih
besar.
• Pertumbuhan penduduk yang semakin besar akan memberikan dampak yang positif bagi
perusahaan sebab akan meningkatkan volume penjualan khususnya untuk golongan
remaja dan dewasa (deversifikasi produk).
• Keadaan sosial, kultur dan budaya pada suatu daerah, produk yang yang dihasilkan dapat
memberikan manfaat dan kecocokan.
• Harga dan mutu yang ditawarkan perusahaan perusahaan sepatu fifas cukup bersaing dan
berimbang dengan perusahaan yang sejenis.
• Produk yang dipasarkan pada kelas ekonomi menengah kebawah.
• Mempunyai suplier tetap semenjak perusahaan berdiri.

IV. Ancaman
• Konsdisi perekonomian negara sangat tidak menentu dikarnakan krisis ekonomi yang
belum pasti kapan akan berakhir.
• Turunya daya beli masyarakat
• Meningkatnya nilai suku bunga Bank.
• Belum jelasnya keadaan bangsa pasca kegiatan pesta demokrasi tahun 1998
• Market share, ragam produk, promosi, pengalaman serta permodalan perusahaan sepatu
fifas sangat kurang bila dibandingkan perusahaan yang sejenis.

V. Sterategi yang diterapkan Perusahaan sepatu fifas


Adapun sterategi yang diterapkan perusahaan sepatu fifas untuk meningkatkan
produktifitasnya adalah sterategi DIVERSIFIKASI. Pada dasarnyan perusahaan sepatu fifas
mempunyai keunggulan bersaing yang memadai akan tetapi laba yang dihasilkan perusahaan
relatif cukup kecil untuk itu perusahaan harus lebih meningkatkan volume penjualan dan
promosi pada pasar yang sudah ada. Misalnya dengan meningkatkan dan menggencarkan
promosi diharapkan akn meningkatkan volume penjualan dan memberikan keuntungan dan
laba yang maksimal bagi perusahaan.

BAB IV
KESIMPULAN
Peruasahaan sepatu fifas merupakn perusahaan keluarga yang bergerak dalam bidang
produksi sepatu. Mempunyai beberapa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Secara umum kondisi perusahaan sepatu fifas relatif baik dilihat dari ratio leverage dan
ratio likuiditas perusahaan. Sumber penggunaan dana pada akhir 1998 (6,6%) aset perusahaan
dibiayai oleh hutang (debt ratio) dan (10,4%) modalnya di peroleh dari hutang (DER), dan
sisanya adalah modal sendiri. Hal ini menjadi kekuatan perusahaan karna perusahaan tidak
terlalu terbebani oleh kewajiban melunasi hutang.
Pada Perusahaan sepatu fifas kalau diperhatikan ada beberapa kekurangan yang jika tidak
diperhatikan akan berdampak negatif pada perusahaan. Yaitu ratio profitabilitas atau tingkat laba
yang dihasilkan perusahaan relatif rendah dan tidak stabil. Laba yang dihasilkan dari semua asset
atau aktiva yang dimiliki (ROA) pada tahun 1996 (0,323%), tahun 1997 (0,336%), dan tahun
1998 (0,296%). Sedangkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan
modal sendiri yang dimiliki (ROE) pada tahun 1996 (0,533%) tahun 1997 (0,566%) tahun 1998
(0,466%). Walaupun rata-rata keuntungan penjualan bersih (NPM) pada tahun 1998 relatif
meningkat dari tahun sebelumnya.
Begitu juga ratio aktifitas perusahaan sepatu fifas dari tahun 1996 sampai 1998 belum
bisa memutar asetnya atau kurang maximal dari penjualan asset turn over (ATO), tahun 1996
(3,60),tahun 1997 naik (4,008) dan tahun 1998 turun (2,983), begitu juga perputaran persediaan
dari tahun ketahun tidak stabil, inventory turn over (ITO), tahun 1996 (68,320) tahun 1997
mengalami kenaikan (75,300) dan tahun 1998 mengalami penurunan (58,987).
Disamping itu perusahaan mempunyai kekuatan pemasaran dan manjemen sumberdaya
manusia, meskipun dalam pemasaran kurang menggencarkan promosi dan tingkat pendidikan
bagi karyawan relatif rendah.
Perusahaan sepatu fifas kalau dilihat dalam matriks menempati pasisi kuadran IV dalam
analisis SWOT pada posisi ini perusahaan berebut posisi dengan perusahaan pesaing. Maka
untuk itu perusahaan sepatu fifas perlu meningkatkan promosi dan meningkatkan volume
penjualan guna meningkatkatkan keuntungan serta laba perusahaan yang relatif kecil.
Daftar Pustaka

Muhammad. Suwarsona, Manajemen Sterategik, 2008, YPP STIM YKPN: Yogyakarta


David. Fred, Manajemen Sterategis, 2006, YPP STIM YKPN: Yogyakarta
Assanuri. Sofyan, Manjemen Pemasaran, 1987, PT RAJAGRAFINDO PERSADA: Jakarta.
Moven. John. C dan Minor. Michael, Prilaku Konsumen, 2004, Erlangga: jakarta
Landler. Mark, “marcedes Finds Out How Much Is Too Much, Business Week,20 januari 1992,
hal. 92-96