You are on page 1of 7

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Dalam UU No.20/3002 tentang system pendidikan nasional (sisdiknas) Pasal 3 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Melihat fungsi pendidikan di Indonesia tersebut diatas. Disini tidak ada pemisahan gender atau laki-laki dengan perempuan. Semua memiliki kesamaan dalam dunia pendidikan. Kesetaraan antara laki-laki dan wanita dalam pendidikan

membuktikan bahwa pendidikan terbuka untuk siapa saja. Seorang laki-laki dituntut untuk bisa menerima kehadiran perempuan begitu pula sebaliknya. Keterbukaan antara laki-laki dan perempuan akan menghilangkan nada-nada sinis terhadap memuliakan laki-laki ataupun perempuan.

Pendidikan campuran atau koedukasi sangat baik diterapkan, karena antara laki-laki dan perempuan saling membutuhkan dalam hal perkembangan otak ataupun syaraf.

2 1.2 Batasan Masalah Sebelum merumuskan masalah yang dihadapi, perlu melakukan identifikasi terlebih dahulu. Berkaitan dengan hal tersebut, maka beberapa permasalahan muncul adalah. 1. Bagaimanakah pengertian koedukasi dalam pendidikan? 2. Bagaimanakah perkembangan koedukasi di Indonesia?

1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. Memahami pengertian koedukasi dalam pendidikan 2. Memahami perkembangan koedukasi di Indonesia

3 BAB II PEMBAHASAN KO-EDUKASI DALAM PENDIDIKAN

1. Pengertian Ko-Edukasi Ko-edukasi adalah system pendidikan yang memberikan pelajaran kepada anak laki-laki dan perempuuan secara bersama-sama di dalam satu ruang, atau disebut pendidikan campuran. Pendidikan campuran atau ko-edukasi ini sudah banyak sekolah menjalankannya hal ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap perkembangan prestasi baik laki-laki ataupun perempuan. Dalam kelas anak laki-laki dan perempuan bergaul secara wajar yang sesuai dengan kode etik sekolah tersebut. Pergaulan terlihat nampak sehat tidak ada angan-angan atau khayalan tentang lawan jenis mereka. Hal ini memperlihat kedisiplinan para siswa. Dalam ketentuan ini tidak ada yang dirugikan baik itu laki-laki ataupun perempuan. Semuany berkembang sesuai dengan minat dan perkembangannya masing-masing.

2. Koedukasi di Indonesia Didalam Undang-Undang nomor 12 tahun 1954, Pertnyataan berlakunya Undang Undang nomor 4 Tahun 1950 dari Republik Indonesia Dahulu Tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah Untuk Seluruh Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 12 Maret 1954. Terdapat dalam BAB XIII tentang Pendidikan campuran dan pendidikan terpisah Pasal

4 21 ayat 1 Sekolah Kepandaian Puteri dan Sekolah Guru Kepandaian Puteri adalah sekolah-sekolah yang karena sifatnya melulu menerima murid-murid perempuan. Sebaliknya ada beberapa bagian dari pada Sekolah-sekolah Pertukangan dan Teknik yang meminta kekuatan jasmani,sehingga pada umumnya hanya dapat dipenuhi oleh murid murid laki-laki. Dan Ayat 2 jika didalam sesuatu daerah sebagian besar dari orang-orang tua murid, karena pahamnya tentang sesuatu agama, menghendaki pendidikan terpisah, maka di daerah itu dapat didirikan sekolah-sekolah atau dibentuk kelas-kelas melulu untuk gadis-gadis. Pendidikan Campuran telah menjadi factor utama dalam

meningkatkan pendidikan bagi anak perempuan. Bagaimanapun, dalam system pendidikan campuran atau koedukasi masih terdapat alira dan pilihan tertentu. Hasil riset mengungkapkan bahwa otak wanita lebih kecil dari otak pria, dan memiliki lebih banyak koneksi antara dua belahan otak. Daerah di antaranya "Corpus Collosum" lebih besar dan berkembang pada wanita dan memungkinkan dua belahan itu lebih mudah bekerja sama. Pikiran dan emosi dapat tergantung pada fungsi otak wanita karena sistim limbik lebih aktif yang mengontrol emosi. Pria cenderung menggunakan hanya satu belahan otak pada satu waktu, sedangkan wanita memanfaatkan seluruh pemikiran otak. Wanita mampu memahami hubungan manusiawi yang kompleks dan bagaimana hubungan itu cocok dalam konteks emosional. Itulah mengapa

5 kebanyakan wanita senang cerita fiktif ! Sebaliknya, anak pria senang nonfiksi dan terutama senang membaca tentang bagaimana suatu alat beroperasi. Teori Carol Gilligan mengatakan " Cara berpikir wanita yang berciri emosional yang lebih kompleks dirugikan dalam masalah sekolah campuran pria dan wanita (koedukasi) ". Namun menurut riset otak,pikiran dapat tergabung pada fungsi otak wanita karena sistim limbik (pengontrol emosi) yang lebih aktif. Menurut paradigma kesetaraan gender, perbedaan hanyalah di bidang seksual (Jenis Kelamin). Namun, ada ahli yang mengemukakan pendapat tentang perbedaan otak wanita dan pria dan implikasinya ( yang selintas tampak bias gender). Dari pemaparan diatas kita akan mengambil sebuah titik dimana lakilaki dan perempuan apabila disatuka dalam sebuah ruangan belajar akan saling menutupi satu dengan yang lainnya.

6 BAB III KESIMPULAN

Dapat ditarik sebuah kesimpulan dari paparan diatas terkait dengan system koedukasi dalam pendidikan. 1. Koedukasi adalah system pendidikan yang memberikan pelajaran kepada anak laki-laki dan perempuuan secara bersama-sama di dalam satu ruang, atau disebut pendidikan campuran. Sistem ini banyak yang melaksanakannya baik di dunia formal berupa sekolah atau madrasah ataupun dunia non formal berupa pesantren. 2. Pemerintah membuka kepada masyarakatnya untuk menyelenggarakan pendidikan campuran atau koedukasi. Dan apabila ada pelarangan untuk dipisah antara laki-laki dan perempuan. Maka dipersilahkan kepada sekolah terkait untuk memisahkan dengan ketentuan-ketentuan tertentu yang dapat diterima.

7 DAFTAR PUSTAKA

Akbar. Rena 2001

Psikologi Perkembangan Anak. Grasindo. Jakarta.

http://rudizalukhu.gkpetamburan.net/index.php/2009/11/03/roma-dan-kehidupansosialnya/

http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/25590