You are on page 1of 15

DATARAN PANTAI

Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari


pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut. Daerah pantai
menjadi batas antara daratan dan perairan laut.
Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh
pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara.
Indonesia merupakan negara berpantai terpanjang kedua di
dunia setelah Kanada. Panjang garis pantai Indonesia
tercatat sebesar 81.000 km.

Garis pantai
Garis pantai adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut pasang
tertinggi. Garis laut dapat berubah karena adanya abrasi, yaitu pengikisan pantai oleh hantaman
gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya areal daratan.
Ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan dalam mengamankan garis pantai seperti pemecah
gelombang dan pengembangan vegetasi di pantai.
Untuk mengatasi abrasi/penggerusan garis pantai dari gelombang/ombak dapat digunakan pemecah
gelombang yang berfungsi untuk memantulkan kembali energi gelombang. Berbagai cara yang
ditempuh untuk memecahkan gelombang diantaranya dengan menggunakan tumpukan tetrapod yang
terbuat dari beton pada jarak tertentu dari garis pantai.
Hutan bakau dapat membantu mengatasi gelombang serta sekaligus bermanfaat untuk kehidupan
binatang serta tempat berkembang biak ikan-ikan tertentu. Hutan bakau disebagian besar pantai Utara
sudah hilang karena ulah manusia, yang pada gilirannya akan menggerus pantai.
Terumbu karang juga merupakan pemecah gelombang alami, sehingga sangat perlu untuk dilestarikan
dan dikembangkan dalam mempertahankan garis pantai.
DATARA ALLUVIAL

Dataran alluvial merupakan dataran yang terbentuk akibat


proses-proses geomorfologi yang lebih didominasi oleh
tenaga eksogen antara lain iklim, curah hujan, angin, jenis
batuan, topografi, suhu, yang semuanya akan mempercepat
proses pelapukan dan erosi. Hasil erosi diendapkan oleh air
ke tempat yang lebih rendah atau mengikuti aliran sungai.
Dataran alluvial menempati daerah pantai, daerah antar
gunung, dan dataran lembah sungai. daerah alluvial ini
tertutup oleh bahan hasil rombakan dari daerah
sekitarnya, daerah hulu ataupun dari daerah yang lebih tinggi letaknya. Potensi air tanah
daerah ini ditentukan oleh jenis dan tekstur batuan.
Daerah pantai terdapat cukup luas di pantai timur Pulau Sumatera, Pulau Jawa bagian Utara
dan selatan, Pulau Kalimantan dan Irian Jaya bagian Selatan. Air tanah daerah dataran pantai
selalu terdapat dalam sedimen kuarter dan resen yang batuannya terdiri dari pasir, kerikil, dan
berinteraksi dengan lapisan lempung. Kondisi air tanah pada lapisan tersebut semuanya dalam
keadaan tertekan , mempunyai potensi yang umumnya besar, namun masih bergantung pada
luas dan penyebaran lapisan batuan dan selalu mendapat ancaman interusi air laut, apabila
pengambilan air tanah berlebihan.
Dataran antar gunung di pulau Jawa terdapat di Bandung, Garut, Madiun , Kediri, Nganjuk,
dan Bondowoso, daerah ini sebagian besar dibatasi oleh kaki gunung api. Lapisan batuan terdiri
atas bahan klastika hasil rombakan batuan gunung api sekitarnya. Susunan litologi dari butir
kasar ke halus membentuk suatu kondisi air tanah tertekan sehingga cekungan air tanah antar
gunung mempunyai potensi yang cukup besar.
Volume air tanah dalam dataran alluvial di tentukan oleh tebal dan penyebaran permeabilitas
dari akifer yang terbentuk dalam aluvium dan dilluvium yang mengendap dalam dataran.
Apabila suatu daerah materi penyusunnya atas materi halus (liat/berdebu) umumnya
permeabilitasnya kecil, sedangkan suatu daerah yang tersusun atas pasir dan kerikil
permeabilitasnya besar.
Air tanah yang mengendap di dataran banjir ditambah langsung dari peresapan air susupan.
Permukaan air tanahnya dangkal sehingga pengambilan air dapat dengan sumur dangkal.
Dataran alluvial unsur-unsur yang dominan adalah unsur NO2, NO3, Ca, Mg, Si, dan Fe, juga
terdapat kelebihan Nitrit karena pengaruh zat buangan (urine) dan pembusukan organik dari
hasil reduksi nitrat yang ada disekitar air tanah (Karmono dan Joko Cahyo, 1978:11).
Hal ini selain dipengaruhi oleh faktor alam juga sebagai aktivitas manusia misalnya adanya
lahan pertanian yang mengkonsumsi pupuk organik yang mengandung nitrat.
DATARAN TINGGI

Dataran tinggi (disebut juga plateau


atau plato) adalah dataran yang
terletak pada ketinggian di atas 200 m
dpl.[rujukan?] Dataran tinggi terbentuk
sebagai hasil erosi dan sedimentasi.
Beberapa dataran tinggi antara lain
Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran
Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, dan Dataran
Tinggi Alas. Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang
tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Dataran tinggi dari
kategori terakhir ini antara lain adalah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.
Berlawanan dengan dataran tinggi adalah dataran rendah.
DATARAN RENDAH

Dataran rendah adalah hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian


yang di ukur dari permukaan laut adalah relatif rendah (sampai dengan
200 m dpl). Istilah ini diterapkan pada kawasan manapun dengan
hamparan yang luas dan relatif datar yang berlawanan dengan dataran
tinggi.

Suhu udara di dataran rendah, khususnya untuk wilayah Indonesia berkisar


antara 23 derajat Celsius sampai dengan 28 derajat Celsius sepanjang tahun.
DATARAN BANJIR

Banjir akibat luapan sungai sesungguhnya adalah peristiwa pernyataan


keberadaan alur sungai. Pada saat banjir, sungai mengambil ruang alurnya
kembali yang seringkali justru telah diokupasi untuk kepentingan manusia.
Mengingat pada umumnya sungai lebih dahulu menempati ruang alurnya dibanding
keberadaan manusia. Sebetulnya manusialah yang mencari masalah mendatangi dataran
banjir. Ketika muncul kerugian banjir hal tersebut tentunya adalah karena perbuatan kita
sendiri yang kurang paham sifat dan perilaku banjir. Mengingat sejarah pembentukan
kota-kota umumnya terkait erat dengan keberadaan sungai, banyak perkotaan terbentuk
di daerah dataran banjir, tak terkecuali di Indonesia. Menurut catatan sejarah pengaturan
dataran banjir pertama kali dicetuskan oleh Ratu Maria-Theresia (1740-1780) dari
kekaisaran Austro-Hungaria. Sang Ratu menetapkan keputusan bahwa dataran banjir S.
Danube sepanjang 50 km tepat di hulu kota Wina tidak boleh ditanggul. Dataran ini
disediakan untuk menampung banjir S. Danube dan masyarakat dilarang membangun di
daerah tersebut. Kini para perencana kota Wina mengagumi dan berterima kasih atas
pandangan Sang Ratu yang jauh ke depan.
DATARAN DELTA

Delta S. Cimanuk terbentuk pada tahun 1947 saat banjir besar menghancurkan tanggul di desa
Pabean Udik, Kabupaten Indramayu. Luapan air S. Cimanuk mengalir ke arah taratimur
membentuk delta baru. Energi S. Cimanuk yang sangat kuat, khususnya pada musim hujan
mencapai debit 1200 m3/detik, serta kandungan sedimen lumpur yang tinggi, mencapai 2.850
mg/liter membangun delta dengan tipe talapak kaki burung (birdfoot-type delta), mencirikan
dominasi energi sungai dibandingkan dengan energi gelombang laut. Endapan sedimen lempung
yang sangat tebal pada pemercontoh pemboran serta penampang rekaman geolistrik
mendukung bahwa S. Cimanuk menghasilkan lumpur minimal 53,6 juta ton/ tahun.
Sisipan pasir berukuran sedang dan halus berwarna hitam berada di antara endapan lumpur ditemukan
dari data bor di Desa Brondong hal tersebut menunjukkan ciri dari urutan endapan sedimen delta.
Tumbuhan bakau yang dapat dijumpai di kawasan rawa-rawa di muara delta Cimanuk turut
berperanserta dalam perkembangan delata S. Cimanuk karena akarnya yang berfungsi sebagai
perangkap material sedimen. Proses sedimentasi di dominasi oleh material sedimen yang sangat
melimpah berasal dari S. Cimanuk membentuk delta type telapak kaki burung (birdfoot).
Pertumbuhan Delta S. Cimanuk terus bertambah hingga saat ini dengan kecepatan 200 meter/tahun.
Pemantauan dilakukan dengan menggunakan peta topografi, photo udara serta citra satelit dari Landsat,
guna mengetahui perkembangannya maka dapat dilihat dari gambaran garis pantai lama hingga garis
pantai hasil rekaman terakhir.
GUNUNG

Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah


sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah
bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat
lokal. Beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari
besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian
2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.
Sebuah gunung biasanya terbentuk dari gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik
atau gerakan epeirogenik. Pegunungan merupakan kumpulan atau barisan
gunung.
PENGGUNUNGAN

adalah nama untuk deretan


pegunungan yang terbentang
memanjang di sepanjang
pantai selatan Daerah Istimewa
Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri
(Jawa Tengah), hingga Kabupaten
Tulungagung (Jawa Timur) di Pulau
Jawa. Deretan pegunungan
Sewu terbentuk karena
pengangkatan dasar laut
ribuan tahun silam. Batuan
kapur menjadi ciri khas pegunungan ini.
Pegunungan ini memiliki bentang alam kawasan karst yang sangat unik,
hal tersebut dicirikan dengan adanya fenomena di permukaan
(eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst). Fenomena permukaan
meliputi bentukan positif, seperti perbukitan karst yang jumlahnya ±
40.000 bukit yang berbentuk kerucut. Bentukan negatifnya berupa lembah-
lembah karst dan telaga karst.
Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst yang berjumlah tidak
kurang dari 119 goa yang memiliki stalaktit dan stalakmit, dan semua aliran sungai
bawah tanah. Karena keunikan ekosistemnya, maka tahun 1993 International Union of
Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke
dalam salah satu warisan alam dunia.
LEMBAH

Lembah adalah wilayah bentang alam yang dikelilingi oleh pegunungan atau
perbukitan yang luasnya dari beberapa kilometer persegi sampai mencapai
ribuan kilometer persegi. Lembah dapat terbentuk dari beberapa proses
geologis. Lembah gletser yang umumnya berbentuk-U terbentuk puluhan
ribu tahun yang lalu akibat erosi gletser. Selain berbentuk-U, lembah
juga dapat berbentuk-V.
BUKIT

Bukit adalah suatu wilayah bentang alam yang memiliki permukaan tanah
yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya namun dengan
ketinggian relatif rendah dibandingkan dengan gunung. Perbukitan
adalah rangkaian bukit yang berjajar di suatu daerah yang cukup luas.
DEPRESISI/PENURUNAN TANAH

Land subsidence (penurunan tanah) adalah suatu fenomena alam yang


banyak terjadi di kota-kota besar yang berdiri di atas lapisan sedimen,
seperti Jakarta, Semarang, Bangkok, Shanghai, dan Tokyo. Dari studi
penurunan tanah yang dilakukan selama ini, diidentifikasi ada beberapa
faktor penyebab terjadinya penurunan tanah yaitu : pengambilan air
tanah yang berlebihan, penurunan karena beban bangunan, penurunan
karena adanya konsolidasi alamiah dari lapisan-lapisan tanah, serta
penurunan karena gaya-gaya tektonik. Dari empat tipe penurunan
tanah ini, penurunan akibat pengambilan air tanah yang berlebihan
dipercaya sebagai salah satu tipe penurunan tanah yang dominan untuk
kota-kota besar tersebut.
Karena data dan informasi tentang penurunan muka tanah akan sangat bermanfaat bagi aspek- aspek
pembangunan seperti untuk perencanaan tata ruang (di atas maupun di bawah permukaan tanah),
perencanaan pembangunan sarana/prasarana, pelestarian lingkungan, pengendalian dan pengambilan
airtanah, pengendalian intrusi air laut, serta perlindungan masyarakat (linmas) dari dampak penurunan
tanah (seperti terjadinya banjir); maka sudah sewajarnya bahwa informasi tentang karakteristik
penurunan tanah ini perlu diketahui dengan sebaik-baiknya dan kalau bisa sedini mungkin. Dengan
kata lain fenomena penurunan tanah perlu dipelajari dan dipantau secara berkesinambungan.
RAWA

Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-
menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai
ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis.
Definisi yang lain dari rawa adalah semua macam tanah berlumpur yang terbuat secara alami, atau
buatan manusia dengan mencampurkan air tawar dan air laut, secara permanen atau sementara,
termasuk daerah laut yang dalam airnya kurang dari 6 m pada saat air surut yakni rawa dan tanah
pasang surut. Rawa-rawa , yang memiliki penuh nutrisi, adalah gudang harta ekologis untuk kehidupan
berbagai macam makhluk hidup. Rawa-rawa juga disebut "pembersih alamiah", karena rawa-rawa itu
berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam. Dengan alasan itu, rawa-rawa
memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain, sehingga lingkungan
rawa harus tetap dijaga kelestariannya.
PENEPLAIN

Peneplain adalah puncak gunung yang baru


terbentuk dan merupakan hasil pengerjaan
tenaga eksogen.,terutama hasil
erosi/pengkikisan.
TUGAS IPS

NAMA : DESY AULIA


KELAS : IX C
TUGAS IPS

NAMA : EKA ERLIANTY


KELAS : IX C