Вы находитесь на странице: 1из 9

PERTEMUAN VII

KOMPENSASI PADA SALURAN TRANSMISI


7.1. PENDAHULUAN

Pada pertemuan sebelumnya telah disebut bahwa saluran transmisi jarak jauh dengan
tegangan ekstra tinggi atau tegangan ultra tinggi membutuhkan peralatan kompensasi. Hal
ini terutama dimaksudkan untuk:

a. mengotrol tegangan kerja di setiap titik sepanjang saluran,

b. memperkecil panjang elektrik Θ dari saluran jadi menaikkan batas stabilitas status saluran

c. menaikkan kapasitas penyaluran.

Alat-alat kompensasi pada saluran-saluran transmisi adalah reaktor shunt, kapasitor


seri atau kombinasi dari keduanya seperti yang dapat dilihat pada gambar 7.1. Kompensasi
dengan reaktor shunt biasanya digunakan pada saluran transmisi jarak menengah dan
kompensasi dengan kapasitor seri atau kombinasi reaktor shunt dan kapasitor seri
digunakan pada saluran yang lebih panjang.

Pada kompensasi dengan kapasitor seri, bila yang dipentingkan hanya keadaan
saluran pada ujung-ujungnya, saluran trasmisi dan kapasitor seri itu cukup direpresentasikan
dengan sirkuit nominal PI tanpa menimbulkan kesalahan yang berarti. Dalam hal ini
penempatan fisik dari kapasitor seri sepanjang saluran tidak termasuk dalam perhitungan.
Tetapi bila kondisi kerja sepanjang saluran perlu diperhatikan, letak fisik kapasitor harus
diperhatikan. Hal ini dapat diperoleh dengan menentukan konstanta umum ABCD dari
bagian saluran di masing-masing sisi dari kapasitor dan merepresentasikan kapasitor itu
dengan konstanta ABCD-nya.

Pada kompensasi reaktor shunt, saluran transmisi dan reaktor shunt terhubung seri,
demikian juga pada kompensasi kapasitor seri saluran transmisi dan kapasitor seri
terhubung seri.

Menurut persamaan kutub empat, dua atau lebih kutub empat terhubung seri,
konstanta umum dari gabungan seri itu adalah:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 56
A1B 2 AnB
=  .   . . . . . (7.1)

C D 1 C2D n
Dengan contoh-contoh di bawah ini akan terlihat jelas bagaimana
pengaruh-pengaruh dari reaktor shunt atau kapasitor seri terhadap pengaturan tegangan,
kapasitas penyaluran dan panjang elektrik saluran.

Derajat kompensasi pada kompensasi dengan reaktor shunt adalah BL/BC, di mana
BL adalah suseptansi induktif dari reaktor shunt, dan BC adalah suseptansi kapasitif total dari
saluran

Derajat kompensasi pada kompensasi dengan kapasitor seri adalah XC/XL, di mana
XC adalah reaktansi kapasitif dari kapasitor seri dan XL adalah reaktansi induktif total lari
saluran per fasa.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 57
Gambar 7.1 Saluran transmisi yang dikompensasi.
a. Kompensasi reaktor shunt pada ujung aban,
b. Kompensasi reaktor shunt pada kedua ujung,
c. Kompensasi kapasitor seri pada ujung beban,
d. Kombinasi kompensasi reaktor shunt dan kapasitor seri.

7.2 KOMPONEN REAKTOR SHUNT

Kompensasi reaktor shunt dilakukan dengan memasang reaktor shunt pada salah satu ujung
atau pada kedua ujung saluran. Bila saluran itu panjang sekali, maka saluran dibagi dalam
beberapa bagian dan setiap bagian dikompensasi.

Sebagaimana disebut. dalam di atas tujuan kompensasi adalah untuk mengontrol


tegangan kerja di setiap titik sepanjang saluran dan untuk memperkecil panjang elektrik
saluran.

Pengaruh kompensasi shunt terhadap tegangan dan daya diberikan dalam contoh di
bawah ini.

Contoh 7.1: Suatu saluran transmisi tunggal, fasa tiga, 50 Hertz, 500 kV, 250 km
dengan konstanta sebagai berikut: Z=j0,65 Ohm/km; Y =j5,1x10-6 mho/km; dan tahanan
diabaikan. Untuk mengurangi panjang elektrik dan memperbaiki pengaturan tegangan dari
saluran maka dipasang reaktor shunt yang sama besarnya pada kedua ujung saluran.
Misalkanlah, |VS| = |VR| = 500 kV.

a. Tentukanlah panjang elektrik saluran sebelum pemasangan reaktor shunt.

b. Tentukanlah induktansi dari reaktor shunt dalam Henry agar. panjang elektrik saluran
berkurang menjadi 200.

c. Tentukanlah daya natural sebelum dan setelah pemasangan reaktor shunt.

d. Bila VR=500 kV, dan beban PR = 200 MW pada faktor daya 0,9 terbelakang, tentukanlah
pengaturan tegangan sebelum dan sesudah pemasangan kompensasi reaktor shunt
tersebut.

Solusi:

a. Panjang elektrik saluran Θ = β 1

β = 0,65 x5,1x10 −6
=1,8207 x10 −3
radian/km

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 58
Θ = βl =1,8207 x10 −3 x 250 = 0,4552 radian; atau Θ' = 0,4552 x57 ,3 0 = 26 ,10

b. Induktansi dari reaktor shunt dalam Henry agar. panjang elektrik saluran berkurang
menjadi 200

Dimisalkan bahwa saluran itu direpresentasikan dengan sirkuit nominal PI (gambar 7.2).
Setelah pemasangan reaktor shunt, maka konstanta umum ekivalen A dan B dari ketiga
sirkuit terhubung seri:

Gambar 7.2 Representasi saluran pada contoh 7.1

Y i
A =1+ − dan B = Z
2 w Lsh

Misalkanlah bahwa kombinasi saluran dan reaktor shunt itu merupakan saluran baru
dengan admitansi shunt yang baru :

Y1 Y 1 Y j
= + = −
2 2 j w Lsh 2 X sh

dan B tidak mengalami perubahan.

Bila:

Θ = panjang elektrik sebelum pemasangan reaktor shunt = 26,1o

Θ ’ = panjang elektrik setelah pemasangan reaktor shunt = 200

maka:

Θ' β'1 Z x Y' 20


= = = =0,7663
Θ β1 Z x Y 26 ,1

Jadi:

Y’= (0,7663)2xY , dimana Y=j5,1x10-6x250=j1,275x10-3 mho, sehingga:Y’=j0,000749

Y'
dan = j 0,0003745
2

Y j 1
Maka: − = j 0,3745 x 10 −3 atau: =0,6375x10-3–0,3745x10-3=0,263 x 10-
2 X sh X sh
3
mho

Atau: Xsh = 3,802x103 ohm

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 59
3,802 x 10 3
Jadi: Lsh = = 12 ,11 Henry / fasa
314

c. Daya natural sebelum dan setelah pemasangan reaktor shunt.

Misalkan:

Po,Zo = daya natural dan impedansi surja sebelum pemasangan reaktor

P’o,Z’o = daya natural dan impedansi surja setelah pemasangan reaktor shunt.

Untuk panjang 250 km, Z =j162,5 ohm, Y=j1,275x10-3 mho.

Z 162 ,5 Z 162 ,5
Zo = = = 357 ohm; Z’o = = = 466 ohm
Y 1,275 x 10 −3 Y' 0,749 x 10 −3

500 x 500 500 x 500


maka: Po = = 700 MW; P’o = = 536 MW
357 466

Jadi dengan pemasangan reaktor shunt tersebut daya natural berkurang dari 700 MW
menjadi 536 MW. Ini berarti bahwa kemampuan menyalurkan daya setelah kompensasi
dengan reaktor shunt tersebut berkurang.

d. Pengaturan tegangan sebelum dan sesudah pemasangan kompensasi reaktor shunt

VR = 500 kV (L-L) atau 288,68 kV (L-N)

PR = 200 MW ; faktor daya = 0,90 terbelakang

Maka:

200 x 1000
IR = / -25,84o Amp = 256,6 / -25,84o Amp
3 x 500 x 0,9

VS = AVR+BIR

i. Sebelum kompensasi:

ZY
A = 1+ dimana: Z=j162,5 ohm, dan Y=j1,275x10-3 mho, sehingga:
2

j 162 ,5 x j 1,275 x 10 −3
A = 1+ =0,8964
2

B = Z = j162,4 ohm

VS = 0,8964x288,68 + 162,5/ 900 x256,6/ -25,840 x10-3

= 258,8 + 41,7 / 64,160 = 277+ j37,5 kV (L – N)

|VS| = 279,5 kV (L – N) = 484,1 kV (L-L).

VS 484 ,1
= = 540 kV (L – L)
A 0,8964

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 60
540 − 500
VR(%) = = 100% = 8%
500

ii. Setelah kompensasi:

Z = j162,5 ohm; Y’= j 0,749x10-3 mho

Z Y'
A = 1+ = 0,9391
2

VS = A VR + B IR = 0,9391 x 288,68 + 41,7 / 64,16

= 271,1 + 18,2 + j 37,5 = 289,3 + j 37,5 kV (L – N)

|VS| = 291,7 kV (L-N) atau 505 kV (L-L)

VS 505 538 −500


= = 538 kV (L – L); VR (%) = x 100% = 7,6%
A 0,9391 500

Jadi dari hasil-hasil di atas dapat dilihat bahwa dengan kompensasi shunt tersebut
pengaturan tegangan diperbaiki dari 8% menjadi 7,6%.

7.3 KOMPENSASI SERI

Kompensasi seri ini dilakukan dengan kapasitor seni. Kapasitor seri dipasang pada salah
satu ujung saluran dan bila saluran lebih panjang maka dipasang pada kedua ujung saluran.
Pemasangan kapasitor seri di tengah-tengah saluran adalah lebih baik tetapi lebih mahal
karena harus menambah gardu khusus untuk instalasi kapasitor tersebut.

Kapasitor seri lebih efektif untuk mengkompensasikan reaktansi seri, dengan


demikian menaikkan limit daya statis atau menaikkan stabilitas saluran.

Kapasitor seri ini dilengkapi dengan suatu “spark gap” untuk perlindungan terhadap
arus hubung singkat.

Salah satu yang perlu diperhatikan dengan kompensasi seri ini adalah derajat kom-
pensasi. Derajat kompensasi tidak boleh terlalu besar. Kompensasi 100 persen jelas tidak
diperbolehkan karena akan menimbulkan resonansi seri. Derajat kompensasi yang dekat
dengan kompensasi 100 persen juga berbahaya, karena bila frekuensi turun, misalnya bila
pembangkitan kurang, maka derajat kompensasi akan mendekati seratus persen, jadi akan
terjadi resonansi. Ini disebut sebagai resonansi sub-sinkron. Misalkanlah:

X = ωL = reaktansi seri total saluran,

C = kapasitansi dari kapasitor seri,

1
Dan misalkan juga derajat kompensasi 90%, jadi: = 0,9 ωL ;atau:
ωC

1
= 0,9
ωC .ω L

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 61
Sekarang bila frekuensi turun dari 50 Hertz menjadi 48,5 Hertz, jadi pengurangannya
3%, maka derajat kompensasinya sekarang menjadi:

1 90 %
= = 95 ,65 %
0,97 ω C .0,97 ω L (0,97 ) 2

Bila frekuensi turun menjadi 47,5 Hertz, maka pengurangan frekuensi 5%, maka

90 %
derajat kompensasinya menjadi: =99 ,72 % , dan ini sudah hampir mencapai
(0,95 ) 2
resonansi dan berbahaya. Besar derajat kompensasi dalam praktek berkisar anatar 40%
sampai 60%.

7.3.1 Pengaruh Kapasitor Seri Terhadap Tegangan

Dengan pemasangan kapasitor seri, reaktansi ekivalen berkurang, dengan demikian jatuh
tegangan berkurang, jadi pengaturan tegangan lebih baik (gambar 7.3).

Gambar 7.3 Kompensasi dengan kapasitor seri,

a. Diagram satu garis, b. diagram vector tegangan

7.3.2 Pengaruh Kapasitor Seri Terhadap Penyaluran Daya

Dengan kompensasi seri, reaktansi seri berkurang, jadi limit daya statis bertambah besar.
Besar daya yang disalurkan diberikan oleh persamaan berikut:

| VS | | V R |
PR = sin δ
|B|
(7.2)

Untuk saluran menengah dengan representasi nominal PI dan tahanan diabaikan


harga |B| diberikan oleh X yaitu reaktansi seri saluran.

Jadi bila pada saluran dipasang kapasitor seri maka reaktansi berubah menjadi X–
XC, dimana XC adalah reaktansi kapasitif dari kapasitor seri. Daya yang disalurkan menjadi:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 62
| VS | | V R |
PR = sin δ
X −XC
(7.3)

Dari persamaan (7.3) dapat dilihat bahwa daya maksimum bertambah dengan
pemasangan kapasitor seri.

Contoh 7.2: Suatu saluran transmisi tunggal, fasa tiga, 50 Hertz, 500 kV, 250 km dengan
konstanta sebagai berikut: Z=j0,65 Ohm/km; Y =j5,1x10-6 mho/km; dan tahanan diabaikan.
Untuk mengurangi panjang. elektrik menjadi 200 dipasang kapasitor seri. Misalkanlah |VS|=|
VR| = 500 kV. Tentukanlah:

a. Besar kapasitansi dari kapasitor seri per fassa, dan derajat kompensasi

b. Tentukanlah daya natural sebelum dan setelah pemasan kapasitor seri.

Solusi:

a. Apakah kapasitot itu dipasang di tengah-tengah saiuran atau di ujung saluran, konstanta
umum B dari hubungan seri itu dapat ditulis sebagai Z - jXC tanpa kesalahan yang berarti.
Disini Z = jX, jadi Z' = j(X – XC), maka:

Θ’= = 20 0
Z' Y

Sebelum kompensasi :

Θ = Z Y = 26 ,10 (lihat contoh 7.1)

Jadi:

Θ' Z' 20 0
= = = 0,7663
Θ Z 26 ,10

maka:

Z’ = 0,5872 Z = j 0,5872 x (0,65 x 250) = j 95,42 ohm.

Jadi:

(X – XC) = 95,42

XC = 162,5 – 95,42 = 67,08 Ohm

atau

1
= 67,08 ohm
ωC

Jadi:

1 −5
C = 314 x 67 ,08 = 4,75 x 10 Farad / fasa

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 63
XC 67 ,08
Derajat kompensasi = = x 100 % = 41,3%
XL 0,65 x 250

b. Daya natural sebelum kompensasi seri = 700 MW (lihat contoh 7.1). Setelah kompensasi
seri impedansi surja menjadi:

Z' 95 ,42
Z o' = = = 273 ,6 Ohm
Y 1,275 x 10 −3

dan daya natural menjadi:

500 x 500
P’o = = 914 MW
273 ,6

Jadi dengan kompensasi daya natural bertambah besar, dari 700 MW menjadi 914 MW,
jadi kemampuan penyaluran dari saluran transmisi bertambah besar.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Ir. Hamzah Hillal M.Sc ANALISA SISTEM TENAGA LISTRIK I 64