You are on page 1of 3

From: Roy@Telkomsel.co.

id

Sent: Friday, October 01, 1999 3:22 PM


Subject: Re: FW: hati- hati
Importance: High

Saya juga pernah mengalami hal yang sama, pertama waktu Lina ke kampus dan waktu
pulangnya dia naik bus kalau nggak salah t-66 juga atau 620 tanpa disadari penumpang di
dalam itu adalah satu kelompok perampok dan yg lain hanya perempuan termasuk Lina,
ciri-ciri mereka:
1. duduk terpencar dan kebanyakan duduk di bagian tengah bukan di dekat jendela
2. sedikit memaksa untuk penumpang yg baru masuk agar duduk di dekat jendela
3. beroperasi sekitar jam istirahat kantor atau jam kantor
4. biasa beroperasi di dekat haltebus yg sepi (sebelum AMEX)

Ketika itu masuk seorang pria (seperti Office Boy) yg baru belanja, dan langsung ditarik
angan dan kakinya sehingga ia terjatuh dan ditarik ke pintu belakang untuk didorong
keluar, untung Lina cepat keluar lalu semua penumpang ikut keluar ternyata semua pria
di bus itu satu komplotan.

Kejadian yang sama ketika kita berdua habis dari BCA Depkes, rupanya mereka
memperhatikan orang-orang yg keluar dari BCA, kebetulan saya membawa HP di dalam
saku, saya bersikeras tidak mau duduk... krn saya mencurigai orang-orang tsb, ada
seseorang yg mempersilahkan duduk tapi ditengah (dekat jendela) tapi saya tolak dan ada
seorang lagi yg memperhatikan bentuk saku saya, dia berdalih seperti ingin melihat jalan
didepan setelah dekat halte sebelum AMEX mereka berhenti dan satu orang sengaja
keluar duluan kemudian yg dibelakang mencekal celana saya dekat mata kaki sehingga
satu kaki tidak bisa bergerak, tiba-tiba yg didepan tadi berbalik dan mendorong saya
sehingga saya terjatuh tetapi saya tetap pertahankan HP saya, teman-temannya yg lain
keluar dari pintu belakang langsung mengambil batu untuk berjaga-jaga, krn tidak
berhasil mereka melarikan diri dgn menyebrang jalan dan naik lagi bus kearah manggarai
t-66.

Sepertinya para awak bus itu tidak terlibat tetapi mereka mungkin takut krn diancam
setibanya di terminal.
Sekian pengalaman kami berhati-hatilah.
ANANG SISWANTO wrote:
> Info..............
>
> -----Original Message-----
> From: ALTA VEGANEP
> Posted At: Friday, October 01, 1999 11:23 AM
> Posted To: Public Information
> Conversation: hati- hati
> Subject: hati- hati
>
BE CAREFUL AT KUNINGAN, RASUNA SAID
Dear all,
Please be careful when u walk at kuningan (HR Rasuna Said). Especially for male. I've
heard 2 robbery with the same-and new MO in less than 1 month.

The 1st story was told to me by the victim's friend, who is also a friend of mine. The
victim was a male, young, with an atlhetic figure.
When he was waiting for the green light at the cross of menara duta building, suddenly
about 10 men surrounded him. They got hold his hands and legs, then lift him and carried
him to the bushes (by the river). The robbers then took his cellphone, watch, wallet, and
search all over his body for valuable things. He lost everything... probably his pride too
(can u imagine a man being search all over his body by other men in public....?)

The second one was told to me this evening. The MO is the same, but the scene was in
the bus (T-66), which was seem to waiting for passengers, in front of mulia tower. About
10 men held the victim (male) in the bus' floor, then took all his things (including small
hanges) then throw him out of the bus after they finished. Then the bus ran away. This
time, I was told by a female friend, who was shared the same bus. She was quick enough
to jump off the bus when she saw the crime about to begin.

Both crime was on the lunch hours. So, be careful when u walk at Kuningan street. Just
stay away from bunch of ppl who look suspicious. Btw, why can't we just protect each
other. Help the victim when there is a crime in progress. If we try to ignore, than the
criminals might get braver and braver. And each one of us can be the next victim.
Hmmm.... (I'm afraid) the next story I'll hear probably won't just involve male victims....
Please Be Careful On The Street

Dear all,
Ini juga ada berita yang hampir sama dan tidak perlu dikonfirmasikan lagi kebenarannya
karena yang mengalaminya adalah pengemudi dari departement kami sendiri kemarin
pagi. Kira - kira pukul 05.00 kemarin pengemudi tersebut berangkat dari Halim airport
hendak menuju ke Sunter, persis dibawah jembatan Cawang lampu traffic menyala merah
dan dia berada diurutan ke 5. Mendadak lehernya ditusuk dengan kawat seperti gancu
pemecah es batulewat kaca jendela yang terbuka kira - kira 4 cm dan menyuruh si bapak
untuk membuka jendela lebih besar dan setelah dibuka baru lehernya dikalungi celurit.
Setelah meminta jam tangan dan mengambil uang didompetnya mobil tersebut ditinggal
dan tidak lama kemudian seperti ada komando untuk"Cabut" dan serta merta lampu
mendadak jadi hijau. Seluruh kendaraan yang dirampok ada kira kira 9 kendaraan dalam
waktu yang bersamaan.
Jadi harap berhati - hati kalau dilampu merah jangan membuka kaca jendela sedikitpun
jika berhenti di prapatan. Terutama bagi rekan -rekan wanita agar jangan mengemudi
seorang diri apalagi kalau hari sudah / masih gelap !!!!

HATI-HATI BERKOMPROMI DENGAN POLISI LALIN


Beberapa waktu yang lalu saya kena tilang karena melanggar 3 in 1 disekitar Jl. Jenderal
Sudirman (seberang gedung Landmark).
Terjadilah tawar menawar dalam urusan 'sidang di tempat' dengan Petugas Polisi
(memakai jip terbuka). Karena saya tidak cukup membawa uang yang diinginkan
akhirnya memilih ditilang resmi alias sidang beneran dengan memberikan SIM-A saya.
Sesuai hari yang ditentukan saya pun memenuhi panggilan untuk sidang, namun sampai
acara sidang selesai nama saya tak kunjung dipanggil, segera saya temui petugas
pengadilan dan beliau mengatakan "Bapak coba cek ke Komdak, mungkin SIM-A Bapak
masih disana" katanya sedikit memberi petunjuk.
"Lho saya kan terdaftar dalam sidang hari ini" saya coba berargumentasi, Mungkin
berkasnya (SIM-A) terselip..." katanya enteng.
Keesokan harinya sepagi mungkin saya segera ke Komdak dan menuju ke salah satu
ruangan sesuai petunjuk. Kebetulan pada saat itu saya bertemu kembali dengan petugas
pengadilan, dan segera membantu mencari berkas sidang saya [SIM-A). Meskipun
setelah dibantu juga oleh salah satu staff administrasi Kepolisian SIM saya tetap tidak
ditemukan!
Sembari bingung, tiba-tiba salah satu petugas Polisi menegur ramah dan menanyakan
permasalahan saya, dan beliau pun langsung menebak "Pasti SIM-A Bapak masih
ditangan petugas yang menilang" katanya pasti.
Akhirnya dia memberikan saran untuk memberi uang pelicin untuk mendapatkan kembali
SIM saya, akhirnya karena saya pikir tidak ada jalan keluar akhirnya saya sepakati
memberinya Rp.45.000,-.
Bergegas petugas tersebut menuju salah satu Pos Polisi tempat ngumpul Polisi-polisi ber
Jip terbuka. Selang beberapa menit, Astaga...ternyata SIM-A saya masih ada ditangan
mereka.
Akhirnya saya berkesimpulan bahwa SIM-A saya sengaja dikantongi untuk tetap
mendapatkan uang pelicin, ya... Tuhan Pengadilan-pun bisa dipermainkan oleh oknum-
oknum Polisi tak bermoral.
Nah, para netter pengalaman ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan kala kita
ditilang, mudah-mudahan kejadian ini tidak akan terjadi lagi.