You are on page 1of 2

Aku tidak boleh Menangis!!

"Cup...cup...cup..." entah sudah berapa kali kata itu diucapkannya... tak sempat pula ia
menghitungnya...
"Cup.,.cup.. cup..., Wis, ojo nangis maneh... isin... endi sing isih sakit??"
Diusapnya kaki adiknya yang berdaraj, ditiupnya luka itu pelan-pelan... dan kemudian
gadis kecil itu berkata lagi.....
"Cup...cup...cup...jalannya masih jauh, mbak ga punya uang buat naik becak... tadi sich
dibilang ga usah ikut ga nurut....". Dihelanya nafas perlahan sambil tak henti mengusap
luka adiknya dan meniup luka itu dengan tiupan super ringan dengan harapan rasa
sakitnya sedikit berkurang...

Hari itu sangat panas, melebihi hari2 biasanya.... anak kecil itu juga bermain lebih jauh
dari hari2 biasanya..
Awalnya ia memang ingin bermain sendiri, tapi rengekan adiknya tak kuasa dia
tolak...dan entah kenapa sial pula menimpanya hari itu.... sudah jauh berjalan, jatuh pula
sang adik hingga terluka.... Lukanya tak parah memang, tapi sepertinya cukup perih
mengingat keringat yang berjatuhan dikening adiknya, beberapa tetes keringat tak
sengaja jatuh di luka itu dan menambah perihnya....

"Mbak.... ngelak.. pengen mimik..." kata adiknya pelan...


Duuhhh.... gimana ini.... pikirnya bingung... Umurnya yang baru sekitar 8 tahun belum
cukup dewasa menangani hal2 serumit ini... Airmata sudah menggenang disekeliling
kelopak matanya....
-Tidak!! Jangan sekarang!!!Aku tidak boleh menangis!!! -
Adik tambah bingung kalau aku menangis.
Dibalikannya badan kecil itu memunggungi adiknya dan diusapnya air matanya dengan
punggung tangannya.. Dihelanya nafas panjang dan dipaksakannya sebuah senyum...

Dilihatnya ada sebuah rumah dengan pintu terbuka beberapa meter dari tempat mereka
berdiri dan gadis kecil itupun berkata : "Iso mlaku ora? nek ora iso mbak gendong wae
ben cepet tur ora sakit dengkule..."
sang adik pun menjawab: " Ijik sakit...."
"Ora pareng nangis yo... mbak gendong nang mburi..."

Sesampainya dirumah yang dituju, diturunkannya adiknya perlahan dan diberanikanlah


hatinya untuk mengetuk pintu terbuka itu...
"tok...tok..tok... kulonuwun...."
tak berapa lama muncullah seorang ibu dari dalam rumah.. "Ono opo nduk??"
"Meniko, adik kulo ngelak, manawi pareng badhe nyuwun mimik...." kata gadis kecil itu
perlahan, sengaja tak dikatakannya kepada si empu rumah kalau adiknya jatuh dan
terluka.
Si ibu segera tanggap dan mengambilkan segelas air untuk mereka berdua... dua gelas air
tandas seketika, tak lupa disisihkanya beberapa tetes untuk membersihkan luka adiknya...
"Maturnuwun....." katanya kemudian....

"Dik, isih sakit??" tanyanya pelan..


"ho oh" jawab adiknyapun dengan pelan...
"Sek yo..." Diambilnya beberap lembar daun dari pekarangan rumah itu, entah daun apa
diapun tak tau.... diremasnya daun itu hingga hancur dan sedikit berair, kemudian
ditempelkanlah di luka sang adik...
"Adem tho... isih sakit ora? tanyanya lagi
"Isih mbak, ning wis adem ora koyo mau maneh..."
"Saiki mbak gendong tekan omah, ora pareng rewel yo!!!" dan adiknyapun menggangguk
perlahan...
-Tidak!! Saat ini aku tidak boleh menangis!!- Katanya dalam hati...

19 tahun kemudian

"Ssstttt...... ga boleh nangis... mbak udah disini.... jangan nangis lagi ya.... mbak udah
disini ngerawat adik...." Dipeluknya sang adik perlahan dan dikecup keningnya dengan
penuh kasih sayang...
"Sakit mbak.... sakit banget....." sang adikpun menangis lagi....
"Sstttt udah, jangan nangis, kalau kamu nangis jahitannya kebuka lagi itu, nanti sakit
lagi...Stttt... mbak udah disini, adik ga usah khawtir lagi..."
Tak tega sebenarnya ia melihat sang adik yang kesakitan menahan jahitan usai operasi,
ada rasa penyesalan yang mendalam kenapa ia tak bisa menemukan tiket pesawat yang
lebih dini biar bisa menunggui sang adik operasi....
Akh... air mata itu hampir jatuh lagi...
-Tidak!!! Saat ini aku tidak boleh menangis!!!!-

*A little note for my sista and her daughter, Suddenly I miss all of you.....