You are on page 1of 12

c c


   
 c  

Ê  ?  

Dalam teori produksi dan biaya, perbedaan dibuat antara x , di mana
kuantitas beberapa input berubah-ubah sementara yang lainnya tersuplai tetap, dan
, di mana semua faktornya mungkin berubah-ubah. Oleh karena itu, sangatlah
penting untuk mengelompokkan input menjadi kelompok yang berubah-ubah dalam
jangka pendek atau tidak. Input yang biasanya berubah-ubah adalah tenaga kerja
(
), sedangkan modal (  ) biasanya tetap dalam x . Ketika menggunakan
istilah tenaga kerja, kita harus memikirkan satu jam waktu tenaga kerja ditamah satu
͞paket͟ yang terdiri atas bahan mentah yang sesuai, bahan bakar, dan input yang dapat
berubah-ubah lainnya, sedangkan ketika menggunakan istilah modal, kita harus
memikirkan semua pabrik, peralatan, tanah, bangunan, gaji manajer, dan beban-beban
lain yang tidak berubah sesuai tingkatan output.

Sangatlah penting untuk mengerti bahwa istilah  tidak merujuk pada
periode waktu yang panjang. Sebuah perusahaan mungkin saja berada dalam situasi
 dalam periode waktu yang relatif singkat. Contohnya, ketika perusahaan
hendak mengubah skala produksinya, perusahaan harus melanjutkan operasinya dalam
keadaan x  sampai hampir semua faktor tetap menjadi berubah-ubah ().
Seketika setelah perusahaan membangun pabrik baru, bangunan, dan fasilitas tetap
lainnya, perusahaan akan mulai berada dalam keadaan x  karena input dari
faktor-faktor ini sekarang tetap pada tingkatan barunya. Perusahaan mungkin akan
berada pada keadaan x  selama beberapa hari (biasanya untuk perusahaan yang
sangat sederhana, seperti gerobak penjual bunga keliling) atau bahkan beberapa tahun
(untuk perusahaan manufaktur besar, seperti pabrik baca atau produsen kendaraan
bermotor).
Ê
  ? 



Fungsi produksi adalah perincian teknis dari hubungan yang ada antara input
dan output pada proses produksi. Pada bentuk umum, dikatakan bahwa kuantitas dari
output bergantung pada kuantitas input yang digunakan, sebagaimana berikut ini:

D  

di mana ü adalah kuantitas output, mewakili hubungan fungsional yang ada antara
input dan output, serta  dan  adalah simbol konvensional yang mewakili tingkat input
dari modal dan tenaga kerja.

Dalam bentuk yang lebih spesifik, hubungan fungsional ini digambarkan secara
eksplisit sebagai hubungan matematika yang tepat. Output dapat diungkapkan sebagai
fungsi linear ataupun fungsi nonlinear, seperti    berganda, dari input.


?   
  Produktivitas dari suatu faktor produksi
merujuk pada jumlah output yang bisa diproduksi input tersebut, sementara input dari
faktor-faktor produksi lainnya konstan. Tentu saja, suatu input, tenaga kerja misalnya,
akan lebih produktif bila bekerja dengan mesin-mesin modern, peralatan yang canggih,
dan bahan mentah berkualitas tinggi, atau sebaliknya pabrik atau peralatan akan lebih
produktif jika dioperasikan dengan pekerja yang berketerampilan tinggi dan terlatih.
Frasa Keadaan Teknologi (       ) digunakan ketika merujuk pada
kualitas sumber daya yang terlibat dalam proses produksi: semakin tinggi keadaan
dihubungkan dengan input yang semakin produktif.

 !"
   
  

Hukum ini menyatakan bahwa tambahan unit dari faktor yang berubah-ubah
(variabel) yang ditambakan ke faktor-faktor tetap dalam x , setelah di titik
tertentu penambahan total produk akan semakin merosot. Hukum ini disebut juga
Hukum Proporsi yang Dapat Berubah (       
   x), yang
menyatakan bahwa penambahan faktor variabel secara terus-menerus, pertama-tama
akan menyebabkan penambahan output terus meningkat, sampai suatu titik
penambahan output akan berkurang dan akhirnya penambahan output itu menjadi
negatif.

#$   "%    

Total output dari suatu proses produksi juga dikenal sebagai total produk dari
input-input untuk proses produksi itu. Sementara itu, produk marjinal didefinisikan
sebagai angka dari perubahan total produk sepanjang tenaga kerja meningkat, dan hal
ini setara dengan derivatif (turunan) pertama dari fungsi total produk terhadap tenaga
kerja pada istilah matematika.

Adapun hubungan antara kurva total produk (TP) dengan kurva produk marjinal
(MP) adalah sebagai berikut. Pada titik perubahan (       ), ketika kurva MP
mencapai nilai maksimumnya, kurva TP berubah dari cekung ke atas menjadi cekung ke
bawah. Selanjutnya, ketika kurva TP mencapai nilai maksimumnya, kurva MP berada
pada nilai nol dan akan menjadi negatif.

Hukum proporsi yang dapat berubah (variabel) adalah suatu hukum empiris,
artinya hukum ini telah sering diamati dalam keadaan produksi yang sebenarnya. Tidak
seperti hukum yudisial, tidak ada keharusan untuk setiap fungsi produksi agar berjalan
seperti hukum proporsi variabel.

Ê & '(?   

#$!')
     ! !" 

Kurva total biaya variabel (TVC) dapat diperoleh dari kurva TP, hanya dengan
mengalikan tingkat input-input variabel dengan biaya per unit dari input-input tersebut
dan menggambarkan data biaya ini dengan tingkat output. Oleh karena itu, bentuk dari
kurva TVC sama persis dengan kurva TP.

!')$*$!"%

Biaya variabel rata-rata (‘    


 x) adalah TVC dibagi dengan
output ü pada setiap tingkatan ü. Persamaan matematisnya adalah sebagai berikut.
 
X  
D

Biaya marjinal (*   x) adalah perubahan pada total biaya ( xx)
yang disebabkan oleh perubahan satu unit output.


Ë
D

di mana D = 1. Karena perubahan output hanya disebabkan oleh perubahan biaya


variabel, kita dapat mengekuivalenkan biaya marginal sebagai perubahan total biaya
variabel untuk setiap perubahan satu unit output. Sehingga

 
Ë
D

di mana D = 1. Dengan demikian, MC sama dengan kemiringan dari TVC pada setiap
tingkatan output.

!?
 $*$

Biaya  Rata-Rata ( ‘  xx) didefinisikan sebagai total


biaya (TC) dibagi dengan unit output.


X
D

Total biaya adalah penjumlahan dari TVC dan total biaya tetap (TFC).

Dalam grafik, TFC adalah garis horizontal terhadap output. Karena TC adalah
penjumlahan TVC dan TFC, maka kurva TVC sama dengan kurva TC, tetapi kurva TC
dimulai dari TFC, bukan dari titik nol seperti TVC. Total biaya rata-rata (AVC), atau Biaya
  Rata-Rata (SAC), dapat diperoleh dari kurva TC dengan menggunakan cara
yang sama untuk memperoleh kurva AVC.

!)"!)) #!!)

Bentuk spesifik dari kurva TP adalah suatu pertanyaan empiris: untuk beberapa
pabrik, kurva TP mungkin saja berupa fungsi kubik, sedangkan untuk keadaan produksi
yang berbeda mungkin saja bentuk kurva TP adalah fungsi kuadrat atau    .
Kita banyak membicarakan tentang fungsi kubik karena fungsi ini menunjukan
berlakunya hukum hasil yang terus menurun: pertamanya hasil akan meningkat, lalu
hasil yang konstan (sementara, pada titik perubahan (       )), dan akhirnya
hasil menurun setelah titik perubahan (       ).

Pada beberapa kondisi produksi, penurunan hasil terjadi secara seketika, seperti
pada fungsi kuadrat. Kurva TVC pada fungsi kuadrat akan mengambil bentuk dari kurva
TP, dan menghasilkan kurva AVC dan MC yang seluruhnya miring ke atas. Kurva SAC
pertamanya akan turun karena pengaruh penurunan biaya tetap rata-rata (   
xx), tetapi kemudian meningkat karena peningkatan AVC lebih banyak daripada
penurunan biaya rata-rata.

#'+!,-#)  "  

Dalam banyak proses produksi, faktor-faktor produksi tetap tidak didivisikan,


dalm arti perusahaan harus menggunakan semua faktor produksi tetapnya atau tidak
sama sekali. Perusahaan cenderung tidak efisien jika berproduksi pada volume yang
rendah. Contoh dari proses produksi ini adalah pabrik baja dan pabrik otomotif. Kurva
TVC terkait dengan pabrik-pabrik di atas diperkirakan berupa fungsi kubik.

Sementara itu, pada proses produksi lainnya, pabrik, atau beberapa bagian dari
pabrik, didivisikan, dalam arti input-input variabel tidak diharuskan untuk bekerja
dengan seluruh pabrik tetapi dapat bekerja dengan bagian pabrik yang lebih efisien.
Dalam kasus ini, perusahaan mungkin dapat menghindari keadaan di mana faktor
produksi variabel yang terlalu sedikit unit bekerja dengan modal yang terlalu banyak dan
dapat memelihara rasio modal-tenaga kerja pada tingkat yang lebih efisien untuk
rentang output yang besar.

Oleh karena itu, jika perusahaan dapat membagi faktor produksi tetapnya
menjadi beberapa unit yang mungkin dioperasikan atau tidak dioperasikan tergantung
pada permintaan atas produknya, perusahaan akan dapat memelihara rasio yang paling
efisien dari faktor produksi variabelnya terhadap faktor produksi tetapnya. Hal itu dapat
dilihat dari bentuk kurva total produk (TP) dan total biaya variabel (TVC) perusahaan
yang berupa garis lurus.
+*+,$"$)!*! $ ! 

Biaya marjinal dan biaya variabel rata-rata yang stabil sangat diinginkan
perusahaan karena kestabilan biaya-biaya ini dapat membantu perusahaan dalam
penentuan harga dan perencanaan keuntungannya. Perusahaan mungkin saja menjaga
agar AVC sama dengan MC pada tingkat minimum AVC, jika perusahaan mampu
memelihara rasio yang optimal dari faktor variabel terhadap faktor tetap sebagai hasil
dari pendivisian input-input tetap strategis.

V"     Dengan membangun tingkat persediaan (atau stok)


barang jadi yang diinginkan, perusahaan dapat menstabilkan   xx terhadap
permintaan yang berfluktuasi. Perusahaan dapat memelihara tingkat outputnya ( 
 ) pada suatu tingkat konstan per periode dan mengeluarkan persediaannya ketika
ada kenaikan permintaan yang tidak terduga. Hal ini lebih baik daripada memaksa
berproduksi pada tingkat biaya marjinal yang lebih tinggi. Permintaan yang kemudian
turun akan memberikan perusahaan untuk membangun kembali persediaannya pada
tingkat yang diinginkan. Tingkat persediaan yang diinginkan sebaiknya adalah keadaan di
mana biaya marjinal dari menyimpan satu barang dalam persediaan tidak melebihi
tambahan biaya produksi dari memproduksi satu barang saat ada permintaan atas
barang tersebut.

 )!       Cara lain untuk menghindari biaya marjinal dan


biaya variabel rata-rata yang lebih tinggi pada tingkat output adalah perusahaan
melakukan pemborongan (    ) untuk tambahan produksi daripada
memproduksi output ini sendiri. Jika memproduksi tambahan output akan
mengakibatkan nilai MC perusahaan meningkat drastis, maka perusahaan dapat
membeli barang dengan biaya yang lebih rendah dari perusahaan lain yang memiliki
kapasitas lebih dan dapat memproduksi produk yang sama pada tingkat kualitas yang
hampir sama. Cara ini digunakan jika biaya dari subkotraktor akibat mengikuti desain
perusahaan, ditambah harga per unit barang dikali jumlah barang adalah kurang dari
tambahan biaya yang timbul jika perusahaan memproduksi barang tersebut sendiri.

c # $ Perusahaan juga dapat menjaga   xx tetap konstan dengan
memelihara tingkat output (ketika permintaan melebihi kapasitas perusahaan untuk
mensuplai) dan menempatkan pelanggan pada suatu
 x atau daftar antrian atau
     dan menunggu pengiriman yang akan dilakukan secepatnya. Dengan kata
lain, pelanggan diminta untuk menunggu pengiriman sampai perusahaan dapat
mengejar pesanan-pesanan saat tingkat pesanan baru menurun. Pendekatan ini hanya
dapat digunakan jika produk perusahaan unik atau disesuaikandengan selera pelanggan
( x ), penundaan menyebabkan pelanggan tidak terlalu bermasalah, atau
perusahaan pesaing juga menggunakan sistem
 x atau     . Perusahaan
lebih baik menawarkan diskon untuk pengiriman yang tertunda daripada mengeluarkan
tambahan biaya untuk memproduksi barang yang dipesan. Pemberian diskon ini dapat
mendorong kenaikan pesanan dan akan membantu perusahaan dalam perencanaan
produksinya.

.$/?
  
?
  ?%%  

Pada x  perusahaan harus mengeluarkan biaya tetapnya, karena jika


tidak, perusahaan harus mengubah input faktor-faktor produksi ini. Sementara itu,
perusahaan bebas menentukan biaya variabelnya, dalam arti perusahaan dapat
memutuskan untuk mengeluarkan biaya variabelnya atau tidak, karena input faktor
produksi variabel dapat diubah sepenuhnya menjadi nol.

Setelah pabrik selesai dikerjakan menjadi ukurannya yang sekarang, biaya tetap
dari adalah wajib dalam x . Maka dari itu, perusahaan harus mengeluarkan biaya
tetap karena perusahaan tidak dapat mengubahnya dalam x . Sementara itu,
peusahaan bebas menentukan biaya variabel. Perusahaan hanya mengeluarkan biaya
variabel jika perusahaan memperkirakan bahwa pendapatan setidaknya dapat menutup
biaya variabel ini.

ATURAN: Perusahaan sebaiknya mengeluarkan biaya variabel dan penawaran produk ke


pasar dilakukan ketika harga melebihi tingkat biaya variabel rata-rata perusahaan, jika
harga melebihi SAC, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Jika harga
kurang dari SAC, maka perusahaan akan mengalami kerugian, tetapi kerugian ini dapat
diminimalisasi dengan tetap melakukan produksi (P) pada kondisi P > AVC. Jika harga
kurang dari AVC, maka perusahaan dapat mengurangi kerugian yang dialaminya dengan
cara mengurangi produksinya dan menunggu sampai harga naik lagi melebihi AVC atau
dengan melikuidasi faktor-faktor produksi tetapnya dan menghilangkan biaya-biaya
tetap terkait.
Dalam kebanyakan situasi bisnis di mana perusahaan memiliki beberapa produk,
aturan yang mengatur tentang melakukan penawaran atau tidak lebih jelasnya
diungkapkan dengan pendapatan total (TR) dan total biaya variabel (TVC) daripada
dengan harga (per unit) dan biaya variabel rata-rata. Jika TR > TVC, maka sebaiknya
melakukan penawaran. Jika TR < TVC, maka perusahaan sebaiknya tidak mengeluarkan
biaya variabel dan konsekuensinya perusahaan tidak melakukan penawaran.

Dalam dunia bisnis, jumlah barang yang diminta cenderung berubah dari hari ke
hari atau bulan ke bulan karena faktor musim, peluang, keadaan cuaca, dan daya tarik
pesaing. Kebanyakan perusahaan tidak dapat mengubah harganya dari hari ke hari
untuk mencerminkan perubahan permintaan yang terjadi. Perusahaan biasanya
mengatur harganya dengan dasar dugaan situasi permintaan rata-rata, normal, atau
musiman. Dengan demikian harga akan tetap sementara AVC berubah dari hari ke hari
tergantung pada volume produksi. Dalam keadaan ini, perusahaan akan lebih mudah
menentukan untuk melakukan penawaran atau tidak dengan dasar apakah TR melebihi
TVC atau tidak.

#! $*$
 &"   ! !" 

 Kurva biaya  rata-rata (LAC) menunjukkan biaya produksi terendah


untuk setiap tingkat ketika semua input dapat berubah. Kurva LAC adalah titk lokus dari
berbagai kurva SAC yang memperkenankan setiap tingkat output untuk diproduksi pada
biaya terendah, dengan diberikan kemampuan untuk mengubah ukuran pabrik (atau
secara berkesinambungan mengubah input dari modal).

Untuk mendapatkan kurva LAC, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan
menemukan serangkaian kurva SAC untuk setiap tingkat input tetap. Setiap tingkat
modal (input tetap) akan memberi kenaikan pada sebuah kurva TP, di mana dari situ kita
dapat mendapatkan sebuah kurva TVC dan akhirnya memperolehkurve SAC yang cocok.
Prosedur ini akan memberikan kita serangkaian kurva SAC, masing-masing dengan
sedikit peningkatan tingkat modal jika kita bergerak dari kiri ke kanan. Kurva LAC adalah
͞kurva amplop͟ (    ) dari semua kurva SAC ini.

Di dunia nyata, kurva LAC mungkin bukan suatu garis yang halus untuk banyak
perusahaan karena kehalusan garis ini tergantung pada ketersediaan ukuran pabrik
dalam jumlah besar, dengan perubahan yang kecil dalam urutan ukuran pabrik dari yang
terkecil sampai yang terbesar. Dalam banyak industri, hanya ada sedikit pilihan ukuran
pabrik, masing-masing berbeda secara signifikan dalam urutan ukuran pabrik dari yang
terbesar sampai yang terkecil.

 - ).$ Pada x , perusahaan memiliki


keterbatasan pada ukuran pabrik sekarang, sedangkan pada perusahaan dapat
memperluas atau mengurangi pabriknya ke ukuran yang paling baik untuk tujuan
perusahaan. Maka dari itu, jika perusahaan merasa bahwa pabriknya terlalu besar atau
terlalu kecil terhadap jumlah permintaan, maka perusahaan melakukan langkah-langkah
yang seusai untuk mengurangi atau meningkatkan ukura pabriknya. Jika perusahaan
ingin mengurangi ukuran pabriknya, maka perusahaan harus menemukan pembeli untuk
pabrik dan bangunan, menunggu sampai pekerjaan dan kontrak lainnya habis, dan lain-
lain. Jika perusahaan ingin meningkatkan ukuran pabrik, maka perusahaan harus
melakukan pembangunan dan konstruksi terhada pabrik dan bangunan baru, mencari
manajer baru, mempekerjakan dan melatih lebih banyak pekerja, dan lain-lain. Semua
hal ini dapat dilakukan. Hal-hal ini hanya perlu waktu agar terpenuhi.

Jika perusahaan mempunyai kebebasan dalam pemilihan ukuran pabrik dalam


, maka perusahaan sebaiknya memilih ukuran pabrik yang meminimalkan biaya
produksi rata-rata pada tingkat output yang diinginkan perusahaan. Dalam keadaan di
mana biaya-biaya diketahui sedangkan permintaan tidak pasti, maka perusahaan dapat
menerapkan analisis biaya yang diperkirakan (     x x) untuk
menemukan ukuran pabrik yang meminimalkan biaya rata-rata dari nilai yang
diperkirakan. Karena permintaan yang tidak pasti dapat diwakili dengan distribusi
probabilitas hasil permintaan potensial, maka kita dapat mentransfer probabilitas-
probabilitas ini ke tingkat-tingkat output sesuai untuk memenuhi setiap tingkat
permintaan tersebut, dan ingatlah bahwa setiap tingkat output memiliki nilai biaya rata-
rata yang diketahui dalam setiap pabrik.

0-$")- .$   Pilihan ukuran


pabrik perusahaan untuk meminimalkan biaya produksi rata-rata (atau nilai yang
diperkirakan dari biaya rata-rata) secara khas membimbing perusahaan untuk
membangun sebuah pabrik yang kapasitas produksinya melebihi tingkat (atau nilai yang
diperkirakan) atau kuantitas yang diminta. Dalam pengertian absolut, perusahaan dapat
melanjutkan untuk meningkatkan outputnya sampai kurva SAC menjadi vertikal, tetapi
pada saat itu terjadi biaya marjinal akan mendekati tak terhingga. Oleh karena itu,
kapasitas absolut bukanlah referensi yang terlalu berguna untuk mengukur kelebihan
kapasitas.

DEFINISI: Kapasitas penuh (  ) dari suatu pabrik biasanya merujuk kepada
tingkat output di mana MC mulai meningkat di atas SAC. Meskipun tambahgan output
dapat diproduksi dengan menambah lebih banyak unit faktor variabel, MC akan susah
meningkat. Perusahaan biasanya menghindari produksi ͟   ͟ ini sebisa
mungkin, cenderung memilih untuk berproduksi pada tingkat di bawah kapasitas penuh
sehingga perusahaan dapat mencadangkan sedikit kelebihan kapasitas. Jika
menguntungkan untuk dilakukan, maka perusahaan dapat menggunakan   
 setelah semua kelebihan kapasitas digunakan.

Perusahaan cenderung untuk melebihkan kapasitas karena:


1. ketika pasar tumbuh, kelebihan kapasitas dapat memberikan perusahaan waktu
untuk membangun pabrik yang lebih besar, memungkinkan perusahaan untuk
melayani pasar yang berkembang dan memelihara atau meningkatkan  x 
perusahaan tanpa terhalang kenaikan biaya-biaya unit
2. memungkinkan perusahaan beroperasi dalam kondisi permintaan yang tidak pasti
untuk menunda keputusan ekspansi sampai perusahaan dapat memastikan
pertumbuhan permintaan itu permanen dan bukan sementara
3. memungkinkan perusahaan berproduksi pada tingkat yang lebih tinggi daripada
tingkat permintaan saat ini, membangun kembali persediaan yang habis, memulihkan
produksi dari mogok kerja atau kerusakan mesin, atau mengambil keuntungan dari
permasalahan pesaing.

#!"
    ! !" 

Kurva Biaya Marginal  (LMC) menunjukkan biaya produksi marjinal


setiap tambahan unit output ketika perusahaan bebas untuk mengubah input dari
semua faktor produksi. Kurva LMC berada di bawah kurva LAC ketika LAC turun, dan
berada di atas LAC ketika LAC naik.
-. ) -     ?'  (
?' 

Keekonomisan ukuran pabrik atau peningkatan hasil dari ukuran pabrik terbukti
ketika kurva LAC miring ke kanan bawah, mengindikasikan bahwa ukuran pabrik yang
lebih besar secara berturut-turut berkorespondensi dengan kurva SAC yang berada
sedang turun ke kanan. Keekonomisan ini meningkat karena tingkat output yang lebih
besar memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan metode penintensifan modal
yang lebih efisien (seperti baris perakitan yang terkontrol komputer) dan karena
karyawan mungkin memiliki spesialisasi dalam area keahlian mereka. Setelah titik
tertentu, peningkatan menjadi tidak efisien pada area lainnya, mungkin disebabkan oleh
peningkatan birokrasi dari perusahaan yang lebih besar, mungkin diperkirakan untuk
menutup kerugian dari biaya keuntungan ini. Perusahaan mengalami
ketidakekonomisan ukuran pabrik ketika secara berturut-turut ukuran pabrik yang
semakin besar menggambarkan kurva SAC yang berada sedang meningkat ke kanan.

  )."$.) Keekonomisan


lain muncul sebagai hasil dari ukuran absolut dari suatu perusahaan. Contohnya,
perusahaan-perusahaan yang lebih besar biasanya dapat memperoleh diskon dari
pembelian bahan mentah dalam jumlah besar, yang memberikan mereka suatu
keuntungan biaya daripada perusahaan-perusahaan kecil. Keuntungan ini, yang juga
sering disebut dengan     x, sangat berbeda dengan keekonomisan dari
ukuran pabrik yang bergantung pada peningkatan efisiensi produksi. Banyak perusahaan
memperoleh      x lebih jauh sebagai hasil dari mengoperasikan lebih
dari satu pabrik. Penghematan biaya ini tampaknya disebabkan dari penyebaran biaya-
biaya tetap tertentu yang tidak digunakan, seperti bakat manajerial, penyewaan
komputer, dan pengeluaran periklanan, untuk lebih dari satu pabrik. Kurva biaya
marjinal untuk pabrik pertama akan diperkirakan merosot beberapa derajat sebagai
hasil dari pembukaan pabrik kedua dan berikutnya, karena beberapa bagian dari biaya
tetap yang sebelumnya digunakan untuk satu pabrik sekarang digunakan untuk salah
satu dari pabrik-pabrik yang baru.
# )%
  !" 

 Kurva pembelajaran, yang juga dikenal dengan kurva pengalaman ( 


     ), adalah kurva yang menghubungkan biaya per unit dari output dengan
volume kumulatif dari output karena proses produksi pertama kali dimulai. Studi empiris
menunjukkan bahwa biaya-biaya unit cenderung berkurang dengan persentase yang
relatif stabil setiap kali output kumulatif digandakan.

Dalam istilah teori produksi dan biaya, kurva pembelajaran (dan perwujudannya
sebagai penurunan dari kurva biaya x  dari waktu ke waktu) dapat dijelaskan
sebagai suatu pengembangan berkelanjutan dalam produktivitas dari input variabel,
dengan diberikan harga yang tetap (konstan). Perlu diperhatikan bahwa efek
pembelajaran terjadi paling besar saat proses produksi pertama kali dimulai dan
berkurang seiring berjalannya waktu. Proses produksi yang telah dewasa (telah relatif
lama berjalan) akan mendapatkan efek pembelajaran yang sangat sedikit dan kurva
pembelajarannya menjadi relatif datar.