Вы находитесь на странице: 1из 31

GEOMORFOLOGI

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

SILABUS

• Geomorfologi adalah ilmu tentang bentang alam, proses-


proses yang terjadi dan pembentukannya, baik dari dalam
(endogen) maupun di luar (eksogen).
• Gemorfologi merupakan cerminan dari kondisi litologi dan
struktur geologi, berkaitan dengan tahapan proses di
permukaan seperti pelapukan, erosi dan sedimentasi,
yang memberikan gambaran bentang alam karakteristik.
• Dalam mempelajari geomorfolgi, disamping pengamatan
lapangan, digunakan analisis peta topografi, foto udara
dan berbagai citra hasil penginderaan jauh.
• Analisis ini meliputi teknik pemakaian foto udara dan citra
dari pesawat atau satelit, pengolahan dan cara interpretasi
visual ataupun digital..

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

SASARAN

z Memahami bentuk, geometri, unsur-unsur bentang alam sehingga


dapat membedakan satu satuan dengan satuan geomorfologi
lainnya dan mengklasifikasikannya berdasarkan kepada proses
pembentukannya secara geologis.

z Memahami cara-cara dan metode interpretasi baik dari observasi


di lapangan melalui bentuk dan proses, maupun secara tidak
langsung melalui analisis bentuk, pola atau rona melalui foto
udara atau citra.

z Mampu menganalisis, menginterpretasi dan mensintesis bentang


alam dan bentuk muka bumi untuk berbagai keperluan
interpretasi baik untuk Geologi maupun untuk terapannya.

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Menjelaskan bentuk, geometri, proses


pembentukan dan unsur-unsur geologi yang
mengendalikan bentang alam (lanskap/
landscape) ataupun bentuk muka bumi (landform)
serta menerapkannya dalam berbagai tujuan baik
untuk ilmu murni (Geologi, Geografi Fisik) maupun
untuk aplikasinya (pertambangan, perencanaan,
lingkungan, dsb) dengan menggunakan metode
interpretasi melalui pengamatan langsung di
lapangan, peta topografi, foto udara, maupun citra
satelit.

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Geomorfologi
adalah ilmu yang mempelajari bentuk
permukaan (landform) dan bentang
permukaan (landscape) alam, termasuk
didalamnya ;
• Deskripsi
• Klasifikasi
• Kejadian
• Perkembangan
• Sejarah
dari permukaan bumi.
IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Fisiografi (Physiography) :
studi geomorfologi skala regional
(Salisbury, 1907).
>> Identik dengan istilah
Physical Geography.
Geomorfologi cenderung memakai dasar
geologi untuk fisiografi
Geografi menyamakan fisiografi dan
morfologi (murni), unsur geologi tidak
termasuk kedalamnya.
IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Pertengahan abad 20, geomorfologi-skala regional


(fisiografi) sudah mulai ditinggalkan.

Russel (1958), pengertian fisiografi untuk istilah untuk


bukti/kejadian untuk ilmu lain, terutama geologi.

Istilah fisiografi masih dipakai oleh ahli geologi (Thornbury,


1965; Hunt, 1967),

Ahli geografi lebih membahas interaksi alam-manusia dan


aplikasi dari model dan analisis sistem (Chorley & Kennedy,
1971)
IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

GEO = GEA = GAIA Î IBU BUMI Î BUMI


MORFO = BENTUK
LOGI = LOGOS Î ILMU

GEOMORFOLOGI = ILMU BENTUK BUMI


BAGIAN DARI GEOLOGI YANG
MEMPELAJARI BENTUK/GEOMETRI DAN
PROSES-PROSES PEMBENTUKKANNYA
SERTA UNSUR-UNSUR GEOLOGI YANG
MENGENDALIKANNYA

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

• PENGAMATAN LANGSUNG DI LAPANGAN

• PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG:


• - PETA TOPOGRAFI
• - FOTO UDARA
• - CITRA

• EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM

IntroGeomorfo
PENGAMATAN LANGSUNG DI LAPANGAN

IntroGeomorfo
PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG
- PETA TOPOGRAFI
IntroGeomorfo
PENGAMATAN TIDAK LANGSUNG:
FOTO UDARA

IntroGeomorfo
PENGAMATAN TIDAK
LANGSUNG
CITRA SATELIT

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Sejarah Pengembangan Konsep geomorfologi

z Herodotus (485 ? – 425 BC) : mengamati pertumbuhan lanau dan lempung


dari S. Nil; “Egypt is the gift of the river” than the wrath of Gods.

z Aristotle (384 – 322 BC) : menelaah asal usul mata air : 1) dari resapan air
hujan ke dalam tanah, 2) dari kondensasi air atmosfir, 3) dari kondensasi air
juvenil; pasang/surut muka laut; pembentukan endapan aluvial.

z Strabo (54 BC – 25 AD) : timbul tenggelamnya daratan; gempa bumi ada


hubungannya dengan gunungapi; ukuran delta tergantung kepada kondisi
aliran sungai.

z Ibn. Sina (980 – 1037) : gunung terbentuk oleh pengangkatan dan erosi;

z Leonardo da Vinci (1452 – 1519) : lembah terbentuk oleh sungai. Sungai


membawa sedimen dan mengendapkannya; suatu pegunungan pernah
menjadi laut karena ditemukan fosil binatang laut di dalam batuan.

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Sejarah Pengembangan Konsep geomorfologi

z Button : (2707 – 1788) : erosi sungai mempunyai kemampuan


mengurangi tinggi gunung dan mengendapkan ke laut; umur bumi
tidak dapat dihitung seperti tertera pada hari-hari, kitab suci: tidak
dapat di beberapa ribu tahun saja.

z J. Hutton dan J. Playfair (1726 – 1797) : granit dari igneous origin


(Plutonist); “The present is the key to the past”; doctrin
“uniformitarianism”.

z W. M. Davis (1850 – 1934) : “Geomorphic cycle”, terjadi melalui


tahap-tahap perkembangan (stages of development – yourth –
nature old stage); perbedaan dalam bentang alam disebabkan oleh
perbedaan struktur geologi, proses-proses geomorfologi dan tahap-
tahap perkembangannya.

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

•HUTTON & PLAYFAIR :


James Hutton (1726 – 1797) :
Plutonists – granit berasal dari pembekuan magma


X
(Neptunists – granit berasal dari batuan sedimen melalui proses ultra
metamorfosis ––→ Werner School)
“The present is the Key to the Past” (masa sekarang adalah kunci


untuk memahami sejarah masa lalu).


“Uniformitarianism” - … perubahan-perubahaan pada masa lalu bukan


hal yang luar biasa tetapi sama dengan yang terjadi pada masa
sekarang.
“The prsent is the key to the past”
John Playfair adalah murid dari James Hutton yang
mempopulerkan ide “The present is the key to the past” dari
Jamest Hutton.

Cuvier
Catastrophism : proses alam terjadi secara mendadak/cepat


(retakan, gunungapi, banjir, longsor, dsb.); lawannya adalah


catastrofism tersebut. IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Davis (1850 – 1934)

Geomorphic Cycle / Geographical Cycle:

merupakan perkembangan bentang alam sejak pengangkatan


(uplift) hingga peneplainisasi dan sedimentasi.

(cekungan dan sedimentasi) ––→ pengangkatan/ perlipatan ––→


erosi/denudasi ––→ peneplanisasi ––→ (cekungan dan
sedimentasi).

Faktor yang mempengaruhi bentuk morfologi :


1. Struktur geologi dan batuan
2. Proses-proses geomorfologi (pelapukan, erosi, longsoran,
sedimentasi)
3. Tahapan erosi (tahapan Muda – Dewasa – Tua).

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

Walter Penck : (sedikit berbeda dengan Davis)




bahwa tektonik dimulai dengan perlahan-lahan




dan berakhir dengan gerakan cepat sehingga


terhindar dari tahapan perkembangan
geomorfologi dataran atau peneplainisasi.

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

10 Konsep Thornbury (1989)

• (proses fisik dan hukum-hukum yang berlaku sekarang juga


berlangsung sepanjang waktu geologi ….)
• Struktur geologi merupakan kendali dominan ….
• …. relief terbentuk karena proses-proses geomorfologi berjalan
pada kecepatan yang berbeda ….
• …. proses-proses geomorfologi meninggalkan jejak kepada
bentuk muka bumi ….
• …. agen erosi yang berbeda membentuk muka bumi yang
sesuai dengannya …..
• …. evolusi geomorfologi yang komplex lebih lazim dari yang
sederhana.

IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

10 Konsep Thornbury (1989)

• …. evolusi geomorfologi yang komplex lebih lazim dari yang


sederhana.
• …. hanya sedikit topografi terbentuk lebih tua dari Tersier;
kebanyakan tidak lebih tua dari Pleistosen.
• …. penafsiran bentang alam sekarang tidak mungkin tanpa
apresiasi dari banyak pengaruh geologi dan iklim ….
• …. Apresiasi terhadap iklim global perlu untuk memahami
pengaruhnya terhadap berbagai proses geomorfologi.
• …. geomorfologi tidak hanya perlu untuk bentang alam
sekarang, tetapi masa lalu.

IntroGeomorfo
Fundamental Concepts of Geomorphology
KONSEP GEOMORFOLOGI
Concept Description Alternatives
Uniformitarianism Similar geomorphic processes that operate today operated Unusual processes without modern
throughout geologic time. analogs occurred in the geologic past.

Gradualism Relatively frequent, modest-sized processes dominate in Cataclysmic processes and changes are
the progressive changing of the landscapes over long time most important in landscape evolution.
periods.
Orderliness Erosional agents on a planetary surface produce an Some landscapes arise from disolderly
orderly sequence of landforms as a function of time processes.

Morphoclimatic Landscapes reflect the influence of certain climatic Geologic structure predominates over
Zonation processes by developing a characteristic assemblage of climate in influencing landform
landforms. assemblages.
Youthfulness of Most of the Earth’s topography is no older than In stable tectonic areas, extensive
Topography Pleistocene. landscapes of Tertiary, or even
Mesozoic, age are preserved.
Legacy of the The geologic and climatic changes of the Pleistocene were Relict landscape elements persist
Pleistocene critical in the shaping of most landscapes. despite Pleistocene changes and
comprise palimpsests.
Modernism Geomorphology is primarily concerned with present-day Geomorphology attains its maximum
processes that shape present day landscapes. usefulness by historical extension,
analyzing ancient conditions.

Simplicity It is necessary to search for simplicity in geomorphological Complexity of geomorphic systems is


systems. more common than simplicity.
IntroGeomorfo
GEOMORFOLOGI

• A.K. Lobeck, 1939, Geomorphology, an introduction


to the study of landscape. McGraw Hill.
• Thornburry, 1989, The Principles of
Geomorphology, Prentice Hall.
• R.W. van Zuidam ,1985, Aerial Photo Interpretation
in terrain anaysis and geomorphologic mapping,
The Hague.
• Photogeology and Photogeomorphology, AAPG, 1992
• Floyd F. Sabins,1997, Remote Sensing, Principles and
Interpretation, Freeman 3rd Edition
• Michael A. Summerfield, Globagl Geomorphology,
2006, Prentice Hall.
• Richard John Hudget, 2007, Fundamentals of
Geomorphology, Routledge, 2nd Edition
IntroGeomorfo
SKALA GEOMORFOLOGI
Hierarchical Classification of Terrestrial Geomorphological Features by Scale

Order Approximate Spatial Characteristic Units (with examples) Approximate Time


Scale (km2) Scales of Persistence
(years)
1 107 Continents, ocean basins 108-109
2 106 Physiographic provinces, shields, depositional plains 108
3 104 Medium-scale tectonic units (sedimentary basins, mountain 107-108
massifs, domal uplifts)
4 102 Smaller tectonics units (fault blocks, volcanoes, troughs, 107
sedimentary subbasins, individual mountain zones)
5 10-102 Large-scale erosional/depositional units (deltas, major valleys, 106
piedmonts)
6 10-1-10 Medium-scale erosional/depositional units or landforms 105-106
(floodplains, alluvial fans, moraines, smaller valleys and
canyons)
7 10-2 Small-scale erosional/depositional units or landforms (ridges, 104-105
terraces, sand dunes)
8 10-4 Larger geomorphic process units (hillslopes, sections of stream 103
channels)
9 10-6 Medium-scale geomorphic process units (pools and riffles, river 102
bars, solution pits)
10 10-8 Microscale geomorphic process units (fluvial and eolian ripples,
glacial striations)
IntroGeomorfo
SKALA GEOMORFOLOGI

IntroGeomorfo
SISTEM GEOMORFIK
Terminology of Geomorphic Systems

Term Usage Example


Cascade A type of system through which energy and mass Movement of water and sediment
flow from one subsystem to another. through a drainage basin.
Feedback Output to one system acts as input to itself. The As river bar is eroded. It becomes
effect can be self-enhancing (positive feedback) more streamlined in shape, which
or self-regulating (negative feedback). reduces erosion (negative
feedback).
Equilibrium A balance between form and process. Hillslopes form as a balance
between rock resistance and
erosional processes.
Threshold A condition that must be achieved for a system to A landslide can occur only when
pass from one state to another. the driving forces exceed the
resisting forces.
Equifinality The derivation of similar final states in different Polygonal ground may form from
ways from diverse origins. desiccation, freezing, or
volcanism.
Dynamic An equilibrium state maintained by a balance of Rivers maintain an equilibrium of
Equilibrium fluctuations around a constantly changing system channel form as they continue
condition. long-term degradation.
Steady State An equilibrium state maintained around a time Soil clay content increase by
invariant system condition weathering until it reaches
constant value. IntroGeomorfo
A. K. LOBECK
GEOMORFOLOGY – An Introduction to the Study of landscapes.
Mengulas :
Dimulai dengan :
1. Pemahaman dan keterkaitan antara Fisiografi, Geografi dan Geologi, serta
kedudukan geomorfologi didalam Fisiografi dan Geologi.
Orders dari gejala relief (Order I, II, dan III)
Metoda deskripsi dari bentuk muka bumi
Konsep-konsep utama : uniformitarianisme, katastrofisme, jentera geomorfik,
peremajaan (rejuveration); evolusi dari landscapes.
2. Batuan dan sifat-sifatnya terhadap geomorfologi : komposisi, textur, struktur,
kekerasan; bentuk fisiografi/geomorfologi.
3. Proses-proses geomorfologi (exogen) :
Pelapukan : pel. Mekanik, kimia, pelarutan; pembentukan tanah; longsoran; morfologi
yang terbentuk.
Air bawah tanah : mata air; air panas, geyser; morfologi karst, gua, jembatan alam.
Aktivitas sungai, glasial, gelombang, angin, organisme.
4. Dataran dan Pegunungan :
Dataran Pantai
Plateau – kubah – peg. Blok – peg. Lipatan – peg. Komplex – gunung api.
Kawah meteor.
5. Setiap pembahasan didahului dengan sinopsis, diakhiri dengan pertanyaan dan topik
penelitian; dengan foto dan sketsa/peta topografi.

IntroGeomorfo
THORNBURY W. D.
PRINCIPLES OF GEOMORPHOLOGY
Mengulas :
1. Menampilkan konsep-konsep fundamental geomorfologi sejak jaman Yunani Kuno,
permulaan jaman Modern sampai ide terbaru dan kecenderungan geomorfologi
sekarang (a.l. keterkaitan ilmu geomorfologi dengan ilmu tanah, hidrologi, airtanah, ilmu
lingkungan, dan perencanaan).
2. Kerangka proses-proses geomorfologi :
- Endogenic processes (Eypogene proc.)
- Exogenic processes (Epigene proc.)
- Extraterrestrial processes.
3. Proses Exogen :
- Pelapukan, pembentukan tanah, Mass wasting
- Sungai
- Konsep peneplain (Davis – American School VS English School dengan argumen
masing-masing).
4. Proses Endogen :
- Peg. Kubah, peg. Lipatan, peg. Blok/Patahan, gunungapi.
- Kriteria dari berbagai genesa morfologi dan expresinya.
- Peg. Karst.
- Paleogeografi/paleogeomorfologi : sungai purba, morfologi terpendam (intrusi, lipatan,
graben, ketidak-selarasan, pantai purba, karst purba, dsb.);
5. Geomorfologi Terapan :
- Hidrologi
- Explorasi mineral (primer, residu, plaser)
- Teknik sipil (jalan, bendungan, pelabuhan, bahan bangunan, dsb.)
- Explorasi minyak bumi
- Lingkungan dan perencanaan wilayah dan kota.
IntroGeomorfo
R.A. VAN ZUIDAM,
AERIAL PHOTO-INTERPRETATION IN TERRAIN ANALYSIS AND
GEOMORPHOLOGIC MAPPING
Mengulas :
•Menekankan landasan analisis dan klasifikasi lahan/terrain atas dasar : relief,
proses geomorfologi, batuan, struktur batuan dan struktur geologi, sifat tanah, sifat
hidrologi, dan vegetasi.

•Menampilkan Kriteria dan Terminologi Terrain Units; teknik-teknik klasifikasi terrain


(tabel, check lists, diagram blok, foto udara, penampang), aspek pemetaan terrain.

•Menampilkan Prosedur :
-Fase-fase interpretasi Foto Udara (analisis, klasifikasi.
-Sifat-sifat Foto dan Terrain (nada, pola, textur, bentuk)
-Prosedur mapping dengan Foto Udara.

•Aspek-aspek Geomorfologi dan Terrain dari landscapes :


Akibat Denudasi
-Akibat Struktur
-Akibat Gunungapi
-Akibat Fluvial dan Hidrografi Disertai simbol
-Akibat Karst peta
-Akibat Marin
-Akibat Angin
•Aplikasi :
-Klasifikasi dalam studi Erosi
-Klasifikasi dalam bencana alam
-Klasifikasi dalam sumberdaya alam/mineral
-Klasifikasi dalam pembangunan jalan
-Klasifikasi dalam studi wilayah pantai.
IntroGeomorfo
A. K. LOBECK
GEOMORFOLOGY – An Introduction to the Study of landscapes.
Mengulas :
Dimulai dengan :
1. Pemahaman dan keterkaitan antara Fisiografi, Geografi dan Geologi, serta
kedudukan geomorfologi didalam Fisiografi dan Geologi.
Orders dari gejala relief (Order I, II, dan III)
Metoda deskripsi dari bentuk muka bumi
Konsep-konsep utama : uniformitarianisme, katastrofisme, jentera geomorfik,
peremajaan (rejuveration); evolusi dari landscapes.
2. Batuan dan sifat-sifatnya terhadap geomorfologi : komposisi, textur, struktur,
kekerasan; bentuk fisiografi/geomorfologi.
3. Proses-proses geomorfologi (exogen) :
Pelapukan : pel. Mekanik, kimia, pelarutan; pembentukan tanah; longsoran; morfologi
yang terbentuk.
Air bawah tanah : mata air; air panas, geyser; morfologi karst, gua, jembatan alam.
Aktivitas sungai, glasial, gelombang, angin, organisme.
4. Dataran dan Pegunungan :
Dataran Pantai
Plateau – kubah – peg. Blok – peg. Lipatan – peg. Komplex – gunung api.
Kawah meteor.
5. Setiap pembahasan didahului dengan sinopsis, diakhiri dengan pertanyaan dan topik
penelitian; dengan foto dan sketsa/peta topografi.

IntroGeomorfo
THORNBURY W. D.
PRINCIPLES OF GEOMORPHOLOGY
Mengulas :
1. Menampilkan konsep-konsep fundamental geomorfologi sejak jaman Yunani Kuno,
permulaan jaman Modern sampai ide terbaru dan kecenderungan geomorfologi
sekarang (a.l. keterkaitan ilmu geomorfologi dengan ilmu tanah, hidrologi, airtanah, ilmu
lingkungan, dan perencanaan).
2. Kerangka proses-proses geomorfologi :
- Endogenic processes (Eypogene proc.)
- Exogenic processes (Epigene proc.)
- Extraterrestrial processes.
3. Proses Exogen :
- Pelapukan, pembentukan tanah, Mass wasting
- Sungai
- Konsep peneplain (Davis – American School VS English School dengan argumen
masing-masing).
4. Proses Endogen :
- Peg. Kubah, peg. Lipatan, peg. Blok/Patahan, gunungapi.
- Kriteria dari berbagai genesa morfologi dan expresinya.
- Peg. Karst.
- Paleogeografi/paleogeomorfologi : sungai purba, morfologi terpendam (intrusi, lipatan,
graben, ketidak-selarasan, pantai purba, karst purba, dsb.);
5. Geomorfologi Terapan :
- Hidrologi
- Explorasi mineral (primer, residu, plaser)
- Teknik sipil (jalan, bendungan, pelabuhan, bahan bangunan, dsb.)
- Explorasi minyak bumi
- Lingkungan dan perencanaan wilayah dan kota.
IntroGeomorfo
R.A. VAN ZUIDAM,
AERIAL PHOTO-INTERPRETATION IN TERRAIN ANALYSIS AND
GEOMORPHOLOGIC MAPPING
Mengulas :
•Menekankan landasan analisis dan klasifikasi lahan/terrain atas dasar : relief,
proses geomorfologi, batuan, struktur batuan dan struktur geologi, sifat tanah, sifat
hidrologi, dan vegetasi.

•Menampilkan Kriteria dan Terminologi Terrain Units; teknik-teknik klasifikasi terrain


(tabel, check lists, diagram blok, foto udara, penampang), aspek pemetaan terrain.

•Menampilkan Prosedur :
-Fase-fase interpretasi Foto Udara (analisis, klasifikasi.
-Sifat-sifat Foto dan Terrain (nada, pola, textur, bentuk)
-Prosedur mapping dengan Foto Udara.

•Aspek-aspek Geomorfologi dan Terrain dari landscapes :


Akibat Denudasi
-Akibat Struktur
-Akibat Gunungapi
-Akibat Fluvial dan Hidrografi Disertai simbol peta
-Akibat Karst
-Akibat Marin
-Akibat Angin
•Aplikasi :
-Klasifikasi dalam studi Erosi
-Klasifikasi dalam bencana alam
-Klasifikasi dalam sumberdaya alam/mineral
-Klasifikasi dalam pembangunan jalan
-Klasifikasi dalam studi wilayah pantai.
IntroGeomorfo