You are on page 1of 6

Modul Pengelolasan Usaha – 5.

BAGAIMANA MENGHITUNG BIAYA DAN PENDAPATAN?

Strategi Pelatihan Tujuan: Membantu Peserta untuk: . . . Indikator Transformasi

Naluri: hasil jerih payah kita hari 1. Memantapkan konsep biaya 1. Mampu menentukan biaya-biaya produk
ini kita nikmati untuk hari esok 2. Menentukan pendapatan yang diterima dari usaha yang atau servis yang dikeluarkan peserta
sedang dijalankan dalam menjalankan usahanya.
Problem: Sering terjadi tidak 3. Menentukan Laba yang diperoleh dari usahanya. 2. Mampu menentukan pendapatan yang
mengetahui apa saja biaya dan diterima dari usahanya.
keman saja hasil penjualan. 3. Mampu menentukan Laba Usaha dan
menganalisis apakah usahanya
METHODE: Presentasi, Diskusi mengalami keuntungan atau kerugian.
MATERIAL: Flip chart, notebook,
board marker, ballpoint., bola.
WAKTU: 30 menit
TINGKAT: PEMULA/MENENGAH
Prosedur 1. Beri salam pada peserta, dan minta salah seorang peserta untuk memimpin dalam doa sesuai dengan agama dan kepercayaanya, sementara anggota lain berdoa
dalam hati sesuai agama dan kepercayaannya. Motivasi peserta untuk mengikuti aktivitas pelatihan dan jelaskan tujuan dari pelatihan ini.
2. Bagi peserta menjadi beberapa kelompok kecil sesuai dengan tipe usahanya: podusen, pedagang, dan penyedia jasa. Kemudian bagikan kertas flip chart ke masing-
masing kelompok sejumlah yang dibutuhkan.
3. Review kembali materi pelatihan sebelumnya, dengan menanyakan pengertian dari biaya, pentingnya menentukan biaya usaha, jenis-jenis biaya, pengertian biaya
tetap dan berubah serta contohnya.
4. Lakukan Icebreaker
5. Diskusikan apa pengertian pendapatan usaha? Apakah penting mencatat pendapatan yang kita terima?
6. Diskusikan contoh 1 bersama peserta
7. Bagikan kembali tugas yang diberikan ke masing-masing kelompok pada pelatihan sebelumnya (menentukan biaya-biaya usaha). Tugas kelompok kali ini adalah
menentukan pendapatan yang diterima dari usaha dan juga laba yang diperoleh dari usaha tersebut.
8. Minta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. Sementara perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, kelompok
yang lain boleh mengajukan pertanyaan untuk menghidupkan suasana diskusi.
10. Minta salah satu peserta untuk menyimpulkan hasil diskusi. Pembina dapat memberikan tambahan kesimpulan bila diperlukan.
11. Tutup diskusi dengan berdoa bersama.
Modul Pengelolasan Usaha – 5.5

Review Materi Penentuan Biaya-biaya Usaha dengan Icebreaker.

Icebreaker : “OPER BOLA”

Instruksi Permainan untuk kelompok dan fasilitator:


1. Minta para peserta untuk berdiri dan membentuk sebuah lingkaran.
2. Minta salah seorang peserta untuk menjadi sukarelawan untuk berdiri diluar lingkaran.
3. Jelasakan kepada peserta (sambil memegang sebuah bola ditangan) bahwa fasilitator mempunyai sebuah bola di tangan dan fasilitator akan
menyerahkan bola tersebut ke salah satu peserta (sebut sebagai peserta I).
4. Selanjutnya, sukarelawan yang telah ditunjuk berdiri membelangkangi peserta lainnya dan bertepuk tangan selama beberapa waktu.
5. Saat sukarelawan menepukkan tangannya, bola yang dipegang oleh peserta I harus dioperkan ke peserta di sebelah kanannya, dan peserta tersebut
kembali mengoper bola yang dipegangnya ke peserta di sebelah kananya. Demikian seterusnya sampai sukarelawan berhenti bertepuk tangan.
6. Peserta terakhir yang memegang bola saat sukarelawan berhenti bertepuk tangan, harus mengatakan kepada seluruh peserta jenis usaha yang
dijalankannya dan menjelaskan biaya-biaya apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan usahanya tersebut.
7. Setelah peserta tersebut (point 6) selesai menjelaskan biaya usahanya, maka peserta ini berganti posisi dengan sukarelawan. (sukarelawan menjadi
pemegang bola sementara peserta yang telah menjelaskan biaya usahanya bertugas memberikan bunyi-bunyian/tepuk tangan untuk pengoperan bola
selanjutnya).
8. Peserta yang memegang bola kembali mengoperkan bolanya ke peserta di sebelah kanannya saat sukarelawan bertepuk tangan hingga sukarelawan
berhenti bertepuk tangan. Peserta terakhir yang memegang bola kembali menjelaskan tentang jenis usaha dan biaya yang dibutuhkan untuk
menjalankan usaha.
9. Demikian seterusnya hingga fasilitator menghentikan permainan.
10. Permainan dikatakan berhasil, bila sebagian besar peserta mampu menyebutkan biaya-biaya yang diperlukan untuk menjalankan usahanya.
11. Setelah menyelesaikan permainan, fasilitator menanyakan peserta,” Apa yang Bapak/Ibu pelajari melalui permainan ini?
12. Berikan refleksi tentang pentingnya mengetahui biaya –biaya usaha.

Pengembangan Permainan:
Permainan ini cukup menyenangkan, dan membantu peserta untuk belajar dari peserta lainnya tentang biaya-biaya usaha yang dikeluarkan. Apa yang mereka dengar dari
peserta lainnya, akan sangat membantu mereka dalam menentukan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan,bahkan yang tak terpikirkan sebelumnya.

*catatan : bila tidak ada bola, dapat digunakan benda lain yang aman.
Modul Pengelolasan Usaha – 5.5

Apakah Pengertian dari Pendapatan Usaha?


Pendapatan usaha adalah uang yang diperoleh dari hasil penjualan produk atau jasa.

Sebagai contoh: Ibu Wiwik menjalankan usaha menjual kosmetik dan hari ini ia mampu menjual:

2 hand body lotion (harga setiap hand body nya Rp 3.000), 2*3.000 = Rp. 6.000
2 lipstik (harga setiap listiknya Rp. 20.000), 2*20.000 = Rp. 40.000
Total Pendapatan = Rp. 46.000

Untuk menghitung biaya dan pendapatan usaha, dapat digunakan format sederhana, seperti pada contoh. Format ini dapat membandingkan
biaya dan pendapatan usaha Bapak/Ibu setiap waktu. Selain itu, Bapak/Ibu juga dapat mengontrol pertumbuhan atau penurunan usaha,
sehingga dapat segera mengambil keputusan bijak untuk perkembangan usaha.

Contoh 1
Misalnya, Ibu Heny seorang penjual tomat di pasar Pagi. Ia berjualan dari hari Senin – Minggu (30 hari per bulan ). Saat ini Ibu Heny
sedang memasuki awal bulan ingin mengetahui apakah ia memperoleh keuntungan atau malah kerugian dari usahanya tersebut. Karenanya ia
mencoba menentukan biaya-biaya yang ia keluarkan untuk usahanya pada bulan lalu, dan kemudian menghitung pendapatan yang diperoleh
dari usahanya tersebut.

Tahapan-tahapan:
1. Ibu Heny menghitung biaya-biaya yang ia keluarkan pada bulan lalu untuk usahanya dan menentukan apakah biaya tersebut masuk
kategori biaya tetap ataukah biaya berubah. Ibu Heny membuat tabel sederhana:

Item Kebutuhan Biaya Tetap Biaya Berubah


Barang Dagangan Pembelian Tomat X
Biaya Umum (lainnya) Biaya transport Barang X
Sewa tempat X
Modul Pengelolasan Usaha – 5.5

2. Proses perhitungann biaya

Item Biaya Tetap Biaya Berubah


Pembelian 5 box Tomat 20*5 *1.500 = Rp. 150.000
(1 box = 20 kg); Rp. 1500/Kg.
Pembayaran biaya pengangkutan tomat 4 * 5.000 = Rp. 20.000
Sewa tempat Rp. 30.000
Total Rp. 30.000 Rp. 170.000
Total Biaya = Biaya Berubah + Biaya Tetap
Total Biaya = Rp. 30.000 + Rp, 170.000= Rp. 200.000

3. Ibu Heny memutuskan untuk menjual tomat seharga Rp 3000 per kg, dan ia mengatakan bahwa ia berhasil menjual rata-rata 22.5 kg per tomat per
minggunya pada bulan lalu, sementara 2.5 kg lainnya hanya laku terjual Rp. 1.500 karena dalam kondisi rusak. Maka rata-rata pendapatan yang diterima
Ibu Heny setiap minggunya:

a. Pendapatan dari tomat yang bagus : Rp. 3000 * 22.5 Kg = Rp. 67.500
b. Pendapatan dari tomat yang kurang bagus:Rp.2000 * 2.5 Kg = Rp. 5.000
Total Pendapatan per minggu (a+b) :67.500+3750 = Rp. 71.250

Dengan demikian, pendapatan per bulan Ibu Heny dari usahanya ini adalah : 4*Rp. 71.250 = Rp. 285.000

4. Ibu Heny menghitung Keuntungan/Kerugian (disebut laba) dari Usahanya pada bulan lalu . Laba adalah selisih antara total pendapatan usaha dengan
total biaya usaha.

Laba = Total Pendapatan Usaha – Total Biaya Usaha (*) Titik Keseteimbangan = Total Pendapatan Usaha – Total Biaya Usaha =
0

Bila Laba bernilai positif (+), berarti usaha mengalami keuntungan sejumlah nilai tersebut dan disebut sebagai keuntungan (Laba)- profit margin
Bila Laba bernilai negatif (-), berarti usaha mengalami keuntungan sejumlah nilai tersebut dan disebut sebagai kerugian (Laba (rugi)) – lose margin
Bila Laba bernila nol (o), berarti Total Pendapatan Usaha yang diperoleh sama dengan Total Biaya Usaha yang dikeluarkan dan disebut sebagai Titik
kesetimbangan-break event point. Itu berarti, pendapatan yang diperoleh hanya mampu menutupi biaya yang dikeluarkan-belum mampu memperoleh
keuntungan.
Modul Pengelolasan Usaha – 5.5

Berdasarkan rumus (*), maka Laba yang diperoleh Ibu Heny = Rp. 285.000 – Rp. 200.000 = Rp. 85.000. Karena Laba bernilai positif (+) berarti Ibu
Heny mengalami keuntungan dalam usahanya.

Form-Rincian Biaya

Item Biaya Tetap Biaya Berubah

Total
Total Biaya = Biaya Berubah + Biaya Tetap
Total Biaya =

Form-Rincian Pendapatan
Item Harga jual satuan Total Terjual Total Pendapatan
(Rp) (Rp)

Total Pendapatan
Modul Pengelolasan Usaha – 5.5