You are on page 1of 4

Guru Ku Mulai Tersenyum

Oleh: Hermariasi Panjaitan

Sebentar lagi Hari Guru. Ucapan syukur dan terimakasih terhadap para pendidik itu seiring dengan hari ulang tahun Korpri
(Korps Pegawai Republik Indonesia). Perayaannya berlangsung setiap 25 November.

Lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa pun berkumandang oleh para siswa pada tiap perayaan Hari Guru di sekolah, termasuk pada
acara perpisahan guru, untuk guru tercinta.

Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru// Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku// Semua baktimu akan kuukir di dalam
hatiku// Sbagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu// Engkau bagai pelita dalam kegelapan// Engkau laksana embun penyejuk dalam
kehausan// Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa//

Bait yang indah ciptaan Sartono, guru kesenian di SLTP Kristen Santo Bernandus Madiun, Jawa Timur, 29 tahun silam, selalu
dikenang setiap 25 November dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional. Tak ada yang menampik hymne guru itu memang indah.

Sudah 29 tahun usia hymne dimaksud terngiang di telinga guru. Selama itu pula gelar 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' selalu
disandangkan kepada guru, amat menyanjung.

Arti Kata Guru

Guru berasal dari bahasa Sansekerta, yang juga berarti guru, tetapi arti harafiahnya adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam
bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indenesia yang diterbitkan Balai Pustaka; guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Dengan
demikian secara harafiah pekerjaan guru adalah mengajar (teacher), yakni menjadikan seseorang dari tidak mengetahui sesuatu menjadi
tahu.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) tidak
ditemukan istilah Pengajar melainkan Pendidik. Ini menunjukkan bahwa tugas utama guru adalah mendidik dalam arti yang luas.

Peribahasa dan Pantun Terhadap Guru

Ada peribahasa terhadap guru, Guru kencing berdiri, yang artinya murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru
sebaiknya memberikan contoh yang baik.

Pantun (lihat: Sastra Melayu);

Berburu ke padang datar

Dapatkan rusa belang kaki

Berguru kepalang ajar

Bagaikan bunga kembang tak jadi

Ke hulu memotong pagar


Jangan terpotong batang durian

Cari guru tempat belajar

Jangan jadi sesal kemudian

Menyandang profesi guru amat menyanjung. Namun, di sisi lain justru kurang menguntungkan. Seringkali penghargaan yang
mereka terima tak lebih dari sekadar manis di bibir.

Karena begitu, dunia pendidikan di Indonesia tak kunjung membaik, termasuk di dalamnya adalah keterpurukan nasib mayoritas
guru. Guru dikesankan sebagai kelompok masyarakat yang melakukan pekerjaan ‘tulus’ tanpa boleh menuntut hak dan kesejahteraan yang
semestinya.

Kesejahteraan dalam arti luas bukan hanya persoalan gaji, melainkan lebih dari itu menyangkut kelancaran dalam kenaikan
pangkat, rasa aman dan nyaman dalam menjalankan profesinya, kepastian karier, hubungan antarpribadi, dan perlindungan hukum.

Hingga saat ini, tentang nasib guru memang terkesan terabaikan. Sebagai sebuah profesi, sudah sewajarnya guru diperlakukan
secara profesional sesuai hak-hak profesinya, termasuk kesejahteraan. Namun demikian, sebagai sebuah profesi, guru juga harus menepati
kewajiban-kewajibannya secara baik, penuh tanggungjawab, dan profesional.

Guru memang bukan satu-satunya elemen penentu keberhasilan pendidikan, namun tidak berlebihan apabila dikatakan guru
adalah kunci utama pendidikan. Jadi, perlu perhatian.

Empat tahun belakangan ini, Pemerintah mulai melirik keprihatinan terhadap profesi guru. Pemerintah pun memberikan
tunjangan profesi kepada guru yang telah memiliki sertipikat. Pemerintah sudah mensertipikasi guru secara nasional di seluruh Indonesia
sejak tahun 2006 dengan kuota 200.000, tahun 2007 kuotanya 200.000, tahun 2008 berkuota 180.450 dan tahun 2009 kuota guru yang
disertipikasi 200.000.

Guru-guru yang belum sarjana dikuliahkan, dan biayanya ditanggung pemerintah. Pemerintah mensertipikasi guru-guru pendidik
negeri maupun swasta untuk meningkatkan penghasilannya. Selain itu, pemerintah daerah memberikan insentif atau dana kesejahteraan
menunjang taraf hidup guru-guru.

Tunjangan profesi diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang
diselenggarakan pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama.

Tunjangan profesi dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan/atau anggaran pendapatan dan
belanja daerah (APBD).

Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah terus berupaya meningkatkan level pendidikan di negeri ini dari
tahun ke tahun untuk bisa bersaing di tingkat internasional. Pemerintah bahkan sudah menaikkan anggaran untuk meningkatkan mutu
pendidikan secara nasional, menjadi 20 persen dari APBN dan atau APBD.

PP 41 Diresmikan, Gaji Guru dan Dosen di Atas Rp3 Juta-an

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tunjangan Profesi untuk guru sudah
ditandatangani (KOMPAS, Selasa 9 Juni 2009). Gaji yang akan diterima para guru dan dosen mencapai lebih dari Rp 3 juta karena gaji
pokok yang diterima mencapai dua kali lipat.

"Peraturan tersebut sudah ditandatangani, kini tinggal dilaksanakan dan dijalankan," ujar Presiden SBY dalam sambutannya saat
meresmikan gedung IKIP PGRI Semarang , Selasa (9/6/2009).

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional RI Bambang Sudibyo (saat itu) mengatakan bahwa Peraturan Pemerintah nomor 41
tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru memang sudah ditandatangani. "Penandatanganan baru saja dilakukan kemarin," ujar
Mendiknas.

Menanggapi ditandatanganinya PP tentang tunjangan profesi guru, Rektor IKIP PGRI Sulistiyo pun menyambut gembira.
Kegembiraan rektor tidak lain karena kesejahteraan guru dan dosen akan meningkat. Sulistiyo memastikan, gaji yang akan diterima para
guru dan dosen mencapai lebih dari Rp 3 juta karena gaji pokok yang diterima mencapai dua kali lipat.

Kebijakan memberi tunjangan profesi guru merupakan bagian realisasi atas komitmen pemerintah untuk meningkatkan
kesejahteraan guru Indonesia sesuai amanah Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Kesejahteraan guru, kata Mendiknas, merupakan perioritas utama pemerintah dalam peningkatan alokasi anggaran pendidikan
sebesar 20 persen. Sebab, guru dinilai sebagai tulang punggung program peningkatan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh.

"Selain itu pemerintah juga akan memperbesar alokasi beasiswa untuk guru yang belum mendapat ijazah S-1," urainya.

Dengan penambahan alokasi anggaran besasiswa untuk guru, diharap target pemerintah untuk menyetarakan pendidikan guru
minimal berijazah S-1, tahun 2014 bisa tercapai. Standarisasi tersebut diberlakukan secara bertahap sesuai program kerja yang telah
direncanakan pemerintah.

Bagi siswa-siswi, pemerintah berkomitmen menambah alokasi anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) untuk jenjang SD-
SMP, maupun pengembangan pendidikan nasional melalui program bantuan operasional mutu dan manajemen (BOM) untuk jenjang
SMA/SMK.

Guru Berharap pada Tunjangan Profesi

Sebagian besar guru berharap pada tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji per bulan untuk peningkatan kesejahteraan,
(KOMPAS, Rabu 1 April 2009). Karena itu, para guru meminta supaya pemerintah serius untuk menyelesaikan proses sertipikasi dan
membayarkan tunjangan profesi sesuai ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Guru dan Dosen.

"Guru-guru masih semangat untuk bisa mendapatkan tunjangan profesi. Seiring bergulirnya kebijakan pendidikan gratis,
kesejahteraan para guru yang didapat dari masyarakat jadi berkurang. Karena itu, tunjangan profesi diharapkan betul oleh guru untuk
menambah gaji yang masih belum memadai," kata Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia , di Jakarta,
Rabu (1/4/2009).

Maruli Taufik, Ketua Perkumpulan Guru Karyawan Swasta Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan
pemerintah mesti konsekuen dengan pembayaran tunjangan profesi guru. Apalagi untuk guru swasta yang selama ini gajinya masih jauh di
bawah guru pegawai negeri sipil (PNS), pembayaran tunjangan profesi yang besarnya setara satu kali gaji pokok guru PNS itu bisa membuat
para pendidik ini sedikit bernafas lega dalam menanggung beban kehidupan keluarga.

Maruli menjelaskan untuk guru swasta yang belum diangkat sebagai guru tetap yayasan saat ini memang sudah mendapat solusi
dengan adanya pengangkatan sebagai guru tetap yayasan tanpa kewajiban penuh dari yayasan yang tujuannya untuk memuluskan proses
sertipikasi.

Gaji Guru Swasta Bakal Setara PNS

Gaji guru swasta bakal setara PNS (Ditulis oleh Saffa di f1d3ly4 wordpress.com/pada 14 Oktober 2009). Ini adalah kabar
gembira bagi pahlawan tanpa tanda jasa alias pendidik. Sebab kabar terbaru menyebutkan gaji guru swasta bakal sama dengan gaji guru
PNS.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Drs Saifullah Yusuf berharap agar para guru tidak perlu lagi bercita-cita jadi PNS lagi.
Sebab, pemerintah akan memberikan tunjangan profesi yang besarnya setara, baik antara guru swasta maupun guru PNS.

“Jadi, para guru (swasta, Red) tidak usah berharap jadi PNS lagi. Karena, para guru swasta akan punya tunjangan profesi yang
besarnya sama dengan guru PNS,” ujarnya saat memberikan stadium general (kuliah umum) di hadapan sekitar seribu lebih mahasiswa
STAI At Takwa Bondowoso bertajuk ‘Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Jawa Timur’ di Hall Room
Hotel Ijen View, Selasa (13/10/2009).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa gaji pendidik, guru, dan dosen akan mengalami
kenaikan hingga lebih dari 50 persen pada 2010 (Jakartapress.com).

"Dengan adanya kenaikan anggaran pendidikan menjadi minimal 20 persen dari belanja negara, maka yang mendapat cukup
banyak adalah para pendidik, guru, dan dosen," kata Menkeu di gedung DPR Jakarta, Rabu (3/6/2009).

Menkeu menyebutkan, kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/Polri pada 2010 hanya akan mencapai 15%, itu
pun termasuk uang lauk pauk. "Khusus untuk pendidik, guru, dan dosen kenaikannya akan lebih dari 50 persen dan akan dihitung berdasar
golongannya," katanya.

Ya, mudah-mudahanlah seluruh guru, baik PNS maupun guru swasta mendapat tunjangan profesi yang dibayarkan pemerintah
melalui APBN. Maka guru ku pun akan mulai tersenyum. (Penulis adalah siswi SMA Santo Thomas 1 Medan. Artikel ditulis sebagai
refleksi Hari Guru tahun 2009).