You are on page 1of 4

KUNCI JAWABAN (ANSWER KEY)

MID-EXAM: AKUNTANSI PAJAK

1. Berikut slip gaji salah satu pegawai tetap (Suryo) pada PT. Makmur Jaya.
Gaji Kotor Rp. 5.000.000,-
PPh Pasal 21 (Rp. 160.500,-)
Gaji dibayarkan Rp. 4.839.500,-
Suryo adalah pegawai tetap, telah menikah, dimana istri tidak berpenghasilan dan
menanggung seorang anak angkat sepenuhnya, menerima gaji Rp. 5.000.000,- sebulan.
Diminta:
a. Buatlah penghitungan PPh pasal 21 karyawan yang dibayarkan oleh PT. Makmur Jaya
sebesar Rp. 160.500,- !

Jawab (Nilai: 10):


Gaji = 5.000.000
Pengurangan:
Tunjangan Jabatan 5% x 5.000.000 = (250.000)
Pendapatan Netto Sebulan = 4.750.000
Pendapatan Netto Disetahunkan = 57.000.000
PTKP:
Suryo Pribadi 15.840.000
Status Menikah 1.320.000
Anak 1 1.320.000
Total PTKP = 18.480.000
Pendapatan Kena Pajak (PKP) = 38.520.000

PPh 21 Setahun: 5% x 38.520.000 = 1.926.000


PPh 21 Bulan Ini (1.926.000 : 12) = 160.500

b. Buatlah jurnal yang harus dibuat oleh PT. Makmur Jaya pada saat pembayaran gaji
karyawan secara cash (tanggal 1 Februari 2010) dan saat penyetoran PPh 21 pada bank
korespondensi (tanggal 9 Maret 2010)!

Jawab:

Jurnal (di buku PT. Makmur Jaya):

Saat Pembayaran Gaji dan Pemotongan PPh 21 (1 Februari 2010) ‘dengan slip gaji
sebagai bukti transaksi’, (Nilai: 10):
[Debit] [Kredit]
Biaya Gaji 5.000.000
Kas 4.839.500
Hutang PPh 21 160.500
5.000.000 5.000.000
Program Studi Ilmu Administrasi Niaga (Reguler) Page 1 of 4
Saat Penyetoran PPh 21 ke Kas Negara melali Bank Persepsi (9 Maret 2010), ‘dengan
formulir Surat Setoran Pajak (SSP) sebagai bukti transaksi, (Nilai: 10):
[Debit] [Kredit]
Hutang PPh 21 160.500
Kas 160.500
160.500 160.500

2. Feri Irawan merupakan karyawan yang dibayar berdasarkan upah harian, tapi menerima
secara bulanan, setiap bulan Feri menerima gaji senilai Rp. 1.000.000,-. Statusnya belum
menikah. Apakah penghasilan Feri Irawan dikenakan PPh 21? Jika iya, buatlah perhitungan
dan jurnalnya. Jika tidak, kenapa?
Jawab (Nilai: 10): Feri tidak dikenakan PPh 21.
Alasannya (Nilai 10): PPh 21 untuk Pegawai Tidak Tetap
PPh 21= Tarif PPh x Penghasilan Kena Pajak (PKP)
PKP = Penghasilan Netto – Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
PPh 21 tidak terhutang bagi penghasilan bruto Feri, karena dibawah PTKP (Penghasilan Feri
Irawan disetahunkan 12 x Rp. 1.000.000 = Rp. 12.000.000, sementara PTKP setahun untuk
Feri Irawan pribadi Rp. 15.840.000)

3. PT. Wangun Budi adalah sebuah perusahaan konseri yang sudah dikukuhkan sebagai PKP
sejak 20 Maret 1996. Pada 2 Januari 2010 mulai melakukan kegiatan membangun gedung
untuk tambahan gedung dan kantor administrasi untuk kegiatan manajemen. Luas seluruh
bangunan 650m2. Kegiatan ini tidak diserahkan kepada pemborong melainkan dilakukan
oleh tukang batu dan tukang kayu yang dibayar harian dan diawasi sendiri. Dalam bulan
Januari 2010 telah dikeluarkan sejumlah Rp. 40.000.000,- untuk pembelian bahan bangunan
dan ongkos tukang. Atas kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam kegiatan
usaha atau pekerjaan PT. Wangun Budi sebagai perusahaan karoseri ini dikenakan PPN.
Diminta:
a. Hitunglah PPN yang dikenakan atas kegiatan membangun sendiri dan buatlah jurnal pada
saat terutang.

Jawab:
Dasar Hukum UU No. 8 Tahun 1983 diubah dengan UU No. 11 Tahun 1994, UU No. 18
Tahun 2000 dan UU No. 42 Tahun 2009.
Kutipan UU PPN No. 18 Tahun 2000:
PPN Atas Kegiatan Membangun Sendiri dikenakan atas kegiatan membangun sendiri yang
dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang
hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain. Batasan dan tata cara diatur Keputusan
Menteri Keuangan nomor 554/KMKM.04/2000 tanggal 22 Desember 2000 yang sebagian
diantaranya adalah: luas bangunan 400M2 atau lebih dan bersifat permanen, PPN= 10% x
(40% x jumlah biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan untuk membangun bangunan
tersebut, tidak termasuk harga perolehan tanah), saat terutang pada saat dimulai
dilaksanakannya pembangunan oleh orang pribadi atau badan, disetor ke kas negara melalui
kantor pos atau bank persepsi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.

Program Studi Ilmu Administrasi Niaga (Reguler) Page 2 of 4


Adapun PPN yang terhutang untuk masa pajak Januari 2010 (Nilai 10):
= 10% x (40% x Rp. 40.000.000,-)
= Rp. 1.600.000,-
Jurnal (di buku PT. Wangun Budi) (Nilai 10):

Saat PPN terutang (Pada saat dimulai dilaksanakannya pembangunan oleh orang pribadi
atau badan, 2 Januari 2010):
[Debit] [Kredit]
Gedung Dalam Proses 41.600.000
Hutang PPN (PPN yg masih harus dibayar) 1.600.000
Kas 40.000.000
41.600.000 41.600.000

b. Kapan PT. Wangun Budi selambat-lambatnya membayar ke kas Negara melalui bank
persepsi atau kantor pos?
Jawab (Nilai: 10):
Kutipan UU PPN No. 42 Tahun 2009:
Pasal 15A Ayat 1:
Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai oleh Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9 ayat (3) harus dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah
berakhirnya Masa Pajak dan sebelum Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai
disampaikan.
Pasal II:
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2010.

Jadi, PT. Wangun Budi selambat-lambatnya membayar PPN terutang masa Januari 2010
adalah pada 15 Februari 2010 (peraturan lama), namun untuk pelaksanaannya mulai tanggal
1 April 2010, selambat-lambatnya membayar PPN terutang paling lama akhir bulan
berikutnya.
4. Arif Subekti memiliki saham pada PT. Duhita Raya yang bergerak dalam bidang garmen.
Pada akhir tahun PT. Duhita Raya membagi dividen kepada Arif Subekti sebesar Rp.
100.000.000,- dalam bentuk uang tunai. Hitunglah Pajak Penghasilan Final dan buatlah jurnal
nya!
Kutipan UU 36 2008 Tentang Pajak Penghasilan:
Pasal 4 Ayat 1 Huruf G:
Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis
yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar
Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak
yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk:
g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi
kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.

Program Studi Ilmu Administrasi Niaga (Reguler) Page 3 of 4


Pasal 4 Ayat 2 Huruf G:
Penghasilan di bawah ini dapat dikenai pajak bersifat final:
e. Penghasilan tertentu lainnya,yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 111/PMK.03/2010 tanggal 14 Juni 2010:
“Penghasilan deviden dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk deviden dari
perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi yang
diterima WP orang pribadi dalam negeri dikenakan pajak 10% dan bersifat final”.

Pasal 17 Ayat 2 Huruf C:


“Tarif yang dikenakan atas penghasilan berupa dividen yang dibagikan kepada Wajib Pajak
orang pribadi dalam negeri adalah paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dan bersifat
final”.
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 111/PMK.03/2010 tanggal 14 Juni
2010 tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan atas
Dividen yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (Pasal 1
Ayat 1):
Atas penghasilan berupa dividen yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi
dalam negeri dikenai Pajak Penghasilan sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah bruto dan
bersifat final.

PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 46 Akuntansi Pajak Penghasilan (Hal. 1
baris 26):
Pajak Penghasilan Final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu bahwa setelah
pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak
penghasilan final tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak
penghasilan yang bersifat tidak final. Pajak jenis ini dapat dikenakan terhadap jenis
penghasilan, transaksi, atau usaha tertentu.

Jawab (Nilai 10):


Maka atas pembagian dividen tersebut kepada Tuan Arif Subekti, PT. Duhita Raya memotong
PPh dengan perhitungan sebagai berikut:
Pendapatan Dividen Arif Subekti 100.000.000,-
PPh Final Atas Dividen, 10% x 100.000.000 (10.000.000,-)
Kas yang dibayarkan 90.000.000,-

Jurnal (di buku PT. Duhita Raya) (Nilai 10):

[Debit] [Kredit]
Dividen 100.000.000
Hutang PPh (PPh yg masih harus dibayar) 10.000.000
Kas 90.000.000
100.000.000 100.000.000

Program Studi Ilmu Administrasi Niaga (Reguler) Page 4 of 4