You are on page 1of 3

Ciuman Di Bawah Hujan

Acara budah buku yang di selenggarakan oleh HIMABA STKIP PGRI Bangkalan yang di hadiri oleh para mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan dari berbagai jurusan, acara yang mengulas tentang sebuah novel yang berjudul Ciuman Di Bawah Hujan Karya Lang Fang seorang novelis terkenal asal Surabaya. Lang Fang mulai menulis novel dari tahun 1986 hingga sekarang . Seminar ini di adakan bertujuan untuk Mengenang 62 tahun Choiril Anwar dan menggali potensi serta kreativitas siswa dalam kesusastraan Menghadiri sebuah seminar merupakan pengalaman pertama dalam hidup saya. Menjadi seorang novelis handal yang karya-karya nya dapat di terima dan di minati oleh pembaca memang sulit dan saya bamyak belajar dari seminar ini .

Acara bedah buku ini di adakan pada hari selasa tepat nya pada tanggal 26 April 2011 di aula MAN Bangkalan. Dalam seminar ini di hadiri langsung oleh sang penulis novel Ciuman Di Bawah Hujan Lang Fang . Beliau tidak duduk dalam panggung seorang diri , karena beliau di dampingi oleh tiga dosen dari STKIP PGRI Bangkalan sebagai pembanding . Tiga orang dosen tersebut adalah Bapak Junal ,M.pd , Muhri M . A dan Sunar Dwigjowahono . Belaiu bertiga mendampingi Lang Fang sebagai pembanding atau kritikus atas novel yang berjudul Ciuman Di Bawah Hujan HIMABA sebagai panitia bedah buku menysun acara ini secara rapi dan menarik . Dan seminar ini mendapatkan respon yang positif dari semua peserta seminar , ini terbukti dari sisi tanya jawab yang mana peserta seminar kali ini banyak melontarkan pertanyaan seputar mengapa dan bagaimana isi novel tersebut . Sesi tanya jawab yang berjalan lancar ini tidak lepas dari moderator handal , yang juga anggota HIMABA yaitu Slamet .

Novel ini di tulis oleh Lang Fang untuk melampiaskan rasa sakitnya , dalam melihat perkembangan situasi politik yang ada di negara Indonesia . Akibat dari melihat perkembangan situasi politik tersebut Lang Fang menderita berbagai macam penyakit seperti kesehatan nya terganggu , pusing dan mual . Bahkan Lang Fang memiliki penyakit baru yang tidak jelas yaitu sering marah-marah tanpa sebab dan lebih parah nya lagi Lang Fang tidak tahu pada siapa marah nya tersebut . Kemudian Lang Fang berusaha menyelamatkan diri , dari sakit yang menimpanya dengan cara menulis dan sambil menggali semua inti diri dan mengumpulkan orang luar biasa . Lang Fang menulis novel ini tanpa peduli apakah ia sadar atau tidak dengan apa yang di tilis nya .

Dalam novel Ciuman Di Bawah Hujan terdapat tiga tokoh utama dengan beda penokohan ( watak ) dan juga berbeda profesi . Tiga tokoh utama tersebut adalah Fung Lin seorang perempuan dengan pekerjaan sebagai jurnalistik yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan . Ari salah satu anggota DPR dan dia juga seorang berduit ( orang kaya ) tetapi memilii kepribadian dan penampilan yang bertolak belakang dengan anggota dewan lain nya , ia memiliki kepribadian yang cukup dispilin dan menjaga jarak pertemanan dengan kalangan bawah . Dan yang ketiga adalah Rafi yang juga salah satu anggota DPR . Rafi memiliki kepribadian yang sangat pelit untuk sekedar berbicara kepada staf di area gedung DPR ataupun kepada wartawan . Sehingga Rafi disebut orang yang sangat menjaga jarak dengan orang lain . Rafi menjaga diri nya sendiri karena ia tidak ingin menabrak kepentingan orang lain . Rafi menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat yang di usung melalui partai politik . Novel Ciuman Di Bawah Hujan meruapakan novel yang sangat indah dan menarik untuk di baca ataupun di cermati . Menarik dalam hal ini karena sang penulis pintar dalam menampakkan sudut-sudut tersembunyi menjadi sesuatu yang indah dalam penulisan nya . Novel ini juga memberi keharuan yang sangat menyentuh hati pembaca ketika Fung Lin membuat email buat Rafi dan dia menyatakan Ku memilih kau Rafi

Novel ini memimiliki alur yang cukup rumit karena menghadirkan bayanganbayangan masa lalu dengan penceritaan yang melompat-lompat . akan tetapi alur ini tersaji secara lancar dan estetis , alur yang merupakan jalinan-janlinan dari pecahanpecahan dialog batin dari tokoh-tokoh yang di padu menjadi kesatuan-kesatuan cerita yang utuh . Dalam novel ini bentuk cerita nya berbingkai yang mana alur utama nya terselip alur-alur yang berdiri sendiri walaupun masih menceritakan hal yang sama . Hal ini tampak pada novel Ciuman Di Bawah Hujan Yang di baca penuh dari awal hingga akhir . Satu hal yang sangat menarik dalam novel ini adalah bagaimana Lang Fang mengambil apa saja yang terjadi di setiap sudut-sidit gedung dewan yang mewah . Melalui novel ini Lang Fang berusaha memaparkan secara terbuka kehidupan para politisi serta kebiasaan unik , tidak lupa pula Lang Fang memberikan sentuhan hubungan asmara yang romantis .

Lang Fang uga tidak gegabah menyatakan bahwa semua politikus atau pejabat sama seperti Ari . Karena masih ada politikus atau pejabat yang masih punya hati nurani . Ada satu pertanyaan menarik dari Lang Fang melalui tokoh Fung Lin apakah Ari suka melihat senja?? Fung Lin berguman , mana ada poitisi yang mau memperhatikan warna senja . Yang mereka perhatikan cuma warna kaos dan warna partai nya . Tampak jelas bagaimana kegelisahan yang di alami Lang Fang melihat dan mengamati perpolitikan yang ada di Negeri tercinta ini . Mereka berkoar-koar memberikan janji pada saat kampanye , mereka mengatas namakan rakyat apabila sedang rapat tapi kenyataan nya yang terjadi hanya untuk kepentingan pribadi dan kepentingan partai . Dalam novel Ciuman Di Bawah Hujan ini menyuguhkan suasana hiruk pikuk demokrasi , di mana banyak orang-orang menyiapkan diri untuk menyiapkan PEMILU . Akhir cerita dari setiap rintik tidak di jumpai , sehinga membuat para pembaca memikirkan sendiri bagamana akhir dari sebuah cerita tersebut dari setiap rintik