You are on page 1of 5

c  


   
     


(26 August 2009) Ada empat hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam sektor perikanan saat ini,
yaitu revisi UU perikanan, perlindungan wilayah tangkap nelayan tradisional, renegosiasi pembatalan free trade
agreement, dan penghentian pencurian ikan melalui diplomasi internasional. Demikian dikemukakan oleh Sekretaris
Jendral Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, M. Riza Damanik dalam Diskusi ³Dampak ekspor sawit dan SDA
perikanan serta integrasi isu lingkungan dalam perjanjian global dan perdagangan bebas terhadap pembangunan
Indonesia.´ Rabu, (5/8) di Jakarta. UU No. 31/2004 yang mendefinisikan perikanan hanya sebagai bisnis perikanan,
ikan sebagai komoditas ekonomi semata. UU ini mengabaikan ikan sebagai sumber pangan untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri. Selain itu perikanan tidak diletakkan sebagai basis yang melahirkan kultur masyarakat
bahari. ³UU ini perlu direvisi dalam konteks berdasarkan kondisi perikanan kita yang kini dalam krisis, bukan
sebagai sektor perekonomian,´ paparnya tegas. Hal penting untuk menjamin keberlanjutan perikanan tradisional
Indonesia adalah dengan melindungi perairan tradisional dan memberikan hak hak nelayan tradisional. Menurut
Riza, tanpa perlindungan terhadap perairan tradisional, wilayah perikanan kita tidak bisa terus mengalami
berkelanjutan. ³Oleh sebab itu Pemerintah harus melarang industrialisasi di kawasan perikanan tradisional dan
memberikan perlindungan,´ tandasnya.

Pembenahan di tingkat internasional, Indonesia perlu renegosiasi pembatalan free trade agreement berdasarkan
kesepakatan dalam IJEPA (Indonesia ± Japan Economic Partnership Agreement). Riza memaparkan bahwa selama
satu tahun ke belakang, hasil evaluasi menunjukkan kualitas perikanan Indonesia di tengah- tengah IJEPA belum
menguntungkan dari segala segi. ³Dalam hal transfer teknologi, sampai saat ini Jepang belum memberikan banyak
sumbangan bagi perkembangan teknologi kita. Padahal, faktanya Indonesia sudah memberikan banyak dengan terus
menerus ekspor ikan. Oleh sebab itu, renegosiasi perlu dilakukan karena di dalam IJEPA, terdapat klausul yang
menyebutkan jika satu negara merasa dirugikan bisa melakukan negosiasi ulang,´ tambah Riza. Sampai saat ini,
meskipun Indonesia memiliki 20 kebijakan terkait, tetapi belum mampu menghentikan pencurian ikan. Dari sekitar
20 kebijakan, belum efektif untuk menghentikan pencurian ikan. Indonesia memerlukan UU yang memberikan efek
jera kepada pencuri ikan. Riza mengusulkan pemerintah memberikan hukuman yang lebih tegas tidak hanya kepada
eksekutor di lapangan seperti Anak Buah Kapal (ABK), namun juga sang pemilik modal yang tidak pernah tersentuh
hukum. Selain itu, Indonesia harus melaporkan secara benar berapa jumlah ikan yang berhasil ditangkap per
tahunnya dan berapa potensi kerugian yang telah dicuri. ³Hanya dengan melaporkan dengan data yang benar maka
dunia internasional dapat membantu melakukan kebijakan yang benar,´ tandasnya tegas. (RR)|
http://desasejahtera.org/artikel/31-empat-hal-mendesak-sektor-perikanan-indonesia.html.

Ô Ô Ô   Ô  

Al-Arba'a, 18 Rabi Al-Awwal 1426 H - 11:48:03

oleh: Indrawadi, S.Pi

Derdasarkan laporan Dank Dunia (World Dank) tahun 2003 dalam bukunya berjudul Indonesian Deyond Macro
Economic Stability, daya saing industri Indonesia saat ini bergeser ke arah industri berbasis sumberdaya alam,
diantaranya industri berbasis perika..... Berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank) tahun 2003 dalam bukunya
berjudul Indonesian Beyond Macro Economic Stability, daya saing industri Indonesia saat ini bergeser ke arah
industri berbasis sumberdaya alam, diantaranya industri berbasis perikanan (fisheries-based Industries. Strategi
pembangunan berbasis sumberdaya alam khususnya sector perikanan dan kelautan ini diyakini sangat prospektif
sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional ke depan dan mempunyai nilai competitive advantage yang dapat
diandalkan. Karena pada kenyataannya Indonesia memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang belum
termanfaatkan secara optimal. Sebagai negara kepulauan, Indonesia terdiri dari sekitar 17.500 pulau-pulau dengan
total garis pantai sepanjang 81.000 km, nomor 2 terpanjang di dunia setelah Kanada. Bila dinilai dengan persentase,
pemanfaatan sumberdaya alam ini baru sekitar 35% dari potensi yang ada.Meskipun baru berusia 4 tahun,
Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sebagai lembaga teknis penggerak pembangunan sektor perikanan dan
kelautan, melalui dukungan semua stake holders, telah memainkan peranan dengan sangat baik. Tiga hal sangat
penting yang perlu dikemukakan di sini:
Pembangunan Dan Peluang Kerja Pada Sektor Perikanan Dan Kelautan oleh Indrawadi, S.PPertama, Produk
Domestik Bruto (PDB) sebagai suatu indikator ekonomi makro menunjukkan bahwa PDB sektor perikanan selama
periode 1992-2002 mengalami peningkatan sebesar 21,72%. Nilai ini jauh lebih besar dari persentase kenaikan PDB
Nasional yang hanya sebesar 13,56%. Sementara itu kontribusi sektor perikanan terhadap PDB Nasional tahun 2003
meningkat sebesar 2,90%. Jika dimasukkan kegiatan pengolahan produk perikanan, maka nilai ini jauh lebih besar
yakni sekitar 10%.
Pembangunan Dan Peluang Kerja Pada Sektor Perikanan Dan Kelautan oleh Indrawadi, S.Pi
Kedua, pemerintah saat ini mengalokasikan dana Rp 2 Trilliun lebih untuk pembangunan sektor perikanan dan
kelautan. Ini merupakan kebijakan pemerintah yang luar biasa untuk ukuran suatu departemen yang baru berusia 4
tahun. Apalagi bila dibandingkan dengan Departemen Pertanian yang sudah berusia puluhan tahun, yang
mempunyai alokasi dana pembangunan juga sekitar Rp 2 Trillun.
Suatu hal yang sangat menggembirakan dalam aspek pendanaan ini adalah adanya kepedulian dan dukungan dari
lembaga perbankan terhadap pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Sebagai teladan, pada tahun 2003 Bank
Mandiri mengalokasikan dana sebesar Rp 3 Trilliun yang disalurkan melalui Program Kredit Mina Mandiri (KMM)
dengan realisasinya hingga Januari 2004 sekitar Rp 1 Trilliun. Sementara itu Bank Bukopin juga menggulirkan
Program Kredit Swamitra Mina (KSM) dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 500 Milliar yang tersebar di 160
Kabupaten/Kota di Indonesia. Selain itu terdapat program Permodalan Nasional Madani berupa pengembangan BPR
Pesisir dan Nelayan yang sedang melakukan proses pendirian 30 BPR di 30 Kabupaten/Kota di Indonesia. Dalam
proses pendirian ini PNM akan melakukan investasi Rp 100 Juta untuk setiap BPR sedangkan dana PNM yang
disalurkan pada tahap awal diperkirakan sebesar Rp 100 Miliar.

Derdasarkan laporan Dank Dunia (World Dank) tahun 2003 dalam bukunya berjudul Indonesian Deyond Macro
Economic Stability, daya saing industri Indonesia saat ini bergeser ke arah industri berbasis sumberdaya alam,
diantaranya industri berbasis perika.....

Ketiga, pada tahun 2003 Presiden RI telah mencanangkan Gerakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan (Gerbang
Mina Bahari) sebagai terobosan dalam pembangunan kelautan dan perikanan nasional. Gerakan ini dimaksudkan
agar variable ekonomi makro makin kondusif dan pembangunan kelautan dan perikanan mendapat dukungan yang
luas dari segenap komponen bangsa. Keadaan di atas memberi gambaran betapa besar peluang kerja pada sektor
kelautan dan perikanan. Dengan bahasa dan pola pikir yang lebih tepat, terbuka kesempatan yang seluas-luasnya
bagi anak bangsa untuk menciptakan lahan kerja dan bekerja di sektor perikanan dan kelautan. Baik pada bidang
pekerjaan yang secara teknis menangani kegiatan produksi, penanganan, pengolahan, dan pemasaran produksi
perikanan maupun pada kegiatan yang mempunyai keterkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan teknis.
Apalagi bila dilihat keterkaitan industri perikanan dengan industri lainnya misalnya dengan industri peternakan dan
pertanian yang akan menimbulkan effek berganda dalam berbagai sekktor ekonomi secara luas. Pada kenyataannya
pula, saat ini berbagai lembaga perbankan semakin banyak merekrut sarjana-sarjana perikanan S-1 sebagai tenaga
analis untuk aliran dana ke sektor perikanan dan kelautan.
Pembangunan Dan Peluang Kerja Pada Sektor Perikanan Dan Kelautan oleh Indrawadi, S.Pi
Secara ringkas, dapat dikemukakan beberapa usaha komersial dan kesempatan kerja di bidang perikanan yang
sangat prospektif dan saat ini sedang tumbuh dan berkembang serta sangat memerlukan Sumberdaya Manusia
berupa ahli-ahli perikanan dan kelautan, yaitu:
Pembangunan Dan Peluang Kerja Pada Sektor Perikanan Dan Kelautan oleh Indrawadi, S.Pi
1. Industri kecil galangan kapal perikanan
2. Usaha pembuatan alat penangkapan ikan
3. Industri budidaya kepiting
4. Usaha budidaya makro alga
5. Usaha pembenihan ikan
6. Usaha pembesaran ikan di kolam dengan berbagai teknik dan tipe kolam
7. Usaha pembesaran ikan di Karamba Jaring Apung
8. Budidaya pakan alami
9. Usaha pengolahan ikan
10. Usaha transportasi ikan hidup
11. Konsultansi perikanan dan kelautan

 Ô   Ô   


JAKARTA, TRIBUN - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengeluhkan minimnya pembiayaan
dari perbankan nasional ke sektor perikanan. Data Bank Indonesia menunjukkan porsi penyaluran kredit ke sektor
perikanan masih kecil yaitu 0,23 persen dari total kredit perbankan.
Katanya (pembiayaan ke sektor perikanan) berisiko tinggi. Karena itu Pemerintah tidak akan tinggal diam dan harus
berani mendorong agar pebiayaan ke sektor perikanan membaik, kata Fadel pada workhsop dunia usaha
Mewujudkan Wirausaha Perikanan yang Maju, Madiri, dan Berkelanjutan melalui Dukungan Pembiayaan
Perbankan yang diadakan di gedung BI Jakarta, Kamis (22/4/2010).
Menurut Fadel agar pembiayaan perbankan ke sektor perikanan naik maka pihaknya melakukan sejumlah terobosan.
Selain mencari pengusaha yang tepat untuk masuk ke sektor ini, Fadel juga mengatakan pemerintah akan membuat
industri policy yang khusus menunjang industri sektor perikanan dengan dukungan perbankan.
Perbankan katakan selama belum ada industry policy yang menguntungkan pengusaha maka itu berikan.
Misalnya untuk sektor yang bisa membuka lapangan kerja banyak maka kita ingin kebijakan begini maka pasti bank
ikut karena itu kebijakan pmerintah, kata dia.

Menurut dia perbankan seharusnya memberikan porsi pembiayaan ke sektor perikanan yang besar karena sektor ini
memberikan konstribsu PDB yang tinggi.
Tapi perhatian perbankan masih kecil. Nah nantinya bagaimana agar perbankan dengan duit yang banyak didorong
beri kredit ke sektor yang memberikan konstribusi besar ke PDB, kata dia.
Selain itu, lanjut Fadel, pihaknya telah memiliki tim yang langsung akan diturunkan untuk memberikan penjelasan
ke semua pihak terutama kalangan perbankan agar memberikan penjelasan keuntungan berinvestasi di budidaya
perikanan.
Janganlah kita anggap perikanan sebuah industri paling belakang dan dlihat sebelah mata. Maka secara bertahap
pembiayaan ke perikanan yang baru sekitar 0,23 persen maka secar pelahan akan kita naikkan menjadi satu hingga
diatas dua persen, papar dia. (aco)|http://jabar.tribunnews.com/index.php/read/artikel/19869/nasional/fadel-
mengeluh-pembiayaan-sektor-perikanan-rendah.

Ô  

Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 11:11:05

oleh: Indrawadi,S.Pi

Wanita nelayan adalah suatu istilah untuk wanita yang hidup di lingkungan keluarga nelayan, baik sebagai istri
maupun anak dari nelayan pria. Kaum wanita di keluarga nelayan umumnya terlibat dalam aktivitas mencari
nafkah untuk keluarganya. Selama ini wanita nelayan bekerja menjadi pengumpul kerang-kerangan, pengolah hasil
ikan, pembersih perahu yang baru mendarat, pengumpul nener, membuat/memperbaiki jaring, pedagang ikan dan
membuka warung. Namun peran wanita di lingkungan nelayan ini belum dianggap berarti, sebagai penghasil
pendapatan keluarga pun dianggap income tambahan. Selain itu wanita nelayan pun menanggung resiko tinggi
akibat tingginya kecelakaan kerja di usaha penangkapan ikan laut ini.

Pengalaman menunjukan bahwa pemberdayaan wanita nelayan adalam pembangunan kelautan dan perikanan sulit
dikembangkan, hal ini disebabkan karena kurangnya IPTEK dan kemiskinan yang selalu mengukung mereka.
Beberapa masalah dalam integrasi wanita nelayan dalam pembangunan kelautan dan perikanan antara lain, keadaan
pendidikan yang umumnya sangat rendah, tenaga wanita sering tidak dinilai, masih adanya nilai-nilai sosial budaya
masyarakat sebagai penghambat berperan sertanya wanita nelayan secara aktif, sedangkan beban kerja wanita dalam
keluarga cukup tinggi.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Kerusakan lingkungan pesisir banyak diakibatkan oleh sedemikian pesatnya pengelolaan sumber daya alam yang
mengabaikan prinsip kelestarian alam yang berkelanjutan. Akibat tebang habis hutan mangrove untuk dikonversi
menjadi kawasan lainnya, seperti kawasan budidaya, pariwisata dan pemukiman, menyebabkan banyak kawasan
yang terkikis oleh abrasi air laut. Selain itu hilangnya tempat pemijahan dan asuhan biota laut ini pun mengurangi
keberadaan biota-biota tertentu seperti udang dan ikan, yang tadinya dapat ditangkap dekat pesisir, sehingga timbul
kelangkaan di kawasan tersebut.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Kerusakan ini mengakibatkan nelayan harus pergi melaut untuk menangkap ikan atau hewan lainnya semakin jauh
dan semakin lama. Kondisi ini menambah beban berat kepada keluarga yang ditinggalkannya. Dapat dikatakan
bahwa kaum wanitalah yang pertama-tama akan merasakan dampak dari adanya masalah lingkungan hidup.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Dalam rangka mengantisipasi keadaan tersebut di atas maka perlu diupayakan program Pemberdayaan wanita
nelayan Program ini pada hakekatnya diarahkan untuk mengembangkan dan mematangkan berbagai potensi yang
ada pada diri mereka sehingga dapat terlibat dalam penyelenggaraan pembangunan perikanan secara sejajar dengan
kaum prianya (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2001).

Salah satu cara pemberdayaan wanita ini melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Pendidikan di sini dapat berupa
pendidikan formal melalui jalur sekolah untuk generasi muda nelayannya, selain itu melalui pendidikan non formal
berupa penyuluhan atau pelatihan, juga melalui pendidikan informal berupa ceramah-ceramah di kalangan pengajian
atau arisan, juga melalui percakapan-percakapan informal lainnya yang berupa informasi-informasi. Di sinilah peran
wanita nelayan sangat penting di dalam menyampaikan informasi tentang pemanfaatan secara lestari sumber daya
alam (SDA) kepada generasi mudanya.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Salah satu cantoh kasus adalah potensi sumberdaya kelautan dan perikanan di Pesisir Selatan yang cukup besar.
Hasil tangkapan nelayan yang beraneka jenis kemudian potensi perairannya yang cukup ideal untuk budidaya
rumput laut yang juga sudah mulai berkembang.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Melihat peluang yang cukup besar tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi dan DKP Pesisir Selatan, telah
memulai dengan mengadakan pelatihan dan pemberdayaan wanita nelayan di kawasan sentra produksi penangkapan
ikan dan rumput laut. Menurut Ir. Yosmeri, Kadinas DKP Pesisir Selatan, wanita nelayan merupakan mitra sejajar
dan mempunyai hak yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran ganda dalam keluarga. Diakui bahwa
pembinaan terhadap wanita nelayan/perempuan pesisir masih sangat kurang karena dengan segala keterbatasan
pihak DKP. Namun demikan konstribusi yang diberikan wanita nelayan terhadap peningkatan pendapan keluarga
sangat diperlukan.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Dengan mendatangkan sejumlah narasumber sekelompok wanita nelayan dikawasan sentra produksi tersebut pihak
DKP telah menggelar acara pemberdayaan wanita nelayan tersebut, dari pelatihan tersebut diharapkan meningktanya
ketrampilan wanita nelayan dalam mengolah beraneka hasil laut, meningkatnya usaha-usaha produktif dari hasil laut
serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Pelatihan tidak hanya sekedar penyampaian peran wanita nelayan dalam pembangunan, tetapi juga diberikan materi
teknis tentang pembuatan stick ikan dan udang, pembuatan bakso ikan dengan aneka hidangan seperti pembuatan
kuah sate, kuah bakso, pembuatan abon ikan serta pengolahan asinan/manisan rumput laut, kemudian juga diberikan
pelatihan pembuatan cendol sari rumpi dari bahan rumput laut, aneka pembutan dodol rumput laut.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Kegiatan pemberdayaan wanita nelayan melalui pendekatan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi
wanita nelayan, ternyata dapat menghasilkan berbagai produk unggulan dari potensi kelautan dan dengan
pendampingan manajemen dan kewirausahaan serta teknologi tepat guna yang mengarah pada peningkatan mutu
atau kualitas produk, tentu hal ini akan semakin meningkatkan peran wanita nelayan tersebut untuk perekonomian
keluarga.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Contoh lain adalah wanita nelayan Indonesia dapat dilibatkan dalam usaha pembudidayaan ini, sebagaimana yang
telah dilakukan oleh wanita nelayan di India dan Bangladesh. Semuanya ini dapat dilakukan melalui pendidikan non
formal berupa penyuluhan-penyuluhan baik kepada nelayan dan wanita nelayan. Penyuluhan kepada wanita nelayan
pun harus langsung ditujukan kepada wanita itu sendiri, bukan dengan mewakilkannya kepada kaum prianya.
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi
Rendahnya pendidikan formal yang dimiliki oleh wanita nelayan akan mempengaruhi kemampuannya dalam
menyerapkan informasi yang sering kali disampaikan dengan metode penyampaian yang tidak tepat disamping
materi yang terlalu tinggi untuk kemampuan mereka, kadangkala mereka masih banyak yang buta huruf.
Pengembangan teknik inilah membutuhkan kerjasama dari para ahli beberapa disiplin ilmu. Dalam usaha
pelestarian alam wilayah pesisir dan laut, sudah seharusnya dilibatkan dan diberdayakan peran wanita nelayan
dengan harapan mereka dapat merubah sikap terhadap konservasi alam dan mewujudkannya dalam aksi. Melalui
pendidikan informal yang dilakukan wanita nelayan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya, diharapkan di
kemudian hari akan terbentuk generasi muda yang berwawasan lingkungan dengan melakukan pemanfaatan SDA
secara lestari. Pendidikan lingkungan tersebut sebaiknya menggunakan landasan keilmuan, teknologi, agama dan
kesenian agar lebih menarik perhatian audiens dan membentuk sikap baru yang positif.|
http://www.bunghatta.ac.id/artikel-169-pemberdayaan-wanita-nelayan.html. |
| 
 |