You are on page 1of 11

Betta Collection: Mengatasi ekor kuncup

Betta Collection

Ekor kuncup pada ikan cupang disebabkan oleh air dalam akuarium lama tidak
dikuras bahkan sama sekali belum pernah dikuras dalam jangka waktu yang
lama,oleh karena itu cara mengatasinya adalah dengan sering menguras air yang
ada di akuarium minimal 2-3 hari sekali

Kemungkinan kedua adalah air yang dimasukan ke dalam akuarium langsung dari
air PAM (belum diendapkan atau masih terlalu baru buat cupang anda),akan lebih
baik bila air yang akan diisikan ke dalam akuarium tersebut diendapkan atau
didiamkan kira-kira 2 hari lamanya, cara lain yang bisa dilakukan adalah membeli :
Bliz Id yang bisa anda beli di toko-toko ikan hias dan berikan sewaktu anda mengisi
akuarium tersebut.

Kalau sirip atas melengkung, itu disebabkan karena ikan terlalu sering bermain di
permukaan air ,agar ikan kita tidak sering bermain di permukaan air , biasakanlah
menyekat antara satu akuarium dengan akuarium yang lain tetapi sekatan itu
hanya ditaruh setengah saja (dari bagian atas ke bagian tengan) jadi yang terlihat
hanya bagian tengah hingga ke bawah.

Betta Collection: Mengatasi ekor kuncup

Betta Collection

Ekor kuncup pada ikan cupang disebabkan oleh air dalam akuarium lama
tidak dikuras bahkan sama sekali belum pernah dikuras dalam jangka
waktu yang lama,oleh karena itu cara mengatasinya adalah dengan
sering menguras air yang ada di akuarium minimal 2-3 hari sekali

Kemungkinan kedua adalah air yang dimasukan ke dalam akuarium


langsung dari air PAM (belum diendapkan atau masih terlalu baru buat
cupang anda),akan lebih baik bila air yang akan diisikan ke dalam
akuarium tersebut diendapkan atau didiamkan kira-kira 2 hari lamanya,
cara lain yang bisa dilakukan adalah membeli : Bliz Id yang bisa anda beli
di toko-toko ikan hias dan berikan sewaktu anda mengisi akuarium
tersebut.

Kalau sirip atas melengkung, itu disebabkan karena ikan terlalu sering
bermain di permukaan air ,agar ikan kita tidak sering bermain di
permukaan air , biasakanlah menyekat antara satu akuarium dengan
akuarium yang lain tetapi sekatan itu hanya ditaruh setengah saja (dari
bagian atas ke bagian tengan) jadi yang terlihat hanya bagian tengah
hingga ke bawah.

Disadur dari: http://www.geocities.com


Diposkan oleh Jacksonjip di 05:46 0 komentar
Label: Ekor kuncup

Betta Collection: Seluk beluk cupang hias


Betta Collection

Tren ikan Cupang hias belakangan semakin meningkat saja terlebih-lebih banyak varian-varian
baru.Demam memelihara ikan cupang hias tidak hanya terbatas di kota besar seperti Jakarta,
Bandung, Semarang, Surabaya, tetapi sudah melanda Malang, Jambi, Pekan Baru, Padang dll.
Dipacu oleh seringnya digelar kontes-kontes untuk memperlombakan keelokan jenis ikan hias
asli Indonesia tersebut, dan semakin banyaknya dibentuk perkumpulan penggemar ikan cupang
hias di tiap kota. Sampai saat ini dikenal beberapa organisasi yang mewadahi penggemar-
penggemar atau pemelihara ikan cupang seperti PCHS (Pecinta Cupang Hias Surabaya), BSCM
(Betta Spender Club Malang), BSCS (Betta Spender Club Semarang), ACHI (Asosiasi Cupang
Hias Indonesia) dll.

Keelokan dan kelangkaan cupang hias diukur dari kombinasi corak warna dan bentuk tubuh,
sirip serta ekor. Harga seekor cupang hias ditentukan oleh kelangkaan warna, semakin langka
akan semakin mahal. Ini menjadi daya tarik penangkar-penangkar cupang hias untuk bekerja
menghasilkan jenis-jenis baru dengan corak warna yang spektakuler. Jika 10 tahun lalu hanya
dikenal cupang slayer, maka kini sudah banyak bermunculan jenis-jenis baru yang dinamai half
moon, serit, dan crowntail. Apabila cupang biasa dihargai Rp 1.000 - 50.000 per ekor, maka
cupang langka (betta spenders) bisa berharga jutaan rupiah. Bahkan untuk pasaran luar negeri
(yang dijual sebagai mass commodity / ekspor massal) rata-rata terjual US$ 50 per ekor. Negara
pengimpor utama untuk betta spenders antara lain AS, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Brazil dan
Singapura. Itupun baru 60 % dari permintaan luar negeri yang baru terpenuhi.

Kriteria Penilaian Cupang Hias


Dasar penilaian cupang hias adalah terletak pada dua faktor penting yaitu bentuk tubuh dan
warna tubuh. Faktor bentuk tubuh yang menjadi tolok perhatian adalah serit dan ekor. Serit
cupang bentuk baru yang dikatakan langka adalah berserit delapan dan silang. Ekor langka
adalah ekor bentuk bulan. Warna langka dalam arti belum banyak terdapat di pasaran antara lain
warna putih solid, kuning solid, coklat burgundi, keunguan dan tricolor. Biasanya dalam tiap
kontes cupang hias yang diperlombakan di kelompokkan ke dalam jenis senior (ukuran tubuh 7,5
cm ke atas) untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; jenis medium (ukuran tubuh 5,5
cm - 7,5 cm) untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; ukuran small; dan unik. Cupang
yang baik memiliki ekor lebar dan serit tebal. Ukuran ekor harus sama dengan serit dan
berbentuk 180 o. Letak ekor seimbang dalam arti di tengah-tengah dan tidak menjorok ke atas.
Ikan yang baik tidak berwarna transparan di bagian ekor dan memiliki erit di bagian siripnya.
Keserasian warna biasanya dinilai 30 poin, keindahan berilai 20 poin, kerapihan dinilai 20 poin,
kesehatan & mental bernilai 20 poin dan ukuran tubuh cupang 10 poin.

Sistematika dan Biologi Cupang

Cupang merupakan ikan asli Indonesia yang diketahui berasal dari Pulau Jawa, Kalimantan,
Sumatera. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Talking Gourami atau Croaking
Gourami. Termasuk famili Anabantidae, genus Trichosis, spesies Trichopsis vittatus. Bentuk
tubuh sangat langsing dan pipih ke samping. Corak warna sangat bervariasi, tetapi warna dasar
tubuh kuning hingga sawo matang dengan punggung berwarna lebih gelap dan bagian perut
berwarna lebih muda (kuning sampai putih). Pada sisi badan terdapat garis horizontal berwarna
lebih gelap sepanjang dari mata hingga ekor. Sirip anal, punggung dan ekor tumbuh sempurna
memanjang dengan jari-jari sirip yang tumbuh menonjol. Panjang tubuh mencapai sekitar 6,5 -
7,5 cm.

Pemijahan dan Pembesaran Benih Cupang

Cupang jantan dan betina dapat dibedakan dari sirip-sirip dan warna badan. Cupang jantan
memiliki jari-jari sirip anal, punggung dan ekor yang tumbuh sempurna sedikit lebih panjang
dibandingkan selaput yang menutupinya, sedangkan cupang betina tidak memiliki penonjolan
dari jari-jari siripnya. Cupang jantan dewasa kelamin memiliki lebih banyak bintik-bintik hitam
di punggung dibandingkan biasanya dibandingkan cupang betina yang tidak memilikinya. Ikan
yang dipilih sebagai indukan berumur 6 - 7 bulan. Cupang dengan ukuran panjang tubuh 5 cm
sudah siap untuk dipijahkan. Mengingat perkawinan cupang bersifat monogami, maka rasio
kelamin antara jantan dan betina harus seimbang. Tempat pemijahan menggunakann akuarium
kecil (20 x 40 cm, tinggi 20 cm), baskom, atau toples yang sudah direndam dengan larutan PK
untuk menghindari jamur dan bibit penyakit. Sebagai media pijah (substrat) digunakan tanaman
air atau serabut rafia untuk tempat pelatakan busa.

Untuk tanaman aponogeton sebaiknya diberi pecahan genteng untuk mencegah tumbang, eceng
gondok bisa diletakkan begitu saja. Cupang dikenal sebagai ikan penyusun sarang busa sebelum
melakukan pemijahan. Suhu air ideal adalah 25 oC dalam kisaran 21 oC - 31 oC. Kedalaman air
10 - 15 cm supaya air di dasar tidak terlalu dingin. Setelah penyusunan busa selesai, cupang
betina akan meletakkan telur pada busa dan cupang jantan menyemprotkan sperma ke kumpulan
telur untuk pembuahan. Telur-telur fertil akan menetas dalam 24 jam pada suhu 24 oC.

Pembesaran
Benih sampai umur 2 - 3 hari tidak pelu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur
dalam tubuh. Hari ke-4 mulai diberikan plankton hasil pemupukan. Hari ke-7 sudah bisa
diberikan kutu air, cacing sutera atau jentik nyamuk. Hari ke-10 anak cacing dipindahkan ke
kolam pembesaran, dan diberi makanan cacing Tubifex sp atau Chironomus sp. Cupang jantan
mempunyai bentuk dan warna tubuh yang lebih menarik ketimbang cupang betina, sehingga
akan lebih menguntungkan untuk menghasilkan lebih banyak cupang jantan. Dalam masa
degenerasi kelamin (telur ikan fase bintik mata yaitu 30 jam setelah pemijahan) diberikan
hormon androgen (dilarutkan dalam larutan hormon 17 alpha metiltestosteron 20 mg/liter selama
8 jam). Ikan cupang mempunyai kebiasaan bertarung, biaanya mendekati umur 1 bulan naluri
bertarung mulai muncul. mengingat aktivitas bertarung dapat melukai tubuh dan mengurangi
keelokan maka penting untuk menghalangi munculnya sifat merugikan tersebut.

Penangkar biasanya tidak mengganti air mulai dari bertelur sampai umur 1 bulan (karena air
bersih merangsang aktivitas hormonal cupang yang mengarah kepada agresivitas) dan
menggunakan tanaman air hidrilla untuk menghindarkan pertemuan langsung antar cupang yang
bisa menyebabkan pertarungan.

Betta Collection: Perawatan ikan cupang kontes


Betta Collection

Merawat ikan cupang hias siap kontes tidaklah sulit , yang diperlukan hanyalah ketekunan dan
ketelitian pemeliharaan ikan cupang setiap harinya, misalnya permberian pakan yang teratur ,
penggantian air akuarium yang teratur, dan tidak lupa pula melatih mental ikan cupang. Tak
jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk mengontrol kondisi ikan
cupang.

A. Pakan

Cupang hias diberi pakan alami seperti kutu air. Permberian pakan 2x dalam sehari ,pada waktu
pukul 07.00 dan 17.00, berikan pakan yang secukupnya. Terlalu banyak pakan tidak bagus
khususnya terhadap kebersihan air di akuarium (dikhawatirkan akan mengendap dan membusuk
di dasar air). Pemakaian takaran, seperti sendok teh bisa mengontrol jumlah pemberian pakan.
Botol air mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk pemberian makanan cupang.
Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukan ke botol lalu disemprotkan
satu per satu ke dalam akuarium. Kutu air yang telah dibekukan di dalam freezer pemberiannya
cukup dengan dicuil-cuil. Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali ,
bisa juga diberikan untuk makanan pokok. Toh ,ikan cupang yang berumur 1.5 bulan sudah bisa
makan makanan yang berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang teidak bengkok atau tua.Ada
cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empeng biasanya
masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es, secara otomatis
mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-cuk akan mengambang.Cuk
diambil dengan saringan halus,lalu dimasukan ke dalam air yang telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes
untuk ember ukuran 15 liter, ini untuk "membangunkan" cuk, setelah itu cuk dicuci dengan air
bersihdan siap disajikan. Jika cuk susah diperoleh, cacing cutra ,cacing rambut, atau cacing darah
juga bisa diberikan,namun penggunannya terkadang membuat cupang menjadi kembung.
Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum siap disajikan

B. Ganti Air

Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap
hari,semakin sering air diganti pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas maksimal
pergantian air 3 hari. Caranya cukup menyedot dengan selang plastik. Seminggu sekali air
diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih kemudian dijemur agar kuman-kumannya mati.
Cara lain untuk membunh cendawanatau bakteri dengan merendam wadah itu dengan larutan PK
dosis tinggi selama 1-2 jam. setelah itu wadah dicuci dengan bersih dan dijemur. Terlambat
mengganti air menyebabkan penyakit. sisa pakan dan kotoran cupang yang mengendap di dasar
air dapat menyebabkan penyakit misalnya: white spot , velvet, busung dan berak putih

Betta Collection: Budidaya Ikan Cupang


Betta Collection

Keindahan tubuh dan ciri-ciri yang spesifik yang dimiliki oleh setiap ikan hias serta nilai
ekonomis, adalah faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan hias. Salah satu
jenis ikan yang memiliki syarat-syarat tersebut adalah ikan Betta.

Untuk membudidayakan atau mengembangkan ikan Betta atau cupang hias tidaklah memerlukan
lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Tulung Agung, Blitar
Kediri dan sekitarnya banyak yang membudidaya ikan cupang hias ini. Ada yang dilakukan
diatas dek rumah dan dipekarangan yang relatif sempit Namun ada juga yang menggunakan
kolam khusus. Soal wadah tidak terlalu repot. Dengan menggunakan wadah bekas ataupun
kolam bak semen atau akuarium biasapun oke. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan
dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya
digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang
airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk
pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih
mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak
perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya
lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil
atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah,
siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan
ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

a. Umur ± 4 bulan
b. Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
c. Gerakannya agresif dan lincah.
d. Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :

a. Umur telah mencapai +- 4 bulan


b. Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
c. Gerakannya lambat.
d. Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
e. kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya
adalah melakukan pemijahan :

1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.


2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah
pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang
dipersiapkan oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai
menetas.

Pembesaran anak

1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah
harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan
sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi
dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan
baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat
keindahannya dan dapat dipasarkan.

Cara Memilih Ikan Cupang yang Berkualitas

Tips yang kedua ini berisi bagaimana rekan-rekan sesama pen"cupang_Mania"


kita harus pandai-pandai dalam hal memilih ikan yang berkualitas,oleh sebab
itu tips yang kedua ini harap dibaca dengan baik-baik dan seksama.sudah
siap?????

1. Pilihlah ikan yangekornya lebar dan seritnya tebal, jangan yang tipis (karena
jika tipis mudah terkena penyakit,dan akibatnya seritnya akan menjadi
keriting).
2. Bentuk ekor kalau bisa 180 derajat (biasa disebut a Half Moon), karena
perkembangan ekornya akan memanjang (usahakan jangan memilih yang
ekornya kurang lebar),karena sewaktu ikan itu berkembang manjadi besar
antara ekor dan siripnya ada celah sehingga kurang bagus.
3. Bentuk ekor seritnys harus sama dan rapi.
4. Letak Ekor dengan badan ikan harus ditengah benar-benar seimbang, jangan
agak menjorok ke atas.
5. Pilihlah ikan yang badannya besar, jangan yang memanjang, karena
memanjang maka pada saat ikan itu berkembang menjadi besar antara ekor
dan siripnya akan ada celah.(kurang rapat)
6. Pangkal ekornya harus tebal, jika tipis maka pada saat perkembangan
ikannya tidak menambah lebar dari ekornya.
7. Pilihlah ikan yang sering/senang bermain di dasar atau tengah air, karena
kalau ikan yang sering bermain di atas kemungkinan ekor yang lebar tersebut
urat dari seritnya tersebut akan patah.
8. Jika ikan yang kita sukai sering bermain di permukaan air, caranya agar ikan
tersebut tidak bermain di atas adalah sekat yang untuk menutup akuarium
ditutup setengah saj (dari atas ketengah), jadi yang terlihat hanya dari bagian
tengah ke bawah.
9. Jika kita memilih ikan warna kombinasi, kalau bisa warna di ekor dan
disiripnya sempurna (Tidak berantakan=rapi).
10 Begitu pula bila memilih ikan warna dasar, jangan ada warna lain dari ikan
tersebut kalau bisa dasinya tersebut juga harus sama dengan warna ikannya.
Biasanya ikan dalam kategori warna dasar dasinya berwarna merah.
11 Pilihlah ikan yang serit di siripnya atau ekornya jangan ada yang transparan.
(Adhecyber Peutua)