You are on page 1of 16

PERATURAN UMUM

ANGGARAN DASAR
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI
PONDOK MODERN SUMBER DAYA AT-TAQWA
( BEM STT POMOSDA )
2007-2008

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
MUQODIMAH

BEM STT POMOSDA sebagai organisasi kemahasiswaan


merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis dalam membina dan
membentuk karakter budaya bangsa. Sebagai upaya peningkatan dan
pengembangan organisasi kemahasiswaan maka pada tanggal 12 September
2000 telah dibentuk BEM STT POMOSDA sebagai manifestasi

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Pengertian BEM dan AD/ART
1. BEM merupakan suatu organisasi kemahasiswaan di tingkat sekolah
tinggi yang diselenggarakan, oleh, dan untuk mahasiswa, guna
melaksanakan kegiatan ekstra kulikuler di bidang pemberdayaan
mahasiswa, informasi dan komunikasi, kerohanian, bakat dan minat,
sosial kemasyarakatan dan untuk selanjutnya disebut BEM .
2. AD/ART BEM singkatan dari Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga merupakan suatu pedoman dasar penyelenggaraan
yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan
program dan menyelenggarakan kegiatan non-struktural sesuai
dengan tujuan BEM STIAB “Smaratungga”.

Pasal 2
Jati Diri
1. BEM STIAB “Smaratungga”adalah lembaga kemahasiswaan yang
bergerak di bidang pemberdayaan mahasiswa, informasi dan
komunikasi,, kerohanian, bakat dan minat, sosial kemasyarakatan
serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dangan Buddha
Dhamma
2. BEM bernaung dibawah STIAB “Smaratungga” yang berorientasi
keagaman dan bernafaskan agama Buddha.

Pasal 3
Asas
1. BEM STIAB “Smaratungga” berasas Pancasila, UUD 1945 dan
ajaran agama Buddha.
2. Landasan dasar operasional BEM STIAB “Smaratungga” adalah
AD/ART BEM, Statuta STIAB “Smaratungga” dan peraturan lain
yang terkait serta kebijakan dari lembaga.
Pasal 4
Tujuan
1. Tujuan Pokok BEM STIAB “Smaratungga”
a. Menumbuhkan sikap dan tekad kemandirian Mahasiswa
khususnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui
kegiatan ilmiah, aplikatif dan rasionalis.
b. Meningkatkan keyakinaan (Saddha) Mahasiswa
2. Penyelenggaraan untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud ayat
1 yang berpedoman pada:
a. Tujuan STIAB ” Smaratungga”
b. Kaidah, moral dan etika keorganisasian
c. Minat, kepentingan, kemampuan dan prakarsa mahasiswa

Pasal 5
Fungsi BEM
BEM berfungsi sebagai:
1. Sarana untuk mengembangkan bakat minat dan kemampuan
mahasiswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian,dan
secara khusus dibidang agama Buddha
2. Sarana mahasiswa untuk menyalurkan sumbang saran dan
aspirasinya kepada pihak lembaga demi mewujudkan kesejahteraan
dilingkungan kampus

Pasal 6
Wujud Lambang BEM
1. Lambang Bentuk Bunga teratai berdaun delapan, melambangkan
kesucian “ Jalan Mulia Berunsur Delapan “, mengantarkan
mahasiswa membawa keharuman almamater, tanah air dan bangsa.
2. Lingkaran melambangkan kekuatan yang bulat dalam persatuan
BEM dengan STIAB “Smaratungga”.
3. Padi dan Kapas melambangkan BEM dengan STIAB “Smaratungga”
mempunyai semangat yang ulet, yang kelak mampu membawa
agama, bangsa dan Negara maju berdasarkan Tri Dharma Perguruan
Tinggi.
4. Stupa melambangkan BEM STIAB “Smaratungga” mempunyai sifat
–sifat budi pekerti yang luhur.
5. Swastika melambangkan usaha yang terus menerus dalam
memajukan pribadi dan almamater.
6. Secara Kebulatan Lambang yang BEM STIAB “Smaratungga”
bercita–cita membangun diri, kampus, masyarakat, agama, bangsa
dan Negara berdasarkan “ Jalan Mulia Berunsur Delapan “ yang
memiliki sifat luhur yang bersatu padu, mengantarkan pada
kesejahteraan masyarakat.

Pasal 7
Mars BEM
1. Mars BEM STIAB “Smaratungga” merupakan Mars STIAB
“Smaratungga”.
2. BEM STIAB “Smaratungga” dapat menciptakan Mars sendiri bila
dibutuhkan.

Pasal 8
Bendera BEM

Bendera BEM STIAB “Smaratungga” mempunyai ciri-ciri:


1. Panji- panji Buddhis
2. Dharma Acarya

Pasal 9
Hubungan BEM dengan STIAB “ Smaratungga”

1. BEM STIAB “Smaratungga” bertanggung jawab kepada PUKET


III bidang kemahasiswaan.
2. Hubungan BEM dengan STIAB ”Smaratungga” bersifat
koordinatif.
3. PUKET III mewakili BEM dalam senat Perguruan Tinggi.

BAB II
KETENTUAN POKOK

Pasal 10
Kedudukan BEM
BEM berkedudukan di Sekolah tinggi dan merupakan kelengkapan
non struktural pada STIAB “Smaratungga”

Pasal 11
Tugas dan wewenang
1. BEM mempunyai tugas pokok yaitu mewakili mahasiswa sekolah
Tinggi di bidang ekstrakurikuler dan memberi pendapat, dan
saran kepada lembaga, terutama yang berkaitan dengan fungsi
dan pencapaian tujuan.
2. Menyusun dan mengajukan program kerja berdasarkan Garis
Besar Haluan Program lembaga kemahasiswaan di sekolah tinggi
dan program permulaan Tahun Program kepada PUKET III
untuk dikoordinasikan.
3. Melaksanakan program yang telah direncanakan bersama dan
disetuji PUKET III.
4. Memberi laporan periodik atas kegiatan BEM minimal ½
( setengah) ditambah satu dari jumlah anggota.
5. Apabila undangan pertama tidak dipenuhi kuorum maka sidang
atas undangan dianggap sah untuk mengambil keputusan.
6. Apabila ada kepentingan yang dianggap perlu, maka diadakan
sidang Istimewa.
7. Menggiatkan kegiatan mahasiswa sebagai basis kegiatan
mahasiswa.
8. Mewakili mahasiswa dalam kegiatan kedalam dan keluar.
9. Kegiatan keluar dan atau berhubungan dengan luar sekolah
Tinggi dilakukan dengan sepengetahuan lembaga, dan seijin
PUKET III.
10. Memberi laporan pertanggung jawaban pelaksanaan program
pada akhir masa jabatan kepada PUKET III dan lembaga.

Pasal 12
Pembentukan BEM
1. Pemilihan ketua BEM dilakukan oleh seluruh mahasiswa dan
disahkan lembaga.
2. Ketua BEM terpilih dibantu oleh komisi pemilihan membentuk
komisi-komisi yang terdiri dari:
a. Komisi A ( Bidang Pemberdayaan Mahasiswa)
b. Komisi B ( Bidang Sistem Informasi Dan Komunikasi )
c. Komisi C ( Bidang Kerohanian)
d. Komisi D ( Bidang Bakat dan Minat)
e. Komisi E ( Bidang Sosial Kemasyarakatan)
3. Pengurus BEM sesuai dengan Profesinya masing- masing.
4. BEM memiliki teknisi dan dokumentasi yang berfungsi untuk
membantu kelancaran program BEM.

Pasal 13
Unsur Pimpinan BEM
1. Ketua adalah penanggung jawab utama BEM yang mengarah
pada pendidikan, disamping memberikan arahan serta kebijakan
umum, menetapkan peraturan, norma dan tolok ukur
penyelenggaraan program kerja.
2. Tugas Ketua:
a. Memimpin menyelenggarakan kegiatan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat.
b. Membina dan melaksanakan kerjasama dengan instansi
lembaga dan masyarakat
3. Ketua dapat mengadakan hubungan kerjasama dengan
Perguruan Tinggi atau lembaga lain dalam rangka pengembangan
dan kemajuan BEM dan STIAB “Smaratungga” dengan seijin
PUKET III.
a. Ketua memberikan LPJ selama masa jabatan kepada PUKET
III
b. Ketua selalu menaati dan menjaga wibawa ketentuan dari
lembaga dan AD/ART serta peraturan perundangan lain yang
terbuka
Pasal 14
Kepengurusan BEM
1. BEM dipimpin oleh 1 ketua, 1 wakil, 2 sekretaris, 2 bendahara,
dan 1 tim teknisi, serta komisi lainnya.
2. pemimpin BEM bersama-sama komisi disebut pengurus BEM
3. komisi dibentuk menurut kebutuhan
4. Pengurus BEM diangkat dan bertanggung jawab kepada ketua
5. Masa kerja BEM 1 tahun, ketua tidak dapat dipilih kembali
6. Pengurus masih dapat dipilih kembali di kepengurusan BEM yang
akan datang dengan ketentuan batas pengambilan maksimal 40%
dari BEM terdahulu.

Pasal 15
Syarat-syarat pengurus BEM
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b. Berwawasan Organisasi, Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
c. Memiliki moral dan integritas yang tinggi
d. Memiliki rasa tanggung jawab terhadap organisasi
e. 50% pengurus BEM memiliki sertifikat LDK
Pasal 16
Pengisian kekosongan Kepengurusan BEM
1. Dalam hal kekosongan jabatan ketua BEM, pemimpin BEM
segera melapor kepada lembaga dan PUKET III untuk diisi
kembali.
2. Apabila kepengurusan BEM kosong, maka Ketua BEM berhak
untuk menunjuk secara langsung.

Pasal 17
Persidangan BEM
Frekuensi dan tata cara pelaksanaan persidangan BEM
1. Sidang pimpinan BEM sekurang-kurangnya 1x dalam dua minggu
2. Sidang pengurus BEM diadakan sekurang-kurangnya 1x dalam 1
bulan.
3. Dalam berlangsungnya sidang dianggap sah bila dihadiri ½
ditambah satu dari jumlah anggota.
4. Bila undangan pertama tidak memenuhi kuorum maka sidang
atas undangan kedua dianggap sah untuk mengambil keputusan.
5. Bila ada kepentingan yang dianggap perlu, maka diadakan Sidang
Istimewa

Pasal 18
Cara Pengambilan keputusan BEM
1. Keputusan persidangan BEM dianggap sah bila telah memenuhi
suara 2/3 dari jumlah yang hadir dalam sidang.
2. Bila dalam sidang, pengambilan keputusan tidak dicapai suatu
mufakat dan voting, maka pengambilan suatu keputusan diambil
melalui persetujuan PUKET III.
Pasal 19
Penyelenggaraan Kegiatan
Penyelenggaraan kegiatan BEM dilaksanakan atas dasar program kerja
yang disusun oleh pengurus BEM bersama PUKET III.

Pasal 20
Tata Kerja
Dalam melaksanakan tugas, setiap pengurus BEM wajib menerapkan
prinsip koordinasi, integritas, dan sinkronisasi, baik dilingkungan kampus
maupun lingkungan di luar kampus.
1. Setiap anggota wajib menaati AD/ART serta peraturan-
peraturan yang ditetapkan oleh STIAB “Smaratungga”
2. Setiap anggota wajib ikut aktif dalam kegiatan kemahasiswaan
3. Setiap anggota wajib menjaga ketertiban, keserasian, dan
keamanan lingkungan.
4. Setiap anggota wajib ikut aktif dalam membangun dan menjaga
nama baik STIAB “Smaratunggga”.
5. Setiap anggota wajib membina persatuan dan persaudaraan di
lingkungan mahasiswa.
6. Setiap anggota wajib membayar iuran seperti yang telah
ditentukan.

Pasal 21
Syarat-syarat keanggotaan
1. Mempunyai integritas, kepribadian, dan budi pekerti sesuai
Buddha Dhamma.
2. Telah lulus dalam mengikuti Orientasi Studi atau kegiatan sejenis
di STIAB “Smaratungga”
3. Harus beragama Buddha
4. Harus memenuhi syarat kemahasiswaan yang berlaku di STIAB
“Smaratungga”
5. Sanggup mengikuti program kegiatan yang telah ditentukan oleh
BEM.
Pasal 22
Hak dan Kewajiban Anggota
1. Hak Anggota
a. Setiap anggota berhak dalam mengikuti kegiatan mahasiswa
serta memanfaatkan fasilitas oleh lembaga kemahasiswaan.
b. Setiap anggota berhak dipilih dan memilih.
c. Setiap anggota berhak mengeluarkan pendapat melalui
lembaga kemahasiswaan yang ada.
d. Setiap anggota berhak membela diri melalui BEM
e. Setiap anggota berhak membayar iuran seperti yang telah
ditentukan.
2. Kewajiban Anggota
a. Setiap anggota wajib menaati AD/ART serta peraturan –
peraturan yang telah ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu
Agama Buddha (STIAB) “ Smaratungga”.
b. Setiap anggota wajib ikut aktif dalam kegiatan
kemahasiswaan.
c. Setiap anggota wajib menjaga ketertiban, keserasian, dan
keamanan lingkungan.
d. Setiap anggota wajib ikut aktif dalam membangun dan
menjaga nama baik Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha
(STIAB) “ Smaratungga”.
e. Setiap anggota wajib membina persatuan dan persaudaraan di
lingkungan mahasiswa.
f. Setiap anggota wajib membayar iuran seperti yang telah
ditentukan.
Pasal 23
Hilangnya keanggotaan
Keanggotaaan BEM dianggap hilang apabila:
a. Meninggal dunia
b. Berhenti menjadi mahasiswa
c. Dipecat sebagai mahasiswa

Pasal 24
Keuangan
Sumber keuangan/ perbendaharaan BEM diperoleh dari:
a. Iuran wajib keluarga mahasiswa yang ditentukan setiap tahun
akademik
b. Bantuan yang diperoleh dari lembaga, atau yayasan
c. Usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan dasar dan
tujuan STIAB “Smaratungga”, serta tidak melanggar
peraturan yang ada.

BAB III
KETENTUAN PERUBAHAN DAN ATURAN PERALIHAN

Pasal 25
Syarat Perubahan
1. Perubahan AD/ART hanya dapat dilaksanakan dalam sidang
BEM yang dihadiri oleh lembaga, PUKET III serta anggota BEM
dari perwakilan Mahasiswa.
2. Kuorum untuk sidang tersebut sekurang kurangnya 2/3 dari
jumlah anggota.
3. Keputusan sah apabila disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari
jumlah hadir.
4. Apabila sudah menyimpang jauh dengan tujuan yang akan
dicapai oleh BEM atau sudah tidak sesuai dengan situasi dan
kondisi.

Pasal 26
Aturan tambahan
Segala sesuatu yang belum ditetapkan, lebih lanjut akan diatur dalam rapat
BEM atas persetujuan lembaga.

KETENTUAN REVISI

1. Pasal 1 ayat 1 : Penghapusan dan penambahan


2. Pasal 2 ayat 2 : Penghapusan dan penambahan
3. Pasal 3 Ayat 1 : Penambahan
4. Pasal 4 Ayat 1 & 2 : Penambahan
5. Pasal 5 ayat 1 & 2 : Perubahan dan Penambahan
6. Pasal 6 Ayat 3& 6 : Penambahan, penghapusan.
7. Pasal 8 : Penghapusan
8. Pasal 9 Ayat 2 : Penghapusan dan penambahan
9. Pasal 11 Ayat 1& 4 : Penghapusan dan perubahan
10. Pasal 13 ayat 3b : Perubahan
11. Pasal 20 Ayat 4 : Perubahan
12. Pasal 22 ayat 1 a,d,e& 2 b,e : Penghapusan, penambahan.
13. Pasal 24 : Perubahan
14. Pasal 25 Ayat 3& 4 : Perubahan
Ditetapkan di Ampel,……………….
Panitia perubahan AD/ART
BEM
STIAB “Smaratungga” JAWA TENGAH

…………….
Ketua
RENCANA PROGRAM KERJA MASING-MASING KOMISI
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)
SEKOLAH TINGGI ILMU AGAMA BUDDHA
(STIAB) SMARATUNGGA
PERIODE 2007/2008

A. KOMISI A ( Bidang Pemberdayaan Mahasiswa)


1. Kuliah Umum
2. Sivitas Akademika
Target : 1 minggu 1 kali
3. Seminar
Target : 1 kali dalam 1 tahun.
4. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK)
Target : 1 tahun 1 kali.

B. KOMISI B (Bidang System Informasi Dan Komunikasi


♥ Mengaktifkan surat kabar ( 1 hari 1x) dan madding (1 bulan 1X).
♥ Menghadiri Undangan di kampus lain.
♥ Rumpun bambu.
C. KOMISI C ( Bidang Kerohanian)
a) Puja bakti setiap sore dalam versi
puja bakti malam minggu untuk umum.
b) Vihara gita setiap malam sabtu.
c) Pelaksanaan uposatha dan
pindapata.
d) Meditasi 1 minggu 1 x ( hari rabu)
e) Merayakan hari raya agama
buddha.
f) Pelatihan pecan penghayatan
Dhamma.
D. KOMISI D ( Bakat dan Minat)
a. Mengadakan zona ekspresi di akhir masa jabatan
b. Mengadakan pesta olahraga
1. UKM karate
Program
• Mengadakan latihan rutin 1 minggu 1 X
• Mengadakan Peralataarate
• Mengundang pelatih.

2. UKM Vokal
• Mendatangkan pelatih tiap 2 bulan sekali
• Menampilkan dalam setiap acara di kampus
• Mengadakan latihan secara rutin pada hari minggu setelah puja
bhakti (1 minggu sekali)

3. UKM BuluTangkis
1) Mengadaan latihan seminggu 1 X.
2) Mengadakan pertandingan lomba setiap hari
raya.
3) Mengadaan lomba perahabatan dengan kampus
lain.
4. UKM Sepak Bola
a. Mengadakan latihan bersama dalam 2 minggu 2x
b. Mengadakan pertandingan persahabatan antar kampus maupun
diluar kampus
c. Mengadaan pertandingan di hari besar agama buddha.
5. Bola Volley
a. Mengadakan latihan bersama dalam 1 minggu 1x
b. Mengadakan pembuatan kostum.
c. Mengadakan pertandingan persahabatan di dalam ampus
maupun luar kampus.
d. Mengikuti turnamen-turnamen bola volley yang diselenggarakan
di dalam kampus maupun di luar kampus.
e. Pembentukan team bola volly putri
6. UKM Tari
1. Penyelenggaraan tari tradisional, kreasi dan modern.
2. Membentuk kelompok tari sesuai peminat.
3. Mengundang pelatih tari
4. Mengadakan latihan seminggu 1x
7. UKM Stupa
1) Kegiatan pendakian gunung ( muncak) yang dilaksanakan 2 kali
dalam 1 tahun.
2). Kegiatan bersih-bersih di lingkungan kampus dan vihara yang ada di
Sekitar kampus yang dilaksanakan pada hari raya agama Buddha.
3). Merekrut mahasiswa dari masing-masing semester.
8. UKM Teater
1. Mengadakan pementasan teater pada hari raya waisak.
2. Mengadakan latihan setiap akan pentas.
9. UKM Karawitan
10.UKM Vokal Group

E. KOMISI E ( BIDANG SOSIAL KEMASYARAKATAN )


1. Jangka pendek
Program Rutin Donor Darah setiap 3 bulan 1 kali.
2. Program jangka panjang
Bakti social pada perayaan hari raya waisak.