You are on page 1of 6

REAKTOR SHUNT SEBAGAI PENGONTROL TEGANGAN

Pengenalan
Level tegangan transmisi dan distribusi dapat naik karena kondisi dalam beban
ringan, distributed generation, atau karena tegangan naik pada jalur transmisi yang
berbeban ringan karena efek feranti.Operator jaringan disyaratkan untuk menjaga
level tegangan dengan batasan yang sangat ketat/ kuat dan juga melakukan
dengan metode seperti shunt kapasitor bank dan tap changer.Reaktor shunt pada
umumnya digunakan untuk kompensasi daya reaktif kapasitif dari jaringan
transmisi dan dengan maksud untuk mengatur level tegangan pada jaringan.
Reaktor ini dapat diaplikasikan langsung pada level transmisi, tetapi biaya
switchgear, perawatan dari reaktor inti besi berpendingin minyak dan
kemungkinan saturasi/ kejenuhan pada level tinggi memuilih pada penggunaan
dari reaktor inti udara pada tegangan medium.Pada kasus ini akan
mendeskripsikan pengenalan control tegangan yang dihargai pada sebuah jenis
aplikasi sistem transmisi dan beberapa aspek praktek pada penerapan reaktor
shunt yang dikoneksikan pada belitan tersier pada suatu transformator.

Konfigurasi
Pada gambar menunjukkan aplikasi yang mudah. Untuk tujuan pada aplikasi ini,
jalur transmisi diasumsikansepanjang 200 km memberikan daya sebuah
transformator transmisi sebesar 300 MVA dengan 50 MVA pada belitan tersier.
Reaktor dengan daya total rating 50 MVAR dipasang pada belitan ini.
Jaringan transmisi tegangan tinggi dimodelkan dengan sebuah beban single yang
bervariasi daro 130 MVA dan yang rendah 13 MVA, kapasitor bank 70 MVAR
digunakan untuk menyediakan dukungan tegangan selama pada saat beban yang
tinggi.
Transformator dilengkapi dengan tap changer pada sisi belitan primer,
dikonfigurasikan untuk mengontrol tegangan busbar pada 330 kv. Level gangguan
pada terminal 330 kv adalah mendekati 1300MVA..
Ketika jaringan berbeban dan beberapa jaringan tegangan tinggi mengalami drop,
tegangan pada busbar naik karena arus kapasitif pada saluran transmisi.
Reaktor shunt dinyalakan pada waktu ini untuk mengkompensasi daya reaktif
kapasitif pada jalur transmisi yang mana akan tegangan transmisi

Kontrol Tegangan
Sensitivitas tegangan untuk berubah pada suatu busbar karena perubahan kecil
pada daya nyata dan daya reaktif pada busbar yang lain dapat dihitung dari
persamaan analisa stabilitas.

Evaluasi dari persamaan ini mensyaratkan sebuah analisa aliran beban yang
lengkap dan mengambil semua perhitungan pada parameter jaringan. Sebuah
ekspresi yang mudah dan yang lebih akurat pada kebanyakan kasus adalah
Pada contoh ini, penurunan tegangan yang diharapkan pada busbar 330kv karena
reaktor yang sedang dikoneksi adalah lebih dari 3.5 %. Hal ini tidak mengambil
perhitungan resistansi jaringan dan operasi tap changer.
Tabel di bawah menunjukkan pengaruh pada level tegangan per unit pada
berbagai macam mode operasi

Penurunan tegangan aktual reaktor sebagai hasil dari sebuah reaktor


bagaimanapun adalah 2.7% pada busbar ekstra tegangan tinggi.

Kurva beban di bawah ini pada sebuah studi yang komprehensif pada sistem
transmisi yang nyata mengambil perhitungan semua kemungkinan level beban
pada jaringan dan operasi pada semua tap changer dan kapasitor bank shunt.
Perbaikan level tegangan pada level semua beban jelas terlihat.

Proteksi dan pembumian


Pada banyak aplikasi dari reaktor ekstra high voltage dan high voltage sistem, star
point dari reaktor adalah dikoneksi ke bumi, dimana M reaktor shunt adalah
secara umum tidak dibumikan.
Jika star poin dari transformator belitan tersier tidak dibumikan, lalu pembumian
reaktor akan memandu pada pendeteksian earth fault pada zona ini.
Bagaimanapun earth fault seperti ini dapat juga dibuat dengan maksud
pengukuran dari tegangan dengan sebuah star primer dibumikan dan tegangan
sekunder delta terbuka digunakan untuk mendeteksi earth fult yang disuplai oleh
belitan tersier.
Reaktor harus dilengkapi dengan proteksi arus lebih dan earth fault monitoring
pada sisi arus line.
Pada kasus ini dimana reaktor yang dikoneksikan pada belitan tersier pada
transformator, kebanyakan seperti bahwa reaktor feeder akan dimasukkan pada
proteksi jarak transformator.
Proteksi jarak pada reaktor dapat dihargai dengan menukar tiap fase menjadi dua
bagian dan memonitor arus tidak seimbang pada star point. Metode ini
mendukung proteksi yang sangat cepat dan sensitif dari sebuah belitan reaktor,
secara spesifik pada syarat gangguan internal.

Switching dari reaktor


IEEE C37 mendukung panduan yang lengkap untuk persyaratan switching dari
reaktor. Satu hal yang paling penting dari switching reaktor adalah arus chopping
yang disebabkan oleh perlawanan arus reaktor ke nol, sebelum zero crossing.Hal
ini dapat menghasilkan tegangan tinggi melintang/ bersebrangan dengan kutub
breaker.
Pengenalan dari kontak material tembaga / chromium pada vakum circuit breaker
mendatangkan masalah dengan tegangan lebih sebuah hasil dari switching selama
pencegahan yang lain juga diambil dan circuit breaker dinilai cukup memuaskan
untuk aplikasi yang spesifik.
Frekuensi osilasi dan magnitudo dihitung dengan induktansi dan kapasitansi liar
digabungkan dengan reaktor, circuit breaker dan komponen jaringan pada jarak
yang dekat menuju ke sirkuit breaker. Kapasitansi pada umumnya sangat rendah,
yang menghasilkan pada switching transient pada frekuensi tinggi dimana hal ini
membahayakan kontak circuit breaker.
Frekuensi osilasi dapat dikurangi dengan cara memasang surge capasitor yang
ditempatkan diantara reaktor dan circuit breaker.
Efek dari surge capasitor ini ditunjukkan pada grafik di bawah. Frekuensi dari
switching transient dikurangi lebih dari 40 Khz sampai dengan 6 Khz dengan
penggunaan dari sebuah kapasitor 100nf diantara fase dan ground.
Pengurangan dari frekuensi osilasi menghasilkan pada berkurangnya kontak pakai
Dan lifetime yang lebih lama sebaikpengurangan stress level reaktor.

Ferro resonansi
Ada sebuah kemungkinan teoi bahwa ferro resonansi mungkin terjadi diantara
berbagai macam kapasitansi termasuk kapasitansi liar menuju busbar tersier 11Kv
dan induktansi non linear dari inti transformator tegangan pada sistem 11 Kv.
Ferro resonansi sering kali sulit untuk dipediksi dan tergantung pada sejumlah
prameter. Bagaimanapun karena sifat non linear dari resonansi induktansi, daerah
yang sangat lebar dari kapasitansi menyebabkan ferro resonansi pada beberapa
frekuensi.Ferro resonansi paling jelek ketika single atau double switching
ditemukan, dan secara khas terjsdi pada sistem tidak berbeban dengan beban
resistif yang rendah atau losses. Fenomena ini jarang terjadi pada sistem
seimbang. Sumber impedansi yang tinggi juga dapat menyumbang ferro
resonansi.

Anggapan secara praktek


Aspek tambahan yang harus diambil untuk perhitungan ketika studi dan
mendesain pemasangan reaktor shunt :
1. Kebanyakan instalasi yang dijelaskan seperti ini mengandung lebih dari
satu shunt reaktor pada transformator tersier, agar mendukung kontrol
tegangan yang baik.
2. Beberapa bentuk dari kontrol disyaratkan untuk mengoperasikan pada
tahapan yang bervariasi, dan kontrol ini seharusnya mengambil
perhitungan dari kontrol sistem beberapa tap changer yang mungkin ada
pada transformator primer dan sekunder.
3. Surge arrestor biasanya diaplikasikan untuk reaktor dan transformator
tersier untuk mencegah tegangan yang melampaui batas selama switching.
4. Magnetik dan elektrik yang cocok diantara reakor dan pada peralatan
substation yang lain harus ditemukan, dan semua kaki2 harus di desain
untuk penggunaan bersama dengan reaktor inti udara.