You are on page 1of 5

MESIN PEMUPUKAN TANAMAN

Pemupukan merupakan usaha memasukkan usaha zat hara kedalam


tanah dengan maksud memberikan/menambahkan zat tersebut untuk
pertumbuhan tanaman agar didapatkan hasil (produksi) yang diharapkan.
Disamping itu pupuk dapat diberikan melalui batang atau daun sebagai larutan.
Pupuk diperlukan apabila tanah sudah miskin akan zat hara, karena telah lama
diusahakan.

Cara penempatan pupuk dan pemberian pupuk dalam tanah yang tepat
merupakan hal sangat penting. Agar pupuk dapat dimanfaatkan tanaman secara
baik, pupuk harus berada dalam daerah perakaran. Pupuk tanaman dapat
berbentuk padat, cair atau gas. Pupuk tersebut dapat diberikan melalui beberapa
cara. Pemberian dapat dilakukan dengan menggunakan alat penyebar pupuk.

Alat/mesin pemupukan di Indonesia masih belum berkembang.


Umumnya pemupukan masih dilakukan secara tradisional oleh para petani.

Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,


alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :

1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia

2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan

3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor

A.1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia

Dari keterangan di atas maka dapat dilihat bermacam-macm alat untuk


pemupukan dan bagaimana cara penggunaannya sebagai berikut.
a. Penyebaran (Spreading)

Alat penyebar bahan dapat dibagi dalam tiga katagori: 1) sentrifugal, 2)


gravitasi, dan 3) hembusan udara. Penyebaran pada distributor sentrifugal
menggunakan spiner diperlihatkan pada Gambar 13. Spiner dengan sudu-sudu
yang lurus maupun lengkung biasa digunakan. Spiner diputar untuk
menyebarkan pupuk ke arah samping dan belakang dengan gaya sentrifugal dari
putarannya.

Kadang-kadang untuk aplikator bahan kimia tepung dengan penyebaran


bahan yang tidak terlalu lebar, digunakan difuser seperti diperlihatkan pada
Gambar 14. Difuser menyebarkan pupuk yang keluar dari lubang keluaran
penjatah, dalam bentuk alur di permukaan yang relatif lebar.

Gambar 13. Beberapa jenis spiner untuk distributor sentrifugal (Srivastava et al.,
1993).
Gambar 14. Beberapa jenis difuser untuk aplikator tipe gravitasi (Srivastava et
al., 1993).

b. Penempatan (Placement)

Alat penempatan bahan dapat dibagi ke dalam penempatan di atas


permukaan dan di bawah permukaan tanah. Aplikasi di atas permukaan tanah
biasanya dicampurkan ke dalam tanah dengan alat pengolahan tanah (lihat video
penggaruan) sebelum penanaman. Pada tanaman yang sudah tumbuh, bahan
kimia diaplikasikan sebagai top dressing dan tidak dicampurkan ke dalam tanah,
khususnya pada penanaman rapat/padat. Kadang-kadang pupuk ditempatkan
cukup dalam di bawah permukaan tanah dengan sebuah penanam atau
kultivator. Pupuk juga ditempatkan di kedalaman yang cukup dalam tanah
menggunakan bajak chisel atau di dasar alur pembajakan seperti diperlihatkan
pada Gambar 15.

Penempatan dalam barisan saat penananaman dalam barisan dilakukan


dengan aplikator yang independen dari pembuka alur untuk benih. Pembuka alur
yang mirip untuk penananaman seperti piringan ganda (double disk), piringan
tunggal (single disk), dan pemuka alur tipe runner sering digunakan untuk
penempatan pupuk dalam alur. Gambar 16 menunjukkan contoh sebuah mesin
pemupuk dan penanam ditarik traktor tangan, di mana pembuka alur pupuk
berada di depan untuk membuat alur pupuk dengan kedalaman lebih dalam dari
alur benih.

Gambar 15. Alat pemupuk desain IRRI yang menempatkan pupuk pada
dasar alur bajak (Koga, 1988).

Gambar 16. Sebuah mesin pemupuk dan penanam yang ditarik traktor tangan
(koga, 1988).

Untuk mengaplikasikan bahan kimia tepung, dapat juga menggunakan


sebuah duster atau power duster seperti diperlhatkan pada Gambar 17. Knapsack
power duster (duster tipe gendong) pada Gambar 17 tersebut memiiki
kemampuan penebaran bahan kimia bentuk tepung ke arah horizontal 25 m, arah
vertical 15 m, dan kapasitas container 11-12 liter, berat bersih 13.5 kg dengan
daya motor 1.18 kW pada 5000 rpm dan konsumsi bahan bakarnya 530
ml/kW.jam. Desain utamanya adalah kotak penyimpan bahan (hopper), blower
penghembus, dan saluran penghembus. Blower yang digerakkan oleh motor
bakar ukuran kecil berfungsi memberikan hembusan pada dasar hopper untuk
memperlancar penjatahan bahan dan menghembuskan bahan ke arah saluran
penghembus untuk disebarkan ke sasarannya. Saat ini, banyak power mist
blower yang memiliki fasilitas untuk penghembus bahan tepung, selain
menyemprotkan bahan cair.

Gambar 17. Sebuah knapsack power duster